Yei!! Akhirnya update juga *adakah yang menunggu?*

Oh ya buat polling yang kemaren mss adakan soal bagaimana cerita buat chap ini hasilnya adalah

Terserah : 2

Ya : 2

Tidak : 3

Tidak jawab : 1

Jadi kesimpulannya mss gak masukin adegan yang dimaksud kedalam fic ini, maaf bagi yang mengharapkan adanya adegan itu =_=

Bleach by Tite Kubo

Penguin Brother by Ayumi Shiina

Black White or Grey by Mss Dhyta

Rating : T

Genre : Hurt/Comfort/Friendship

Summary : "Aku sudah marah akan kubuka kedok sucimu itu". Rukia yang diselamatkan Kaien berhasil kabur dari para preman tapi rencana Renji untuk membuka kedok Orihime gagal. Siapa yang menyebabkan kegagalan itu? R&R

Cowo itu tersenyum pada Rukia dan kumpulan preman itu, mendekati Rukia yang masih tidak berdaya.

"Sepertinya kamu sedang bersenang-senang dengan temanmu ya?" tanya Kaien merunduk melihat wajah Rukia yang sudah memerah karena emosi.

"Dasar! Kamu yang menyuruh mereka kan?" Rukia berusaha memberontak tapi tubuhnya yang mungil ditahan oleh preman itu.

"Siapa kamu? " tanya salah satu dari mereka. "Aku hanya orang yang kebetulan lewat."

"Hei Kaien kamu yang menyuruh mereka kan?" tanya Rukia, Kaien yang ditanya hanya menggelengkan kepala.

"Kenal saja tidak bagaimana aku mau menyuruh mereka?" tanya Kaien.

"Ayo bantu aku kalau memang bukan kamu yang menyuruh mereka." Rukia meminta tolong dengan wajah ogah-ogahan.

"Kalau begitu kamu harus mau menuruti segala hal yang aku pinta." Kaien tersenyum licik membuat Rukia eneg dan ingin menendang cowo itu.

"Ogah!"

"Ya udah da~" Kaien mengangkat tangannya dan hendak beranjak dari tempat itu.

"Hei! Baiklah--" Kaien berhenti melangkah dan berbalik, berjongkok lagi didepan Rukia menunggunya mengucapkan hal yang ia minta.

"Aku—"

"Hei kamu sebaiknya cepat menyingkir dari sini." Seorang preman mendekati Kaien dan memukul wajahnya, Kaien yang kaget pun tersungkur, pipinya terasa sakit.

"Wah, ada yang cari masalah nih." Kaien berdiri dan memulai perkelahian 1 lawan banyak *kayak acara TV* Rukia cuma bisa mensyukuri kebejoannya.

"Dasar Bodoh!" Kaien menendang cowo yang menahan Rukia, Lalu memukul dagunya membuatnya tersungkur lagi dengan memukul punggungnya, temannya yang lain muncul dan dengan perfect ditendanglah anunya tuh orang membuat ia tersungkur.

"Rasakan huahahaha" Kaien ketawa gaje dan 2 preman yang lain menghampiri Kaien, Kaien berusaha mengelak dari serangan yang 1 kena yang 1. Setelah mengambil nafas sejenak ia menendang preman yang 1 dan memukul wajah preman yang 1 lagi dengan sikunya membiarkan mereka mengaduh kesakitan.

Rukia yang berada di tempat kejadian cuma bisa sweet drop.

"pantes aja tuh cowo bisa jadi ketua black"

"Berarti kamu bakal nurutin perintahku kan?' tanya Kaien dengan wajah polos tak berdosa.

"Enak saja aku belum berjanji tadi.."

Tiba-tiba handphone salah satu dari preman itu berdering, di ujung gang sudah menunggu beberapa orang preman dengan berbagai jenis senjata.

"Hei, kamu kuat kan? Bagaimana kalau kamu kalahkan saja mereka?" tanya Rukia sambil menunjuk kumpulan manusia garang itu.

