Y
Author : Kim Hye sung / EXOSTics
Main Cast :
Byun Baek Hyun
Kim Jong In
Pair: KaiBaek
Rated :M
Disclaimer : story and plot is mine! Cast belongs to god! de el..el
Genre : Romance, feeling by you're self. Not for Kids. /R : Lu sendiri?/ -_-
Warning : YAOI, OOC banget, Typo(s) DLDR. Abis baca ga review bisulan loh*ehh
.
.
.
[Chapter 2]
Author POV
Seorang namja tampan dan tinggi tampak bergulat dengan seorang namja yang tak kalah tinggi darinya hanya saja namja yang berada dibawahnya itu berwajah manis.
"Ahhh.. ak-Ah.."Namja manis itu terus melenguh nikmat setiap kali namja tampan yang berada di atasnya bergerak semakin liar.
Drrtt..Drrtt…
"Ck.."Namja manis yang merasa tubuhnya kehilangan kenikmatan secara tiba-tiba mendesah kecewa. Namja tampan yang tadi memasukinya kini mengambil baju mandi dan menyambar ponselnya. Namja ini sepertinya cukup sibuk karena itu dia tidak memiliki banyak waktu untuk sekedar bersenang-senang.
"Hm.."Sahutnya malas. Namja manis yang masih berbaring ditempat tidur itu sekarang mulai merangkak ke ujung tempat tidur karena sang namja tampan tengah duduk disana.
"Kris Ge.."
"Sebentar Tao-ah.."Namja manis bernama Tao itu mempout bibirnya, dia kesal di abaikan seperti ini, setelah menghentikan permainannya secara sepihat kini dia diabaikan siapa yang tidak akan marah ?
"Hm.. aku kesana.."Ucap Namja berwajah bak pangeran itu yang tidak lain adalah Kris. Kris hendak beranjak, tapi tangannya ditahan oleh Tao, Kris kembali menoleh harusnya dia tergoda melihat calon istrinya itu tidak memakai sehelai pakaianpun dengan mata panda yang membulat lucu, ah, sangat aneh melihatnya, bagaimana mungkin dia melakukan aegyo untuk mendapatkan itu? Dunia macam apa ini?
"Tao.. gege harus pergi.. arra?" Tao tidak bisa mengalahkan kesibukan Kris, dia tidak bisa membuat Kris lebih memilihnya dari pada pekerjaannya itu. Tapi ini sungguh tidak biasa, Kris jarang sekali turun tangan dalam 'perkerjaan' itu, dan ini sungguh ajaib Kris langsung menerima hal yang biasanya akan dia tolak mentah-mentah.
"Sebenarnya ada apa ge? Apa gege tidak bisa menundanya?" Tanya Tao dengan mata berkaca-kaca. Kris berusaha tersenyum dia memang egois menghentikan semuanya tiba-tiba bahkan dia dan Tao saja belum klimaks.
"Ahni.. maafkan gege ne?"Tao kembali mengeluh dalam hati, tapi akhirnya dia mengangguk, membuat Kris tersenyum simpul dan melangkah masuk kedalam kamar mandi. Sebenarnya Tao penasaran. Tapi melihat raut wajah tenang itu agak gelisah pasti ada sesuatu yang sebaiknya dia memilih diam, Tahu ataupun tidak Tahu, dia tidak harus ikut campur selama Kris tetap berada di sisinya.
.
.
.
.
Kai menghela nafas lelah, disore hari kota seoul, di atas blankon kamar apartemennya, hal yang paling suka dia lakukan berdiam diri disana. Tak ada tugas hari ini, hanya beberapa hal yang harus dia lakukan, meminta ijin agar Kasus Baek Hyun dia yang menanganinya dan membawa Baek Hyun tinggal bersamanya, dengan alasan dia yakin Baek Hyun ada sangkut pautnya dengan kasus yang selama ini belum bisa dia selesaikan, perdagangan gelap yang menamai mereka 'Y' , dimana mereka melakukan perdagangan manusia dengan skala besar, meliputi eropa, dan beberapa Negara asia yang berpusat dijepang.
