_FROM THE DARKEST SIDE_
Support By :
Qhia503
Cast :
Kim Kibum
Choi Siwon
Kim Kangin (Kim Young Woon)
Lee Hyori
And other cast
.
.
Main Pair : SiBum
Disclaimer : SiBum milik para shipper, dan saya adalah selirnya xD
A/N : Remake dari dari sebuah novel karya SANTHY AGATHA dengan judul yang sama
Rated : T (Saat ini XD)
Genre : Mistery, Drama and sedikit Thriler
Warning : Boy x Boy / Boys Love / Shonen Ai / GaJe / Alur Gagal / Typo / Kehancuran Karya / Author Gak Beres
Summary : Kibum tidak pernah jika tindakannya ikut bersama sang umma menemui calon appa tirinya malah membawanya pada permasalahan yang rumit. Cinta dan obsesi dari dia dikegelapan…
.
Karena saya masih new, jadi mohon bimbingannya^^#bow
.
.
Jja, happy reading^^
.
.
Chapter 2 :
Meskipun sudah berjanji pada Siwon untuk menahan diri, dia tetap saja mendatangi Kibum di kamarnya.
Siwon bisa marah nanti. Tapi dia tidak peduli. Bagaimana mungkin dia bisa menahan diri saat namja yang selama ini ditunggu-tunggunya ada dirumah yang sama dengannya?
Dia berdiri disudut ranjang, mengamati Kibum yang tertidur pulas seperti bayi.
Sejenak kemarahan menyelimuti hatinya.
Sampai kapan dia harus seperti ini? Bisa melihat Kibum hanya pada saat namja manis itu sedang tertidur?
Siwon harus cepat. Mereka sudah sepakat tentang Kibum,padahal jarang sekali mereka berdua bisa sepakat mengingat dia dan Siwon bertolak-belakang dalam segala hal.
Siwon cenderung baik hati dan menggunakan cara-cara pintar untuk meraih tujuannya, sedangakan dia selalu menggunakan cara-cara licik (licik, bukan pintar) untuk mendapat apapun yang ia inginkan. Kejam memang, seperti kata Siwon tadi.
Tapi Kibum adalah satu-satunya orang yang sudah menyentuh hatinya. Mungkin namja manis itu sudah lupa, bahkan mungkin Kibum tidak menyadarinya.
Kejadian dua belas tahun yang lalu, pertemuan pertamanya dengan Kibum sekaligus hari dimana dia memutuskan akan memilikinya.
Siwon harus memaklumi ketidaksabarannya karena dia sudah menunggu selama itu. Menunggu dan menunggu sampai Kibum siap jadi miliknya. Dan sekarang namja itu ada didepan matanya.
Dia mendekat, tangannya menyentuh pipi Kibum dengan lembut. Kibum bergeming, masih pulas, tidak menyadari ada sosok lain yang mengamatinya dari pinggir ranjang.
"Kau millikku Kibum, jangan lupakan itu"
.
o0o _Qhia503_ o0o
.
Kibum bermimpi. Dia berada disebuah taman hiburan yang sangat ramai. Penuh dengan pedagang dan orang tua yang menggandeng anak-anak mereka.
Suara music dari berbagai stan permainan suara-suara manusia bercampur jadi satu, riuh rendah ditelinganya.
"Bummie-ah, jangan kesitu" suara sang halmeoni memperingatkan.
Kibum mengeryit, halmeoninya masih hidup? Dia menoleh dan mendapati sang halmeoni berdiri dibelakangnya. Halmeoninya benar-benar masih hidup. Tapi kenapa tampak lebih muda?
Dengan bingung Kibum mengamati sekelilingnya, dan ia tahu bukan dia yang dipanggil halmeoninya, melainkan seorang anak kecil di sana.
Kibum ingat itu dirinya. Anak kecil bertubuh kurus yang sedang berdiri agak canggung disana itu adalah dirinya saat berumur delapan tahun.
