Oke guys chapter 2 selesai… wkwkwkwkwkw
Bentar deh mss ma u ngomong bentar…
Kali ini mss bakal gak muncul di fic… soalnya kalo dipikir-pikir ganggu banget…
Maaf ya para pembaca.. bagi penggemar mss jangan kecewa besok bagi-bagi tanda kaki kug..-dibuag ke samudra atlantik-
Oh ya maaf ya kalo nanti hampir semua tokoh disini OOC banget (ooc apa occ apa coo) banget…. Maklumilah..
Oke deh langsung aja dari pada bertele-tele…
Fic ini punya mss cerita punya mbak Ayumi shiina –terimakasih telah membuat ending cerita kesukaan saya gantung!!!-
Dan tokohnya punya om tite kya!!!
Begin!!!
Esoknya.. anak-anak SMA Karakura membicarakan kejadian kemarin, kejadian anak baru yang menentang Kaien, yang masuk Grey pokoknya kejadian kemaren yang ada hubungannya ma Rukia. Banyak yang bertaruh berapa hari anak itu a.k.a Rukia bakal bertahan.. 1 hari, 2 hari..
Rukia masuk ke sekolah dengan pakaian bebas… saat ia mulai masuk gerbang diliatin di koridor diliatin… pas dia di toilet pun diliatin…
'Risih banget gue kayak orang dari planet lain'
Rukia berjalan menuju kelasnya dan bertemu dengan seseorang yang berambut merah panjang mukanya gak keliatan soalnya ia memungguNgi-halah bahasanya- Rukia…
Rukia pengen nanya kelas 10-3 tuh dimana jadi…
"Permisi mbak mau nanya kelas 10-3 dimana ya.." Rukia mendekati mbak-mbak itu..
Mbak-mbak itu balik dan ternyata..
Renji!!!
Rukia melongo bentar…
"elo Renji? cantik banget" Rukia memuji tanpa nada menyindir
"Loe bilang gua cantik, sialan loe…" bentak Renji sambil ngiket rambut panjangnya
"Loe jadi cewe cocok banget tau gak" Rukia memuji lagi gak maksud nyindir..
Renji manyun…
"Tadi tuh gue lupa ngiket rambut soalnya buru-buru banget.." Renji menjelaskan paginya yang gila karena ban sepeda motornya ternyata bocor, bensinnya dicolong orang dan ikat rambut kesayangannya ilang..
"Jadi loe kesini naik angkot dengan rambut terurai gitu" Rukia megang mulutnya dan nahan tawa
"Gue punya dugaan loe mesti digodain cowo-cowo" Rukia ketawa ngakak ampe-ampe orang disekitar situ ngira Rukia orang gila yang nyasar..
"Sialan loe" Renji jadi inget…
Back to Renji versi cewe..
Renji lewat ketika dia akan mencari angkot..
"Hai cewe godain kita donk.." Renji dipanggil kumpulan cowo yang lagi duduk-duduk ngerokok minum
-kopi-
Dan ketika Renji berbalik mereka langsung beku ditempat…
"Hwa! Ada banci!" kumpulan cowo itu langsung ngibrit gak jelas.. lari… ada yang nabrak tembok, nyerahin diri ke polisi ampe kejang ditempat…
Dan lagi…
Ada anak kecil ma ibunya…
"Ma aku mau punya rambut kayak mbak itu"nunjuk Renji dari belakang..mengagumi kelembutan dan keharuman molto soklin ultra-eh kug iklan-
"Iya besok kamu bakal punya rambut dan wajah cantik kayak mbak itu" memuji Renji
Renji balik..
Ibunya langsung panik..anaknya langsung nangis gaje..
"Nak mama tarik kata-kata mama kamu gak bakal kayak babon itu!!!" lari dan langsung membawa anaknya balik to home..
Back to Rukia ngakak..
Rukia masih ngakak…
Renji masih manyun… dan lewatlah Ukitakesensei dengan rambut putih melambai lambai…slow motion..
Rukia berenti ngakak
Renji berenti manyun
"Pagi ukitakesensei"Rukia menyapa dengan wajah seramah-ramahnya
Sebenarnya ukitakesensei mau meneruskan perjalanannya tapi ia meihat sesuatu yang menarik..
