Bleach by Tite Kubo

Penguin Brother by Ayumi Shiina

Black White or Grey by Mss Dhyta

Rating : T

Genre : Hurt/Comfort/Friendship

Summary : Matsumoto telah menyiapkan rencana untuk Rukia. Namun kegagalan rencananya membuat ia melemparkan pisau kearah Rukia, seorang pria bertopeng tiba-tiba saja menolongnya siapa orang itu? Black White or Grey chap 12 RnR?

---

"Sebenarnya tak lama setelah masuk Grey, entah kenapa hampir semua bukuku disobek-sobek dan ada lambang Butterfly, jadi mungkin.." Hinamori menjawab dengan terbata-bata. "Tapi Rukia, aku tidak mau merepotkan kalian jadi aku tak pernah memberitahukan hal ini, maaf." Hinamori menunduk dengan ekspresi penuh penyesalan, ia benar-benar tak bermaksud merepotkan Rukia.

"Sudahlah Hinamori tidak apa-apa, dengan begini aku jadi punya alasan untuk melabrak mereka." Rukia berdiri dari duduknya dan hendak keluar dari ruangan itu.

"Hei baka Rukia kamu pikir bisa semudah itu?" Renji membuat langkah Rukia terhenti dan berbalik, dengan wajah menahan kesal.

"Apa maksudmu dengan kata baka itu?"

"Hinamori bagaimana kalau kamu yang jadi umpan?" tanya Renji tanpa mempedulikan Rukia yang sudah menunjukkan bogem mentahnya.

"Ha?"

----

"Jadi kita sembunyi disini dan kamu biarkan tasmu disana, mereka pasti akan datang dan menyobek-nyobek bukumu lagi, setelah itu kamu muncul dan memancing mereka ke kamar mandi cewek. " Renji berjongkok dibawah meja guru bersama dengan Rukia dan Hinamori yang mendengarkan penjelasan sang ahli strategi itu.

Rukia menggaruk kepalanya dengan wajah heran. "Lalu kamu mau membiarkan mereka mendobrak pintu dan menghajar Hinamori?" Hinamori terlihat pucat ketika Rukia mengatakan kata 'menghajar', pada dasarnya kata itu bukan kata yang baik bagi wanita kecil dan tak berdaya seperti dirinya.

"Jelas saja tidak, makanya kamu diam dulu dan dengarkan. Setelah itu Hinamori akan keluar lewat jendela, kita akan menyebarkan suara mereka yang aku yakin pasti akan penuh dengan kata-kata kasar melalui TOA sekolah, bagaimana?" Rukia mengangguk dengan maksud kalau ia paham jalan rencana Renji yang satu ini .

"Tapi tidak apa-apa menjadikanmu sebagai umpan Hinamori?" Rukia melirik Hinamori yang berjongkok disampingnya. Sedangkan Hinamori yang ditanya hanya tersenyum.

"Tidak apa-apa, setidaknya aku bisa sedikit berguna bagi kalian." Rukia pun turut senang dengan jawaban Hinamori.

Beberapa saat mereka menunggu, datang seorang wanita dengan seragam black, wanita itu adalah Nemu yang katanya Renji adalah pesuruh di geng Butterly. Ia melirik kiri dan kanan seperti mengincar atau ingin melakukan suatu yang buruk, dengan mengendap-ngendap ia menghampiri tas Hinamori dan mengambil salah satunya bukunya.

"Hei kenapa bukan Matsumoto yang datang?" tanya Rukia dengan wajah heran. "Dan apa yang ia lakukan?" Tak ada yang menjawab pertanyaan Rukia mereka sibuk memperhatikan apa yang akan dilakukan wanita itu.

Srek..

Sobekan buku mulai berjatuhan dari tangan Nemu, ia terus merobek buku itu dengan wajah terpaksa dan tidak tega, matanya pun kadang melirik ke kiri dan kanan mewaspadai orang lain datang, atau mencari dimana orang yang menyuruhnya. Rukia, Renji dan Hinamori pun masih tidak tahu yang mana tebakan yang tepat untuk mengartikan tingkah Nemu itu.

