Assalamualaikum Wr Wb.
Tanpa Banyak basa basi dan berhubung lagi buru-buru.
SEKALI LAGI PENGUMUMAN*teriak pake toa mesjid. BAGI AUTHOR YANG MERASA PUNYA OC DIFIC INI HARAP MENCAMTUMKAN PENNAMENYA DI REVIEW. Soalnya saya lupa penname Author yg memberi sy OC. Kecuali 5 OC. Ok ditunggu CHAPTER DEPAN. Kalo belum, saya camtumkan nama fb'nya. Hehe
Yuk langsung kecerita………………………………………………………………………………………………………
EVOLUTION TEAM.
By Angga Uchiha Haruno.
Idea: - Trailler Naruto Evolution by 20 Century Fox.
Summary: Petualangan Team 7 diUSA serta masalah masalah yang mereka hadapi selama diUSA.
Disclaimer: Mashasi Khisimoto.
Chara:Naruto and OC from Fb dan Sms.
Daftar OC:
- Michelle Freecss. As Dark_Sky-Naranarana_Kasumi
- Zei Reedo. As Seiryuu Tayuya
- Kitty Erika Leng. As Ayui Nomomiya
- Heloise.
- Constalina.
- Tha Zerger/Tha. As Ryuku S. A. J.
- Pluie schatten.
- Arabella rolf. As Megumi Kisai.
- Evanna ramona levesque.
- CJ.
- Jack Wilson.
- William O'born. As Author sendiri. Hehe.
- Johnson.
- K2.
N/A: Anggap percakapannya dalam bahasa Inggris.
Writting, Editing, and publishing Tools: Nokia 6500-slide, PC Panasonic(on warnet), Speedy.
CHAPTER 4:Win OR Lost and Live OR Dead.
Read and enjoy it.
BMW M3.
Wush.
Sasuke mengarahkan pukulan kearah K2, tetapi gagal. K2 menangkisnya. Kemudian Sakura menendang kearah K2. Tetapi K2 juga berhasil menangkisnya dan memukul balik mereka berdua.
Sasuke langsung berlari kearah belakang K2, dia menendang dari belakang, namun K2 berhasil menahannya, Sasuke tersenyum. K2 heran, tiba-tiba...
DUGH.
Sakura memukul kepalanya lalu Sasuke memutar badan dan menendang kaki K2. Sehingga K2 roboh. Namun, K2 langsung bangkit. Dia menjegal laki Sasuke, sehingga Sasuke terjatuh. Dan memegang laki kiri Sakura dan menariknya sehingga Sakura'pun terjatuh.
"Hn. Kerjasama ya?" kata K2 tersenyum sinis. Dia kemudian berdiri dan menendang perut Sasuke.
"Ugh." kata Sasuke.
Lalu K2 menarik Sakura dan mengangkatnya lalu membantingnya kearah Sasuke.
"Kalian berdua payah." ejek K2.
Evanna vs Ino.
"HYAAAT." kata Evanna. Ia mengarahkan pukulan kearah Ino. Ino berhasil menhindarinya. Dia menyerang balik. Dia mengarahkan tendangannya.
DUGH.
Evanna terkena diperut. Dia mundur beberapa langkah.
"Ugh. Sial." kata Evanna. Dia menyerang kembali, Ino'pun maju menyerang.
"HYAAAT." kata Evanna mengarahkan pukulan tangan kanan kearah Ino. Begitu juga Ino.
DUGH.
Mereka berdua mundur beberapa langkah, masing-masing terkena pukulan dipelipis kirinya. Bibir Evanna mengeluarkan darah, begitu juga Ino.
Evanna kembali maju. Kini ia memutar badan dan meloncat lalu menendang Ino, namun Ino berhasil menahannya, Ino kemudian menarik tangan kanan Evanna dan...
DUGH.
Pukulan keras Ino mengenai wajah Evanna sehingga membuat Evanna terjatuh.
"Ugh." kata Evanna.
Ino menginjak perut Evanna.
"Kau lemah." ejek Ino.
