Desclaimer : SNK bukan punya Eqa!

fic pertama di fandom ini

Mohon bantuannya!

OOC berkeliaran layaknya kecoak di musim kawin

typo mungkin ada. gak suka close aja

kalau suka lanjutin dah..

Warning ! : AU, dan alur berubah-rubah! BL di next chapter!

-Shadow and Light-

Chapter 1 : Prolog

Para pelayan muda itu menyebut mereka dengan sebutan 'hantu kecil' karena mereka yang terkecil dan yang termuda, juga karena merekalah yang selalu berkeliaran di Mansion Duke Dot Pixis di malam hari. Mereka menyelinap di malam hari hanya untuk sekedar mencari udara malam ataupun mengintip dapur untuk mengambil makanan yang masih tersisa.

Dua orang bocah dengan umur sedikit berbeda jauh itupun juga melakukan hal yang sama, mereka datang ke mansion tersebut tepat dua minggu setelah perang telah selesai. Mereka salah satu dari sekian banyak 'pengungsi' dari perang di perbatasan. Mereka mereka melarikan diri dari kota-kota yang hancur menuju ke mansion ini untuk belajar membaca, menulis, dan keahlian lain yang diperlukan untuk bertahan hidup.

Satu bocah lelaki kurus pendek, dengan tatapan datar dan gaya bicara sedikit kasar -Rivaille namanya- dan bocah perempuan tinggi, sedikit chubby periang, selalu tersenyum tetapi usianya jauh lebih muda dari temannya -Eren namanya-

Dengan meringkup di balik lemari dapur dan mendengarkan gosip dari orang dewasa merupakan hal yang biasa bagi mereka sebelum menjalankan -aksi- mencuri makanan. Eren tak sengaja mendengar salah satu pengurus Mansion Duke berkata "Bocah yang bernama Rivaille itu jelek sekali! Tidak pernah memasang wajah tersenyum seperti bocah kebanyakan! Datar dan masan! Kau tahu? Seperti susu basi!"

"dan juga kurus!" celetuk sang juru masak "bahkan dia tak pernah menghabiskan makanannya"

"dia pintar"

"tidak, dia jenius"

"ia selalu membantuku membersihkan mansion kotor ini." tambah salah seorang pelayan yang duduk diantara mereka

"dia kuat. Bahkan mampu melindungi Eren"

"benar-benar unik"

Erenpun berjongkok mendekati temannya, "hey Rivaille... Kenapa kau tak pernah menghabiskan makananmu?" tanyanya dengan penasaran

"rasanya seperti lumpur." jawab singkat Rivaille

"menurutku enak!"

"karena kau memakan apa saja yang disajikannya"

Eren menggebungkan pipi Chubby miliknya, sesaat kemudian Eren terdiam antara kesal, malu, dan memikirkan perkataan sang pengurus "tapi kau tidak jelek. menurutku kau keren dan rupawan."

"ssstt!" desis Rivaille. Namun, dibalik kegelapan lemari, dia tersenyum tipis 'menurutku, kau sangat manis. Lebih dari gula-gula' batinnya


Pada musim panas, selama berjam-jam mereka akan mengikuti pelajaran dan mengerjakan pekerjaan sehari-hari, ditambah dengan ruang kelas yang mencekang. Takkala mereka melarikan diri untuk mengistirahatkan pikiran mereka

pergi kehutan, memburu hewan -Rivaille yang memburu dan Eren yang memasak-, pergi kesungai untuk bermain -Rivaille selalu menolak dengan alasan kotor-, berkhayal di bawah rindangnya pohon, biasanya Erenlah yang lebih banyak berkhayal sedangkan Rivaille asik dengan membaca buku sambil menyenderkan kepala di paha Eren.

Pada musim dingin, Duke Dot Pixis pergi meninggalkan rumahnya di kota Sina. Tepat disaat hari menhadi lebih pendek dan lebih dingin. Para pekerja di Mansion tersebut mulai longgar dan memilih duduk di depan perapian ataupun meminum Bir dan wine untuk menghangatkan diri

tetapi berbeda dengan kedua bocah tersebut. Mereka bersembunyi diruangan loteng yang tidak terpakai. Sekedar bermain atau hanya mencoba 'menghangatkan diri'

mereka ingat, hari ini adalah hari para Penguji penyihir itu datang.

Mereka bersembunyi diruangan tersebut, berharap lolos dari Ujian tersebut. Rivaille mencoba mengintip ke arah jendela dan segera menyadari ada sebuah Troika (kereta kuda) yang ditarik oleh empat kuda hitam.

"mereka datang..." gumam Rivaille

mengintip dari celah loteng, Eren melihat sang pelayan Mansion tengah menuangkan teh di hadapan tiga penyihir tersebut di ruang utama mansion. Dua penyihir duduk di dekat perapian sementara seorang lagi berbicara kepada Sang pengurus Mansion

"jadi, tahun ini hanya dua?" tanya seorang penyihir wanita berjubah merah dengan syal merah marun tersebut. Wajah Asian miliknya tampak sedikit kecewa

"ya." jawabnya singkat, " dua bocah laki-laki. Berusia empat belas dan delapan tahun. Kurasa... "

"kurasa?" tanya wanita tersebut

"saat kedua orang tuanya meninggal." jelas sang pengurus

"aku paham" penyihir pria berjubah biru tua yang sendari tadi duduk di tepi perapian. "dimana mereka sekarang?" tanyanya

Pria berjubah biru muda disampingnya menjawab dengan santai. "tak perlu dicari Marco. Mereka ada di sini." sahutnya sambil menunjuk kearah langit-langit "dan mereka mendengar kita"

Rivaille dan Eren serentak kaget. Mereka terdiam seribu bahasa. Marco menatap ramah ke langit-langit "kemarilah"

terlambat untuk melarikan diri

tidak ada jalan lagi

dengan Enggan, Eren bersembunyi di balik Rivaille. Muncul ketakutan yang menghiasi mereka. Saat tiba disana, sang penyihir wanita memberi isyarat untuk mendekatinya

"kalian tahu kami siapa?" tanya wanita itu pada mereka. Rambutnya hitam gelap, wajah Asian yang terpancar kuat dan sangat cantik menurut mereka

"Kalian monster!" sembur Eren takut

"monster?" desis sang wanita, "jadi ini yang kalian ajarkan pada bocah kecil seperti nereka?" geramnya sambil melihat wajah sang pengurus. Wajah pucat dan malu nenghiasinya

"tenang Mikasa.."

"kalau bukan monster, kalian siapa? Penyihir? Pelayan baru?" celetuk kasar Rivaille

"kami memang penyihir. Kami bertugas melindungi negara, benua dan kerajaan ini" jelas Connie

"kami datang untuk menguji kalian. Apakah kalian memiliki bakat penyihir atau tidak."

"Lalu jika kami adalah penyihir?" tanya Eren

"kalian yang beruntung akan dimasukan kedalam sekolah penyihir, dengan baju mewah... hidup damai dan..."

"dan menjadi budak raja? Hell no." celetuk kasar Rivaille

"itu benar." tak ingin berselisih Connie segera mendekati Rivaille "kita lihat saja..." sahut Connie menatap Rivaille santai

-TBC-

Hehe... Ini fic pertama Eqa di fandom ini. Mohon bantuannya! Pasti banyak yang bingung ya? Ngaku! Kalau bingung ntar chapter berikutnya Eqa jelasin! oh, Btw, Eqa juga ngepost cerita ini di grub FB RivaEre + EruMin FTW

minta ripiu ya! kalau bisa saran sih...