"Count Love"
~Pair : Draco Malfoy x Harry Potter~
~Genres : Humor, Fluff, School Life, Drama Others!~
~Rate : T to M
~Chapter : 2/?~
~J.K Rowling © Harry Potter~
.
Warnings: No MAGIC, OOC, Typo(s), OTHERS!
It's Slash!
Boys Love a.k.a Boy x Boy
Don't Like? Don't Read!
(A/n : Perlu kalian tahu, aku nerima keritik dengan lapang dada loh^^ bahkan aku jauh lebih menghargai kritik yang membangun daripada pujian-pujian^^ hehehe *nyolot*)
Would you leave me some review, guys ? ^^b )
Replies for reviews of Chapter 1
.
Dazelle Saputri
Ceritanya manis? Maksudnya semanis aku gitu? ;p Iya, Draco-nya OOC makanya udah aku kasih tau kan? Rate M? Kayaknya emang Rate M deh, hahaha...ini udah lanjut dear, met baca ya =D makasih review-nya *cipok
Mrs Kim siFujoshi
Kalau penasaran baca aja komiknya, kak =D hehehe. Hahaha, telurnya pecah gegara ke-me-su-man Draco tuh, lol! Naik rate? Tak pikirin dulu Haha, btw makasih kak udah review =D
hikaruyuki3
Akhirnya bohong kan? Hahaha, lol! Sukoii apaan yak? Baiklah, makasih udah review =D
Devilojoshi
Kalau mau cium-cium DraRry bagi-bagi dong, aku juga mau hahaha... Harry aja pas bohong manis ye? Pantes Draco klepek-klepek gitu. Btw, makasih udah review =D
989seohye
Harry so cute? Se-cute aku ya? *kedip genit* btw makasih udah review =D
Kebab
Liat namamu aku jadi mo makan kebab turki-_-", btw review-nya makasih =D
Guest
Okeh sippp^^ btw siapapun kamu untuk review-nya makasih =D
ayuisvip
As I said, kan? Based on komik ;) dasar otak mesum kamu , btw makasih review-nya =D
olive1315
Yeppp, Draco emang hebat... btw, makasih review-nya =D
Guest
Loh? Kok samaan namanya ama yang Guest yang diatas? Lol! Haha, Draco gak ngerusak kok, cuma emang otak jailnya aja, haha... btw, siapapun kamu, review-nya makasih ya =D
paradisaea Rubra
Draco OOC karena angka? Sepertinya begitu, hahaha. Alur-nya cepet? Iya juga sih, aku juga ngerasa kok, hehehe...dialognya dikit? Dan detail-nya dikit juga? Wah, wah... moga Chapter dua gak ngecewain ya ;) btw, makasih udah review ya dan met baca =D
madame bella lupin
Makasih udah suka^^ even though aku bukan pengarang sebenarnya, hehehe... gapapa angka Harry gak cantik yang penting Harry mukanya cantik terus, setuju? Hehe, btw makasih review-nya =D
lilywhitechan
Mohon maaf ini bukan gedung DPR, haha. Ini udah lanjut dear, met baca ;) , btw makasih udah review ya =D
ShinJoo24
Cukup Harry aja yang bohong, kamu enggak usah... hehehe, btw makasih review-nya =D
astia aoi
Wahhh, kau juga mo pake tema komik ini ya kak? Aku gak tahu, maaf kalo ngerebut._. Btw makasih udah review =D
HeroMax a.k.a DONNAUGHTY
Kau curaaaanggggg *nangis di bawah kolong meja* kau review-nya pendek sekali, udah gitu cuma gitu doang, udah gitu anonim lagi, huhuhu... jahat ;p , tapi makasih udah nambahin total reviews-nya -_-"
A Y P
Ini karena desakan kamu juga nih nun, makanya aku cepet-cepet nulisnya...Ini udah lanjut dan met baca, tapi makasih udah review =D
Aeyoung
Tadi ada yang bilang alurnya kecepetan loh._. Tapi ngomong-ngomong makasih review-nya ya =D
AntChaerin
Towennkkkk jugaaa XD makasih udah review ya =D ini udah dilanjutin, met baca...