"Jangan main terlalu jauh Kibummie,meoni tidak ingin kau tersesat, disini sangat ramai"
Sang halmeoni menggandeng tangan Kibum kecil lalu membawanya ke sebuah kursi kosong yang terletak dipinggir taman.
"Duduk disini dulu, meoni akan membelikanmu es krim, arra?"
Halmeoninya menunjuk stan es krim dengan antrian panjang yang terletak seratus meter dari tempat mereka.
"Jangan kemana-mana dan jangan berbicara pada orang asing. Kalau ada apa-apa teriak saja, meoni pasti akan datang"
Kibum kecil mengangguk, tapi matanya menatap sekeliling dengan penuh semangat.
Kibum dewasa tetap mengamati dari kejauhan, kenangan ini masih terpatri samar-samar dibenaknya. Kenangan saat pertama kali dia diajak ke taman bermain.
Tapi tiba-tiba Kibum kecil turun dari kursi dan mulai berjalan menjauh membuat Kibum dewasa yang sejak tadi memperhatikan langsung panik.
Dengan gugup Kibum menoleh ke arah sang meoni yang tengah mengantri es krim. Dia ingin teriak tapi entah kenapa suaranya tidak mau keluar. Setelah merasa usahanya sia-sia, ia memutuskan untuk mengikuti Kibum kecil.
Kibum kecil terus berjalan sambil mengamati sekelilingnya dengan penuh rasa tertarik, tidak menyadari ia makin tersesat dikeramaian.
Dengan susah payah Kibum mengikuti sampai kemudian mereka berdua sampai di pinggiran sebuah taman yang berlokasi dibagian belakang stan yang sepi.
Kibum pucat pasi setelah menyadari apa yang ada dihadapannya.
Disana ada sosok tinggi yang berpakaian rapi, sedikit acak-acakan karena baru saja berkelahi. Ada beberapa helai rambut yang menutupi sebagian wajahnya, dan namja disana itu terluka dibahu, darahnya merembes keluar menembus kemeja putihnya.
Tangannya memegang pisau yang berlumuran darah, dan didepannya… ada sosok namja lain yang bertubuh besar dan berpakain kusam, tergeletak dengan perut terluka parah oleh tusukan pisau. Sosok itu tak bergerak, mati.
Namja tampan itu menoleh dan melihat Kibum kecil sedang terpaku menatapnya. Seperti halmeoninya tadi, sosok tampan itu juga tak menyadari kehadiran Kibum dewasa.
Tapi entah mengapa Kibum hanya terpaku, tak bisa berbuat apa-apa saat sosok itu mendekati Kibum kecil.
"Well, halo anak kecil" sapanya sambil tersenyum mempesona "Apa kau tersesat?"
Tanpa pedulli namja itu melipat pisau penuh darah ditangannya dan memasukkannya kesaku. Kibum kecil mengerutkan keningnya.
"Aku bersama halmeoniku tadi. Apa kau membunuh ahjusshi itu?" tanyanya dengan suara khas anak-anak.
Namja itu melirik mayat dibelakangnya lalu mengangkat bahu acuh.
"Dia pantas mati, tadi dia berusaha merampokku dengan pisau ini, jadi aku membunuhnya dengan pisaunya sendiri. Manusia seperti itu tak pantas hidup"
Kibum kecil menatap sosok tinggi didepannya tanpa takut.
"Kau tidak lapor polisi?" tanyanya polos.
Namja itu langsung tertawa "Polisi? Apa yang bisa dilakukan polisi disini? Aku sudah beruntung tidak ada yang melihat kejadian ini, sampai kau datang" ekspresinya lalu berubah kejam.
Lari! Ayo lari!
Kibum berusaha berteriak memperingatkan Kibum kecil, tapi suaranya tidak bisa keluar. Kakinya seolah-olah terpaku. Namja itu kemudian berjongkok didepan Kibum kecil.
"Aku minta maaf kau berada ditempat yang salah nak, tapi sepertinya aku harus menyingkirkanmu juga"
Kibum kecil sama sekali tidak memperhatikan ucapan namja itu, tatapannya terarah pada darah di bahunya.
