Hai para author dan reviewer *bahasa apa itu*

Terimakasih untuk review anda semua selama ini dimohon terus mereview ya ^^

Maaf kalau ada yang merasa kalau cerita ini terlalu panjang ataupun terlalu mirip dengan versi aslinya a.k.a Komik Penguin Brother.

Tolong di R&R

Bleach by Tite Kubo

Penguin Brother by Ayumi Shiina

Black White or Grey by Mss Dhyta

Rating : T

Genre : Hurt/Comfort/Friendship

Summary : Black, White or Grey chap 9 . "Bagaimana Orihime bisa marah padaku?" Rukia terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Orihime dan kejutan anggota Grey baru menantinya. R&R please.

Black White or Grey

"Virus yang muncul tepat disaat programku bekerja hanya kamu yang bisa melakukannya Ichigo." Renji menatap pria didepannya dengan tatapan kesal.

"Begitukah? "

"Tetapi maaf saja aku akan ke ruang siaran untuk memberitahu kebenarannya." Renji hendak beranjak dari depan ruangan itu.

"Apa kamu yakin?" Kata-kata Ichigo membuat Renji menghentikan langkahnya dan berbalik.

"Semua info yang kamu dapatkan illegal, daftar nama pelanggan pet shop, mengakses komputer utama sekolah. Kau bisa ditangkap." Ungkap Ichigo membuat Renji berpikir lagi tentang rencana ruang siaran itu.

"Baiklah aku menyerah~ tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu." Renji mengangkat tangannya dan menatap Ichigo yang masih duduk di singgasananya.

"Apa?"

"Kamu ini musuh Rukia, atau temannya?" tanya Renji dan menatap tajam mata Ichigo.

Ichigo berdiri dari kursinya dan meletakkan tangannya dimeja seolah-olah akan memukul meja itu.

"Kalian yang memulai pertandingan ini, berarti aku memang musuh." Ichigo membalas tatapan Renji tanpa ekspresi.

"Baiklah aku mengerti." Renji berbalik dan menutup pintu dengan perasaan kesal. " Sial wibawanya mengalahkanku."

Renji melangkah meninggalkan ruangan itu, ruangan yang ternyata diisi oleh 2 orang si pembuat masalah dan si ketua white.

"Kenapa menolongku?" tanya Orihime dengan wajah menahan kesal. Ichigo maju mendekatinya.

"Padahal kamu cuma memanfaatkan perasaannku." Ichigo melangkah terus menghampiri Orihime yang merapat ke dinding.

"Aku benci dia, aku benci cewek itu."

Buk!!

Ichigo menghantamkan tangan kananya kedinding tepat disebelah Orihime yang tekejut melihat hal yang dilakukan Ichigo.

"Kalau kamu berani menyakiti Rukia lagi—" Ichigo mendekatkan wajahnya ke wajah Orihime yang masih ketakutan. "KUBUNUH KAU."

Ichigo keluar dari ruangan itu dan membanting pintunya meninggalkan Orihime yang terduduk lesu.

Black, White, or Grey

1 Minggu kemudian~

"Grey banyak bertambah ya." Rukia melihat sekelilingnya yang sudah mulai bertaburan anak-anak Grey.

"Yah berkat bantuan Hitsugaya-kun dan banyak anak dari klub olahraga yang tidak puas dengan system saat ini." Renji menjawab dengan mata bersinar-sinar.

"Tapi kebanyakan cowok ya, maunya sih lebih banyak cewek."Rukia sedikit mengeluh dan melihat beberapa murid SMA Karakura yang berlalu lalang.

"Ah itu kan Orihime."

"Orihime!." Panggil Rukia dengan wajah polos tanpa dosa sedangkan yang dipanggil berbalik dengan wajah iblis penuh amarah dan melanjutkan perjalanannya tanpa mempedulikan panggilan Rukia.

"Eh?" Rukia bertanya dengan nada heran. "Ada apa dengannya?" tanya Rukia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Mungkin si Jeruk memarahinya jadi dia gak bisa macam-macam lagi." Batin Renji.

"Ah Rukia sekarang kamu harus berusaha ya, aku minta kamu membujuk Orihime untuk masuk Grey." Renji menepuk bahu Rukia sambil tersenyum dengan tampang licik.

"Eh?"

Black, White, or Grey

Rukia mengintip kelas Orihime yang penuh dengan kakak kelas. Ia melihat Orihime yang sedang ngobrol dengan salah satu temannya.

"Moodnya kelihatan bagus tuh."

"Ah Orihime." Orihime berbalik dan membuat Rukia berlari kencang meninggalkan kelas itu.