"Sial, kenapa harus dia yang melakukannya, aku harus melakukan sesuatu." Rukia berdiri secara tiba-tiba tanpa bisa dicegah Renji dan Hinamori.

"Hei apa yang kamu lakukan?" tanya Rukia pada Nemu secara tiba-tiba, membuat wanita berambut hitam itu terlonjak kaget dengan wajah pucat.

"Ma..maaf." pintanya terbata-bata tetapi Rukia sudah melangkah dan berdiri dihadapannya

"Kenapa kamu melakukan ini? Kamu tahu tidak buku itu milik Hinamori!" Rukia membentak dengan kesal, ia tidak peduli wanita yang ada dihadapannya itu memasang raut ketakutan.

"Hei, kamu itu cewek kan gak perlu kasar kayak gitu." Bentak Renji pada Rukia. "Kenapa kau melakukan ini?" tanya Renji setelah Nemu bisa sedikit tenang.

"Matsumoto yang meminta aku melakukannya, dia tak pernah ingin mengotori tangannya sendiri, dia selalu menyuruhku untuk melakukan hal ini." Ucap Nemu dengan terisak-isak, Rukia yang kesal menggebrak meja dengan penuh emosi.

"Aku harus menyingkirkan cewek itu!" Suaranya menggelegar hingga keluar kelas, dan mereka tidak pernah tahu kalau sesosok wanita berada dibalik pintu dengan senyuman liciknya.

"Berani juga dia."

---

Rukia membereskan pelajarannya yang berserakkan diatas mejanya. Setelah bersih ia menyingkir dari meja dan hendak beranjak keluar kelas dengan langkah setengah diseret, sebenarnya ia malas harus keluar dari kelas menurutnya lebih baik ia tidur sampai besok, dan tidak perlu bolak-balik sekolah rumah lagi.

Tetapi langkah kaki Rukia terhenti dihadapan seorang cewek yang terlihat cantik dengan rambut berwarna keunguan yang tergerai sebahu. Disekitarnya berdiri beberapa anak cewek yang terlihat seperti anggota sebuah fansclub atau maniak, Rukia tidak pernah ingin tahu hal itu.

"Kamu Rukia Kuchiki?" Tanya wanita berambut keunguan itu. Rukia mengangguk sebagai jawaban sedangkan Hinamori yang berada dibelakangnya berbisik dengan kagum.

"Rukia, kamu tahu dia siapa? Dia itu Senna angota klub pemanah yang sangat dikagumi di SMA ini." Bisik Hinamori, Rukia menggaruk kepalanya tanda ia tak peduli.

"Ada apa ya?"

"Aku dengar kalian sedang mengincar Rangiku Matsumoto ?" tanyanya to the point, Senna memang orang yang terkenal tidak suka berbicara terlalu bertele-tele.

"Iya, memangnya ada apa? Kamu ingin menawarkan bantuan?" Rukia pun bertanya tanpa rasa canggung. "Kalau memang begitu aku yakin fansclub mu bisa sangat membantu." Lanjut Rukia lagi.

" Kamu tahu kan banyak anak cewek yang mau masuk Grey, tapi karena Matsumoto mereka ragu dan akhirnya mundur, jujur saja dia mengganggu kami. Jadi kalau kamu memang bisa menyingkirkan Matsumoto, maka aku dan fansclubku akan menjadi anggota Grey."

Rukia membelalakan mata, niat awalnya ternyata disambut dengan baik, ia tersenyum dengan wajah penuh percaya diri. "Baik akan kulakukan."

"Wah sepertinya sedang seru nih." Seorang wanita dengan rambut pirang yang tergerai bersandar di pintu. "Kalian sedang membicarakanku ya?" tanyanya dengan nada yang dibuat se-sensual, mungkin bagi wanita terdengar menjijikkan tapi kadang bagi pria terdengar menarik dan menggoda.

