Chapter 4: Daqiao (Modern Job)

Mbalik lagi dengan crita ke-4. Maaf ya, lama ndak update, soalnya laptopnya di hijack sama orang. Saa.., sekarang ceritanya tentang nak ayu Daqiao. Seperti judulnya cerita berkisar pada zaman sekarang.

Terima kasih yang banyak dan maaf untuk anon yang bernama (anon kok ada nama) ya bkn anon tapi guest untuk reviewnya dan mengingatkan saya untuk mengupdate.(Matur Nuwun mbak ABCDEFGHIJK *sambil nyembah*)

Saya berterima kasih juga pada Lidya untuk menjadikan cerita ini Favourite

Ceritanya ndak pakek dialog krn saya takut diabuse. Ceritanya OOC, mumet, Bahasa campuran, kagak jelas bangetz, Author ikut ambil peran, kedatangan OC, dan maaf dikit aneh mungkin (menurutku tp untuk anda bagaimana?)plus dikit horror, maaf kalo panjang banget (di word sampek 15-16 halaman)

All said and done. MULAI!

.

Ing kota Dynasty ada sebuah kafe di daerah Wu namanya "Akai Tora" dengan arti "Harimau Merah". Kafe unik ini dibagi menjadi 2 tema, satu tema jepang dan tema western. Dua-duanya dikelola oleh 1 chef yaitu Chef Yuan Shao, walaupun dia dari other dia mengelola kafe di wu karena disuruh seseorang dengan inisial KAX(hihihiihi)

Beberapa minggu sebelumnya….

"AUTHOR SIALAN!" teriak si Yuan Shao dengan sebalnya

"inggih mas, geneya njerit nami kula?" dan datanglah si author

"hah? Ngomong Indonesia dong"

"haduuh, artinya kenapa teriak panggil saya?"

"oaallah, kamu ini tolong jangan pakek Bahasa jawa, readers-nya ndak ngerti lho nanti pakek karma inggil(Bahasa formal) lagi"

"ya ora apa tho? Saya orang jawa setia, walaupun mama saya cina dan bapak saya jawa tapi ndak bisa jawa. Omong-omong kenapa bapak Yuan Shao manggil saya?"

"emangnya aku manggil tadi?" tanya Yuan Shao dengan tampang wong kepo. Dengan pertayaan itu Author Kamen hanya bisa facepalm. Akhirnya si chef kumisan ingat kalo dia ingin menanyakan sesuatu.

"KENAPA AKU ADA DI WU?!" tanya Yuan Shao sambil berteriak

"karena di Wu cuman ada pelayan dan di kafe ini tidak ada yang mengelola, untuk kafe harus ada chef juga dan dari semua Chara di DW yang profesinya koki cuman 2. Jadi saya pilih anda daripada mas gembrot dari wei itu" jawab Author

"oohh begitukah, namun saya tidak menerima!"

"bapak tidak terima pangkat anda disini? Kalau begitu…" Author mencoba mencari cara agar si Yuan Shao berubah pikiran dan bekerja di kafe Akai Tora. Saat ditengah pikirannya masuklah nak ayu yang bernama Daqiao.

"permisi Kamen-san, Lu Xun mencarimu" katanya dengan lemah lembut, lalu pandangannya pindah ke Yuan Shao, dengan melihat seragam koki-nya dan kumisnya ia tersenyum dengan unyu-nya.

"apakah bapak seorang Chef?" tanya Daqiao

"e-eeh? B beetul nak" jawab Yuan Shao dengan gugup

"apakah anda akan bekerja disini?"

