Y

Author : Kim Hye sung / EXOSTics

Main Cast :

Byun Baek Hyun

Kim Jong In

Pair: KaiBaek

Rated : M

Disclaimer : story and plot is mine! Cast belongs to god! de el..el

Genre : Romance, feeling by you're self. Not for Kids. /R : Lu sendiri?/ -_-

Warning : YAOI, OOC banget, Typo(s) DLDR. Abis baca ga review bisulan loh*ehh

.

.

.


Author POV's

Su Ho menatap penuh penyesalah tubuh mungil yang kini tengah berbaring lemah di sebuah branker rumah sakit, namja mungil itu kehabisan darah cukup banyak, tapi masih bisa diselamatkan, karena selama perjalan ke rumah sakit Su Ho sangat panic hingga lupa untuk melakukan pertolongan pertama untuk Baek Hyun, Baek Hyun masih terbaring dengan wajah pucat sejak setengah jam yang lalu, Su Ho menghubungi Kai beberapa kali tapi tidak ada tanda-tanda panggilannya akan diangkat oleh namja Tan itu. " Apa yang harus aku lakukan?" Tanya nya entah pada siapa.

"Aeunghh.." Lenguhan kecil itu menghentikan pergerakan tangan Su Ho yang sedari tadi mengacak-acak rambutnya, frustasi.

"B-Baek Hyun-ssi?" Su Ho menyeret kursi yang dia duduki lebih mendekat pada sosok mungil yang kini mulai mengerjapkan matanya. Su Ho merasa sedikit lega karena hal itu. Baek Hyun menoleh kan kepalanya yang masih terasa sangat pening. Mata kecil itu perlahan membuka meski lemah tapi sangat pasti. "Kau baik-baik saja?" Mendengar itu Baek Hyun menolehkan wajah nya pada namja tampan berkulit putih itu. "S-siapa?" Tanya nya lemah, kemudian dia kembali menatap langit-langit.

"D-di..mana?" Lanjutnya bertanya.

"Ehmm.. rumah.. sakit." Jawabnya ragu. Baek Hyun menautkan kedua alisnya kemudian menatap tangannya , terdapat selang infuse, dan kamar diapartemen Kai memang tidak seperti ini.

"Begitu.." Jawab Baek Hyun lemah, dia kembali diam, membuat suasana agak canggung untuk Su Ho saja. Karena jujur Baek Hyun tidak secanggung itu, dia diam karena pikirannya kembali melayang pada kejadian sebelum dia terjatuh pingsan, apa yang membuat otak nya seolah berhenti berfungsi dan semua itu disebabkan oleh namja yang baru-baru ini menampung nya, merawatnya menyembuhkan luka nya tidak hanya difisik tapi hatinya.

Namun terakhir dia harus menelan sebuah kekecewaan.

"Eum.. aku Su Ho," Baek Hyun kembali menoleh ke arah Su Ho namun hanya untuk beberapa detik membuat nya mematahkan semangat Su Ho untuk mencairkan suasana.

"Su Ho-ssi.."

"Y-ya?" Akhirnya Baek Hyun berbicara juga setelah beberapa saat bungkam.

"Kau.. kenal Kai?" Tanya Baek Hyun agak serak, Su Ho diam untuk beberapa saat, jujur dia tidak tahu harus menjawab apa, kenal Kai? apa maksudnya? Apa Baek Hyun tidak kenal Kai? bukankah mereka tinggal bersama, bahkan dia saja bisa melihat sejauh mana hubungan Baek Hyun dan Kai meski dia orang luar.

"Tentu.. Kai dan aku teman sejak SMA, kami terus bersama, aku kenal baik dengannya, Baek Hyun-ssi."

"Jeongmal?" Su Ho mengangguk pelan. *"Mulonhaeyo.."

"Bagaimana dengan keluarga Kai? apa kau mengenalnya?" Tanya Baek Hyun sangat penasaran, membuatnya memandang Su Ho dengan sangat lekat. Su Ho menjadi agak gugup hingga dia berbatuk sejenak untuk membuat kerongkongannya basah lagi. "Mereka ada.. dijepang."

"Lalu?"