"Yah begitulah, ada apa kamu kesini, Matsumoto-san?" Rukia maju kehadapan wanita itu dan meninggalkan Senna dibelakangnya. "Ada yang bisa aku bantu?"

"Tidak, aku hanya ingin memberikan undangan ini, aku sedang ingin mengadakan pesta dan aku rasa undangan ini sangat bermanfaat untukmu Rukia." Matsumoto memberikan sebuah kertas yang terketik rapi dengan isi sebagaimana undangan biasanya.

Senna menggertakkan giginya dengan kesal. "Ini pasti jebakan." Pikirnya.

"Eh, tapi aku boleh datang dengan temanku?" Jawaban Rukia membuat Senna dan Hinamori terperanjat kaget, mereka berdua tidak menyangka Rukia akan menerima undangan itu, undangan yang sudah sangat jelas akan membuat Rukia hancur begitu mendatanginya.

"Tentu saja boleh." Jawabnya dengan senyum palsu. "Aku rasa pesta ini akan menyenangkan jadi datanglah." Matsumoto menyingkir dari tempat itu dengan langkah yang membuka keramaian orang-orang yang sejak tadi mengerubungi tempat itu, seperti membelah sungai.

"Kamu yakin Rukia?" Tanya Senna dengan ragu-ragu ia melirik undangan yang digenggam Rukia dengan tatapan curiga.

"Tenang saja ini salah satu rencanaku."

--

Rukia berlari keluar menuju lorong-lorong SMA Karakura, dan tanpa memperhatikan arah, karena itu ketika berbelok ia menabrak Ichigo yang sepertinya sedang membawa berkas-berkas OSIS.

"Aduh.. Jeruk kenapa kamu gak lihat-lihat sih?" keluh Rukia sembari memungut beberapa kertas yang berceceran.

"Dasar cebol. Bukankah kamu yang menabrakku?" Ichigo pun ikut menunduk dan mengambil beberapa buku milik Rukia yang terjatuh, ternyata diantaranya ada undangan yang tadi diberikan Matsumoto kepada Rukia.

"Undangan apa ini?" Tanya Ichigo sembari mengibarkan undangan itu dihadapan Rukia. Dan secara reflek Rukia merebut undangan itu tetapi gagal karena dengan sigap Ichigo menarik kembali tangannya dan membaca isi undangan itu.

"Rangiku Matsumoto? Kamu sedang cari masalah dengannya?" Ichigo menunjukkan lagi undangan itu dihadapan Rukia.

Rukia merebutnya secara paksa. "Bukan urusanmu strawberry. Dan buat apa kau mengurusku? Kau menyebalkan!" Rukia berdiri dan berbalik melangkahkan kakinya.

"Dasar bodoh itu perangkap kan? Kamu mau masuk kandang singa?" Rukia berbalik setelah mendengar keluhan Ichigo tentang sesuatu yang disebut kebodohannya.

"Aku kan sudah bilang bukan urusanmu. Jadi diamlah dan jangan pernah peduli lagipula aku akan berusaha untuk memenangkan pertarungan ini. Dan setelah itu.." Rukia memotong kata-katanya dan tersenyum. "Aku akan mencarimu di ingatan masa laluku."

Ichigo tertegun mendengar ucapan Rukia, sebelum ia berkata lagi Rukia sudah berlari meninggalkannya di tengah lorong sunyi itu.

--

Rukia dan Renji sudah berada di rumah megah milik Matsumoto, mereka melihat rumah yang telah dihias itu dengan takjub. Bukan suasana pesta yang berbau diskotik tetapi suasana yang penuh dengan orang-orang bergaun dan minuman serta makanan yang berjejer, bisa dibilang pesta orang elit.

