Title : The Last of Humanity
Crossover : Naruto X High School DxD X dll
Disclaimer : Naruto, HS DxD, dll bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, (maybe) disturbing scene
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Welcome Back to Kuoh City
Chapter 3 : Hunter
3rd Part of 1st Story : When human lost their humanity, human will be devil
Naruto's dream
Naruto terduduk di sebuah halaman rumah. Itu adalah rumah lamanya sebelum outbreak terjadi. Di sebelahnya, tampak ibunya yang sedang menanam sebuah bunga. Sebelum ayahnya menghilang, ibunya selalu menanam bunga sebagai bagian dari hobinya.
" Kau masih menanam bunga, ya... Kaa-san. " Ucap Naruto tiba – tiba
" Tentu saja. Menanam bunga memang hal yang bisa membuat Kaa-san senang. " Balas Kushina yang masih tetap sibuk menanam bunga.
" Biar aku membantumu. " Ucap Naruto lalu membantu ibunya menanam bunga.
Naruto hanya pernah beberapa kali saja membantu ibunya menanam bunga, terutama saat masih kecil. Setelah beberapa waktu, Naruto dan Kushina telah selesai menanam bunga.
" Wosh! Akhirnya selesai juga. "
" Maaf. "
" Ada apa, Naruto? "
" Maaf. Aku sudah membentakmu saat itu... dan aku sudah membunuhmu. " Ucap Naruto sambil menangis.
Kushina yang mendengar itu tersenyum lalu memeluk anaknya itu. Postur tubuh Naruto yang besar membuat Kushina seperti membenamkan kepalanya ke dada anaknya.
" Tenang saja. Aku sudah memaafkanmu. Lagipula, kau sendiri yang sudah mengistirahatkanku. Aku juga minat maaf karena sudah membuatmu tersiksa semenjak Tou-sanmu menghilang. "
" Aku... minta maaf. "
" Aku mengerti. Aku memaafkanmu dan aku juga minta maaf padamu. Meski ini membebanimu, aku mohon supaya kau menjaga Mito dan Jeanne. "
" Pasti. Aku pasti melindungi mereka. "
Naruto membalas pelukan ibunya sejenak, sebelum ia melepaskan ibunya. Ia mengelap air matanya dan tersenyum pada ibunya.
" Terima kasih. Aku pergi dulu, Kaa-san. " Ucap Naruto sambil jalan keluar dari halaman rumah itu.
" Oke. Hati – hati di jalan. " Balas Kushina sambil memberikan lambaian tangan pada anaknya.
Dan Naruto dengan senyuman membalas lambaian tangan ibunya, meski dia berjalan membelakangi ibunya.
Naruto's dream end
3 Januari 2026
Naruto's room
Naruto terbangun dari tidurnya. Dia membuka matanya dan pergi ke kamar mandi. Setelah mencuci muka dan membuang air, Naruto pergi ke dapur dan membuatkan sarapan untuk kedua adiknya yang masih tertidur.
Setelah beberapa saat, Mito yang datang bersama dengan Jeanne. Jeanne masih seperti biasa, namun dia sudah lebih nyaman bersama dengan Mito. Jadi, Jeanne saat ini sudah tidak terlalu menempel kepada kakak laki – lakinya.
" Dengan siapa saja aku akan ke Shibuya? " Tanya Naruto yang meminum secangkir kopi.
" Dengan Sasuke-nii, Kiba-san, Lee-san, dan Shikamaru-san. "
" Shikamaru, ya. Dia memang bisa diandalkan. Mereka saja? "
" Ya. "
" Aku mengerti. Mereka semua naik ke mobilku saja. Mobilku sudah kumodifikasi untuk bisa digunakan di berbagai area. Aku juga sudah memodifikasi mobilku untuk bisa melawan para Infected tanpa menggunakan peluru. "
" Aku paham. "
Kemudian Naruto berjalan ke arah Jeanne dan menyejajarkan tinggi tubuhnya dengan Jeanne yang sedang duduk.
" Jeanne, hari ini Nii-san harus pergi. Kau dengan Mito, ya. " Ucap Naruto sambil memberikan senyum lembut kepada adiknya.
" Nii-san... Aku... tidak mau... "
Naruto sedikit terkejut karena Jeanne mengatakan beberapa kata kepadanya.
