Rate : K - T
Cast : Kyuhyun, Yesung, Ryewook, Sungmin
and other cast akan muncul nantinya
Genre : Romance, Drama, Hurt
Disclaimer: Tuhan YME,Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik
Saya
Pair :Kyusung, diselingi Kyuwook dan Kyumin
Selamat Membaca
Saat ini aku harus berkata apa. Ini hanya perasaanku saja atau memang sekarang kyu menunjukkan ketidak perduliannya lagi kepada minie. Aku tersenyum bahagia, sekarang aku ingat. Aku pernah membaca kutipan kalimat yang aku sendiri lupa sipa yang mengatakannya, itu tidak terlalu penting saat ini cukup aplikasi dari apa yang dikatakannya saja aku yakin dia pasti dapat pahalanya. Kata - katanya kira - kira begini " cinta itu pembunuhan berantai, karena jika satu orang yang mencintai dan yang lain tidak maka kaupun akan ikut merasa tersakiti. Kau tanya aku mengapa? Aku pun tak akan menjawab lebih karena sebenarnya aku yang tidak akan menemukan alasannya " terdengar tidak logis dan tidak benar tapi setelah aku mengalaminya aku merasa ia memang ini adanya. Ketika kau jatuh cinta dan merasa seperti dabaikan maka tidak walau sebenarnya salah akan ada yang tersakiti meski mungkin mereka tidak mengikuti tapi jika kau ditanya apa yang terjadi tidak setiap orang bisa menjeaskan ada ap dan mengapa. Seperti ilustrasi yang bodoh kan? Sudah kukataan sekarang ini aku benar aneh. Dan harus diketahui ini semua karena dia. Tak perlu menjawab lisan. Hatiku sudah berteriak sebisanya mengucapkan namanya dengan lantang. Ya inilah aku dan dan kuharap ini bukan hal yang kusesali meski minie akan membenciku nanti.
"sungie, kau membohongiku"
"kapa aku berbohong kyu? Kau selalu menuduhku sesukamu"
"kenapa kau yang bernada ketus padaku, sungie memang benar kok kau membohongi ku. Siapa yang menyuruhku rajin belajar dan dia sendiri yang tidak kunjung tiba dirumahku. Katanya mau mengajariku. Tapi mana?"
"hoo.. Itu, bukannya kau yang butuh aku ya. Kau kan yang harusnya datang menemuiku. Asal kau tau ya mr. cho kau harus berusaha mendapatkan apa yang kau mau. Biarpun aku yang mengajakmu, tapi sekarang kuatanya siapa yang lebih butuh? Aku apa kau?"
"yak.. Sungie, sejak kapan kau berani menyuruhku. Eomma… hiks.. Hiks.. Sungie mambentakku"
"He? Apa sekarang pejabat (?) banyak yang tobat kyu? Kenapa kau menangis. Namja seukuran dan sedingin kau menagis? Aigo.."
"kau, sejak kapan jadi begini. Kembalikan sungieku yang baik, kau siapa? Kenapa berani merusak sikap baik sungieku?"
"kyu ini aku, siapa lagi? Huh.. Baiklah apa yang kau inginkan. Kau menang kyu, aku tidak bisa marah padamu. Kapan aku mau aku kerumahmu?"
"jinja? Wah.. Ini memang benar sungieku. Aku peluk ne. aku kan tidak mungin menangis kalau bukan karena sungieku marah"
"heh, kenapa peluk - peluk? Bukan muhrin (?) ah"
"sungie, kan tidak apa. Aku Cuma memeluk milikku saja, yang tidak milikku tidak akan aku sentuh sedikit pun kok. Baiklah aku menunggumu sore ini dirumahku ne. sekalina makan malam saja dirumah. Eomma dan nuna bahkan mungkin appa merindukannmu"
Kenapa dia pergi, aku bahkan belum menjawab apa kau bisa kerumahnya. Anak itu memang berlaku sesukanya. Sejak kapan dia menmanggiku "sungieku" pake acara meluk lagi. Dan kata - katanya dia Cuma memeluk miliknya. Apa dia kira aku ini barang dikatai sebagai kepemilikan. Dan hei dan dia Cuma memeluk apa yang jadi miliknya? Aku? Miliknya?. Oh..srekarang aku sesak nafas, butuh oksigen sekali sepertinya. Dadaku sesak saat aku ingat kata - katanya tadi. Dia selalu begitu. Memberi harapan dan sebelum aku sempat bertanya apa maksudnya seperti biasa dia akan menghilang pergi entah kemana. Aku sebenarnya ingin menanyanyakan ini semua padanya, tapi ya aku belum yakin untuk sekedar bertanya apa dia juga mencintaiku?. Jika bertanya begitu lalu dia pasti mengetahui aku menyukainya. Dan beruntung jika ia akan berkata ya dia juga punya perasaan yang sama denganku. Kalau saja jawabannya tidak. Tamatlah riwayatku. Tidak usah dijelaskan. Semua orang juga pasti tau apa yang terjadi. Bukan hanya aku akan dianggap perebut pacar orang, persahabatanku pun pasti hanya akan jadi sebuah cerita saja yang kalau diingat yang muncul adalah kata " andai saja aku tidak" ya begini ya begitu. Semua sama saja. Aku harus melakukan yang terbaik, dan yah aku hampir melupakan wooki. Dia juga akan turut aku hianati, dengan perasaanku saja dia sudah aku hianati. Mungin bila aku melanjutkan ini semua akan menyalahkanku. Ini penuh resiko, tapi dibuat berharap dan terus berharap juga sama saja membuatku sakit hati. Merasa bahagia tetepi statusnya jelas tidak ada.