Reihaka Ichitachi
As I said, kaka... ini emang based on komik, tapi ada yang aku ubah kan? Btw makasih udah review ya =D
UruRuBaek
NC? Aku gak berani naro NC disini, paling enggak rate M._. Tapi makasih atas sarannya entar aku bikin lebih hot lagi, hehehe... makasih juga udah review ya =D
LalaClouds
Draco yang pertama kali bikin angka cantik Harry berubah? Jangan-jangan kevirginannya juga Draco yang pertama kali, *otak mesum kumat* haha... btw makasih udah review ya =D
Ayashaa
Iya, idenya bukan dari saya tapi ada yang aku ubah-ubah kok, hehe... detail-nya kurang? Mau sepanjang apa emang? Hehehe... makasih udah review sist =D met baca ya...
Awaa
Penasaran? Aku juga penasaran loh kamu siapa XD , hehe... btw makasih udah review =D
ChaaChulie247
Supaya jadi surprise gitu, makanya di taro di akhir,... hehe... btw makasih udah review ya =D
~Just Enjoying~
~And HAPPY READING GUYS^^~
-oOo-
Preview
"Dilain waktu, aku akan mengajarimu banyak tentang sex, Harry." Tawar Draco berniat bercanda membuat tubuh Harry seketika itu juga menjadi kaku.
Harry menenggelamkan kepalanya ke dada Draco sambil berbisik. -000000 "Tidak! aku tidak mau, sungguh!" ~ching -000001
!... Draco semakin mempererat pelukannya.
~Contamination
Chapter 2
Rata-rata nomor pria yang berusia tujuh belas tahun paling tidak berada di angka -030000.
-047250 "Hei Harry—kau sudah menonton film series yang aku pinjamkan kemarin?" Tanya Cedric. Aku duduk di belakang bangku Harry, berniat menjadi mata-mata gadungan.
Kaum cowok sama sekali tidak cocok saat mereka berbohong, maksudku cowok-cowok yang pintar bersosialisasi pasti akan banyak berbohong dan kadang cowok-cowok mudah sekali tertebak saat mereka lagi berbohong dan aku yakin mereka berbohong hanya karena mereka ingin menghindari konflik yang akan terjadi jika seandainya mereka jujur. Agak pengecut, sih. Tapi bisa saja aku melakukan hal yang sama, kan?
-000001 "Bukannya aku sudah memberitahumu kalau aku tidak suka film yang ber-genre seperti itu?! Kau itu harus memeriksa indra pendengaranmu, Cedric. Dan kalau kau ingin meminjamkanku film, kau seharusnya memberikan aku film romantis yang setidaknya mempunyai sad ending, Cedric. Atau fantasi? Atau malah science fiction? Apalagi yang berkaitan dengan Biologi atau Bunga." Gubrak! Terkadang kejujuran Harry yang keliatan bodoh membuatku meringis ditempat. Tapi itu merupakan salah satu keunikan Harry yang sangat langka terjadi di beberapa orang.
Setelah mengatakan hal itu Cedric berjengit dengan ekspresi siap-siap meledak. Aku langsung berdiri dari tempat dudukku dan langsung menyeret lengan Harry menjauh dari Cedric yang wajahnya memerah. "Bukannya kita ada janji nonton hari ini, Harry?" tanyaku padahal sebenarnya aku baru saja memutuskannya. Aku berharap Harry tidak menjawab apa-apa, mengingat kejujurannya dan keluguannya yang kadang mendadak dan spontan.
-000001 "Eh, Draco?" aku mengedipkan sebelah mataku, setengah berharap Harry tidak menjawab apapun.
Harry tidak mengatakan apa-apa, dan angka di kepalanya masih cantik. Bahkan setelah aku membuatnya berbohong kurang lebih satu minggu yang lalu, lol.
