Wah mss updatenya cepet banget sekarang--- (^^)

Jadi sangat senang

Hmm.. R&R ya…

*bingung mau ngomong apa*

Bleach punya Tite Kubo

Penguin Brother punya Ayumi shiina

Fic ini punya mss

Enjoy it ^^

Black, White or Grey

Orihime mencoba tenang tapi tetap saja ada rasa panik dihatinya.

"Kakamu kolektor ular kan?"

Orihime masih terdiam hanya menatap Renji.

"Mudah sekali kan bagimu untuk mendapatkan ular, yang tidak berbisa sekalipun."

Orihime tiba-tiba tersenyum. "Lalu masalahnya apa, karena itu kamu menuduhku snake?"

Renji menunjukkan sebuah foto ular.

"Kamu tahu tidak yang kelihatan bersinar di sisik ular ini?" tunjuk Renji, Orihime terlihat sangat terkejut dengan foto itu. Bukti dan kartu AS bagi Renji.

"Kuteks edisi terbatas yang hari ini kamu pakai." Orihime terdiam lagi dia benar-benar mencoba untuk tenang saat ini.

"Aku tidak ingin memberitahu Rukia sih takut kamu babak belur, tapi-"

"Dalam waktu 1 minggu ini kamu harus mau menjadi Grey." Renji melanjutkan kata-katanya hening sejenak menyelimuti mereka berdua.

"Aku yakin banyak orang yang akan mengikuti jejakmu, jadi jawabanmu sangat ku tunggu. Hime." Renji melemparkan foto itu dihadapan Orihime dan meninggalkannya yang masih terdiam tak berdaya.

Black, White or Grey

"Hei tahu tidak ada Grey cewe lho."

"Masak nekat sekali cewe itu."

"Taruhan yok bakal tahan berapa minggu."

"Tapi anak baru itu lebih mengerikan tahu tidak dia pasti akan melindunginya."

"Iya ya."

Rukia yang sedikit mencuri dengar percakapan diatas sedikit terkejut dan senang akhirnya setelah sekian lama ada juga grey cewe baru yang masuk.

"Renji kira-kira siapa ya cewe itu?" tanya Rukia dengan mata burbling-bling ria.

"Mana ku tahu."

"Tapi masak Orihime sih secepat itu?"

Datang seorang cewe dengan pakaian bebas, dan ternyata dia adalah.

"Hinamori, kamu?" Rukia terkejut dengan cewe berpakaian bebas yang ada dihadapannya.

"Mohon bantuannya ya Rukia." Hinamori tersenyum tetapi Renji sedikit kecewa dengan kejutan ini.

Black, White or Grey

"Jadi apa misi kita kali ini Renji?" tanya Rukia dan berpose layaknya orang yang sangat-sangat-sangat bahagia.

"Jadi pengawal Hinamori, hanya untuk seminggu ini." Jawab Renji dengan tegas tanpa beranjak dari komputernya.

"Ha? Kenapa cuma seminggu?" tanya Rukia lagi setelah berhenti berpose lagi.

"Sudahlah turuti saja dulu."

Dan Rukia pun berhenti bertanya lagi, takut disemprot dan dipaksa makan pisang (?)

Black, White or Grey

Taman sekolah ketika sore hari sepi, Rukia dan Hinamori sedang duduk di kursi taman sambil ngbrol ngalur ngidul.

Dan ada seseorang yang lewat seorang cewe berambut coklat keorangean.

"Orihime." Panggil Rukia dengan ceria sangat.

Yang dipanggil cuma tersenyum semanis-manisnya.

"Bagaimana kalau kamu juga bergabung dengan pasukan revolusi?" tanya Rukia to the point saja.

"Fans Orihime kan banyak." Tambah Hinamori lagi.

"Ya tidak bisa begitu ada beberapa persoalan." Orihime tersenyum hanya itu jawabannya.

"Ya sudah kalau begitu aku harus rapat OSIS dulu ya." Orihime segera menyingkir dari tempat itu dan tersenyum licik.

Black, White or Grey

"Unit Pembasmi Grey ada beberapa orang selain si botak Ikaku dan si banci Yumichika kira-kira jumlahnya ada 10 orang dan mereka adalah kelompok yang cukup ditakuti di sekolah ini."

