Y

Author : Kim Hye sung / EXOSTics

Main Cast :

Byun Baek Hyun

Kim Jong In

Pair: KaiBaek

Rated : M

Disclaimer : story and plot is mine! Cast belongs to god! de el..el

Genre : Romance, feeling by you're self. Not for Kids. /R : Lu sendiri?/ -_-

Warning : YAOI, OOC banget, Typo(s) DLDR. Abis baca ga review bisulan loh*ehh

.

.

.

Author POV

Seorang namja cantik masuk dengan seenak jidat kedalam ruangan Kris, namja yang kita ketahui sebagai namja yang mengincar Baek Hyun dan merupakan namja pemimpin dari perdagangan gelap yang memiliki banyak sekali agen setiap Negara.

BRAKK

Kris mengangkat sebelah alisnya melihat namja itu kini berada persis didepan batang hidungnya.

"Hy manis, lama tidak berjumpa—" Ucapan Kris terpotong saat namja cantik itu membungkam bibirnya dengan benda lembut tipis, yang tidak lain adalah bibir. namja cantik itu sibuk melumat bibir Kris, dan Kris tidak keberatan untuk hal yang satu ini.

"Jangan banyak bicara, bantuan macam apa yang kau ingin kan Kris? Aku ingin segera bebas darimu.." Namja itu menrik kemeja Kris agar mengikuti langkahnya kesofa. Saat tiba Namja cantik itu menghempaskan tubuh Kris ke sofa, dan menindihnya.

"Wooww.."

"Kau menyebalkan.."

"Kenapa Kau ingin sekali lepas dariku Kim Lu Han?" Lu Han menundukkan wajahnya membuat tidak ada lagi jarak antara hidungnya dan hidung mancung Kris. "Jangan banyak bicara brengsek.."

"Kau merindukan seseorang? Siapa? Keluarga mu? Atau adik pungut mu.. Kim Jong In?"

"Sejauh mana kau mengetahui tentang keluarga ku Kris Wu?" Kris mengusap pelan punggung Lu Han membuat namja itu mendesis.

"Tidak banyak yang aku ketahui, aku awalnya juga agak terkejut mengetahui rahasia keluarga mu itu, bahwa adik yang sangat kau 'cinta' itu, hanyalah anak pungut.." Lu Han menyentak kemeja Kris membuat beberapa kancing nya terlepas.

"Lalu.. apa ini juga menguntungkan sshh.. bagiku?" Kris menggumam kecil disela-sela lumatannya pada leher Lu Han.

"Ne.. Kau tahu? Sejak kepergian mu, kedua orang tua mu sangat menyesal telah melarang perasaanmu pada Kai.."

Kris membalikkan posisi dan kali ini dialah yang ada diatas Lu Han. Lu Han tersenyum senang.

"Ini akan sangat menyenangkan." Kris kembali menenggelamkan dirinya dileher Lu Han.

"Tapi.. ada banyak hal yang terjadi.. adikmu, diusir karena secara tidak langsung dialah yang membuat mu dikira kabur dari rumah. Dan.." Lu Han menjambak kasar rambut Kris, Kris mendongakkan kepalanya dan menyeringai.

"Kini dia ada di.. korea." Lu Han menatap Kris lurus-lurus. "Apa kau bisa dipercaya Kris Wu?" Kris membantu Lu Han membuka kaosnya, kemudian dia membelai pipi Lu Han.

"Benar.. tapi akan sedikit sulit untukmu cantik, dan kau pasti akan membutuhkan bantuanku.."

"Kau sangat baik Kris Wu.. dan itu pasti ada sebabnya."

"Kai memiliki seseorang yang sangat aku inginkan." Lu Han memejamkan matanya saat Kris mengelus perut datarnya. Sebuah erangan kasar dia keluarkan karena terlalu frustasi dengan kenikmatan yang Kris berikan padanya.

"Ohh. Jadi adikku sudah menemukan seorang namja? Dia sudah besar, siapa namja mengagumkan yang sudah menaklukan seorang Kris Wu itu?"

Kris menyeringai. "Kau tidak akan menyangka se-mengagumkan apa namja itu.."

.

.

.

