"Jumlah siswa SMA Karakura ini 1200 siswa black dan white seimbang disini." Renji mulai menjelaskan jumlah lawan meraka dalam pertandingan ini.
"Kita harus mengumpulkan setidaknya 400 orang agar bisa melampaui mereka."
Renji melanjutkan lagi dan melihat ke lantai bawah. Terlihat disana ada beberapa orang sedang berkumpul sepertinya anak-anak OSIS.
"400 orang dalam waktu 3 bulan? Sepertinya kita salah memilih jalan." Rukia menggaruk kepalanya yang tak gatal dan sedikit menyesali langkah yang ia ambil.
"Maksudmu apa? Kamu mau menghajar kedua ketua itu dan berkuasa? Setelah itu pasti akan muncul ketua baru yang memberontak. Aku tekankan itu cara orang bodoh."Renji membantah ide yang seperinya akan disampaikan Rukia.
Rukia cuma bisa pasang tampang cemberut dan menuju ke tempat Renji melihat kerumunan anak OSIS yang terpusat pada Ichigo.
"Dia hebat ya." Rukia melihat ke bawah dengan tatapan kagum.
"Dia? Maksudmu Ichigo?" tanya Renji dengan nada tak percaya.
"Ya siapa lagi? Ketua OSIS, ketua White anak terpintar se-sekolahan." Rukia memberikan segala alasannya memuji Ichigo kepada Renji.
"Dia anak terpintar kedua, aku yang pertama." Ralat Renji dengan kesal.
"Ya-ya aku tahu, dasar babon."
"Oh ya jumlah Grey tuh berapa sih?" tanya Rukia dengan wajah cerah ceria. Berharap jumlahanya tidak se-sedikit yang ia kira.
"5" Renji menjawab dengan singkat dan padat.
"5? Gak mung-" Kata Rukia terputus ditengah jalan ketika Renji menempelkan selembar kertas dijidat Rukia.
"Wew, ternyata ada cewe nya juga, Miyako?" tanya Rukia sambil melihat kertas itu daftar nama anak grey tapi Renji merebut kertas itu dan menyobeknya.
"Eh- kok?"
"Aku hanya memperlihatkan ini padamu, mereka hanyalah orang-orang elit yang susah diajak berunding jadi anggap saja jumlah grey cuma 2 aku dan kamu." Renji melempar sobekan kertas itu ke tempat sampah terdekat.
"Kemampuanmu?" tanya Renji dengan tegas.
"Olahraga." Rukia hanya menjawab dengan wajah polos tak mengerti.
"Ini jadwalmu hari ini." Renji menempelkan lagi sehelai kertas di jidat Rukia.
Rukia meihat kertas itu dan membaca isinya. Tersenyum."Memang tidak salah aku memilih babon sepertimu jadi partner." Rukia segera menuju ke tempat pertama yang harus ia datangi.
Black White or Grey
"Tolong." Semua cowo klub lari pun melihat kearah suara, seorang cewe dengan rambut berwarna biru tua dan bermata violet.
"Bertandinglah dengan ku mempertaruhkan seragam kalian." Rukia memberikan selembar surat perjanjian pada sang ketua klub.
"Apa nih?Jangan bercanda cewe chibi kayak kamu mau ngelawan kami?" tanya ketua klub dengan nada yang sangat-sangat meremehkan.
"Chibi katamu? Bilang saja kalian malu kan kalau dikalahkan anak perempuan." Rukia mulai memanas-manasi ketua klub yang memang mudah terpancing emosi itu.
"Apa kamu bilang kalau begitu ayo bertanding."
Rukia tersenyum penuh dengan kemenangan dan hasilnya…
"Hwa! Ketua kenapa kamu bisa kalah?" tanya anggota klub lari dengan nada menyesal
"Yap 18 cowo klub lari berhasil kudapatkan."
Dan akhirnya Rukia pun meneruskan jadwalnya dengan mendatangi klub basket, klub sepakbola, dan klub bela diri.