Setelah pertanyaan kedua, Yuan Shao hanya bisa diam lalu muncul ide dari Author Kamen dan langsung…ting (eh ada lampu)

"Betul Daqiao, Yuan Shao akan bekerja di Akai Tora sebagai Chef dan pengelola" kata author Kamen dengan senang

Senyuman Daqiao melebar dan ia berkata "Akhirnya Kafe ini tidak jadi ditutup, akhirnya terima kasih"

Yuan Shao jawdrop dan lihat ke Author dengan tampang kebingungan. Daqiao jalan keluar dengan senang dan memanggil Lu Xun, Shang Xiang, Xiaoqiao, dan Zhou Yu. "Teman-teman ada chef baru yang akan bekerja di kafe ini dan juga membantu mengelola"

"he heh HEH?!, Betulan kak? Betul? Haah?" tanya Xiaoqiao dengan tampang bingung dan cute

"betul Xiao, kakak jujur kok. Jadi kafe kita yang tersayang ini ndak usah ditutup" jawab Daqiao dengan mata berair

"hooray yay, dengar itu tuan Zhou yu. Kafe ini tidak akan ditutup"

"iya Xiaoqiao sayangku, akhirnya doa kita telah terkabul" kata Zhou Yu, Somillier-nya kafe dan suaminya Xiaoqiao sambil memeluk istrinya yang pendek kayak anak SD (dipukul Xiaoqiao) tapi imut sekali

"AAAPPPIIIKKKK!, akhirnya bisa kerja lagi. Utangku kan terbayar" kata Shang Xiang

"heh Shang Xiang utang ama siapa?" tanya Daqiao

"utang sama kak Ce, kak Quan, ama Papa Jian"

Setelah mendengar jawaban Shang Xiang, semuanya ngakak. Lu Xun juga ikut senang tapi dia masih bingung dengan sesuatu. Author Kamen keluar dari ruangan dapur dan dihampiri Lu Xun.

"Kamen-dono, apakah Yuan Shao cocok menjadi pengelola di sini?" tanya cowok impiannya cewek-cewek yang main DW (termasuk kula)

"oh Lu Xun, ya…. Kan yang profesinya koki di kota Dynasty cuman 2. Coba pikirkan kalo si mas gembrot dari Wei tuh yang kerja disini?" jawab Kamen

"hhmmm, gendut kayak Kamen-san sendiri?"

" *Lu Xun digepuk Author* MOHON JANGAN SEBUT KALIMAT ITU *jadi yandere* inget aku ndak punya belas kasihan termasuk pada orang yang aku suka pun kalo ngejek aku seperti itu, NGERTI?" jawab sang author yang sekarang berubah menjadi yandere

"Baik tuan saya mengerti, maafkan saya atas perkataan tadi" kata Lu Xun sambil membungkuk tapi ia merasa sentuhan di bahunya

"ara ara maaf maaf, tidak apa-apa semua kesalahanmu dimaafkan maaf ya ihihihi *dengan lemah lebut*"

"heh? (cepet banget perubahan emosinya tadi yandere sekarang kok kayak mbak Lianshi)" pikirnya dalam hati dan sambil sweatdrop

"masalahnya kalo mas Gembrot ada disini…"

"apa masalah itu?"

"semua makanan akan habis. Aku baru denger dari Cao Pi kalo di kantor Jenderal Cao Cao, banyak yang kelaparan karena si gembrot menghabiskan 5 bakul nasi, 7 bakul bakpao, 4 pot Mi kuah, 2 Mangkok besar kare, 6 loyang kue,10 toples permen trs apalagi ya?..."

"HEH? SEBANYAK ITU?! Perutnya terbuat dari apaan coba?" kata Lu Xun sambil jawdrop

"lah begitu toh, itu kenapa aku pilih Yuan Shao *salam 2 jari*"

"Kamen-dono, Pilpresnya dah lewat Jokowi menang, nah sekarang pak Yuan Shao-nya mana?"

"tuh ada di ya ajarin dia peraturan dan kewajibannya, Aku pergi dulu ya, mau belanja bahan-bahan buat besok. Oh ya dah telpon Zhu Ran belum? Omongin ke dia, esuk-esuk wis dateng aja turu-turu maneh"

"baik Kamen-dono, cepatlah kembali" setelah melihat Author Kamen keluar, ia masuk ke dapur untuk mencari Yuan Shao.