"Rukia, kau sudah datang." Sapa Matsumoto ketika Rukia memasuki rumah itu bersama dengan Renji. Rukia hanmya menjawab dengan senyum yang dipaksakan.

"Kalau begitu nikmati saja ya pestanya, sebentar lagi pertunjukkannya akan dimulai." Matsumoto menyingkir dari tempat itu. Sedangkan Rukia dan Renji melihat - lihat keadaan sekitar mereka, beberapa orang yang tidak mereka kenal datang ke pesta itu, ngobrol-ngobrol dan tertawa dengan wajah orang-orang berada.

"Hei Renji aku sedikit tidak nyaman di pesta ini." Keluh Rukia.

"Yah, aku juga tapi demi tugas."

Tiba-tiba lampu diredupkan dan hanya menyorot satu tempat dimana Matsmoto menginjakkan kakinya.

"Saudara-saudara, kita akan menikmati pertunjukkan sebentar lagi." Matsumoto berdiri di depan para tamu dengan mikrofon di tangan. "Khusus untuk kalian Renji dan Rukia."

Tiba-tiba saja dibelakang Rukia dan Renji berdiri dua orang yang menutup tubuh mereka dengan kain sehingga mereka berdua tak mampu bergerak.

"Yah, jadi setelah ini akan kita apakan mereka. Apa kita telanjangi dan kita foto dengan pose yang memalukan. Yang jelas akan kuhancurkan kalian, sampai kalian mengerti bagaimana salahnya melawanku. " Matsumoto tersenyum licik dan tertawa. Sementara itu teman-teman Matsumoto yang lain hanya menyaksikan pertunjukkan dengan tenang.

Tetapi belum lama Matsumoto merasakan kesenangan menyiksa orang yang ia benci seseorang dengan handycam ditangannya memanggil dari lantai 2. "Hei. Ayo menghadap kamera."

Matsumoto dan 2 orang itu melihat ke lantai 2, dan ternyata wanita yang memanggil mereka adalah Rukia.

"Ayo ekspresinya ditambah 'kan dilihat seluruh dunia." Ucapnya sambil tersenyum. Sedangkan Matsumoto dan 2 orang suruhannya hanya bisa menatap dengan wajah kaget.

"Kalau kalian mengakses internet sekarang, kalian bisa melihat rekaman ini, mamamu papamu bahkan guru-guru SMA Karakura." Ucap Renji dengan laptop dipangkuannya.

"Ku bunuh kalian!!!" Teriak Matsumoto dengan wajah geram, sedangkan Rukia tetap merekam aksinya dengan senyuman yang mengembang.

"Hei, dasar bodoh. Karena terlalu memikirkan kami kamu gak tahu kalau ada anggota grey yang menyusup." Teriak Hitsugaya yang bersama anggota Grey lain.

"Lalu yang didalam sini siapa?" Tanya salah satu dari orang suruhan Matsumoto yang juga pacar Matsumoto.

"Ce.. cepat bantai mereka." Perintah Matsumoto dengan panik.

Setelah itu secara tiba-tiba orang yang ada di dalam kain memberontak dan membuat kedua orang itu terlempar.

"Huh, merepotkan saja. Hei Rukia tambahkan bayaranku ya." Teriak Ikaku setelah keluar dari kain tadi. Rukia hanya menunjukkan jempolnya sebagai tanda setuju.

"Hei kalian, apa yang akan kalian lakukan pada temanku?" Tanya Ikaku dengan tampang sangar, membuat 2 orang preman itu berlutut memohon maaf.

"Maaf.. kan kami, maaf kami gak tahu kalau mereka adalah temanmu." Ucap mereka sambil bersujud-sujud meminta maaf.

"Cih, tak kusangka ketua geng sekarang pengecut seperti kalian, beraninya menuruti perintah pacarmu tanpa pikir panjang."