"Ng.. Kai diusir oleh keluarga nya.."

DEG

.

.

.


*Mulonhaeyo : tentu saja.

Kaibaek


Kai tersenyum senang, saat dia kembali ke apartemennya, sejenak dia memandang dua kantong besar berisi makanan dan pakaian untuk namja yang membuatnya selalu lupa diri itu. Tanpa babibu Kai langsung masuk, bisa saja Baek Hyun tertidur bosan menunggunya.

"Baek Hyun…" Kai memanggil pujaan hatinya itu, tapi tak kunjung mendapat jawaban. Dia kembali tersenyum pasti Baek Hyun tertidur, Kai memutuskan untuk menaruh belanjaan nya yang berisi banyak sekali bahan makanan, juga makanan instan, takut-takut saja Baek Hyun lapar tengah malam, tapi dia kelelahan, karena jelas dia tidak akan membiarkan tangan indah itu bersusah-susah membuat makanan sendiri. Baek Hyun juga menyukainya, dan Baek Hyun sendiri yang mempertegas hal itu, membuat Kai yakin tidak akan lagi dirinya yang dulu, dia sekarang akan selalu memikirkan Baek Hyun, menjaga Baek Hyun, karena Baek Hyun kekasihnya, tujuan hidupnya. Dan awal dari dirinya yang baru adalah menjadi kekasih yang sempurna untuk Byun Baek Hyun.

Tap

Langkahnya terhenti, dia membelalakkan matanya melihat pintu di kamar yang sudah dia larang untuk Baek Hyun masuki, kini terbuka lebar dan ada seberkas cahaya lampu disana, membuat Kai semakin merasa jantungnya berdetak tidak karuan.

"Baek Hyun!" Kai langsung masuk dan mencari Baek Hyun dari sudut ke sudut kamar berwarna ungu ini, dia tidak menemukannya, dia berlari dan masuk kedalam kamar mandi dikamar ini, tetap saja tidak ada, dia menjambak rambutnya kasar,

TRAK

Kai menundukkan kepalanya.

DEG

Seluruh tubuh Kai melemah, dia menekuk lututnya dan bersimpuh didepan pecahan kaca dan darah segar yang ada tepat disebuah foto.

"Ba-baek Hyun.. kumohon jangan.. Baek.." Seluruh pikiran buruk merasuk diotaknya, ini semua karena kelalaiannya, pasti Baek Hyun menyangka yang tidak-tidak, tangan Kai bergetar dan menyentuh darah yang lumayan cukup banyak itu. Bahkan sempat terkintas dioraknya bahwa Baek Hyun telah meninggalkannya. "A-apa yang terjadi.." Kai meraih foto yang ada dilantai.

DEG

"Lu? Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Kai lirih, "Baek.. jangan tinggalkan aku.."

Pipi Kai sudah basah dengan tetesan air yang sekarang jatuh dan membentuk sebuah garis lurus. Kai mengahapus air matanya kasar, dan berlari kea rah kamarnya.

Klek

"Baek—"

Kosong.

Kai hampir saja benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri, otaknya kacau untuk beberapa saat hingga dia tersadar dan langsung kalap meraba-raba kantong sakunya, berharap dia menemukan benda persegi yang dia cari-cari.

Kai tidak menemukan benda itu, hingga dia dengan tergesa-gesa dan hampir saja terjatuh berlari kembali pada mobilnya.

Setelah membuka pintu mobil itu. Kai meraba-raba tempat dia menaruh ponselnya tadi, dengan panic karena tidak menemukannya Kai berjongkok, dan menemukan benda itu terjatuh dibawah. Dengan tergesa-gesa dimelihat ada sekitar Sembilan belas kali orang menghibunginya, dan kesemuanya adalah dari Su Ho, rekan kerjanya.

Kai mencoba menghubungi Su Ho, tapi Su Ho tak kunjung mengankat panggilannya, Kai semakin kalap dia kembali menekan tombol untuk mengulangi panggilannya, hingga entah hitungan keberapa Kai mencoba menghubungi Su Ho, kali ini .. terangkat!

"Su Ho Hyung! Kau tahu dimana Baek Hyun?"

".."

