_FROM THE DARKEST SIDE_

Support By :

Qhia503

Cast :

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Kangin (Kim Young Woon)

Lee Hyori

And other cast

.

.

Main Pair : SiBum

Disclaimer : SiBum milik para shipper, dan saya adalah selirnya xD

A/N : Remake dari dari sebuah novel karya SANTHY AGATHA dengan judul yang sama

Rated : M

Genre : Mistery, Drama and sedikit Thriler

Warning : Boy x Boy / Boys Love / Shonen Ai / GaJe / Alur Gagal / Typo / Kehancuran Karya / Author Gak Beres

Summary : Kibum tidak pernah jika tindakannya ikut bersama sang umma menemui calon appa tirinya malah membawanya pada permasalahan yang rumit. Cinta dan obsesi dari dia dikegelapan…

.

Karena saya masih new, jadi mohon bimbingannya^^#bow

.

.

Jja, happy reading^^

.

.

Chapter 4 :

Pagi itu diawali dengan teriakan histeris seorang maid, dan kemudian semuanya berjalan begitu membingungkan bagi Kibum.

Dia terbangun karena teriakan itu dan langsung keluar kamar mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Di pintu dia berpapasan dengan sang tuan rumah yang sepertinya juga terbangun karena teriakan itu, bersama-sama dengan beberapa maid dan pelayan lain mereka melangkah kearah jeritan dan keributan yang mulai terdengar.

Siwon yang melangkah didepan Kibum terlihat sangat marah karena tidurnya terganggu dengan keributan yang terjadi.

"Apa-apaan ini kenapa…"

Diujung tangga langkahnya terhenti hingga Kibum menabrak punggungnya.

"…oh astaga… Kibum jangan…!" Siwon berusaha mencegah Kibum.

Tapi namja manis itu terlanjur melihatnya. Diujung paling bawah tangga, eommanya terlentang dengan posisi aneh. Tangan dan kakinya patah dan mencuat kearah yang berlawanan. Darah menggenang dibelakang kepalanya, dimulutnya, diwajahnya, didagunya hingga membasahi gaun tidurnya yang berwarna putih. Dan matanya melotot, penuh dengan ketakutan.

Tubuhnya langsung lunglai hingga Siwon harus menopangnya.

"Telepon polisi…" samar-samar Kibum mendengar suara Siwon member perintah kepada beberapa pelayan yang mulai berkerumun, "…dan panggilkan dokter" perintahnya lagi sebelum kesadaran Kibum menghilang.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Kibum terbangun dikamarnya, ia melihat sesorang sedang menunduk diatasnya. Dokter yang memeriksa Kibum tampak lega ketika melihat namja itu akhirnya sadar.

"Mr. Choi, dia sudah sadar…"

Siwon mendekat, wajahnya tampak pucat dan cemas.

"Gwaenchana?" kecemasan tampak jelas dimatanya, emosi pertama yang Kibum lihat dari Siwon sejak perkenalan pertama mereka.

"Hyori…" suara Kibum menghilang, matanya memanas.

Siwon menggenggam kedua tangan Kibum, tampak sedih.

"Aku menyesal Kibum-ah, aku sangat menyesal… Aku tidak tahu kenapa semua ini bias terjadi. Polisi yang memeriksa dibawah mengatakan kemungkinan Hyori terpeleset ditangga karena mengantuk… Aku…" suaranya tertelan, "…aku… menyesal Kibum-ah…"

Kibum mengamati kesedihan dimata Siwon dan air mata mengalir dipipinya.

Eomma telah tiada. Seberapapun buruknya hubungan mereka berdua, Hyori tetap eommanya, dan ia masih selalu menyimpan harapan kalau suatu saat nanti eommanya itu akan mencintainya. Sekarang Hyori telah tiada, dan harapan Kibum seolah-olah dipadamkan dengan kejam.

Tangis Kibum muncul, semula hanya isakan pelan, tapi makin lama makin keras tak tertahankan, dan Siwon langsung memeluknya untuk menenangkannya. Mereka berpelukan dalam kesedihan.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Siwon melangkah memasuki kamarnya, letih. Kibum sedah tidur , dokter terpaksa memberinya obat penenang karena Kibum tidak henti-hentinya menangis.