Kai POV

"Baekki Chagi~ maafkan aku.." Aku dengan sangat gigih menuntut untuk dimaafkan, hah, lihatlah akibat insiden 'kecil' dimobil kemarin Baek Hyun-ku terus saja marah-marah, aku bahkan disuruh tidur diluar, apa-apaan itu? Dia masih saja tidak mau bicara pada ku, harusnya dia maklum, bukankah dia tahu sendiri aku memang susah mengontrol diri saat melihat kulit mulusnya, dan berbagai hal yang melekat ditubuh mungilnya, terutama benda tipis berwarna pink itu, Ungh, sungguh satu malam saja tidak mengecup atau berciuman panas dengan benda itu, aku seakan tahu apa itu neraka. Oke, aku mulai agak berlebihan.

Aku mengikuti langkahnya keruang tengah. Bagus, sekarang dia menemukan hal yang akan membuatnya benar-benar mengabaikan ku. Dia menatap layar besar dan tipi situ lurus-lurus, memang tidak ada acara menarik diminggu pagi, tapi mungkin lebih baik dia melihat acara membosankan dari pada wajah memelasku.

"Baek Hyunnie.." Aku menghadap ke arahnya dan tetap memasang wajah menyedihkan ini, Baek Hyun-ku menoleh sejenak tapi tak lama dia kembali menolehkan wajahnya ke arah tontonan membosankan itu. Aku tampan bukan?

"Ya! Kim Baek Hyun!" Ah, berhasil, dia menoleh kan wajahnya secara spontan dengan wajah yang sungguh aku bisa menjamin dia sangat manis dengan pipi merona itu.

"kau sangat tidak sopan Kim Jong In-ssi.."

"M-mwo?"

"Panggil aku 'Hyung', dasar bocah menyebalkan.." hey, dia Baek Hyun?, maksudku namja ini memang Baek Hyun, dan aku kenal Baek Hyun yang ini, Baek Hyun yang aku temukan pertama Kali, Baek Hyun yang awalnya aku pikir memang seorang pembunuh.

"Shireo.." Aku membantah, agar dia lebih memperhatikanku, atau minimal dia menengok padaku, meladeniku untuk beradu mulut, setidaknya itu lebih baik daripada dia mendiamkanku, aku pasti akan sangat tersiksa.

"Terserah.." Aku melebarkan kedua mata dan mulutku, baik, ini mulai menyebalkan. Apa sebesar itu salahku? Kemarinkan tidak ada yang menyadari hal yang kami berdua lakukan, lalu untuk apa dia marah?

"Kau marah? Baik, aku pergi." Dia menoleh, ah sial, dia tidak mengejarku, dengan terpaksa aku kembali.

"Chagi~" Yah, kemana harga diriku, lihatlah senyuman meremehkan itu, ingin ku bungkam saja rasanya. Oke, jangan salahkan aku, aku juga anak baik-baik, dulu, aku bahkan tidak pernah berfikir akan menjadi se-pervert ini, tapi Baek Hyun, ayolah dia Baek Hyun, dia namja paling menggairahkan dalam hidupku.

"Baiklah katakan apa yang kau inginkan, maka semuanya akan terkabul." Dia langsung meraih remote dan mematikan benda menyebalkan itu, senangnya, akhirnya namja indah ini menatapku dengan mata indahnya. Baik, ini bisa buruk, bisa juga .. tidak.

"Benarkah?" Aku menghela nafas, dan mengangguk pelan.

"Hari ini Kau ada tugas?" Aku menatap jam dinding dan kemudian menyentuh pipi halus namja cantik-ku ini.

"Maaf, tapi jam dua siang nanti.." Dia mempout bibirnya. Baiklah, Kai dia baru saja mau meladenimu berbicara jangan membuatnya kesal lagi, kendalikan otak mesum mu itu, aku sebenarnya tidak mesum, Baek Hyun-ku saja yang terlalu menggairahkan.

"Aku ikut.." Aku menghentikan gerakan tanganku yang sudah berada dibibirnya dan menatapnya dalam,

"Tidak boleh." Putusku tegas.

"Kai.."

"Tidak.."

"Aihh.. tidak seru.."

"Biar.."

"Yah! Kau bilang semua yang aku inginkan akan terkabul." Aku tersenyum lembut, memajukan wajahku dan mengecup bibirnya, seperti yang aku bilang tadi, semalaman aku tidak bisa menyentuh bibirnya. Jadi sedikit lumatan mungkin tidak masalah. Setelah ku lepas, kulihat dia tersenyum manis, aku membalas senyuman itu dengan masih mengusap bibirnya yang agak basah.