"APA?"

".."

"Dimana?"

".."

Klik.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kai yang sudah kalap pun langsung membanting ponselnya pada kursi dekat kemudi, masuk dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas batas kebolehan, bisa saja dia ditilang, tapi Kai tidak menghawatirkan itu, dia bersahabat baik dengan hampir semua polisi lalu lintas dikota seoul. Bahkan dia tidak peduli dengan siapa tadi dia bicara. Su Ho kah atau.. orang lain?

.

.

.


kaibaek


"K-kau tidak sedang bercanda? Kai di..usir?" Tanya Baek Hyun lebih menekan.

"Tidak.. *nan gojimal anniyo.."

"*Geundae.. waegeureyo?" Su Ho menatap lekat Baek Hyun, haruskah dia memberitahu Baek Hyun,tidak, apa kata Kai nanti jika dia tidak bisa mengendalikan ucapannya, selama ini Kai selalu mempercayainya untuk tidak mengungkap masa lalu Kai lebih jauh pada orang lain. Tapi, orang lain, bukan Baek Hyun, Dia yakin Baek Hyun bukanlah 'orang lain' dalam hidup Kai.

"Kai.. seorang, Brother complex.."

"A-apa?" Baek Hyun merasa rahangnya turun beberapa centi mendengar pernyataan itu. Apa itu berarti Kai menyukai saudaranya sendiri? Kim Lu Han, namja itu.. Kim, marga yang sama.

"Kim Lu Han.." Su Ho tersentak, dengan mata yang membulat penuh Su Ho menatap Baek Hyun.

"Dari.. mana kau tahu?" Baek Hyun kali ini merasa matanya semakin memanas, jadi Kim Lu Han adalah saudara Kai? Kai menyukai saudaranya sendiri, "Lalu.. dimana sekarang Kim.. Lu Han?" Tanya Baek Hyun dengan mata ynag tidak lagi focus, pandangannya mengabur, sungguh dia baru tahu semua ini, dia tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi serumit ini. Gambaran awal Baek Hyun yang mengira Kai adalah namja yang memang ditakdirkan untuk menyelamatkannya, sekarang tidak lagi.

"Akupun tidak tahu.. aku dengar dia pergi entah kemana.."

DEG

Biarlah semua beranggap Baek Hyun jahat, sebuah seringaian yang penuh luka tergambar dibibir pink tipisnya. Kenapa tidak mati saja? Kenapa hanya menghilang? Pikir Baek Hyun yang seketika dia hampir saja memekik dengan pikirannya sendiri, sejak kapan dia menjadi sejahat ini, ingin ditaruh dimana wajah nya yang buruk ini jika bertemu Kai?

Tapi semua beralasan, sangat jelas, karena Baek Hyun tidak ingin Kai kembali pada Lu Han, dia sudah cukup terluka dimasa lalu, dan tak ada satupun didunia ini merasakan luka yang sangat menyakitkan untuk kedua kalinya. "T-tapi Baek Hyun-ssi, semua itu belum tentu benar..maksudku.."

"Itu benar.." Pernyataan Baek Hyun baru saja membuat Su Ho bungkam. "A-apa?"

"Aku.." Dengan ragu Baek Hyun menggigit bibirnya. "Melihat foto mereka.. berciuman." Lanjutnya dengan suara yang nyaris tidak terdengar karena Baek Hyun mencoba mengontrol emosi nya untuk tidak terlihat lemah dihadapan orang lain.

Su Ho membatu dan bungkam mencoba mencerna kalimat pendek tadi.

"Lalu .. kenapa .. Kai diusir? Apa mereka saling mencintai?" Kali ini Su Ho merasa dirinya benar-benar dalam masalah besar, dia tidak tahu harus menjawab apa, karena sebenarnya dia juga tidak yakin.

"Mung-mungkin begitu.." Ucap Su Ho masih takut memandang kedua mata terluka milik Baek Hyun. Meski dia tidak tahu persis, tapi bisa saja, karena orang tua mana yang tidak malu memiliki anak seperti itu? Memiliki perasaan tabu yang tidak seharusnya ada pada dalam diri mereka. Karena mereka bersaudara.

