Tie: "Akhirnya.. Update.. Juga..," *tampang ancur*

Di-chan: *kaget* "Ti! Kok tampang elo lebih mirip orang habis bangkit dari kubur?!"

Tie: "Maklumilah, gue habis ujian RSBI... Dan asal tau aja, nilai gue jelek!"

Gamma (Zombie Powder): "Makannya belajar!"

Tie: "Hi-hiyah! Gamma-kun, gue belajar kok!! Dua jam di bawah semburan AC yang bikin gue merem-melek sambil menggigil kedinginan!"

Hitsugaya & Di-chan: "Lha kok nilai lo jelek?"

Tie: "U-URUSAI!!" *blush*

Gamma: "Hayah, bilang aja gak belajar~"

Tie: *deathglare* "GUE BELAJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!!!" *ndobrak meja* "INI SEMUA SALAH LO TAU!!" *nunjuk Gamma*

Gamma: "KOK??!!"

Tie: "Pokoknya deh. Beidewei, karena lama gak update Tie bales reviewnya di PM! Silahkan periksa inbox masing-masing!! Dan... Berhubung ini tanggal 31 Januari... MARI KITA BERIKAN KADO BUAT BYAKUYAAAAAAAA!!!!"

Byakuya: "....," *no comment*

Tie: *sweatdrop*

Di-chan: "Ngomong dong Byacchan?"

Byakuya: "... Gue harus pergi..," *shunpo*

Tie: "LAH? BYAKUYA??!!! Hh, yaudah deh.. Yang penting kalian...,"

Gamma: "Enjoy this story!!"


BLEEEEEAAAAACH~!! BUKAAAN~! PUNYAAA~!! ~~~~!!!! ITU PUNYANYA OM TITE KUBO YANG SERING BIKIN AKU NGAKAK BACA ZBPD-NYA! XD!


Chapter 3

Go To Semarang!


Tiba-tiba Tie terbangun dari tidur nyenyaknya. Rupanya Andi sedang menyetir dengan ugal-ugalan (?). Kiki tertidur pulas, dan terlihat bekas "iler" di dagunya. Tie jijik ngeliatnya.

Tie melirik ke arah jam tangannya. Jam 5.

Pantesan Andi ugal-ugalan... Masih ngantuk kali... pikir Tie. Tiba-tiba, sepasang tangan seram dan dingin mencekik lehernya. Tie memegang tangan itu lalu melihat Die.

Ooh, rupanya... Die tertidur dengan gaya mencekek (?)! Dia bermimpi mencekek Aizen, sih...

"Bangun, nyong! Sakit euy!" bisik Tie sambil menyodok perut Die dengan jari telunjuknya. Die yang terkejut malah mempererat cekikannya.

"Di... Chan...! Bang..un..! Sakki..ttt!!!" kata Tie terbata-bata gara-gara dicekek Die. Dengan segala cara (nggak usah dibayangin), akhirnya dia berhasil melepaskan cekekannya Die.

Dia lalu melihat ke arah Hitsugaya.

WELEH! Apaan tuh? Gaya si cebol itu nggak mutu banget! Pikir Tie sambil tertawa kecil.

Memangnya gayanya Hitsugaya apaan sih?

Oh, rupanya, si Hitsugaya tertidur dengan gaya yang aneh, kepala dibawah dan kaki diatas membentur kaca jendela. Perutnya terlihat karena bajunya terbuka. Dia juga ngiler sampai lehernya (weleh).

"YA-HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!! INILAH GAYA MENYETIR YANG TOP!!" teriak Andi sambil memainkan stirnya ke kiri dan ke kanan.

Tiba-tiba di depannya ada kucing lewat. Andi langsung membanting stirnya dengan sembarangan ke arah kanan.

Bis bergoyang dengan ekstrim ke arah kanan. Alhasil... Penumpangpun jadi kacau!

"!!!" teriak Tie yang nyaris nyungsep ke tong sampah.

"!!!" teriak Die yang baru bangun dari tidur terkutuknya itu.

"KIM BUM! HELEP ME!" teriak Wulan yang lagi mimpi ketemu Kim Bum.

"WUADOOH!!!" rintih Ichigo yang ketiban Hitsugaya, Kira dan Ikkaku.

"NII-SAMAAAAAAAAAAAAA!" teriak Rukia yang nyaris jatuh ke wajah Byakuya.

"...," Byakuya hanya diam saja lalu menangkap tubuh mungil Rukia. Mata Rukia berkaca-kaca melihat aksi kakaknya.