"Mereka banyak, sebaiknya kita lari saja." Kaien menarik tangan Rukia dan sekuat tenaga berlari dari tempat itu, bersembunyi di balik sebuah tong sampah.

Kaien tiba-tiba saja mengaduh kesakitan memegang lututnya, tidak terluka sepertinya lalu kenapa?

"Kenapa?"

"Cedera lamaku terbuka lagi, gara-gara menolongmu tadi."

"Ah sial !"

"kalau begitu bagaimana?" tanya Rukia lagi ia panik sepertinya para kumpulan orang itu mengarah pada tempat mereka.

"Cih kalau begitu." Rukia berlari dan menghadang para preman itu ditempat yang lumayan dekat dengan tempat persembunyian Kaien.

"Hei kalian ayo kejar aku." Rukia berlari menjauh dari tempat itu membuat para kumpulan orang itu mengejarnya.

Kaien yang melihat tingkah Rukia cuma bisa menghela nafas saja.

"Dasar cewe bodoh."

Black, White, or Grey

Rukia kembali ke tempat Kaien dengan nafas yang tinggal setengah. Kaien hanya menatapnya dengan tatapan dasar-bodoh.

"hei dengan begini utangku lunas kan?" Rukia tersenyum dengan penuh kemenangan, Kaien cuma bisa melengus kesal.

Rukia memapah Kaien karena ternyata tuh cowo bener-bener sakit kaki.

"Hei, kenapa kamu benci banget sama Ichigo?" tanya Rukia ketika mereka berhenti sebentar di sebuah jembatan yang memiliki sungai dibawahnya.

"Seperti matahari yang menyinari kita di belakangnya ada bayangan kan? Seperti itulah keadaan kami." Kaien menjawab, tubuhnya diterpa sinar rembulan bayangannya berada tepat didepannya, Rukia mengerutkan dahinya.

"Maksudnya?"

Kaien swt mendengar pertanyaan bodoh Rukia.

Tiba-tiba ada suara gruduk-gruduk dari arah lain.

"Sial!" Kaien mengangkat tubuh Rukia dan menceburkan ke sungai itu, disusul oleh Kaien.

"Hei kemana mereka?"

"Aku juga tidak tahu aku yakin mereka disini."

"Ayo cari terus."

Black, White, or Grey

Rukia keluar dari rumahnya untuk berangkat sekolah dengan perasaan kesal karena kejadian kemaren malam.

Back to kemaren---

"SIALAN! Ngapain pake acara nyeburin ke sungai?" tanya Rukia setelah ia berhasil dari sungai yang ternyata penuh dengan kotoran itu termasuk ikan lele kuning 'taukan'

"Kalo gak nyebur entar ketauan."

"Sial!" Rukia mengumpat lagi bajunya basah kuyup dan rumahnya jauh dari tempat itu lagi.

"Kalau begitu ke rumahku saja, nanti aku pinjamkan baju ganti." Ajak Kaien dengan tampang innocent, Rukia yang reaksi nya sangat-sangat lambat pun mengangguk dan mengikuti ajakan tuh manusia.

Rukia masuk kedalam rumah itu dan mendapati tak ada kehidupan didalamnya.

"Sebentar, siapa aja yang ada dirumah ini sekarang?" tanya Rukia sebelum ia melangkah lebih jauh ke dalam rumah itu.

"Cuma aku sama kamu." Kaien menjawab dengan polos, Rukia mundur beberapa langkah dan hendak lari keluar rumah sebelum ia menabrak seseorang yang baru saja membuka pintu.

"Eh? Siapa kamu?" tanya wanita yang 'ehem' nya gede itu.

"Eh, aku."

"Dia temanku." Kaien yang datang dengan segelas air putih di tangan menghampiri Rukia dan menariknya. Rukia yang panik malah berteriak dan memanggil nama seseorang—

"Byakuya!" Kaien yang mendengar nama itu cuma bisa sweet drop. "Kamu kira aku mau ngapain kamu?" tanyanya dengan wajah heran, cewe yang berada di depan mereka pun berekspresi sama dengan Kaien bingung.