"Jadi lebih baik kalau kita menghancurkan mereka melalui ini." Renji memberikan beberapa lembar kertas yang berisi biodata lengkap dari 10 orang itu termasuk Kaien.

"Eh? Dapat dari mana nih?" tanya Hinamori dengan tatapan bingung selain biodata kertas itu berisi nilai keluarga dan beberapa hal pribadi seperti ukuran baju (?)

"Komputer sekolah." Renji menjawab dengan wajah tak berdosa.

"Wah, menginvasi computer sekolah itu kan pelanggaran hukum." Hinamori menggaruk kepalanya sendiri dengan wajah ragu.

Tiba-tiba datang beberapa orang cowo dengan pakaian bebas bersama dengan Hitsugaya.

Rukia, Renji dan Hinamori menatap rombongan itu dengan bingung.

"Renji aku berhasil membujuk anggota klub sepak bola." Hitsugaya membuat Rukia melongo tak percaya.

"Semuanya?" tanya Rukia

"Kami sudah bicara sampai malam akhir-akhir ini."

"Kami kagum padamu Rukia"

"Kamu hebat sekali berani pada Kaien."

"Kami memutuskan untuk mengikuti revolusi mu ini." Ucap Hitsugaya. Diikuti oleh senyum dari Renji, dan Hinamori, Rukia pun tertawa dengan bahagia.

"Maaf menyela kebahagian kalian." Sesorang tanpa rambut menyela semua itu dengan senjatanya ditangan.

Rukia dan yang lain pun waspada. Tetap saja ada sesuatu yang mengejutkan diantara kesenangan mereka.

Black, White or Grey

Handphone ichigo berdering memotong kesibukannya diruang OSIS.

Dilayar handphone tertulis sebuah nama yang sangat familiar di telinganya.

"Ya?"

"Menurutmu apakah cewe itu akan menyerah?" tanya orang disebrang sana Ichigo hanya menjawab tanpa ekspresi dan dia sudah tahu siapa orang yang dimaksud.

"Jangan menganggap remeh atau kamu juga yang akan kalah."

"Lihatlah ke taman belakang ada hal menarik yang baru saja dimulai." Telepon pun ditutup Ichigo segera berlari menuju taman yang dimaksud.

Pertunjukkan baru saja dimulai.

Black, White or Grey

"Ngapain kalian disini?" tanya Rukia dan segera maju kehadapan Ikaku.

"Hanya mengambil milik kami."

"Kalian memulai kami harus melawan iya kan?" ucap Kaien dari lantai 2 melalui jendela yang mengarah ke taman tempat Rukia dan teman-temannya.

"Tidak aku tidak akan kembali memakai seragam." Hinamori memberontak setelah ditahan oleh seorang anggota UPG.

Hinamori menggingit tangan cowo itu dan dilanjutkan dengan bogem mentah dari Renji.

"Dia macam-macam saja ya."

Hinamori pun tersenyum symbol dari ucapan terimakasihnya.

"Kami gak akan pernah kembali apalagi memakai seragam itu lagi." Hitsugaya maju dan menantang Ikaku sedangkan Ikaku hanya tertawa.

"Kalau kalian maunya begitu ya apa boleh buat."

"Kalian mundur saja." Rukia maju ke depan dan berdiri di hadapan Ikaku.

"Kalian pengecut."

"Oh ya?" Ikaku mengayunkan senjata cakarnya ke wajah Rukia, tapi Rukia tidak menghindar sama sekali hanya menutup matanya.

"Kenapa tidak menghindar?" tanya Ikaku dengan wajah bingung, Kaien pun sedikit bingung dengan reaksi Rukia.

"Kalau kalian ingin melukai orang yang ada disini-"

"Aku yang akan mewakili luka mereka semua!" Rukia membentak Ikaku. Sepi sempat menyerang mereka semua.

"Baiklah kalau maumu begitu." Ikaku melanjutkan aksinya melukai Rukia keramaian bertambah seiring dengan hitungan Rukia, hitungan yang menunjukkan sudah berapa kali senjata Ikaku digoreskan di wajah Rukia.