"Kau mengerti?" Bisikku. Dia mengangguk kecil, kurasa dia mengerti lewat ciuman tadi, ciuman lembut yang menandakan bahwa betapa sangat berharganya namja ini untuk ku, tidak, untuk hidupku.

"Saranghae.."

"Ng.."

"Kenapa?" Baek Hyun kali ini menatapku ragu, apa lagi?

"Kau tidak berbohong kan?" Aku mengankat alisku menatap namja-ku ini lekat.

"Tentang kemarin?"

"Kemarin.. maksudmu, dimobil kemarin?" Wajahnya lagi-lagi bersemu, bagaimana bisa? Kami sudah melakukannya berkali-kali untuk apa dia masih malu-malu begitu?

"Mengenai Lu Han?" Ah. Aku menarik kepala Baek Hyun dan menyandarkan kepala mungil itu didada ku, dia dengan senang hati menyandarkan telinganya tepat didadaku.

"Aku tidak bohong, aku adalah anak pungut, Baek Hyun, aku sangat menginginkan sebuah keluarga saat aku masih dipanti asuhan."

"Tuhan menjawab harapanku dengan sempurna sebuah keluarga yang sangat hangat, dan seorang Hyung yang sangat menyayangiku, menjagaku, dan.. mencintaiku." Mataku sedikit memanas mengulang kembali apa yang aku ceritakan saat kami bercumbu diatas mobil kemarin. Aku menghirup aroma rambut halus yang sedang disisir oleh sela-sela jariku. Perlahan tanganku menarik Baek Hyun untuk lebih merapat padaku.

"Awalnya aku fikir wajar saat Hyung mencium pipi ku, wajar saat kami berpelukan, tapi ketika dia mencuri ciuman dibibirku, aku merasa memang ada yang berbeda, Hyung terus mencium bibirku bahkan dia mengabadikan banyak sekali.. foto kami, yang cukup, ehm.." Aku merasakan lengan hangat Baek Hyun memeluk pinggangku erat.

"Hari itu, appa dan eomma memisahkan kami, aku tinggal dengan eomma, dan Lu Han hyung dengan appa, ternyata appa dan eomma sudah tahu apa yang Lu Han hyung rasakan padaku."

"Kai.." Aku berhenti bukan karna apa, sesuatu ditenggorokanku seakan mengunci suaraku untuk keluar.

"Beberapa minggu berlalu, aku kembali kekehidupan normal ku, Lu Han hyung sepertinya tidak sadar, jika appa dan eomma berusaha memisahkan kami berdua, tapi seuatu hari Lu Han hyung pergi."

"Kai.." Baek Hyun mengangkat wajahnya dan mengulurkan jari lentiknya untuk menyeka cairan bening yang sudah jatuh dan berada diujung daguku.

"Mereka menyalahkan aku, mereka mengusirku, dan tidak menerimaku… kembali, apabila aku belum bisa menemukan Lu Han hyung, terakhir aku ketahui, mungkin Lu Han hyung ada hubungannya dengan 'Y' karena itu aku memutuskan untuk bersikukuh mencari dan menangkap mereka semua, termasuk ketua mereka, karena yang aku inginkan hanya.. menemukan kembali kakakku, dan kembali menjadi seperti dulu, aku.."

CHUP

"Tenanglah Kai.. disini ada aku, dan kau tidak akan sendirian, aku tidak akan membiarkannya." Aku meraih tangan Baek Hyun-ku dan mengecup jari-jarinya bergantian.

"Aku tahu.."

"Karena itu.. sebisa mungkin aku akan membantu mu Kai.. maka biarkan aku ikut dalam penyelidikan itu, aku ingin .. berguna untuk mu Kai.."

Nafasku tercekat, bisa-bisanya dia bicara seperti itu. Dia bukan sebuah barang, tidak ada kata berguna atau tidak, jika dia sebuah barang, maka dia sangat berharga. Memang awalnya aku membawa Baek Hyun tinggal dengan ku memang adalah untuk penyelidikan itu. Tapi lama kelamaan, aku merasa itu terlalu berbahaya, melibatkan Baek Hyun, akan menempatkan namja cantik-ku itu pada hal-hal buruk. Jika Baek Hyun bukan siapa-siapa bagiku , maka aku tidak akan sekhawatir itu.