"Haahh.."Dan lagi, hembusan nafas lelah itu keluar. Tanpa namja itu sadari seorang namja cantik sedari tadi memperhatikan dirinya. Baek Hyun hanya memakai handuk milik Kai yang tampak sangat kebesaran di badannya. Baek Hyun hendak beranjak,percuma menunggu Kai menoleh ke arahnya Karena Kai tidak melakukannya dari tadi, sebenarnya Baek Hyun ingin mendekat untuk menanyakan adakah baju yang bisa dia kenakan? Baju nya sudah robek tadi malam, dan kemeja kebesaran yang dia temukan di dalam lemari Kai sangat tidak nyaman, bukan kenapa, dia tidak suka, itu membuatnya tampak sangat sensual.
"Kau disana?"Tanya suara berat itu, agak.. parau. Baek Hyun menoleh, ternyata Kai masih memunggunginya, itu membuatnya sedikit kesal, hei.. sejak kapan kau semanja itu Byun Baek Hyun?
"Maaf mengabaikanmu.. kemarilah.."Ucap Kai, Baek Hyun merasa langkah nya menuntun tanpa keinginannya berjalan mendekat kea rah namja tampan berkulit Tan itu.
"Baby.."
BLUSH
Kai memeluk Baek Hyun, Baek Hyun sebenarnya sangat terkejut dipeluk tiba-tiba oleh Kai, tapi pelukan ini sangat hangat, atau tubuh Kai memang sangat hangat setiap kali bersentuhan dengan tubuhnya, Baek Hyun tidak peduli kemana arah takdirnya mengarahkannya, dia hanya menginginkan hal ini tidak cepat berakhir, namja ini mengingatkan nya pada seseorang sangat mirip. Pria kelahiran '94, pintar melakukan dance, memilik senyuman yang sangat tampan. Dan .. menyentuhnya dengan sangat lembut.
Semuanya sangat mirip, harusnya Baek Hyun membenci pria seperti ini, Tapi tidak bisa dia pungkiri hatinya bahkan tidak sanggup untuk mengabaikan Kai.
"Baby.."
"Ja-jangan memanggilku seperti itu.."Kai tersenyum, dia mengusap punggung halus Baek Hyun yang tersekspos karena handuk yang kebesaran itu. Dia mendaratkan bibir tebalnya di bahu putih itu, masih ada beberapa tanda keunguan yang cukup pekat disana, hasil karya nya tadi malam. Dia rasanya ingin mengejek kelakuan bodohnya tadi malam. Menertawakan betapa bodohnya dia saat itu. Itu nafsu dia tahu hal itu, tapi hatinya pun ikut menuntunnya melakukan hal itu, semua memang diluar kendalinya hanya menatap dia berubah menjadi orang tolol detik itu juga.
"Apa kau tidak marah.. tentang tadi malam?"Kai mulai mendorong tubuh Baek Hyun untuk masuk ke dalam kamar.
"Eunghh.."Kai menyeringai tipis dia mengulur tangannya masuk kedalam handuk putih itu. Baek Hyun kembali tidak bisa menolak sentuhan Kai, rasanya malah dia menginginkan hal ini.
"Kai…hss"
"Hm?"Kai mulai memelintir kedua nipple Baek Hyun dengan tangannya yang sudah berhasil menemukan kedua benda kembar menggemaskan itu, Kai terus mendorong tubuh Baek Hyun hingga akhirnya permukaan pinggir kasur menyentuh lutut Baek Hyun. Melihat itu Kai kembali mendorong tubuh Baek Hyun, membuat tubuh itu terhempas ketempat tidur, tanpa menyia-nyiakan waktu Kai menarik handuk itu dengan sekali hentakan membuat tubuh menggoda itu sukses telanjang bulat di hadapannya. Kai segera menindih tubuh polos Baek Hyun. Tangannya mulai bergerak mengusap dengat teratur paha dan beralih ke selangkang namja cantik itu.
"Ahhh.. Kaii… akhh.."Tubuh Baek Hyun semakin memanas karena service dari Kai yang sangat memabukkan. Kali ini Kai sudah benar-benar tidak tahan untuk bermain lebih lama, celana nya sudah menyempit, dan terasa sangat sesak, hingga dia kembali bangun dan membuatnya naked. Wajah Baek Hyun benar-benar sangat merah melihat Kai yang telanjang dengan penis besar yang menggantung di antara selangkang namja tampan itu.
