Hana Sekar

Present

Kim Family Drabble

Cast: Kim Joonmyeon, Do Kyungsoo and Kim Jongin

Rate: K+-T

Warn: Yaoi, mpreg, Crack pairing, typo(s), bahasa campur aduk karena authornya mulai kehilangan kosakata kebahasaannya (?), aneh, gaje dsb dll

Pair: KyungMyeon/Sudo with Jongin as their baby boy

Don't like don't read please!

Kim Family Drabble

Tetangga baru

Hari ini adalah tepat satu minggu libur musim panas. Jongin, Sehun dan Sanghyuk kini asik bermain bola di halaman depan rumah Jongin.

"Jongin tangkap!" seru Sanghyuk –atau yang lebih akrab dipanggil Hyuk- pada Jongin. Kedua tangannya bersiap melempar bola warna-warni itu ke arah sang bocah 7 tahun itu.

"Oke!" Jongin pun merentangkan kedua tangannya, bersiap menerima bola itu. Tapi, Hyuk tak kunjung melemparkannya padanya. Bocah itu dan Sehun malah terdiam menatap sesuatu yang ada di belakang Jongin.

Sontak Jongin pun menolehkan kepalanya ke belakang. Ia pun menangkap dua buah truk besar terparkir di depan rumah di seberang.

Tapi, bukan itu yang menarik perhatiannya –atau mungkin mereka bertiga- melainkan seorang anak perempuan (?) yang tengah memperhatikan mereka bertiga.

Jongin mengalihkan perhatiannya ke arah teman-temannya ketika anak perempuan itu menatap ke arahnya. Hyuk dan Sehun juga mengalihkan perhatiannya padanya.

"Apa kita ajak main saja? Dia sepertinya ingin bermain bersama kita." Ucap Hyuk seraya berjalan mendekat ke arah Jongin.

"Kau pikir begitu?" tanya Jongin, yang dibalas anggukan oleh Hyuk dan Sehun.

Jongin berfikir sebentar. Ummanya memang bilang kalau hari ini mereka akan kedatangan tetangga baru. Mereka datang dari China dan katanya kenalan kedua orang tuanya –tapi, ia tidak kenal sama sekali.

Sementara Jongin berfikir, tiba-tiba pintu rumahnya terbuka, menampakkan sosok Ummanya –yang hari ini libur bekerja- yang membawa sebuah nampan berisi lemon ice tea. Sontak Jongin pun langsung menghapiri Ummanya.

"Umma! Umma!" seru Jongin seraya berlari menuju Ummanya yang kini sedang meletakkan nampan berisi 3 gelas lemon ice tea di atas meja.

Mendengar Jongin memanggilnya, Kyungsoo sontak berbalik menghadap putranya yang tumbuh begitu cepat itu.

"Ne, Jongin-ah. Ada apa?" tanyanya seraya berjongkok di hadapan Jongin. Menyetarakan tingginya dengan putra kesayangannya itu.

"Di depan ada Noona yang sepertinya mau main dengan kami, boleh kami ajak main?" tanya Jongin seraya menunjuk seorang anak yang masih menatap ke arah mereka.

Melihat seseorang yang disebut Jongin sebagai 'Noona', sontak membuat Kyungsoo langsung tertawa. Membuat Jongin –serta Sehun dan Hyuk- menatap aneh ke arahnya.

"Umma?"

"Dia bukan 'Noona', sayang. Dia 'Hyung' –atau mungkin 'Gege'. Namanya Kim Luhan." Ucap Kyungsoo seraya mengacak rambut Jongin. Sukses membuat Jongin terkejut dengan mulut yang terbuka.

"Jinja? Tapi, dia benar-benar mirip perempuan. Lihat saja, rambutnya sepanjang itu." Ujar Jongin masih dengan nada terkejut. Jari telunjukkanya kembali menunjuk ke arah si bocah cantik yang kini tampak menyembunyikan wajahnya di kaki orang tuanya. Malu mungkin.

