Hwa!! Back to Black White or Grey…

Bukannya apa-apa tapi karena mss gak sabar buat ngupdate jadi nyolong kesempatan buat ngupdate walaupun UKK masih mengejar.. hehehe..

Maaf ya mungkin ceritanya belum menjurus ke Ichiruki. Tapi jelas mss gak bakal mengijinkan Ichihime, itu Taboo. Hahahahaha

Oke Bleach bukan milik saya, tapi milik om tite *ngiler*

Penguin Brother punya Ayumi Shiina *ngiler*

Tapi fic ini punya mss yei *bawa pom-pom*

Maaf mss emang jarang ngasih humor dalam fic mss hehehe..

Enjoy it.. ^^

Black white or grey

Rukia berlari keluar dari kamar mandi tempat Hinamori dijebak bersama beberapa ular.

Hanya 1 yang ia inginkan menghajar Snake hingga babak belur.

Black white or grey

"Jadi sudah baikan?" tanya Renji setelah mengantar Hinamori ke UKS.

"Terimakasih ya." Hinamori tersenyum dengan wajah lelah dan meminum teh yang tadi diberikan petugas UKS padanya.

"Kira-kira kamu tahu pelakunya?" tanya Renji pada Hinamori yang masih terlihat sangat lelah walaupun sudah berganti baju karena basah.

"Ngaak, ketika itu aku yang mau masuk kamar mandi di dorong tiba-tiba saja dan dari atas jatuh ember yang berisi air dan ular." Hinamori menceritakaannya dengan wajah pucat dan sedikit ketakutan.

"Yah, sayang sekali."

"Tapi, Renji aku merasa…."

"Kalau pelakunya perempuan." Hinamori melanjutkan kata-katanya yang sedikit membuat Renji terkejut.

Black white or grey

Ichigo dan Ishida sedang sibuk di ruang Osis, Ishida terus mengeluh tentang kelakuan anak 'black' yang semakin bertingkah. Karena kelakuan Ichigo yang terlalu santai, tapi Ichigonya malah cuek bebek gak ngedengerin omongannya si kacamata sama sekali.

"Hei, Ichigo." Ishida ingin sekali menghajar cowo yang mash melamun di awing-awang itu.

"Sudahlah Ishida mungkin Ichigo sedang ada masalah. Janga ganggu dia dulu."

Ishida cuma bisa pasang tampang cemberut mendengar sang sekertaris OSIS a.k.a Orihime membela ketuanya itu.

"Oh ya adi untuk rencana OSIS selanjutnya…"

"KELUAR KAU SNAKE!!!!" Suara TOA membuat seluruh sekolah kaget termasuk ruang OSIS yang dipenuhi manusia-manusia penting.

"Kenapa nih?" tanya Ishida sedikit panik.

Ichigo jatuh jungkir balik dari tempatnya melamun tadi Dan segera berdiri menjaga ke-stay-an coolnya *tuntutan peran*

"Heh suara dari mana tuh?" Ditempat lain Kaien bangun dari tidurnya dengan iler yang masih menempel dii atas buku *bantal sementara*

"CEPAT TUNJUKAN DIRIMU!!"

Semua anak yang berada di dekat ruang siaran sekolah segera menuju ke sumber suara dan mengerubut didepan pintu.

"Hei kenapa?' tanya salah satu dari mereka.

"Katanya anak baru itu menyerobot masuk ke ruang siaran."

"Wah menarik nih."

Sementara itu di ruang OSIS.

"Apa-apaan anak baru itu?" tanya Ishida dan segera menuju TKP. Ichigo yang sudah siap berdiri dan menuju TKP ditahan Orihime.

"Lebih baik kamu tidak usah melibatkan diri lagi. Kalau kamu membelanya lagi bakal ada masalah." Orihime menggenggam lengan Ichigo dan memintanya untuk berhenti.

"Lepaskan tangan mu. Jangan sentuh aku." Ichigo menepis pegangan Orihime dan segera pergi dari ruangan itu.

Orihime terdiam dan menggebrak meja yang ada didekatnya.

"Padaha kamu menyentuh anak itu. Tapi.."

"Kenapa kamu membuang harga dirimu demi dia?" Orihime berteriak dan menggebrak meja tak bersalah itu sekali lagi

Black white or grey

"Hei cepat keluar!" seorang Guru menggedor-gedor pintu siaran dengan kesal."

Pintu pun terbuka Rukia keluar dengan wajah sangar.

"Mana Snake?" tanya Rukia dengan memanggul sebuah linggis dibahunya *oke cerita aslinya itu pemukul baseball hehe*

Murid-murid yang lain langsung ilfil dan bertanya-tanya dari mana dia dapat tuh linggis.

