Italic = flashback
"Ayo harimau Uchiha… Tunjukkan taringmu.."
-
-
-
-
The Dark Scar of a Yakuza
A Fanfiction by Dheeantzz
Disclaimer : I didn't own Naruto, but this is my story!! XD
-
"Graaaaaaaah!!!" Tobi berteriak murka, berlari maju menuju lawannya. Mengibas-ngibaskan bilah samurai yang ia genggam dengan cepat. Butiran pasir di sekitarnya beterbangan seiring hentakan kakinya, berkumpul menyerupai kepulan asap, hingga sedikit mengaburkan pandangan. Tawa angkuhnya meledak ketika sang lawan terus menerus mengambil langkah mundur tanpa menunjukkan adanya tanda-tanda penyerangan. Tobi terbahak tiada henti, penuh kemenangan, menikmati dominasinya saat ini.
Ujung pedang itu seakan tertawa mengejek ketidakberdayaannya saat ini. Yang hanya bisa menjaga kuda-kuda dan mengambil langkah mundur, mundur, dan mundur. Ia bergerak ke sisi kanan, kemudian ke sisi kiri dengan langkah mundur, menghindari posisi terpojok. Tobi terus mengikuti kemana dia melangkah. Kibasan pedang itu semakin lama semakin tidak beraturan. Aura membunuh dari sang coyote terpancar kuat. Gerakannya semakin cepat dan tidak tau arah. Tidak sabar untuk segera menggores kulit keras lawannya. Mencabik-cabik tubuh Indahnya. Memotong lehernya. Kemudian memburai segala tindak penghianatannya pada klan.
Sasuke menatap tajam lawannya. Mundur, mundur, ia terus mengambil langkah mundur. Tidak peduli bagaimana manusia-manusia yang berkumpul di tribun itu menertawainya, mengasihaninya, menyumpahinya. Tidak peduli seperti apa wajah Tobi yang penuh dengan nafsu membunuh. Tidak peduli bagaimana ujung pedang itu menudingnya untuk menyerah kalah. Ia sama sekali tidak takut dengan coyote kecil seperti Tobi. Ia tidak takut dengan semua ini.
Yang ada hanyalah rasa benci yang mendalam. Rasa benci yang menutup segala pintu maaf untuknya. Ia ingat genangan darah itu, ia ingat butiran peluru itu, ia ingat wajah-wajah itu, dan ia ingat hinaan itu. Mata merahnya dipenuhi rasa benci. Betapa bencinya ia pada coyote dihadapannya ini.
"Hahahaha!! Mana Taringmu, Uchiha Sasuke!! Hahaha!! Ayo Tunjukkan padaku!!" tantang Tobi tanpa menghentikan gerakan tangan dan kakinya.
Sasuke hanya diam sambil terus melangkah mundur, mundur, dan mundur.
*****
"Ohayo… Sasuke", Bisik Hinata pelan di telinga Sasuke.
Sasuke terbangun dari tidurnya, ia membuka kedua matanya dengan berat, kemudian memalingkan wajahnya untuk bertemu dengan wajah istrinya. Ia tersenyum tipis, "Hmm…. Ohayo…" balasnya dengan suara parau. Mereka berdua masih berbaring di atas tempat tidur, di bawah selimut tebal. Cahaya cerah mentari pagi terlindung oleh segerombol awan kelabu yang menggantung di bawah langit. Udara dingin menyeruak ke dalam ruangan mereka. Titik-titik air hujan mengetuk-ngetuk jendela, kemudian mengalir pelan ke bawah dengan membawa butiran air yang lain.
Hinata tersenyum sembari mendekatkan dirinya pada Sasuke. Menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu. Memeluk tubuhnya. Aroma tubuhnya menguar, menimbulkan semburat merah di atas tulang pipinya.
"Dingin…", Bisiknya, mempererat pelukannya.
Sasuke tertawa kecil dengan kedua tangannya yang mendekap tubuh Hinata. "Sudah hangat?" tanya Sasuke sembari membelai rambut biru gelap Hinata. Senyum nakal khas pria merekat di wajahnya. Hinata hanya mengangguk dalam pelukannya. Keheningan menemani suhu rendah ruangan sejenak.
Sasuke hampir kembali menutup matanya ketika Hinata mulai menggeliat, mencoba keluar dari dekapannya. Pandangan mereka bertemu sejenak sebelum Hinata mencoba meraih tangan kanan Sasuke yang merengkuh tubuh mungilnya. Sasuke hanya menaikkan satu alisnya dengan menyeringai.
"Sasuke….", Bisiknya lagi seraya mengenggam tangan Sasuke.
Bola mata Sasuke membesar, "Hi.. Hinata.. kamu…", Ia tak melanjutkan kalimatnya, terfokus untuk melihat dimana tangan kanannya kini berada. Telapak tangannya tepat menyentuh perut istrinya, yang sedikit membesar. Hinata tertawa geli melihat ekspresi suaminya, ia mendekatkan wajahnya untuk meraih bibir Sasuke, yang masih terpana dengan apa yang ia lihat.
