Chapter 2: Leader of the Darkness
" Dimana aku?" Tanya Sakura dalam hati. Dia seperti ada di dalam ruangan yang sangat gelap. Yang terlihat hanya tubuhnya sendiri.
" Sakura. Sakura…" terdengar suara wanita yang sepertinya pernah mendengar suara itu, tapi sepertinya juga tidak.
" Siapa di situ?" tanyanya.
" Apakah dia sudah bangun?" terdengar suara yang lainnya. Suara itu tidak pernah didengarnya. Sepertinya itu suara laki-laki, tetapi terlalu kecil untuk ukuran pria dewasa.
Sakura langsung terbangun dari tidurnya. Ia melihat kesekelilingnya. Kamar yang ditempatinya kotor, gelap, tetapi tidak segelap mimpinya. Lalu ia melihat ke luar jendela. Langitnya gelap, mendung dan berpetir. Lingkungannya tidak dikenal. Sepertinya ia berada di luar Konoha.
" Kurasa belum." Terdengar suara dari luar kamar. Sakura melihat ke luar dan ia melihat dua pria kerdil sedang berbicara di depan kamarnya.
" Hai…" kata Sakura menyapa keduanya. Tapi, tiba-tiba mereka lari melihat Sajura yang sudah bangun. Sakura masih heran mengapa mereka lari darinya.
Jam dua belas malam. Sakura masih belum tidur karena mengingat dia diculik oleh gargoyle. Walaupun saat jatuh ke dalam lubang Sakura tidak sadarkan diri, tapi ia melihat sosok gargoyle yang membawanya. Sebenarnya ia tidak percaya dengan kejadian ini. Tapi melihat dia berada di mana sekarang, ia yakin itu bukan hanya sekedar mimpi buruk.
Lalu, ia mendengar suara yang ribut dari luar istana. Ia melihat bermacam-macam sosok hantu dan monster. Ada goblin, tengkorak, zombie, manusia serigala, kurcaci, dan msih banyak lagi. Dia ingin menjerit, tetapi ia tahan karena takut saat mereka melihatnya menjerit.
Tok-tok! Pintu kamarnya diketuk.
" Putri Sakura? Anda sudah bangun?" kata seseorang sepertinya itu salah satu dari kurcaci-kurcaci tadi.
" Baiklah. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Bisakah kau ceritakan padaku?" Tanya Sakura pada kurcaci itu.
" Baiklah. Nama saya Yon. Ini adalah negeri bawah tanah."
" Apakah kau yang telah membawaku ke sini?"
" Bu… bukan. Bukan saya yang membawa anda kesini. Tapi gargoyle."
" Dia sepertinya orang yang baik…" pikir Sakura dalam hatinya. " Jadi katakan padaku. Sebenarnya siapa pemimpinmu yang membawaku kesini?"
" I…itu…aku tidak boleh mengatakannya."
" Tidak apa-apa…"
" Sebenarnya aku ditugaskan tuan untuk melayanimu selama kau disini…"
" Jadi, sebenarnya berapa lama aku akan disini?" saat itu keadaan benar-benar hening. " Tidak apa-apa kalau tidak dijawab."
"Sa…saya permisi dulu…"
Saat siang, keadaannya sangat sepi. Baik di istana tua itu dan di luarnya tetap terasa hening. Seluruh penduduknya tidur di siang hari dan keluar di malam hari. Hanya Sakura saja yang saat itu bangun. Karena bosan, ia mencoba berjalan-jalan di istana.
" Apakah Ino, Hinata, dan teman-teman yang lainnya khawatir, ya?" Tanya Sakura pada dirinya sendiri. " Kuharap tidak ada yang khawatir…"
Lalu ia mencoba berjalan-jalan ke bagian atas kastil. Saat hamper sampai, ia mendengar suara tertawa yang mengerikan dari lantai atas. Kakinya gemetar. Dengan cepatnya ia berlari menjauhi ruangan teratas. BRUKK! Dia seperti menabrak sesuatu, lebih tepatnya seseorang. Yang ditabraknya adalah seorang pria yang kira-kira seumurannya. Rambutnya berwarna gelap, berbaju serba gelap dan matanya terlihat dingin. Sakura jatuh saat bertabrakan dengan pria itu.
" Ma…maaf… aku sedang lari, lalu menabrakmu. Maaf, ya…" Kata Sakura gugup. Pria itu hanya berjalan melewatinya tanpa berkata apapun. " SHANNARROO!!! DASAR TIDAK PUNYA SOPAN SANTUN!!!" Kata nalurinya.
Sampai di kamarnya, Sakura hanya bepikir siapa pria tadi.