Naruto VS Johnson.
DUGH.
Tendangan Naruto bertemu dengan tendangan Johnson.
"Hah... Hah... Dia bisa kungfu?" batin Naruto.
Johnson memasang kuda-kuda, Naruto heran melihatnya. Tiba-tiba Johnson berlari kearah Naruto. Naruto langsung mengarahkan pukulannya. Dan...
WUSH.
Johnson dengan mudah menhindarinya, dia memukul punggung Naruto.
DUGH.
"Akh..." Naruto terjatuh kedepan. Johnson kemudian meloncat dan mengarahkan tendangan kearah Naruto. Tetapi, Naruto berhasil menghindarinya. Dia kemudian mengarahkan pukulan kearah Johnson. Namun, Johnson menunduk dan menjegal kaki Naruto. Dia'pun langsung menginjak leher Naruto.
"TIdak berguna." ejek Johnson.
TRUCK FUSO.
"Heloise?" kata William tak percaya.
"Apa kabar William? Sudah 4 tahun tak bertemu." kata Heloise.
"Bukanlah, kau tinggal di Paris?" tanya William.
"Ya, tapi aku pindah ke Amerika dan tak tahunya bertemu kau disini." kata Heloise, sambil duduk dipinggir William.
"Oh." kata William.
"Oh ya, kenapa kau di Rumah Sakit? Siapa yang sakit?" tanya Heloise.
"Temanku. Dia kena tembak dibahu kanannya." kata William sedih.
"Bersabarlah, William." kata Heloise memegang pundak William.
Tiba-tiba, dokter yang merawat Tha keluar. William berdiri dan menghampiri sang dokter, diikuti Heloise.
"Bagaimana keadaanya, Dok?" tanya William cemas.
Dokter membaca catatannya.
"Menurut data hasil pemeriksaan tadi, pasien mengalami retak tulang bahu dan tangannya harus diberi mitella selama 5 hari." kata Dokter.
"Tapi apa dia masih bisa berjalan, Dok?" tanya William.
"Ya, namun jangan diajak berlari. Itu bisa memperparah keretakannya." jelas Dokter.
"Syukurlah. Tha masih selamat. Lalu apa dia bisa dijenguk sekarang?" tanya William.
"Ya, silahkan. " kata Dokter. "Permisi, aku masih banyak pekerjaan."
"Terima kasih, Dok." kata William.
"Sama-sama." jawab Dokter. Dokter itu'pun pergi.
"Ayo Heloise, masuk." ajak William.
"Ya." kata Heloise.
Mereka berdua masuk keruangan UGD. Disana Tha berbaring diranjang.
"Hai, Tha. Kau sudah baikan?" tanya William.
"Eh? William. Tenang saja. Aku cepet sembuh kok." kata Tha.
William dan Heloise duduk disamping Via.
"Apa kau tak sadar? Lukamu itu sudah parah. Sebaiknya kau lebih berhati-hati." kata William.
"Aku tahu, retak tulang'kan? Jangan terlalu khawatir, William. Aku bisa menjaga diri." jawab Tha tersenyum.
"Kau bicara begitu lancar. Apa kau tahu? Aku tak mau... Aku tak mau kehilanganmu." kata William memegang tangan kanan Tha.
"Begitu ya? Maaf." kata Tha.
"Tapi, siapa yang akan membayar biaya rumah sakit?" tanya Tha.
"Biar aku saja." kata Heloise.
William terkejut, Tha heran.
"Siapa dia, William?" tanya Tha.
"Dia temanku waktu aku tinggal di Pasir 4 tahun lalu." jawab William.
MERCEDEZ E-500.
"Apa???" kata Erika tidak percaya melihat apa yang ada didepannya.
"Kenapa mobil kita tercebur kesungai?" tanya Erika. Sedangkan Pluie hanya menggeleng-gelengkan kepala.
"Tapi, masih bisa dipindah'kan." kata Michelle.
"Ya, bisa sih. Tapi, berarti kita harus kerja keras?" tanya Erika.