"Ada apa dengannya kemaren kemaren kelihatan baik-baik saja sekarang kenapa dia jadi kelihatan marah gitu." Rukia bersender di dinding dengan keringat yang mengucur.

"Perubahan mood yang singkat hebat sekali. Tapi siapa yang bisa membuatnya marah padaku?" tanya Rukia pada dirinya sendiri.

"Pasti—"

"Kamu kan?" Rukia menunjuk Ichigo yang sejak tadi hanya menghadap laptopnya mencari beberapa artikel sebelumnya Rukiapun harus berlari mencari si Jeruk itu.

"Orihime marah padaku kamu tahu tidak kenapa?" tanya Rukia dengan wajah panik.

"Ha? Kenapa harus aku?" tanya Ichigo dan menatap heran Rukia.

"Kamu pacarnya kan?" tanya Rukia lagi dengan wajah polos tak berdosa.

Hampir saja laptop Ichigo jatuh dari pangkuannya. "Aku BUKAN PACARNYA." Ichigo menjawab seolah-olah ingin berteriak mengungkapkan kebenaran yang sebenar-benarnya.

"Lagipula siapa yang bilang?" tanya Ichigo lagi jarang-jarang dia kesal dengan sebuah gossip.

"Renji."

"Ah si Babon itu. Kamu bodoh kalau percaya padanya."

"Ayolah aku yakin kalau Orihime salah paham karena orang-orang berpikir kamu suka padaku." Rukia meminta dengan nada yang sedikit memaksa membuat Ichigo gerah mendengarnya.

"Kalau beneran suka memangnya kenapa? Lagipula apa urusannya Orihime?" tanya Ichigo dengan wajah usil dan mendekati Rukia.

"Ah aku menyukaimu jadi mungkin saja dia salah paham lagipula kamu bercanda kan soal suka itu?"

Ichigo menghela nafasnya dengan berat.

"Kamu bener-bener midget yang bodoh." Ichigo membuat Rukia berasap dengan ejekannya barusan.

"MIDGET? BODOH? Apa yang kamu katakan HA?"

"Di dunia ini walaupun kamu berusaha sekeras apapun tetap ada salah paham. Pikiran ingin disukai orang lain adalah pikiran bodoh."

"Apa? Hei Strawberry wajar kan kalau ingin disukai orang yang kita sukai." Rukia membantah dengan amarah yang hampir diubun-ubun karena sejak tadi dirinya di ejek oleh sang ketua White itu.

"Munafik. Sifatmu yang seperti itu yang paling kubenci." Rukia yang masih terpaku dengan kata-kata Ichigo hanya bisa terdiam ketika cowok itu meninggalkan Rukia dan pergi menuju tempat yang menurutnya lebih tenang.

"HEI JERUK BUSUK CEPAT KEMBALI!!!" Rukia berteriak ketika langkah Ichigo sudah menjauh dari dirinya.

Black, White, or Grey

"Jeruk busuk itu benar-benar membuatku marah, apa maksud dari kata munafiknya, cih yang munafik tuh dia, udah sok cool, sok keren ,sok realistis lagi. Argh!!" Rukia menjerit depresi dan hanya dijawab tatapan bingung Renji serta Hitsugaya yang hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti.

"Dia aneh, kadang membantuku tapi kadang mengejekku dan sepertinya dia mengenal diriku sejak lama tapi kenapa tidak ada ingatan tentangnya dipikiranku?"

"Dan caranya bicara tadi entah kenapa membuatku sedikit sedih."

Rukia melihat kearah jendela, musim dingin sudah menjelang angin bertiup pelan membawa udara dingin yang siap membekukan hati siapa saja.

Black, White, or Grey

"Ah Orihime-san aku ingin.. bertanya….hmm" Rukia berbicara dengan ragu-ragu sementara itu Orihime tidak memandangnya sama sekali hanya membereskan beberapa bukunya yang masih berserakan diatas meja.

"Kenapa kamu marah padaku?" Rukia menunggu jawaban Orihime tetapi yang ditanya hanya berdiri dan menyingkir dari tempat itu tanpa mempedulikan pertanyaan Rukia.

Rukia mengejar Orihime yang sudah hampir mencapai pintu keluar kelas.

"Orihime aku—"

"Pergi!!" Orihime tetap tidak memandang wajah Rukia yang sudah berubah pucat mendengar kata-kata Orihime.

"Sebaiknya kau pergi dari hadapanku!!" Orihime mulai membentak Rukia dan membuatnya membatu ditempatnya sementara itu Orihime meninggalkannya diikuti bisik-bisik anak-anak lain.