Kyungsoo tersenyum kecil, sebelum kemudian mengulurkan tangannya pada Jongin.

"Kalau begitu, ayo berkenalan dengannya. Dan kau pastikan sendiri, dia namja atau yeoja." ucap Kyungsoo. Jongin langsung mengangguk dan menerima uluran tangan Ummanya.

"Sehun dan Hyukkie mau bertemu dengan teman baru juga?" tawar Kyungsoo seraya bangkit berdiri. Dua bocah kecil itu mengangguk.

Kemudian mereka berempat pun mulai berjalan menuju sang bocah kecil yang tampaknya mulai panik karena orang-orang yang sedari tadi ia perhatikan datang ke arahnya.

Meyadari anak semata wayangnya terus menerus menarik ujung bajunya, Jongdae akhirnya menolehkan kepalanya ke arah anaknya yang kini tampak memperhatikan ke belakang. Jongdae mengangkat alisnya, kemudian berbalik.

Dan lantas, senyum berkembang ketika ia melihat siapa yang datang.

"Ah, Kyungsoo!" sapanya seraya melambaikan tangan dan tersenyum. Kyungsoo balas tersenyum.

"Halo, Jongdae-hyung. Apa kabar?" tanya ibu satu anak itu seraya mengulurkan tangannya. Mengajak Jongdae berjabat tangan.

"Aku baik. Bagaimana denganmu dan Joonmyeon?" Jongdae berucap seraya menjabat tangan mantan adik tingkatnya dulu di Universitas itu.

"Kami baik, Hyung. Oh ya," Kyungsoo menghentikan kalimatnya, kemudian ia menyuruh Jongin, Sehun dan Hyuk untuk maju ke depannya.

"Ini putraku, Jongin, lalu yang ini putra keduanya Yifan-ge, Sehun –atau Sushen- dan ini putra keduanya Taekwoon-hyung, Sanghyuk. Ayo beri salam." Ucap Kyungsoo seraya mengenalkan satu per satu bocah-bocah tampan itu yang dengan kompak memberi salam pada Jongdae dan si bocah kecil yang kini bersembunyi di balik kaki Papanya.

"Ah, anyeonghaseo semuanya. Senang bertemu dengan kalian. Wah kalian sudah besar sekali. Terakhir kali kami bertemu kalian, kalian masih kecil-kecil sekali." Ujar Jongdae seraya berjongkok di hadapan ketiga bocah seumuran itu. Kemudian ia menarik tangan anaknnya agar maju sedikit.

"Ini Luhan –ingat tidak? Pasti tidak, ya?. Umurnya 10 tahun. Beri salam, Luhan." Ucap Jongdae seraya memperkenalkan Luhan pada ketiga bocah yang kini tampak terkejut itu.

"A-anyeonghaseo." Gumam Luhan dengan bahasa Korea yang beraksenkan Chinese –seperti cara bicara Sehun. Bocah 10 tahun itu menundukkan kepalanya sedikit, entah karena malu atau memang memberi salam.

Melihat seseorang yang lebih tua dari mereka menundukkan kepalanya, sontak Jongin, Sehun dan Hyuk ikut menundukkan kepala mereka, ikut memberi salam.

Melihat Jongin, Sehun dan Hyuk bisa berlaku baik seperti itu membuat baik Kyungsoo maupun Jongdae tersenyum.

Setelah perkenalan singkat mereka, rasa penasaran Jongin kembali muncul. Dengan sedikit ragu ia pun bertanya;

"Maaf, Ge? Kau namja atau yeoja?"

Pertanyaan itu pun sukses membuat Jongdae tertawa dan Luhan menatap Jongin dengan pandangan terkejut dan bingung. Sementara itu, Sehun dan Hyuk menatap Jongin aneh, sedang Kyungsoo tersenyum geli pada anaknya.

"A-aku tentu saja namja. Memangnya dari mana kau lihat aku seperti yeoja?" tanya Luhan dengan nada tersinggung yang jelas kentara. Sukses membuat Jongin menundukkan kepalanya berulang kali, meminta maaf karena kurang sopan. Membuat Jongdae dan Kyungsoo lagi-lagi tertawa.