"Sudah sudah... Jangan ribut. Tidak apa-apa kalau kita harus kerja keras mengangkat mobil itu. Tetapi, sebaiknya kita meminta bantuan mobil derek!" kata Zei.
"Tapi siapa yang akan menderek mobil kita?" tanya Erika.
"Tenang saja, tadi aku lihat ada sebuah rumah dan mobil derek sekitar 5km dari sini." kata Zei.
"Lalu, siapa yang akan kesana?" tanya Pluie dengan nada datar.
"Biar aku saja." kata Erika.
"Baiklah. Letaknya 5km keutara, beritahu dia dimana tempat kita berada sekarang." kata Zei.
"Tetapi, hati-hati bila sewaktu-waktu anak buah CJ datang. Jaga dirimu." kata Pluie.
"Tumben, kau bicara panjang, Pluie?" kata Michelle.
"Hn." jawab Pluie.
"Baiklah, kami doakan semoga kau selamat, Erika." kata Zei.
"Terimakasih, teman-teman." kata Erika. "Aku pergi."
Erika berjalan pergi meninggalkan Zei, Michelle dan Pluie.
BMW M3.
SasuSaku VS K2.
...
"Kalian berdua payah." ejek K2
Sasuke dan Sakura'pun bangkit.
"Kalau kau mengejek kami payah. Maka kau itu adalah bodoh." kata Sakura tersenyum sinis.
"Oh ya?" K2 kemudian berlari menyerang Sasuke dan Sakura.
WUSH.
Sebuah tendangan diarahkan ke Sakura namun Sasuke menahannya.
"Sekarang, Sakura!" kata Sasuke. Sakura mengangguk, dia berlari kebelakang K2 dan menarik kedua tangan K2 kebelakang.
K2 merasa dirinya dikunci. Namun, ia tersenyum.
"Aku lebih kuat." kata K2. Dia menarik tangannya kedepan, Sakura menahannya sekuat tenaga. Tetapi, K2 memang lebih kuat, pegangan tangannya terlepas...
K2 kemudian menendang Sasuke dengan kaki kirinya tepat mengenai wajah Sasuke. Membuat Sasuke terlempar, darah segar keluar dari bibir, hidung dan dahinya.
Kemudian K2 memukul pelipis kanan Sakura, sehingga Sakura juga terlempar, darah segar keluar dari bibirnya.
K2 kemudian berjalan kerah Sasuke. Dia menginjak leher Sasuke.
"Kau yang mati dulu." kata K2.
Evanna VS Ino.
"Kau lemah." ejek Ino menambah gaya injakannya.
"Aku tidak menyangka aku akan kalah darimu." batin Evanna.
"Tapi, Ino. Aku ingin tanya kepadamu, kenapa kalian begitu berambisi mengejar Sakura? Bukan'kah rahasia itu tidak penting?" kata Evanna.
"Rahasia itu memang tidak penting. Namun, rahasia itu menjadi penting karena Sakura." kata Ino.
"Kenapa?" tanya Evanna.
"Karena, Sakura tidak hanya mengetahui rahasia kami yang itu saja. Tetapi, ia juga mengetahui kelemahan kami dari rahasia itu, dan kami takut kalau Sakura membeberkannya kegeng yang lain." kata Ino.
"Hanya itu?" kata Evanna. Ia langsung memegang kaki Ino yang menginjaknya.
DUGH.
Ino terjatuh. Evanna langsung berdiri.
"Kau belum tahu watak Sakura." kata Evanna. Dia langsung menendang leher Ino. Ino'pun pingsan.
Naruto VS Johnson.
"Tidak berguna." ejek Johnson.
"Sial." kata Naruto. Dia memejamkan mata, memikirkan sesuatu.
"Ya, itu." kata Naruto.
"Eng?" kata Johnson heran. Tiba-tiba...
Tangan Naruto memegang kaki Johnson, dan mendorongnya hingga Johnson terjatuh. Naruto langsung menendang perut Johnson. Lalu ia memutar badan dan menendang pelipis kanan Johnson.
"Akh..." kata Johnson. Ia pingsan.