" Pria tadi siapa, ya?"
" HUH! TIDAK USAH DIPEDULIKAN PRIA SEPERTI ITU!"
" Misterius sekali pria itu…"
" INIKAN KOTA SETAN, MAKLUM SAJA!"
" Tapi, pria tadi keren juga, ya…"
" HEI! KAU KAN SUDAH PUNYA TUNANGAN! CHA! MAU SAMPAI KAPAN KAU MEMIKIRKAN DIA! BERHENTI, MENYEBALKAN!!!"
" Oh, iya. Kalau dia itu warga di dunia ini, kenapa dia tidak tidur, ya? Padahal, kata Yon, seluruh warga di dunia ini tidur di sinag hari dan keluar di malam hari. Tapi kenapa dia…"
"TOK TOK TOK!" Suara pintu kamar Sakura diketuk.
" Masuk." Kata Sakura. Yon datang. " Oh… kau tidak tidur, ya?"
" Tidak, Putri. Saya diperintahkan untuk menjaga anda, kan? Jadi selama anda tidak tidur, saya juga demikian."
" Wah, jadi merepotkan. Maaf, ya."
" tidak apa-apa, Tuan Putri…"jawabnya. " Jadi, saya rasa anda sudah melihat ke sekeliling, ya? Bagaimana rasanya?"
" Menyenangkan. Tapi… siapa pria yang tadi, ya?"
" P…pria yang m…mana?"
" Oh… tadi aku bertemu dengan seorang pria. Dia memiliki rambut berwarna gelap, dan matanya hitam pekat. Kau tahu siapa dia?" katanya.
" Eh… itu… maaf… aku permisi d…dulu…" kata Yon gugup. Entah kenapa. Sakura masih heran tentang pria itu. Apalagi setelah melihat reaksi Yon. Sebenarnya, siapa pria itu, ya?
Siang berikutnya, seperti siang yang sebelumnya. Sepi. Para penduduk negeri dunia kegelapan tidak ada yang bangun. Dan seperti sebelumnya lagi, Sakura berjalan-jalan, dia ke perpustakaan. Banyak buku disitu, tapi hanya satu buku yang dia cari; buku sejarah dunia kegelapan. Dia menemukannya.
Dunia Kegelapan terletak di dunia bawah permukaan bumi. Dunia ini hanya dihuni oleh berbagai macam monster serta hantu.
"Yup! Aku tahu hanya monster dan hantu yang tinggal disini, karena aku tidak melihat manusia sedikitpun!" nalurinya mengatakan demikian.
Penduduk di dunia ini tidur di siang hari dan keluar di malam hari.
" Itu sih juga aku tahu!"
Dunia ini diperintah oleh seorang penguasanya, yaitu vampir. Beberapa dari warganya memiliki sayap seperti kelelawar, dan beberapa tidak. Mereka dapat menghilangkannya saat tidak dibutuhkan, dan memunculkannya kembali saat dibutuhkan.
" di mana sayap saat ku butuhkan untuk kabur dari tempat mengerikan ini, sich!?"
Tapi, dunia ini merupakan kebalikan dari dunia di permukaan bumi,
" Eh…" saat itu yang berbicara bukanlah nalurinya, melainkan kata hatinya sendiri.
Beberapa warga di permukaan bumi memiliki sayap seperti malaikat, dan ada beberapa yang tidak. Di permukaan bumi, hal ini sudah dirahasiakan, dan hanya beberapa saja yang mengetahui ini.
" Pantas aku tidak menegetahui hal ini."
Dulu, dua orang putra raja terus bersaing memperebutkan mahkota sang raja. Sang kakak adalah seorang vampire, sedangkan yang adik adalah seorang malaikat. Yang menang akan menguasai permukaan bumi, dan yang kalah akan di kirim untuk memerintah dunia bawah tanah. Lalu, diadakan suatu pertandingan. Pemenangnya adalah sang adik, dia menang secara jujur. Akan tetapi, sang kakak merasa dicurangi, dan sepertinya dendamnya terus berlangsung lama.
" Oh aku mengerti sekarang! Karena warga penduduk merasa dendam kepada warga dunia atas, karena itu mereka menculikku sampai disini!" katanya.
" Benar." Kata suara yang muncul entah dari mana. Yang mengejutkan, muncul sosok tiba-tiba pria siang sebelumnya di depan Sakura begitu saja.
" kau… siapa…?" tanyanya.
" kau tak perlu tahu siapa aku." Jawab pria itu.
" Hei, kau! Kemarin itu sangat tidak sopan, ya! Saat ku berbicara masa' kamu hanya meninggalkanku begitu saja!?"
