Rate : K - T
Cast : Kyuhyun, Yesung, Ryewook, Sungmin
and other cast akan muncul nantinya
Genre : Romance, Drama, Hurt
Disclaimer: Tuhan YME,Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik
Saya
Pair :Kyusung, diselingi Kyuwook dan Kyumin
Mian untuk yang kecewa pada cerita yang kearin aku akan merusaha lebih lagi kok.
Selamat Membaca
Hari ini aku harus bercerita apa, memikirkan nya saja hampir membuatku terlonjak bah
agia. Ya seperti ya telah terjadi sekarang ini aku dan dia, dia yang selau bersamaku itu semakin lama semakin baik. Aku mengerti sekarang dia memiliki masalah dengan minie, apa peduliku dan aku jelas tidak punya urusan dengan baik atau tidaknya hubungan mereka. Yang jelas adalah kyu benar ada untukku. Aku mulai meragukan keputusanku sendiri untuk menjauhinya. Bukan karena apa aku luluh padanya, bukan. Ini lebih kepada rasa egoisku untuk memilikinya muncul disaat yang sepertinya tidak baik. Aku mulai memikirkan bagaimana jika aku dan dia lebih dari sekedar status yang menggantung sebagai sahabat. Lebih dari itu, yah aku ingin lebih. Memilikinya adalah ekspektasi yang aku inginkan saat ini. Apa narasi ini terdengar sarkatis? Ya kurasa aku mulai melupakan nurani ku sebagai wanita. Aku benar - benar ingin memilikinya. Ini egoiskah? Jika aku bertanya pada diriku jelas jawabannya adalah aku seperti menggunting dalam lipatan. Sangat sadis dan tidak etis rasanya. Tapi apa aku tidak berhak memilikinya? Aku juga ingin memilikinya. Menggapainya adalah tujuanku sekarang. Mungkin akan aku lakukan tapi ini bukan aku. Aku tidak egois seperti ini. Bahagianya harusnya bahagiaku. Bukannya aku mencintainya? Tapi ini perjuanganku. Cinta itu memiliki, jika ada yang berkata cinta tak perlu memiliki harusnya dia mencari teori baru akan apa itu cinta. Cinta itu memiliki. Tapi tanpa memaksakan. Benar saja itu adalah teori yang akusendiri yang membuatnya. Hari ini dan seterusnya aku akan berusaha. Mungkin untuk memilikinya atau berunding kembali dengan hati serta perasaanku yang perlu ku tanya dan kurenungkan ulang. Ini patut untuk ku perjuangkan atau kulupakan saja?
.
.
"sungie, kau akan pergi ke universitas mana? "
"universitas? Secepat itu kau berfikir akan melanjutkankemana kyu?"
"hei sungie, aku namja. Tentu saja pemikiranku harus lebih baik dari yeoja. Aku harus memilih kenan yang paling tepat ku ambil. Kau tau kan sungie, aku ini tidak sebaik dirimu dalam belajar"
"hei kyu, justru aku yang tidak lebih baik darimu. Kau tau ketika kau berusaha kurasa kami semua jelas kalah darimu. Kau pintar sekali kyu, aku tidak dapat berhitung kalkulus, aljabar, integral sebaik dirimu. Kau itu luar biasa. Hanya saja yah, itu loh masalahnya kau tidak berusaha dan malas kyu. Kau itu sangat pemalas kyu. Berusahalah kyu. Apa yang tidak dapat kau raih. Semuanya bisa. Tapi ya tadi usaha loh, sedikit saja luangkan waktu mu, tinggalkan dulu game mu itu."
"baik sungie, sekarang kau bekerja sama dengan orang tuaku ya? Kenapa kata - katanya sama? Apa sebelum ini kalian melakukan pertemuan rahasia dibelakangku?"
"hey namja babo, untuk apa aku melakukan itu. Kau tau kami semua menyayangimu. Untukmu yang terbaik yang selalu kami inginkan. Kau saja yng tidak perduli dengan dirimu. Perhatian lah sedikit pada dirimu sendiri kyu"
"iaiaiaia sungie, semuanya akan aku lakukan. Tapi ketika berbicara tadi kau benar - benar seperti eomma loh sungie, apa benar kalian tidak bertemu diam - diam dibelakangku?"