Naruto memandang Evanna, dia juga selesai. Kini mereka berlari kearah Sasuke dan Sakura.
SasuSaku VS K2.
"Ugh." kata Sasuke. Melihat Sasuke terancam, Sakura bergegas menuju Sasuke. Diarahkannya pukulan kearah K2, namun K2 langsung menangkisnya dengan memegang tangan Sakura. K2 kemudian memelintir tangan Johnson.
"Akh." kata Sakura.
"Kau sabar, nanti giliranmu menyusul." kata K2.
"Kau akan mati, orang Jepang." K2 bersiap, tetapi...
DUGH.
Dua pukulan keras dari Naruto dan Evanna tepat mengenai punggung K2, sehingga menbuat K2 terlempar.
"Ugh... Bukannya kalian..." kata K2
"Mereka kalah." kata Naruto. Dia kemudian membantu Sasuke bangkit.
"Hn. Terima kasih." kata Sasuke.
Tiba-tiba sebuah helikopter datang...
K2 tersenyum Sinis.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Sasuke.
"Kalian cepat pergi. CJ sudah disini." kata K2. Mereka berempat kaget dan heran.
"Kenapa kau menyuruh kami pergi? Urusan kita belum selesai." kata Sakura.
"Bukan karena itu, BODOH. Lihatlah, CJ datang beserta anak buahnya yang lain." kata K2. "Kalau kalian tidak pergi, kalian akan mati."
Benar kata K2, helikopter itu milik CJ. Mereka... Bersenjata berat.
"Baik kami, pergi." kata Sakura. "Ayo semuanya pergi."
Mereka berempat berlari pergi keajan celah-celah bukit dan masuk kehutan. K2 memandang helikopter itu.
"Dasar penganggu." guman K2.
TRUCK FUSO.
"Paris?" kata Tha heran.
"Ya, dulu William teman baikku waktu dia masih smp di Paris." kata Heloise.
"Oh... Begitu. Oh ya, William. Kita ada dimana sekarang?" tanya Tha.
"Kita sudah sampai di Los Angeles." kata William.
"Kalau begitu, telpon teman-teman. Beritahu'kan dimana kita berada." kata Tha.
"Tenang, nanti'ku telpon." kata William tersenyum.
"Okelah." kata Tha.
William lalu mengambil I-phone 3G'nya.
"Aku akan telpon teman-teman." kata William. Heloise dan Tha menganggukkan kepala.
...
MERCEDEZ E-500.
...
Pluie sedang duduk menghadap sungai yang merendam mobil mereka. Sedang Zei sedang mengobati lukanya dibantu Michelle.
"Hei, Zei." kata Michelle.
"Hn?" kata Zei.
"Menurutmu, apakah yang kita lakukan ini sudah jauh?" tanya Michelle.
"Ya. Ini sudah, jauh. Akh..." kata Zei kesakitan karena lukanya.
"Maaf." kata Michelle.
"Tidak apa-apa. Eng... Aku pikir apa yang kita lakukan ini sudah benar. Sakura adalah sahabat kita. Begitu juga dengan teman-teman Jepangnya itu." kata Zei.
"Naruto dan Sasuke? Ya. Mereka berdua lebih mengetahui seperti apa Sakura, karena mereka adalah sahabat karib." kata Michelle.
"Hah... Aku jadi penasaran, bagaimana sih keadaan Jepang itu. Jadi kepengen kesana." kata Zei.
"Ya, aku juga." kata Michelle.
Tiba-tiba hp Pluie berdering. Lagu Trouble is a Friend by Lenka berkumandang(?) dari Hp Nokia N97 mini Pluie.
"William." kata Pluie. Pluie menjawab Telpon dari hp tersebut.
"Halo, William. Ada apa?" kata Pluie.
"Kami sudah sampai di Los angeles. Disebuah rumah sakit dipantah Lost." kata William.
"Hn, lalu?" kata Pluie.
"Tolong kau beritahu yang lain. Aku akan memberitahu Sakura." kata William.
"Baik." kata Pluie.
