Tittle : Love always possible (part 2)

Cast : Jeon hojoon x Jin hyosang

All Toppdogg & DNH member

.

.

.

Seminggu berlalu, hari-hari mereka lalui bersama. Hojoon masih setia menjadi manajer. Tapi sayangnya ia sering disuruh-suruh oleh member DNH seperti pembantu. Hanya Hyosang yg tidak memperlakukannya seperti itu, bahkan Hyosang jarang sekali berbicara dengan Hojoon. Sampai suatu hari setelah pelajaran olahraga mereka berlima istirahat di basecamp.

"Hojoon-ah! Ambilkan aku minum dikantin atas," perintah Namjoon seenaknya. Hojoon mengangguk dan hendak berjalan menuju kantin atas yg terletak dilantai 3. Diluar Hyosang segera menahan Hojoon, ia menarik namja itu ke belakang gedung.

"A..ada apa?" tanya Hojoon gugup. Hyosang menatapnya tajam.

"Kau! Kenapa kau mau disuruh-suruh oleh mereka itu?!" Hyosang sedikit membentak. Hojoon hanya menundukkan kepalanya takut.

"ngg..bukankah itu tugas manajer?" jawab Hojoon polos. Hyosang berdecak kesal. Hojoon tidak mau berlama-lama ia mendorong Hyosang jauh dan segera berjalan menuju lantai tiga untuk membeli apa yg diminta oleh Namjoon dan kawan-kawannya. Baru lantai ke dua Hojoon sudah menarik nafas berat. Pandangannya buram. Pagi tadi memang ia belum makan.

'mungkin ini efek lapar, aku akan membeli makan sekalian nanti' batinnya dan melanjutkan perjalanannya. Baru saja setengah jalan kepalanya pusing..

Brukk…

.

.

.

Dikelas, semua murid sudah kembali ketempatnya. Namjoon Ikje dan Taegyun masih tertawa-tawa entah membicarakan apa. Minwoo diam. Ia menghawatirkan Hojoon yg belum kembali setelah istirahat tadi. Sehyuk, Byungjoo, sanggyun dan Yoonchul sedang tidak ada dikelas. Dan Hyosang duduk seorang diri dibangkunya menghindari teman-temannya.

"Hyosang!" Sehyuk memasuki kelas dengan sedikit membentak kemudian menarik kerah baju Hyosang kasar. Sontak seisi kelas menjadi hening dan mengalihkan pandangannya kearah Sehyuk dan Hyosang. Dengan sekali hentakan Hyosang terjatuh. Sehyuk memukulnya.

"KAU BISA TIDAK JANGAN TERLALU KERAS PADA HOJOON?!" suara Sehyuk mengeras. Hyosang meringis kesakitan. Byungjoo segera berlari menghampiri Sehyuk dan berusaha menenangkannya.

"BERENGSEK KAU!" maki Sehyuk. Byungjoo segera menarik Sehyuk keluar kelas untuk menjauhi Hyosang.

Disisi lain, teman-teman Hyosang. Minwoo, Taegyun dan Ikje datang membantu Hyosang untuk bangun. Kecuali Namjoon. Ia hanya menyeringai kecil dibangkunya.

"Ada apa dengan Hojoon?" Minwoo menghampiri ketua OSIS itu dengan hati-hati. Ia penasaran dengan keadaan Hojoon saat ini.

"Hojoon masuk rumah sakit, ia mendapat 2 jahitan di kepalanya karena terjatuh dari tangga. Ia juga dirawat karena terkena usus buntu dan harus menjalani operasi besok pagi," jelas Byungjoo. Sehyuk memegang kepalanya. Menengadahkannya keatas. Ia kesal Sahabatnya diperlakukan seperti itu oleh mereka.

"Lebih baik kau kembali ke kelas Minwoo-ya..aku akan menenangkan dia dulu," ujar Byungjoo pelan. Minwoo mengangguk mengerti dan segera berjalan menuju kelas. Ia menceritakan semuanya ke teman-temannya.

.

.

.

Keesokannya, Hyosang dan kawan-kawan datang ke rumah sakit yg dituju seusai pulang sekolah. Hyosang berniat untuk meminta maaf pada Hojoon.