"WUAAAAAAAAAAAAAAA! BANANA PRINCESS GUE KABUR LAGIIIII!! ZABIMARU SIALAN!!! BISANYA CUMA NYULIK BANANA PRINCESS GUE!!!" teriak Renji sewot sambil memegangi jidatnya yang benjol.

"Oh my god.. Gaya menyetir ugal-ugalan seperti ini sangat tidak cantik, Andi-san...," kata Yumichika centil.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!" Matsumoto terlempar kedepan, tepat di depan Hitsugaya yang menimpa Ichigo, Ikkaku dan Kira.

"ADOH! MATSUMOTO, APA-APAAN SIH???" teriak Hitsugaya sewot karena nggak sengaja kena tangannya Matsumoto.

"To.. Toushiro... Kira... Ikkaku... Plis deh... Tu... Turun dari badanku...," rintih Ichigo lemah.

"Ichigo-san! Gomen!" pekik Kira lalu menyingkir segera dari atas tubuh Ichigo. Ikkaku masih tertidur lelap dan... Ikkaku malah ngiler di bajunya Hitsugaya.

"GYAAAAAAAAAAAAAAA!!!! ALLAHUAKBAR!!! INALILLAHI!! SUBHANALLAH! !!!!!!!!" teriak Hitsugaya histeris. Ikkaku terbangun dari tidurnya.

"Ada yang manggil aku?" tanya Ikkaku sambil menghapus ilernya.

Tiba-tiba bis terbanting ke kiri.

"!" teriak Tie yang akhirnya nyungsep di tong sampah dengan tidak indahnya.

"!!! MAMIIIIIIIIIII!!! SETAAAAAAAAAAAN!!! HELP ME!!!" teriak Die.

"NOOOOOOOOOOOOOOOOOO~! KIM BUUUUUUUM!!!!" teriak Wulan dengan gajenya.

"INI TIDAK BAGUS UNTUK KECANTIKANKUUUUUUUUUUUUU!!!!!! AW!" teriak Yumichika yang ketiban Urahara. Urahara langsung melek terus merem lagi, ngorok pula.

"YIPPI! Sorry kalo gaya menyetirku gila, temen-temen!" kata Andi. Tie yang sudah setengah modar langsung menghajar Andi. Alhasil bis terus melaju dengan ugal-ugalan. Beruntung nggak ada mobil lain yang lewat sana.

"Huff! RASAIN!" teriak Tie sewot. Wajahnya merah karena marah.

"Sudahlah... Nih. Kita udah nyampe di SEMARANG!" kata Andi semangat. Wajah Tie langsung berbinar senang.

"YA-HAAAAAAAAAA! AKU RINDU KAMPUNG HALAMANKU! I LOVE THIS PLACE~~~~!!!!!" teriak Tie dengan gaya lebaynya. Andi yang merasa lebaynya tertandingi langung adu lebay-lebayan bersama Tie.

"Whatever, deh...," gumam Wulan.

"Baiklah, everybody, WELCOME TO SEMARANG!" kata Luthfi semangat sambil mengobarkan bendera babi-nya.

"Nah, sekarang mau kemana dulu?" tanya Tie.

"Mm... Memangnya ada obyek wisata apa aja?" tanya Ikkaku.

"Hm.. Disini, ada pantai Marina, terus ada kolam renang water blaster, terus, kalo mau belanja macem-macem, ada buanyak mal-mal di deket simpanglima, ada masjid Agung yang gede, megah dan bersih, terus, terus... Disini, mah, enaknya wisata kuliner...," jelas Tie.

"MAKAN! AKU MAU MAKAN!!!" teriak Luthfi senang.

"Hmm.. Iya juga, nih, kita kan belum sarapan... Yuk, kita makan soto! Habis itu, kita ke pantai Marina, oke?" ajak Tie semangat.

Andi langsung mengarahkan bisnya ke sekitar perumahan Puri Anjasmoro (rumahnya author! XD), yang dekat pantai Marina.

Di sana, mereka lalu makan soto.

"Hmm... Udah lama juga nggak makan soto~ Hiks!" gumam Tie sambil makan soto dengan lahap.

"Hmm, enak, ya, Ti! Lebih enak lagi kalo kamu yang traktir," canda Wulan sambil membayangkan kalo dia lagi duduk di sebelahnya Kim Bum terus disuapi sama Kim Bum.

"Hm... Lebih enak kalo dikasih sambal...," kata Byakuya sambil memasukkan sambal 1 botol ke sotonya. Wajah Tie dan Renji langsung memucat.

"Tie mau..?" goda Die sambil memegang botol sambal. Tie langsung menggeleng cepat.