"Kau terluka" gumamnya pelan.
"Apa?" namja itu mengerutkan keningnya lalu melirik bahunya yang penuh darah "Oh… Ini hanya luka kecil, akan kututup dengan jaket" sambungnya sambil melirik jaketnya yang tergeletak di tanah.
Tanpa diduga Kibum mengeluarkan plester luka yang selalu dibawanya didalam saku.
"Bisa diobati dengan ini? Halmeoni selalu menutup lukaku yang berdarah dengan ini"
Namja itu tertegun lalu tertawa terbahak-bahak.
"Tentu saja bisa, terima kasih" sambil tetap tersenyum dia mengambil plester luka itu dari tangan Kibum dan memasukkannya ke saku "Siapa namamu?"
"Kim Kibum" jawab Kibum kecil polos.
Dengan pelan namja itu berdiri, mengambil jaketnya di tanah lalu memakainya. Setelahnya ia mengulurkan tangan pada Kibum kecil.
" Kibummie, tadi kau bilang sedang bersama halmeonimu kan? Sungguh suatu kebetulan karena aku memang sedang mencarimu"
Namja itu mengamati Kibum dengan teliti, tampak puas dengan apa yang ditemukannya.
"Sepertinya kau tersesat. Ayo, aku akan mengantarmu ke bagian informasi supaya halmeonimu bisa menemukanmu"
Kibum menarik napas lega karena namja itu sepertinya sudah mengurungkan niatnya untuk menyingkirkan Kibum kecil seperti yang dikatakannya tadi.
Tangan Kibum kecil menerima uluran tangan namja itu, dan mereka bergandengan menuju ke area yang lebih ramai. Buru-buru Kibum mengikuti mereka berdua.
Mereka sampai ke bagian informasi dan namja itu menyerahkan Kibum kecil ke petugas yang sedang berjaga. Sebelum pergi ia berjongkok lagi didepan Kibum kecil.
"Kau tidak akan mengatakan pada siapapun yang kau lihat tadi kan?" tanyanya sambil tersenyum.
Kibum kecil menganggukkan kepalanya. Namja itu mengulurkan jari kelingkingnya.
"Janji?"
Kibum kecil tersenyum, senyum polos khas anak-anak dan menautkan kelingkingnya dijari namja itu.
"Janji"
Dengan senyumnya yang agak berbahaya dia berdiri, melambai pelan pada Kibum.
"Kalau begitu sampai jumpa Kibum. Aku janji kita akan bertemu lagi. Kau akan menjadi milikku jangan lupakan itu" ucapnya sembari melangkah menjauh.
Tiba-tiba namja itu berhenti lalu berbalik, berhadapan langsung dengan Kibum dewasa.
Kibum langsung pucat pasi, namja tampan itu menatap langsung ke arahnya! Apakah ia menyadari keberadaanku?
Tatapan Kibum menelusuri namja itu. Kali ini wajahnya benar-benar jelas. Dan sebuah kesadaran menyentaknya. Rambut hitam kecoklatan itu, mata obsidian itu, semuanya tanpak lebih muda tapi Kibum mengenalinya.
"Siwon hyung?" gumamnya ragu.
Namja itu tersenyum. Senyum puas yang sedikit keji. Senyum yang tidak mungkin ditampilkan seorang Choi Siwon yang begitu dingin.
"Bukan chagiya, panggil aku Andrew"
.
o0o _Qhia503_ o0o
.
Kibum tersentak dan membuka mata. Keringat dingin mengalir di dahinya. Ia mengedarkan pandangan kesekeliling. Sejenak ia terdiam karena tidak mengenali kamar ini.
Tapi ia langsung ingat, ini kamar tamu di rumah Choi Siwon. Calon appa tirinya.
Dengan gugup Kibum mengusap keringat didahinya. Mimpi itu terasa begitu nyata sekaligus aneh, tapi Kibum masih bingung apakah itu hanya mimpi atau kenangan masa kecilnya.