Polisi sudah membawa jenazah Hyori ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para pelayan dan maid langsung bergerak cepat dengan instruksi Kangin. Karpet yang penuh darah langsung diganti dan disimpan bersama barang-barang Hyori yang masih tersimpan di kamarnya dibereskan dan dikemas dalam satu kotak. Dalam sekejap rumah itu sudah tampak seperti semula, seakan-akan tidak ada yang pernah terjadi.

Sedikit masalah dengan wartawan, Siwon mengeryit. Mereka langsung berbondong-bondong mencoba mencari berita, seperti semut yang mengerubungi gula. Tapi pengamanan rumahnya yang ketat menyebabkan wartawan-wartawan itu hanya bertahan sampai pintu gerbang. Siwon hanya mengizinkan wartawan yang memperoleh kualifikasi dari kepolisian untuk meliput TKP.

Sekarang Siwon berdiri didepan cermin mengamati wajahnya dengan tajam.

Sosok didalam cermin itu tersenyum keji, sedikit mengejek pada Siwon, dia Andrew.

"Luar biasa… Akting yang sangat hebat Siwon-ah" gumamnya lambat penuh tawa.

"Brengsek!" Siwon memaki tak bias menahan amarahnya.

Andrew terkekeh, tidak bermaksud menyembunyikan kepuasaannya yang telah berhasil menyingkirkan Hyori. "Jangan marah padaku, bukankah aku sudah menolongmu? Kau tidak ingat yeoja itu kemarin menemukan album photo Kibum yang kau sembunyikan dikamar?"

"Tapi tidak harus dengan membunuhnya!" desis Siwon geram.

Andrew mengangkat bahu, "Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menutup mulutnya? Kalau dia mencari tahu sedikit lebih dalam, tidak menutup kemungkinan dia akan menemukan semuanya. Semuanya Choi Siwon, termasuk apa yang sudah kita lakukan pada harabeoji dan halmeoni Kibummie, dan kau pikir apa yang akan dilakukan Kibum kalau mengetahui semua itu? Aku melepaskanmu dari kesulitan dengan jalan termudah, kau seharusnya berterimakasih padaku" gumam Andrew sombong.

Siwon menatap geram pada bayangan didepannya.

"Ralat kata-katamu! Kau bilang 'Apa yang sudah kita lakukan…'? Kau yang melakukannya! Kau dengan kegilaanmu yang tidak punya rasa kemanusiaan! Jangan bertingkah seolah-olah kau telah menyelamatkanku! Kau hanya mencoba menyelamatkan dirimu sendiri!"

Senyum Andrew tak pudar juga meski dibentak seperti itu, malah semakin lebar.

"Menyelamatkan kita berdua Siwon-ah, ingat itu" gumamnya puas membuat Siwon kehabisan kata-kata.

"Aku tidak berniat melakukan itu pada harabeojinya, tetapi namja tua itu mulai menyadari tentang kita dan hendak membawa Kibum menjauh. Jadi aku harus menyingkirkannya, mengenai halmeoninya, dia terlalu ingin tahu sama seperti Hyori. Mengorek-ngorek informasi mengenai kematian suaminya. Aku harus bertindak. Memang kau punya cara lain?"

Siwon terdiam mendengar pertanyaan Andrew, secara tidak langsung membenarkan kata-katanya, Andrew tertawa keras. "Lihat kan? Kau tidak bias membantah, itulah kenapa kau semestinya berterimakasih padaku" Andrew terdiam menunggu.

Tapi Siwon tak bergeming sehingga Andrew terkekeh lagi, "Percuma mengharapkan terima kasih darimu" tatapannya berubah tajam saat ia berpikir, "Sekarang tanpa adanya Hyori, segalanya akan lebih mudah untuk mendapatkan Kibummie ku yang manis"

"Dia bukan milikmu!" potong Siwon marah.

Andrew menatap Siwon penuh perhitungan, lalu tersenyum, "Cemburu eoh? Kau juga menginginkannya kan? Aku tahu itu, tidak ada yang bias kau sembunyikan dariku. Aku bias merasakannya, perasaan ingin memiliki ketika kau menatap Kibummie dari jauh" tawanya membahana.

"Kita lihat saja nanti, Kibummie akan jatuh cinta pada siapa. Padamu yang kaku dan membosankan, atau padaku yang penuh pesona"

Ucapan itu bagai sebuah janji, menggema dari sudut yang gelap. Janji yang sangat menakutkan…

.