Aku memang mengajak Harry ke bioskop, tapi dia bilang mau mengecek rumah kacanya terlebih dahulu. Tapi aku yakin hari ini tidak jadi, karena Harry sepertinya terlalu asyik dengan tumbuhannya jadi Harry setuju saat aku mengatakan 'kita ke bioskop besok hari saja'.
-000001 "Bunga mawarnya sudah bermekaran, Draco. Lihat?!" Harry menyeretku ke salah satu dari sekian mawar yang blooming.
Bahkan sampai sekarang aku tidak mengerti. Maksudku, aku tidak mengerti kenapa aku bisa melihat angka-angka itu di atas kepala orang-orang. Seberapa kebohongan yang dilakukan seseorang semasa hidupnya.
Aku sudah beberapa kali membaca buku tentang filosofi, yang mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak pernah berbohong semasa hidupnya ,bahkan bayi pun berbohong! Mereka terkadang pura-pura menangis karena tidak diperhatikan, jadi kesimpulannya tidak ada seseorang yang tidak pernah berbohong! . Tapi seseorang yang seperti Harry, dengan kejujuran dan kepolosannya membuatku merasa bahwa dia adalah spesies yang sangat spesial. Bahkan di dalam mimpi sekalipun aku tidak pernah membayangkan ada orang yang seperti Harry. apalagi bertemu langsung dengannya.
-000001 "Lihat sini Draco! Bunga mawar putih. Daunnya hampir mirip dengan pohon cemara, kan?"
"Yang mana?" tanyaku sedikit tertarik.
-000001 "Kau harus duduk." Harry menarik pergelangan tanganku. "Nah kan?" aku mengangguk setuju. Bentuk daunnya memang agak seperti pohon cemara.
-000001 "Sebentar lagi semuanya akan bermekaran. Kita harus menanamnya lagi minggu depan. Bunganya benar-benar cantik!" celoteh Harry membuatku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari emerald-nya yang masih menatap bunga-bunga itu.
Semakin hari perasaanku makin berkecamuk dan tertarik dengan seorang Harry Potter. Pria polos dengan sejuta obesesinya terhadap tumbuhan terlebih bunga.
Harry menatapku mendadak. Senyumnya pudar dan seketika menatapku tajam. -000001 "Hei...Draco! Kau ingin bergabung di Klub Biologi karena benar-benar ingin atau...? karena kau selalu—maksudku ekspresi wajahmu selalu bosan saat aku berbicara, seperti kau benar-benar tidak peduli dengan apa yang aku bi...carakan." setelahnya Harry langsung berdiri dengan bahu merunduk. Aku jadi salah tingkah, maksudku aku kan cuma melihat bibirnya yang bergerak saat dia berceloteh atau paling sering menatap mata indah hijaunya itu.
Aku berdiri dan menarik pergelangan tangannya. "Tidak seperti itu, Harry!"
Harry mencibir. -000001 "Coba saja aku punya kemampuan sepertimu, Draco. Aku pasti sudah melihat angkamu bertambah." Kata Harry datar membuatku terbengong-bengong. Sejak kapan dia jadi sensi begini?
Ngomong-ngomong aku tidak bisa melihat angkaku sendiri.
-000001 "See? Kau melamun lagi! kalau kau tidak benar-benar tertarik, kau cukup mengatakannya, Draco." Kata Harry lagi, kalau Harry perempuan aku masih bisa maklum bisa saja Harry kedatangan tamu makanya jadi sensitif begini, tapi Harry kan cowok!