"Hahaha. 10 dari klub basket, 15 dari klub sepakbola dan 20 dari klub beladiri." Rukia bersorak sendiri dengan segala kemenangannya.
Sementara itu—
"Cari kerjaan apa ya?" Renji berpikir sendiri dan mengutak-atik computer di depannya.
"Hei Renji." Panggil seorang anggota club computer yang rata-rata berseragam white.
"Ha?"
"Tolong kami banyak data yang disimpan disini dan tidak sempat memback up nya, apakah ini virus jenis terbaru?" tanya anak berkacamata yang berseragam white dari ada bicaranya ia terlihat sangat panik. Dilayar computer terlihat tulisan akan meledak dalam waktu 5 menit lagi.
"Pasti kamu bisa kan?" tanya salah satu dari mereka.
"Kalau begitu tanda tangani ini." Ucap renji dengan senyum iblis.
Surat perjanjian
Sebagai ucapan terimakasih kami akan masuk menjadi grey
"Apa? Jangan-jangan kamu dalangnya ya?" tuduh salah seorang dari mereka.
"Jangan merusak reputasi sembarangan lagi akan meledak huahahahaha " Ancam Renji dengan nada memaksa.
Dan akhirnya dengan sangat terpaksa mereka menandatangani surat perjanjian itu.
Black White or Grey
Keesokan harinya-
"Apa? Kenapa banyak sekali anak grey hari ini?" tanya Kaien dengan wajah yang sangat kaget.
"Eh itu Kaien." Kata salah satu anak klub basket. Yang mantan black.
"Hei kalian segera kemari!!" Kaien berteriak dan hendak menghampiri cowo itu tapi sayangnya dia keburu kabur.
"Kenapa bisa begini Ikaku?" tanya kaien dengan heran.
"Sepertinya anak baru itu melakukan perjanjian di klub olahraga jadi-"
"Hei Kaien lihat kan, kalau aku bisa mengubah anak buah mu menjadi anggota ku." Rukia bawa TOA dan segera ngacir begitu kata-katanya selesai.
"Si monyet itu." Kaien berpikir sebentar dan merenung "Dasar kalau begitu segera bereskan mereka Ikaku."
"Baiklah." Ikaku tersenyum dan menunjukkan sebuah alat yang biasa ia pakai dalam menganiyaya anak Grey. Mereka juga biasa disebut Unit Pembasmi Grey.
Black White or Grey
"Hei tidak apa-apa nih?" tanya salah satu dari anak klub basket kepada temannya.
"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti akan ada masalah yang menunggu kita." Temannya itu menambahi dan semakin membuat temannya yang penakut semakin takut/
Ketika mereka akan melanjutkkan perjalanan mereka seorang tanpa rambut a.k.a botak, seorang berambut gonndrong dengan tampang banci berseragam hitam pastinya mencegat mereka berdua.
"Kalian kan-"
"Perkenalkan kami unit pembasmi Grey." Ikaku tersenyum sambli menunjukkan alat pencakar yang biasa ia gunakan untuk mengancam lawannya.
Dan 2 orang grey baru itu cuma bisa menelan ludah,
Black White or Grey
"Pagi Rukia." Panggil Hinamori dengan cerah tapi masih dengan seragam whitenya.
"Pagi Hinamori." Rukia tersenyum dengan riang.
"Jumlah Grey semakin banyak ya Rukia?" tanya Hinamori ketika seorang anak Grey lewat dan tersenyum pada Rukia.
"Yah begitulah hehehe." Rukia tertawa dengan wajah sangat bahagia.
Diantara kerumunaan dengan berbagai warna seragam black,white dan grey a.k.a seragam bebas. Mata Rukia yang tajam tak terkalahkan melihat salah satu anggota klub basket yang sudah dikalahkannya kemarin memakai seragam black,
"Dia kan." Rukia menunjuk ke kerumunan itu dan membuat Hinamori ikut melihat kearah yang ditunjuk.