"Kau sudah cukup puas bercerita Su Ho Hyung?"

DEG

.

.

.


*Nan gojimal anniyo : aku tidak berbohong.

*geundae : tapi

kaibaek


Kris membuang ponsel yang baru saja dia gunakan untuk mengangkat panggilang dari Kai ke dalam tempat sampah. Dia tersenyum tipis mengingat betapa cerobohnya polisi korea hingga ponsel saja bisa terjatuh. Tapi ini sungguh sebuah kebetulan yang cukup menguntungkan. Dia melangkah keluar dari rumah sakit, tentu saja dia mengikuti kemana Su Ho membawa Baek Hyun, dia kalah sepersekian detik dari Su Ho.

Kali ini senyuman tipis itu berubah menjadi sebuah seringaian, dia mendapat nomor ponsel Kai.

Dia segera masuk kedalam mobil setelah melihat sosok Kai, dan ah! Itu dia.

Namja cantik itu, Kris seketika merasa debaran jantungnya berdetak tidak normal, matanya terus terpaku pada namja cantik yang Kai seret dengan paksa keluar dari rumah sakit.

"Kai! bodoh! Baek Hyun masih sakit!" Su Ho terus mengejar Kai yang menyeret Baek Hyun, Baek Hyun pun hanya bisa meronta kecil karena kondisinya yang sangat lemah.

"Kai?! kau apa-apaan! Lepaskan aku!" Teriak Baek Hyun, masih berusaha menyentak tangan Kai, tapi Kai tidak bergeming, dia tetap menarik tangan Baek Hyun, setibanya diparkiran Kai menyeret Baek Hyun masuk. Baek Hyun menatap tajam Kai, dan berusaha keluar, tepat didepan pintu mobil kedua tangan Jong In terulur dan mencegah Baek Hyun keluar. Kedua mata itu bertemu. Hingga pergerakan tiba-tiba dari Kai membuat Baek Hyun terhentak masuk ke dalam mobil, karena tedorong tubuh besar Kai, sedangkan namja Tan itu mengulum kasar bibir pucat itu.

"Hemmphh.." Baek Hyun berusaha melepaskan diri, tapi Kai malah menarik tengkuk Baek Hyun dan semakin merapatkan dirinya pada tubuh Baek Hyun yang masih mengenakan baju rumah sakit, Kai semakin mendekap Baek Hyun dengan erat dan seolah tidak cukup dekat, dia terus mendorong bibirnya menempel lebih lekat, dia juga berusaha mendorong lidahnya agar bisa merasakan goa hangat namja cantik itu.

"Akpm!" Kai yang tidak sabar akhirnya menggingit bibir bawah Baek Hyun membuat Baek Hyun tidak bisa lagi menutup mulutnya rapat-rapat. "Anghh~ Kaimmpp.." Kai terus menghisap lidah Baek Hyun dengan hisapaan yang cukup kuat dan kasar. Kai semakin mengeratkan dekapannya agar Baek Hyun berhenti memberontak, tapi Baek Hyun malah merasa semakin sakit, jika diperlakukan seperti ini, hati nya makin yakin jika Kai selama ini tidak pernah bersungguh-sungguh.

"Lempashh.." Desah Baek Hyun masih berusaha berontak, saliva nya sudah jatuh menetes disudut bibirnya.

SRAAKK

Karena Baek Hyun tidak bisa diam, baju dibagian pundaknya pun sobek, membuat Kai berhenti mencium Baek Hyun, dia melirikkan matanya menatap bahu putih mulus itu. Kai mengecup bibir itu sekilas, dan melanjutkannya mencium sudut bibir Baek Hyun, pipi, telinga, bawah telinga, leher, dan akhirnya dia meniup singkat bahu putih itu, membuat Baek Hyun semakin memberontak geli dan agak marah. Kai mengunci kedua tangan Baek Hyun dengan satu tangannya. Dia menarik sobekan baju itu membuatnya semakin melebar, dan nyaris mempertontonkan dada mulus Baek Hyun.

GLEK

Baek Hyun bergidik dia bahkan bisa mendengar Kai menelan ludahnya kasar, dan menatap tubuhnya dengan sangat 'lapar'. Tidak ini parkiran mobil, dengan kata lain ini masih ditempat umum. Dan kai tidak mungkin..