Tuut... Tuut... Tuut...
Pluie memasukkan Hp'nya kesaku celanannya.
"Siapa Pluie?" tanya Zei.
Pluie menoleh.
"William." kata Pluie.
"Apa katanya?" tanya Michelle.
"Dia sudah sampai. Disebuah Rumah Sakit dipantai Lost, Lost Angeles." kata Pluie.
"Syukurlah. Berarti kita tinggal menunggu Erika mendapatkan bantuan mobil derek." kata Michelle.
Pluie menganggukkan kepala.
...
Erika.
...
"Huh, jauh juga." kata Erika. Ia berjalan sambil mengawasi sekelilingnya.
Akhirnya ia melihat sebuah rumah kayu dengan sebuah Mobil truck derek Cevrolet yang kalau dipikir-pikir, Gaul. Dengan hati-hati, Erika mendekati rumah itu.
"Apa orangnya serem, ya?" batin Erika.
TOK 3X.
Erika mengetuk pintu.
KRIET.
Pintu dibuka. Seorang perempuan berkulit putih. Warna rambut Hitam, panjang sebahu, acak-acakan, poninya menutupi mata. Mata Hitam campur biru. Kaos warna biru donker, celana jeans mini warna hitam & bando biru dongker. Memakai headphone/earphone. Tinggi 175cm. Berdiri didepan Erika.
Erika hanya mendongak keatas.
"Tinggi banget dia?" batin Erika.
Perempuan itu memandang kedepan. Bukan kebawah.
"Siapa yang mengetok pintu?" kata Perempuan itu.
"Maaf, saya yang mengetok pintu." kata Erika.
Perempuan itu menunduk.
"Oh, kamu ya. Ada apa?" tanya Perempuan itu.
"Perkenalkan nama saya Kitty Erika Leng. Saya minta bantuan menderek mobil kami yang tercebur disungai. 5km dari sini." kata Erika.
"Oh, saya Arabella Rolf. Panggil saja Bella. Kenapa mobilmu bisa tercebur disungai?" tanya Bella.
"Kami dikejar sekelompok penjahat bersenjata. Mereka menembaki kami." jawab Erika.
"Kau tahu siapa mereka?" tanya Bella.
"Mereka adalah anak buah dari pemimpin geng terkuat di Manhattan City. Dia bernama CJ." jawab Erika.
Bella terkejut. Tiba-tiba dia berlari kedalam rumah. Erika tak mengerti apa yang dilakukan Bella. Bella kembali keluar dengan membawa sebuah Shotgun dan beberapa amunisi. Erika ketakutan. Jangan-jangan ia akan ditembak. Tetapi...
"Ayo berangkat." kata Bella. Erika menghela nafas lega.
Mereka berdua berjalan menuju truck derek Bella.
CLEK.
Mereka berdua sudah masuk.
"Berangkat." kata Bella.
KHIIIK.
Ia memacu truck dereknya dengan kecepatan lebih dari 100km/jam.
WUSH.
SasuSaku Dkk.
"Hah... Hah... Apa kita sudah jauh?" kata Naruto.
Sakura menganggukkan kepala.
"Kita sudah jauh." kata Sakura. Ia kemudian melirik Sasuke.
"Kau tidak apa-apa, Sasuke?" tanya Sakura.
Sasuke hanya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka berempat kemudian duduk.
"Maaf, Naruto Sasuke. Seharusnya ini menjadi liburan menyenangkan bagi kalian." kata Sakura meminta maaf.
"Tidak apa-apa." kata Sasuke.
Evanna memejamkan mata. Tiba-tiba...
Lagu Betrayed by Avanged Sevenfold berkumandang(??) dari Handphone Nokia 6600 miliknya. Evanna menekan tombol hijau.
"Halo, William. Ada apa?" tanya Evanna.
"Bagaimana? Kau sudah sampai mana?" kata William.
"Kami mungkin sedang berada diperbatasan Texas. Kau sudah sampai di Lost Angeles?" kata Evanna.