"bapak Yuan Shao, saya disuruh Kamen-dono untuk me-… eto bapak Yuan Shao? Kok diem?" si Lu Xun bingung karena Yuan Shao-nya freeze kaya mayat beku. Trus sama Lu Xun disentuh pakek jari kelingking, bukannya sadar tapi malahan jatuh pingsan.

DINA SESUK-DAY 1 (burung gagak lewat)

Terlihat seorang cowok dengan rambut hitam jepitan yang dikenal dengan Zhu Ran, teman baiknya Lu Xun yang sedang berjalan di jalan (masa di langit)

"haduuhh, pagi-pagi disuruh kerja kalo ndak kasih kerja lembur. Jam berapa iki? *liat jam tangan* *nguap* hoh jam 04.56…MATI KON TELAT AKU!" Zhu Ran langsung bergegas dan lari secepat kilat karena bagi yang nyiapin property jam 5 pas harus sampek kalo lebih 1 detik langsung KERJA LEMBUR SONO.

Dobbrrraaakk

"Akhirnya sampek juga *ngos-ngosan* sekarang tinggal…*gubrak* aduh ana apa iki?" ia melihat apa yang telah membuatnya jatuh tetapi ruangnnya gelap dan tak bisa melihat

Cetek (suara ceklekan lampu)

"hoya? Zhu Ran tumben dah dateng biasanya telat 3 jam ato males masuk" terdengar suaranya Lu Xun

"kan kemarin kamu Nelpon "eh besok dateng pagi jam 5, telat sedetik dikasik kerja lembur ama gajinya diturunin" gituh ya masuk lah aku" jawab Zhu Ran

"kalo telat sedetik ya cuman lembur 1 menit, gajinya cuman turun Rp.1000,00 aja lho"

*Zhu Ran gubrrraaaaakk*"bisa ndak omongin itu dari kemarin, aku lagi enak-enak mimpi bermain api"

"wkwkwkwk ya kan perintah dari Kamen-dono, oh ya kamu ngapain di lantai ama pak Yuan Shao?" tanya Lu Xun

"huh? *shady face* idiiihhh *langsung berdiri* oi ngapain Yuan Shao disini?!"

"dia pengelola Kafe baru kita dan juga Chef. Dia dipilih ama Kamen-dono"

(gara-gara ndak mau milih mas Xu Zhu ya?...) pikir Zhu Ran

Lu Xun njelasin kalo kemarin entah kenapa kok Yuan Shao-nya langsung beku trus pas disentuh jatuh, lalu mereka pikirkan apa yang mau mereka lakukan dengan pak Yuan Shao yang masih pingsan. Entah apa yang mereka pikirkan, mereka membawa mayat(?) Yuan Shao keluar

Pagi itu….(burung gagak lewat lagi)

"Akhirnya selesai juga….." ucap Lu Xun dan Zhu Ran setelah menyelesaikan persiapan kafe dan sekarang mandi keringat

"Xun, mau ngapain abis ini? Tugas dah beres semua kan?" ujar Zhu Ran pada Lu Xun sambil ngos-ngosan

"mboh, dapur dah bersih, Bar di tema jepang ama western wis, hampir segedung dah semua" jawab Lu Xun sambil kipas-kipasan

"property dah semua, alat-alat masak udah siap semua, bahan-bahan masak cek. Begadang yuk?"

"yuk, jam bukanya 1 jam lagi aja"

Mereka yang sedang bersenderan di tembok berdiri dan siap-siap untuk pergi keluar tapi ada suara kayak stampede dan suaranya makin mengeras dan mengeras lalu….

"KALIAN MAU KEMANA? BEGADANG-BEGADANG AJA, KERJA SONO!"