Aku berdeham, menatap emerald -nya lekat-lekat. "Tapi, aku...maksudku, aku selalu menikmati arah pembicaraanmu kok, Harry. Sungguh! Caramu berbicara benar-benar menarik, unik dan...err—dan aku senang dengan cara bicaramu, itulah kenapa...—" aku menatap Harry berusaha mengundang rasa penasarannya. Harry mengernyitkan dahinya, aku tersenyum dan sedetik kemudian memeluknya. "Itulah kenapa, pada saat itu aku membuatmu melakukan... sebuah kebohongan, kan?" pikiranku melayang saat—
~Flashback
"Dilain waktu, aku akan mengajarimu banyak tentang sex, Harry." Tawarku berniat bercanda membuat tubuh Harry seketika itu juga menjadi kaku.
Harry menenggelamkan kepalanya ke dadaku sambil berbisik. -000000 "Tidak! aku tidak mau, sungguh!" ~ching -000001
~End of Flashback
"—itu karena aku tertarik berbicara denganmu, Harry. Aku pikir kau sudah mengetahuinya, tapi ...tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, kan?" ucapku setengah berbisik dengan seringai di bibirku. "Karena aku akan selalu—"
Tanpa disangka-sangka Harry melepaskan pelukannya dan menabok wajahku dengan bukunya yang kebetulan ia pegang.
Sepertinya Harry belum sampai situ, maksudku wajahnya memerah dan tanduk merah langsung tumbuh di kedua sisi kepalanya. Aku harus siap-siap berlari.
Harry menatapku tajam dengan mata memicing. Satu. Dua. Ti—
-000001 "Dracooo! Heiii! JANGAN LARIII! K-kau—kau itu benar? K-kau MENGHANCURKAN NOMORKU, MALFOY? DRACOOO—"
Sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahanku merusak nomor cantik Harry, dia sendiri kenapa tidak jujur. Well—kenapa pada saat aku memberinya service beberapa kurang lebih satu minggu yang lalu dia tidak berbohong? Dia malah mengatakan kalau dia lebih menikmati service lidahku daripada tangannya. Well—ku akui aku sangat mesum, Draco, you are so perv!
Aku berada di belakang sekolah duduk di pohon sambil menikmati semilir angin sendirian, entah Harry lagi kemana tumben dia tidak mengekorku, mungkin sudah pulang?. Ngomong-ngomong soal Harry, aku jadi berfikir kenapa dia sangat marah dan malu karena angkanya bertambah. Itu karena dia tidak pernah berbohong sebelumnya, dan itulah kenapa angkanya '0' dan saat mengetahui angkanya berubah tentu saja membuatnya marah seperti itu.
Tapi apakah Harry juga berbohong soal perasaannya? Aku jadi berharap aku bisa membaca pikiran orang melalui angka-angka di kepalanya, tapi hati seseorang tidak semudah itu untuk di baca kan?
Damn it! Sekarang aku malah ngelantur kemana-mana. Untuk pertama kalinya aku mengacak-ngacak rambut pirangku karena Harry Pott—
"Ah!ternyata kau disini." Sapa seseorang dan membuatku langsung menoleh sekaligus terkejut. Cedric Diggory, berdiri menjulang tepat di hadapanku. -047252 "Draco Malfoy, kan? Seseorang yang selalu berdua dengan, Harry Potter, kan?" tanya Cedric tanpa berminat aku jawab. -047252 "Aku berada di kelas yang sama dengan Harry Potter, Draco." Huh?
Cedric temasuk salah satu teman sekelas Harry. Aku berdeham, "Ada yang bisa aku bantu?" tanyaku enggan, tentu saja dia, Cedric, ada maunya. Dan ngomong-ngomong angkanya bertambah sejak terakhir kali aku melihatnya.
-047252 "Kau dan Harry besok pergi nonton ke bioskop, kan?" tanya Cedric dan langsung aku anggukkan kepala. Padahal sebenarnya kami hanya berkencan untuk melihat-lihat bunga mawar Harry yang kata Harry makin banyak bermekaran besok pagi.
Cedric langsung mencengkram bahuku, menatapku dengan matanya yang berbinar-binar, penasaran? -047252 "Well—katakan film apa yang disukai oleh Harry? Dan...kalian bakal nonton film apa besok?" tanya Cedric membuatku mendengus, bukan hanya itu, jarak wajahnya dengan wajahku sangat dekat bahkan aku bisa mencium wangi mint menyeruak disela-sela nafasnya yang memburu.
