Summary: aku.. menyukai..
Gilbert berlari sampai ke depan wahana Bungee Jumping. Tangannya memegang lututnya, dan dia merasa kalau dia sudah berlari sangat jauh. "Antonio pasti sudah pulang" gumamnya. Dia melihat kursi di sebelahnya, dan duduk. Dia mengambil beberapa nafas. Lalu dia memikirkan kejadian tadi lagi. Dan kembali gemetaran. Gilbird naik ke atas pahanya sambil bercuit. "hei, burung hebat" kata Gilbert sambil mengelus Gilbird. "kenyataannya, aku ini tidak sehebat kau" katanya kepada gilbird yang sekarang sudah berada di telapak tangannya yang dingin. "aku bahkan ditolak oleh orang yang selama ini kusukai. Sedangkan kau, kau disukai oleh semua orang, bahkan yang baru melihatmu." Gilbird memasang tampang khawatir ala anak ayam (?). Gilbert menutup matanya dengan kedua tangannya. saat dia membuka matanya kembali, terlihat lelaki tinggi, berambut coklat, berkulit sawo matang, dan menggunakan mantel berwarna coklat muda berlari ke arahnya. Gilbert membelakak.
"Antoni—" belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Antonio memeluknya. Gilbert kaget, karena dia menyangka bahwa Antonio memilih Lovino.
"aku" kata Antonio setelah melepas pelukan dengan Gilbert. "aku memang mencintai Lovino. Aku bohong jika aku bilang tidak." Gilbert kembali menundukkan kepalanya. "tapi, aku mencintainya sebagai adikku." Gilbert kembali mendongak ke arah Antonio. dia melihat mata hijau emerald-nya yang tegas . "aku, mencintaimu, Gil. Aku mencintaimu sebagai dirimu" Antonio memegang tangan Gilbert yang dingin karena udara Desember. Dia berlutut di depan Gilbert. Dan mencium tangan Gilbert. Gilbert sendiri tidak bisa mempercayai apa yang dilihat, didengar, dan dirasakannya. Dia hanya bisa membelakak. Bingung. Dan senang.
Antonio kembali kepada posisi semula, dan mendorong dirinya lebih dekat ke Gilbert. Saat mata rubi Gilbert dan mata emerald Antonio bertemu, Antonio memulai pergerakannya. Dia menempelkan bibirnya dengan Gilbert. Dan Gilbert menciumnya kembali. Mereka membiarkan tatapan /fangirl/ para orang-orang disekelilingnya. Mereka mendorong satu sama lain, dan Antonio berkata, "aku.. belajar ini dari Francis. Tapi—dia tidak mempraktekannya ke diriku, lho!" dan Antonio kembali mendorong dirinya ke Gilbert, menempelkan mulutnya, dan membiarkan lidahnya bermain di rongga mulut Gilbert. Gilbert yang mukanya merah karena kehabisan nafas /dan tentu saja malu/, bukannya mendorong Antonio, malah menarik kerah mantel Antonio, agar mereka lebih dekat lagi.
Kehabisan udara, mereka berdua memisahkan kedua mulut mereka dan mengambil napas berat. Gilbert menutup mulutnya dengan punggung tangannya, dan Antonio menjilat bibir bagian bawahnya. Antonio menyodorkan tangannya ke Gilbert, dan berkata, "kita pulang, yuk. Aku harus minta doa restu ke Lovino dan Feliciano."
Sambil menggenggam tangan Antonio, Gilbert mengangguk.
"aku juga harus bicara dengan West, nih." Katanya sambil tersenyum bahagia.
AKHIRNYAAA SELESAAAAI UWAAAAH~ *banting diri di sofa*
Gyaaaa~ malu sendiri pas ngetik yang French kiss itu… sambil nengok sana sini biar ga diintip.. kekekeke~ *plak*
Wahahaha~ walopun udh selesai, review masih dibales, kok~
Rencananya, abis bikin ini mau bikin fict English Pruss/Hung *kali ini bukan melibatkan Rabbit Gilbert, tapi awesome Gilbert* tapi kalo nyerah ( karena Bahasa Inggrisnya, tentu ) bikin pake bahasa Indo aja deh~ hohohoho~
Arigatou, Hontou ni Arigatou ya, minna-san yang udah baca dan review fict ini! Hahahaha
Sayonara!
