Yei.. kembali lagi dalam Black, White or Grey..
Akhirnya sempet ngupdate juga ^^
Di chap sebelumnya kan mss make kata-kata loe gue –bahasa gaul Jakarta gitu- sekarang karena 1 dan lain hal mss ganti dengan aku dan kamu…
Akhirnya setelah 4 chap fic komik jilid 1 ppenguin brother udah selesai (jumlah semuanya 5 komik)
Kita mulai aja.
Fic ini milik mss (^^)
Tokohnya punya Mas/Om/Pak Tite Kubo
Ide ceritanya punya Mbak/Tante/ibu Ayumi Shiina.
Read n Repiu please.
Cewe itu terlihat ketakutan ketika Rukia menahan keinginannya untuk kabur. "Siapa kamu?"tanya Rukia sekali lagi untuk meyakinkan bahwa cewe itu tidak tuli.
"A..aku.." Cewe itu menjawab dengan terbata-bata membuat Rukia geram mendengarnya.
"Siapa?" Rukia memebentak cewe itu sekali lagi.
"Hust, jangan kasar gitu sama cewe."Renji mencegah sikap Rukia yang jelas membuat cewe itu senakin takut menyebutkan namanya.
Renji melepaskan tangan Rukia dari cewe itu. Rukia hanya mendengus kesal.
"Jadi siapa namamu?" tanya Renji dengan lembut, Rukia hampir saja muntah mendengar ucapan Renji yang (sok) lembut.
"Aku Hinamori Momo" Cewe itu akhirnya menyebutkan juga namanya dengan blushing mode on, dan setelah itu Renji segera melepas cengkraman (lembut) dari lengan Hinamori.
"Kamu Snake?" tanya Rukia dengan nada mengintrogasi, membuat Renji ingin menginjak kakinya dan menyuruhnya untuk bersikap lembut sedikit.
"Tidak, aku bukan Snake, Rukia apa kamu benar tidak ingat siapa aku?"tanya Hinamori dengan wajah innocentnya.
"Ha?"Rukia melongo sekuat tenaga.
"Gak tuh. Kamu kenalanku?" tanya Rukia dengan pedenya.
"Aku teman SD kamu, kamu lupa ya kita dulu sekelas dengan Ichigo" Hinamori mulai menjelaskan dengan sabar dan disambut mangapan (bahasa apa?) dari Rukia sedangkan Renji yang gak ngerti apa-apa cuma bisa melongo gak jelas.
"Kamu juga pernah berjanji akan menikah dengan Ichigo dulu, kamu bener-bener gak ingat?"tanya Hinamor lagi dan kali ini Renji tanggap cepat.
"Apa?!!!" Renji kaget dan berteriak sekuat yang ia bisa sedangkan Rukia masih sedikit aneh dengan kata menikah ichigo dulu berjanji.
"Menikah?"
"Apa!!!" Baru sekarang ia benar-benar berteriak dengan keras, sekeras-kerasnya
Hinamori hanya menutup telinganya dan tersenyum kecut.
"Kamu sepertinya benar-benar lupa ya?" tanya Hinamori yang sekarang sudah berada di taman belakang sekolah dengan Renji dan Rukia. "Dulu kita teman 1 SD kamu selalu membantu Ichigo yang jarang masuk sekolah, karena kamu dia pun jadi rajin masuk sekolah dan akrab denganmu, dan dulu entah kenapa tiba-tiba kamu berjanji di depan kelas kalau kamu bakal menikah dengan Ichigo."
Rukia masih diam tanpa kata dan mencerna kata-kata Hinamori tentang menikah, berjanji, dengan Ichigo.
"Dulu, kepalaku pernah terbentur ketika memanjat tiang listrik" Rukia mulai menceritakan asal mula kepikunan permanennya itu.
AN : cerita aslinya jatuh dari pohon author lagi iseng
Renji dan Hinamori cuma bisa bersweet drop bareng.
"Tapi walaupun Rukia tidak mengingat kenangan SD kita aku senang bisa bertemu denganmu lagi" Hinamori tersenyum dengan gembira, sedangkan Rukia hanya bisa terdiam tanpa kata.
"Rukia maukan jadi temanku lagi?" tanya Hinamori sambil memberi uluran tangan hangat menunggu Rukia menyambutnya
Rukia pun tersenyum dengan wajah gembira ia pun membalas jabatan tangan Hinamori
"Boleh."
Renji pun hanya tersenyum melihat tingkah 2 teman lama itu
"dasar cewe"
Hari itu pagi yang cerah Rukia masuk sekolah elit itu dengan tampang senang dan hati berbunga-bunga, selain si babon Renji dia dapat teman baru lagi.
