Huh . . . Maaf niy lama apded na. Cz banyak tugas niy. . .
Jdi,Capek bgtz dweh *CuRhaT na GiNa*
YuPz langsung kita mulai ajj dweh ! ! !
Chapter 3
Sakura terus menelepon Sasuke. Tetapi Sasuke tidak mengangkat teleponnya. Sakura hanya sedih mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Dia merasa bahwa Sasuke akan marah kepadanyadan tidak jadi mengenalkannya kepada orang tua Sasuke. Sakura tentu sedih. Bagaimana tidak,dia pasti di anggap oleh Sasuke bahwa dia selingkuh dengan bosnya,Gaara. Bagaimana cara menjelaskan kepada Sasuke bahwa dia tidak selingkuh?
Tapi,dia kan tidak selingkuh. Dia hanya diajak oleh bosnya untuk makan malam. Apa itu bisa disebut sebagai selingkuh??
-
-
Akhirnya Sakura memutuskan untuk tidur. Karena sudah jam 9 malam. Dia akan mencoba menghubungi Sasuke besok,siapa tahu Sasuke akan menjawab panggilannya. Sebelum tidur,Sakura berganti pakaian terlebih dahulu dengan piyama tidurnya. Setelah berganti pakaian,barulah Sakura memulai acara tidurnya.
-
-
-
"Sakura kita putus!!!" ucap Sasuke sambil melihat ke arah anak anak yang sedang bermain.
"Ta-tapi Sasuke,sungguh aku tidak selingkuh dengan tuan Gaara" Sakura membela diri sambil memegangi tangan Sasuke.
"Oh jadi namanya Gaara? Sudah kau jangan memegangi tangan ku! Aku tidak suka dengan orang yang suka selingkuh. Seperti kau ini Sakura" Sasuke menepis tangan Sakura
"Sasuke ku mohon! Aku benar benar tidak selingkuh dengannya. Kau bisa tanyakan langsung dengan dia!" Sakura membela dirinya -lagi-
"Sudah,aku tidak mau mendengar penjelasan dari mu lagi. Hubungan kita cukup sampai disini" Sasuke memutuskan dan mulai menjauh dari Sakura
"Sasu,tunggu!" Sakura berteriak sambil menahan tangan Sasuke yang sudah setengah berjalan menjauhi Sakura
"Lepaskan tanganku! Lepaskan!" Sasuke mulai menepis tangan Sakura untuk yang kedua kalinya.
Sakura hanya terisak dalam tangisnya. Dia terus memanggil manggil nama Sasuke.
-
-
"Tidak!!!" teriak Sakura yang baru saja terbangun dari mimpi buruknya.
"Huh. . Untung saja. Aku kira beneran" Sakura merasa beruntung karena itu bukan kenyataan. Ternyata dia bermimpi bahwa Sasuke memutuskannya.
Sakura kemudian berdiri untuk mengambil handuk. Dia masuk ke kamar mandi untuk mandi *Ya iyalah*
-
Setelah Sakura menyegarkan badannya,Sakura mengambil handphone nya dan mulai menghubungi Sasuke.
"Tut . . Tut . . Tut . . " terdengar NSP Sasuke *Hahaha* *Gila mode : On*
Kali ini telepon dari Sakura mulai tersambung kembali ke Sasuke.
"Halo" suara Sasuke mulai terdengar oleh Sakura.
"Akhirnya,Sasuke-kun mengangkatnya" Sakura senang,karena Sasuke sudah menjawab teleponnya.
"Hn. Ada apa?" suara Sasuke terdengar seperti merasa terganggu oleh telepon dari Sakura.
"Maaf Sasu-kun aku mengganggu mu. Sasu,kamu bisa tidak nanti siang ke taman yang kemarin lagi,di taman Indah Konoha? Ada yang ingin ku bicarakan denganmu" tanya Sakura yang mulai memainkan rambutnya dengan jari jari manisnya.
"Maaf,aku tidak bisa. Aku sedang banyak urusan di kantor ayahku untuk membantunya mengurusi hotel" Sasuke meminta maaf dengan nada yang dibuat lembut agar Sakura tidak mengetahui bahwa dia sedang marah.
"Oh ya sudah. Tidak apa apa kok,mungkin kau sedang sibuk. Ya sudah selamat mengerjakan tugas mu ya Sasu-kun!" Sakura memberi semangat kepada Sasuke.