Pada hitungan ke 6 Ikaku berhenti dan Rukia pun membuka matanya yang sejak tadi ia tutup untuk melindungi matanya dari serangan Ikaku.

"Sudah ya Kaien tidak ada perlawanan nih gak seru." Ikaku berteriak kea rah Kaien dan Kaien hanya terdiam saja melihat aksi itu.

"Beruntung kamu cewe."

Diantara kerumunan itu terlihat Ichigo yang berlari menuju Rukia yang sudah limbung karena lukanya.

Dan ketika itu pula Ichigo berhasil memapah Rukia menuju UKS. Rukia tersenyum, tepuk tangan membahana di tempat itu menandakan kekaguman mereka pada keberanian Rukia.

Black, White or Grey

"Hei kalian." Rukia memanggil sekumpulan anak yang sedang memeras anak-anak Grey.

"Sebaiknya kalian berhenti melakukan hal itu." Rukia menunjukkan sebuah handycam yang ia gunakan untuk merekam aksi 2 orang black itu.

"Bagaimana kalau rekaman ini aku serahkan pada orang tua kalian." Rukia tersenyum licik. Sedangkan di wajah kedua orang itu seolah-olah tertulis jangan pernah lakukan hal itu.

"Kalau begitu kalian harus berhenti memeras anak Grey percuma aku menyuruh kalian menjadi Grey, ketua kalian akan mengambil kalian lagi." Rukia tersenyum dan meninggalkan kedua cowo itu dengan wajah senang sementara Grey yang diselamatkan itu ikut berlari menjauh dan beterimakasih pada Rukia.

Black, White or Grey

"Berusahalah anak baru." Teriak salah satu anggota white dengan wajah yang sangat membuat Rukia senang.

"Iya!"

"Aku kagum padamu Rukia bolehkan aku bergabung menjadi grey." Pinta seorang cewe dengan sangat antusias.

"Aku juga senang jika kamu bergabung."

Rukia kembali melanjutkan perjalanannya bersama dengan si babon Renji.

"Siang Orihime." Rukia menyapa Orihime yang sepertinya menuju ke kelasnya, kelas 2 *dia setahun lebih tua daripada Ichigo Rukia dan Renji*

"Siang." Orihime tersenyum sewaktu Renji melewati Orihime ada beberapa kata yang ia ucapkan pada cewe muna itu.

"Besok sudah 1 minggu aku tunggu jawaban mu."

Dan Orihime yang sudah melewati 2 orang itu tersenyum.

"Aku juga tidak sabar dengan hari esok."

Black, White or Grey

"Yei! Akhirnya kita merayakan hari ini." Rukia teriak gaje saat mereka di tempat karaoke merayakan terusnya bertammbah anak-anak Grey.

"Gara-gara kamu juga Rukia kita bisa berhasil seperti ini." Hitsugaya memuji Rukia dan membuat cewe itu besar kepala.

"Oh ya bagaimana kalau kita pake system multi level marketing jadi 1 orang harus ngajak 2 orang buat masuk grey trus 2 orang itu ngajak 4 orang dan 4 orang itu ngajak 16 orang. Gimana pada mau gak?" usul Renji dengan mata bersinar-sinar kayak lampu disko. (?)

"Bagaimana dengan Kaien dan Ichigo mereka berdua pasti melawan." Hinamori menghentikan sinar di mata Renji itu dan membuat ia terduduk lesu. (si babon kehilangan sinar)

"Aku bingung dengan tingkah ichigo, sepertinya dia sangat perhatian padamu Rukia." Ujar Hitsugaya sambil menyedot minumannya.

Rukia hanya terdiam dan mengingat kejadian saat di UKS.

Flash back

"Lain kali berhati-hatilah kebodohan mu itu membuat dirimu sendiri terluka." Ichigo mengobati luka diwajah Rukia dan Rukia hanya terdiam.

"Hei kenapa kamu selalu membantuku?" tanya Rukia dan menatap mata Ichigo, tetapi Ichigo segera menghindar dan keluar dari ruang UKS dengan semua luka Rukia yang sudah diobatinya.

End of Flash back

"Hei Rukia jangan melamun saja." Panggil Hinamori sambil menyodorkan mic gilirannya sekarang nyanyi.