Mereka langsung bingung, kok tadi ada di lantai kok sekarang bisa kayak terbang trs…GEDUBRAAAKKKK

Kok bisa ya, ya iyalah bisa soalnya ditendang ama Hei Xing (OC-nya Author Kamen) yang terkenal pendiem tapi galaknya setengah mati plus kekuatan yang Extreme dan nurut ama Author (ya iyalah org yang mbuat)

"Aduh aduuuuhhh Hei Xing, sakit tahu ditendang gitu sampek melayang juga" ujar Lu Xun

"cewek kok ndak bisa lembut gituh sih. Kan semua pekerjaan dah selesai plus jam bukanya kan 1 jam lagi" kata Zhu Ran

"BODOH! 1 JAM?! JAM BUKANYA 1 menit lagi mbak!" teriak Hei Xing dengan marahnya

Tanpa basa-basi mereka berdua langsung disuruh masak ini, rapiin itu, siapin ini wis apa wae. Akhirnya semua selesai dan si Lu Xun ama Zhu Ran boleh Istirahat, walaupun Hei Xing tuh lumayan galak dia masih sayang ama temen-temennya.

Abis membersihkan gelas-gelas di bar, ia mulai memilih biji-biji kopi. Sebagai barista ia harus membuat kopi sesuai dengan keinginan dan selera pelanggan. Di tema jepang ada barista sedangkan di western ada Bartender.

"Daqiao!, gelas-gelas kotor yang di meja pelanggan bawain kesini!" teriak Hei Xing

"I iya sebentar….*gubraaakk*" Daqiao jatuh kepleset

Nah semua berjalan lancar, sekarang pertanyaannya Yuan Shao-nya mana?

.

" oi Hei Xing!, lihat Yuan Shao ndak?" teriak Author

"oh kak Author, ndak saya belum diberi tahu kalo Yuan Shao akan bekerja disini" jawab Hei Xing

"oh begitu ya, dari tadi ndak ada…jangan-jangan minggat?!"

"ndak mungkinlah kak Kamen, saya jamin pak Yuan Shao tak mungkin minggat karena pasti tahu akan kak lakukan "itu" pada Yuan Shao"

"betul juga yah, hah OC-ku kok tahu banyak ya tentang aku?"

"pastilah!, kan seorang OC adalah kreasi dan sebagian dari pikiran pembuatnya"

"betul juga yah…."

Mereka berdua ketawa seperti 2 teman yang sangat dekat, tetapi ada dua cowok yang mengintip dengan muka muram memikirkan betapa berbahayanya duo ini.

"Mereka berdua kok akrab sih *sigh* ,oh ya yang dimaksud dengan "itu" tuh apa Xun?" tanya Zhu Ran

"ndak tahu ya?. Ya terakhir kali pekerja disini minggat tuh…..*shady face* *gulp* mending kagak usah dibahas" kata Lu Xun

"ayolah, diapain?"

Lu Xun hanya bisa pakek Bahasa isyarat karena ndak mau ingat kejadian sebelumnnya saat Dong Zhuo yang pernah ndaftar jadi taster tapi ndak pernah masuk gara-gara malas dan setelah itu tidak pernah didengar lagi oleh warga di Kota Dynasty. Arti Bahasa isyaratnya yang ingin dikatakan Lu Xun adalah jika ada yang daftar trs minggat maka akan dib*****. Si Zhu ran tahu itu langsung gemetaran ndak bisa mikir dia.

On the other hand…..

Author Kamen melihat keadaan di kafe dan kelihatan seperti biasa. Zhenji sama Cai Wenji lagi ngrumpi, Sima Shi makan Bakpao-nya yang ke 19, mama Yueying melihat Blueprintnya, Daqiao-nya kepleset lagi, dan yang lain-lain. Melihat semua yang normal lalu muncullah sesuatu yang aneh. Masuklah seorang bapak dengan seragam koki kuning dan putih plus berkumis yang basah kuyub.