"Ahhh.."Kai merangkak ketubuh itu membuat Baek Hyun mendesah karena gesekan pelan kulit mulusnya dengan Kai. Membuat desahan sensual keluar dari bibir tipis berwarna merah alami itu. Kai meraup bibir itu, membungkam Baek Hyun, kemudia tangannya membuka paha Baek Hyun lebar-lebar.
Floop
Kai membawa Baek Hyun kedalam ciuman panas yang sangat memabukkan. Baek Hyun dibuat hanya bisa dan mampu mendesah karena rangsangan Kai atas tubuhnya yang tak henti-henti dan semakin terasa nikmat.
"Akh… Kai.. ahh.."Kau meraih junior 'imut' milik namja cantik itu, mulai mengocoknya dengan tempo pelan. Membuat wajah Baek Hyun semakin memerah merasa kenikmatan yang tidak sungkan Kai berikan padanya. Terus berlanjut hingga Junior Baek Hyun akhirnya menyerah dan memuntahkan cairan putih kental itu pada tangan Kai, kai kali ini meraih juniornya yang sudah sangat hard, mengoleskan cairan itu pada juniornya, sedangkan dia masih sibuk menciumi wajah dan perpotongan leher Baek Hyun, naik turun dan terus seperti itu menandai dan membuat Baek Hyun tersedak dengan saliva nya. Tangan Kai kali ini mulai turun ke Hole ketat Baek Hyun.
"AKH!"Baek Hyun melepaskan Ciuman Kai saat dia merasa holenya memanas oleh benda asing yang tidak lain adalah jari tejunjuk dan jari tengah Kai yang sebelumnya sudah terolesi oleh cum dari Baek Hyun, berharap saja tidak sakit. Meski ini kedua kalinya, itu bukan jaminan untuk permainan ini akan menjadi tidak menyakitkan.
"Sssthh.. diamlah Baby, hanya sebentar.. aku menjaminnya.."
"Akh..akhh... saki-sakkitt kai.."Memang tidak menangis, Tapi dijamin rasa sakit itu sangat membuatnya tidak nyaman. Kai mencoba bersabar untuk tidak menuruti nafsunya untuk segera memasuki lubang hangat yang kini tengah menyedot kuat kedua jarinya.
"AKHH.. kai.. Kaiiihhh.. sakitt..ahhh."Kai melihat raut wajah yang sudah dibasahi oleh peluh itu bukan dengan rasa khawatir tapi membuat Kai semakin tidak bisa menghentika aksinya. Dengan pelan kali ini Kai mencoba untuk mencium Baek Hyun kembali, agak kasar agar Baek Hyun tidak mampu menolak, dan membuat namja cantik itu lebih rileks.
"Baek Hyun.. nn.. Bertahan sebentar lagihh.."Kai membuka lebar paha Baek Hyun, dan menaruh kedua paha itu dipundaknya, Membuat Baek Hyun terkesiap tanpa aba-aba entah kapan ketiga jari yang tadinya bergerak didalam hole Baek Hyun sekarang sudah diganti posisinya oleh benda tumpul panjang yang sempat mengoyak nya tadi malam, benda itu sudah masuk dengan sekali hentakan, dengan tidak tega Kai membiarkan Baek Hyun menancapkan kukunya dipunggung lebarnya yang sudah basah oleh peluh.
"Akhmpp.. kaiiihhss… akhhmm.."Kai melumat dengan kasar bibir Baek Hyun, agar namja itu lebih rileks dia tidak membiarkan Baek Hyun menjerit karna itu akan membuat Baek Hyun akan sedikit lebih tertekan, membuat kesakitannya tidak berkurang sama sekali. Beberapa saat akhirnya Baek Hyun mampu mengendalikan kesakitannya.