"Permisi?" Ibu Hojoon mempersilahkan mereka berlima masuk. Didalam, terlihat Sehyuk, sanggyun, Byungjoo, dan Yoonchul tengah bercanda dengan Hojoon yg sepertinya sudah pulih. Hyosang dan teman-temannya memberi salam. Mereka menunduk. Sehyuk melirik mereka sinis. Terutama pada Hyosang.

"Hojoon-ah..ini..cepat sembuh ya," Minwoo meletakkan sekeranjang buah-buahan yg mereka beli tadi sebelum ke rumah sakit. Hojoon tersenyum ramah. Hyosang menyenggol perut Ikje disebelahnya. Menandakan sekarang waktunya/?

"Hojoon-ah…maafkan kami sudah kasar padamu," Ikje dan Taegyun membungkuk meminta maaf. Namun Namjoon masih keras kepala. Ia tidak mau meminta maaf karena ia pikir itu bukan salahnya. Minwoo menatap Namjoon sinis, akhirnya Namjoon mau untuk membungkuk dan meminta maaf pada Hojoon. Namja berkaca mata tersebut tersenyum ramah kearah mereka.

"Aku sudah memaafkan kalian," ujar Hojoon. Mereka semua senang, karena Hojoon tidak menaruh dendam pada mereka.

"Bisa kah aku berbicara berdua denganmu, Hojoon-ah?" pinta Hyosang. Tanpa disuruh, mereka semua meninggalkan Hojoon seorang diri dengan Hyosang.

"Maaf…sudah membentakmu waktu itu," ucap Hyosang. Ia mendekati Hojoon perlahan.

"Tak apa..seharusnya aku mendengarmu..aku yg salah..maaf," sesal Hojoon dan kembali menunduk. Hyosang tiba-tiba memeluk Hojoon sehingga membuat namja berkacamata itu terkejut. Wajahnya bersemu merah/? Dan bekas jahitan diperutnya terasa nyeri.

-SKIP-

.

.

.

Beberapa bulan berlalu, hubungan mereka kembali membaik. Namjoon bahkan tidak lagi menyuruh Hojoon dengan kasar.

"bagaiman band nya? Nanti pas acara kelulusan kalian bawakan beberapa lagu ya," ujar Jiwon sebagai ketua panitia Acara Kelulusan SMP N 1 Daegu. Mereka tengah rapat untuk Acara Kelulusan nanti. Sehyuk sebagai ketua OSIS hadir dalam rapat begitupula dengan Hojoon dan Hyosang yg mewakili DNH Band. Semua menyetujui dan segera melakukan persiapan serta belajar untuk ujian akhir nanti.

.

.

.

Ujian akhir usai, dan tentunya Hojoon mendapat kan nilai paling tinggi disekolah.

"Selamat ya! Lagi-lagi kau juara kelas!" puji Byungjoo bangga. Hojoon tersipu malu dengan pujian temannya itu.

"Peringkat kedua dipegang oleh Sehyuk dan ketiga oleh Andy dari kelas 9-3," ucap Sanggyun yg tiba-tiba datang disusul dengan Sehyuk dan Yoonchul.

"Owah! Kita makan besar! Sehyuk dan Hojoon kalian berdua yg traktir ya!" ucap Byungjoo senang. Sanggyun memberikan selamat pada Hojoon begitu pula Sehyuk dan Yoonchul.

"Terima kasih..tapi lain kali ya? Aku sedang sibuk mempersiapkan DNH Band maaf..aku janji akan mentraktir kalian seusai acara," ucap Hojoon melas. Ia segera bersiap menuju basecamp karena ini jadwal latihan mereka. Teman-temannya mengiyakan dan memberi semangat pada Hojoon.

.

.

Di basecamp suara drum gitar beradu. Berisik.

"Maaf aku terlambat," ujar Hojoon sedikit membungkuk.

"Tak apa, kita sudah latihan 3 kali tadi. Bolehkan kita istirahat?" ujar Taegyun yg kelelahan memetik bass nya/?

"Iya silakan saja, aku mau mengecek berkas yg ada," Hojoon duduk disofa dan mengeluarkan kertas-kertasnya.

"Apa itu?" tanya Minwoo penasaran dan menghampiri Hojoon yg sepertinya fokus dengan kertas itu.