.

I'M SIPUT

.

.

Ketika Kibum terbangun, rasanya masih seperti mimpi, dia mandi, berpakaian dan berjalan seperti robot, mengeryit ketika menyadari bahwa tasnya benar-benar tidak ada. Dia harus pergi dari rumah ini segera. Selain karena dia sudah tidak memiliki urusan dirumah ini, kenangan akan tubuh eommanya yang tergeletak dibawah tangga dengan mata yang menyiratkan rasa takut yang amat sangat…

Kibum menggelengkan kepalanya mencoba mengusir pikirannya yang mulai melantur jauh. Suara gaduh diluar membuatnya tertarik, ia melangkah kepintu dan mengintip, tampak para pelayan dan maid yang sibuk kesana-sini.

"Kau sudah bisa bangun rupanya"

Suara itu membuat Kibum terlonjak kaget, dia menoleh dan disana sambil bersandar didinding lorong, dengan pakaiannya yang serba hitam, Siwon berdiri dan menatapnya geli.

Kibum menghembuskan napas panjang, astaga… Sepertinya namja ini memang sangat suka membuatnya terkejut.

"Oh Iya, saya…"

"Hari ini pemakaman Hyori, karena wartawan ada banyak sekali disana kusarankan kau tidak usah hadir, semua sudah diurus" sela Siwon seolah tak tertarik dengan kata-kata Kibum.

Kibum menelan ludah, kenapa namja ini tampak begitu dingin? Bukankah Hyori adalah calon istrinya? Bukankah seharusnya ada setitik perasaan sedih yang tersirat disana?

"Sebenarnya… Saya sedang berpikir untuk segera pergi dari rumah ini" ucap Kibum lemah, entah kenapa kehadiran Siwon yang hanya berdiri disana terasa begitu mengintimidasi.

"Waeyo?" alis Siwon tampak mengeryit.

"Karena saya sudah tidak sepantasnya tinggal disini, lagipula saya memang tidak berencana tinggal terlalu lama…"

"Tidak" suara Siwon berubah, kelam dan gelap. Ekspresi wajahnya pun berubah, seolah-olah orang lain yang berdiri disitu.

"Apa?" Kibum mengamati wajah Siwon, entah kenapa tiba-tiba ia merasa takut.

"Kau tidak boleh pergi dari rumah ini" namja itu melangkah maju dengan pandangan mengancam membuat Kibum reflex mundur karena takut.

"Kenapa?"

"Karena…" namja itu mengerutkan keningnya tampak berfikir, "…para wartawan masih berkeliaran mengawasi rumah ini, mereka akan memangsamu seperti pirnha mengerubuti mangsanya kalau mereka tahu tentangmu"

"Tetapi… Mereka tidak tahu tentang saya, saya akan menyelinap diam-diam dimalam hari, mereka mungkin akan mengira saya salah satu maid dirumah ini"

"Jangan merendahkan dirimu" Siwon mengerutkan keningnya, tak suka ketika Kibum menyamakan dirinya sebagai pelayan, "Eommamu sudah tidak ada, jadi tidak akan ada yang bisa merendahkanmu lagi. Aku sudah memastikannya"

Kibum menatap Siwon, dan mengerutkan keningnya lagi. Namja itu tampak berbeda, dia tampak menakutkan. Dan dia mirip dengan namja didalam mimpinya… Namja yang mengatakan bahwa namanya adalah Andrew…

Tiba-tiba perasaan takut menyelimuti Kibum, dan Siwon tampaknya mengetahuinya, entah kenapa namja itu tampaknya bisa mengendus ketakutan dalam diri Kibum.

"Waeyo Kibummie?" ada senyum disitu, senyum yang lembut tapi tampak menakutkan, "Kenapa wajahmu pucat? Kau teringat sesuatu?" namja itu melangkah maju, mulai mendekat.

"Ani… Aniya. Saya hanya sedikit pusing" itu memang benar, semua hal ini membuat kepalanya pusing.

"Karena itulah kau tidak boleh pergi dari rumah ini dulu. Aku tidak akan mengizinkanmu" Siwon berhenti mendekati Kibum untuk kemudian melangkah mundur, "Istirahatlah"

Dan dengan tenang namja itu melangkah pergi. Meninggalkan aura ketakutan memancar dibelakangnya.

.

.