" Itu bukan urusanku." Jawabnya dengan dingin.
" GRRR…ORANG INI, YA! MENYEBALKAN! SHANNAARROO!" " Ayolah, masa' kamu tidak mau memberitahukan namamu?" katanya sambil tertawa kecil.
" Memang kenapa aku harus memberitahu namaku? Seperti itu urusanmu saja." Pria itu duduk di kursi depannya Sakura. Lalu Sakura menyembunyikan bukunya.
" Tentu saja itu urusanku. Kalau aku memanggilmu, masa' harus menamaimu 'kamu' atau 'orang tak dikenal'?"
" Kurasa kau ada benarnya. Namaku Sasuke Uchiha."
" Namaku Sakura Haruno. Hei, kenapa kamu tidak tidur? Ini siang hari."
" Aku, tidak bisa tidur." Dia mengatakannya dengan nada yang sangat dingin.
" Eh… Apa maksudnya?"
" Aku, tidak bisa tidur… dan tidak akan pernah tidur. Sampai aku membunuh pria itu."
" A…apa maksudmu, Sasuke-kun?" saat itu, Sasuke tidak menjawab. " Tidak apa-apa kalau kau tidak mau menjawab."
Tiba-tiba, seorang kurcaci datang ( tetapi bukan Yon).
" Tuan makanan anda sudah siap." Kata kurcaci itu.
" Baiklah. Nanti aku ke sana."
Sakura berpikir sebentar. Entah ada sesuatu yang mengganggunya. Kurcaci itupun pergi. Dan masih ada yang mengganggu pikirannya.
" A…AHHH…!!!" Teriaknya tiba-tiba.
" Ada apa, sih?" kata Sasuke dingin.
" K… kau…dipanggil tuan? Jangan-jangan… kau…"
" Apa?"
" Orang yang memimpin kerajaan ini, ya!?"
Sasuke tersenyum dingin padanya. " kalau iya, kenapa?"
Sakura langsung menarik kerah beju Sasuke dan marah. " Kau, cepat kembalikan aku pulang!"
" Bagaimana kalau aku tidak mau?"
" Aku suadah tau apa maksudmu membawaku kesini! Kau ingin membalas dendam, kan?! Karena dulu leluhurmu kalah dari leluhurku! Ayo, ngaku! Dasar VAMPIR!"
" Hn. Jadi kau sudah tau semuanya, ya?"
" Tentu saja aku tau! Memang kau pikir aku ini bodoh, ya!" Sakura langsung melepas kerah bajunya.
Tiba-tiba, dua orang pria seumuran dengan Sakura dan Sasuke menghampiri mereka. Yang satu memiliki rambutt pirang yang berantakan, memiliki tiga pasang garis di pipinya, dan matanya biru. Sedangkan satunya berambut hitam pendek, agak mirip Sasuke, dan matanya pun hitam.
" Hei, Saasuke-kun. Makanan kita sudah siap, Tuh!" kata yang rambut hitam. Lalu mereka berdua melihat ke arah Sakura yang sedang marah.
" Sasuke-teme. Gadis ini pacarmu, ya? Cantik banget lho!" bisik yang pirang ke Sasuke.
" diam, bodoh! Dia bukan pacarku, kok!" kata Sasuke kesal. " Kau ingat kan putri dunia atas yang pernah kita bicarakan? Ini orangnya."
" Hee, begitu! Ooh, jadi begitu, ya! Ya! Ya!" " Hei, namaku Naruto. Naruto Uzumaki."
" Kalau aku, Sai."
" Hmm… mereka tidak begitu buruk." Pikir Sakura. " Namaku Sakura Haruno."
" Hei, Sakura-chan. Kau cantik juga ya!" puji Naruto.
" Ahh, masa' sih? Kataku jelek, kok." Kata Sai.
"…" Sakura terdiam sebentar. " SHANNAROOO! SAI! AWAS KAU" Teriaknya. " SHANNARROOO! KATA-KATAKU KU TARIK KEMBALI! KATA-KATANYA TAJAM!!!" lalu memukul Sai.
" Hei, Sa…Sakura-chan. Tenang. Dia ini memang tidak punya emosi. Jadi dia tidak bisa memilih kata-kata." Naruto pun menenangkan.
" Iya, deh, iya. Katanya kalian mau makan, ya? Makan saja. Jangan nunggu aku."
" Paling hanya sebentar." Naruto membalas. " Lho, mana Sasuke-teme?"
" Dia sudah ke ruang makan." Kata Sai. " Ayo, kita ke sana juga."
" Ayo!" Jawab Sakura dan Naruto.