"Jangan mengatakan hal seperti itu Baek Hyun, cukup bersamaku, karena untuk saat ini aku tidak memiliki siapapun." Dia mengadah dan menatapku dengan pandangan berkabut, ku rendahkan kepalaku dan mengecup mata kiri dan kanannya bergantian, hidungnya, dan tepat didepan bibirnya, cairan bening itu sudah mendahuluiku, kujilat air mata itu dan mengulum lembut benda tipis itu lembut. Percayalah, Byun Baek Hyun adalah namja yang paling berharga bagiku.

"Hm, percaya pada ku Kai."

Author POV

Kai meraih Baek Hyun untuk sekali lagi merasakan manis nya bibir pink itu, Baek Hyun maupun Kai larut dalam tangis mereka meski hangat tetap terasa dalam hati mereka karena ciuman itu, mereka saling mengobati satu sama lain. Tidak ada yang tahu mungkin tindakan Kai untuk mencari Lu Han, bukanlah hal yang tepat, karena Lu Han belum tentu ingin kembali seperti dulu.

Dimana aku harus memulainya? Kapan aku harus mengatakannya. Semua hal yang berharga sekarang telah hilang. Meskipun tanpa harus mengatakannya, kita sudah tahu itu.—Y (Super Junior)

.

.

.

Lu Han meraih sebuah handuk dan mengeringkan rambutnya. Sementara Kris masih duduk dengan baju mandinya dipinggir tempar tidur dengan masih mengotak-atik ponselnya.

Kris menatap kesal ponselnya. "Siapa Kris? Tao?"

Kris berdecak kesal, dan mencoba mencarai topic lain, karena dia cukup tidak nyaman dengan pembicaraan ini, yang ada dikepalanya adalah bagaimana mendapatkan Baek Hyun, Baek Hyun, dan Baek Hyun, bahkan calon istrinya yang menunggu Kris tanpa ada kabar darinya lebih dari seminggu ini,dia tidak peduli, mungkin jika Tao terkena kecelakaan dan tewas, baru Kris akan pulang ke china mengurus pemakaman Tao, dan kembali ke korea, sungguh bahkan sosok asli dari Baek Hyun saja Kris bertemu dengan jarak yang cukup jauh, kulit putih bersinar itu tidak pernah berhasil dia sentuh, dan bibir merah menggoda itu hanya sanggup dia bayangkan bagaimana rasanya.

"Jadi apa Kau akan langsung menyeret Kai?" Lu Han diam sebentar.

"Tidak.." Kris menghentikan gerakannya dan menatap Lu Han yang masih berdiri didepan cermin.

"Lalu?"

"Aku akan menyingkirkan.. namja itu, baru setelahnya aku akan menampakkan diriku dihadapan adikku itu, mengenai membawanya pulang aku masih memikirkan hal itu,"

"Why? Kedua orang tuamu pasti tidak akan membiarkan kau pergi lagi, dan jalan satu-satu nya adalah memaksa Kai untuk mau menikah denganmu.." Mendengar itu Lu Han menyeringai.

"Itu memang mudah, tapi Kai tidak sepayah itu, dia bahkan tahu jika aku ada sangkut pautnya dengan 'Y' , tapi mungkin dia memang agak lamban,"

"Kita lihat saja, apa Kai akan tetap bersama namja yang baru dia kenal itu, atau sebuah keluarga yang utuh seperti dulu." Kris berdecak kagum, dengan namja cantik yang sayangnya cukup licik itu, dia memang tidak salah meminta bantuan. Lu Han mengenal baik adiknya itu, Kai yang dibesarkan dipanti asuhan selama beberapa tahun pasti sangat menginginkan sebuah keluarga yang utuh, ya mungkin alasan yang cukup sederhana, tapi siapa yang tidak menginginkan keluarga yang utuh, meski dia sendiri harus menjalani hidup yang mungkin tidak dia inginkan, Lu Han sangat tahu jika Kai memang hanya menganggapnya kakak, tapi Lu Han berfikir jika mereka selalu bersama dengan tidak ada lagi hambatan dari keluarga nya, maka Kai mungkin saja akan belajar mencintainya. Sebenarnya itu sangat egois, tapi itulah cinta.