"Um... sebagai tanda maaf, bagaimana kalau kita main bersama? Kau mau, Ge?" tawar Jongin masih dengan suara penyesalan.

Luhan terdiam, kemudian melirik Papanya yang masih saja tertawa. Jongdae menganggukkan kepalanya, memperbolehkan putra kecilnya itu ikut bermain dengan dongsaeng-dongsaengnya.

"Baiklah, kajja (fake)!" seru Luhan membuat si bocah Korean-Japan, Korean-America, dan Canada-China-Korea itu memiringkan kepala mereka bingung.

"Kajja(Fake)? Mungkin maksud Gege kaja (Come on)?" koreksi Sehun dengan logat china khas miliknya. Luhan menutup mulutnya, terkejut, sebelum kemudian mengelus tengkuknya.

"Ah... ne, maksudku itu. Maaf." Ucap Luhan masih mengelus belakang tengkuknya. Membuat ketiga bocah di hadapannya tertawa kecil melihat ke-clumsy-an Gege mereka.

"Tidak apa-apa, Sehun juga masih belum begitu lancar kok. Tidak apa-apa." Ujar Sehun seraya memamerkan senyum 1000 watt-nya (?) yang sukses membuat Luhan meleleh.

"Astaga, manis sekali." Ucap Luhan dengan bahasa Mandarin sukses membuat Jongin dan Hyuk yang tidak mengerti memiringkan kepalanya. Sementara Sehun menundukkan kepalanya karena malu.

Jongin yang tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh Gege tetangga barunya itu pun langsung menolehkan kepalanya ke arah Ummanya, mencari bantuan.

"Luhan-ge bilang, Sehun manis sekali." Jelas Kyungsoo dengan senyum manisnya. Jongin dan Hyuk pun langsung ber'oh' ria.

"Oh~. Eh, ayo kita main! Nanti keburu sore." ucap Jongin seraya menarik tangan Luhan menuju rumahnya. Yang langsung diikuti Sehun dan Hyuk di belakangnya.

Sementara itu, Kyungsoo tetap berdiri di tempatnya. Memandangi Jongin dan teman-temannya mulai bermain di halaman depan rumahnya.

"Ah, sepertinya Luhan dan yang lainnya sudah saling melupakan, ya?" tiba-tiba Jongdae berucap seraya berdiri. Kyungsoo mengangguk pelan.

"Tentu saja, terakhir kali mereka bertemu, Jongin dan yang lainnya belum ada 2 tahun. Tentu saja mereka sudah lupa." Jelas Kyungsoo seraya berbalik untuk berhadapan dengan Jongdae.

"Ya, kau benar. Luhan juga pasti sudah lupa. Itu sudah lama sekali. Oh, ya, mau masuk ke dalam? Minseok-hyung pasti senang bertemu denganmu." Tawar Jongdae seraya menunjuk ke arah rumahnya yang tampak ramai dengan suara benda-benda di geser.

Kyungsoo tersenyum kecil.

"Mungkin nanti saja, setelah kalian selesai beres-beres." Kyungsoo menolak halus tawaran mantan kakak tingkatnya itu. Jongdae mengangguk pelan.

"Kalau begitu, titip Luhan sebentar, boleh?" ujar Jongdae seraya menatap putra kecilnya yang kini sedang asik bermain bersama Sehun, Jongin dan Hyuk. Kyungsoo mengangguk.

"Tentu Hyung, tidak masalah." Ujarnya membuat Jongdae tersenyum. Kemudian, namja itu pun pamit pada Kyungsoo untuk membantu istrinya yang pasti sekarang masih sibuk mengatur kamar Luhan.

Setelah Jongdae masuk ke rumahnya, Kyungsoo pun berjalan menuju rumahnya.

Ah, sepertinya, kompleks ini akan semakin ramai saja dengan kedatangan tetangga baru ini.

.End.