Aku memaksa melepaskan cengkeramannya dan Cedric kembali berdiri tegak dengan kedua tangannya ia letakkan diatas dadanya, entah ingin mendengar detak jantungnya atau apa—
Tiba-tiba wajahnya berubah melankolis, -047252 "Saat aku berbicara dengannya, Harry tidak pernah membalas apa yang aku bicarakan. Jadi, aku merasa ragu...belakangan ini bahkan saat dia terus-terusan menolakku aku merasa dia semakin menarik..." Cedric mengubah posisinya, berdiri masih dengan tangannya di depan dada seolah-olah hatinya sedang berbicara dengan ekspresi wajahnya yang seolah-olah menerawang jauh, -047252 "Akhir-akhir ini aku selalu menonton banyak film di rumah, jadi aku selalu mencari film terbaru yang akan aku pinjamkan ke Harry, tapi ternyata dia menolak terus. Itulah kenapa aku bertanya film apa yang disukai Harry?!" Cedric kembali menatapku, menunggu jawaban yang akan aku keluarkan. Padahal Harry sudah menjawabnya, kalau Harry menyukai film romantis terlebih sad ending.Well—sepertinya Cedric juga mempunyai perasaan ke Harry, aku kira hanya bermain-main, sial!
-047252 "Well?"
Sejenak aku menggeram sebelum berteriak sambil mengucapkan, "Memangnya...Apa yang akan kau lakukan kalau aku memberitahumu?" tanyaku sedikit kesal sama sekali tidak berminat, ngomong-ngomong dia baru saja bertanya-tanya soal Harry?! Memangnya aku juga tidak tertarik?! Ck!
Cedric menyungingkan senyumnya, "Well—akan sangat bagus kan kalau aku mengajak Harry pergi nonton bareng teman satu kelas?" ~ching -047253
Well—? Now what?
-047253 "Harry selalu asyik dengan dirinya sendiri saat di kelas, itu karena kata Harry, orang-orang tidak tertarik berbicara dengannya." Cedric meneguk ludahnya. "Jadi aku berfikir kalau Harry diperbolehkan untuk berbicara, dia bakal berbicara dan menjadi cerewet."
Hmm...Harry Potter dan...semua kejujuran dan ke blak-blakannya yang terlihat bodoh, menurut orang sangat menganggu sehingga membuat orang berpikir bahwa berbicara dengan Harry akan menimbulkan suasana canggung . Padahal selama ini aku baik-baik saja berbicara dengannya bahkan Harry cenderung cerewet. Tidak ada yang bisa aku lakukan, maksudku, aku berbeda kelas dengan Harry.
-047253 "Menonton film adalah salah satu hal yang bagus bagi Harry untuk menghabiskan waktu bersama teman satu kelas, karena aku tidak pernah melihatnya atau bahkan mempunyai rencana untuk hang out bareng." Curhat Cedric. Aku menegakkan punggungku sambil tetap mendongak menatap Cedric yang masih betah berdiri di depanku.
Aku berdeham. "Harry sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau Biologi dan...bunga. kenapa kalian tidak mencoba membuka pembicaraan dengan topik itu?" tanyaku sedikit berminat, aku mengambil softdrink-ku dan menyeruputnya pelan.
Cedric terkekeh. -047253 "Ahhh—apalagi sejak dia ada di Klub Biologi." Aku mengernyitkan dahiku tidak mengerti. -047253 "Harry sangat percaya padamu, kan?" tentu saja! Jawabku dalam hati, Cedric menyeringai, -047523 "Apalagi setelah dia mengizinkanmu untuk melakukan hal sejauh itu, after you just suck him off?!"
Eh? Darimana dia tahu? Harry memberitahunya?