"Aku tidak menyangka saja, Namja seperti Kai ternyata sangat ehm.. lemah pada apa itu 'keluarga', dia tidak setegar penampilannya, seorang polisi yang memiliki dua kepribadian,"

"Dia bisa bersikap dingin, juga sangat rapuh, itulah Kai.." Lanjut Lu Han meraih pakaiannya dan memakainya kilat.

" Bagaimana jika rencana mu gagal?"

" Sedikit akan licik, dan aku akan membutuhkanmu.."

" Jika aku bisa mendapatkan Baek Hyun, apapun itu.."

.

.

.

Baek Hyun bangun dengan meringis kecil, dia sangat lelah, Baek Hyun menghela nafas lelah melihat seseorang yang seharusnya masih tidur disamping nya saat ini sudah tidak ada, namja itu memang benar-benar tidak bertanggung jawab.

Jam tiga sore. Baek Hyun merubah raut mukanya kesal, harusnya dia tidak mau 'Bermain' dengan Kai jika akhirnya Dia ditipu oleh Kai, Kai sengaja membuat Baek Hyun kelelahan agar Baek Hyun tidak ikut dengan nya hari ini, tenanglah masih ada hari esok, dan Kai tidak akan selamanya bisa menghindar.

" Bukankah tadi dia bilang bahwa dia percaya padaku, ck, kenapa dia masih ragu begini?" Keluh Baek Hyun. Baek Hyun memutuskan untuk membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket dan tidak nyaman. Dengan berjalan seperti penguin akhirnya namja cantik ini berhasil mencapai pintu kamar mandi. Dan selanjutnya yang terjadi tidak usah diceritakan.

Setelah bebarapa jam (?) berada dikamar mandi, Baek Hyun keluar dengan senyuman cerah dan sanagt segar.

Ting Tong

Baek Hyun segera meraih kaosnya dan memakai handuk untuk menutupi area bawah tubuhnya, jujur, memakai celana akan membuatnya semakin kesulitan berjalan. Menunggu sampai rasa perih itu hilang barulah dia akan mengenakan celana.

"Ne.."

"Sia-"

DEG

"Hy.." Baek Hyun membelalakkan matanya lebar-lebar, pegangan tangannya pada gagang pintu melemah, dan terjatuh, dia sedikit terhuyung kebelakang menatap lurus objek dihadapannya, seorang namja cantik dengan surai berwarna coklat muda tersenyum dengan manisnya pada Baek Hyun.

"K-kau.."

"Kim Lu Han imnida.." Ucapnya ramah, masih tersenyum manis pada Baek Hyun.

.

.

.

"Aku meninggalkannya.." Keluh Kai, Su Ho menoleh dan mendekat menyerahkan map biru yang baru saja dia baca.

"Apa?" Tanya nya, Kai mengangkat wajahnya yang sedari tadi murung, membuat Su Ho sedikit mengangkat alisnya kagum, melihat atasannya itu terlihat kusut, berbeda dengan biasanya.

"Kau lelah ketua?" Tanya Su Ho, Kai mencibir kemudian kembali menjatuhkan kembali kepalanya diatas meja.

"Baek Hyun.." Lirih Kai. "Bogoshippo.." Su Ho membuka lebar-lebar mulutnya. Kemudian memukulkan map biru tadi sayang pada kepala Kai.

"Awww.. kau kenapa sih?!" Geram Kai, Su Ho menggertakkan giginya dan melotot pada Kai yang menatapnya tidak berdosa.

"Kau gila? Kau baru saja sampai tiga puluh menit yang lalu, dank au sudah bilang 'Baek Hyun.. Bogoshippo', Kau gila?" Ucap Su Ho meniru nada Kai yang intonasi nya terlalu dibuat-buat, membuat Kai diam masih menatapnya tidak berdosa. Su Ho menepuk dahinya dan meringis pelan, sebegitu berartikah Baek Hyun itu, tunggu, Kai bahkan mengenalnya tidak lama, apa karena mereka tinggal ditempat yang sama, jadi mereka…

"Ketua.."

"Hm?" Gumam Kai, Su Ho memutar matanya dengan ragu dia melanjutkan kalimatnya. "Apa saja yang kau lakukan dengan namja cantik itu?" Tanya Su Ho ragu. Kai menatap Su Ho lurus-lurus dalam hati dia mempunyai sedikit kejahilan untuk bawahannya yang terkenal cukup polos ini.