"Pagi Rukia" ukitake pasang senyum closeup Renji langsung make kacamata item..
"Kamu beneran jadi Grey?" Ukitakesensei melihat pakaian Rukia dari atas ampe bawah bawah ampe atas lagi..
Rukia mengangguk..
"Wah berani juga ya" Ukitakesensei memuji..
Rukia teringat akan sesuatu yang penting..
"Hei Renji apa grey cuma kita berdua?" Tanya Rukia dan menatap Renji yang masih bergaya dengan kacamata itemnya
"Eh? Ya gak sih sebenarnya grey tuh ada 5 tambah loe jadi 6" Renji berhenti bergaya
"Kok dikit banget?"Rukia mengernyitkan dahi heran..
"Soalnya.." Renji berenti ditengah kata..
Cprot…
Kepala Rukia terkena sesuatu yang merah seperti darah bajunya juga..
Renji tidak terlalu kaget.. Ukitake sensei cuma diam dan menatap Rukia yang benar-benar kaget..
"Wah sepertinya penyambutan Grey sudah dimulai"Ukitakesensei hanya menganggukkan kepala..
Rukia melihat ke atas mencari pelakunya..
"SIalan loe!! Sapa yang ngelempar lumpur merah ke gue?" Rukia mengumpat…
Dan suasana tetap ramai seperti tadi..
Rukia keluar dari ruang ganti cewe dengan seragam olahraga…
"Sialan tuh orang.."
Renji terdiam dan berdiri didekat tembok bersama dengan Ukitakesensei
"Gue yakin semua anak grey baru pasti digencet" Rukia mengahampiri 2 cowo itu..
"Loe bener dan hampir semuanya berenti jadi grey karena itu" Renji mulai berbicara
"Kenapa guru kayak bapak gak bisa nyegah?" Tanya Rukia dan melihat kearah ukitakesensei
"Guru juga ditindas sekolah ini dipenuhi dengan anak yang orangtuanya punya kekuasaan, kami menentang maka riwayat kami pun selesai, selain itu bebarapa murid pun berani mengincar guru-guru yang ingin mengubah sekolah ini" Ukitakesensei menjelaskan
"terus… kenapa cowo yang kayak cewe dari belakang kayak loe bisa diterima dengan lapang dada?" Tanya Rukia dan melirik Renji
"Enak aja loe kayak cewe apanya? Gue keren kayak gini yap antes aja gue diterima dengan lapang dada" Renji pasang tampang sekeren mungkin
Rukia muntah ditempat..
"Renji sebaiknya kamu segera berkaca"Ukitake sensei segera meluruskan keadaan
Rukia berjalan menuju koridor ..
"eh bentar kenapa gak minta ketua black ma white supaya damai aja" Rukia berjalan mundur..
"Eh?loe kug bisa dapet ide gila kayak gitu?" Tanya Renji
"Gila gimana?" Rukia heran..
"Ketua black ma white tuh musuh bebuyutan, sejak mereka berdua gak sengaja bersenggolan bahu doank, pertempuran setengah tahun pun dimulai black white ma grey berdiri pun karena permusuhan mereka berdua."Ukitake menjelaskan Rukia ngangguk-ngangguk
"Mustahil mereka bakal berdamai" tambah Renji
Rukia menghela nafas…
"Sekolah ini aneh banget seh.." Rukia melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan Renji dan Ukitake yang masih terdiam…
"Hei apa tidak apa-apa kalau Rukia dibiarkan menjadi Grey?"Tanya Ukitake sensei ragu-ragu
"Aku yakin mungkin bakal ada masalah tapi….sepertinya si pendek itu mampu menghadapinya"ucap Renji dengan yakin
"Perkenalkan saya Rukia kuchiki dari SMA soul society salam kenal" Rukia memperkenalkan dirinya…
"Dan meja mu Rukia " Ukitake sensei menunjuk ke sebuah meja+kursi yang berada ditengah belakang tanpa barisan dan tepat disebelahnya duduk nanas yang senyam-senyum gak jelas
Rukia duduk di kursi itu… 'wah ternyata penindasannya pun sampai dikelas juga'
Renji tersenyum Rukia buang muka dan ketika ia meraba lacinya.. ada yang menggeliat-liat aneh..
Diangkat tangannya dan ternyata cacing..