I'M SIPUT

.

.

"Kau harus menyebarkan kabar itu kepada para wartawan" Siwon berbicara dengan dingin pada seseorang diseberang telefon, "Hembuskan kabar bahwa Hyori memiliki anak tidak sah"

"Apakah Anda ingin semua wartawan berbondong-bondong dating kerumah ini?" itu suara Taecyeon, salah satu anak buah kepercayaan Siwon yang sangat setia.

"Ya. Buatlah kekacauan. Aku akan memastikan Kim Kibum tahu tentang itu semua"

"Saya akan menyebarkannya. Para wartawan akan berpesta pora"

"Bagus" Siwon tersenyum, "Lakukan dengan baik"

Telepon ditutup dan Siwon menghela napas. Dia harus mempertahankan Kibum dulu dirumah ini. Setidaknya sampai dia bisa mengambil hati Kibum. Sampai namja manis itu tertarik padanya dan tidak mau pergi dengan kemauannya sendiri.

Tetapi hal itu tampaknya tidak mudah. Ketika Andrew muncul dan menguasainya, Kibum tampak ketakutan, Siwon memperhatikan ketika namja manis itu reflex melangkah mundur untuk melindungi dirinya dari aura mengancam Andrew.

Dia menatap kearah cermin dan melihat bayangannya. Bayangannya yang didalam benaknya kini tampak tersenyum mengejek dan tampak jahat, ciri seorang Andrew.

"Dia tidak menyukaimu. Kalau kau tidak mau membuatnya kabur dan lari ketakutan, kau harus menyingkir"

Andrew tersenyum sinis, "Dan kau pikir dia lebih menyukaimu?"

"Dia lebih tenang jika aku yang ada didepannya" Siwon menatap Andrew tajam, "Aku sedang berusaha membuatnya bertahan ditempat ini. Jangan mengacaukannya!"

Andrew terkekeh mendengar perkataan Siwon, "Aku tidak janji" lalu bayangan namja itu menghilang dalam kegelapan, dan Siwon menatap kembali wajahnya sendiri dicermin. Ia menghembuskan napasnya dengan kesal.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Siwon tidak memiliki Andrew didalam dirinya sejak lahir. Dulu dia anak yang normal dan biasa-biasa saja. Kemudian saat usianya enam tahun, disaat kedua orang tua kandungnya masih hidup, Siwon mulai merasakannya. Ada sesuatu yang gelap dan menakutkan tumbuh didalam dirinya. Sesuatu yang mengerikan dan jahat.

Dia pernah tersadar ketika memegang seekor kelinci yang telah dimutilasi dengan kejam. Kelinci itu masih utuh tapi tangan dan kakinya dipotong serta mata dan organ dalam tubuhnya dikeluarkan berceceran ditanah. Siwon yang masih berumur tujuh tahun tersentak dan membuang kelinci itu ketanah, ia berlari ketakutan.

Saat itulah pertama kali Andrew bisa muncul dan menguasai tubuhnya.

Kejadian-kejadian lain tak kalah mengerikannya. Andrew selalu membawa aura kemarahan dan kebencian. Dan selalu muncul disaat-saat yang tidak terduga.

Dimasa sekolah dasarnya, Siwon selalu di skors di sekolah untuk hal-hal kejam yang tidak dia ketahui. Memukul teman sekelasnya dengan penggaris logam, menggores pipi teman perempuannya dengan pisau cutter, membunuh anjing peliharaan penjaga sekolah yang selalu menggonggonginya… Dan semua itu bahkan Siwon tidak merasa pernah melakukannya.

Siwon kebingungan, merasa difitnah dan diperlakukan kejam oleh orang-orang disekelilingnya, semua orang takut kepadanya. Bahkan eomma kandungnya sendiri mulai takut padanya dan menjauhinya, bersikap gugup kalau Siwon ada didekatnya.

Begitu juga dengan appanya, yang memang sejak semula bersikap dingin dan menjauh. Meskipun ada perubahan besar dalam diri appanya, beliau sangat kejam dan tegas, dan tidak segan-segan memukul Siwon kalau ia melakukan sesuatu yang menurutnya salah dan tidak sesuai dengan keinginannya, tapi sepertinya appanya mulai berhenti memukulinya.

Pertama kali Andrew berkomunikasi padanya adalah suatu malam diusianya yang kesepuluh. Siwon melihat bayangan didepannya bisa membalas perkataannya dan memperkenalkan diri.