" Tenang saja. Aku akan kembali. Lagipula, Mito ada di sini bersamamu. Mito akan melindungimu, oke? "
Jeanne perlahan melihat ke arah Mito sebelum ia memeluk adiknya dengan erat. Hal itu membuat Mito mengelus kepala kakaknya.
" Baiklah. Aku pergi dulu, ya. " Ucap Naruto lalu mengelus kepala kedua adiknya.
Setelah mandi, Naruto pergi menuju keluar markas Kuoh Warrior.
.
Halaman parkir markas Kuoh Warrior.
Naruto berjalan menuju mobil merah miliknya. Naruto mengisi bensin hingga penuh dan membawa dua buah dirigen bensin di dalam mobilnya.
" Yo, lama tidak bertemu. " Terdengar beberapa orang memanggil Naruto.
" Yo, lama tidak bertemu, pecinta anjing. " Balas Naruto
" Aku sudah tahu tentang keadaanmu dan kita akan pergi dengan mobil ini? " Tanya Shikamaru.
" Ya. Aku senang bisa bertemu kalian lagi. " Ucap Naruto sambil mengelus kepala Akamaru, anjing dari Kiba.
" Sudah siap? " Tanya Sasuke
" Ya. Ayo kita berangkat. "
Naruto naik masuk ke dalam mobilnya. Sasuke duduk di sebelah Naruto; sedangkan Kiba, Akamaru, Lee, dan Shikamaru duduk di bak bagian belakang. Mobil Naruto yang tidak memiliki atap membuat mereka masih bisa berbincang – bincang.
" Baiklah. Mari kita berangkat. " Ucap Naruto sambil memulai perjalanan menuju Shibuya.
.
Setelah beberapa ratus meter dari kota Kuoh, mereka langsung dihadang oleh gerombolan Infected. Sasuke dan yang lainnya bersiap dengan senapan mereka.
" Tidak perlu. Jangan membuang peluru kalian untuk para zombie ini. " Ucap Naruto.
" Lalu, bagaimana kita menerobos mereka? " Tanya Kiba
Naruto menekan sebuah saklar. Dengan itu, sebuah kerangkeng menyerupai kurungan yang sebelumnya berada di samping dan menutupi bagian bak terbuka tempat Shikamaru dan yang lainnya. Kemudian di bagian depan mobil muncul sebuah bajak salju dengan beberapa bilah gergaji di bagian tertentu.
Dengan itu, Naruto dkk berhasil menerobos dan menghancurkan mobil para Infected. Itu membuat mereka bisa melewati para zombie tanpa menghabiskan peluru.
" Kau sangat cerdas, ya " Ucap Sasuke
" Aku berbeda dengan kalian yang hanya merebut sebuah kota lalu berlindung. Kami selalu bepergian setiap saat. " Ucap Naruto
.
.
Mereka sudah sampai setengah perjalanan. Mereka hanya perlu melewati Shinjuku untuk sampai di Shibuya. Saat ini Naruto dkk sedang beristirahat.
" Di depan itu Shibuya, ya. " Tanya Lee
" Tidak. Kota yang ditinggalkan itu adalah Shinjuku. Setelah itu baru Shibuya. " Ucap Naruto
" Lalu, apa kalian membawa perbekalan? " Tanya Sasuke
" Hanya roti dengan beberapa makanan kaleng. " Ucap Kiba
" Kalau begitu, aku pergi dulu. " Ucap Naruto sambil membawa katana dan sebuah pisau dapur.
" Kau mau ke mana? " Tanya Sasuke
" Mencari bahan makanan. "
" Di mana? " Tanya Shikamaru.
" Tenang saja. Aku akan kembali dengan kuda dan rusa. " Ucap Naruto lalu masuk ke dalam hutan yang ada di dekat situ.
.
Lima menit berlalu, Naruto kembali dengan menyeret seekor rusa dan kuda.
" Kau benar – benar kembali dengan kuda dan rusa. " Ucap Sasuke
" Dari mana kau mendapatkan mereka? " Tanya Kiba.
" Semenjak outbreak terjadi, banyak kebun binatang yang hancur. Dengan itu, banyak binatang yang lepas dan berkembang biak sesukanya. " Ucap Naruto sambil terus menyembelih binatang hasil buruannya.