"Akh!" Kai menggigit kulit bahu Baek Hyun gemas, dia menjilatnya dan mulai menghisapnya disatu titik.

"Kaii…sshh, sudah .. cukupp.." Su Ho masih dia mematung beberapa meter disana, dengan langkah lemah dia mundur dan berniat pergi, sementara disebuah mobil berwarna merah terdapat namja lain yang merasa kedua matanya memanas melihat adegan itu, dia kali ini melihat Kai mengangkat tubuh Baek Hyun ke tempat duduk tengah pada mobil itu. Kai menggendong tubuh mungil yang terus memberontak itu kejok mobilnya yang cukup luas.

"Kai!" Kai benar-benar sudah buta. Kai malah menindih tubuh Baek Hyun, membuat Baek Hyun yakin bahwa Kai benar-benar sudah buta kali ini, "Kaii.. ini.. tempat umum.." Bisik Baek Hyun lirih, karena tenaganya benar-benar habis untuk hal yang sia-sia. Kai masih diam, menatap lekat mata kecil Baek Hyun yang tidak berdaya dibawah nya.

"Tidak.. kau meragukan ku Baek Hyun.."

"Kai.."

"Kau pasti mengira.. aku benar-benar Kai seperti yang Su Ho hyung ceritakan.."

"K-kai tapi … aku tidak-"

"Cukup Baek Hyun-ah.." Kai menarik celana Baek Hyun pelan. Baek Hyun mencoba menahan pergelangan tangan Kai, tapi Kai malah menarik kedua pergelangan tangan mungil itu dan menguncinya. Kai sendiri mulai menurunkan celana nya, Baek Hyun benar-benar menggoda dengan mata sayu yang seolah mengatakan. 'Hajima Kai..' Dan itu justru membuat Kai semakin tidak bisa menahan diri lagi.

"Kai .. akhngg..!" Kai kembali membawa Baek Hyun kedalam ciumannya manis, dan turun kembali keleher jenjang Baek Hyun, Baek Hyun meringis pelan merasa gesekan gigi Kai dengan lehernya pun ikut menggodanya, Tangan Baek Hyun pun terasa masih sedikit perih, meski sudah terbalut rapi, tapi remasan kasar pada kedua pergelangan tangannya cukup kasar.

"Angg…hh.." Kai mulai memanjakan 'junior' Baek Hyun. Membuat Baek Hyun merasa tubuhnya semakin melemas, dan seluruh tubuhnya berpeluh. Kai menarik tangannya setelah merasa cum Baek Hyun sudah cukup banyak keluar, dia menyobek baju Baek Hyun dengan sangat tidak beraturan, dan sekarang dada putih itu sudah terekspos tanpa gangguan apapun, Kai meraba-raba tubuh Baek Hyun membuat Baek Hyun semakin mendesah agak liar. "ARHH.. KAAIII.."

Kai menjilat seluruh tubuh 'manis' itu. Cukup bermain-main, Baek Hyun sudah terlihat sangat lemas, dan Kai tidak bisa bertahan lebih lama lagi, miliknya yang sedari tadi di anggurkan, dia raih dan membuat junior panjangnya semakin keras karena pijatannya sendiri. Baek Hyun menatap Kai dengan sangat lemah, seolah memohon, Kai membutakan matanya tapi dia melepaskan kedua pergelangan tangan Baek Hyun, dia menindih Baek Hyun dan menautkan jari-jarinya di sela-sela jari lentik Baek Hyun, sementara satu tangannya lagi sudah mengarahkan juniornya didepan hole Baek Hyun.

"Maafkan aku.."

JLEB

"Akhhhh…mmpphh…" Kai melumat bibir Baek Hyun dengan cukup lembut, membiarkan Baek Hyun yang menguasai bibir nya, meluapkan seluruh rasa sakit yang dia rasakan. Baru setengah, tapi tanpa 'Foreplay' itu cukup susah, Tidak banyak waktu, disini tempat umum, dan meraka tidak mau ada yang melihat terutama Baek Hyun, sedangkan Kai, entah apa yang dia fikirkan memaksakan kehendaknya pada namja mungil yang kini pasrah dibawah kuasannya.