"Andrew imnida" katanya waktu itu, "Bisa dikatakan kita berbagi rumah yang sama"

Lalu semuanya jelas bagi Siwon, Andrewlah yang melakukan semua kekejaman itu. Andrew adalah sisi lain dirinya, altar egonya yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Namja itulah yang dirasakannya menyelinap bagai bayangan gelap dan menakutkan bertahun-tahun yang lalu, seakan menunggu saat untuk meledak dan menguasainya.

Siwon tidak mau Andrew lepas dan tidak terkendali lalu merusak hidupnya. Siwon selalu dengan sekuat tenaga berusaha menekan Andrew dalam-dalam, mengendalikannya, membuatnya tertidur jauh didalam dirinya.

Sampai kemudian kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan pesawat dan Siwon diambil oleh keluarga angkatnya, sebagai wali Siwon. Sampai dia berusia 21 tahun dan boleh menerima warisan keluarga secara hukum, yang ditunjuk oleh Appanya adalah sahabat mereka. Dan keluarga ini memberikan suasana hangat dan menyenangkan yang tidak pernah Siwon dapatkan dulu.

Bahkan Andrew pun sepertinya menyadari kebaikan hati keluarga angkatnya itu, karena dia jarang muncul dan memberontak. Semua tampak berjalan lancer, sampai suatu hari ia lengah dan Andrew berhasil menguasai tubuhnya. Lalu menciptakan sebuah kejadian yang membuat mereka berdua terobsesi pada Kibum.

Obsesi itu yang membuat Andrew semakin lama semakin kuat dan bisa muncul kapanpun sesuai kemauannya. Keinginan Andrew untuk memiliki Kibum begitu kuat hingga Siwon sendiri tidak mampu membuatnya tertidur lebih lama.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Andrew memasuki kamar Kibum dengan tenang dan langkah yang ringan, seperti yang biasa ia lakukan kalau menyelinap kekamar namja itu.

Kibum tertidur dengan lelap, mungkin obat penenang dari dokter itu membuatnya tenggelam dalam mimpi yang dalam. Bagus, itu berarti ia bisa leluasa.

Namja itu duduk dipinggir queen bed milik Kibum dan menyentuh permukaan wajah namja manis itu dengan jemarinya. Benarkah namja ini takut padanya? Kenapa Kibum takut? Dulu Kibum adalah satu-satunya orang yang melihatnya apa adanya. Mata polos itu dulu pernah menatapnya dengan penuh perhatian ketika dia pernah membunuh orang dengan mengerikan.

Bahkan waktu itu Kibum menawarkan plester untuk lukanya. Ia yang saat itu telah siap membunuh Kibum. Baginya tidak masalah membunuh anak kecil, apalagi ia seorang saksi mata. Tetapi dia mengurungkan niatnya. Sebuah tindakan yang konyol… Tetapi menyentuh hatinya yang gelap. Dan sejak hari itu ia sadar harus memiliki Kibum. Namja itu yang memberinya kekuatan. Membuatnya semakin lama semakin kuat. Hingga mungkin dia bisa menyingkirkan Siwon dari tubuh ini dan menguasainya sepenuhnya.

Andrew menunduk dan mengecup bibir Kibum yang tengah tertidur pulas. Jemarinya membuka kancing kemeja Kibum dan memilin niplenya dengan lembut. Gairahnya langsung naik seperti biasanya. Nafsu selalu bisa mengambil alih.

Bibirnya turun ke leher Kibum, meresapi wangi alami yang menguar dari dalam tubuhnya secara alami. Aroma yang selalu bisa menggoda seluruh syarafnya. Andrew mengecup mencoba mencecap setiap rasanya. Ketika bibirnya sampai kebagian dada Kibum, Andrew menyesapnya lebih dalam. Ia melumat kulit halus itu hingga meninggalkan tanda kemerahan disana. Kibum sedikit menggeliat dan mengerutkan kening dalam tidur. Andrew menegakkan tubuhnya dan tersenyum puas melihat hasilnya. Ini sama seperti seorang pejantan yang member tanda pada betinanya.

Dengan tenang ia kembali mengancingkan kemeja Kibum dan merapikan selimutnya. Dalam senyum ia kembali mengecup bibir Kbum sebelum berbalik dan meninggalkan namja itu dalam tidurnya yang lelap.