" Apa rasanya enak? " Tanya Lee
" Kau hanya belum pernah memakannya saja. " Ucap Naruto sambil mengiris sedikit daging rusa dan memberikannya pada Akamaru. Akamaru yang melihat itu langsung memakan daging rusa yang diberikan Naruto.
Setelah beberapa menit, Naruto telah menyembelih daging rusa dan kuda itu. Naruto menyimpan daging itu di dalam sebuah plastik yang sudah ia siapkan dan menyimpannya di tempat penyimpanan dengan es. Naruto mengambil beberapa kayu dan menyalakan api, lalu membakar daging itu dengan beberapa bumbu. Setelah matang, Naruto memakannya.
" Kalian mau? " Tanya Naruto
Lee, Kiba, dan Shikamaru mengangguk sebagai tanda bahwa mereka juga menginginkannya.
" Ambil saja. "
Dengan itu, mereka menikmati rusa bakar dan kuda bakar yang Naruto masak.
.
Waktu sudah semakin siang, mereka bergegas menuju Shinjuku untuk sampai ke Shibuya.
" Apa kalian... pernah membunuh manusia sebelumnya? " Tanya Naruto
" Jika orang yang sudah tergigit, aku pernah. " Ucap Sasuke
" Aku juga. " Balas Shikamaru.
" Begitu, ya. Musuh kita bukan hanya para zombie yang menginfeksi kita, namun juga monster yang sesungguhnya. " Ucap Naruto
" Monster...? Apa maksudmu? " Tanya Kiba
" Mereka adalah para Hunters. Mereka adalah pemburu, penjarah, bandit. Mereka melakukan apapun untuk menjarah kita. Dan mereka adalah manusia tanpa kemanusiaan. Aku sudah pernah membunuh beberapa dari mereka untuk bertahan hidup. " Ucap Naruto
" Kami mengerti. "
" Jangan ragu. Keraguan yang akan membuatmu terbunuh. " Ucap Naruto.
Bersamaan dengan itu, mereka memasuki Shinjuku.
Bekas Red Light District, Shinjuku
Naruto dkk telah sampai di Shinjuku.
" Jadi ini Shinjuku. " Ucap Lee
" Hati – hati. Siapkan senjata kalian dan berpegangan. " Ucap Naruto
Setelah beberapa meter memasuki kota Shinjuku, Naruto merasakan ada yang janggal.
" TOLONG! "
Terdengar suara orang yang berteriak meminta tolong.
" Naruto, ada yang minta tolong. " Ucap Lee
Naruto masih diam sambil terus menyetir mobilnya. Kemudian tampaklah seorang pria yang tampak pincang berjalan dari depan mereka.
" Tolong! Syukurlah! Kalian datang! " Ucap pria itu
Naruto yang melihat itu menghentikan mobilnya.
" Dari kota mana kau? " Tanya Naruto
" Shibuya. Aku ingin pergi ke Kuoh. " Balas orang itu.
" Mengapa kau jalan kaki? "
" Motorku dirampok. "
" Motor apa? "
" Itu bisa bicara nanti! Sekarang tolong aku! "
" Jawab pertanyaanku. " Ucap Naruto sambil menodongkan pistol.
" Motor trail. "
" Di mana kau mendapatkan mobil itu. "
" Aku mendapatkan mobil itu dari teman lamaku. "
Naruto memasukkan pistolnya kembali ke sarungnya. Sesaat pria itu sadar kesalahan yang baru saja ia ucapkan.
" Pegangan. "
WUSH
Dengan kecepatan tinggi, Naruto menginjak pedal gas dan langsung melesat ke arah pria itu. Pria itu refleks melompat ke samping, namun dirinya masih sempat terserempet oleh mobil Naruto. Dari bangunan di sekitar mereka, banyak orang dengan senjata api muncul dan menembaki Naruto dkk.
Naruto yang mengetahui sebuah peluru yang akan mengenai kepalanya, segera melindungi bagian kanan kepalanya dengan tangannya. Peluru itu mengenai tangan Naruto dan menembus ke kepalanya, meski hanya mengenai pelipisnya saja. Naruto mengambil peluru yang menancap di pelipisnya dan membuangnya sembarang. Bersamaan dengan lukanya yang beregenerasi, Naruto mencabut peluru yang menancap di kepalanya.