"Anu…pak Yuan Shao? Kok basah kuyub plus ini jam 11an harusnya anda datang jam 5 pagi tadi" kata Author Kamen

"dari kemarin saya berada di kafe pingsan saat sadar saya berada dalam kolam renang umum daerah Wu dan diusir oleh Pak Huang Gai" jawab Yuan Shao sambil pundung dan muka pucat

"oh ya sudah, istirahat 10 menit dan langsung ganti baju dan langsung kerja"

"HAH? Kagak dikasih libur?!"

"seorang pengelola harus berada di kafe tanpa libur!" ujar Author

"JAHAT!" teriak Yuan Shao

"kalo emang gimana?"

SETELAH 10 menit (burung gagak : "Kamen-dono kok banyak perpindahan waktu *dilempar batu*)

"Author Sialan itu, orang dah punya nasib jelek. Langsung disuruh kerja blm dikasih petunjuk lagi….*tung* aduh!" kata Yuan Shao dengan sebal sampai ada yang memukul kepalanya yang ternyata sebuah buku kecil tebal dangan tulisan "Baca sampai abis, jangan ngomel-ngomel". Di muka Yuan Shao cuman muka sebel.

Yuan Shao ambil kacamata bacanya dan membuka buku itu dan ternyata huruf2 kecil cilik menthik, pakek kaca pembesar uueesss apik tulisannya Aksara Jawa (Huruf Jawa) dan ia langsung membuang buku itu ke tempat sampah (hiks hiks sakitnya tuh disini)

Balik ke tempat dimana ia berdiri, ia mendengar suara…. Brak bruk (suara apaan sih) dan splet

"whaaaaaaaa maafkan saya maafkan saya" pinta Daqiao krn telah menumpahkan Bakpaonya Sima Shi

"KAMU INI! Apakah anda punya ma….." kata Sima Shi dengan marah tapi tak jadi karena melihat mukanya Daqiao yang cantik nan ayu tenan ia langsung tenang

"Nona maafkan saya, ini bukan kesalahan anda. Maaf apakah saya boleh berbicara dengan pengelola kafe ini"

Mendengar kata Sima Shi, Daqiao menunjuk ke Yuan Shao yang saat melihat adegan itu lagi sweatdrop. Sima Shi menghampirinya dan mengomel betapa licinnya lantai kafe dan perlu diganti, padahal baru diganti dan disuruh ganti lagi

Yuan Shao hanya menerima dengan lapang punggung(?), setelah Sima Shi kembali duduk, ia memanggil Daqiao.

"Daqiao!, bisakah kamu menjadi sedikit kurang ceroboh! Aku tidak tahu sebelum aku bekerja disini kamu seperti apa, tapi jangan coba mempermalukanku seperti itu lagi! Mengerti?!" omel Yuan Shao

"ba baik pak….. :(" jawab Daqiao dengan sedih dan gugup

Dan ada saksi dibelakang kejadian ini. setelah Daqiao pergi, Author membisikan sesuatu pada Hei Xing dan ia pergi menghampiri Yuan Shao.

"Pak Yuan Shao~" panggil Hei Xing

"ada apa?..." balik Yuan Shao

BUK BAK BUK

Hei Xing kembali ke Bar kopi meninggalkan Yuan Shao teler dengan muka memar ungu ancur

DAY 2 (burung gagak: gw keluar! *ditarik pakek yoyo*)

"Bapak Yuan Shao, pak bangun pak dah jam 8!" ujar Lu Xun

"hm hm apa apa mana uangnya?" jawab Yuan Shao

"pak ini saya pak, Lu Xun. Pak kok tidur di kafe? Udh jam buka pak"

"wadepak! Alarm kagak nyala?!"

"pas mau bunyi, baterainya abis"

"bagus juga nasib hari ini, kamu ngapain disini?"

"manggil Pak Yuan Shao, hari ini pertemuan Staff ama penetapan Pengelola. Oh ya ama ini"

"hah? Apaan? Buku panduan?"

"iya, Kamen-dono buat 2, yang satu aksara jawa, yang ini biasa Indonesia"

Dalam pikiran Yuan Shao, "amin bukan Bahasa jawa….."