"Nugu?" Tanya Kai pura-pura tidak tahu. Su Ho menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal.

"Baek Hyun.."

"Kau ini.." Desis Kai pura-pura marah. Su Ho menunduk takut, sepertinya Kai belum memaafkan mulut bocornya kemarin. Tanpa Su Ho ketahui Kai menyeringai tipis.

"Kau dan Kekasihmu, siapa namanya?"

"Lay.."

"Nah, apa yang biasa kau lakukan dengannya?" Tanya Kai. Su Ho diam kemudian dia membelalakkan matanya tidak percaya.

"Jadi.." Kai mengangkat sebelah alisnya. "Jadi?"

"Kau sering.." Kai dibuat tidak sabar, sekarang sepertinya dialah yang dikerjai, Su Ho ragu, wajahnya sudah pucat.

"…Kencan dengan Baek Hyun-ssi?" Kai sweatdrop, dia menepuk dahinya , dia melambaikan tangannya menyuruh Su Ho mendekat. "Bukan, bodoh.." Su Ho mendekat kan telinganya pada Kai.

"Kau tahu? Tubuhnya sexy, kulitnya ..sangat halus.."

GLEK

Su Ho merasa telinganya berdengung.

"Bibirnya.. sangat manis~" Kai meniup pelan telinga Su Ho, membuat namja tampan itu merinding.

GLUP

"Dan.. desahannya.. sungguh merdu.." Kai menyeringai tipis, dia menjauhkan bibirnya dari Su Ho, meninggalkan namja itu dengan posisi melongo yang sungguh tidak elit.

"Pergi sana.." Ucap Kai mengambil map biru dari tangan Su Ho dan membacanya bolak-balik. Mata Kai membelalak kaget. "Ya! Aku salah membawa dokumennya." Pekik Kai, dia menoleh pada Su Ho yang masih membatu tidak bergeming dengan pekikannya tadi, Kai menyambar jaketnya dan bergegas pergi.

"Kai.." Kai menoleh. "Apa lagi.."

"Kuncinya.." Tunjuk Su Ho pada meja Kai yang terdapat kunci mobil Kai. Kai membuang nafas dari mulutnya dan meraih kunci mobil itu, kemudian dia menepuk bahu Su Ho. Su Ho tersentak.

"Itu biasa, apa kau tidak pernah?" Tanya Kai, dan Su Ho hanya menggeleng polos, Kai hanya bisa mengasihani Su Ho dalam hati, kasian sekali nasib temannya itu, "Lagi pula dia sudah resmi menjadi kekasihku.." Ucap Kai dengan senyuman lebarnya, membuat mata Su Ho hampir meloncat keluar. Dia gila? Baru beberapa hari Kai sudah melakukan banyak hal dengan namja secantik Baek Hyun, sedangkan dia? Dia mengejar Lay-nya dari masih SMP dan baru diterima saat Su Ho berhasil menjadi seorang polisi. Su Ho patut kagum apa Ketuanya itu, tampan dan ah, karismanya.. astaga, wajar juga sih kalau namja cantik banyak yang menyukai ketuanya itu. Tapi, ah! Su Ho baru sadar Kai sudah pergi dari tadi, loh memang mau apa? Su Ho bingung sendiri. Apa saking rindunya dengan Baek Hyun?

"Padahal tadi aku ingin memberitahu kalau dia salah bawa map." Ucapnya pelan.

#GUBRAKK -_-

.

.

.

Kai dengan terburu-buru keluar dari mobil, dia berhenti sejenak didepan pintu,

Klek

"Eh? Se-sepatu siapa ini?" Gumam Kai menatap lekat sepatu hitam yang sangat asing baginya itu, dia memutuskan segera masuk kedalam.

DEG

"B-Baek-KAU!" Pekik Kai, namja asing itu menoleh, namja asing yang mengaku bernama Lu Han itu sukses membuat Kai membeku ditempatnya, Lu Han menyeringai lebar dia melepaskan kerah baju Baek Hyun yang dia tarik memamerkan bahu Baek Hyun yang penuh tanda dari Kai.

"Baek Hyun-ssi, aku tunggu jawabanmu, besok pagi.." Lu Han kemudian mengalihkan tatapannya pada Kai.