"Wah pak!! Dilaci meja saya ada cacing" Rukia menunjukkan cacing itu dan melemparnya ke tempat beberapa murid cewe dan membuat mereka ketakutan
Rukia tersenyum licik..
"Halah nakutin kok pake cacing kenapa gak sekalian pake ular aja" Rukia ngedumel sendiri
"Kalo ular beneran gimana?" Tanya Renji dan menatap Rukia ..
"Ular aja ditakutin, gue masih lebih takut ma Beruang kutub, bisa gak tuh pasukan pengusir Grey bawa beruang kutub ke sini biar gue pindah dari sekolah ini" Rukia ngocol asal ngomong membuat cowo disebelahnya hanya geleng-geleng kepala
'cewe yang aneh'
Pelajaran berlangsung seperti biasa walaupun ditengah pembagian kelompok atau debat pasti terbagi menjadi 3 kelompok besar yang bisa dibilang saling membenci tapi ada yang aneh…
Renji tidak dibenci ataupun digencet, tidak seperti Rukia yang dikasih deathglare setiap ngeliat ke salah satu murid.
Renji emang gak gabung ma salah satunya tapi ia seperti diterima sebagai grey..
Dan setelah diperhatikan cukup lama ternyata Renji tuh orang yang pintar-by author- setiap pertanyaan yang diajukan bisa ia jawab dengan pun menjadi sedikit kagum dengan raja babon nanas mesum ini.
Bel Istirahat berbunyi menandakan bahwa kelas akan kosong sebentar lagi..
Rukia berniat mengembalikan saputangan Ichigo dan berterimakasih ia memang sudah tahu kalau Ichigo tuh anak kelas 10-1. Dan ketika ia menghampiri kelas itu.
"Eh sorry Ichigonya mana ya?" Tanya Rukia kepada seorang cewe yang keluar dari kelas itu tapi dicuekin
"Eh sorry Ichigonya mana ya?" tanyanya lagi pada seorang cowo yang sedang bersama temannya tapi ia ditinggal pergi
Rukia bête berat udah nanya masih aja dicuekin dan akhirnya..
"WOI!! Ichigonya ma ya?" tanyanya berteriak didepan kelas 10-1 membuat anak-anak cewe dan yang lainnya pada kaget
"Buat apa loe nanya Ichigo ?!" Ucap seorang cewe dengan tatapan meremehkan
"Gue ada perlu ma dia"
"Mana mungkin ketua white kayak Ichigo mau nemuin anak baru grey kayak loe" cewe yang lain menyahut Rukia langsung darah tinggi
'sialan neh cewe gak mutu banget sih'
"Bukan urusan loe!" Rukia menekankan beberapa kata dan hendak meninggalkak kelas laknat itu..
"Loe nyari gue?" Ichigo sudah bersender didepan pintu
"Ada perlu apa?" Tanyanya tanpa ekspresi
"Ah! Ichigo masak anak grey kayak dia nyari loe sih paling dia cuma mau ngegodain loe"ucap salah seorang cewe dan mendekati Ichigo..ketika ia akan menyentuh bahu Ichigo
"Jangan sentuh gue!" Ichigo ngasih deathglare ke cewe itu dan membuatnya mundur
Rukia tersenyum penuh kemenangan..
"NIh" Rukia menyerahkan selembar saputangan pada Ichigo membuat anak-anak disekitar situ kaget..
"Thanks ya sapu tangannya, and sorry gue gak pernah inget punya temen bernama Ichigo…mungkin loe salah orang"
Ichigo hanya terdiam menatap Rukia..
"Ha?Loe dipinjemin sapu tangan ma Ichigo gak mungkin" ujar seorang cewe
"Cari sensasi ya loe"
"Bohong tuh pasti"
Rukia mengernyitkan dahi tak menyangka usahanya untuk mengembalikan sapautangan butuh usaha keras dan mental baja..
Rukia menatap cowo didepannya
"Sorry gue gak inget pernah minjemin saputangan" Ichigo menjawab dengan jawaban yang membuat Rukia kaget
"Apa?! loe sendirikan yang minjemin nih saputangan ke gue" Rukia membentak cowok itu
Ichigo pergi meninggalkan Rukia
"Hei loe tunggu"Rukia tidak mengejarnya ia kesal sekali
"Apa cuma gara-gara gue grey loe gak mau nerima nih sapu tangan? Apa cuma gara-gara udah gue pegang loe gak mau neh saputangan kembali?" Tanya Rukia Ia mengejar Ichigo dan memegang bahu cowo itu membuatnya berbalik dan melempar sapu tangan itu..