Kibum duduk ditepi ranjang lalu menuang air di teko ke dalam gelas di atas meja nakas. Meminum isinya seteguk untuk mengurangi kekagetannya.
Matanya terpejam, perasaannya tidak enak. Seperti ada yang terus menerus mengawasinya di kegelapan menunggu sesuatu terjadi, tapi sesuatu apa?
Kibum mengeryit putus asa mengingat mimpi anehnya. Sekali lagi pandangannya mengitari ruangan itu dan yakin bahwa ia benar-benar sendirian disana. Ia kembali berbaring dan coba memejamkan mata.
Itu cuma mimpi yang aneh karena dia tidak terbiasa tidur di kamar yang bukan kamarnya. Iya, itu cuma mimpi, cuma mimpi…
Tapi kata-kata itu tetap terngiang-ngiang di kepalanya.
"Kau milikku Kibummie, jangan lupakan itu"
.
o0o _Qhia503
.
Kibum terbangun saat fajar, ketika sinar mentari sudah mulai menembus jendela-jendela yang ditutup oleh gorden putih yang indah.
Hey… Kamar ini indah sekali…
Kibum baru menyadarinya sekarang, kemarin ia terlalu lelah hingga tak sempat melihat kesekeliling.
Kamar ini bernuansa putih gading, semua ornamen dari karpet bulu yang tebal, gorden dan tempat tidur semuanya bernuansa dinding, kusen jendela serta atapnya juga putih.
Suara ketukan di pintu mengagetkannya.
"Masuk"
Kibum mengeryit , siapa kira-kira yang mengetuk pintu sepagi ini? Ternyata yang masuk adalah seorang maid, masih muda dan kelihatannya mereka seumur. Tapi kenapa ia kelihatan gugup?
"Kibum-sshi, saya diperintahkan untuk mematuhi dan melayani Anda"
Kibum mengeryit lagi, Melayani? Mematuhi? Seumur-umur dia tidak pernah dilayani oleh siapapun, apalagi oleh pelayan. Rasanya begitu aneh. Apalagi dia namja dan maid itu seorang yeoja.
"Tidak usah. Aku bisa melakukan semuanya sendiri"
Kibum mengedarkan pandangannya mencari-cari tasnya. Untung saja ia membawa pakaian ganti, Hyori sudah mengingatkan ada kemungkinan mereka menginap disini.
Tapi tunggu, dimana tasnya?
Maid itu seakan tidak peduli dengan perkataan Kibum, dia melangkah menuju lemari pakaian berwarna putih dengan ukiran cantik.
"Saya akan menyiapkan perlengkapan mandi Anda, dan ini... Semua pakaian tuan sudah disiapkan disini" ucapnya sambil membuka lemari itu.
Kibum ternganga.
Didalam lemari itu terdapat banyak kemeja dan setelan resmi dengan berbagai gaya dan warna, mungkin ada puluhan dan semuanya digantung rapi masih berbungkuskan plastic, kelihatan masih baru. Tidak mungkin semua itu untuknya, maid ini pasti salah.
"A-Ano, T-Tidak mungkin pakaian-pakaian itu untukku. Kau pasti salah" Kibum berusaha mengatasi rasa gugupnya "Mungkin Siwon hyung salah meletakkannya disini?"
Maid itu menggeleng tegas.
"Saya mendapat instruksi langsung oleh kepala pelayan. Mari, saya akan menyiapkan air dan perlengkapan mandi Anda"
Kibum sebenarnya ingin membantah. Tidak mungkin kan Siwon hyung menyiapkan pakaian baru sebanyak ini untuknya? Dia hanya akan tinggal disini selama akhir pekan.
Apa Choi Siwon berpendapat Kibum akan tinggal bersama mereka setelah pernikahannya dengan Hyori? Tapi jika memang Siwon mengira seperti itu, tetap saja tidak perlu menyiapkan baju sebanyak ini.
