Rate : K - T

Cast : Kyuhyun, Yesung, Ryewook, Sungmin

and other cast akan muncul nantinya

Genre : Romance, Drama, Hurt

Disclaimer: Tuhan YME,Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik

Saya

Pair :Kyusung, diselingi Kyuwook dan Kyumin

Selamat Membaca

Disana, ya masih disana tepatnya berada dikamar kyu-nya. Mengapa kyu-nya ya simpel saja karena sekarang sepertinya restu sudah semakin nyata ditunjukkan oleh nunanya kyu. Ada yang mau protes, sepertinya harus berfikir ulang. Banyak yang tidak tahu bahwa terkadang nunanya itu begitu mengerikan. Ah.. Tidak untuk dibahas. Yang pasti jika kalian dapat melihat apa lagi merasakan keterpakuan seorang yesung atas kata - kata indah dari nuanya kyu. Hm, seharusnya orang yang ada disebelahnya pun (read : kyu) tidak melewatkan momen ini. Wajah yang memerah penuh seperti menahan sesuatu, yah lebih tepatnya menahan rasa riang pastinya dan sedikit ragu akan ekspresi apa yang akan kyu tunjukkan padanya. Sepeninggal nunanya itu. Mereka, sepasang anak manusia ini hanya diam tanpa kata. Hingga salah satunya memutuskan menghentikan keheningan yang terjadi diantara keduanya.

"ya, kyu kurasa …"

Kata - katanya terhenti ketika sepasang matanya bertemu dan saling menatap tajam tanpa suara. Saling menikmati pandangan yang mereka sendiri jelas tidak mengerti. Yang pasti disini seorang kyuhyun dan yesung seperti bercerita dari tiap tatapan yang mereka tunjukkan. Hingga ya sitampan kita ini memberika seulas senyum yang begitu mematikan, terlihat begitu tulus dan meneduhkan. Tatapan yang pasti mampu membuat si cantik ini semakin membatu dengan kediamanny. Tanpa disadari olehnya kini tangan lembutnya telah berhasil disentuh oleh lelaki yang sejak lama diinginkannya.

Sekali lagi tanpa suara dan tanpa gerakan apapun kedua pasang mata ini saling menatap dan semakin menunjukkan sinar betapa sesungguhnya mereka ingin mengungkapkan banyak kata. Tetapi yang hadir diantara mereka hanya sebuah keterpakuan yang membuat segalanya semakin janggal diantar keduanya. Saling menatap dan masih sama seperti sebelunya, entah sudah berapa lama mereka berdiri dalam diam dan genggaman tangan yang tidak terlepas. Salah satu dari mereka mulai menyadari betapa kondisi itu adalah sebuah kecanggungan pertama yang terjadi diantara mereka, sehingga ia pun memutuskan tatapan matanya kepada orang yang berada didepannya. Dan akhirnya sitampan kita tadi pun mengeluarkan suara indahnya.

"hay, sungie apa yang kau fikirkan? aku sungguh merasa ini tidak dirimu. Jujur saja aku sedikit merasa bahagia. Kau tau hari ini aku menyadari betapa kita telah bersahabat sangat lama tapi aku merasa aku tak mengerti apa maumu, apa maksudmu dan apa masalahmu. Sedangkan kau, aku selalu merasa kau tau segalanya tentangku. Meski aku tidak berbicara, tapi itu kedua bola matamu berhasil telah mencuri habis semua rahasiaku. Bahkan dengan hanya memandangmu diam aku merasa tenang. Bisakah kau terus ada disisiku?"

Sosok wanita cantik ini tidak mampu lagi mempertahankan cairan bening disudut matanya, hatinya sungguh bergemuruh merasakan sebuah perasaan yang tidak dapat dijelaskan secara gambling. Bagaimana dan harusnya kata - kata yang seperti apa yang ia keluarkan dari bibir indahnya. Ia masih menagis dalam diam, memikirkan apa dan bagiamana ini bisa terjadi pada keduanya. Perlahan ia mulai mengeluarkan suaranya.