"Ah ini…susunan acaranya..jadi nanti kalian tampil diawal acara dengan satu lagu dan akhir acara dengan dua lagu," jelas Hojoon. Yg lain hanya mengangguk mengerti.

"Baiklah! Semangat! Ayo latihan lagi!" ucap Namjoon dan segera menabuh drum nya. Hyosang tersenyum melihat Hojoon, begitupulah sebaliknya.

.

.

.

Malam yg ditunggu pun tiba, Jiwon sebagai koordinator mempersiapkan semuanya.

"Ayo kalian masuk saja dulu untuk membuka dan menunggu orang tua murid yg lainnya datang. Light!," perintah Jiwon yg sok sibuk mondar-mandir dibelakang panggung/?

'Semangat DNH!' batin Hojoon, ia mengepalkan kedua tangannya untuk memberi semangat pada mereka berlima.

Lagu pertama dibuka dengan judul Do It. Hojoon masih setia dibelakang memberi dukungan pada mereka.

"Selamat malam kepala sekolah! ketua osis baru dan lama serta para undangan yg berbahagia!," ucap Hyunho membuka acara.

"Malam ini kita akan merayakan acara kelulusan siswa-siswi kelas 9 SMP N 1 Daegu! Hyunho bacakan isi acaranya!," ucap Dongsung.

"Baiklah Dongsung-ah, saya akan membacakan isi acaranya….." acara utama dimulai. Hyosang menenggak air minumnya dan sedikit berlatih mengingat liriknya. Mereka menunggu giliran dengan santai tanpa gugup sedikit pun. Malah Hojoon lah yg merasa gugup. Tangannya kedinginan padahal suhu diruangan tersebut tidak begitu dingin dan ia sudah mengenakan syalnya.

"Baiklah karena sudah selesai, mari kita sambut penampilan yg ditunggu tunggu oleh semua hadirin yg ada disini!" kembali Hyunho membuka acara.

"Okay! Kita sambut! DNH Band!" teriak Dongsung diikuti Hyunho dan sorak sorai murid-murid SMP N 1 Daegu. Hyosang dan kawan-kawan segera bersiap. Membawakan dua buah lagu yg telah mereka siapkan dengan sukses. Acara pun ditutup dengan lagu 'Taxy on the phone' yg menghantarkan org tua murid dan para hadirin yg lelah untuk kembali pulang. Hojoon tersenyum senang karena acara ini akan sukses.

"Hojoon-ah!" teriak Byungjoo dan menghampiri Hojoon disusul dengan Sehyuk.

"Kemana yg lain?" tanya Hojoon yg tidak mendapati Yoonchul dan Sanggyun bersama mereka.

"Entahlah..biarkan saja mereka," suara Byungjoo sedikit kesal. Hojoon bingung dengan kelakuan temannya itu.

"Kalian berdua ayo ikut! Kami mau mengadakan pesta kecil di café langganan kami," ajak Hyosang, ia sudah mulai dekat dengan Sehyuk dan Byungjoo.

Mata byungjoo kemudian tertuju pada sosok manusia/? Yang lewat dengan tergesa-gesa byungjoo mengkutinya "maaf teman-teman sepertinya aku ada sedikit yang harus aku lakukan" byungjoo setengah berteriak sambil menjauh/?

"eung...aku rasa aku juga tidak bisa aku harus mengurus sisa-sisa acara" sesal sehyuk

Yang lain kelihatannya kecewa tetapi mereka segera mengerti.

.

.

.

Di café itu cukup sepi, karena sudah pukul 11.00 p.m KST.

"Yea! Bentar lagi kita menjadi org dewasa!" ujar Namjoon senang. Mereka bercanda, tertawa riang dan sedikit mengenang masa-masa SMP nya dulu.

"Ehm…aku rasa aku sudah tidak bisa lagi menjadi manajer kalian.." Hojoon membuka suara. Kini suasana menjadi hening.