"Ma.. maaf.." Mereka bersujud-sujud lagi dihadapan Ikaku. "Hei, Matsumoto ayo minta maaf." Perintah pacarnya dengan nada memerintah, sementara itu tamu lain sudah mulai berbisik-bisik dengan nada mencela.

"Kalian.." Matsumoto melihat Rukia dengan tatapan penuh kebencian, ia terjebak dan sudah sangat jelas kalau ia yang kalah.

"Biar kau tau bagaimana rasanya di injak-injak." Ucap Rukia tetap dari lantai 2 bersama dengan handycam ditangan. Sedangkan Matsumoto hanya bisa menggeram penuh amarah.

"Hei, ayo kita pulang."

"Eh, kan sedang seru-serunya." Beberapa anggota Grey lain sudah mulai menyingkir, begitu juga tamu-tamu Matsumoto yang menahan tawa melihat kekalahan tuan rumah pesta hari itu. Namun secara tiba-tiba Matsumoto mengambil sebuah pisau dari atas meja dan melemparkannya kearah Rukia, membuat Rukia hanya bisa terkejut tanpa reaksi.

"Rukia awas!!" Renji menarik Rukia dan memeluknya hingga terjatuh.

"Hei, Renji kamu gak papa?" Tanya Rukia dengan panik.

"Eh, gak papa sih." Renji dan Rukia membalikkan pandangan mereka, dan melihat seorang pria bertopeng yang memegang pisau itu, darah sedikit menetes dari tangannya.

"Kau.."

Pria bertopeng itu melemparkan pisau itu kembali dan membuat Matsumoto yang kaget pingsan. Pria bertopeng itu pun pergi.

"Hei, tunggu, aduh.." Rukia berusaha berdiri tetapi kakinya terkilir akibat kejadian tadi.

"Eh, Renji." Rukia berteriak memanggil Renji ketika cowok itu mengejar pria bertopeng tadi.

"Cowok itu siapa ya?" Tanya Rukia dengan raut wajah penasaran.

---

Diantara kegelepan malam seorang cowok berambut merah mengejar seorang pria dengan jubah dan topeng, sayup-sayup cowok berambut merah itu berteriak memanggil nama pria itu.

"Ichigo! Tunggu!"

---

Balasan Review..

Silver-chan : Hehe, udah ada manganya. Mss kan ngambil dari komik Penguin Brother punya Ayumi Shiina ^^

Ichiruki Shirosaki : Ayo bayangin Kaien ngamuk, yah paling persis kayak Ichigo kalau ngamuk di Bleach.. Hehe disini Ichi juga muncul lho ^^

Reiya Sumeragi : Iya Hinamori emang digencet.. *lari dari reiya yang pengen nyekek* hehe tapi kan Rukia menolongnya.. ^^

Ariana kuchiki : Hehe, jangan-jangan chap yang ini juga bikin penasaran. ^^ hore seneng deh kalau ada yang suka fic mss ^^

Yunayuki-chan : Kalau masalah Ichigo ntar dikasih tahu, tapi kalau Hinamori karena dia digencet, soalnya dia kan anak Grey.

Shirayuki haruna : Hehe.. gomen kalau semakin penasaran kan semakin seru *getoked* baca komiknya lagi aja ^^

RiiXHitsuHina : Sip deh.. moga aja ^^

bakaMirai : Hehe.. ayo baca lagi aja komiknya.. yei.. Ichiruki.. ayo ichiruki ^^

Yumemiru Reirin : Hinamori kenapa udah tahu kan ^^

Agehanami-chan : Eh maaf kalau menunggu lama ^^ kalau ada yang kayak gitu menyimpang banget dari komiknya.. ntar ceritanya beda.. maaf ya ^^

Author Note

Maaf ya… lama ngupdatenya… dan ceritanya jadi makin aneh, soalnya agak susah ngejelasin dari komik ke fic kan kalau komik ada gambarnya hehe..

Oke deh mss minta reviewnya ya ^^

Ayo teken ijo-ijo dibawah ^^