"hah.. Kyu, aku juga tidak pernah mengerti ada apa denganmu, tidak semua yang kau katakan benar. Aku tidak pernah tau secara pasti apa maumu dan apa yang ada difikiranmu. Yang jelas yang selau ingin aku lakukan ada untukmu meski kau tidak merasa butuh aku disisimu. Tapi kau bahkan tidak berkata lebih jika aku bertanya apa yang kau rasakan bahkan alami. Hanya senyuman atau mungkin kalimat - kalimat bantahan yang kau berikan, hanya menatap matamu yang bisa aku lakukan. Mungkin dari matamu aku bisa menemukan sedikit cerita. Karena kau tau kyu, matamu itu tidak bisa berkata bohong padaku. Aku selau ingin tahu apapun, sekecil bahkan sedetail apapun yang kau alami. Maka aku meminta maafmu sebagai penebus akan kelancanganku ini"

Kembali tatapan mata kedua insan ini bertemu, kali ini semakin menusuk dan semakin mencari kejujuran dari pernyataan keduanya sebelumnya. Mungkin ini akan terlihat aneh dan tidak mungkin jika terjadi diluar ruang pribadinya. Tetapi sudah jelas terlihat bahwa keduanya seakan ingin berkata lebih tetapi semuanya kembali berbatas tanpa hingga. Hampir sama dengan kalkulus , ya karena sekarang seorang Cho Kyuhyun pecinta dari matematika, dalam bab integral terkadang kau akan menemukan sebuah persoalan dengan batas tak hingga, tapi kembali lagi soal itu buatan manusia dan pasti ada solusinya. Ini berbeda ini memang menyangkut manusia, tapi sekali lagi ini adalah tentang rasa, ya perasaan yang sebenarnya tidak bisa berbohong. Hanya manusianya yang terlau sering membuat kalimat - kalimat penyangkalan atau kadang tindakan - tindakan yang justru bukan memperbaiki tapi malah membuatnya seakan tidak berujung.

Kedua insan ini sedang menikmati fase ini, saling menyelami dan berusaha mengerti. Adakah yang setuju jika ada yang berkata jika perasaan itu harusnya diungkapkan, dinyatakan atau lebih nyatanya dengan diperlihatkan, ditunjukkan dengan berbagai perhatian. Mungkin mereka pernah melakukanya, tapi percayalah tanpa pengungkapa semua akan terasa tidak meyakinkan. Abstrak dan Semakin absolut dengan kondisi sosial mereka.

"kyu..hah.."

Yesung kembali menghela nafasnya, memutuskan untuk memulai sebuah pembicaraan yang akan membawa mereka keluar dari kecanggungan ini. Sekali lagi, sosok tampan itu menaikkan telunjuknya dan mendaratkannya dibibir indah yesung. Seakan tidak membiarkannya merusak momen yang sulit untuk terjadi diantara mereka. Kini sitampan tadi memberanikan dirinya untuk menyentuh kedua pipi yesung, kedua tangannya terjulur menyentuh pipi sahabat karibnya itu, mengangkat wajahnya dan memandanginya lekat dan semakin lekat. Memberika sentuhan lembuh pada kedua pipi yesung. Sontak yesung membelalakkan matanya, tadinya ia ingin berkata - kata atau paling tidak menyingkirkan tangan kyu dari pipinya. Namun itu urung dilakukannya, setelah melihat ekpresi sedih yang kyu tunjukkan sontak ia meyentuh tangan kyu yang berada dipipinya dan mulai memejamkan matanya. Menikmati setiap belaian yang kyu berikan kepada pipinya dan meraih tangan itu untuk dikecupnya. Kedua terlarut dalam keintiman yang mereka lakukan. Terdiam dan saling merekam dengan jelas apa yang terjadi sekarang ini kepada mereka. Hingga yesung teringat akan sosok sungmin yang akhirnya membuatnya membuka mata indahnya dan kembali menatap lekat wajah sahabatnya ini. Hingga ia mulai mengeluarkan kata - kata

"kyu, ada apa dengan kita saat ini. Ini tidak lazim untuk kita lakukan. Kau dan aku, kita bersahabat. Sahabat tidak akan berbuat seperti ini. Kau dan aku tidak berstatus lebih dan seharusnya kau ingat sekarang kau memiliki sungmin. Aku wanita dan aku tahu pasti rasanya jika melihat yang aku cintai berbuat seperti ini. Terlebih aku ini sahabatmu, sakit hatinya pasti akan berlipat - lipat melihatnya"

Seiring dengan berakhirnya ucapan yesung, ia pun mulai melepaskan kedua tangan kyuhyun pada kedua pipinya. Tidak ia tidak melepaskan genggaman tangannya, malah semakin erat dan seakan hati dan bibirnya berkelakuan berbeda. Ia memang tidak ingin tapi tubuhnya bereaksi lain. Hatinya memang berkata lain, tidak ingin lepas bahkan selamanya saja begini sudah cukup untuknya. Tatapan mata kyu dan sentuahan tangannya hanya untuk dirinya saat ini. Berharap selamanya jelas tidak mungkin, ini hanya harapan kosong yang dibangunnya didalam hatinya. Ia yakin benar bahwa ini jelas tidak mungkin, mereka hanya terbawa perasaan yang akhirnya jadi seperti ini.