"Dimana SnakE?" Rukia berteriak dan mengayunkan linggisnya ke segala arah. Anak-anak lain menghindar dan segera mundur. Guru yang tadi pun takut dan segera mundur.

"PENGECUT CEPAT TUNJUKKAN DIRIMU!"

"Hei jaga sikapmu!" Guru itu mundur dan memperingatkan Rukia sekali lagi.

"APA? KAMU MASIH MENGANGGAP DIRIMU SEBAGAI GURU ADA PENINDASAN PUN KALIAN BERLAGAK BODOH!"

"Kau akan dikeluarkan dari sekolah jika tidak mau menghentikan kelakuan gilamu ini."

"Biarain bukan Grey namanya kalau…"

Linggis yang tadi ia ayunkan ditahan oleh tangan seseorang dan membuat Rukia berhenti mengayunkannya. Cowo berambut orange dihadapannya sekarang menggenggam linggis itu dengan wajah datar.

Ia menarik linggis itu dari tangan Rukia, Rukia sedikit takut dengan ekspresi cowo itu, datar tapi menyimpan aura hitam.

"DASAR BODOH! JAGA SIKAPMU!" Ichigo berteriak tepat diwajah Rukia dan membuat seluruh murid sweet drop.

"APA? MAKSUDMU?"

"Pak silahkan kembali saja keruangan bapak dan saya akan mengatasinya disini." Ichigo tidak mempedulikan teriakan Rukia dan segera menyuruh gurunya untuk pergi saja.

Rukia yang kesal hendak memukul Ichigo tetapi terlambat.

Ichigo sudah mendesaknya ke tembok dengan membenturkan kepala kecil Rukia ke tembok.

Ichigo menahan wajah Rukia dengan tangan kanannya sedangkan Rukia sudah tidak bisa bergerak lagi.

"Sekarang katakana ada apa sebenarnya?" tanya Ichigo teteap menahan kepala Rukia bersandar pada tembok.

Hinamori dan Renji uanng sudah datang ke tKP segeran masuk ke barisan depan.

"Aku, tidak bisa melindungi Hinamori."

Ichigo mengerutkan dahinya dan melepaskan tangannya.

"Aku gagal melindungi Hinamori." Rukia mulai menitikkan air mata dan tertunduk lesu.

"Rukia." Hinamori menatap temannya yang menangis itu dengan tatapn sedih.

"Padahal dia tidak pernah menangis kalau dikerjai." Renji terpaku dengan tingkah Rukia yang mengejutkan.

Ichigo menarik kepala Rukia untuk bersandar dibahunya dan Rukia pun menangisi kesalahannya.

"Hei Ichigo bukankah sebaiknya kamu hentikan saja tangisan cewe itu?" tanya Kaien yang baru saja datang dan menyela adegan sedikit romantic di atas.

Rukia mengangkat wajahnya dan menatap wajah etua black itu. Sedangkan Ichigo hanya terdiam tak bereaksi.

"Lagipula kita semua tahu kan apa yang sebenarnya di incar Snake." Kaien melanjutkan lagi kata-katanya.

"Bukan black ataupu Grey tapi kamu kan yang di incarnya ketua White, Ichigo." Kaien tersenyum licik dan menatap tajam mata Ichigo.

"Apa maksudnya kalian tahu Snake?Siapa dia?" tanya Ruki dan menarik kerah baju Kaien.

Kaien menendang perut Rukia hingga mundur dan bersandar ditenbok.

"Heh kamu pikir kamu siapa anak baru kamu sudah membuatku malu dan sekarang kamu mau seenaknya denganku." Kaien menaha kepala Rukia yang tersender di tembok dengan kakinya.

Buak..

Kaien menendang perut Rukia dan menendang punggungnya membuat cewe kecil itu terkulai lemah.

Hinamori dan Renji yang ingin membantunya segera ditahan anak buah Kaien. Sementara itu Ichigo pun mengalami hal yang sama.

Kaien menunduk berusaha melihat wajah letih Rukia.

"Cih… beraninya cuma sama cewe." Rukia tersenyum dan membuat Kaien naik darah.

"Masih bisa ngomong ya?"

Buak…

Kaien tersungkur karena sang ketua White menghajarnya sekarang.

"Dasar banci." Ucapnya tanpa ekspresi.

Kaien berdiri "Ah sekarang ketua White mau memulai pertengkaran?" tanya Kaien

"Tapi kalau kamu mau menolongnya sekarang kamu bisa bersujud di kaki ku dengan benar."

Kaien mengangkat kaki kananya ke hadapan Ichigo.

"Tidak perlu." Ichigo memegang kaki itu dengan erat.

"Aku yang akan melemparmu keluar dari sini."