"Ya. Aku dan Tha sudah sampai disebuah Rumah Sakit dipantai Lost." kata William.
"Baiklah, tetapi kami mungkin lama." kata Evanna.
"Kenapa?" tanya William.
"Kami tidak punya kendaraan." kata Evanna.
"Baiklah. Aku akan beritahu Zei untuk menjemput kalian." kata William.
"Terima kasih. Tapi apa Zei sudah sampai disana?" tanya Evanna.
"Belum, tapi dia sedang dalam perjalanan." kata William.
"Baiklah. Nanti suruh dia telpon aku." kata Evanna.
"Baiklah. Sampai jumpa." kata William.
TUUT... TUUT... TUUT...
"Siapa Evanna?" tanya Naruto. Evanna menaruh Hp'nya disaku celananya.
"William. Dia bilang dia sudah sampai di Lost Angeles. Dan kita diminta menunggu disini sampai bantuan datang." kata Evanna.
"Bantuan?" tanya Sakura.
"Zei dan lainnya. Jadi kita bersembunyi dulu disini sambil menunggu mereka datang." jawab Evanna.
"Baik." kata Naruto, Sakura dan Sasuke.
"Namun cuaca sepertinya mendung, mau hujan. Bagaimana ini?" kata Evanna.
"Hm... Kita berteduh dihutan ini dulu." kata Sasuke.
Yang lainnya menganggukkan kepala.
"Hati-hati binatang liar." kata Naruto.
Mereka berempat mulai mencari tempat berteduh.
MERCEDEZ E-500.
"Huh, bosen juga. Kenapa Erika belum datang?" guman Michelle.
Zei menghela nafas.
"Kita harus percaya dia. Kau tahu'kan? Dulu waktu kita SMA, dia yang paling semangat." kata Zei.
"Hah, betul juga kau." kata Michelle.
TIIIT.
Zei dan Michelle terkejut. Begitu juga Pluie. Terlihat sebuah Truck Derek berhenti dihadapan mereka. Seorang perempuan keluar dari mobil.
"Hai. Zei, Michelle, Pluie." kata Erika.
Zei dan Michelle menghampiri Erika.
"Kau berhasil. Em... Ini punya siapa?" tanya Michelle.
BLEK.
Seorang perempuan yang sedang memakai headphone dikepalanya turun dari truck.
"Perkenalkan. Dia Arabella Rolf. Dia lebih tinggi 15cm dariku." kata Erika.
Pluie yang daritadi diam, menghampiri mereka.
"Hn. Terima kasih bantuannya, Ugly Women." kata Pluie.
"Hei, Pluie. Bisa menghargai orang gak sih? Dia yang akan menolong kita. Kau juga cewek'kan? Jadi jangan saling menghina." kata Erika.
Bella memegang pundak Erika.
"Eh?" kata Erika.
"Sudahlah. Tidak apa-apa. Aku malah suka dibilang jelek. Hehe. Terima kasih pujiannya." kata Bella tersenyum.
"Hn." kata Pluie.
Bella kemudian melirik ke Erika.
"Mobilnya mana?" tanya Bella.
"Itu. Mercedez E-500." kata Erika sambil menunjuk sebuah mobil yang sedang berendam disungai.
"Oh, baik." kata Bella. Ia masuk ke truck derek'nya. Setelah menyalakan mesin, ia memutar mobil lalu mundur kearah sungai. Diturunkannya pengait(entah apa, author juga nggak tahu).
"Erika, minta bantuan temanmu untuk menempatkan pengait di as roda depan." perintah Bella.
"Baik." kata Erika. Dia melirik ke Michelle.
"Ayo Michelle." ajak Erika.
Erika dan Michelle berjalan kearah sungai. Mereka berdua berjalan kearah mobil.
"Bagaimana ini? Mobilnya separuh tenggelam?" kata Erika.
"Jadi kita harus basah-basahan." kata Michelle.
"Ok." kata Erika semangat.
"Dasar, dari dulu kau memang yang paling semangat." batin Michelle.
"Ayo." kata Michelle.