"Jangan kasih sambel ataupun cabe 1 potong pun! NGERTI?" kata Tie dengan wajah angker-nya.

"Yes, ma'am...," kata Die ketakutan. Tie langsung melanjutkan makannya dengan santai. Die juga kembali menekuni makannya dengan ganas dan tidak enak dipandang mata.

"Euh.. Jorok kamu!" kata Andi dengan tampang lebaynya. Andi lalu makan dengan ganas.

"Padahal sendirinya juga ganas..," gumam Wulan yang kecipratan kuah sotonya Andi.

Urahara menatap soto yang ada di depannya. Di otaknya terbayang berbagai eksperimen yang bisa dia lakukan dengan soto itu. Contohnya, gikongan rasa soto (hah? Gimana atuh?).

"Hmm... Jadi ini yang namanya soto...," gumam Yumichika sambil terus makan. Tiba-tiba dia ngaca di kuah sotonya. Ikkaku yang lagi niup-niup soto yang emang masih panas itu kaget.

Berarti kuah soto ini lebih kinclong daripada botakku yang mulus dan PERFECT ini? Shit! Umpat Ikkaku dalam hati. Dia bersumpah kalau mampir ke toko dia bakalan beli pilox bening yang extra kinclong dan juga so klin lantai untuk keperluan kekinclongan botaknya.

Rukia terus menatapi sotonya, tapi nggak dimakan. Ichigo yang melihatnya menjadi heran.

"Rukia, kok kamu nggak makan?" tanya Ichigo sambil mendekati Rukia. Rukia lalu menatap Ichigo.

"Aku mau kamu suapi aku...," kata Rukia memelas. Ichigo syok mendengarnya. Ichigo terus kejang-kejang, terus sangkaratul maut, terus mendadak kebakar, terus mati, terus dicium Rukia. Ya nggak, lah. Boong gue..

"Rukia, ini di tempat umum tau! Mana mungkin aku bisa menyuapimu..," bisik Ichigo grogi. Wajahnya merah.

"Kurosaki, apaan nih yeee...," cibir Hitsugaya sambil memasukkan sebongkah es batu yang lumayan gede ke sotonya.

"Es batu? Buat apa?" tanya Wulan heran.

"Ya jelas buat ndinginin sotonya lah! Panas banget tau!" kata Hitsugaya. Tie dan Die tertawa geli.

"Kenapa ketawa?" tanya Ikkaku.

"Ha- Habis... Masa' soto dikasih es sih... Jadi inget dulu ada adek kelas yang masukin es batu ke soto.. Dan alesannya sama..," kata Tie sambil menahan tawanya.

"Jadi aku disamain sama anak kecil, gitu?" tanya Hitsugaya sinis. Tie tambah geli mendengarnya.

"DASAR ANAK KECIL! BWAHAHA-UBH!!" Kata-kata Tie terhenti karena Die memasukkan sebongkah es batu dengan tiba-tiba ke mulut Tie.

"Sudahlah, cepat makan dan kita akan melesat ke pantai Marina," kata Ichigo santai.

Tak lama kemudian, mereka selesai makan soto dan mereka menuju ke pantai marina.

Sesampainya di pantai marina...

"Hue! Kok pojokannya kotor sih? Ini bener-bener... Nggak cantik..," keluh Yumichika.

"Hiks! Kalau pantainya kotor begini, aku nggak bisa berjemur, dong?" keluh Matsumoto.

"Arrghhhh~ Kalau terlalu kotor gue nggak bisa ndangdutan dengan sukses~" keluh Urahara sambil menyilangkan tangannya. Semuanya sweatdrop.

"Yah, habis, gimana lagi, nggak ada yang mau ngerawat pantai ini dengan bener, sih...," kata Tie. Die lalu menarik tangan Tie, Wulan, Andi, Kiki dan Luthfi.

"Tie, Wulan, Andi, Kiki, Luthfi... KITA BERESIN YUK!" teriak Die dengan semangat. Tie, Wulan, Andi, Kiki dan Luthfi setuju.

Mereka lalu berlari ke sudut-sudut pantai dengan kecepatan Eyeshield 21. Dengan kecepatan kilat itu, pantai marina pun menjadi sangat bersih.

"He.. Hebat.. Impossible...," gumam Ikkaku. Hitsugaya, Ichigo, Rukia, Urahara dan Byakuya langsung memakai kacamata hitam.

"Lha? Napa kalian?" tanya Ikkaku heran.

"Kepalamu, tuh, terlalu kinclong. Sakit nih, mataku!" omel Rukia sewot.