"Aku sangat mencintaimu, Sasuke…"
77777
"Bunuh dia Tobi!!.. Bunuh dia!!"
Teriakan-teriakan para anggota klan disekelilingnya membuat Obito mendengus kesal, sedikit terganggu walaupun ia berada di tempat khusus bersama beberapa petinggi lain. Ia melipat kedua tangannya sambil terus menyaksikan dua sosok yang sedang bertarung di tengah lapangan pasir itu.
"Siapa yang akan menjadi pemenangnya… harimau atau coyote…?", Suara berat bertanya dengan datar.
Obito menoleh pada Kakashi, yang duduk tepat disampingnya. Ia tampak tenang menyimak pertandingan ini.
"Hah.. seekor coyote.. dan seekor harimau….", Obito diam sejenak, kemudian tertawa dengan kalimatnya sendiri. "Hahaha! Tidak ada diantara mereka…" lanjutnya sambil mengelus dagu, "Ini sedikit berbeda, Kakashi"
"...", Kakashi menaikkan satu alisnya dengan heran. Namun, ia lebih memilih diam daripada meminta penjelasan lebih. Ia harus sabar menunggu. Menunggu kebenaran dari jawaban Obito.
"Ngomong-ngomong… dimana Rukudaime-sama?", Tanya Kakashi lagi, sembari melihat sebuah bangku kosong khusus yang terletak tepat ditengah.
Obito mengangkat bahu sambil memutar bola matanya, ia terkekeh. "Kau tidak usah mengajakku bercanda, Kakashi, kau tau keadaannya…Ia berbeda…", Jawab Obito sembari menyandarkan kepalanya dengan malas. Kakashi hanya mengangguk pelan dengan tawa kecil dibalik masker hitam yang menutup sebagian wajahnya.
"Ya… Berperasaan…"
Uchiha Clan Headquarters Main Building (Gedung Utama Markas Besar Klan Uchiha)
Sebuah ruangan.
"tak..tak..tak…"
Masing-masing piece shogi itu berpindah tempat secara bergantian. Dari petak yang satu ke petak yang lain. Ada yang pindah ke petak depan, ada pula yang mundur ke petak belakang. Posisinya terlihat tidak rapi sebagaimana biasanya orang-orang memainkan permainan ini. Dan memang, tangan itu memainkannya tanpa mematuhi aturan permainan.
Garis wajahnya nampak jelas di bawah kedua mata hitamnya yang mengarah pada papan shogi dibawahnya. Tangannya terus bergerak, memindahkan setiap piece-nya dengan sembarangan. Dia tidak ingin bermain shogi.
Bola matanya tidak bergerak sama sekali dari papan shogi. Pergerakan tangannya yang memindahkan setiap piece dengan cepat pun tak mampu menarik perhatiannya untuk bergerak sedikit saja. Bola mata hitam yang sudah kehilangan emosi. Terasa kosong. Dan mati.
To Be Continued
Publish : Saturday, April 25, 2009
Saya cut disini…. hiyay...! XD.. hoh, saya ngerjainnya lewat jam 12 malam... (saya kan kelelawar... XD) UN dah selesaaaai!! saya bebas begadang.. hihihi...
OH Oh.. siapa itu yang main shogi gak pake aturan? dasar buang-buang waktu... (dikemplang)
Oh iya, disini Tobi dan Obito itu bukan satu orang lho ya... Tobi ya Tobi.. Obito ya Obito... Uchiha Clan itu terdiri dari beberapa keluarga... untuk Obito, Tobi, Sasuke, dan Uchiha2 yang lain.. nama keluarga mereka memang sama dengan nama Clan.. yaitu Uchiha... =D setiap keluarga mempunyai pemimpin.. dan "Rukudaime-sama" itu Chairman aka Ketua paling tinggi Uchiha Clan.. Gitu?
*******************
Makasiiiii udah baca ini… makasi juga buat kawan2 yang udah mereview… XD.. saya senang sekali…. Review membuat hari-hari saya menjadi Indah… (hlah lebay dasar!!)..
Emm… btw, Udah nemu Intinya belom? (masang tampang innocent.. digampar sampe ke China)
Hihihihi…. Ini sedikit mencakup inti sih benernya (apa si?) saya yakin anda sudah mengambil point-nya.. (??) XD
R&R again?? saya butuh saran untuk cerita ini...
*******************
Curhat random : Grah graaaah!! tolong beliin saya Pe es 3!!! Yakuza 3!! Gua mau maenin Yakuza 3!! Bonyok kagak mau beliin.. Pe es bikin sesat! AAHh Sial!! ada yang tau gimana caranya dapetin uang cepet selaen ngandelin persugihan...?? T.T