"Kena-" Rukia berlari dengan kecepatan penuh kayak Singa ngejar mangsa, harimau ngejar mangsa dan para binatang karivora mengejar mangsanya.
"Heh!! Kamu yang kemarin kan?!" Rukia berteriak sambil berlari dengan kecepatan penuh, dan membuat anak klub itu lari kayak kijang yang dikejar singa, kelinci dikejar harimau dan segala binatang herbivora yang dikejar binatang karnivora *biologi banget*
"Eh. Berenti gak !!!" Rukia berteriak dan menarik kerah baju anak itu. Hinamori yang berusaha menyusul kedua binatang herbivora dan karnivora itu cuma bisa ngos-ngosan setelah mereka berhenti,
"Heh! Kenapa pake nih seragam lagi?" Rukia menarik baju cowo itu.
"UPG!"
"Apa? UGD?" Rukia bertanya dengan wajah cengo.
"UPG!!! Mereka yang bikin kita kayak gini!." Cowo itu menunjukkan luka diwajahnya yang mirip bekas cakaran.
"Eh apaan tuh Hinamori?" tanya Rukia dengan tampang goblok.
"UPG tuh Unit Pembasmi Grey. Black sama White punya grup itu." Jelas Hinamori dan Rukia pun berohoh ria. Sedangkan cowo yang masih ditahan Rukia pasang tampang ngeri dan bingung.
"UPG! Sialan tuh." Rukia menghentakkan tangannya dan membuat anak berseragam hitam itu tersentak dan jatuh.
"UPG tuh anggotanya anak-anak black yang botak namanya Ikaku, dan yang rambutnya panjang namanya Yumichika. Dan mereka itu-."
Rukia berlari segera menuju kelas Kaien tanpa mempedulikan penjelasan Hinamori dan tanpa basa-basi ketika ia menemukan si tersangka utama besama dengan Ikaku si botak dan si banci Yumichika . Rukia segera menendang kepala botak Ikaku dan berkacak pinggang didepan mereka yang masih miss communication.
"Dasar curang!! Kalian tuh maksa anak-anak buat kembali jadi black kan!!" Rukia berteriak dengan wajah sangat-sangat-sangat sangar.
"Kami hanya mengambil kembali milik kami." Kaien menjawab dengan tenang sedangkan Yumichika masih berusaha membangunkan Ikaku yang pingsan.
"Apa?" Rukia menatap Kaien dengan wajah bingung.
"Kalian juga pakai cara paksa kan? Memaksa anak-anak yang kalah bertarung dengan kalian untuk menjadi grey, jadi kita impas kan?" Rukia terenyuh sebentar memikirkan kata-kata sang ketua black itu dan segera menyadari kebenarak kata-katanya.
"Jadi cara kita sama kan?" Kaien meninggalkan Rukia yang masih termenung sedangkan Yumichika berusaha membangunkan Ikaku dengan berbagai cara.
Black White or Grey
"Huh kata-katanya memang benar sih." Rukia mengeluh sendiri dan melihat ke sekelilingnya yang sepi taman sekolah saat itu memang sepi karena jam pulang sudah dimulai sejak tadi.
Rukia menghela nafasnya dengan berat. Tapi wajah kecewa nya terhenti ketika melihat seorang grey yang lewat dihadapannya.
"Hei!" Rukia memanggil cowo berambut silver itu.
Dan yang dipanggil pun berbalik.
"Kamu anak klub sepak bola kan? Lalu bekas cakaran itu kamu kenapa gak?" Rukia masih bingung merangkai kata-kata dan menatap cowo itu dengan wajah bingung.
"Aku Hitsugaya Toushirou, dan aku masih pakai seragam ini karena aku tidak suka dengan system sekolah ini sama sepertimu." Hitsugaya menjelaskan dengan nada datar.
"Jadi aku akan berkerjasama dengan kalian. Berjuanglah." Hitsugaya tersenyum dan meninggalkan Rukia yang masih kaget sekaligus senang dengan hal yang baru saja didengarnya.