Maid itu pasti salah, Kibum memutuskan semua baju itu mungkin milik ummanya, karena Kibum melihat ada beberapa blazer dan jas khusus wanita disana.
Kibum bergidik membayangkan kemaASDLrahan Hyori atas kesalahan ini. Ummanya itu sangat posesif dan egois. Dia pasti tidak akan suka jika Kibum menyentuh salah satu baju yang disiapkan untuknya.
"Aku ingin memakai bajuku sendiri, apa kau melihat tas coklat disekitar sini? Sepertinya kemarin aku meletakkannya di atas meja"
Maid itu menggeleng.
"Tidak ada tas disini" jawabnya datar lalu meninggalkan Kibum ke kamar mandi dan menyiapkan air mandi untuk Kibum.
Kibum termangu, matanya masih mencari keberadaan tasnya, dia belum putus asa sampai maid itu muncul lagi dari kamar mandi.
"Mari tuan, airnya sudah siap. Saya akan merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian Anda"
Mau tak mau Kibum bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Dia tidak terbiasa dilayani, dan tidak suka dilayani. Seperti jaman feodal saja. Apalagi yang melayaninya seorang yeoja, namja macam apa aku ini?
Tapi segala kugundahan didalam hatinya langsung sirna melihat keindahan kamar mandi dihadapannya. Tempat itu dipenuhi kaca didinding dan diatap dengan bingkai-bingkai putih disekelilingnya.
Kacanya beruap karena air panas dari bathub yang penuh busa dan menguarkan aroma mawar dengan susu.
Tiba-tiba saja mandi terasa sangat menggoda bagi Kibum. Pelan-pelan ia mencelupkan tangannya ke air hangat dalam bathub itu, hangatnya pas.
Maid tadi benmar-benar mempersiapkannya dengan baik. Kibum lalu berendam sambil memejamkan matanya. Rasanya nikmat sekali, otot-ototnya serasa dipijat dengan pelan..
Rasanya sangat nyaman hingga Kibum hamper tertidur. Perasaannya damai hingga makin lama Kibum makin tenggelam ke dalam alam mimpi.
"Jangan tidur disini. Dari yang kudengar banyak orang yang mati tenggelam karena tertidur di bathub"
Kibum sontak tersentak bangun dari tidur ayamnya. Wajahnya merah padam begitu menyadari siapa yang bersandar santai di kusen pintu penghubung kamar mandi.
Secepat kilat Kibum menenggelamkan tubuhnya sampai ke leher, menyembunyikannya di balik busa.
Choi Siwon, yang bersandar di pintu tampak tidak terpengaruh dengan rasa malu Kibum. Namja itu malah menyeringai, seakan mengejek Kibum.
.
o0o _Qhia503_ o0o
.
"Aku bertanya-tanya kenapa kau belum keluar juga untuk sarapan, maid itu bilang kau sedang berendam dan dia tidak berani mengganggumu"
Rona merah mulai menyebar di seluruh wajah Kibum. Astaga dia malu sekali! Tapi kenapa namja ini seakan-akan tidak peduli?
Tidak sopan bukan masuk ke kamar mandi yang sedang terpakai? Yah walau mereka sama-sama namja sih, tapi tetap saja tidak sopan!
Tapi sepertinya Siwon tidak peduli dengan etika itu. Iris obsidiannya sibuk menelusuri wajah dan leher Kibum yang merona. Ekspresinya berubah, sedikit liar dan menakutkan.
Ini bukan ekspresi yang akan muncul di wajah namja sedingin Siwon hyung, pikir Kibum tiba-tiba. Rasanya sangat aneh karena ketika ia menatap Siwon, ada nyala api yang agak menakutkan dalam mata coklatnya.
"Aku sudah menyelamatkanmu tadi, kalau tidak mungkin kau sudah mati karena tenggelam disana. Apa kau tidak ingin berterima kasih?"