.
.
Saat pulang sekolah si aneh itu, ya kyu mengajakku lagi dan lagi pergi pulang bersamanya. Dan seperti biasa juga aku tidak mau. Bukan karena memang tidak ingin. Aku hanya merasa perlu menjaga perasaan minie saja. Biar bagaimana pun minie itu masih berstatus pacar kyu. Meski mereka bertengkar separah apapun, tapi jika statusnya masih pacaran itu artinya mereka masih bersama. Dan aku tidak ingin orang - orang menganggap kyu itu kurang ajar. Tidak berniat menyelesaikan masalah mereka, meski sebenarnya yang aku lihat memang begitu. Kyu seperti tidak punya niatan sama sekali untuk berbaikan dengan minie, sementara minie masih dalam keadaan kau datang ya, kau tidak datang ya sudah. Tapi aku tidak akan mengambil kesimpulan bahwa kyu benar - benar tidak akan datang menemuinya. Seperti yang sudah aku ketahui dan satu sekolah juga hampir semua tahu bahwa kyuhyun punya sikap yang tidak bisa diprediksi dan jangan lupakan juga pemikiran yang tidak biasanya itu. Maka seperti sekarang aku, kyu dan minie terjebak dalam satu lubang dan hanya kyu yang bisa membukanya. Tapi yang dia lakukan Cuma duduk diam dan seakan tidak peduli dengan semua ini. Sekarang dia hanya bergelut dengan pemikirannya sendiri atau tidak memikirkannya sama sekali. Menebak makhluk seperti kyu memerlukan waktu yang lama dan jangan difikir ini akan benar. Ketika dia melakukan hal yang diluar fikranku dan yang lain maka kami akan kembali pada satu kesimpulan, namanya juga kyuhyun dia bisa berbuat dan bertingkah semaunya tanpa tertebak.
"kyu.. Aku datang kyu.. Buka pintunya" anak ini dia menyruhku datang tapi pintunya saja dikunci begini. Bukannya biasanaya tidak seperti ini ya. Eomma juga tidak terlihat. Biasanya kan kalau sore begini eomma dan appanya kyu akan duduk disini. Terus apa mereka pergi ya?. Fikiran - fikiran aneh tidak henti - hentinya menjalar difiranku, yang tidak aku inginkan adalah jika sesuatu yang buruk yang terjadi pada siapapun salah satu penghuni dirumah ini apalagi jika kyu. Aku tidak bisa berfikiran baik saat ini. Jika difikir ulang kenapa aku bisa berfikir separah ini hanya kerena pintu tidak dibuka.
"sungie, kau sudah datang ya. Maafkan eonni ya. Ini semua pekerjaan kyu, dia bilang kau akan datang sungie. Dia menyuruh eomma dan appa tidak boleh keluar dan mengunci pintu rapat - rapat. Padahal hari sebelumnya kau tau sungie dia mondar - mandir seperti strikaan menunggu. Cih.. Dasar anak nakal. Sekarng kau datang dia malah dikamarnya. Kau tau sungie, dia mengintip dari atas. Jika dia menyangkalnya sebaiknya berhentilah bersahabat dengannya. kau tidak akan masalah sungie, mungkin dia yang akan menagis berguling - guling dilantai. Percaya deh pada eonnie"
"yak, nuna.. Apa yang kau lakukan. Mengapa kau malah bercerita bohong tentangku pada sahabatku ha? Mau merusak nama baikku ya? Kau kan nunaku tidak pantas berkata jelek tentangku. Kau seharusnya menutupi kekuranganku. Dan apa yang kau ceritakan pada sungie ku. Dia tidak boleh mendengar yang tidak - tidak tentangku"
"hai kau cho kyuhyun apa hak mu melarangku bercerita dengan sungie, dia kan juga teman baikku dan membongkar kejahatanmu itu wajib utukku kyu. Biar kau adikku tapi kebenaran harus ditegakkan apa lagi ini untuk teman baikku. Kau berani bayar aku berapa untuk tidak membongkar rahasiamu kyu"
"dasar matre.. Nuna matre,, masa jaga rahasia adik sendiri pun kau tidak bisa. Kau mau bercerita yang mana lagi nuna. Kau merusak nama baikku (lebai) didepan sahabatku. Awas sampai kau bercerita hal itu ya nuna. Aku pasti akan mengerjaimu habis - habisan"
"baiklah kyu, kau menatangku ya. Oke aku akan terima itu. Dan kau sungie, ada bayak hal yang akan aku ceritakan padamu tentang kyu sahabat dan donsaengku ini. Kau perlu tau sungie. Pria ini sahabatmu ini dia…"
"nuna stop… aku bilang jangan. Sebaiknya kau bantu eomma saja sana. Jangan merusuh disini. Aku dan sungie butuh ketenangan untuk belajar nuna"
"baiklah, sungie pesanku nanti ada saat nya kita bicara ne. kita akan membahas habis sitengil itu. Sarbar - sabar ya menghadapinya. Jika dia berbuat bodoh kau berteriak saja. Eonnie akan langsung datang menolongmu. Selamat belajar adik ku dan adik iparku"
"jangan kau dengar ya sungie nunaku itu memang aneh. Kuharap kau mengerti"
"apa bedanya denganmu. Keluargamu kan memang ajaib. Tapi aku suka kok dengan semuanya"
"termasuk aku kan sungie?"