"Eh lagunya YUI aja yang AGAIN." Pinta Rukia dengan nada memohon, dan ketika itu semua orang disitu sudah sedia kapas ditelinga Hitsugaya pun sudah pasang volume maks di ipodnya.

"Untung aja tadi Hinamori memberitahu kehancuran suara Rukia."

Rukia mengambil nafas dan…

*adegan terlalu sadis untuk diceritakan maka dari itu mending mss potong*

Seluruh ruangan hancur lebur seperti di terjang angin ribut dan semua anak grey yang disitu cuma bisa swt bareng.

Black, White or Grey

"Ayo kita pulang." Rukia keluar dari tempat karaoke dengan wajah bahagia.

"Hinamori kamu pulang dengan ku saja ya." Tawar Renji.

"Eh tidak usah rumahmu kan tidak searah dengan rumahku." Tolak Hinamori

"Tidak apa-apa buat jaga-jaga saja." Renji tersenyum membuat Hinamori berblushing ria.

"Ya sudah kalau begitu pulang dulu ya."

Dan semua pun berpisah di tempat itu.

"Wah sudah malam sebaiknya aku cepat-cepat saja." Rukia berlari menuju rumahnya yang agak jauh dari tempat itu.

Tapi tiba-tiba ia dicegat oleh beberapa preman ditempat itu ditarik dan didorong ke sebuah gang sepi lebih tepatnya jalan buntu.

"Hei. Apa yang kalian lakukan." Rukia yang masih terbaring telungkup tidak bisa bergerak karena ada seseorang yang menduduki badannya dan memegang kepalanya.

"Sudahlah diam saja ini tidak akan lama."

"Mereka bukan orang biasa."

"Wah masak mau kayak gini doank?"

"Kita kan cuma dapat perintah bikin dia tutup mulut."

"Habisi saja."

"Hei kalian siapa? Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Rukia tapi kepalanya kembali dibenturkan ke aspal.

"Diam saja."

"Sedang bersenang –senang ya?" tanya seorang cowo yang berdiri di depan gang.

Rukia berusaha mengangkat kepalanya dan terkejut melihat orang itu.

"Kamu kan—"

Black, White or Grey

Mss potong lagi ditengah-tengah tebak siapa cowo itu?? Dan siapa yang nyuruh preman-preman itu??

Ayo tebak lewat review… ^^

Balasan Review ^^

Aguztine8chan : Udah mss update nih *nyolong katananya dijual ke tukang loak*

Caranya udah mss kasih tau lewat balasan review selamat mencoba semoga berhasil ya^^

Rukia-Agehanami021093 : Lagu tuh sering banget di puter juga di radio Semarang cuma baru-baru ini di TV ya?? Lagunya lucu kok makanya mss masukin hahaha *gaje banget*

BakaMirai : Haha emang Orihime tuh nyebelin banget!! *dibantai fans orihime*

Shirayuki haruna : Tenang aja mss bikin fic ini karena gak suka ma ending komiknya gantung sih jadi mss bakal bikin endingnya gak gantung *ditimpuk Ayumi shiina*

Yuinayuki-chan : Wah Yuinayuki mau bikin roti dengan bahan Orihime ya?? Jangan entar rotinya gosong lho hehehe sayang telurnya sekarang telur mahal lho *gaje gaje gaje*

Ichiruki Kurochiki : Yap anda bener sekali hebat (^_^). Kalo Hitsugaya sama mss aja huahaha *ditimpuk*

Yumemiru reirin : Inoue emang paling cocok dengan peran ini. HitsuRuki?? Lihat aja nanti ya tapi kayaknya yang bikin cemburu tuh RenRuki huahahaha.

Tie-manganiac-banget :Wah hati-hati entar kamu yang dikejar fans Inoue lho *dikejar Tie*

Ichiruki Shirosaki : Sabar-sabar *manas-manasin Shirosaki buat ngehajar Orihime* *devil side huahaha*

Nonnachiby : iya mss juga ngira-ngiranya sampe chap 20-an kebanyakan gak?? Entar takutnya pada bosen..

ToblerenoChoco : sip ini udah di update semoga puas dengan chap ini ^^

Ayo teken ijo-ijo yang dibawah dengan semangat ^^