"Semoga saja hari ini menjadi hari yang baik"
Crot.. (efek suara cat jatuh dari lantai 2)
"Ha? Apaan nih?" tanya Rukia pada dirinya sendiri yang sudah belepotan cat
Anak-anak lain yang melihat kejadian tersebut hanya tertawa atau melihat dengan tatapan prihatin saja status Grey membuat mereka ogah menolong.
Ia melihat ke atas tetapi sepi.
Ichigo bersandar di tiang dengan gaya (sok) cool.
"Pagi" Rukia memberi salam dengan senyum kecut dan tampang gak karuan.
"Kenapa kamu bertahan disini?" tanya Ichigo dan berjalan ke arah Rukia.
"Aku gak ngerasa kalau aku salah buat apa aku keluar dari sekolah ini?"
Ichigo hanya terdiam.
"Aku sarankan sebaiknya kamu bersihkan dirimu, midget" Ichigo menarik lengan baju Rukia dan membiarkannya pergi diiringi teriakan..
"Apa?! Midget!!"
Sementara itu ada seorang cewe mengawasi mereka dengan tatapan benci.
Atap sekolah hari itu sepi hanya terlihat seorang cewe dan seorang cowo, siapa lagi kalau bukan sepasang manusia grey bernama Rukia dan Renji sang babon.
"Hari ini kamu bawa apa nji?" tanya Rukia melongo melihat bekal makan siang Renji yang berada ditempat makan bergambar teletubis (?)
"Cuma nasi goreng, mau?" tanya Renji sambil menawarkan nasi goreng yang penuh dengan sambel.
"Eh makasih deh, aku gak mau mules." Rukia menolak secara halus. Gak pengen kan perutnya mules gara-gara sambel.
Pintu atap dibuka dan masuklah seorang gadis mungil berambut hitam.
"Eh, Hinamori ayo ikut makan bersama kita."Ajak Rukia dengan wajah berseri-seri
"Eh iya, hari ini aku bawa sandwich buatan sendiri."Hinamori tersenyum dan dudk di dekat Rukia.
"Wah aku minta ya." Rukia mencomot satu dan melahapnya habis.
Ketika mereka asyik bercerita sambil membicarakan hal-hal konyol pintu atap berderit terbuka, muncul 2 orang berpakaian putih (white), ketika Hinamori melihat mereka berdua ia segera berbalik seolah ingin menyembunyikan diri, Rukia bingung melihat sikap Hinamor yang berubah dari santai-santai saja jadi kaget luar biasa.
"Kamu kenapa?" tanya Rukia hati-hati.
"Ah, gak papa kok" Hinamori tersenyum.
"Kamu gak mau ketahuan anak white kan kalau kamu bergaul dengan anak grey." ucap Renji setelah menjilati sendok dan wadah bekal teletabisnya (?) (rakus amat tuh babon).
"Ha?"
"Kamu takut kan? Terlalu naïf kalau kamu pikir kamu bisa berteman dengan kami sementara kamu tetap berada di tempat yang aman." Renji berdiri dari duduknya dan mulai membereskan bekalnya.
Hinamori hanya terdiam dan menunduk sedih.
"Maafkan aku.." Hinamori pun berlari keluar dari atap. Rukia pun segera ingin menghajar Renji yang udah ngomong seenak tuh perut.
"Kamu tadi ngapain sih? Gak usah kasar amat ma cewe napa?" Rukia menarik kerah baju Renji (dia jinjit dan dengan bantuan tangga)
"Kamu gak sadar daam sekolah ini beda seragam udah gak bisa berteman." Renji tetep stay cool.
"Jangan bercanda, dia tetap teman kan." Rukia mundur dan menentang perkataan Renji.
"Sadarilah system sekolah ini, cara paling jitu untuk meruntuhkanmu adalah menusuk dari belakang, dan Hinamori bisa melakukan itu kan?" tanya Renji dengan tatapan curiga.
"Kalau begitu kamu juga bisa melakukannya." Rukia menunjukkan jari telujuknya tepat diwajah Renji, sedangkan Renji hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil dan berbalik.
"Sebenarnya hanya dengen menuruti kemauan snake semuanya akan lebih mudah kan?" Renji pun meninggalkan atap sekolah dan meninggalkan Rukia yang masih terdiam mematung disana.
Rukia kembali ke kelas dengan lesu, ia ingin segera tidur di mejanya yang keras. Tetapi sebuah teriakan merusak mimpinya..
"Kya!! Ular!!" seorang cewe berteriak dan terjatuh dari kursinya.
"Hwa!! Ular!!" seorang cowo dengan seragam black pun menjauh dari tasnya yang berisi ular.
"Ini pasti gara-gara dia" seorang cowo dengan seragam white mulai memanaskan keadaan dengan menunjuk Rukia yang masih berada di tengah ruang kelas.
"Pergi kamu dari sini!" seorang cowi melempar ular pada Rukia
"Pergi!"