"Eh?" Rukia cengo.

"Sejak kapan kamu membawa seorang gadis ke dalam rumah?" tanya wanita itu.

"Diam, jangan banyak tanya pinjami bajumu untuknya walaupun aku yakin bajumu pasti kebesaran di badannya." Kaien menyingkir dari ruang tamu dan meninggalkan Rukia yang masih mengumpat dalam hati.

Setelah beberapa saat akhirnya Rukia tahu kalau ternyata wanita yang tadi bernama Neliel teman dekat Kaien, ia memang lebih tua dari dirinya ataupun Kaien tapi wajahnya yang cantik itu pun membuta Rukia terkagum-kagum padanya. Rukia pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi agar ia tidak salah paham.

"Terimakasih atas pinjaman bajunya." Rukia menunduk mengucapkan terimakasih, Nel hanya tersenyum.

"Sebaiknya hati-hati dengan orang itu dia berbahaya." Nel melirik Kaien yang memberikan deathglare padanya.

"Sebaiknya kamu cepat pulang, orangtuamu pasti cemas." Nel tersenyum pada Rukia. Pada dasarnya tidak ada orang di rumahnya jadi dia tidak harus pulang malam ini.

"Baiklah, aku permisi dulu terimakasih." Rukia keluar dari rumah itu dan melenggang dengan hati-hati *takut ketahuan pasukan preman itu* dan pulang menuju rumahnya.

End of Back to Kemaren..

Rukia menguap keras, ditengah jalan ia melihat seseorang yang berambut hitam dan tinggi dengan seragam black siapa lagi kalau bukan Kaien.

Tas diangkat dan dipukulkan ke Kaien yang masih ngantuk itu setelah itu NGACIR.

"Awas Kau!!" Kaien mengejar Rukia dengan kecepatan cahaya.

Black, White, or Grey

Renji menuju pintu masuk Karakura school menuju lorong yang membawanya ke kelasnya, dari arah berlawanan ia bertemu dengan orang yang telah ia ancam 1 minggu lalu.

"Itu jawabanmu?" tanya Renji pada wanita itu, wajahnya tenang dan sama sekali tidak terlihat bersalah.

"Aku sudah memberikan kesempatan1 minggu untuk berpikir dan jawabanmu masih sama?" tanya Renji pada Inoue Orihime yang masih menggunakan seragam white.

Inoue mengeluarkan foto yang merupakan kartu AS bagi Renji memang Renji masih punya banyak foto dan bukti itu tapi Inoue merobek foto itu dan melemparkannya kehadapan Renji.

"Aku rasa tidak ada gunanya ancaman mu."

"Wah, walaupun dalam waktu beberapa jam lagi seluruh computer sekolah akan menyiarkan bukti ini?" tanya Renji lagi.

Orihime tetap berusaha tenang. "Bukan cuma foto itu tapi daftar ular yang dikeluarkan snake selama ini dan daftar pembelian ular yang dilakukan kakakmu." Renji melanjutkan lagi.

"Yah tapi kalau itu memang keputusanmu"

"Aku kira Rukia sudah mengerti sesuatu." Orihime mengatakan itu sambil tersenyum licik.

"Dan aku rasa kamu juga akan merasakannya." Renji terbelalak kaget.

"Hei sakit!" teriak Rukia yang kepalanya sedang dijitak Kaien, Renji dan Orihime mengalihkan pandangan mereka menuju sumber suara.

"Kalian?"

"Hei Renji tau tidak gara-gara dia kemaren aku jatuh ke sungai."

"Bersyukurlah karena aku menyelamatkan mu dari preman ." Kaien kembali menjitak kepala Rukia, Rukia mengaduh sakit dan menendang kaki cowo itu.

"Aduh sakit.." Kaien dan Rukia kembali berkejar-kejaran, sementara itu terlihat sekali kalau ekspresi wajah Orihime sudah berubah menjadi pucat.

