Bleach by Tite Kubo
Penguin Brother by Ayumi Shiina
Black White or Grey by Mss Dhyta
Rating : T
Genre : Friendship/Drama
.
.
Rukia terus memperhatikan Ichigo yang sedang membaca buku diperustakaan, dan Ichigo yang jelas-jelas tahu dirinya diperhatikan atau lebih tepatnya dipelototi oleh mata besar Rukia pun segera menurunkan bukunya.
"Hei, ada yang salah ya sampai kau melihatku seperti itu?" Ichigo melihat Rukia yang masih menopang dagu dengan kedua tangannya. Lalu secara tiba-tiba Rukia menarik tangan kanan Ichigo dan melihat perban yang masih menempel ditelapak tangan Ichigo.
Rukia tersenyum sementara itu Ichigo yang bingung pun menarik tangan kanannya itu.
"Terimakasih ya buat kemarin malam." Rukia lalu berdiri dan tersenyum meninggalkan Ichigo yang menyembunyikan rasa malunya.
.
.
Rukia terus tersenyum selama perjalanan menuju kelasnya. Lalu samar-samar dari arah yang berlawanan ia melihat Miyako berjalanan dengan sebuah tas dan beberapa buku yang ia pegang ditangan kanannya.
"Miyako!" panggil Rukia akrab dari jauh. Sedangkan Miyako hanya menanggapi tanpa ekspresi.
"Tumben masuk?" tanya Rukia akrab.
"Absenku kritis. Apa boleh buat." Jawab Miyako seadanya tanpa embel-embel apapun, sifat cueknya masih mengakar dan belum bisa lepas.
"Oh ya aku akan menjenguk Kaien di rumah sakit, Miyako mau ikut?" tawar Rukia secara polos dan tidak sengaja kepada seorang mantan Kaien yang menyembunyikan hubungannya antara Kaien dan dirinya dulu.
"Kenapa kau mengajakku? Jangan-jangan kau diberitahu Ikaku ya?" Miyako menangkap sesuatu yang tidak beres pada pertanyaan Rukia. Dan akhirnya Rukia sadar kalau pertanyaannya benar-benar salah.
"Eh, itu.."
"Akan kubunuh si botak itu!" Ucapan Rukia terpotong dengan umpatan Miyako yang mengamuk sembari berjalan meninggalkan Rukia, mungkin saja ia akan benar-benar membuat si botak ikaku babak belur setelah ini.
"Aduh, bagaimana ini." Rukia menggaruk rambutnya yang tak gatal, dan hanya bisa berdoa semoga ikaku bisa kembali dengan selamat.
.
.
Renji sedang berada diruang komputer entah kenapa ia tiba-tiba terus melihat rekaman antara Kaien dan Ichigo ketika Ichigo membebaskan Kaien. Sempat terlintas dipikiran Renji bahwa kedua orang itu memiliki suatu hubungan yang disembunyikan.
"Hei, Renji." Hitsugaya menghampiri Renji yang sedang serius dan menepuk bahunya pelan. Ia mengambil kursi yang berada didekatnya dan duduk disebelah Renji.
"Ada apa dengan rekaman itu?" tanya Hitsugaya melihat rekaman yang diputar Renji.
"Ah tidak aku sedang mencari orang yang bisa membaca bahasa bibir, aku penasaran dengan pembicaraan mereka berdua." Jawab Renji dengan wajah serius sekaligus antusias.
"Hei, tahu tidak ada gossip yang mengabarkan kalau mereka berdua sebenarnya akrab. Mereka berdua pernah dilihat sedang bicara secara sembunyi-sembunyi." Ujar Hitsugaya membuka sebuah informasi. Renji terdiam sejenak dan berpikir.
"Berapa jumlah anggota Grey saat ini?" tanya Renji secara tiba-tiba.
"Kalau tidak salah Grey 330 White 370 dan Black 500. Karena masalah Matsumoto sudah selesai banyak anggota cewek yang bertambah. Memangnya ada apa?" tanya Hitsugaya heran ketika Renji secara tiba-tiba menanyakan jumlah Grey saat ini.