Ichigo menendang kaki kiri Kaien yang masih menyentuh tanah mambuat cowo berambut hitam itu jatuh terjembab. Ichigo menendangnya sekarang tapi celakanya Kaien menarik tangan Ichigo dan membantingnya kebelakang.

"Woi ayo hajar anak white." Sulut salah seorang anak berseragam black dan menghajar anak white didekatnya. Dan dengan begini resmilah pertarungan antar genk…

Rukia yang masih lemah. Segera panas karena suasana yang benar-benar tidak menyenagkan ini.

"HEI BERHETI BRE****K" Rukia berteriak dan mebuat seluruh murid swt mendengar umpatan cewe itu.

"Bego ngapain kalian semua berkelahi gak jelas gini."

"Aku gak mau dilibatkan dalam perkelahian konyol kalian, aku ingin hiduo damai di sekolah ini." Rukia berteriak menumpahkan uneg-unegnya.

"Gak akan bisa, sekali kamu masuk disekolah ini kamu gak bakal bisa gak terlibat." Kaien mengusap hidungnya yang berdarah karena pukulan Ichigo.

"Kalau begitu aku bakal ngubah sekolah ini." Rukia mengucapkan kata-kata itu dengan tegas tanpa hambatan.

Seluruh anak diruangan itu tertawa kecuali beberapa orang dan Ichigo tentunya.

"Mengubah sekolah?"

"Jangan mimpi deh."

"Terserah kalian mau bilang aku apa, system genk bodoh kalian Snake aka kuhancurkan semuanya."

"Menarik juga, jadi kamu akan melawanku?" tanya Kaien.

"Iya.."

Buak

Tendangan terakhir membuat Rukia pingsan.

"Rukia !" Hinamori segera menghampiri cewe itu.

Tetapi ternyata Ichigo sudah menggendong tubuh mungil Rukia.

"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Renji kaget.

"Membawanya ke UKS." Ichigo segera pergi dari rempat itu meninggalkan Kaien yang masih kaget dengan hasil tendangannya tadi.

Black white or grey

Rukia membuka matanya ruangan putih apakah dia disurga??

"Hei Rukia." Panggil seorang berambut merah dengan wajah khawatir.

"."

"Tadi setelah pukulan terakhir Kaien kamu jatuh pingsan, dibawa Ichigo ke sini deh. Tadi Hinamori menunggu disini tapi karena dia disuruh pulang. Jadinya ya udah deh." Renji menjelaskan panjang lebar, sementara itu Rukia hanya bisa menyerap sedikit dari kata-kata Renji.

"Ah iya, lalu siapa yang ada disana?" tunjuk Rukia pada seorang cowo berseragam putih yang tertidur di kursi.

"Ah, Ichigo aku tidak tahu kenapa dia menunggu disini."

Handphone Renji berdering.

"Ah Rukia aku.." Renji menunjuk pintu keluar mengisyaratkan dia harus menerima telepon pribadinya sekarang.

"Ah, iya." Rukia hanya menjawab sekedarnya ia masih memperhatikan cowo berambut orange yang tertidur pula situ.

Saat Renji keluar, Rukia berdiri dari tempat itu dan menghampiri tempat Ichigo.

Rukia menatap wajah itu lekat-lekat.

Dan tiba-tiba kepala Rukia pusing sekelebat ingatan memasuki pikirannya, wajah Ichigo yang sedih orang tuanya yang kejam, dan segalanya tapi hanya sekejap.

Rukia memgang kepalanya yang terasa sakit.

"Rukia." Gumaman itu membangkitkan dari ingatan masa lalunya yang menyiksa.

"Jangan tinggalkan aku." Ichigo menggumam seolaj-olah Rukia adala harta berharganya yang telah pergi.

"Ichi.."

"Hei Rukia!" panggil Renji yang sedang berada di luar ruangan, dia tidak mendengar apa yang tadi dikatakan Ichigo untungnya.

"Ah, ya?" Rukia yang kaget segera menghampiri Renji yang masih berada di luar UKS.

"Masalah Snake aku sudah-"

"Ah ya, Renji aku mohon." Rukia memotong kalimat Renji yang masih ditengah jalan itu.

"Ha? Untuk apa?" tanya Renji bingung.

"Bantu aku untuk mengubah sekolah ini, dengan otak babon mu ah maksudku otak jenius mu." Rukia melarat kata-katanya sebelum babon itu benar-benar mengamuk.

"Eh, jadi kamu serius."

"Ya iyalah masak aku mau main-main?

"Tujuan?" tanya Renji

"Ha?"

"Apa tujuanmu mengubah sekolah ini?" tanya Renji dengan wajah serius.

"Aku tidak ingin ada orang tertindas seperti aku dan Hinamori lagi. Tak akan"

Di dekat pintu Ichigo tersenyum dan melangkah keluar dari UKS.