"Hahaha.. Kan lumayan bisa bercermin disana.. Ohoho...," kata Ikkaku sambil tertawa horor. Yang lain hanya bisa sweat drop.

"I.. Ikkaku kesambet..," kata Tie sambil begidik ngeri.

"Udahlah, gue cuma bercanda, cuy," kata Ikkaku kemudian. Jiakakakakak... Rupanya botak gue masih lebih kinclong daripada kuah soto tadi..

"Oke, silakan main! Kebetulan pantainya udah kubersihin," kata Tie. Tanpa ba-bi-bu, Renji langsung lari-lari gaje sampe nyungsep di pasir dan terguling-guling dengan gajenya. Luthfi langsung ngakak gaje sampe dipukul sama Tie.

Habis itu, dengan segala kelebayan dan kegajean yang mereka miliki, mereka main-main di pantai itu dengan puas. Bahkan mereka bikin istana pasir.

Urahara dengan lebay dan gajenya ndangdutan. Ichigo, Rukia, Hitsugaya sama Ikkaku sampai ngakak liat Urahara.

Tiba-tiba, seorang wanita cewek (ya iyalah! Masak wanita cowok?) berkerudung dan berbaju lengan panjang garis-garis mendekati mereka..

"Eh, kamu Tie, 'kan?" tanya cewek itu sambil nyolek matanya Tie. Ya nggak, lah, cuma nunjuk Tie doank.

"Iya.. Eh, kamu Mss, khan?!" pekik Tie senang. Tie langsung memegang tangan cewek itu, lalu dengan kekuatan gila nan luarbiasa, orang yang didakwa (?) bernama Mss itu digoncang-goncangin Tie sampe hampir modar.

"Ti.. Tie, gak usah lebay..," kata Andi sambil sweatdrop. Kelakuannya Tie yang gaje nan lebay itu bikin Andi jadi jijik.

"Eh, kalo kamu Die, khan? Terus, yang pake kacamata dengan wajah bloon itu Luthfi, terus yang pasang tampang jijik itu Andi, terus yang pasang tampang mencurigakan itu Kiki, dan yang rambutnya dikucir ke belakang itu Wulan, 'kan?" tebak Mss.

"Yak! Kalo aku udah kenal belom?" tanya Renji harap-harap cemas. Dia mendadak jatuh cinta sama Mss (maafkan saya, Mss!!).

"Ya iya, lah! Masak nggak kenal..," jawab Mss sambil tersenyum lembut. Renji langsung nosebleed dan pingsan.

"Weh, Renji nosebleed," gumam Ichigo. Dia lalu nolek-nyolek hidungnya Renji pake kayu yang ada.

"Mss, main, yuk! Kebetulan aku lagi mau main bola, nih," ajak Tie.

"Oh, oke... Let's go!" kata Mss.

Mereka semua lalu bermain sepak bola. Matsumoto, Rukia, Urahara, Byakuya sama Renji nggak ikut. Byakuya lagi membuat istana pasir yang perfect. Urahara masih ndangdutan. Renji masih pingsan.

Die lari-lari karena kebingungan. Dia lalu langsung mengoper bolanya ke Tie.

"Heyah! TIE KICK!!" teriak Tie. Bola yang ditendang Tie melesat tinggi sampe kena tangannya Yumichika.

"Kyaa! Tidak! Aku kotor!! Aku jadi... Tidak cantik!!" teriak Yumichika. Tie sweatdrop.

"Good job, Tie!" kata Wulan sambil lompat-lompat. Tie senyum-senyum gaje, terus mereka main lagi.

"CIAT!" teriak Ichigo sambil menendang bolanya. Secara nggak sengaja bolanya nyasar dan kena punggungnya Urahara yang masih ndangdutan dengan gajenya. Urahara langsung jatuh dan nyungsep di pasir.

"WHAT THE ***L!" teriak Urahara sambil memegangi puggungnya. Wajahnya penuh dengan pasir basah dan kering. Ichigo langsung bungkuk-bungkuk, minta maaf.

Tiba-tiba...

Mereka semua merasakan reiatsu yang lumayan kuat di dekat mereka.

"Hollow....!!" gumam Yumichika. Renji yang pingsan langsung bangun dan lari menghampiri Mss.

Pokoknya Mss nggak boleh luka sedikitpun!!! Batin Renji dengan mata yang berapi-api. Mss kaget liat Renji yang lompat-lompat dengan gaje di depannya.