"Kalau begitu, untuk menambah jumlah Grey kita hanya perlu meruntuhkan kepercayaan Black. Berarti.." Renji memotong kata-katanya ditengah dan melihat rekaman yang masih diputar di layar komputernya.
"Bagaimana kalau gossip itu semakin kita buat panas. Sebenarnya mereka berdua akrab tapi pura-pura bermusuhan dengan menjadi ketua Black dan White. Kau tahu kan kalau tahun lalu pun tidak ada ketua White ataupun Black. Kalau mereka jadi ketua mereka bisa berkuasa. Dan mungkin saja dengan gossip ini kepercayaan Black akan runtuh. " Renji menjelaskan idenya kepada Hitsugaya yang secara tiba-tiba menatap Renji dengan tatapan aneh.
"Kau yakin? Image mu bakal jelek nih." Hitsugaya bertanya dengan wajah heran. Bagaimana bisa seorang babon merah menemukan ide selicik itu.
"Organisasi manapun butuh orang kotor kan." Renji hanya menjawab enteng sembari memberikan senyum licik.
Hitsugaya hanya bisa geleng-geleng kepala dan meninggalkan Renji yang semakin asyik dengan rencana jahatnya.
.
.
Rukia sedang berjalan pulang menuju rumah, di tengah jalan ia bertemu dengan wanita yang dulu berada dirumah Kaien dan meminjaminya baju.
"Nel-san." Panggil Rukia dari kejauhan, wanita berambut hijau dengan wajah ramah itu melambaikan tangannya kearah Rukia.
"Wah kebetulan sekali, padahal hari ini aku ingin menemuimu Rukia." Nel tersenyum ketika melihat Rukia.
"Memangnya ada apa Nel-san?"
.
.
Rukia dan Nel duduk di bangku sebuah café. Dan secara tiba-tiba Nel membuka topik pembicaraan dengan pertanyaan yang mengejutkan.
"Kau tidak berniat jadian dengan Kaien?" tanyanya dengan wajah polos.
Rukia yang mendengar pertanyaan dari Nel hanya bisa melogo heran dan dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak mungkin."
Setelah melihat reaksi Rukia, Nel menghela nafas berat. "Padahal aku bisa tenang kalau Rukia ada disampingnya. Karena kau berani melawan sikapnya. Aku tidak bisa seperti Rukia, aku lemah mengahadapinya."
"Jangan-jangan dulu Nel.."
"Aku mantan pacarnya." Nel tersenyum, sedangkan Rukia menunjukkan raut wajah heran. Bagaimana bisa seorang berandalan mendapatkan putri yang lembut.
Setelah itu Nel tersenyum seperti menggali masa lalu yang menyenangkan dan ia bercerita lagi. "Dulu Kaien itu anak yang bersemangat dan suka sekali main bola, ia juga berbakat. Tetapi karena terlibat perkelahian ia terluka dan membuatnya tidak bisa main bola lagi." Diakhir cerita Nel menunjukkan raut wajah sedih Rukia hanya bisa menatap kekhawatiran yang dirasakan Nel.
"Sejak itu ia berubah menjadi seperti ini?" tanya Rukia sambil menyedot ice cappuccino miliknya.
"Yah begitulah, pribadinya memang sederhana sih." Nel tersenyum kecut begitu juga Rukia.
"Saat aku menjadi pacarnya, sebenarnya aku bersimpati padanya karena ia memiliki banyak masalah terutama masalah keluarganya yang rumit."
"Rumit?"
"Ayahnya punya keluarga lain, bisa dibilang Kaien itu anak dari selingkuhan ayahnya. Ayahnya punya istri pertama yang sudah memiliki anak lelaki yang sebaya dengannya." Nel menghela nafasnya lagi memotong cerita ditengah lalu melanjutkannya.
"Ibu Kaien adalah orang yang kuat ia selalu mengatakan kalau Kaien harus berusaha agar tidak kalah dengan anak ayahnya yang satu lagi, dan sekarang mereka berada di 1 sekolah."
Mendengar perkataan Nel yang terakhir Rukia terkejut dan secara reflek berdiri dari duduknya dengan ekspresi kaget. "Jadi saudara Kaien ada di sekolah kami?"