Mereka berdua keluar dari kantor dan melihat semua staff dari tema jepang ma kafe baris berbaris kayak tentara dan author seperti Jenderalnya. Setelah membaca beberapa pidato, acara pun selesai dan semua kembali bekerja. Ada satu pertanyaan di kepala Yuan Shao, kerjanya Author di kafe tuh apa?

"Oi Autor Sialan? Saya ingin bertanya" kata Yuan Shao

"apaan bapak brengosan putih (jlep)" jawab Author

"grrr, kerjamu disini apa? Kok ndak jadi pengelola aja"

"mboh, males….."

*Yuan Shao anger level: 90%* byuuurr

"APAAAN SIH?! PERLU DISIRAMIN?!" teriak Yuan Shao dengan marah

"kan hari ini penetapan anda jadi pengelola, so harus dikerjain biar meriah plus level kemaraha dah tinggi tuh harus diturunin" jawab Author

"GITUH YA TAMBAH NAIK SIALAN! *BUK BRAK*" dan Yuan Shao nya teler lagi setelah diantem dan di pancak silat ma Author

Brak cring bruk

Suara gelas yang pecah terdengar saat didengar ma Author langsung lari ke asal suara.

"maafkan saya maafkan saya gomendasai gomendasai saya janji tak akan terulang lagi hiks hiks" kata Daqiao sambil nangis

"Daqiao!, ternyata kamu tho? Ya sudah jangan nangis ya nak ini kecil kok, gelas gelasnya bisa diganti, berapa yang jatuh 1,2,3,4,….20 yang rusak ya sudah nanti kita ganti ya pakek simpanan kafe ya, jangan nangis ya nak ayuku. Xiao! Bawa kakakmu buat Istirahat sebentar di kamar, Zhu Ran bersiin ini sekarang juga, Hei Xing ma Lu Xun siap2 ngedate, all hands on deck" suruh Author seperti komandan

"Baik kak Kamen, ayo kak Istirahat dulu" ujar Xiao sambil membantu menenangkan kakaknya

"Sir Yes sir, saya ambil apu dulu *lari ngilang*" si Zhu Ran

"NGEDATE?! MAKSUDNYA?!" kata Lu Xun ma Hei Xing secara bersamaan dengan kaget

"siap-siap belanja 20 gelas baru pakek uang yang kalian punya ntik diutang pakek uang Simapana kafe, CEPETAN PERGI SANA NDAK PAKEK LAMA, DEAD LINE 2 DETIK DAH KELUAR! CEPETAN!" teriak si Author dengan tegas

Ndak sampek 1 detik mereka berdua dah ilang, dibelakang kejadian Yuan Shao yang sudah sadar melihat kejadian tersebut dan marah pada Daqiao krn membuat kegaduhan dan takut pada Author karena seperti badak yang marah.

Beberapa menit kemudian… di kantornya Yuan Shao

"Lagi-lagi ada kegaduhan!, ini sudah kedua kali ya jangan anggap remeh. Kamu kira semua kesalahan tuh bisa dimaafkan? Hah! Sekarang aku sudah jadi pengelola tetap, dan salah satu hak ku yaitu memecat seorang staff mengerti?!" keluh Yuan Shao pada Daqiao. Anak polos itu hanya bisa menganggukkan kepala dan menahan air mata.

Saksi-saksi dibelakang ini sudah memasang muka marah karena melihat Daqiao mereka yang tersayang dimarahi.