"haish, apa aku pernah berbohong padamu? Tidak kan? Lucu sekali kau ini. Aku sudah jujur padamu. Jangan berfikir yang aneh - aneh kyu. Lebih baik tenaga mu itu kau gunakan untuk belajar saja. Kan lebih ada manfaatnya."
"baik lah, tapi ada syaratnya loh, aku mau kau yang mengajariku. Seperti timbal balik lah. Seperti apa katamu tadi aku pintar dalam menghitung, dan yah kurang pintar dalam reaksi kimia jadi kita tukaran saja yan sungie, aku mau belajar jika kau yang mengajarkannku. Lagi pula eomma senag sekali jika kau datang kerumah. Dasar eomma memang yeoja sekali. Kau kan temanku, sahabatku tapi kenapa ketika kau kerumahku kau malah dimonopoli eomma. Yang katanya kau enak diajak bicaralah, kau itu pintar menyenangkan hatinya lah. Sebenarnya kau dan eomma ada hubungan apa sungie? Aku merasa ada yang tidak beres dengan kalian sungie?"
"kau ini, eommamu itu senang denganku memangnya masalah denganmu kyu, tidak kan. Lagi pula aku dan eommamu memang cocok dan apa yang kami bicarakan kan itu urusaku dan eomma mu. Kau tidak perlu tahu, yang penting kami tidak membicarkanmu"
"sungie, benar kalian tidak membicarakanku? Apa kautidak menyinggungku sama sekali sungie, bahkan ahra nuna pun ikut merasa kau itu sahabatnya. Apa ini tidak salah sungie?"
"kau ini, apa aku tidak merasa malu ha? Mereka keluargamu dan mereka hanya ya nyaman denganku. Apa lagi. Aku kan masih tetap sahabatmu. Dan aku gemas dengan appa mu juga kyu. Appamu baik sekali loh. Dia menyuruhku memanggilnya appa"
"sungie, apa jangan - jangan kau itu saudaraku yang menghilang? Semuanya yang kukenal menyukaimu. Tapi mengapa mimie tidak?"
"apa kyu, kau bilang apa? "
"tidak sungie lupakan saja, jadi kapan kau akan membantuku belajar?"
"kyu, kapan pun kau mau aku bisa, asal kau bilang pada eommaku kau akan menculikku"
"menculik? He? Aku tidak menculikmu. Aku mengambilmu dengan sukarela sungie, tidak ada kata menculik apa lagi denganmu. Tapi bila aku tidak diizinkan ya mungkin aku akan menculikmu juga dan jangan harap kau akan ku kemabalikan"
"ah, kau ngelindur kyu, bahaya. Jangn bilang kau sekarang masih suka ngences tidur kyu? Sudah berapa pulau yang kau buat waktu tidur kyu?"
"pulau? Ah.. Anak ini tadi kau memujiku, menasehatiku sekarang kau menghinaku. Apa maumu sungie?"
"aku, mau kau berubah kyu dan kenapa denganmu dan minie. Apapun masalahmu dengannya perbaikilah kyu. Aku tidak suka kau berengkar dengannya"
"cukup sungie, berhenti membicaraknnya. Sekarang ada aku dan kamu. Maka itu sudah cukup dan jangan membahas apapun tentangnya. Hanya kau aku dan keluarga kita cukup."
"kau kenapa kyu, aku makin merasa ada yang salah denganmu. Kenapa kau menghindari semua ini? Kalau kau ada masalah mari kita bhas saja. Aku mau membantumu"
"sungie, kubilang ya cukup. Aku pergi ya sungie. Jika begini terus aku rasa kita kan bertengkar sebentar lagi"
.
.
Ya dan lagi lagi aku benar tidak bisa mengerti apa maunya, apa tujuannya dan apa yang dia inginkan. Sering kali setiap aku menjumpainya yang aku rasakan berbeda selalu ada yang dia tutupi dariku. Aku tidak mengerti dia adalah seorang namja dengan kemauan yang tidak biasa. Apa yang diinginkannya selama ini pasti akan diperjuangkannya. Aku melihatnya dengan jelas. Kali ini apa mauanya, apa yang difikirkannya aku tidak tau. Bertanya ya sama saja dengan yang dulu - dulu. Dia akan menolak memberi tahunya dan bilang ini masalahku sungie dn biarakan aku dengan apa yang kumau. Kelak kau akan mengetahuinya.