"Tapi percayalah.. anhh.. enghh.. aku tidak… seperti itu.." Kai kembali mengentakkan dirinya membuat kedua tubuh mereka sudah benar-benar menyatu dengan sempurna.

"Akhh.. sa-sakitthh.." Erang Baek Hyun, matanya berkaca-kaca merasa kan junior Kai seolah meretakkan tulang punggunnya dengan hentakkan tiba-tiba itu, Kai mendorong kembali dirinya lebih dalam,dan berhasil menyentuh titik kenikmatan Baek Hyun. "Ahh.." Kai mengelurakan juniornya yang memenuhi hole Baek Hyun hingga menyisakan kepalanya saja, dan dengan satu dorongan Kuat dia kembali merobek hole Baek Hyun.

"Ahh.. akhh.." Kai menghentakkan dirinya, dan semakin menggila membuat mobil Kai sedikit bergerak mengikuti hentakkan Kai pada Baek Hyun. Kai terus saja menandai leher, Bahu dan dada Baek Hyun. Kai benar-benar tidak tahu tempat. "Ahh… ngghh.. sudah ccuukkup.. kaii errmmh.." Baek Hyun meremas lengan Kai berharap hentakan Kai yang menimbulkan rasa perih holenya meski lebih banyak raa nikmat disana bisa tersalurkan, berharap Kai mengerti dan merasakan menjadi Baek Hyun, maksudnya posisi Baek Hyun. Mereka melakukannya tadi pagi hingga siang, dan sekarang lagi?

"Akhh..akh.. Kaiihh.." Langit sudah Nampak jingga. Kai berhenti sejenak setelah beberapa saat dia berhasil mengendalikan dirinya, dia menangkup kedua pipi Baek Hyun dan menatap mata sayu itu dalam.

"Aku tidak seperti itu.. apa kau percaya?"

DEG

Apa ini? Perasaan seperti ini terlalu kuat untuk Baek Hyun menentangnya, betapa Baek Hyun marah, kesal, dan benci pada namja ini beberapa saat yang lalu, betapa dia ingin menggantung Kai hidup-hidup saat dia menemukan foto itu, betapa bulatnya tekat yang sudah dia kumpulkan untuk bertemu Kai dan mengatakan. 'sudah cukup, kau hanya bermain-main saja denganku'

Tapi saat ini, tidak, tidak mampu, tidak bisa, dan Baek Hyun berani bersumpah niatnya sudah menghilang sejak melihat wajah Kai tadi, semua tekat nya menciut, merasakan tangan besar dan hangat itu menarik pergelangan tangannya. Dan semua kemarahan, kekesalan, kebencian itu menghilang merasakan sentuhan memabukkan dari Kai, semua nya tidak bisa dia lakukan jika dia sudah berada dihadapan Kai.

"Baek Hyun…" Kau menunduk, peluhnya menetes dari dahi Baek Hyun, turun kehidung mancung Baek Hyun dan berakhir dibibir Baek Hyun. "Aku mencintai mu.. sangat, bisakah kau percaya pada ku.. kau yang pertama.. dan aku tidak bohong, aku berani bersumpah."

"Kai.."

"Aku tidak bisa.. tidak, aku tidak bisa berhenti mencintaimu.."

"Kai.."

"Aku sangat mencintai mu Baek Hyun, Kau yang pertama.."

"Tapi.. Lu Han.."

Kai mencium Baek Hyun sekilas. "Aku tidak pernah mencintainya.."

Ada kelegaan, melihat sorot mata itu, memang tidak ada kebohongan disana, mata itu sangat focus padanya. Baek Hyun kembali menatap intens Kai "Aku.."

CHUP

"Baiklah.. Tapi kau harus menceritakannya Kai.." Pinta Baek Hyun, "Semoga Kau suka ceritaku Chagi~" Bisik Kai dan kembali melanjutkan aktifitasnya, dia kembali memaju mundurkan dirinya. Dan mencium Baek Hyun kali ini lembut, sangat lembut, Baek Hyun tersenyum dalam ciuman itu dan untuk pertama Kali setelah Kai menyentuhnya dari tadi, Baek Hyun membalas lumatan Kai.

