Summary: Antonio berusaha membuat janji dengan mereka berdua ( Lovino dan Gilbert )
Suara bel di rumah Gilbert berbunyi. Dengan segera dia berlari ke arah pintu dan membukanya. Lalu dia terkejut dengan orang di depan pintu. "Antonio?" katanya "Ada apa?". Tanpa basa basi Antonio masuk ke rumahnya (( ih, Antonio ga punya etika *plak* )) dan menyeret Gilbert masuk juga.
"o-oi, Tony, ada apa?" Tanya Gilbert sambil menepis tangan Antonio. "em, tidak." "lusa besok kau punya waktu?" Tanya Antonio balik. "eh? Aku harus belajar untuk pelajaran Sejarah AP, sih, Cuma aku bebas" jawab Gilbert dingin. Mukanya melihat ke lantai karena ia tidak ingin Antonio melihat mukanya merah, namun..
"kau sakit?" Tanya Antonio sambil melihat muka Gilbert yang pucat (( emang pucat dari sananya lho, bukan pucat sakit XD )) , tetapi merah. "kau ini bilang apa, aku ini terlalu hebat untuk sakit!" kata Gilbert menengok ke belakang. "lantas, kenapa mukamu merah?" Antonio khawatir akan salah satu anggota Bad Company Trio itu. "bodoh! Mana ada orang yang biasa saja saat bertemu orang yang disukainya!"
Seakan ditransfer, sekarang muka Antonio merah padam. Jantungnya berdegup tidak karuan. 'kenapa… aku deg-degan? Jangan-jangan aku suka…' kata Antonio dalam hati sambil melihat muka Gilbert yang masih merona tersebut. Wajahnya menghadap ke luar jendela, namun matanya melihat ke Antonio. Sesaat, suasananya sangat sunyi. Hanya terdengar suara jam dan, detak jantung mereka yang tentunya hanya bisa didengar mereka masing-masing.
"Tony" Gilbert memecah sunyi tersebut. "untuk apa kau mengajakku bertemu di Hetalia Gakuen lusa?" Tanya majikan dari Gilbird ini. "a—mungkin, diskusi..?" jawab Antonio ragu. "Diskusi apa?" kali ini Gilbert kebingungan. "diskusi… ya—tentang pernyataan bodohmu itu—" "pernyataan bodoh?" Gilbert memotong jawaban Antonio. "berarti kau secara tidak langsung bilang perasaanku bodoh! HEI! Aku jarang menyukai orang, karena aku terlalu hebat untuk itu! Berarti, orang yang pernah kusukai itu sama hebatnya denganku! Dan sekarang kau bilang ini bodoh?"suara Gilbert menggema di seluruh rumah itu. Ruang tamu rumah itu luas, bercat warna biru tentara Jerman.
"bukan begitu—kau salah! Maksudku, pernyataan cintamu itu.." kata Antonio meluruskan salah paham ini. "sudahlah. Waktu berkunjung habis. Silahkan keluar." Kata Gilbert dingin. Jarang dia bicara dingin kepada Baddas Trio, kepadanya. Mengikuti perintah Gilbert, dia pun melangkah keluar. Sesampainya di pintu, dia menghela napas berat, dan dalam hatinya dia berkata, takdirku mendapatkan uke yang galak-galak…
Yeyey~! Chapter 7 is update~! *dance*
Kayaknya ini chapter terpanjang yang pernah saya buat… hahaha. Abis, pada rikues gitu sih! =3= *dilempar ke kutub*
Oke, sebenernya susah—SUSAH BANGET bikin karakter se-awesome Gilbert jadi uke! Makanya, demi mendapatkan pencerahan *cailah* tentang Gilbert-itu-uke, saya mencari gambar-gambar tentang RABBIT GILBERT!! (( btw, Gil bener-bener imut pas pake kuping kelinci. Seriously. )) hakhakhak~ makanya, susah lagi kalo saya mau bikin Gilbert yang awesome lagi… mwekeke.
Okay then, see you at chapter 8! *kabur ke fandom GiLizaveta*