"Hn" hanya itu yang Sasuke jawab.
"Bye Sasu"
"Bye"
Sakura merasa sedih dengan jawaban dari Sasuke yang tidak bisa pergi ke taman karena banyak urusan. Sakura merasa yakin kalau Sasuke sadang marah padanya. Dan Sakura juga yakin kalau Sasuke berbohong kalau dia tidak bisa datang. Karena pasti Sasuke saat ini tidak mau bertemu dengannya.
-
Jam sudah menunjuk angka 11. Sakura memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk belanja bulanan.
Sakura memakai T-Shirt berwarna putih dan memakai rok selutut berwarna hitam *bayangin ajj ya* *cocok gag siy? Biz bingung niy bikinnya. Aq tuh paling gag bisa kalo buat tentang pakaian*
Sakura bergerak ke arah pintu dan membuka pintu itu. Panas matahari kembali menembus kulit kulitnya yang mulus dan putih.
Sakura dengan riang pergi ke supermarket. Untung saja jarak dari rumah ke supermarket tidak jauh,pikir Sakura.
Tak terasa hari semakin panas. Jalan yang penuh -tidak seperti biasanya- dengan mobil dan orang orang yang berjalan di tepi jalan.
Akhirnya Sakura sampai di tempat yang bertuliskan "Supermarket Konoha". Sakura masuk ke tempat itu. Banyak orang orang yang mengambil barang barang yang mereka butuhkan. Pertama,Sakura mengambil mie instant, dll yang di butuhkan Sakura *Ketara males nulis niy*. Setelah memilih barang barang yang dia beli,kemudian Sakura menuju kasir.
"Semuanya jadi 30 yen" kata pelayan kasir itu.
Sakura mengambil dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang yen. Lalu mengasihnya kepada pelayan kasir itu.
Disaat Sakura sedang berjalan ke arah pintu supermarket itu,dia bertabrakan dengan seorang lelaki. Sakura terbelalak melihat siapa orang yang dia tabrak. Yaitu bosnya sendiri, Gaara. Sakura merasa mukanya memanas begitu melihat muka Gaara. Rupanya Gaara juga ingin berbelanja di supermarket itu.
"Mau aku antar kau?" tawar Gaara
"Tidak usah tuan. Rumah ku tidak terlalu jauh kok." tolak Sakura dengan suara selembut mungkin.
"Sudah,tak apa biar ku antar kau" Gaara tetap bersikeras untuk mengantar Sakura pulang.
"Baik kalau itu tidak merepotkan tuan" akhirnya Sakura mau juga setelah di paksa oleh Gaara.
"Itu sangat tidak merepotkanku" jawab Gaara sambil mengedipkan sebelah matanya. Sakura langsung blushing.
"Kalau begitu,kau mau kan menunggu ku berbelanja sebentar?" tanya Gaara
"Ya tidak apa" jawab Sakura sambil melihat jalanan.
-
-
Gaara telah membeli makanan makanan yang di butuhkannya. Dia berjalan dengan terburu buru agar Sakura tidak menunggunya lama untuk yang kedua kalinya.
"Maaf telah membuatmu menunggu lagi" Gaara meminta maaf sambil tersenyum ke arah Sakura.
Sakura hanya tersenyum. Kemudian Gaara merangkul pundak Sakura.
Disaat Gaara sedang merangkul pundak Sakura,ada seseorang yang mengawasi mereka. Sasuke mengawasi kedua orang yang baru saja masuk ke dalam mobil itu. Dia menatapnya tajam. Dia sudah dua kali melihat kejadian ini. Kekasihnya,Sakura dengan laki laki lain berjalan berduaan.
Mobil Sasuke kemudian melaju. Sasuke memutuskan untuk pulang ke rumah,sekalian untuk menenangkan diri dari kejadian tadi.
-
Sasuke sampai didepan rumahnya yang amat mewah dan besar. Dia sangat kesal melihat tingkah Sakura dua hari belakangan ini. Berjalan bersama seorang pria dan makan bersama. Tapi dia tidak berani mengatakan Sakura selingkuh. Belum pasti Sakura selingkuh,siapa tahu itu hanya teman kerjanya,pikir Sasuke.