Siwon mengucapkannya setengah berbisik dengan nada malas, membuat Kibum langsung merinding. Dia menatap Siwon, namja itu ternyata masih berdiri disana, menunggu.
"K-Kamshahamnida" ucapnya pelan sembari menunduk kecil.
Kibum tidak yakin kenapa ia harus berterimakasih, tapi ada sesuatu yang mendorongnya untuk melakukannya.
Namja ini memiliki aura mengintimidasi yang begitu kuat. Dan sepertinya kalau keinginannya tidak terpenuhi dia akan melakukan sesuatu yang tak terduga.
Senyum yang perlahan-lahan muncul di wajah Siwon malah membuat Kibum sedikit gelisah dan takut.
Apakah orang ini adalah orang yang sama dengan calon appa tiri yang berkenalan dengannya kemarin? Kenapa auranya begitu berbeda?
"Bagus" ucap Siwon pelan sambil melangkah mundur "Cepat selesaikan mandimu dan segeralah turun, akau akan menunggumu untuk sarapan"
Siwon melangkah pelan menjauhi kamar mand tapi kemudian berhenti sebentar lalu menoleh ke arah Kibum yang masih berendam.
"Oh iya, bajumu sudah kusiapkan di tempat tidur, aku memilihnya sendiri jadi kau harus memakainya"
Siwon menyiapkan bajunya? Jadi pakaian-pakaian itu memang untuknya? Tapi kenapa? Lagipula kenapa Siwon harus repot-repot menyiapkan bajunya?
Kibum mengangkat kepalanya untuk bertanya, tapi sosok Siwon sudah lenyap. Dengan gugup Kibum segera membersihkan diri dan melangkah keluar dari kamar mandi. Maid itu ternyata masih ada dikamarnya, berdiri menyandar didinding tapi nampak lebih pucat.
"Kau tidak apa-apa?"
Maid itu mengangguk sedikit gemetar.
"Tuan Siwon memarahi saya karena teledor tidak memeriksa Anda di kamar mandi. Beliau sangat menakutkan ketika marah" suaranya berbisik ketakutan.
Kibum mengeryit. Menakutkan ketika marah? Dalam majalah-majalah itu yang Kibum tahu calon appa tirinya ini dikenal sangat pandai mengendalikan emosi, malah ada yang menyebutnya tidak punya emosi.
Apa selama ini Siwon menyembunyikan sifat aslinya?
"Baju Anda sudah siap Kibum-sshi"
Kibum terperangah saat menoleh ke tempat tidur tempat bajunya dihamparkan. Bagus sekali.
Disana, diatas tempat tidur telah tertata dengan rapi sebuah t-shirt blue dengan white cardigan dipadu dengan skinny jeans berwarna abu-abu.
Kelihatan santai, tapi tetap berkelas. Setidaknya itu yang ada dipikiran Kibum.
Kibum menyuruh maid itu untuk keluar sementara ia berganti baju. Sangat tidak lucu jika membiarkannya tetap didalam sini kan? Bagaimanapun juga Kibum namja normal. Iya untuk sekarang ini.
Setelah selesai ia duduk didepan meja rias, dan tak lama pintu kembali terbuka dan maid itu kembali masuk. Kibum mendesah pelan saat tiba-tiba rambutnya ditata olehnya yeoja itu.
Kibum menatap bayangan di cermin. Betapa beberapa helai baju bisa merubah penampilan seseorang. Yang ia lihat disana itu bukannlah Kibum yang terlihat seperti kutu buku.
Bayangan yang muncul dalam cermin didepannya itu adalah seorang namja manis berpenampilan modis, dengan pipi kemerahan dan rambut hitam berkilau.
"Rambut Anda sangat halus"
Kibum tersentak saat menyadari ia melamun sambil menatap bayangannya sendiri. Tunggu, sepertinya ada yang aneh, AH! Kacamatanya! Pantas saja penglihatan Kibum sedikit tak jelas dari tadi, ia melupakan kacamatanya.
Tapi ia tidak menemukannya dimana-mana. Benda itu hilang seperti tasnya tadi.