"lagipula aku akan fokus dengan sekolahku nanti..aku mengejar beasiswa ke eropa..kalian bisa mencari pengganti ku dari sekarang..mian," Hojoon berusaha tersenyum tegar. Walaupun sering diperlakukan yg tidak baik dengan mereka tapi Hojoon senang bisa menghabiskan waktu bersama mereka terutama bersama Hyosang. Namja yg ia suka sejak lama. bahkan sampai saat ini ia tidak berani mengutarakan perasaannya pada Hyosang. Ia hanya bisa memendamnya seorang diri. Yah walaupun terkadang curhat pada Byungjoo yg sudah lama dekat dengannya.

"Hm..baiklah..semoga kau berhasil," ucap Ikje menyemangati. Minwoo dan Taegyun ikut menyemangati Hojoon begitupula dengan Byungjoo dan Sehyuk. Namjoon terdiam. Ia menunduk menyesali kesalahannya.

"Ikut aku," tiba-tiba Hyosang menarik kasar lengan Hojoon. Dan lain memasang tampang cengo/? Melihat tindakan hyosang. hyosang menarik hojoon menuju ke samping café yg sepi. Hojoon merasa tidak enak hati/? Dan ingin segera pergi dia mendorong Hyosang agar menjauh darinya. Tapi Hyosang menahan Hojoon kuat.

Cup..

Bibir mereka terpaut. Mata hojoon otomatis melebar/? Karna kaget. Secepat kilat Hojoon mendorong Hyosang dengan kasar. Hojoon menunduk, ia menangis.

"Kenapa?" Hyosang menyadari kelakuan Hojoon. Ia perlahan mendekati Hojoon dan mendekapnya dalam pelukan.

"Maaf.." lanjut Hyosang. Ia bisa merasakan Hojoon yg tengah terisak didadanya.

"Kenapa kau melakukan itu?" Hojoon membuka suara. Hyosang terdiam. Ia berfikir.

'Hyosang bodoh..bagaimana aku bisa menciumnya jika aku tidak menyukainya..ah benarkah aku tidak menyukainya? Tapi.. mana mungkin aku menyukai seorang Hojoon!' Hyosang bingung dengan perasaannya. Ia berusaha menepis semua kemungkinan yg mungkin terjadi tapi tidak bisa.
"Aku..sendiri tidak tau.." Hyosang terbata-bata. Ia takut perkataannya salah dan menyakitinya. Hojoon mengangkat kepalanya. Ia menatap Hyosang begitupula sebaliknya. Tanpa disadari, bibir Hyosang kembali mendarat ke bibir Hojoon. Tanpa penolakan kali ini, Hojoon menerimanya.

"Pfftt.." Hyosang melepasnya dan menggaruk kepalanya yg gatal karna belum keramas /g

"Kenapa?" Hojoon membenarkan kacamatanya. Ia bingung dengan kelakuan Hyosang yg tidak seperti biasanya.

"Ehm..mulai sekarang kau adalah milikku! Jgn kemana-mana! Kau tidak boleh jauh dariku! Aku tidak akan membiarkanmu pergi mengerti?" Hojoon terdiam mendengar perkataan Hyosang yang terdengar seperti intruksi.

"Maksudmu?" tanya Hojoon bingung. Ia masih tak percaya dengan ucapan Hyosang tadi.

"Hahahahaha!" hyosang tertawa gaje. " Aku tau semuanya, kau yg memberikanku coklat ketika valentine kan? Tulisanmu sangat buruk..kau juga meminta bantuan Namjoon agar bisa dekat denganku kan? Tapi sayangnya dia memperlakukanmu dengan kasar! Hah..aku tidak mau melihatmu seperti itu lagi, aku berjanji akan menjagamu..will you?" Hojoon cengo/? Hyosang mengetahui semuanya padahal ia tidak memberitahukannya terutama tentang coklat itu. 'Bagaimana Hyosang bisa tau' pikir Hojoon. Namja berkacamata ini mengangguk perlahan. Sedikit ragu. Apakah benar ini Hyosang yg selama ini ia kenal? Dia memiliki perasaan yg sama dengan Hojoon? Hyosang memperhatikan Hojoon tenang. Ia tersenyum kecil.

"Sudahlah, aku sudah tau dengan jawabanmu. Ingat saja kata-kataku! Ayo masuk kau akan sakit jika diluar terus," Hyosang memeluk sejenak Hojoon sebelum akhirnya mereka masuk kedalam café

.

.

-END-