The Stories
Copyright © September 2014
By Han
Kim Jongin—Do Kyungsoo
KaiSoo Pairing—Genderswitch/GS
Drabble
.
.
Stories 2 : Listen
.
.
Sore ini, hujan mulai turun tanpa permisi. Semua orang berlarian mencari tempat berteduh begitupun denganku. Sebuah rumah yang tampak kosong menjadi tempatku singgah. Aku mengeluarkan saputangan, ku gunakan untuk mengusap bagian wajahku yang kebasahan. Aku juga mengeratkan jaket yang ku kenakan. Untung saja, ibu menyuruhku membawa jaket, kalau tidak pasti aku sudah kedinginan saat ini.
Aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri. Sudah pukul 5 lebih 15 menit. Beberapa hari ini aku selalu pulang terlambat, mengingat aku adalah wakil ketua OSIS di sekolah. Aku menghela nafas, lalu memegang ujung rambutku yang agak basah. Aku melangkah mundur saat hujan terasa semakin deras. Di barengi petir dan kilat yang seakan berniat menghancurkan kehidupan.
Jalanan menjadi remang-remang ketika hujan seperti ini, lampu jalanan mulai dinyalakan. Namun, itu tidak cukup untuk menerangi suasana kelam sore ini. Cahaya yang berasal dari kilat berkali-kali terlihat. Sesekali aku memejamkan mata. Benar-benar deh, kalau begini caranya kapan aku akan sampai rumah. Aku sudah merindukan kasurku yang empuk dan juga selimut tebal yang siap membungkusku dikala dingin seperti ini.
Aku menoleh ke samping ketika merasakan sesuatu mendekat ke arahku. Mulutku langsung terkatup rapat saat melihat siapa yang sekarang ada dihadapanku. Mataku pun membulat tanpa perintah. Aku merasakan telapak tanganku menghangat. Aku kembali melihat sekeliling. Sepi. Hanya kami yang berteduh ditempat ini.
"Kyungsoo.."
Aku diam, tak berniat menjawab. Aku hanya ingin membiarkannya berbicara.
"Kali ini kau harus mendengarkan penjelasanku, Kyung.." katanya lagi. Bibirku semakin terkatup rapat, lidahku kelu.
Hanya memandang wajahnya yang tampan saja mampu membuat jantungku melompat-lompat. Melihat sinar dari matanya juga membuat hatiku menghangat. Dia adalah Kim Jongin—mantan kekasihku.
Ia menggenggam kedua tanganku, membuat kami berhadapan dalam jarak dekat.
"Yang waktu itu kau lihat hanyalah salah paham. Aku dan Naeun tidak ada hubungan apa-apa. Kau percaya padaku, 'kan?"
Sepasang mata ini melihat kejujuran yang terpancar dari mata Jongin. Aku masih diam, aku memilih untuk mendengarkannya. Ku dengar helaan nafas keluar dari mulutnya. Ia menatapku dalam.
Aku jadi gugup dibuatnya.
"Do Kyungsoo.. maukah kau menjadi kekasihku lagi?"
Wajahku memanas, entahlah namun airmataku mengalir begitu saja. Hujan agak berhenti, terbukti aku tidak mendengar gemuruh petir ataupun air hujan yang jatuh menimpa atap.
"Kyungsoo.. kau mau? Aku sangat mencintaimu, Kyungsoo. Jangan pernah meminta untuk mengakhiri hubungan kita lagi," tulus ucapannya membuatku melengkungkan bibir ke atas. Membentuk senyuman disertai anggukan.
Hanya dengan anggukan kepala, ia tersenyum kemudian membawaku ke dalam pelukan yang tiga hari ini sangat aku rindukan. Tak berapa lama ia melepaskan pelukannya, ia kembali menatapku. Ia memiringkan kepalanya dan aku mulai memejamkan mata. Kakiku perlahan berjinjit, hingga akhirnya kedua belah bibir kami bersatu. Ia memeluk pinggangku, membawanya merapat ke tubuhnya.
Oh, aku ternyata juga merindukan ciumannya—sangat.
.
.
.
Hohoy, drabble absurd kedua akuu, wkwk.
Aku masih galau, galau, galau/? -_-
Love you guys, see youuu :*
Sekian,
Han.