"Tak kusangka kamu punya teman preman juga." Renji kembali menghadapi cewe berambut coklat keorangean itu.

"Saat bel tanda pertengahan jam pelajaran berbunyi dan seluruh anak-anak mengakses ke hotspot sekolah akan muncul berbagai bukti yang menunjukkan kamu adalah penjahat selama ini."

"Tunggu aku kan tidak----"

"Terlambat kamu sudah membuatku marah, akan ku lepas topeng gadis sucimu itu." Renji meninggalkan Orihime yang masih terpaku ditempatnya.

Black, White, or Grey

"Huah! Aku benci pelajaran ini." Keluh Rukia yang masih berada di depan computer, pelajaran TIK tinggal beberapa menit lagi.

"Sudahlah tunggu saja sebentar lagi." Renji mlirik jam tangannya tinggal 1 menit lagi.

Rukia yang msaih berleha-leha kembali memusatkan matanya ke pelajaran.

"Yak aku akan beli roti strawberry." Batinnya..

5..

4..

3..

2..

1…

Tet…tet…tet..

Renji tersenyum, ketika waktu yang ditentukan sudah lewat tetapi—

"Kenapa dengan komputernya bu?" tanya salah seorang siswa.

"Monitornya aneh."

"Virus?"

Renji yang melihat layar computer miliknya dan milik anak-anak lain hanya bisa mengerutkan dahi, di layar itu hanya ada bentuk aneh yang tidak beraturan. Tidak seperti rencananya.

"Ha? Kenapa lagi dengan computer ini?" tanya Rukia heran.

"Tenang, tenang." Pinta guru yang mengajar saat itu.

Renji keluar dari ruangan itu menuju ke sebuah ruangan lain.

Brak..

Pintu dibuka tanpa ketukan pintu seorang cowo yang sedang duduk di meja dan kursi kekuasaanya hanya terdiam tanpa ekspresi melihat kejadian itu.

"Virus yang muncul disaat rencanaku berjalan."

"Ichigo hanya kamu yang bisa melakukannya."

Black, White, or Grey

Yah!! Oke deh sekali lagi maaf buat yang mengharapkan ada adegan Rukia tidur bareng ma Kaien *tidur doank gak ada lemonnya* karena ternyata jumlah orang yang pengen gak ada adegan itu tuh lebih banyak.

Terus review fics mss ya ^^

Balasan review

Red-deimon-beta : Maaf mss lupa hehe maklum terlalu semangat buat ngupload jadi lupa buat balas review =_= . Waduh jangan bocorin ceritanya *ngejar r-d-b* . Masalah adegan itu kan pada gak setuju jadi gak mss masukin maaf ya =_=. Hehe walaupun ngambil cerita dari komik Ayumi-sensei tapi tetep aja ada beberapa hal yang beda kan?? Rapot hehe alhamdulilah baguslah ^^

Ichiruki Kurochiki : Yang nyuruh Orihime hehe. Ichigo mana boleh melakukannya ^_^ nih udah di update kelamaan kah??

Yumemiru reirin : Makasih banget atas sarannya ^^

Tie-manganiac-bgt : Hehe Orihime emang nyebelin hoho

Shirayuki haruna : Yang nyuruh preman tuh Orihime yang bantu Rukia malah Kaien. Ichigo masuk grey nya belakangan entar semua anak white jadi grey.

Yuinayuki-chan : hehe~ yang nolongin Kaien n yang nyuruh Orihime. *sangpenjahat*

Aguztine8chan : hehe sama-sama semoga membantu ya fic nya ditunggu lho ^^. Byakuya, dia bakal muncul agak banyak dibagian akhir hehe.

IchiRuki Shirosaki : hehe ini udah diubah dikit semoga gak bikin kecewa.

Chariot330 : ini udah di update moga aja puas ma ceritanya.

Terimakasih buat Review nya ^^

Ayo teken ijo-ijo dibawah dengan semangat.