"Bodoh."ucap si jabrik orange.
"Apa?" tanya Rukia yang sejak tadi sumringah gak jelas.
"Bodoh."
"Apanya yang bodoh, buktinya ada orang yang mau menjadi grey dengan keinginannya sendiri." Rukia membantah dengan wajah tidak senang.
"Kalau begitu kau senyum-senyum cuma karena 1 orang" Ichigo kembali mengejek Rukia dengan tampang tak bersalah.
"Apa? Yang bodoh tuh kamu!"
"Cepatlah tambah orang dan tersenyumlah terus seperti orang gila." Rukia mengerutkan dahinya tidak mengerti maksud Ichigo.
"Bodoh, kau benar-benar bo-"
Kata-kata Ichigo terpotong ketika ada seorang sebuah bola berjalan terbang menuju kearah Rukia.
Ichigo dengan sigap menarik Rukia kepelukannya *^^* dan melindunginya, Rukia yang tertarik pun hanya mengikuti arus *(^^)
"Dasar bodoh!!" ichigo masih saja memeluk Rukia dan Rukia pun masih di dekapannya.
Dan sejenak hening *backsound tak gendong kemana-mana tak gendong kemana-mana*
"Ah!" Rukia berteriak dengan panik.
"Maaf." Ichigo segera melepaskan pelukannya dan hening sejenak
*backsound tak gendong kemana-mana tal gendong kemana-mana*
*mss dikemplang*
"Aku harus pulang , sekarang." Tanpa ba-bi apalagi bu Rukia langsung lari dengan muka merah padam begitupun Ichigo terdiam dengan wajah merah lebam (?)
Black White or Grey
"Hei." Panggil Renji pada seorang wanita berambut panjang berwarna coklat ke-orange-an.
Cewe yang dipanggil berbalik.
"Snake." Renji memanggil cewe itu lagi.
"Ah maaf maksudku Orihime." Renji tersenyum dan cewe itu hanya terkejut mengetahui kedok aslinya terbongkar.
"Aku tidak menyangka seorang putri sepertimu berbuat sedemikian busuk."
Black White or Grey
Hwa!!! Mss potong lagi ditengah-tengah
*ditimpuk para reader*
Pokoknya pertanyaannya sekarang apa yang bakal dilakukan renji kepada si Inoue
Ayo tebak lewat review huahaha
Oh ya gomen kalo mss sedikit banget masukin ichiruki di fic ini
Berhubung mss bingung mau nyelipin dimana jadinya mss bingung hehehe
Kan mss harus dan mesti mengikuti cerita aslinya
^^ gomenasai ^^
Tapi tetep aja mss bakal berusaha buat nyelipin sebanyak mungkin
Balasan Review!!!
Aguztine8chan : Lam kenal juga ^^ kalau emang bacanya belum selesai silahkan ikuti terus fic ini ya.
Rukia-Agehanami021093 : hehehe emang harus makin seru atuh—Kaien emang jahat. Rukia hilang ingatan karena … sesuatu ^^ rahasia..
Shirayuki haruna : anda benar sekali snakenya adalah Inoue!!! *ngasih pom-pom* tapi yang dilakukan Renji kira-kira apa hayo.
Yuinayuki-chan : rukia emang keren hohoho *ketawa bangga* Kaien emang jahat *ditimpuk Kaien mania*
Ichiruki : hehe kalo masalah itu gak mugkin 3-3 nya suka ma Rukia karena salah satu dari mereka punya masa lalu tentang orang yang mereka cintai hayo tebak siapa ya huahahahaha ^^
Yumemiru reirin : hehehe oke deh terus review ya!!
Ichiruki Shirosaki : Ayo tawuran hajar Orihime buang Renji *dibakar*
Oke deh thanks buat yang ngereview..
Ayo teken ijo-ijo yang dibawah dengan semangat!!