"Kamen-dono, bolehkah kami mengambil alih?" ujar Zhou Yu dengan tampang marah dan siap2 diri untuk menonjok Yuan Shao dan juga Lu Xun ma Zhu Ran yang sama juga marah

"sabar Zhou Yu, biarkan 'dia' saja yang menyelesaikan ini. Karena Daqiao, walaupun dipecat tidak akan keluar dari Kafe ini" kata Author dengan aura menyeramkan

DAY 3 -"time for the killing" (Burung gagak:"kalo ini tentang horror saya mohon diizinkan keluar" *dicekek*)

"ohayou, Daikyou-chan!~" ujar Author dengan senang

"Ohayou gozaimashita, Kamen-san…." jawab Daqiao dengan lesu

"arara, kamu kenapa? Sakit? Kalo sakit ndak usah dipaksain ya, kalo perlu kamu hari ini diizinin"

"saya tak apa, saya tidak sakit jadi mohon jangan diizinkan cuti"

Daqiao pergi ke kamar staff, mukanya seperti bunga layu. Apakah karena kemarin?

"Daqiao!, *ting* pesanan kopi untuk meja 11" panggil Hei Xing

Daqiao mengambil kopi itu dan menaruhnya di Loyang dan membawanya ke Meja 11

"Loh? Daqiao? Kok lesu biasanya semangat, kenapa nih? Xiaoqiao-nya nakal?" tanya Xu Shu langganan meja 11

"oh kak Xu Shu, ndak ada apa-apa kok. Xiao-nya ndak nakal, ama semangat kok aku lihat. Jangan khawatir everything is fine" jawab Daqiao lalu meninggalkan Xu Shu yang kebingungan

Yuan Shao melihat dengan muka yang sedikit senang, sedangkan yang lain khawatir sekali dengan Daqiao. Melihat Yuan Shao yang senang, Author meminta Hei Xing untuk mengambil sesuatu di bawah meja bar yaitu debuah palu besar dan BBBUUUUKKK bintang2 dan burung2 tweety mengelilingi kepala Yuan Shao dan ia pun Pingsan.

"Zhou Yu, Lu Xun, Zhu Ran, kalian punya nomernya kan siapkan dispeed dial hp kalian!" suruh author

"siap bos" jawab ZY, LX, ZR

Hampir saatnya kafe untuk ditutup dan si Yuan Shao sampai sekarang belum sadar.

"pesanan terakhir untuk hari ini Daqiao!, kirim ke meja 27" kata Hei Xing

"akhirnya selesai juga! Haaiik mari kita pulang" Ujar Xiao dengan senang tapi yang ia tak ketahui, kaki kanannya maju dan membuat Daqiao tersandung dan jatuh dan menumpahkan kopi yang ia bawa tumpah ke mukanya Yuan Shao.

"aduuh itai, hah! Aduh celaka" kata Daqiao

"kakak tidak apa-apa, maaf aku tidak melihat" kata Xiao

Saat Xiao dan Hei Xing membantu Daqiao untuk berdiri sadarlah Yuan Shao dengan kemarahan Tingkat Dewa Extreme rage

"DAQIAO!, SUDAH CUKUP KECEROBOHANMU ITU! MULAI SEKARANG KAMU NDAK USAH KERJA DISINI LAGI! KAMU DIPECAT!" teriak Yuan Shao

Satu ruangan kaget saat mendengar deklarasinya Yuan Shao dengan sungguh memecat Daqiao. Dan Daqiao hanya menangis sambil mendengar omelan Yuan Shao yang ndak ada habisnya

"Zhou Yu, Lu Xun, Zhu Ran TELEPON DIA!" Suruh Author Kamen

"maaf Kamen-dono, pulsa saya habis" kata Lu Xun dengan polos

"Zhu Ran!" lihat ke Zhu Ran

"nomer hpnya 2002 kan ok *tekan*" ujar Zhu Ran sambil menekan tombol dan hasilnya

Suara HP Zhu Ran = *tulalit* R R RYUKI

"HP GW ngapain LOE MAININ Kamen Rider?! Kagak ada harapan! Zhou Yu!" memalingkan kepala ke Zhou Yu

"*nutup HP* sudah dilaksanakan, ia akan datang dalam 1 2 3…."