Sekarang sudah saatnya mengambil alih. Jika nanti waktunya telah tepat Andrew akan mengambil Kibum. Membuatnya tunduk dan mempermainkannya sesuka hati, sampai ia bosan.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Ketika Kibum bangun keesokan harinya, hujan turun dengan deras dipagi hari yang muram. Tetesan air menghantam kaca jendela kamarnya, membuat suasana makin gelap dan suram. Kibum melangkah turun dari bed. Biasanya sudah ada maid yang menyiapkan peralatan mandi untuknya, tapi kali ini tidak ada yang datang. Kibum berfikir mungkin Siwon hyung yang melarang mereka agar tidurnya tak terganggu.

Masih setengah mengantuk, Kibum melangkah gontai ke kamar mandi. Ia melepaskan pakaiannya dan berdiri tanpa busana dibawah pancuran air hangat. Ia sama sekali tidak berlama-lama dikamar mandi maka dari itu kali ini ia tak berendam di bathub. Selesai mandi dan merasa segar Kibum berdiri didepan cermin dan mengambil sikat gigi di pinggir westafel. Ia mulai menyikat giginya dan tertegun.

Di dalam pantulan dirinya ia melihat ada tanda merah yang sekarang sudah sedikit membiru di bagian bawah lehernya, mendekati dada. Ia menggosok tanda itu dengan bingung, tidak sakit. Apa ini bekas gigitan serangga? Kalau begitu kenapa tidak terasa gatal dan sakit?

Lama Kibum mengerutkan keningnya sambil memandangi tanda itu. Tetapi kemudian ia menarik napas dan melanjutkan menggosok giginya. Mungkin memang Cuma gigitan serangga. Pikirnya acuh.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Siwon hyung memintanya datang keruang keluarga setelah sarapan, jadi Kibum menurutinya walau ia enggan. Jujur saja, hanya berdua dengan namja itu terasa sedikit mengintimidasinya. Tapi sekali lagi, Kibum tidak bisa menolaknya.

"Kemarilah" namja itu menepuk sofa ditempatnya duduk dengan ramah, membuat mau tidak mau Kibum mengambil tempat duduk disampingnya.

Didepan mereka ada sebuah televise besar yang menyangkan berita gossip.

"Lihatlah berita itu" ucapnya datar.

Kibum melihat berita itu dan mengeryit. Sepertinya ia mengenal tempat yang sedang dikerumuni para wartawan itu… Bukankah itu rumahnya!? Kenapa? Kenapa mereka mengelilingi rumahnya?

"Entah darimana mereka mendapatkan kabar bahwa Hyori memiliki anak yang dirahasiakan" Siwon berbicara sambil mengamati berita ditelevisi. "Dan sekarang mereka menyerbu kerumahmu untuk mencari tahu. Untung saja rumah itu kosong karena kau ada disini, kalau tidak mereka akan menyerangmu"

Kibum masih tertegun. Tiba-tiba ia merasa takut, para wartawan itu sama persis seperti yang dikatakan Siwon hyung, mereka seperti piranha yang kelaparan, berusaha mengerubuti dan mengejar mangsa mereka. Hidupnya dulu tenang dan Kibum nyaman didalamnya. Kenapa sekarang jadi begini?

Siwon menoleh menatap Kibum yang masih terdiam. "Mereka juga berusaha mengejarku, tetapi mereka tidak bisa menembus pagar rumah ini. Kalau kau mengintip jauh keluar sana, kau akan tahu berapa banyak mobil yang terparkir disana untuk mencari informasi sekecil apapun" ia menarik napas panjang. "Mereka tidak tahu kau ada disini, jadi kau bisa aman berlindung sampai para wartawan itu tenang"

Kibum menghela napas panjang. Dia benar-benar ingin pergi dari rumah ini karena ia merasa tidak pantas dan tidak enak disini. Siwon hyung bukan siapa-siapanya, dan tinggal disini serasa menambah bebannya. Tapi kalau situasinya seperti ini, bagaimana ia menolak?

Kibum menghela napas panjang lagi, berusaha mencari cara untuk menghindar. Ia menatap Siwon ragu.