"Dasar Grey"
Rukia hanya mampu mengelak dan menangkis serangan mereka, dalam hatinya ia ingin menangis karena tekanan dari teman-tema sekelasnya.
"Jadi ini tujuan snake, mengisolasi anak-anak grey"
"Hei, siapa yang bilang kalian boleh menyiksa bocah midget ini?" tanya Kaien yang baru masuk kelas dan mendiamkan suasana.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Rukia sambil berusaha melindungi dirinya.
"Hei, jangan pikir aku disini melindungimu dengan senang hati, kamu itu pancing buat bikin Ichigo ketakutan jadi, selama kamu masih ada disini aku harus ngelindungi kamu" Kaien menjawab pertanyaan yang sejak tadi menghantui Rukia.
"Oh gitu ya, kalo gitu mendingan kamu-" Rukia menginjak kaki Kaien dan menjatuhkannya seketika.
"Sebaiknya kamu yang jaga diri!" Rukia menunjuk wajah Kaien yang masih kaget dengan reaksi yang diberikan Rukia.
Anak-anak lain masih berpelongo ria melihat hal 'gila' yang dilakukan si anak baru kepada manusia berpengaruh di SMA itu.
Rukia keluar dari kelas dengan wajah penuh amarah, dan membanting pintu kelas sampai lepas engselnya dan tuh pintu jatuh. –kekuatan super mode on-
Kaien masih terdiam diposisinya dan melihat anak-anak kelas itu yang masih menatap ketidak berdayaannya mengalahkan seorang cewe kecil nan pendek.
"Kalian cepat pergi sana!" Kaien berdiri dan mengusir anak-anak dengan sekali bentak, dan yang lain juga pada ngibrit keluar kelas.
Rukia menuju taman belakang yang dipenuhi dengan pohon yang rindang dan kursi taman yang berada di tengah-tengah keteduhan pepoonan, disekitar situ juga ada rumput yang selalu terlihat rapi karena dipangkas setiap minggu.
Di kursi taman itu terlihat seorang cewe kecil berambut hitam duduk disitu, sepertinya ia sedang sedih dan Rukia yakin dia mengenal cewe itu.
"Hinamori?" Rukia memanggil cewe itu dengan lembut walaupun dia masih mencak-mencak dengan kejadian tadi.
"Rukia, maafkan aku,"Hinamori mulai menangis lagi dengan wajah yang memelas.
"Ah, tidak apa-apa sebenarnya si Renji juga pasti tidak bermaksud seperti itu." Jelas Rukia
"Lagipula memang benar kan kalau kamu dekat-dekat dengan anak grey seperti kami kamu bisa diincar kan?" tanya Rukia pada Hinamori yang sudah mulai berhenti menangis.
"Tapi aku yang salah aku ingin sekali bersama kalian, menjadi seorang grey tapi aku tidak berani, aku ingin menjadi sepertimu" Hinamori menatap mata Rukia dengan keinginan yang sangat kuat. Rukia hanya tersenyum dan menepuk pundak Hinamori
"Aku berjanji akan menjagamu, jadi kita tetap bisa menjadi teman." Rukia menjawab dengan wajah optimis dan disambut senyuman Hinamori.
"Benarkah, Rukia kamu tahu gak dulu kamu juga sering melindungi aku dari anak-anak nakal."
"Benarkah kalau begitu aku akan melakukannya lagi." Rukia menjawab dengan optimis dan bersemangat.
"Aku berjanji padamu Hinmaori" Rukia tersenyum dan disambut dengan pelukan dari Hinamori.
"Aku percaya pada janjimu aku juga akan tetap menjadi temanmu."
"Ternyata gak ketemu juga."Renji menatap layar computer yang berada di depannya.
"Dulu-" Renji berbalik mendengar suara yang dikenalnya itu.
"Ibuku mengajarkan aku untuk menutup mata dan merasakan apakah orang yang berada di dekatku bisa dipercaya atau tidak." Ucap Rukia sambil menutup matanya.
"Lalu?" tanya Renji yang saat ini sudah membalikkan tubuhnya dari layar computer.
"Aku yakin amu bisa dipercaya, kamu teman pertamaku disini, kalau tidak ada kamu mungkin aku akan bingung dengan system sekolah ini." Rukia membuka mata violetnya dan menatap Renji yang tersenyum puas.
"Yah, baguslah kalau kamu tahu." Renji berbalik lagi menatap layar komputernya.
"Tapi Hinamori tidak bersalah aku yakin itu."
"Kalau kamu percaya aku juga akan mempercayaimu."
Rukia melirik apa yang dikerjakan Renji pada computer didepannya.
"Kamu sedang mencari snake?" tanya Rukia pada Renji yang sedang terlihat serius.
"Yah begitulah, dia meninggalkan oleh-oleh padaku" Renji berbalik dan menunjukkan ular yang ada di tasnya.