"Ahhnn.."Kai merasa punggungnya sudah tidak perih seperti tadi, inilah akibat nya jika dia ingin membagi nafsu yang sudah mencapai puncaknya, dia tidak bisa membendung nya, karena sejak saat mereka melakukannya untuk yang pertama kali, itu lah saat dimana Kai seolah ingin melakukan hal 'itu' setiap saat bersama Baek Hyun, namja pertama yang berhasil membuatnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
"ahh.. ahh..ahh shh.. akhh.."Dan pada akhirnya Baek Hyun terlarut dalam permaian memabukkan ini, desahan yang diakeluarkan akan selalu menjadi alunan nada termerdu yang pernah Kai dengar, Kai terus menghentakkan penisnya maju dan mundur sesuai dengan keinginan Baek Hyun.
"Ahh kai.. morehh-morrehh.. kai ahh..akh!"see? Kai pun dengan sangat senang hati menuruti permintaan Baek Hyun.
"Terus..ahh… hm.. terus desahkan nama ku babyyhh.."Kai menunduk dan kembali menandai leher Baek Hyun, tidak ada logika, kedua anak manusia ini sama sekali tidak peduli apa kata orang yang ada diapartemen sebelah mendengar desahan mereka berdua, tempat tidur berdecit dengan suara kecipak orang berciuman dan benturan keras antara kulit mereka setiap kali Kai mempercepat tempo hentakannya. Bairkan saja mereka, ini tentang Kai dan Baek Hyun, tentang mereka berdua, bukan apa kata orang-orang bermulut ember seperti mereka.
"Ah.. ahhmm.."Kai memelintir nipple kiri Baek Hyun, sedangkan lidahnya bermain nipple sebelah kanan Baek Hyun, Kai sengaja melakukan nya disitu meski keinginannya lebih membuncah pada bibir merah yang agak membengkak itu, tapi Kai ingin Baek Hyun terus menyebut namanya. Kai menggingit gemas nipple Baek Hyun, membuat Baek Hyun sedikit memekik, bisa-bisanya dia membuat Baek Hyun agak kesal, Kai sempat tersenyum jahil yang biasa kita kenal sebagai sebuah seringaian, Kai kembali mengocok penis imut yang sudah kembali terbangun itu, sudah hampir sampai ya..
"Akh.. Kaiii…" Kai menjilati tangannya seductive, tidak Baek Hyun tidak akan membiarkannya, dengan kasar Baek Hyun menarik Kai mengambil tangan Kai dan mengulumnya seductive. Kemudian menatap Kai liar. "Berikan punyaa..ahhkk..ahh..ahh kuhh..ahh.."Melihat Baek Hyun yang sudah semakin liar Kai merasa senang luar biasa, tanpa sadar Baek Hyun hampir tersedak dengan penis Kai yang semakin bergerak brutal. Kai memperlambat tempo nya, sengaja tentu saja.. Kai menunduk kemudian mengecup Bibir Merah itu singkat.
"Mau berapa ronde eoh?"Tanya Kai. Baek Hyun sempat diam hingga dia ikut menyeringai, anak ini, apa mereka lupa apa yang sudah membuat mereka berdua bertemu? Apa mereka lupa asal mereka masing-masing ? apa mereka lupa sebetapa tidak wajarnya apa yang tengah mereka lakukan?
Jangan Tanya.
Mereka amnesia, sebut saja begitu.
"Akhh.. Baek Hyunnie.."
"Kaiiehh.." Kai memejamkan matanya merasa cairan cintanya memenuhi lubang hangat Baek Hyun, menikmati masa-masa klimaksnya, Baek Hyun sibuk mengatur nafasnya yang tidak beraturan, beruntung permainan semacam ini tidak membuatnya mati muda karena nafas yang berantakan dan detakan jantung yang terus memompanya cepat membuat sekujur tubuh itu berkeringat dengan wajah memerah padam.
"Menungginglah.. Baby.."Perintah Kai. Baek Hyun mau tidak mau menurut saja, Kai mengeluarkan penis nya secara perlahan, setelah Baek Hyun benar-benar menungging dengan tangan yang menumpu pada kepala tempat tidur, Kai menjilati bibirnya yang sedikit kering menatap lapar hole yang meneteskan cairan putih yang tidak lain miliknya, mungkin terlalu banyak hingga menetes keluar.
