nafas roy tersenggal karena sudah dari tadi ia berlari dari bukit itu hingga kota
" sialan!!! kenapa ini harus terjadi???" jerit roy dalam hati
ia melihat beban di punggungnya, riza yg pingsan dengan muka pucat pasih dan tangan terbakar
roy mempercepat langkahnya menuju klinik terdekat

BRAKKKKK
roy membanting pintu sebuah klinik
" secepatnya, tolong anak ini!! tangannya baru saja terbaka, aku khawatir terjadi sesuatu padanya"
" kumohon, tenang tuan, kami akan menolongnya sebaik mungkin, jadi harap tenang" kata seorang perawat, dan seorang lagi membawa riza ke sebuah kamar

roy hanya bisa menunggu dengan hati cemas dan gelisah, ia tidak tahu harus berkata atau berlaku apa bila nanti di rumah senseinya....

seorang perawat keluar dari kamar tadi beberapa saat
" bagaimana keadaannya?" kata roy cepat
" dia baik2 saja, hanya sebaiknya iya di opname agar luka bisa di rawat dengan baik" kata perawat itu
roy berusaha memberanikan diri berbicara dengan riza...selebihnya kata " maaf.."

riza yang melihat roy di sampingnya menyentuh bibir roy dengan telunjuknya yang dibebat perban
" ini bukan salah roy, ini salahku yg berdiri di depan roy, tapi tadi itu luar biasa, seperti sihir...dan juga hangat" kata riza sedikit terbata2, karena masih badannnya lemah, ia kembali tertidur
muka roy yg suram tiba2 memerah
roy sedikit meragukan idenya kali ini, tapi...(just look after it)
roy membungkukkan badannya ke wajah riza
" kau terlalu memujiku, riza, ini salahku..." kata roy sambil mencium riza yg tertidur

roy segera memalingkan pandangan yg memerah dan langsung keluar dari kamar itu
KRRRRRRRIIIIET
BLAM!
riza membuka matanya
BLUUUUUUUUUUSSSHH
mukanya kini betul2 merah seperti tomat
" taa..tadi..itu...r..roy...men...cium..ku???" kata riza dalam hati, kini ia betul 'kelabakan'
ia hanya bisa membenamkan mukanya ke dalam selimut
ia betul2 tidak tahu harus melakukan apa...

// Rumah Keluarga Hawkeye //
" maaf...sensei...aku barusan...membakar tangan riza.." kata roy sambil sedikit gemetaran
"tidak apa2...aku pun pernah melakukan itu" kata Mr Hawkeye mengelus kepala roy
" pernah?"
" aku sudah pernah membakar leher istriku sendiri, dan aku berjanji tdk akan memakai alchemy seumur hidupku"
" tapi kau mengajariku?"
" jadikan ilmuku sebagai cita2 perdamaian dunia, dan aku padamu roy..."
"....besok aku harus pulang ke Central...aku dapat panggilan dari ibu tiriku, katanya ada seseorang yg bisa memperdalam ilmuku..."
Mr Hawkeye tersenyum
" pergilah, dan perlihatkan ilmumu suatu saat"
" iya, sensei!"

sebenarnya ini sulit baginya, karena harus meninggalkan orang yg ia ingin lindungi, riza...

// Esoknya, klinik tempat Riza di opname //
pagi dimana ia bangun, ia mendapatkan sepucuk surat di sebelah tempat tidurnya
tertulis " Roy Mustang "
ia sedikit heran, namun ia penasarab apa yg ingin roy katakan setelah menciumnya...(jgn inget2 lgi dong!!)

Yang Tersayang, Riza Hawkeye

maaf aku hanya bisa mengatakannya lewat surat, tapi, dimana hari kau membaca surat ini, aku sudah ada di perjalanan menuju Central, aku akan berlatih lebih dalam lagi disana. tunggulah aku, aku akan segera kembali lagi ke East City dan menemuimu...
kumohon, jangan menangis atau berteriak saat membacanya, simpan air matamu untuk kedatanganku. aku bukan orang yg pantas melihat air matamu, riza...
aku menyukaimu, Riza Hawkeye...

Roy Mustang

di tengah ia membacanya, ia sudah tidak dapat membendung air matanya...deras..sekali..
" bohong...bohong...r..royy...TIDAAAAAAAAAAAKKKK!!"

note before end:
hoho..part ini rada menharukan ya...
PART INI BERBEDA PADA CERITA ORIGINAL KARNA KECEROBOHANKU!!!
haaaaaaahhh...aku mo tidur ahh...pantatku dah tepos
part 3: end :'(