"Aku tunggu penyelamatanmu Rukia kuchiki"

"Aku setuju." Renji tersenyum di ikuti senyum kebahagian Rukia.

Black white or grey

"Hei, Ichigo kemana saja kamu kemaren? Kami mencari mu untuk melanjutka rapat tapi kamu tidak ada." Keluh Ishida di perjalan menuju ruang OSIS.

"Ah, aku hanya tertidur saja." Ichigo menjawab santai tanpa beban diikuti geraman kesal dari cowo berkacamata itu.

"Ah, kau ya apakah anak baru itu akan kapok?" tanya Ishida

Ichigo hanya menjawab dengan senyuman

"Mungkin."

"Hei Kaien apa menurutmu kamu tidak terlalu keterlaluan dengan cewe itu kemarin?" tanya Ikaku.

Kaien hanya terdiam dan melihat ke seberang, dilihatnya Ichigo bersama Ishida sang Wakil Ketua OSIS.

Sedangkan di bawah ada seorang cewe pendek berambut hitam yang memgang pengeras suara dan siap mendeklarasikan sesuatu yang penting.

"Ichigo Kurosaki."

"Kaien Shiba."

Orang yang dipanggil pun melongo ke lantai 1.

"Kalian berdua aku tantang dan bertandinglah dengan jujur melawanku."

"Wa jadi kata-katanya kemaren serius?" Kaien menatap kaget cewe kecil yang ada dibawah.

"Menarik juga? Bertanding apa?"

Rukia menghela nafas dan menghembuskannya lagi.

"Aku bakal menambah jumlah Grey di sekolah ini. Kalau jumlah Grey lebih banyak daripada kalian kalian harus melepas seragam kalian dan membakarnya ditengah sekolah."

"Tapi kalau aku yang kalah aku akan menuruti apapun kemauan kalian."

Rukia mengambil udara sedikit untuk dimasukkan k paru-parunya.

"Memangnya siapa yang bakal bergabung denganmu?" Tanya Kaie dengan nada menantang.

"Heh, kalian pikir semua orang menyukai kalian? Gak pernah belajar sejarah ya? Diktator tuh selalu jatuh."

"Bakal aku buktikan kalau omonganku bukan omong kosong."

"Batas waktu?" tanya Kaien lagi.

"3 bulan sampai penerimaan siswa baru."

"Oke aku terima" Kaien tersenyum senang jarang-jarang ada yang menantangnya.

"Bagaimana denganmu Ichigo?" tanya Kaien pada cowo berseragam putih diseberang sana.

"Terserah kalian saja."

"Baiklah bakal aku buktikan, akan kubakar seragammu itu di tengah lapangan sekolah jadi bersiaplah." Rukia menurunkan jari jempolnya kebawah menandakan bahwa pertandingan selama 3 bulan itu akan dimulai.

Ichigo kembali ke ruang OSISnya sedangka Ishida bingung mencari cowo yag bisa ngilang kayak hantu itu.

"Jadi, kamu kembali untuk menyelamatkan ku?"

"Lagi?"

Ichigo merebahkan kepalanya membiarkannya terkulai.

"Mungkin dia menarik juga." Kaien tersenyum melihat kepergian cewe itu.

"Mungkin aku sekarang sedikit menyukainya." Renji melihat wajah gembira Rukia yang bersinar dan berlari menuju ruangan khusus Grey.

Black white or grey

Hwa!! Mss motong ceritanya gak gaje kan.. hahahahaha

Oke deh balasan review!!

IchIrUkI : Nih udah mss update maaf ya lama.. hehehe kalo masalah bahasa udah mss baku in kug hehehe maaf ya..

BakaMirai : Hehe tenang aja mss tuh penggemar berat Ichiruki unsur Ichihime akan mss hapuskan disini hahaha.. lol

shirayuki haruna : hehe ayo ditebak siapa Snake nya kalau bener dapet tanda tangan mss *ditendang sampe hipotemia di kutub utara~*

kurosu hannaa keehl : Hehe Momo paling cocok buat peran ruu kug.. haha. Ularnya hmm enaknya ular apa ular garpu kah hahaha??*garpu?*

Rukia-Agehanami021093 : wew jangan dilempar ke mss.. mending ngasih Junpyo atau Kimbum ke mss pasti akan mss sambut dengan pelukan hangat *ditampol*

Yumemiru reirin : Rukia lupa ingatan karena... *rahasia dumz* ikutin aja terus deh pokoknya

yuinayuki-chan : hahaha sudah keliatan kan apa yang dilakukan Rukia terus repiu ya

Oke deh thanks buat yang udah ngerepiu..

terus.. repiu fic mss yang lain juga ya *promosi*

tekan ijo-ijo dibawah dengan semangat ^^