Mereka berdua'pun masuk kesungai. Erika memegang pengaitnya, lalu Michelle mengarahkannya ke as roda depan. Tetapi, karena berada didalam air. Terpaksa ia menyelam. Karena arus air agak deras. Dan mobil itu tersangkut batu sungai.
Pluie hanya diam memperhatikan kerja dua temannya itu. Zei yang sambil memegang lengannya yang masih sakit menghampiri Pluie.
"Kau sedang kesal ya?" tanya Zei.
"Tidak. Aku hanya memikirkan, sebaiknya tidak ada orang lain yang terlibat. Aku tidak mau ada yang terluka kembali atau lebih parah." kata Pluie.
"Huh, tidak usah sebegitunya. Sekelompok manusia yang mempunyai masalah yang bisa membahayakan orang lain. Lambat laun pasti membutuhkan bantuan orang lain pula. Ingat itu." kata Zei.
"Baik." kata Pluie. Dia kemudian berdiri.
"Mau kemana kau?" tanya Zei.
"Aku mau membantu Erika dan Michelle." kata Pluie. Dia berjalan kearah Erika dan Michelle.
Di Erika dan Michelle.
"Kenapa gak nyangkut-nyangkut as roda, ya?" kata Michelle.
"Coba kau lebih kedalam." teriak Bella.
"Tidak bisa, tanganku tidak bisa menggapainya." kata Michelle.
"Biar aku saja. Aku akan meletakkannya." kata Pluie.
Michelle terkejut. Tetapi ia tersenyum senang.
"Baiklah. Kaitkan pengait ke as roda depan." kata Michelle.
Pluie menganggukkan kepala. Dia menerima pengait dari Michelle. Dan berusaha mengaitkan pengait ke as roda depan.
TRUCK FUSO.
"Bagaiamana, William?" tanya Tha.
"Sudah, tetapi sepertinya Naruto, Sakura, Sasuke dan Evanna sedang dalam masalah. Kendaraannya hancur sehingga aku harus meminta Zei, Pluie dan lainnya untuk menjemput mereka." jawab William.
"Hm... Baiklah." kata Tha.
"Namun, apa CJ akan mengetahui lokasi kita?" tanya Tha lagi.
"Kita berdoa saja supaya mereka tidak mengetahui lokasi kita." kata William.
SasuSaku dkk.
Mereka berteduh disebuah gubuk yang mereka temukan tidak sengaja. Tanpa pikir panjang, mereka berteduh diteras gubuk.
THIARRR.
Petir menyambar-nyambar. Hujan turun. Naruto langsung tidur. Evanna juga tidur. Tinggal Sasuke dan Sakura yang belum tidur.
"Sak, aku ingin tanya sesuatu padamu." kata Sasuke.
"Ada apa?" tanya Sakura.
"Begini, kenapa kau masuk kedalam geng penjahat seperti itu?" tanya Sasuke.
"Itu, karena ketidaksengajaan." jawab Sakura.
"Ketidaksengajaan?" kata Sasuke.
"Entah karena apa, aku tiba-tiba terlibat geng mereka. Padahal aku kira aku ikut sebuah komunitas yang baik. Tidak tahunya malah geng-geng seperti itu. Sejak aku masuk geng. Mereka mengaturku. Dan jika menolak. Aku akan disiksa." kata Sakura menunduk.
"Aku mengerti." kata Sasuke.
KRIET.
Pintu gubuk terbuka. Sasuke dan Sakura terkejut.
TBC.
CHAPTER DEPAN: Hurry!!!
Saya gak bisa memberi preview chap depan dan mbales review satu-satu. Hehe. soalnya buru-buru and diwarnet lagi ada operasi padahal pulang pagi. Hehe.
YOsh Arigatou for Rev, dukungan dan Saran untuk Chapter 3: Ryuku S. A .J, Ayui Nonomiya, Dark Sky-Naranarana Kasumi, Nakamura Kumiko-chan, Ria_NaMiKaZe.
Review AGAIN???
Arigatou For Review.
Assalamualaikum Wr WB.