"Nih gue kembaliin, thanks!" Rukia pergi dari tempat itu diikuti tatapan heran dari beberapa anak
"Berani banget dia nyentuh Ichigo"
"Dasar!"
Ichigo sedikit kaget dengan kejadian barusan ia hendak mengejar Rukia tapi ditahan Ishida yang ternyata sejak tadi menyaksikan kejadian barusan
"Udah loe gak usah ngejar dia" Ishida membisikkan kata-kata itu ditelinga Ichigo..Ichigo berhenti dan menatap sapu tangan itu, ia kembali mendapatkannya saputangan yang diberikan oleh Rukia beberapa tahun lalu…
Ichigo berbalik dan pergi…
Rukia ma Renji lagi nongkrong di kantin sampai ketika seorang botak yang pake apa gitu namanya halah yang ditaruh dikepala untuk melindungi kebotakannya.
"Hei loe anak baru itu kan?" Tanya cowo itu
"Ha?Loe nanya ma gue apa babon disebelah gue?" Tanya Rukia sambil menunjuk Renji yang lagi nafsu makan pisang
"Loe bukan nanes disebelah loe" Cowo botak itu nunjuk enji yang maisih nafsu ma sesisir pisang yang dia bawa dari rumah…
"Kenapa?"
"Loe dipanggil Kaien" Cowo itu menatap Renji dengan tatapan heran laha si Renji ngiranya tuh cowo mau minta pisangnya
"Loe gak boleh minta" Renji memeluk 1-1 nya pisang yang masih tersisa Cowo itu cuma bisa nyengir kuda
"Temen loe nih bener-bener babon ya?" Tanyanya
"Gue juga gak tahu" Rukia cuek bebek
"Terus maksud bos loe manggil gue apa?"
"Loe kesana aja dulu"
"Kalo gue nolak?" Rukie menantang..
"Terpaksa gue nyeret loe"
Muncul 2 cowo dengan tali rapia..
Rukia cuma bisa ngelongo..
Sekarang Rukia terikat didepan kaien yang sedang duduk dengan santainya sedangkan babon Renji berdiri disampingnya…
"Loe mau apa ?" Tanya Rukia sembari berusaha melepas ikatan cowo botak itu..
"Gue cuma mau tanya,beneran Ichigo minjemin sapu tangannya ke elo?"
Kaien bertanya dari kursinya yang berad ahanya beberapa m dari Rukia..
Rukia terdiam sebentar…
"Orangnya aja gak ngaku.." Rukia memalingkan wajahnya
"Heh babon bantuin gue!" Ucapnya pada Renji yang masih aja meluk-meluk pisang..
"Gag ah, lagian gue juga mau lihat, apa bener si Ichigo minjemin sapu tangan ke elo" Renji menatap Rukia.. Rukia hanya terdiam..
"Sialan lepasin gue gak loe?" Rukia ngancem…
Ichigo masuk ke ruangan itu..
"Buat apa manggil gue?" Tanya Ichigo Ia sedikit kaget melihat Rukia yang diikat..
"Apa hubungan loe ma anak ini?" Tanya Kaien sambil memegan kepala Rukia..
Rukia menunggu jawaban Ichigo yang masih terdiam menatap Rukia
"Gak ketemu aja baru kemaren" Ichigo menjawab enteng
"Terus loe kug bisa minjemin saputangan loe ke dia?"
"padahal loe kan gak bakal minjemin barang punya loe ke orang lain, loe kan punya penyakit bersih"
"Ha?bersih penyakit?" Rukia melongo heran….
"Iya, dia tuh paling gak bisa make barang bekas orang lain ato minjemin sesuatu ke orang lain" Renji ngejelasin.. Rukia melirik Ichigo yang masih diam saja…
"Terserah loe lah kalo emang cuma hal gak penting gini mending gue ba.."
Ucapan Ichigo terpotong ditengah jalan ketika..