-
Sakura tiba di rumahnya yang kecil. Dia mengucapkan terima kasih kepada atasannya itu. Kenapa dia senang sekali jika mengantarku pulang?,pikirnya.
-
Hari sudah malam. Sakura mengingat besok adalah hari dimana dia akan bertemu dengan orang tua Sasuke. Dia sudah tidak sabar sekali ingin bertemu. Sakura akhirnya tidur dengan damai
-
Sakura terbangun dari tidurnya yang lelap. Dia buru buru memasuki kamar mandi.
-
Sakura telah selesai mandi. Dia memakai baju T-shirt nya –lagi- dan celana pendeknya. Dia mengambil tasnya dan mulai bersiap siap untuk kerja di Bakery.
Masih jam 8 pagi,Sakura sudah siap berangkat. Padahal,Bakery buka jam 10 pagi. Hari ini dia sangat terburu buru untuk kerja,supaya dia bisa bertemu orang tua Sasuke –lagi-.
-
-
Sakura bekerja dengan giat. Pembelipun di layani dengan baik. Sampai sampai Ino berbicara, "Kau semangat sekali hari ini Sakura. Ada apa sih denganmu sehingga kamu jadi semangat begini?"
"Soalnya aku ingin pergi ke rumahnya Sasuke. Aku ingin dikenalkan dengan orang tuanya. Makanya aku terburu buru" jawab Sakura sekenanya.
"Oh" Ino hanya meng-oh saja.
-
Sakura ingin sampai dirumah dengan cepat,karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Sakura jalan dengan terburu buru.
-
"Huf. . . Akhirnya aku pulang juga" kata Sakura lega.
Dia langsung buru buru mandi –lagi- *kebanyakan kata 'lagi' nya ya*
Setelah itu,Sakura memilih baju yang cocok untuk dipakai.
Akhirnya dia mengambil semua baju baju yang ada dilemarinya dan melemparkannya. Dan akhirnya ketemu juga baju yang bagus untuk dipakai. Sakura langsung memakai gaun panjang selutut berwarna biru muda.
Dia membereskan kembali baju baju yang dia lempar itu kedalam lemarinya.
Dia pun menelepon Sasuke
"Halo Sasu. Kamu tidak lupa kan hari ini?" Sakura membuka percakapan yang diawali dengan tanyaan.
"Tidak kok. Aku akan menjemputmu sebentar lagi" kata Sasuke,dia melirik jam yang ada ditangannya. Jam 7 lewat 15.
Sasuke langsung menutup teleponnya. Dia keluar dari rumahnya dan mulai menaiki mobilnya.
-
Sasuke sampai didepan rumah Sakura,dia langsung mengetuk pintu rumah Sakura. Tok . . Tok . . Tok . . Pintu berbunyi tanda ada orang di luar sana.
Sakura langsung membuka pintu itu. Dan mendapati Sasuke yang sedang berdiri menatapnya.
Dia langsung mengunci rumahnya. Sasuke mengisyaratkan agar cepat.
Sakura langsung masuk ke pintu mobil dan duduk di samping Sasuke yang sedang menyetir.
"Sasu,aku senang sekali hari ini" kata Saku sambil tersenyum senang.
"Memangnya kenapa?" tanya Sasuke tetap melihat jalan
"Kan hari ini aku mau bertemu dengan orang tua mu" jawab Saku.
"Hn" Sasu menjawab singkat
-
Sasuke dan Sakura tiba didepan sebuah rumah yang besar. Sakura hanya menatapnya kagum. Sasuke langsung membuka pintu dimana Sakura duduk.
Sakura pun keluar dan terlihat sangat cantik. Dia langsung memikirkan bagaimana rasanya bertemu langsung dengan pemilik hotel bintang 5 terbesar.
Sasuke menarik tengan Sakura menuju pintu rumah. Sakurapun pasrah saja. Sasuke menekan bel. Dan keluarlah seseorang dari balik pintu.
Sakura pun mulai merasakan jantungnya berdetak dengan cepat. . .
"Bagaimana ini???" tanya Sakura di dalam hati.
Apa yang akan terjadi dengan Sakura???
To Be Continued . . . . .
Hai para pembaca
Ketemu lagi niy . .
Kalo chapter ini udah panjang belum???
Dan udah mendingan belum????
GiNa minta riviw na yha ! ! !
ThankZ For Reading
N For ReView
19 Maret 2009
00.50 am