"sungie, aku sudah memikirkannya,ayo akarkan aku sekarang. Aku mau lebih pintar darimu. Meski sebenarnya aku lebih jenis jauh darimu. Tapi hehehe. Aku sudah lam tidak belajar sungie, jadi aku melupakan beberapa hal. Ayolah.."
"baik - baik kapanpun itu ketika kau tidak tau tentang pelajarantanyakan padaku. Aku akan membantu kyu. Asal kau ingat waktu saja"
Oke bos, apa aku perlu memanggilmu ibu guru?" setelahnya terdengar jelas tawa kyu yang mengelegar dan semua orang yang berada disekitar sontak melihat kearah kami berdua
"kyu, ini kelas kyu. Apa kau tidak merasa malu hoh? Kau mulai muak tembok sekarang kyu" ucapku sambil menunjukkan ekpresi kesal pada kyu
"sungie, aku rasa mereka semua sudah paham dengan kita berdua. Kau dan aku tidak terpisahkan. Jadi rasanya wajar mau dalam kondisi apapun aku akan heboh dekatmu. Dan kau tau aku ini cool loh, jadi mau bertingkah aneh pun aku tetap punya fans setia. Kau kan termasuk fan setiaku kyu"
"kau berbicara seperti tidak punya salah saja. Apa kau fikir aku ini termasuk fans mu? Oh tidak kyu aku tidak akan jadi fansmu meski kau idola terakhir" dalam hatiku melanjutkan tapi aku akan menjadi pengagum dan pencintamu sampai akhir
"kau berbohong lagi sungie, sudahlah aku mengenalmu tapi kau yang tidak tahu saja aku tahu tentangmu"
"memang kau tau apa kyu, apa itu hal yang penting dan serius?" aku menjadi penasaran dengan pernyataanya
"ada deh, aku rasa ini rahasiaku dan hatimu. Jadi kau tidak perlu tahu ne. tapi kalau kau penasaran ya tanya saja lah hatimu. Kurasa dia akan menjawabnya"
"apa maksudmu?" dia berbicara seolah olah dia mengetahui persis apa isi hatiku, dan tunggu dulu apa sebenarnya dia tahu aku menyukaanya?
"sudahlah sungie, kelak kau akan tahu"
"yak kyu, sampai kapan kau membuatku menunggu. Apa ini yang kau mau? Apa kau mengetahui aku menyukaimu. Apa selamua ini semua begitu terlihat jelas. Apa kau benar mengerti apa yang aku rasakan atau mungin memang kau yang sebenarnya telah mengenalku lebih baik tanpa kusadari. Kyu apa aku harus bertanya ulang lagi padamu. Aku bingung, aku mau berusaha. Mauku menggapaimu tapi haruskah begini. Aku melepasmu disaat baik seperti ini, mengembalikanmu pada minie. Tapi aku benar tak sanggup. Ini berat kyu. Aku boleh egois kan kyu. Atau kau akan lebih baik tanpa ku kyu. Semuanya tersa tersirat saat kau berbicara, memandang dan menatap mataku. Aku melihatnya, melihat banyak hal yang tidak ku mengerti. Melihat banyak sekali yang tidak aku mampu terjemahkan lagi dengan bahasaku batas kemampuanku untuk menerimanya kyu. Apa yang harus kutahu kyu, apa aksudnya apa maumu. Aku merasa seperti berputar - putar pada satu haluan yang sama, pertanyaan dan kebimbangan yang sama. Aku sekarang hanya berharap pada kata - katamu itu. Suatu saat nanti aku akan mengerti segaalnya. Dan tiu aku harus berasal dari mulutmu, bukan lagi kelakuanmu yang harus ku artikan lagi. Aku takut, aku takut salah mengerti ini semua kyu. Semoga kau mengerti dan tau ini semua. Yah semoga dan mari berharap padamu.
TBC
Apa ini sudah lebih baik dari yang terakhir? Mianhae ne jika ini masih belum sesuai. Aku masih akan nerusaha. Gomawo ya untuk yang telah membaca dan berkomentar dengan fic ini. Aku mengucapkan terimakasih banyak. Maaf aku tidak bisa menulis terlalu banyak. Jika kalian masih berminat boleh kan aku minta review nya? Gomawo ne.