Saat Naruto masih menyetir, sebuah bis meluncur dari salah satu gang. Bis itu menghantam bagian belakang mobil yang Naruto dkk kendarai dan membuat mobil mereka menabrak sebuah toko yang sudah lama ditinggalkan.
" Sialan. "
" Semuanya, kita menghindar dulu. " Ucap Sasuke
Naruto langsung mengambil mengaktifkan kerangkeng perlindungan di mobilnya dan mengunci mobilnya, sehingga para penjarah tidak bisa mengambil barang – barang yang ada di mobil Naruto. Naruto bersama dengan Sasuke, Kiba, Akamaru, Lee, dan Shikamaru pergi untuk menghindari para penjarah. Ketika para penjarah datang ke tempat mobil Naruto, Naruto dan yang lainnya sudah tidak ada di sana.
" Bagaimana ini, Bos? " Tanya salah satu penjarah.
" Cari mereka. Kita harus membunuh mereka dan mengambil persediaan mereka. "
" Ha'i. "
.
Tiga orang penjarah masuk ke dalam sebuah rumah yang ada di sebelah toko yang ditabrak oleh Naruto. Lampu yang sudah lama rusak membuat suasana di sana cukup mencekam.
" Apa mereka ada di sini? " Tanya salah satu dari mereka.
" Kita coba ke sana. "
WUSH
Tiba – tiba terdengar suara seperti orang didorong jatuh. Saat dua orang penjarah melihat ke sumber suara, mereka tidak bisa menemukan rekan mereka yang sebelumnya ada di dekat pintu.
" Di mana dia? "
WUSH
Sama seperti sebelumnya, terdengar suara yang sama seperti sebelumnya. Bedanya, orang yang berada di ujung yang hilang, menyisakan satu penjarah yang berada di tengah ruangan.
" WOY! JANGAN MAIN – MAIN, BANGSAT! "
CRASH
Tiba – tiba, Naruto muncul dari belakang mereka sambil menutup mulut si penjarah dan menggorok lehernya dengan katana yang ia pegang. Setelah itu, menjatuhkan si penjarah dan menusuk jantungnya hingga mati.
" Aman. " Ucap Naruto
Tampak Sasuke dan Kiba yang berada di balik sebuah meja. Di dekat mereka, tampak salah satu penjarah yang kepalanya ditembak. Di sisi lain, tampak Lee yang bersama dengan Shikamaru yang melakukan hal yang sama dengan penjarah lainnya.
" Ternyata silencer memang sangat berguna untuk penyergapan. " Ucap Kiba.
Naruto segera mengambil senapan dan amunisi dari para penjarah.
" Mereka memiliki senjata yang bagus. " Gumam Naruto
" Sekarang bagaimana? " Tanya Lee
" Aku tidak tahu, tapi aku punya firasat yang tidak enak. Naruto, apa mereka Hunters yang kau maksud? " Tanya Sasuke
" Ya. Mereka adalah para Hunter. Aku akan membasmi mereka. Aku tidak ingin mengambil resiko bertemu dengan mereka lagi saat perjalanan pulang nanti. "
" Aku mengerti. Lalu, bagaimana caranya? " Tanya Lee
" Shikamaru, kau punya ide, kan? " Ucap Naruto
" Ya. Ini rencanaku. "
.
.
Sore harinya, bos hunter sedang berkumpul di ruangannya bersama dengan beberapa anak buahnya.
" Bos, apa kau yakin dengan mereka? Aku yakin mereka tidak lebih dari orang yang kebetulan lewat. " Tanya salah satu dari anak buah dari bos Hunter.
" Si supir mobil itu. Dia adalah bajingan yang sudah membawa adikku pergi. " Ucap si bos.
" Tapi, salah satu dari kita sudah menembaknya dan dia bisa selamat. "
" Tapi tubuhnya pasti terluka. Dengan itu dia akan mati pelan – pelan. Urus semua itu, aku punya 'mainan' yang harus dimainkan. " Ucap si bos dan pergi ke lantai atas yang kedap suara.