Dan baiklah, sekali lagi pasangan paling 'romantis' kita ini melupakan sekeliling mereka, hanya ada erangan, belaian, tusukan, dan berbagai jenis desahan, beruntung, Kai menyetel music dengan cukup keras, meski gerakan brutalnya membuat Baek Hyun hampir saja terus memekik tiap detiknya dan mengalahkan lengkingan suara Kim Ryeowook, yang tengah menyanyikan part bagiannya di Mr. simple, Lagu yang tengah Kai putar.

.

.

.


kaibaek


BRAAKKK

"Tuan."

Kris menghentikan amukannya dan menatap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangannya. "Tuan Park.." Kris mengusap wajahnya kasar dan duduk si sofa, mengadahkan kepalanya disandaran Sofa, Tuan Park mendekat dan duduk didepannya.

"Ada apa?" Tanya Kris masih mengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya.

"Ada seseorang yang ingin menemui anda.." Kris diam, membuat Tuan Park tahu jawabannya. "Park Chan Yeol silahkan masuk. Seorang namja tinggi dengan wajah babak belur nya masuk.

"Kau?" Tanya Kris, seperti nya cukup lupa siapa namja ini.

"Aku Chan Yeol.. namja yang kemarin kau temui.."

"Mau apa? Aku tahu kau gagal, dank au tidak usah menceritakannya, melihat dari kondisi mu kurasa aku bisa membayangkannya." Chan Yeol duduk dan tertawa ringan.

"Kau benar.. jika saja tidak ada namja asing itu aku pasti sudah menghabisi Kai." Geram Chan Yeol, menarik perhatian Kris.

"Siapa maksudmu?"

"Aku tidak yakin dia siapa, rambutnya berwarna keperakan, tinggi, putih dan.." Selebihnya telinga Kris sudah tidak aktif mendengarkan Chan Yeol, karena sekarang otaknya malah melayang kemana-mana, namja yang dimaksud apakah namja yang kemarin dia temui? Bisa saja, mengingat lokasinya memang sama, dengan lokasi yang dia suruh untuk mengahabisi Kai pada Chan Yeol kemarin.

"Jadi.. mana uang ku?"

"Sudah aku kirim ke rekeningmu.."

"Oh.. bagus, aku pergi…" Seolah memang tidak ada lagi yang ingin mereka bicarakan, terlebih Kris yang kini kembali sibuk dengan siapa namja yang dimaksud Chan Yeol, dia tersentak, kenapa dia tidak menanyakan kenapa Justru Kai diselamatkan oleh namja itu? Apa Kai temannya?

Terlambat, langkah kaki panjang Chan Yeol sudah pergi dari tadi,

"Tuan Park.." Tuan Park kembali masuk dan menutup pintu.

"Ne?"

"Lu Han.. suruh dia kekorea besok,"

"Eoh? Tapi tuan.."

"'Hutang'nya sudah ku anggap lunas, jika dia mau membantuku.."

"Baiklah.."

.

.

.

TBCDEFGHAIJ /pakk

Mengenai Hiatus saya, ternyata masih ada sekitar lima hari lagi, saya lumayan lama update karena saya hanya bisa meneruskan FF itu pada malam hari, sementara saya paling gak jago begadang -_-

Siangnya? Jangan nanya, T_T

Payah.

Review seperti biasa, Chapter 5 sudah menunggu /smirk/ kalau banyak yang suka Chapter ini, maka akan segera saya update! tapi kalau gak ya.. maaf Kkk~ mianhae, belum bisa bales review..~ -_-

Hye Sung.


THANKS TO : KrisBaek Hard Shipper88, KR, royco, Koukei Harumi, ByunnieKou, TrinCloudSparkyu, chuapExo31, Aiiu d'freaky, Mrs. LeeHyukJae, babyryou, Kyukute, XiaLu BlackPeral, HyunieWoo, baekhyunaa, chika love baby baekhyun, LimXiauZhu, FireLight92, Keepbeef Chiken Chubu.