"apa apaan kau? Mau belajar atau kutinggal pulang sekarang kyu"
"oh baiklah.. Ayo kekamarku saja, nanti nuna datang mengganggu lagi sungie"
.
.
-Skip time-
"sungie, ayolah aku bisa kok mengerjakan ini semua. Kau lihatkan aku leih baik darimu kan menyelesaikan ini. Kau ayolah kita bermain ya"
"tidak kyu, meski kau mengerjakan lebih baik dariku pun itu belum cukup loh. Kau memang jenius kyu tapi latihan juga penting. Ini semua untuk kebaikanmu kyu"
"tapi sungie,, aku bosan.. Kau tau aku terbiasa melihat punyamu saja nilaiku sudah baik. Sekarang aku mengerti dan itu sudah cukup. Aku akan mengingat nya dalam waktu yang lama. Aku tidak suka membaca berlama - lama sungie. Lagi pula selamanya kau akan ada didekatku. Tidak ada yang perlu aku ragukan lagi"
"hoi kyu, apa - apaan kau. Kau juga harus berusaha dengan kemapuanmu sendiri. Untuk apa memintaku membantumu terus. Kau bahkan lebih baik dariku. Dan tidak mungkin selamanya aku ada didekatmu. Itu tidak mungkin kyu. Jadi mulai sekarang berusahalah, aku ada atau tidak disampingmu aku tetap sahabatmu. Mendukungmu semampu yang kubisa. Aku juga ingin kau melakukan segala hal atas usahamu, bukan aku tidak mau. Tapi kyu kau bisa. Sayang kan kau jenius tapi tidak kau pergunakan dengan baik. Ayolah jika bukan untukmu lakukan untuk orang tuamu, eonnie mu dan untukku"
"jadi kau akan meningalkanku suatu hari nanti sungie? Andwe.. Kau tidak boleh pergi jauh dariku. Kau harus denganku selamanya. Aku akan melakukan apa yang kau minta asal kau ada didekatku selama usia kita. Jangan berkata - kata seolah aku dan kau akan saling berjauhan"
"itu tidak mungkin kyu. Akan ada waktunya aku dan kau pasti berpisah dan berpisah pun aku rasa tidak masalah sejauh apapun itu kita tetap saling memiliki sebagai sahabat kyu"
"tidak, aku tidak mau sungie. Kau selamnya disini, didekatku. Tidak ada penolakan atau bantahan apaun yang ingin kudengar lagi sungie"
"kalian berdua payah,, apa sebegitu tidak ingin berpisahnya kalian? Kalau begitu gampang sungie da kau kyu. Kalian menikah saja. Kalian akan tua dan akan saling menjaga kan?"
"yak, nuna apa yang kau katakan. Datang tiba - tiba dan berkata - kata aneh"
"apanya yang aneh, dari tadi yang aku lihat kalian seperti orang bodoh. Aku tidak sanggup lagi, sebagai penonton aku Cuma memberi saran toh. Mau diterimaya bagus kalau tidak ya sayang saja. Aku bahagia loh punya adik seperti sungie, lagian eomma sudah menunggu dibawah. Mau sampai kapan berdebat nya"
TBC
Sudah lebih panjang kan, tapi aku bener ga janji ini lebih baik. Ada yang penasaran?
kalau ada aku senang, kita buat ini berputar – putar lagi sedikit ne. buat yang masih rajin melihat typo tulisanku .gomawo ne. kalau ini lebih byak dari kemaren maaf ya aku ga bisa liat lebih. Ini udah pagi dana ku masti kuliah. Gomawo ya buat yang udah baca. Berharap kalian datang lagi dan meninggalkan jejak untuk ku sebagai perbaikan.