" Baiklah. Mari kita mulai. Kita buru para- "
DOR
DOR
DOR
Tiba – tiba terdengar suara tembakan yang berasal dari luar ruangan. Ketiga anak buah dari bos hunter langsung berlari keluar ruangan. Saat mereka membuka pintu itu, seorang pria berlari ketakutan. Tubuhnya penuh dengan noda darah. Pria itu berlari hingga menabrak salah satu dari anak buah bos Hunter.
" Ada apa? " Tanya salah satu dari tiga anak buah bos Hunter.
" Ada penyusup. "
" Berapa orang ? "
" Hanya dua! Tapi mereka semua sudah- "
DOR
Sebuah peluru ditembakkan tepat di kepala dari pria itu dan membunuhnya. Kemudian sebuah katana menembus jantung pria itu dan juga jantung dari salah satu anak buah dari bos Hunter yang. Kemudian katana itu tercabut dan tampaklah Naruto yang menembak kepala dari salah satu anak buah dari bos Hunter yang membuatnya terbunuh.
" Apa – apaan ini!? "
Saat mereka akan menembak Naruto, Naruto memegang senapan yang dipegang oleh salah anak buah bos Hunter, lalu mengarahkannya ke anak buah bos Hunter lainnya. Hal itu membuat salah satu anak buah bos Hunter tertembak oleh rekannya. Kemudian Naruto menembak kepala dari orang yang dia pegang senapannya, lalu menembak anak buah bos Hunter yang tersisa ke dada dan kedua kakinya.
" Nah, sekarang di mana bosmu? " Tanya Naruto
" Aku tidak akan bilang. " Balas anak buah dari bos Hunter
Naruto segera mengambil katananya dan memotong kedua tangan dari orang itu. Kemudian dia dengan sadis menendang kemaluan dari orang itu.
" Bagaimana? Sakit? " Ucap Naruto
DOR
DOR
DOR
Naruto tanpa sadis menembaki kedua kaki dan selangkangan dari pria itu.
" Jadi, di mana bosmu? " Tanya Naruto lagi
" Tidak akan kukatakan! "
Naruto berjalan ke sebuah meja yang memiliki bubuk cabe di atasnya. Kemudian Naruto dengan sadis menaburkan bubuk cabe itu di luka yang ada di kaki dan selangkangan dari pria itu. Sontak rasa panas dan perih menjalar dari tubuhnya dan membuat orang itu berguling – guling. Naruto dengan sadis menendang kepala orang itu dan membuat kepalanya berdarah. Naruto kemudian menyeret orang itu dan melemparnya ke tembok.
" Di mana bosmu. " Tanya Naruto
" Aku tidak akan bilang. " Ucap orang itu.
Naruto merentangkan tangan kanan dari orang itu dan menusuk tangannya dengan pisau, sehingga tangannya tetap lurus. Lalu, tanpa ragu menginjak tangan kanannya hingga tulangnya patah. Orang itu langsung berteriak kesakitan.
" Tenang saja. Tulangmu yang patah hanya dua saja. Kau masih punya 204 tulang lagi. Aku tidak mau ambil risiko untuk menghancurkan semua tulangmu karena itu buang-buang waktu. Jadi, katakan di mana bosmu. "
Orang itu bungkam. Dirinya terlalu takut untuk memberi tahu keberadaan bosnya, namun dirinya sendiri juga takut disiksa oleh Naruto.
" Masih bungkam, ya. "
Naruto mencabut pisau yang menancap di tangan kanan orang itu. Kemudian Naruto melakukan hal yang sama dengan sebelumnya kepada tangan kiri orang itu. Naruto bersiap untuk kembali mematahkan tangan kiri orang itu.
" Satu... Dua... "
" Lantai atas. "
" Apa? "
" Lantai atas. Bos ada di lantai atas. "
" Apa kunci kodenya? "
" Tidak ada. Hanya tekan bel saja. Bos akan membukanya dari dalam. "
" Bagus. Terima kasih. " Ucap Naruto sambil mencabut pisau yang ada tangan orang itu.
" Kau tidak akan membunuhku? "
" Pergilah. "
" Terima kasih. " Ucap orang itu sambil berlari keluar ruangan itu.
Namun, sebelum orang itu mencapai pintu, Naruto mengambil pistol Desert Eagle miliknya dan mengarahkan ke punggung orang itu. Dan...
DOR
Naruto menembak orang itu tepat di jantung. Orang itu jatuh dan mengerang kesakitan.