"Kamu juga kena?" tanya Rukia sambil mengelus-elus ular itu.
"Yah begitulah."
Rukia berhenti memeluk ular yang sudah mulai jinak padanya ia membelalakan matanya dan segera melemparkan ular itu kewajah Renji dan berlari keluar lab computer.
Renji yang kaget setengah idup pun terjatuh dari kursinya dan melempar ular itu ke orang yang berada di dekatnya, dan saati itu juga orang itu berteriak aget dan melempar ularnya ke orang lain dan terjadilah lempar-lemparan ular.
Rukia berlari sekuat tenaganya menuju kelas Hinamori.
"Hei, Hinamorinya ada?" tanya Rukia pada salah satu anak white yang hampir keluar dari kelas itu.
"Ha.. Hinamori? Sepertinya di ke kamar mandi." Cew e itu menjawab masih dengan sangat kaget dan Rukia segera tancap gas menuju kamar mandi cewe.
Rukia masuk ke kamar mandi cewe dan mengecek satu persatu kamar mandinya, dan ketika ke pintu kamar mandi yang ketiga pintu itu terkunci.
"Hinamori apa kamu didalam? Tanya Rukia sambile menggedor-gedor pintu itu.
Tidak ada jawaban
Sekali lagi dia mnengetuk pintu tersebut.
"Hinamori.." Rukia mendobrak pintu kamar mandinya.
Dan menemukan Hinamori tergeletak diantara ular-ular yang merayap ditubuhnya.
Rukia shock…pandangannya kosong saat itu.
Renji masuk ke dalam kamar mandi itu setelah mengejar Rukia dan melihat hal yang sama dengan Rukia.
Renji mencoba membangunkan Hinamori dari pingsannya dengan cara menepuk-nepuk wajahnya.
"Hinamori bangun, bangun."
"Ular… ular..! Ada ular!" Hinamori langsung berteriak ketika dirinya bangun dari pingsannya.
"Sudah tidak apa-apa." Renji mencoba menenangkan Hinamori yang masih ketakutan.
Rukia masih berdiri di tempatnya dengan wajah shock.
"Renji tolong jaga Hinamori." Rukia keluar dari kamar mandi cewe dengan penuh amarah yang memuncak.
Aku akan mlindungimu Hinamori
Benarkah, kalau begitu aku juga akan mempercayaimu Rukia.
"Snake sialan!!!"
Yap. Apa yang akan dilakukan Rukia setelah ini?
Kita tunggu di chap berikutnya.
RR –Respon Repiu-
Yumemiru reirin : Tenang aja saya juga Ichiruki fans tapi emang di fic ini Ichirukinya dikit jadi Maafkan saya ^^
Yuinayuki-chan : Cewe itu udah ketahuan kan.. Hinamori –kenapa dia? Karena dia yang paling cocok dengan tokoh yang ada di komik Penguin Brother-
Shirayuki Haruna : Iya nih mss sempat menghilang dari peredaran, dan kebiasaan buat motong cerita Ditengah-tengah itu emang hobi hehehehe ^^
Mirai Hayasaka : Iya kemaren lagi rajin ngupdate. Jadi langsung ngupdate 2 cerita sekaligus ^^
Black-Cat-Yoruichi : Yap anda benar, kok bisa nebak sih? Hebat hebat (^^)
Ada beberapa hal yang harus dijelaskan karena jilid 1 pada komik pengun brothernya udah selesai pertama…
Pemeran utama dalam cerita ini a.k.a Rukia pada komik aslinya bernama Hina Mishima adalah seorang cewe berumur 14 tahun yang tinggal dengan pamanya bernama Kyoichi Mishima (Byakuya Kuchiki). Mereka pindah ke sebuah tempat dan Hina dipindahkan ke SMA Tokiwa (SMA Karakura). Disana ia bertemu dengan ketua white yang cool, pendiam, dan jago berantem bernama Shoui Isshiki (ichigo Kurosaki) (ketua yang 1 ini pinter saingannya Koshiba) . Bertemu juga dengan seorang cowo grey pinter yang hobinya gonta-ganti warna rambut bernama Tetsuta Koshiba (Renji Abarai) yang juga merebut first kissnya Hina. Dan ada seorang ketua black bernama Nishizaki ( Kaien ) yang hobinya menindas mahluk yang tak berdaya dan hobi berantem (dia bego sama kayak Hina).Dan Hina ternyata memiliki teman masa kecil yang bernama Ruu (Hinamori Momo), Ruu memberi tahu tentang hubungannya dulu dengan Isshiki, tetapi karena suatu hal ada Snake (pasukan pembasmi grey) yang mengganggu Ruu dan membuat Hina penuh dengan amarah, apa yang akan dilakukannya setelah itu??
Okey deh please Review na teken ijo-ijo yang ada dibawah dengan penuh semangat.