"Anda tidak boleh mengenakan kacamata itu lagi, begitu perintah Tuan Siwon kepada saya tadi. Sebagai gantinya beliau menyuruh Anda untuk memakai soft lens ini" pelayan itu membuka kotak kecil dihadapan Kibum.
"Hah?" Kali ini Kibum tidak bisa menahan kekagetannya.
Tapi maid itu tidak bereaksi apa-apa, setelah membantu Kibum memasang soft lens itu dia berpamitan dan melangkah keluar dari kamar.
Kibum termenung sendirian didalam kamar, teringat pesan Siwon tadi. Ah iya sarapan, mungkin Siwon dan ummanya sudah menunggu disana.
Kibum segera beranjak menuju ruang makan.
.
.
.
From The Darkest Side
.
.
.
TBC
.
.
.
YA ALLAH!
Perang batin bakal lanjutin ini FF apa enggak…
Tadinya pengen didelete aja karena katanya udah pernah ada yang publish dalam versi KyuMin, saya benar-benar hampir menyerah dan hapus FF ini. Ditambah lagi waktu itu kondisiku lagi drop banget karena sakit.
Saeng-ku aja nyaranin buat hapus aja untuk menghindari kontroversi, saya juga udah setuju, tapi kemudian ada review baru bertambah dan niat saya langsung berubah total!
Biarlah saya dihujat nantinya, tapi yang penting readerku tak ada yang kecewa... #hug atu-atu
Akhirnya setelah rapat panjang dengan nae dongsaeng hingga dia menyerah dan menyuruh saya untuk berbuat sesuka-ku, HAHAHAHAHA #dijitak
Tapi kemudian akhirnya saya putuskan untuk update, keras kepala memang, tapi biarlah. Jika nanti reviewnya semakin menurun tak menutup kemungkinan FF ini juga berhenti dijalan.
Maafkan saya karena terkesan egois T_T
#BOW
Baiklah, waktunya membalas review^^
Snowysmiles : Senang sekali salah satu author favoritku di FFn meriview, UWOOOOOOOOO~ (gak nyante). Saya juga suka karya-karya mba' Santhy, sebenarnya ada banyak novel-nya yang cocok di-FF-kan, tapi udah ada yang remake smua XD. Tapi aku beneran blum tahu ternyata novel ini pun udah pernah ada yang remake :'(. Karena saya gak nemu jejaknya. Benar banget, Andrew Choi, mudah banget yah ketebak? HAHAHAHA#plakk. Masalah typo memang kelemahanku -_- tolong maafkan. Thanks udah review^^. Review again please^_^
Mrs. EvilGameGyu : Saeng, aku lagi pegang kampak loh, mau? -_- Tapi thanks'lah udah mampir, review lagi ya pil? XD
BryanTrevorKim : Memang mba' Santhy itu penulis yang keren abis menurut saya^^. Maaf ya gak bisa update kilat . Tapi thanks udah review^^. Review lagi mau ya?
Seo Shin Young : Ntar deh, nanti bakal ketebak kok, ikutin aja XD#dorr. Iya saya juga sebel ama Hyori *misuh sendiri*, ntar Siwon yang ngurus Mbum, tenang aja… Huehehehehehe. Aduh typo lagi, makasih udah diingatkan^^. Maaf gak bisa update kilat. Review lagi ya? HeHe
100.001 : Hayo, siapa coba? Ini udah update, makasih udah mampir^^, review lagi ya?
lacie-song : Iya ini memang remake dari novel mba' Santhy, tapi saya bener-bener gak tahu udah pernah ada yang remake , seandainya saya tahu mungkin saya gak akan publish FF ini. Saran kamu udah aku pikir berhari-hari, ampe mesti rapat ama dongsaengku, dia juga nyaranin sama kaya kamu, hebat yah? HaHa#dilempar. Tapi saya memutuskan untuk melanjutkannya sesuai isi novel, maaf ya? Tapi tenang aja aku gak nganggep ini flame kok^^. Malah saya senang dengan saran kamu. Makasih udah review, review lagi yah kalau berkenan, hehe.