" Mengapa...? " Tanya orang itu sambil menangis.
" Simpel. Aku tidak pernah bilang kalau aku akan membiarkanmu hidup. " Ucap Naruto
" Mengapa! Aku tidak pernah melakukan apapun padamu! Bahkan aku tidak mengenalmu! Kami hanya ingin bertahan hidup! "
" Bertahan hidup? " Ucap Naruto sambil menutup matanya. Sekilas, pengalaman tentang semua penyiksaan yang dirinya dan Jeanne alami. " Orang seperti kalian melakukan ini bukan untuk bertahan hidup. Kalian hanya ingin menyiksa dan membunuh. Kalian sudah terlalu sering melakukan ini. Kau pikir, aku akan lupa saat bajingan itu memperkosa adikku habis – habisan? "
" Kau... mustahil... kau adalah- "
DOR
Naruto dengan tidak berperasaan menembak kepala orang itu dan membunuhnya.
" Sasuke. Ikuti rencana Shikamaru. Ambil semua senjata mereka. Aku akan membunuh ketua dari kelompok Hunter ini. "
" Aku mengerti. Jangan sampai mati. "
" Tentu saja. "
.
.
Saat ini ketua dari kelompok Hunter sedang menikmati mainannya. Mainan yang dimaksud adalah tiga orang perempuan yang dirantai dan tanpa busana yang sedang digerayangi oleh ketua dari kelompok Hunter.
TING TONG
Mendengar suara bel, si ketua menjadi kesal.
PLAK
Dia langsung menampar perempuan yang sebelumnya ia gerayangi sebagai pelampiasan atas kekesalannya karena diganggu.
TING TONG
TING TONG TING TONG
" Iya, Iya. Sabar. " Ucap si ketua dengan ketus. Dia segera membuka kunci ruangan itu dan membukanya.
Ketika si ketua membuka pintunya, sebuah bogem mentah meluncur ke arah kepala si ketua. Pukulan itu mengenai wajah tampannya dan membuatnya terpental ke belakang. Baik itu si ketua dan ketiga perempuan yang terantai terkejut.
" Bajingan! Apa – apaan itu! " Ucap si ketua yang kesal.
" Yo, Raiser. Lama tidak bertemu. " Ucap Naruto yang merupakan pelaku pembogeman dari si ketua alias Raiser.
" Namikaze!? Kau masih hidup!? Harusnya kau sudah mati saat kami meninggalkanmu pada gerombolan zombie itu. "
" Sayangnya, aku masih hidup. Meski aku sudah bukan manusia lagi. "
Naruto dengan cepat melesat dan berusaha menyerang Raiser. Naruto memberikan pukulan yang berhasil ditahan oleh Raiser. Raiser segera membalas pukulan Naruto ke arah kepalanya. Bogem mentah Raiser berhasil mengenai wajah dari Naruto, namun bogem mentah itu tidak membuat Naruto bergeming.
" APA!? " Ucap Raiser terkejut.
Naruto memegangi tangan Raiser yang memukul wajahnya. Kemudian Naruto mengadu kepalanya dengan kepala Raiser. Naruto melakukan gerakan memutar dan memberikan tendangan tepat di dada Raiser. Serangan Naruto membuat Raiser terpental dan menghantam dinding. Setelah menyerang Raiser, Naruto tanpa sadar melihat para perempuan yang dirantai di ruangan itu. Naruto yang melihat itu sangat terkejut.
" Kalian... " Naruto tanpa sadar berjalan mendekati ketiga perempuan itu. Namun, seperti korban pemerkosaan pada umumnya, mereka menunjukkan respons ketakutan. Hal itu kembali membuat Naruto teringat dengan Jeanne. Bagaimana ketiga perempuan itu takut dengannya sama seperti Jeanne yang takut pada orang lain.
Raiser yang melihat celah mengambil sebuah kapak yang ada di meja. Raiser berlari untuk menyerang kepala Naruto. Naruto yang merasakan keberadaan Raiser segera berbalik dan melindungi lehernya dengan tangan kirinya dan bergeser ke samping. Serangan Raiser berhasil membacok tangan kiri Naruto hingga ke bahunya. Bukan hanya itu, bahkan kapak itu sampai menancap di skapula atau tulang belikat. Namun, memanfaatkan itu, Naruto membogem wajah Raiser , lalu mengambil katana yang tersarung di pinggangnya dan menebas tangan kiri Raiser hingga putus.