"Dan aku yakin kau mengenal dia, katanya dia anaknya sangat pintar ketua osis pula." Nel menjawab sembari melihat kearah lain, entah apa yang dipikirkannya.
Tetapi Rukia yang merasa semakin terkejut dengan jawaban Nel hanya bisa mengeja sebuah nama. "Ichigo Kurosaki?" tanyanya dan dijawab Nel dengan anggukan.
Rukia terduduk perlahan dan memikirkan sebuah kenyataan yang mengejutkan ternyata Ichigo dan Kaien adalah saudara lain ibu.
.
.
Ditempat lain terlihat Renji yang membawa beberapa buku menuju sebuah ruang pasien di sebuah rumah sakit. Ia membuka pintu kamar pasien dengan nama Kaien shiiba diatasnya.
"Hei, bagaimana keadaanmu?" tanya Renji pada Kaien yang sedang nganggur sepertinya.
"Eh, tumben kau kesini ada apa nih."
Bruk..
Tiba-tiba Renji melemparkan berbagai buku yang ia bawa keatas kasur yang ditempati Kaien, Kaien yang masih menderita patah tulang di kaki hanya mampu melihat buku itu berjatuhan menimpa kakinya.
"Auu!! Sakit, hei kau itu tidak punya sopan santun ya datang menjenguk orang sakit malah membawa buku." Kaien meringis kecil dan melempar buku itu kesegala arah.
"Hei, itu buku catatan soal ujian yang kubuat untukmu, bersyukurlah banyak orang yang menginginkannya sampai membayar." Renji menjawab enteng tanpa dosa.
"Nggak butuh. Dan untuk apa kau melakukan ini?"
"Kalau nanti kau tidak naik kelas Rukia akan semakin merasa bersalah padamu. Jadi lebih baik kau belajar sana dan naik kelaslah." Renji menjelaskan maksudnya dengan wajah serius sementara itu Kaien menangkap maksud lain dari ucapan Renji itu.
"Kau menyukai si pendek?" tanya Kaien blak-blakan.
"Iya."
"Sayang sekali dia sudah menyukai orang lain." Kaien menggelengkan kepala sembari mengangkat kedua tangannya.
"Eh! Siapa?" tanya Renji dengan ekspresi kaget hampir saja ia mengangkat kursi yang di dudukinya.
"Byakuya. Ia menyebut nama itu saat akan diserang, dan cewek pasti akan menyebut nama cowok yang dia sukai ketika ia diserang." Jelas Kaien panjang lebar dan secara tidak langsung Renji mencatat nama itu dalam hati dan memikirkan penjelasan Kaien.
"Diserang?" Renji menatap Kaien dengan tampang horror.
"Eh?"
.
.
Renji sedang berada di ruang komputer setelah sehari kejadian ia menggetok kepala Kaien yang ternyata pernah nyaris menyerang Rukia. Ia terus memikirkan nama yang disebutkan Kaien hari itu Byakuya.
Renji melihat rekaman yang sudah ia sebar diinternet untuk mengetahui pembicaraan antara Kaien dan Ichigo di video. Dan ternyata sudah ada yang menjawabnya dengan beberapa teks tentang isi pembicaraannya.
Aku sudah melihat videomu tetapi ada beberapa bagian yang tidak jelas kira kira isinya seperti ini.
"Kau kelihatan keren dengan ikatan tali itu."
"Berisik kalau kau kesini cuma untuk mengejek sebaiknya pergi saja."
"Hei, aku kan hanya ingin menolongmu."
"Ya sudah kalau begitu cepat lepas ikatanku!"
(tidak jelas)
"Bawa ini." (memberikan pisau)
"Kau baik sekali hari ini tidak menyangka kau akan menyiapkan benda ini."
"Kesulitanmu, kesulitanku juga kita kan saudara."
Renji membaca ulang teks terakhir dengan penuh tanda tanya.
"Apa maksudnya, saudara?" Renji berpikir sendiri dan melihat kata-kata terakhir itu dengan penuh tanda tanya.
"Berarti gossip yang aku buat tidak sepenuhnya meleset .Dan Hitsugaya pun dia sudah menyebarkan gossip itu kan berarti.."