BRAAAKKKKK

Satu ruangan kaget semua ketika mendengar suara keras itu, dan itu hanya suara pintu terbuka dan yang mbuka adalah….(drumroll)

"Son Saku-sama?!" kata Daqiao

"k ka kamu ngapain kesini?!" tanya Yuan Shao dengan takut

"gw ngapain disini? GW NGAPAIN DISINI?! GW TANYA LOE NGAPAIN LOE MECAT ISTRI GW?!" kata Sun Ce dengan marah ala Gangster

Yuan Shao langsung beku trs tanpa basa-basi ada buk ada bak ada f*ck ada jlep dan akhirnya Yuan Shao hampir setengah teler

"Inget ya kalo loe marahin istri gw lagi, ini balasannya tapi ini masih seperempat…" ancam Sun Ce

"hah? Seperempat? Mana ¾ nya saya terima balasan anda" jawab Yuan Shao yang sepertinya dah gila

"Thor KAX, yang bagian enak untuk anda" ujar Sun Ce ke Author Kamen

"hah? Saya, oh tidak ini hak anda jadi mohon lanjutkan" kata Author

"oh tidak tolong anda bisa melakukan 10 kali lebih baik daripada saya jadi mohon"

"kalau begitu….*keluar gunting, cutter, ma Pisau* *jadi Yandere* Pak Yuan Shao~ ini adalah gaji anda untuk 3 hari ini jadi mohon diterima ya…*ketawa sinis*"

"Gaji apa? Ndak ada uang gituh" keluh Yuan Shao tapi ia mulai gemetaran saat Author melemparkan pisau ke Yuan Shao tetapi tidak kena

"oh ya juga ongkos liburan…..KE NERAKA!" kata Author dengan muka yang beda seperti kerasukan apa yang terjadi setelah itu censored.

KEESOKAN HARI (burung gagak: horror betulan tuh *pingsan*)

"Selamat pagi, semuanya~" sambut Daqiao

"Eh Nak Daqiao pagi, gimana dah sehat? Dan fresh" tanya Author

"udah Kamen-san, terima kasih atas perizinannya"

"ya sudah kerja sana, tuh layani suamimu ya"

"baik Kamen-san"

Semua aktivitas kembali normal Lu Xun dan Zhu Ran diceramahi Hei Xing, Daqiao jatuh jatuh kepleset, Zhenji dan Cai Wenji nrumpi, Sima Shi makan bakpaonya yang ke 27, dan yang lainnya tapi ada satu percakapan yang menarik perhatian Author. Percakapan Antara Xiahou Ba and Zhong Hui

"Eh Zhong Hui, loe tahu orang yang namanya Yuan Shao ndak?" tanya Xiahou Ba

" Yuan siapa? kagak emangnya kenapa kyk org terkenal aja, tapi ndak seterkenal aku kaless" jawab Zhong Hui dengan narsisnya(sweatdrop)

"Emang banyak yang ndak tahu sih katanya ia dibunuh habis-habisan sama orang"

"so? Eh rasanya kamu tuh nghayal, kenalan gw kan banyak dan kagak ada yang tahu orang yang namanya Yuan Shao"

"hah? Masa? Ya mungkin khayalan, ya sudah gw percaya ma loe"

Mendengar percakapan mereka, Author hanya bisa senyum sinis dan berkata

"Orang yang hidup berjasa tapi tak punya guna, mati dilupakan semua orang"

.

Maafkan saya karena mungkin sedikit horror untuk kalian dan saya menunjukkan sisi saya yang tak pantas tuk dilihat dan mungkin terlalu jadi…..Hontouni Gomendasai anyway RnR

Lucunya ndak ke Daqiao, tapi katanya kalo humor ada orang yang harus sengsara. Jadi Yuan Shao dibuat sengsara karena membuat Daqiao sedih, dan semua tangan saya penuh darah oh hari indah, eh maafkan saya

2002: 20 artinya kingdom/ kota kedua dan 02 tuh orang kedua dan juga tahun Kamen Rider Ryuki ^_^

Next,….OC Hei Xing