note before story:
UAAAAAAAAHHH!!! ngg nyangka bakal nyampe part terakhir!!!
pembuatan fict ini lebih lancar dari Little2 Party, mungkin karna banyak dukungan dan comment yg selalu membuatku bangkit dari ke(capean)purukan...
kali ini kubuat beda dr naskah asli!! tapi keadaannya tetep sama
spoiler ada di
.?pid=260570&l=01bf00b824&id=100000167800750
enjoy and thank you for minna-san support :D
review:
roy, yg bersalah sudah membakar tangan riza, pergi ke central untuk memperdalam ilmunya, sayang...mungkin ada seseorang yg tidak dapat menerimanya dgn mudah....
" kolonel...kolonel"
roy terbangun dari lamunan tentang masa lalu
" anda dari tadi tertidur, apa anda tidak apa2?"
" iya...sedikit..." kata roy sambil meregangkan tubuhnya
ia melihat arloji kenegaraannya...sudah hampir selesai jam kerja karyawan kantor militer
saat ia menutup jamnya, tiba keadaan gelap gulita
BEEETTT
roy bangkit dari kursinya dan melihat jendela di belakangnya, terlihat beberapa karyawan kantor berlari ke arah gardu pusat
" sepertinya gardunya tertutup salju" komentar roy
pandangannya beralih pada sebuah meja di sampingnya, ia melihat letnannya yg gemetaran karena kedinginan
BUTTTSSS *ceritanya suara api yg keluar dr sarung tangan kolonel*
"kau ingat pertama kali aku memperlihatkan api ini padamu?" kata roy sambil mendekatkan diri ke meja riza
"mana mungkin kulupakan.." kata riza sambil mengalihkan pandangannya yg memerah
roy memakaikan jaket hitamnya pada riza
" dari dulu letnan ngg berubah ya...mudah sekali kedinginan" kata roy sambil tersenyum
"munkin aku sudah telat sekali mengatakan ini, tapi...bisakah kau menutup matamu letnan?"
" disaat gelap seperti ini, seperti aku menutup mata, kolonel bego"
"kumohon...ini perintah"
terpaksa riza menutup matanya
ia merasa ada seseorang yg memegang tangan kanannya, dan menyelipkan sesuatu di jari manisnya
" seperti yg kubilang, aku sudah terlambat lama sekali, dan baru bisa ku ucapakan dengan mulutku"
riza sedikit tersentak (dengan muka yg memerah)
" aishiteru, riza hokia, aishiteru" kata roy sambil mengecup jari manis riza
( di saat begini muka jd merah lho... )
roy yg merasa rencananya gagal merasakan sesuatu yg basah di pipinya
" ri..riza?"
dilihatnya riza yg meneteskan sedikit demi sedikit air matanya
" ahh...maaf kolonel, tiba2 saja perasaanku jadi lega, jadi...."riza segera menyeka air matanya
" tidak apa2...kau boleh mengangis" kata roy sedikit tersenyum
kedua tidak tahu harus bagaimana mengatakan kelanjutannya
"jadi...kau menerima cincin ini?"
"i..iya.."
"kalau begitu....boleh kau menutup matamu lagi...."
kali ini ia menutup matanya dengan suka rela
perlahan2 roy mendekatkan bibirnya ke bibir riza, dan menguncinya bersamaan...
sama seperti di saat itu, saat ia membakar tanganku...
sambil membisikan " Aku Akan Menghangatkanmu Riza...."
~fin~