"Mungkin saya bisa mencari teman yang mau menampung saya sementara waktu"

Siwon terkekeh, "Aku yakin teman-temanmu tidak memiliki pagar kokoh dan tidak tertembus seperti milikku. Apakah kau ingin mengganggu kehidupan mereka dengan serbuan wartawan seperti ini? Mereka tidak akan berhenti Kibum-ah sampai mereka mendapatkanmu, berita terpanas yang tengan mereka kejar"

Kibum mengeryitkan dahinya, "Tapi saya tidak pantas tinggal dirumah ini karena saya bukan siapa-siapa anda dan-"

"Anggaplah aku temanmu okay? Rumah ini besar dan bisa menampungmu. Kau akan aman dan tidak aka nada yang tahu kau ada disini. Aku tidak merasa direpotkan dank au bebas pergi setelah keadaan aman. Dan berhentilah memanggil dirimu seperti itu, aku ini temanmu kan?" Siwon tersenyum lembut, "Aku akan menjagamu Kibum-ah"

Dan entah Kibum menyadari ada kejujuran yang tulus dibalik kata-kata Siwon hyung itu.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Akan tetapi Siwon hyung yang sekarang makan malam dengannya ini sangat berbeda. Namja itu berubah, ia seperti menyebarkan aura ketakutan yang sama seperti yang dirasakannya beberapa waktu yang lalu. Namja itu diam sepanjang makan malam. Hanya melirik Kibum sesekali dengan tatapannya yang tajam dan menakutkan, membuatnya merasa tak nyaman.

Siwon hyung tidak membuka percakapan, karena itu Kibum juga diam saja. Menatap para pelayan yang menyajikan sajian pembuka, utama dan kemudian sajian penutup. Ketika sajian penutup telah selesai dihidangkan Kibum menatap dengan gugup Siwon yang tampak menuangkan anggur kedalam gelas.

"Ak-Saya rasa… Saya akan kembali kekamar dan beristirahat…"

Namja itu diam saja, menyesap anggurnya dan menatap Kibum dari balik gelasnya. Semakin lama aura orang itu terasa semakin menyesakkan dadanya.

Kibum meletakkan serbetnya dengan hati-hati, lalu menundukkan sedikit kepalanya kearah Siwon kemudian dengan langkah cepat berjalan keluar dari ruang makan itu. Kibum berusaha secepat mungkin pergi dari sana, membebaskan diri dari Susana yang benar-benar tidak menyenangkan.

Ia sudah membuka sedikit pintu ruangan itu ketika tangan Siwon yang kuat terulur begitu saja dibelakangnya. Telapak tangannya mendorong pintu itu agar menutup kembali.

Siwon sudah berdiri dibelakang Kibum, begitu dekat hingga napasnya terasa dipucuk kepala Kibum dadanya hampir menyentuh punggung Kibum. Kibum berdiri dengan gugup menghadap pintu masih membelakangi Siwon. Jantungnnnya berdebar kencang.

"Kenapa kau begitu terburu-buru berpamitan Kibummie? Apakah kau takut padaku?"

.

.

From The Darkest Side

.

.

TBC

.

.

Holla~ Akhirnya Siput update juga ya ni FF^^

Entah kenapa semangat Siput akhir-akhir ini menurun buat nerusin FF ini, apa di discontinue aja ya? Tapi nanti banyak yang protes XD

Semakin banyak FF yang udah Siput publish jadi agak gimana gitu buat nerusin remake ni novel, apalagi ini masih panjang loh. Kalau di FF kan sekitar 18 chap. Gimana? Masih haruskah saya meneruskannya?

Nah buat kemarin udah review mian ya Siput gak bisa bales sekarang, karena ponakan Siput datang. Dan Lepi ini harus diumpetin buat sementara, karena kalau enggak bisa bahaya entar. Ponakan saya yang bungsu itu emang masih kecil, tapi semangat gamers nya ngalahin Siput. Jadi biarlah ia focus ama PS aja biar Lepi ini selamat XD

Thanks to :

CuteCat88 | Mrs. EvilGameGyu | bumhanyuk | iruma-chan | LyaxueSiBum | | UnyKMHH | Cassia Cinnamon | Lee bummebum | lacie-song | Mayasari | NicKyun | Kim Eun Seob | Tiemackh Charvoet | baekhyunniewife | kyurielf | gothiclolita89 | Kim Min Ah | Diitactorlove | Guest | dirakyu | bumranger89

See you (^0^)/