Black, White, or Grey

Rukia sedang berada di atap sekolah yang sedang sepi atau bisa disebut tidak ada orang lain selain dirinya. Ia sendiri bersama angin dingin yang bertiup.

"Kenapa dia marah padaku ya? Aku tidak merasa melakukan kesalahan padanya." Rukia berbicara sendiri. Tanpa ia sadari sudah ada seseorang disampingnya.

"Hei. Rukia." Panggil orang itu membuat Rukia terlonjak kaget.

"Orihime."

"Kamu pernah mempunyai seseorang yang kamu sukai, sangat kamu sukai sampai-sampai kamu akan melakukan apapun untuknya dan menyingkirkan pengganggunya dengan cara apapun?" tanya cewek berambut coklat keorangean itu, rambut mereka berdua tertiup angin.

"Aku, tidak, aku tidak punya orang yang aku sukai lagipula kalau aku mempunyai orang yang aku sukai aku tidak akan melakukan hal seperti itu." Rukia menjawab dengan wajah polos, dan Orihime malah tertawa mendengar jawabannya.

"Aku gak menyangka pikiranmu masih seperti anak kecil." Orihime tertawa kecil dan hanya membuat Rukia terpuruk.

"Anak kecil ya.."

"Dulu ketika SMP aku sering ditindas karena banyak cowok yang naksir padaku." Orihime mulai bercerita tentang masa lalunya.

"Dan dulu juga aku pernah diselamatkan oleh Ichigo ketika aku ditindas, walaupun dia lebih muda dariku tapi aku sangat menyukainya, sifatnya yang cuek membuatnya semakin disukai oleh cewek-cewek."

Rukia menatap wajah cantik Orihime dan rambutnya yang tertiup angin menambah aura kecantikannya.

"Aku pernah memberinya hadiah valentine bahkan menembaknya." Rukia sedikit terkejut dengan cerita Orihime.

"Me..ne..?"

"Aneh kan? Aku sangat menyukainya sampai-sampai aku rela melakukan apa saja untuknya, untuk melindunginya. Tapi aku yakin coklat yang dulu aku berikan sejak ia SMP sampai sekarang pasti dibuangnya dan dulu pun dia menolakku." Orihime tetap menatap kedepan ke langit yang luas, ia tidak pernah tahu bahwa Rukia sedikit menghela nafas lega ketika tahu Ichigo menolaknya.

"Dan ketika kami menjadi anggota OSIS-pun aku pernah bertanya padanya apakah ia terganggu dengan kehadiranku dan dia hanya menjawab tidak. Aku merasa kalau ada sedikit harapan untukku tapi ternyata hati bekunya tidak mencair, dan aku yakin hati itu tidak akan mencair walaupun bertemu denganmu Rukia." Orihime berpindah melihat mata violet Rukia, seolah mengatakan kalau tidak ada harapan bagi Rukia untuk Ichigo.

Orihime berbalik dan hendak beranjak dari tempat itu.

"Orihime aku juga punya orang yang aku sukai, walaupun aku berusaha sekeras apapun aku yakin tidak mungkin mendapatkannya. Tapi untuk Orihime berusalah mungkin hatinya akan mencair dan aku rasa ada cowok lain yang menunggumu." Rukia berbalik dan tersenyum pada Orihime yang sudah berada didepan pintu. Orihime tidak berkata-kata hanya melanjutkan perjalanannya dan menutup pintu atap, air matanya mengalir pelan dari pelupuk matanya.

"Aku makan coklatnya." Ichigo menghentikan langkah Orihime dengan kata-katanya setelah Orihime menutup pintu itu.

"Tapi aku tidak bisa menyukaimu jadi maaf" Ichigo meninggalkan tempat itu, sedangkan Orihime hanya tertunduk lesu dengan air mata yang sudah meleleh.

"Bohong aku yakin kamu bohong kamu tidak pernah memakan coklat itu. Aku lebih suka kau menjadi manusia dingin selamanya."

Di atap Rukia tidak pernah tahu apa yang terjadi setelah pada Orihime ia hanya menatap langit.

"Yah, aku memang mempunyai orang yang aku sukai, walaupun orang itu hanya menganggap aku sebagai keluarganya."

Black, White, or Grey

"Orihime sepertinya mempunyai banyak masalah sebaiknya jangan membujuknya disaat seperti ini." Rukia berjalan berdampingan dengan Renji menuju sekolah.

"Yah maaf aku juga tidak tahu kalau keadaanya seperti ini, tapi jarang-jarang kan melihat sang Ratu White marah apalagi membentak." Renji tertawa dan hanya disambut wajah cemberut Rukia.