" AAAAA! " Raiser berteriak kesakitan. Dia tidak menyangka bahwa Naruto akan membalas serangan Raiser dengan katana.
Naruto mencabut kapak yang menancap di bahunya. Kemudian, Naruto menggerakkan tangan kirinya yang mulai beregenerasi. Naruto juga memasukkan kembali katana ke sarungnya.
" Bagaimana bisa kau melakukan hal itu? "
" Sudah kubilang kalau aku bukan manusia. " Ucap Naruto
Naruto menendang Raiser dan duduk di dadanya. Dengan sadis, Naruto memukuli wajah tampan Raiser. Hal itu mebuat wajah Raiser menjadi tidak karuan karena bengkak dan berdarah. Setelah puas memukuli wajah Raiser, Naruto berdiri.
" Jika kau pikir aku menargetkanmu, kau salah. Aku hanya kebetulan bertemu denganmu. Tapi, karena itu aku bisa membalas dendam padamu. Tenang saja, aku sudah menemukan lokasi Hyodou. Aku juga akan membalaskan dendamku padanya, sama sepertimu. Hanya saja, jika aku melakukannya sekarang, aku akan menghancurkan Kuoh. Aku tidak sebodoh itu untuk melakukan hal yang gegabah. Tapi, aku pasti membunuh kalian semua atas apa yang sudah kalian lakukan pada Jeanne. "
Naruto mengambil Desert Eagle miliknya dan bersiap mengeksekusi Raiser. Dan setelah itu, Naruto menembak tepat di kepala Raiser dan membunuhnya. Setelah itu, Naruto mengambil beberapa kain seprei yang ada di lemari yang ada di ruangan itu. Naruto menemukan tiga buah kain. Setelah mengambil ketiga kain itu, Naruto mengambil kapak yang sebelumnya digunakan Raiser untuk menyerangnya.
Naruto berjalan ke arah ketiga perempuan yang menyedihkan itu. Dengan wajah ketakutan, mereka menutup mata mereka karena takut.
CRANG CRANG CRANG
Dengan kapak itu, Naruto memutuskan rantai yang sebelumnya merantai para perempuan itu. Naruto segera menutupi tubuh menyedihkan mereka dengan kain seprei yang Naruto temukan. Kemudian, Sasuke bersama dengan Kiba dan Lee datang ke tempat Naruto.
" Sasuke, Kiba, Lee, tolong bawa mereka ke mobil. Setelah itu, Kiba, Lee, bantu aku dan Shika untuk membawa mayat mereka semua. "
" Dimengerti. "
.
Dua jam lagi matahari terbenam. Naruto bersama dengan Kiba, Lee, dan Shikamaru membawa jasad para Hunter yang sudah mereka bunuh. Naruto menemukan sebuah bekas kolam ikan. Naruto dan yang lainnya membuang jasad para Hunter di tempat itu. Naruto menyiram setengah dirigen bensin ke tumpukan jasad itu. Setelah menyiram bensin, Naruto mengambil korek api dan menyalakannya. Lalu, Naruto melemparkan korek api itu dan membakar jasad dari para Hunter.
" Naruto, mengapa sampai membakar mereka? " Tanya Lee
" Supaya tidak ada wabah yang muncul dari jasad mereka. Setidaknya, untuk mereka yang benar – benar ingin bertahan hidup, ini adalah cara kita untuk menghormati mereka. " Ucap Naruto
" Aku mengerti. " Ucap Sasuke.
Naruto mengambil sebuah buku. Buku itu berisi gambar – gambar ilustrasi novel ia dua buat. Dulu, Naruto ingin menjadi seorang ilustrator dan buku itu adalah kanvas Naruto menyalurkan bakatnya. Di halaman belakang, terdapat delapan buah nama. Empat di antaranya sudah dicoret dengan cairan berwarna merah. Naruto menggigit jarinya dan menyoret nama Raiser dengan darahnya, sama seperti empat nama lainnya.
" Tinggal tiga lagi. " Gumam Naruto lalu memasukkan buku itu ke dalam sakunya.
" Ayo kita berangkat. "
" Ya. "
.