Another Girl in Another Place : Nama kamu sesuatu banget, beneran! XD. Terima kasih atas partisipasi kamu^^, seneng banget. HOH? Kamu udah pernah baca novelnya? Berarti udah ketebak dong…. Thanks udah review dan semangatnya, review lagi ok?
jiajia : Mungkin kamu benar, karena katanya memang ada yang pernah remake novel ini tapi menyerah karena bash dan flame. Tapi saya belum pernah nemu FF-nya jadi gak tahu. Makasih udah datang^^ Berkenan review lagi?
cho ri rin : Gak papa kok^^, saya sih senang-senang aja. Review lagi mau ya?
zheazz : Eh? Unni? O_o, saya 94 loh, kamu kelahiran berapa emang saeng? Tapi gak papa kok, saya senang dipanggil gitu, panggil Siput unn juga boleh (ngelunjak)#dihajar. Mudah ketebak kok siapa yang jadi Lucas, yang pasti gak jauh-jauh dari Siwon XD#dihajarlagi. Oh, yang Dating With the Dark kan? Udah kok^^ Ceritanya keren banget, tapi aku kurang tertarik buat ngeremake-nya, rasanya kurang cocok aja. Mudah-mudahan ada orang lain yang bersedia, semoga… Thanks udah review ^0^, review lagi ya?
hideyatsutinielf : Sampai separah itu? Parah parah parah *ngikut*#diinjek, ini udah lanjut. Review lagi ya? ^_^
8687 : Hubungan kasih tak sampai XDXDXD#kabur. Ini udah lanjut^^, review lagi ya?
bumranger89 : Boji~ *peyuk* Aku kira boji kurang minat ke rated M, jadi aku gak kasih tau ini ke boji XD *guling-guling* Aku takut ntar dimarahin Trias meoni :3. Boji tahu deh ntar siapa sosok itu, ikutin aja kalau mau XD. Review lagi boji ya? *puppy eyes*
Elfsnow : Review kamu sangat membangun buatku, makasih banget. Review kamu juga yang membuat saya langsung merubah tekat dan memutuskan untuk lanjut dulu. Insya allah saya akan kuat dengan semuanya^^ Sekali lagi makasih, review lagi ya?
Rikanagisa : Saya sangat terharu dengan review kamu, makasih T_T. Review kamu juga sangat membantu, hiks *hug*. Makasih udah mampir^^, review lagi ya?
Guest : Makasih^^ Review lagi ya?
wonkihaelove : Makasih^^, ini udah update. Review lagi ya?
Kim Eun Seob : Makasih, makasih… Tapi ini Cuma remake ._. Jadi pujian sesungguhnya adalah milik mba' Santhy… Review lagi ya?
Choi Hye Won : Gapapa, muncul tiap hari juga boleh… #EAAAAA #sandalmelayang . Wokeh ini udah lanjut, review lagi yak?
Sellinandrew : Makasih, tapi karena ini remake, jadi pujiannya buat mba' Santhy aja^^ Siapa ya? Kyu? #gakmungkin. Lanjut? Ini udah^^ Review lagi ya?
Najika bunny : Lipstick? Tapi aku gak nulis itu… Apa iya ya? Ah, sudahlah, makasih udah diingetin, hehe. Review lagi ya?
CheftyClouds : Wah, nebaknya ekstrim. Tapi baca aja dulu, ok? Review lagi ya?
Meskipun awalnya saya sempat menyerah, tapi saya memutuskan tetap maju dan bertahan. Mungkin nanti akan ada masalah, tapi saya akan coba menghadapinya… #tekadmembara
Thanks untuk semua support dan saran^^
Kalian adalah semangat Siput untuk meneruskan FF ini….
Follow PutPut_407 kalau berminat XD#dihajar
Baiklah! Sampai jumpa chap depan \(^0^)