"Akhh.. pelann.."Kai mengangguk meski dengan posisi seperti itu Baek Hyun tidak akan bisa melihat kesungguhan Kai, kai memasukkan penisnya secara perlahan, tangan Kai memegang kuat pinggang ramping itu. Dengan kesabaran yang kian menipis, Baek Hyun merasa jengah sendiri, pelan bukan berarti lamban.
"AKH!"Ternyata Bukan hanya Baek Hyun, Kai pun sudah tidak sabar dengan taruhan nyawa kai akan langsung mengakhiri nyawa nya jika Baek Hyun sampai kenapa-kenapa akibat hentakan kerasnya tadi. Kai mulai mengeluarkan kembali penisnya hingga tersisa ujung nya saja kemudian dia memasukkannya kembali.
"Ahh.. ahh.. fast.."Kai mempercepat genjotannya, dia memompa dirinya lebih dalam, dan berhasil mencapai titik terdalam penyatuan itu. Membuat seluruh tubuh Baek Hyun bergetar tidak sanggup merasakan kenikmatan ini dengan posisi menyangga tubuhnya sendiri, tapi posisi seperti ini membuat penyatuan ini jauh lebih nikmat dari yang tadi.
Kai meraih penis Baek Hyun dan mulai mengocoknya kembali.
Baek Hyun menggelengkan kepala nya kasar karena permainan ini sungguh nikmat baginya, bahkan dia tidak sanggup menahan kenikmatan ini lebih lama lagi.
"AKHHH.."Baek Hyun kembali klimaks, membuat Kai sedikit frustasi belum juga Klimaks, tapi ujung perutnya sudah mulai memanas, dan ujung penisnya sudah mulai mengluarkan tetesan cumnya. Membuat Kai kian gencar melakukan aksinya. Hanya ada mereka dan sex.
"ARGGHH..ahhh"Lenguhan itu sudah datang menandakan Kai sudah bisa bernafas lega karena klimaksnya sudah tercapai, dia cukup kuat juga untuk beberapa ronde hanya sekali klimaks itu sungguh hebat.
"Kamar mandi?"Tanya Kai berbisik seductive ditelinga Baek Hyun kemudian mengecup pundak itu hingga keleher dan telinga namja cantik itu. Tanpa membuang-buang waktu akhirnya Kai mengangkat tubuh itu kedalam kamar mandi, denga bibir yang mencium wajah Baek Hyun secara bertubi-tubi. Biarlah seperti ini dulu, mereka belum tahu apa yang akan mereka hadapi kedepannya nanti, biarkan hati mereka yang memimpin, biarkan.
.
.
.
Kris mengangkat sebelah alisya melihat orang yang tidak lain adalah penasehat keuangannya, namja paruh baya baru saja masuk dengan membawa map berwarna hijau, namja itu mendekat dan duduk didepan Kris yang duduk dengan santainya.
"Tuan Kris.. tadi malam ada kabar ada namja yang melarikan diri saat melakukan kencan dengan klien kita.."Kris masih terlihat tenang meski tidak setenang itu.
"Lalu.."
"Namja cantik itu masih terbilang baru Tuan.. "
"Dimana?" Tanya Kris.
"Korea.. korea selatan.."
"Berikan saja namja yang lain,"
"Maaf Tuan Kris.. tapi namja yang tertusuk itu adalah anak dari seorang pejabat, jadi Tuan, saya sarankan anda meminta maaf secara pribadi padanya.."Kris mendecih, miminta maaf secara pribadi? Maksudnya dia harus repot-repot dari china ke korea hanya untuk meminta maaf ? What the hell.
"Aku mengerti, jika hanya itu kau bisa pergi.."Namja yang sudah berumur itu mengambil map hijau yang tadi dia bawa, dan berdiri, sedikit membungkuk dan melangkah pergi.
SRETT
Kris menatap selembar foto yang jatuh dari map hijau itu. Kemudian tangannya meraih foto itu.
"Tunggu.."Ucap Kris, Namja paruh baya itu baru saja akan memutar knop pintu sebelum Kris menyuruhnya untuk berhenti, dia menoleh.
"Ya tuan?"