Naruto dan yang lainnya pergi menuju Shibuya. Di pintu perbatasan Shibuya, Naruto menghentikan mobilnya. Tampak prajurit mendekati Naruto yang turun dari mobilnya.
" Yo, lama tidak bertemu, Naruto-dono. " Ucap prajurit
" Lama tidak bertemu. " Balas Naruto
" Apa kau ingin masuk? Kali ini kau tidak bersama adikmu. "
" Kami sudah tinggal di Kuoh. Kami memiliki keluarga di sana. Aku ke sini untuk memberikan sebuah surat dan data. Data ini berisi para Infected dan surat ini berisi ajakan untuk menyerang menara pemancar di dekat kota Kuoh. Selebihnya ada di surat ini. "
" Kami mengerti. Itu saja? Tidak ingin masuk ke kota kami? "
" Tidak perlu. Selain itu... tidak. Tidak jadi. Kami akan kembali. Sampai jumpa lagi. Jangan sampai mati, ya. " Ucap Naruto lalu berjalan ke arah mobilnya.
" Kau juga. " Balas si prajurit.
Dengan itu, Naruto dan lainnya kembali ke kota Kuoh.
.
.
Shinjuku.
Sesaat setelah Naruto dan yang lainnya keluar dari Shinjuku untuk pergi menuju Kuoh, tiga orang sedang duduk di dekat jasad para Hunter yang masih terbakar. Salah satu dari mereka tampak membakar sebuah daging dengan sebuah tusuk besi.
" Itu mereka. " Ucap seorang perempuan berambut pirang.
" Apa kita akan menyerang mereka? " Tanya seorang pemuda dengan rambut hitam
" Tidak. Kita tidak akan menyerang mereka. Di sana juga ada salah satu dari domba yang hilang. Bagaimanapun, Mother memberikan kebebasan kepadaku sebagai Commander. " Ucap seorang berambut putih.
" Lalu, bagaimana rencana selanjutnya? " Tanya perempuan beramput pirang.
" Tenang saja, Medic. Aku mendapatkan informasi dari Communicator bahwa mereka berniat menyerang menara pemancar itu. Kita akan manfaatkan rencana itu. Kalian mengerti, Medic, Ripper? "
" Ha'i, Blacksmith. "
.
.
.
TBC
Glosarium
Hunter
Sebutan bagi para bandit dan penjarah yang menguasai sebuah kota, di mana mereka bertahan hidup dengan menjarah dan membunuh orang yang lewat dengan berbagai cara. Beberapa Hunter terkadang menyekap beberapa perempuan untuk dijadikan bahan pelampiasan nafsu seksual. Setiap kelompok Hunter memiliki pemimpinnya masing – masing. Setiap kelompok Hunter tidak berkaitan satu sama lain.
.
Shibuya
Sebuah kota yang dipimpin oleh pemerintahan Jepang yang masih bertahan sejak outbreak terjadi. Ini berbeda dengan Kuoh yang merupakan kota hasil perebutan dari para Infected.
Yo
Bagaimana kabarnya?
.
Ya, di sini saya berhasil membuat chapter 3
Di sini kita melihat musuh lain di dalam dunia zombie apocalypse, yaitu para manusia tanpa kemanusiaan. Di sini salah satunya adalah Hunter atau para bandit. Di sini kita melihat salah satu Hunter yang dipimpin oleh Raiser yang dibantai oleh Naruto dan lainnya.
Bicara tentang Raiser, diketahui bahwa dia adalah salah satu dari orang - orang yang memperkosa dan menyiksa Jeanne. Dan di sini Naruto juga mengkonfirmasi bahwa Issei adalah salah satu pelaku pemerkosaan Jeanne juga. Di sini Naruto sudah membunuh 5 dari 8 orang yang memperkosa adiknya, termasuk Raiser. Untuk Issei, Naruto akan membalaskan dendam padanya di waktu yang tepat. Jika Naruto gegabah, dia akan menghancurkan kota Kuoh.
Lalu, di sini kita dikenalkan dengan Human Infected yang sudah disebutkan oleh Minato di chapter sebelumnya. Mereka adalah Blacksmith, Medic, dan Ripper
.
Baiklah
sekian chapter 3
sampai jumpa chapter depan
bye bye