"kenapa sungie, aku sedang berusaha meyakinkanmu. Berusaha membuatmu mengerti tanpa kata. Kukira kau sama, kukira kau telah mengerti semuanya. Aku ingin mengatakannya. Tapi seperti yang kau tahu aku merasa lidahku kelu untuk berkata lebih jauh tentang ini. Percayalah suatu saat nanti kau akan mengerti dan aku akan ada untuk menunggu sampai kau mengerti dan paham tentang kita"

Yesung masih dalam posisinya, terus memadang dan melihat dan sekarang mendengar tiap kalimat - kalimat yang diloloskan dari bibir sahabatnya ini. Ia belum mengerti benar apa maksud sahabatnya ini. Masih berusaha memahami kata - kata yang sahabatnya keluarkan sebelumnya. Hingga ia memiringkan kepalanya yang jelas kelihatan cantik diamata kyuhyun saat ini. Dan dia mulai merespon dengan kata

"kyu, aku masih belum pahanm dengan apa maksudmu. Aku tidak akan bertanya lebih, aku paham jawabnya akan selau sama dan kau akan dia seribu bahasa setelahnya. Memerintahkanku secara tidak langsung untuk mencari tahu apa yang kau mau. Tapi kyu, kali ini aku akan diam, aku tidak akan melakukan apapun lebih dari sepeti biasanya. Aku akan menunggu. Ya menunggu dirimu yang akan mengatakan apa maksudmu, apa maumu, dan aku pastikan penatianku ini tidak akan berahkir jika kau yang memintaku untuk berhenti. Percayalah aku sama denganmu. Mungkin itu bisa mewakili segala hal yang ingin aku ucapkan dengan jelas tanpa berbagai isyarat seperti kau dan aku perlihatkan biasanya. Aku menunggumu berbicara jujur dan apa adanya tanpa batas waktu"

Dengan berakhirnya kata - kata yang keluar dari mulut yesung sekarang seorang cho kyuhyun ingin memeluk wanita yang ada disampingnya ini. Ia merenatangkan kedua tangannya, sebagai isyarat agar yesung memeluknya. Yesung menatap aneh kearah kyuhyun yang dijawab dengan sebuah anggukan pelan dari kyu. Dan akhirnya kedua sosok itu bepelukan dalam keraguan. Dan seseorang diantara mereka mulai bersuara lagi.

"sungie, terimasih sungguh terimakasih telah bertahan sejauh ini menjadi sahabatku. Menjadi orang yang paling berusaha menerima dan memahami aku meski terkadang aku menanggapinya dengan bantahan dan bantahan. Tapi kau tau aku, aku bahagia memilikimu disampingku. Aku hanya butuh kau dan keyakinan bahwa hanya kau yang aku inginkan dan jelas aku butuhkan tanpa terganti dengan apapun. Berjanjilah kau akan menungguku, menugguku sampai aku bisa berbicara lebih dari sekedar tidakan. Aku tau bukan hanya kau yang merasa tidak pasti. Sesunggunya aku juga merasakannya, aku merasa bodoh karena belum menemukan jawaban yang aku yakini sebagai final dari semua yang terjadi diantara kita bahkan orang lain yang berada diantara kita. Semua butuh kepastian dan aku juga butuh banyak waktu untuk meyakinkan diriku sendiri. Jangan pernah berpaling apalagi pergi dariku. Aku sungguh tak sanggup jika kau jauh. Yah itu yang paling pasti aku rasakan, bahkan jika suatu hari aku menyuruhmu pergi itu bukan yang sesungguhnya. Aku tidak akan bertahan jika tidak ada kau disisiku. Maka maklumi dan pahamilah aku saat ini. Hanya itu yang mampu kukatakan"

TBC

Hai... aku kembali setelah sekian lama pergi didunia nyata yang fana ini. Hah, maaf ya bukan maksud menelantarkan cerita. Masih jelas banyak yang kurang dari cerita ini tapi yang pasti aku benar – benar berharap masih ada yang mau membaca atau lebih ingin berharap ada yang menunggunya. Hehehe… aku masih boleh minta review kan? Boleh ya.. gomawo all..
eh ia typonya juga dimaafin ya, aku menulis ini karena merasa berhutang. Aku pengen banget bisa nulis fiksi ilmiah. Tapi sepertinya agak susah, harus meneliti dulu dan harus pasti kan ga mungkin aku buat teori asal jadi. Hehehe… doakan ya semoga ff in dan itu bisa aku realisasi dan selesai. Doain juga aku mau mid tanggal 28 dan buruknya kenapa harus disaat aku ulang tahun..
hiks..sedih ya,, eh maap aku udah cerita panjang nih.. makasih ya sebelumnya…