"Kalau begini sebaiknya jangan beritahu Rukia dulu." Renji mengetikkan beberapa kata dikomputer dan tersenyum penuh arti.
.
.
Rukia berjalan-jalan sebentar disekitar sekolahnya ia masuk dan melihat beberapa orang lalu lalang ketika hari libur sudah tiba di sekolah itu.
Sekilas Rukia melihat seseorang berambut oranye menuju ruang osis dengan baju bebas. Rukia sudah menebak orang itu dan mengejarnya hingga masuk ke ruang osis.
"Hei Ichigo kok pakai baju bebas?" tanya Rukia dengan wajah heran dan ia baru menyadari bahwa Ichigo terlihat lebih tampan dengan baju bebas.
"Aku hanya ingin mengambil beberapa berkas lagipula tiap hari pakai seragam malas juga." Jawab Ichigo dan membuat Rukia manggut-manggut mengerti.
"Hei, Ichigo habis ini kau tidak ada kerjaan kan?" tanya Rukia.
"Tidak.
"Kalau begitu temani aku sebentar ya." Rukia tersenyum dan menangkap ekspresi heran Ichigo.
.
.
Renji juga saat itu sedang berada di sekolahan sepertinya ia sedang mencari Rukia yang ia kira akan datang kesekolahan. Ketika ia berada di depan gerbang sekolah ia melihat Rukia dan Ichigo jalan berdampingan dan jelas saja ia heran melihat kedua manusia itu bisa berjalan bersama dengan pakaian bebas lagi, terlihat seperti orang yang sedang kencan.
Ketika Rukia dan Ichigo akan melewati pintu gerbang itu Renji bersembunyi dan secara diam-diam ia mengikuti Rukia dan Ichigo.
.
.
"Galeri lukisan? " Tanya Ichigo ketika mereka sudah berada di sebuah bangunan yang berisi berbagai macam lukisan, sepertinya sedang ada pameran ditempat itu.
Rukia menarik Ichigo ke sebuah lukisan seorang wanita yang sangat indah. Lukisan seorang wanita yang mirip dengan ibu Rukia.
"Lukisan ini terlihat lembut kan?" tanya Rukia, sembari menatap lukisan itu dengan tatapan penuh kerinduan akan ibunya.
"Iya." Ichigo menjawab seakan-akan ia mengenal wanita lembut yang ada dilukisan itu.
"Hei, sebenarnya untuk apa kau mengajakku kesini?" tanya Ichigo mengalihkan pembicaraan.
"Tidak ada apa-apa hanya ingin mengajakmu." Rukia menjawab dengan senyuman innocent yang dimilikinya.
Rukia melirik kekiri dan kekanan mencari seseorang yang melukis semua lukisan yang berada ditempat itu, dan ketika ia menemukan seseorang berambut hitam panjang yang sedang ngobrol bersama seseorang ia berteriak memanggil pria itu.
"Nii-sama!"
Orang yang dipanggil berbalik dan melihat Rukia, ia berbicara sebentar pada tamunya dan berjalan menuju Rukia.
"Nii-sama, hari ini aku datang bersama temanku." Rukia berbicara dengan wajah berbinar-binar, terlihat sekali ia senang bertemu dengan paman itu.
"Ichigo, kenalkan ini Byakuya Kuchiki pamanku yang menggelar pameran tunggal ini. Nii-sama ini Ichigo Kurosaki orang yang waktu itu aku ceritakan."
Byakuya menatap Ichigo dengan tatapan yang aneh begitu juga Ichigo yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu ketika bertemu dengan Byakuya. Sementara itu di tempat lain yang dekat dengan mereka bertiga, Renji yang mampu mendengar pembicaraan itu dan akhirnya bisa melihat cowok yang katanya disukai Rukia.
"Kau memanggilnya nii-sama?" tanya Ichigo secara tiba-tiba.
"Yah begitulah, aku rasa diterlalu muda untuk dipanggil oji-san. Oh ya apakah kau mengingat Ichigo Nii-sama?" tanya Rukia berusaha membangkitkan ingatan masa lalunya.