Kris memandang lekat siapa yang berada didalam foto itu. Namja ini benar-benar cantik, seketika jantung Kris berdetak dengan sangat cepat. Dia membalik foto itu .'Byun Baek Hyun', Kris menyeringai ringan dan bergumam 'Neomu yeoppo..'Namja paruh baya itu tidak banyak menangkap percakapan dalam bahasa korea.
"Tuan Kris?"
"Hm.. dia Byun Baek Hyun?"Namja itu menatap foto itu lurus-lurus, dia lalu membuka map nya, dan ternyata tidak ada, namja itu kembali mendekat pada Kris.
"Ya Tuan.."Kris tersenyum, tidak, menyeringai, senyuman lebar seperti itu lebih mirip pada seringaian.
"Maaf?"Kris bangun dan memasukkan foto itu kedalam jasnya, membuat namja paruh baya itu keheranan. "Korea selatan aku datang…"Ucapnya pelan. Dia beranjak.
"Tuan Park.. siapkan barang-barangku.. sepertinya kita akan sedikit lama berada dikorea…"Ucap Kris tidak melepaskan seringaiannya dari tadi.
"Baik tuan.."
.
.
.
.
"Kai.."Kai menghentikan kegiatannya merebus mie instan, dia menoleh kebelakang, senyumannya mengembang melihat Baek Hyun berjalan ke arahnya dengan memakai sebuah piama, piama Kai, Baek hyun hanya memakai atasannya saja, karena sudah cukup untuk menutupi tubuhnya sampai lutut.
"Baby, maaf aku belum bisa membelikan baju untukmu.."Baek Hyun duduk di salah satu kursi dan menatap Kai malas.
"Arra.."Ucapnya. Kai sedikit terkekeh, dia merasa sedang memerankan peran sebagai suami yang perhatian saat ini, melihat 'istri' nya bermalasa-malasan, dan dengan perhatian dia membuatkan makanan untuk 'istri' nya itu, meski Cuma mie instan, karena Kai belum sempat keluar untuk memebeli makanan, otaknya telah dipenuhi Oleh Baek Hyun, hingga pikirannya untuk sekedar mengecek persediaan makanan saja dia tidak ingat. Malam sudah sangat larut, membuat Kai tidak hanya malas untuk mengeluarkan mobilnya dan membeli kan baju untuk namja yang sangat 'istimewa' ini. Tak apa, selama Baek Hyun masih memakai pakaian itu sudah cukup, asal dia tidak telanjang saja.
"Kai.. mienya.."Kai tersentak, dia gelagapan mencari kain untuk mengangkat pancinya.
"Auuu.."Erang Kai karena tangannya kepanasan, kain itu tidak menutupi tangannya dengan sempurna, membuat tangannya bersentuhan dengan pegangan panci itu. Kai mengibas-ngibaskan tangannya.
"Kai.. gwaenchana?"Tanya Baek Hyun mendekat, Kai mencoba tersenyum dan menggeleng.
"Tidak lebih sakit dari yang kau rasakan.."Seketika wajah Baek Hyun memerah dengan ulah Kai, Kai ternyata memperhatikan cara berjalannya yang sedikit terpincang-puncang, hahh..bersama Kai semuanya terasa sangat menyenangkan. Namja ini benar-benar tahu mencairkan suasana. Dengan masih memerah wajah Baek Hyun terangkah berhenti meniup tangan Kai.
"Kai.. gomawo.."
DEG
"Tentu Baby.."
CHUP
Kali ini sangat lembut, tidak ada nafsu disana. Kai tidak memperdulikan lagi apa itu logika. Dia tidak peduli siapa Baek Hyun, dia hanya namja yang terpaksa dijual dalam perdagangan gelap, itu lah identitas Baek Hyun dulu, dan identitasnya yang sekarang adalah milik Kim Jong In. Baek Hyun berharap Kai tidak akan pernah meninggalkannya, melindunginya, tidak ada lagi Byun Baek Hyun yang dulu, dia yang sekarang adalah milik Kai, bukan namja itu, namja yang dengan tega menjualnya, tanpa peduli perasaan namja cantik itu padanya.
.
.
.
Siapakah namja itu? Namja yang telah menjual Baek Hyun?
See You Next Chap ~
TBC
Gak review gak lanjut. Aku serius.
Hye sung.