"Jari cewe ini bakal gue putusin satu-satu kalo elo emang gak mau ngaku" kaien menyentuh jari-jari kecil Rukia dan membuat Rukia terkaget..
"Oh.. kayaknya terlalu kejam ya… gimana kalo.. rambutnya gue potong.."Kaien memegang sebuah gunting Ichigo berbalik dan melihat rambut Rukia jatuhsatu persatu..
Rukia memberontak..
"Gue gak kenal dia!!! Jangan sentuh rambut gue!!" Rukia setengah menangis dan memberontak tapi ternyata ia tak bisa..
Renji hanya terdiam menatap adegan itu..
"Mau loe apa?" Ichigo bertanya dan aksi kaien berhenti sejenak..
"Loe nyium kaki gue.."
Ichigo mengerutkan dahinya…"
"Perlu?"
"Jadi mau loe?" Kaien kembali mengangkat guntingnya..
Ichigo maju dan tiba-tiba mengecup punggung tangan Kaien
Gunting jatuh dari tangannya Semua orang disana kaget banget!!!
Kaien udah gak bisa bergerak lagi..
Ichigo melepas ikatan Rukia dan segera keluar ruangan itu..
Rukia melihat semua orang disitu masih kaget jadi tanpa ba-bi-bu lagi ia menendang wajah Renji..
Menghajar si botak ikaku dan membalikkan kursi Kaien dan membuatnya terjengkang dari tempatnya..
"INI SEMUA BUAT RAMBUT GUE DAN KEGILAAN LOE!!" Rukia menunjuk wajah Kaien yang masih kaget tak berdaya… anak buah Kaien mash bengong menyaksikan segala keajaiban yang tiba-tiba saja terjadi.
Rukia melangkahkan kakinya keluar dan segera mengejar Ichigo.
"Hei kenapa loe bantu gue.."
Ichigo berhenti..
"Kenapa loe nolong gue.."
"Padahal gue sama sekali gak inget soal loe!!"
Ichgo pun berbalik dan sgera menghampiri Rukia..
"Ternyata… walaupun gue inget loe tapi loe udah lupa soal gue"
Rukia menggenggam erat ujng bajunya..
"Walaupun loe bener-bener ada di ingetan gue loe dengan gampangnya ngelupain gue"
Rukia hanya terdiam..
Ichigo menghela nafas.. Ia mendekati Rukia yang masih terdiam ..
"Gue kembaliin sapu tangan loe" Ichigo menyerahka saputangan yang dilempar Rukia tadi pagi
Rukia menerima sapu tangan itu masih dalam kebingungan..
"Itupun kalo loe masih inget itu saputangan loe"
Ichigo pun pergi meninggalkan Rukia..
"maksud loe apa?"
"Siapa loe sebenernya ?" Rukia berteriak dan ingin mendengarkan jawaban dari Ichigo tapi ternyata suara teriakan Rukia hanya terbawa angin..
Tererererererereret…
Hape Sony erricsson Ichigo berbunyi..
"Halo.." Ichigo mejawabnya dengan setengah hati
"Ah Ichigo-kun" Suara cewe yang dibuat-buat menjawab dari seberang sana
"Sejak kapan loe jdi cewe?" Ichigo hanya menjawab dengan sindiran
"Ngapain loe nelpon gue pas jam sekolah?" tanya Ichigo lagi..
Suara disebrang sana menghela nafas berat..
"Siapa anak baru itu?" tanyanya
"Bukan urusan loe" Ichigo menjawab singakat dengan penuh makna
Orang disebrang sana hanya tersenyum
"Terserah loe semakin loe lindungi dia, loe bakal semakin terdesak" Ia menjawab dan membuat Ichigo mendesah pelan
"Gue gak peduli" hape ditutup dan tersengar suara dengung dari seberang sana..
"Terserah loe aja" Ia tersenyum…
Wa!! Bagi yang udah tahu sapa orang itu diem dulu ya jangan kasih tahu dulu..
Sorry buat yang ngerasa cerita ini mirip banget ma penbro yang asli
Mss bakal nambahin beberapa hal yang bikin agak beda.. termasuk endingnya..
Thanks buat repiuw.. map karena kemaren chap 2 yang sempet mss bikin harus dihapus..
Oke deh Repiu!!