"Cih, kalo gini, sih.. Luthfi! Yang biasanya!!" teriak Tie. Luthfi yang lagi mau nelepon Tania pun kaget. Dia lalu celingak-celinguk, dan akhirnya tahu apa yang terjadi setelah dikirim deathglare sama Wulan.

"Yang biasanya.. Siap!" teriak Lutfhi sambil berlari. Die langsung berlari mendekati Tie.

"TIE, DIE, TANGKAAAAAAAAAAAAAAAP!!" teriak Luthfi sambil melemparkan 2 buah... Kelapa...?

"Kepala? Eh, kelapa?" gumam Urahara yang masih dangdutan. Urahara langsung ditendang Byakuya pas di selangkangannya. Urahara yang bernasib sialpun kini guling-guling sanbil meratapi nasib selangkangannya yang ditendang Byakuya.

"Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~!!!" teriak hollow itu. Tie sweatdrop mendengar terikan hollow itu.

Tu hollow gak waras ato gimana sih? Teriakannya gaje banget.. Kayak Luthfi yang gue dorong sampe guling-guling itu... batin Tie sambil memposisikan kelapa yang dilempar Luthfi tadi di depan kakinya, begitu juga dengan Die.

Luthfi segera menjauh dan menyeret Urahara yang sial itu ke tepi pantai dan menasehatinya ala orang tua (kebalik, bu!).

"Siap, Di?" tanya Tie dengan wajah seram. Die tersenyum ala setan dan mengangguk.

Tie dan Die memulai aksinya, mereka berteriak;

"TIE-DIE TWIN KICK!!!". Dan kelapa itu melesat ke arah kepala hollow gaje aneh sialan itu dan membuat topengnya retak. Seketika hollow itu hilang.

"NICE KICK~!!" teriak Tie sambil memeluk Die yang sekarang megap-megap kehabisan nafas. Dan akhirnya mereka terus bermain sampai sore.

"Tie, Die, dan kawan-kawan, aku pulang dulu, ya!" pamit mss sambil tersenyum manis. Renji langsung blushing lagi.

"Kapan-kapan kita main bareng, ya??" tanya Tie dengan mata berbinar-binar. Mss tertawa lalu mengangguk.

Setelah mss pergi, tiba-tiba Wulan yang dari tadi diam angkat bicara.

"Anu, teman-teman...,"

"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!!!!" teriak mereka semua minus Tie dan Die histeris. Wulan hnaya tersenyum kecut.

"Maaf, ya! Aku harus pindah ke Bandung, jangan sedih, ya!" kata Wulan sambil tersenyum manis.

"Wul, ntar main lagi, ya! Aku bakal kangen nih! Huhuhu!" kata Tie sambil terisak lebay. Wulan terawa.

"Tentu saja!" kata Wulan. Tak lama kemudian Wulan meninggalkan mereka.

"Oh, yaa, teman-teman, karena Wulan pergi, jadi kita kekurangan satu orang TL, kan? Ini dia penggantinya..," kata Tie sambil mendorong Die. Di belakang mereka muncul seorang wanita berjilbab yang kelihatan tomboi sedang tersenyum ala Hiruma.

"Perkenalkan! Namaku Alifa Sekarputri atau kalian bisa panggil Sekar! DAN MULAI HARI INI AKU AKAN MENJADI TOUR LEADER KALIAN! YA-HAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!" teriak Sekar sambil bergaya ala Hiruma.

"YAY! ADA ORANG FREAK LAGI!!" teriak Tie dan Die senang. "Ngomong-ngomong, besok kita akan ke Jogja, lho!!" kata Andi sambil memperlihatkan cengirang khasnya. Lewat beberapa detik saat Sekar, Tie dan Die duet setan, Luthfi, Ichigo, Urahara, Renji, dan semua shinigami yang ada sweatdrop dan berteriak,

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!!! KITA DAPET ORANG FREAK GAJEEEEEEEEEE!!!!"


To Be Continued


Tie: "Selesai juga chapter 3 yang gaje ini. Pendek banget yah?" *garuk-garuk kepala* "Dan buat Ai_69 alias Sekar, selamat! Anda saia masukkan dalam fic paporit anda ini!!" *evil smile*

Luthfi: "NOOOOOOOOOOOO! KENAPA HARUS SEKAAAR!!"

Tie: "Karena gue pengeeen banget NYIKSA ELO!!" *nendangin Luthfi*

Gamma: "Woi, stop, stop, anak orang,"

Di-chan: "Ahahay, udah dua orang ini gak usah dipeduliin, yang penting kalian itu-"

Tie: *motong* "REVIEEEEEEEEEEEEEEEW!!"