Entah kenapa seperti keramaian didepan membuka jalan untuk mereka berdua, ah bukan lebih tepatnya untuk sang Ratu White Orihime Inoue yang hari itu mengenakan jaket jeans kaos berwarna hitam dan rok berwarna putih serta syal yang melilit lehernya.

"Rukia, maaf soal kemaren ya." Orihime merapatkan kedua tangannya dan memasang wajah penyesalan.

"Eh Orihime kamu.. kamu..pakaian itu.." Rukia terbata-bata merangkai kata karena terkejut melihat penampilan Orihime hari itu.

"Mohon bantuannya." Orihime tersenyum dan disambut pelukan dari Rukia, Renji pun hanya tersenyum dengan kata-kata Orihime yang bisa ia tebak walaupun hanya diucapkan tanpa suara.

"Bukan karena ancamanmu."

Black, White, or Grey

"Kenapa si bodoh itu!!" Ishida terkejut mendengar kabar terbaru yang didengarnya.

"Apa Ratu White takluk?" Kaien melonjak kaget mendengar berita dari anak buahnya sementara itu ditempat lain Ichigo hanya tersenyum menatap jendela mendengar berita itu.

Gwahahaha!! *ditimpuk reader*

Ini akhir dari komik jilid 2 dari Penguin Brother dan ngomong-ngomong masih ada 3 jilid lagi saudara-saudara… =_=

Tapi buat para reader bakal mss lanjutin deh huahaha *ditimpuk*

Oh ya mss cuma mau ngasih tahu aja kalau misalnya mss ngereview di fic para author tanpa login, dan para author pengen bales lewat balasan review setelah cerita ya, kayak mss gini sebaiknya ngetiknya jangan kalau ditanya kenapa karena pen name mss selalu hilang kalau diketik menggunakan titik *hiks* jadi mending ngetiknya tanpa titik aja cukup mss dhyta oke ^^

*info gak penting ditimpuk reader*

Oke deh berikut balasan review ^^

Rukia-Agehanami021093 : Rukia kan ditolongin Kaien jadinya terpaksa akrab deh. Soal adegan Ichiruki sip deh diusahain.

Shirayuki haruna : Eh, kan nanti yang semua anggota white dan black kehilangan kepercayaan dengan ketua mereka masing-masing jadinya pada pindah ke grey deh ^^ . Kalau kenapa Ichigo bikin virus karena Ichigo tetap harus melindungi anggotanya *si Orihime* kalau tidak anggota white bisa keluar dari white *itu sih menurut mss soalnya dikomiknya gak dijelasin*

ChappyRocksTheWorld : Adegan yang itu memang gak ada lemonnya cumin setelah si Rukia jatuh di sungai Kaien ngajak ke rumahnya buat ganti baju dan Rukia ketiduran disana cuma yang bikin sebel penggemar IchiRuki karena mereka berdua tidur dalam 1 kasur ^^

Yuinayuki-chan : Penyebabnya mss kurang jelas tapi mungkin untuk melindungi citra white.

IchiRuki Shirosaki : Orihime emang nyebelin tapi dibagian akhir dia udah gak terlalu nyebelin kug karena udah jadi anggota Grey.

Chariot330 : hehe itu bukan adegan lemon ^^ lagipula mss gak terlalu suka sama adegan itu jadi tenang aja

Yumemiru-reirin : eh?? Suka spoiler?? Entar jadi gak seru lho hehe.

Tie-manganiac-banget : Tie udah baca chap ini maka Tie udah tahu kan ^^

Reiya Sumeragi : hehe bagus kalau reiya suka ^^ bakal mss usahain deh buat nambah romance nya

BakaMirai : iya dia emang ngebantu tapi bukan demi Orihime, demi citra White tenang aja.

Ichiruki kurochiki : eh bukan yang nyebabin kegagalan Renji tuh si Ichigo sebabnya udah mss jelasin kok.

Red-deimon-beta : *nangis mewek* Jangan ngasih spoiler entar gak seru *ngejar r-d-b dilempar pake panci* eh tapi kalau masih tetep mau ngasih spoiler gak papa * tetep ngejer r-d-b*

Buat yang udah baca fic rated M nya mss harap maklum kalau belum terlalu sadis baru pemula, mss mau bikin lagi nih hehe *ketagihan*

Oh ya review fic anyar mss rated M yang judulnya Who do you believe?

Hehe

Ya sudahlah ayo tekan ijo-ijo dibawah dengan semangat kemerdekaan