"Hy, adikku sayang, kau rindu padaku?" Tanya Lu Han, Kai seolah buta, dia masih memandang lekat Baek Hyun, Lu Han melirik arah tujuan mata Kai, sial, dia diacuhkan. Kai mendekat, Lu Han dengan cepat ikut melangkah, Sedangkan Baek Hyun masih menempel ditembok dengat pandangan mencekam dan wajah yang sangat pucat. Kai semakin mempercepat langkahnya. "Baek Hyun.." Seru Kai melihat badan Baek Hyun merosot, tapi sebuah tepukan dipundaknya membuat Kai berhenti melangkah.

"Kau.." Geram Kai. Lu Han mendecih.

"Sebegitu pentingkah dia?" Tanya Lu Han. Kai tidak peduli, dia menepis kasar tangan Lu Han, dan hendak berbalik, tapi Lu Han segera menarik pergelangan tangan Kai,

SREEET

DEG

"Eh?" Kai membelalakkan matanya melihat didepan wajahnya persis wajah Lu Han yang tengah menatapnya angkuh, Kai menurunkan penglihatannya, Bibir nya menyatu dengan Lu Han dengan sangat sempurna, Lu Han menarik kerah baju Kai membuat ciuman itu makin dalam. Kai masih belum bergerak dari tempatnya hingga..

"K-kai.."

DEG

DEG

DEG

Hati Kai seolah hancur terhimpit bebatuan karang, ditimpa ribuan tangga, dan disetrum berjuta volt tegangan listrik. Baek Hyun disana, menyaksikan Lu Han yang memeluk nya dengan sangat erat, berciuman.

Dan dalam posisi seperti ini.

Baek Hyun yang baru saja bangun dari ketakutannya.

Pasti menyangka… Kai juga menikmati ciuman itu, Kai segera mendorong tubuh Lu Han, tapi terlambat.

BRAKKK

Baek Hyun sudah berlari kekamarnya dan mengunci rapat kamarnya. Kai mematung didepan pintu itu.

"BAEK HYUN! KU MOHON BUKA! BAEK HYUN! CHAGI!" Teriak Kai mendarah daging, seolah tida lagi hari esok. Lu Han disana masih dengan seringaian lebarnya, dia melangkah, dan memakai kembali sepatunya, setelah dia berbalik dia hanya menyaksikan kehancuran adik tercintanya itu.

"Kau sangat menyedihkan Kai, kau lebih menyedihkan dari dulu.." Ucapnya dingin. Kai tidak menggubris, dia masih sibuk menggedor pintu kamar itu, berharap makhluk indah itu segera membukanya, dan Kai berjanji akan segera menenggelamkan makhluk cantik itu dalam pelukannya.

"Baek Hyun, aku akan menjelaskannya, baby, jebal.." Ucap Kai lemas.

"Kuharap kita akan bertemu lagi.. tanpa namja itu."Lu Han segera meninggalkan Kai yang masih seperti tadi, hancur.

.

.

.

TBC

[Note]

Fiuhhh~ saya kembali, rindu? Kurasa ga ada yang rindu, oke sip. Tapi Hye Sung rindu kalian semua readers ku~ rindu ku bertepuk sebelah tangan, hehe , apaan itu buehee.

Okey, ga usah panjang lebar, kali luas, gimana Chap ini? Lama? Mianhae..

Oh dan iya..

-Live's Boring?

.Hello and Goodbye.

-All about my romance.

- Y

- Story Of My Destiny.

Yang mana yang mau dilanjut? No kacang ne? dan lagi, jawaban ditutup jam dua siang besok /apa dah/

Err.. saya pamit, See You next. /R: tumben ga banyak bacot/ -_-

BIG Thank's To : CussonsBaekby,alfiatika7,ninuksaras,dika lee,chans, KR,DeerTari,Niedha. EunHaeKyuMin-Shipper, KrisBaek Hard Shipper88, TrinCloudSparkyu,fujoshiship,Kyukyute (mianhae),Kiela Yue, KaiHun, Koukei Harumi, Chika love baby baekhyun, kaibaekshipper, baekhyunniewife, BaekShine, Colour, FireLight92, LimXiauZhu, Mrs. LeeHyunJae, ByunnieKou, babyryou, Keepbeef Chiken Chubu, Aiiu d'freaky, Kyuhyunlovers, RoseEXOticsFRIEND, AnitaLee, HyunieWoo.