Byakuya menggeleng. "Maaf aku baru kali ini melihatnya." Ichigo yang mendengar jawaban Byakuya terkejut.
"Yah, aku kira bisa dijadikan petunjuk." Rukia menatap Ichigo dengan wajah kecewa.
"Oh ya Rukia bisa kau ambilkan dasi di ruanganku. Tadi aku lupa memakainya." Pinta Byakuya dengan wajah malas.
"Huh, nii-sama ini. Ya sudah Ichigo kau ngobrol dulu saja dengan nii-sama ya." Rukia lalu melangkahkan kakinya menjauh dari mereka berdua.
Byakuya lalu berbalik dan melihat Ichigo. "Pengganggu sudah pergi, nah Ichigo sudah lama ya sudah 9 tahun yang lalu. Ichigo yang menolak pergi ke sekolah. Tak kusangka kau akan bertemu denganku dan Rukia lagi."
Byakuya sudah memulai pembicaraan antara dirinya dengan Ichigo tentang masa lalu yang ia sembunyikan dari Rukia sementara itu dari tempat yang tak terlalu jauh Renji mencuri dengar dengan seksama.
To Be Continued
.
.
Author Note
Nah, akhirnya sempet mss update juga. Gomenasai buat yang udah nunggu. Maklum mss agak sibuk *sok banget*
Oh ya ada perbaikan bagi yang udah baca dari awal pasti heran karena ada beberap perubahan akibat kesalahan author gaje di fic ini. Nah kesalahannya itu di fic ini secara tidak sengaja Matsumoto mempunyai peran ganda dan mss baru nyadar. Maka dari itu peran Matsumoto ditetapkan sebagai ketua genk butterfly dan teman Kaien yang dulu meminjamkan bajunya pada Rukia adalah Nel bukan Matsumoto.
Dan mss sudah memperbaikinya di chap 8 harap maklum ya maaf (_m_)
Maafkan kesalahan author ini mss akan berusaha lebih baik lagi
Balasan review
Arashi Hiruka : ini udah update. Iya disini Rukia suka ma Byakuya.
Red-deimon-beta : yah, ini orang ya udah review terus ya ^^
NaMie AmaLia : Hehe baguslah kalau pas walaupun ada kesalahan juga nih..
Ni-chan d' : Kalau gini udah mulai inget belum. Tapi kalau udah inget jangan ngasih spoi ya _ hehe Renji emang babon yang pinter *dikejer*
RabicHan kawaii na : Maaf *nangkap panci trus dijual ke tukang loak* soalnya mss juga kadang gak punya waktu *digetok sok sibuk* gak kug dia gak suka ma ichi. Ichi kan mau dibilang keren jadinya dia pake acara nyamar segala hahaha
Maria Antoinette : Masih panjang banget maaf ya kalau ngebosenin.
Rye Hikaru : Yang ini juga udah update lho… senna disini baik kug tenang aja.
Nha Luph Him : Hehe Matsumoto emang dibikin kejem disini aduh.. tapi kasian juga tuh digebukin *tapi ikut gebukin*
Yuinayuki-chan : Bagus deh kalau gak aneh ^^ Miyako gak ikut bantuin di acaranya Matsumoto soalnya dia kan gak mau ngurusin yang kayak gitu.. Ichigo emang selalu keren hehehe.
Yumemiru reirin : Hehe Iya kasian Nemu.. tapi dengan begitu kan Rukia bisa selamat biarin aja tangan Ichigo sakit *digetok*
Chizu Michiyo : Iya Ichigo jadi pahlawan bertopeng shinchan *digetok*
BinBin : iya Rukia suka ma Byakuya.
Tie-manganiac-bgt : Ayo tapi rumahnya tie-chan dimana? *bingung* Ichigo emang selalu keren!! Hehe baguslah kalau tie seneng. Iya di smaga emang ada pemilos. Nih bentar lagi diadain.
Argentum Silver-chan : Iya udah ada manganya judulnya penguin brother. Iya kalau penasaran baca terus ya ^^
Oke deh makasih ya buat yang udah ngereview!!
Ayo klik ijo-ijo dibawah!!!