Cedric kembali menyeringai, -047253 "Ahhh—aku jadi bertanya-tanya, bagaimana denganku? Jika Harry bisa mempercayaiku, apakah aku bisa menjadi 'teman baiknya' juga?" mataku melotot, kenapa Cedric bisa tau semuanya?
Cedric menepuk bahuku, aku mengambil posisi berdiri sebelumnya. -047253 "Tidak apa-apa, aku tidak akan memberitahukan apapun kepada orang-orang tentang kau dan Harry, Malfoy." ~ching -047254
Cedric merangkul bahuku, sambil menatapku dengan senyum mesum dan seringai jail di saat yang sama. -047254 "Jika aku bisa menjadi 'teman baiknya' aku akan jauh lebih peduli terhadap Harry." ~ching -047255
What the...?
Ini tidak bisa dibiarkan, orang sepolos Harry tidak boleh bergaul dengan orang seperti Cedric. Aku segera melepaskan rangkulannya dan berlari meninggalkannya dengan mimik bingung dan idiotnya.
~Ding Dong
~Ding Dong
~Ding Dong
"HAAARRYYY...?!"
~Ceklek
-000001 "Whoa—D-draco? Ada apa?" tanya Harry dengan mimik panik. Well—mungkin karena suara teriakanku yang merdu tadi.
Seketika aku kembali melotot. Soal Cedric! "K-kau—jangan bilang kau..." aku menarik nafas panjang, "KAU MEMBERITAHUNYA, HARRY!"
-000001 "Kau terlihat kacau sekali, Draco! Minum ini dulu," Harry memberiku segelas air putih dan aku meneguknya habis-habisan setelahnya aku langsung menatap Harry dengan mata memicing.
Harry meneguk ludahnya, -000001 "Uh—umm...karena dia bertanya!" ucap Harry datar! Aku tahu itu, aku tahu Cedric bertanya! Rasanya kepalaku berputar-putar.
N-No, wait...! Itu karena kejujuran dan keblak-blakan Harry yang rada bodoh itu sehingga temannya, Cedric, sudah bisa menduga kalau Harry akan menjawab dengan jujur setiap pertanyaan yang ia ajukan.
Aku sangat menyukai Harry, sungguh! Aku menyukainya, tapi...
Aku mencengkeram bahu Harry, "Dengar, Harry! Kau tidak bisa bahkan tidak boleh memberitahukan hal-hal yang seperti itu ke mulut ember seperti Cedric, you know? Dan ngomong-ngomong dia tertarik denganmu dan...memata-mataimu, Harry!" aku menatap emerald yang mengedip-ngedip canggung itu, mungkin aku sedikit berlebihan menasehatinya. Aku mengusapkan jemariku ke lengannya. "Angkanya 40.000 lebih dan melebihi angka rata-rata remaja yang seusia dengannya, you know?! Dan Cedric termasuk tipe orang yang curigaan dan—aku rasa ada yang salah dengannya, Harry. Kau—kau tidak boleh mempercayainya!" kataku sedikit membentak. Aku masih mempertahankan posisiku, "Aku bahkan tidak percaya kalau dia salah satu classmates-mu!"
Harry masih menatapku, wajah polosnya membuatku semakin merasa bersalah karena membentaknya. "Nomor cantik yang kau punyai, aku tidak ingin itu berubah! Kau tidak perlu berbohong, Harry! Kau hanya perlu pergi—jangan mengatakan apapun!" aku melepaskan cengkeramanku dan terduduk dengan wajah menunduk di depan Harry yang masih bertahan dengan posisinya.
Harry mengangkat daguku, menuntutku untuk menatapnya, -000001 "Aku tahu itu. Kau hanya melihat apa yang ingin kau lihat dan mengabaikan hal lainnya, Draco! Tapi—apakah ini tentang angka lagi? entah—kejujuran atau kebohongan seseorang, tidak akan bedanya kalau kau menghakimi mereka sejak awal, karena...karena hanya angkanya!" Harry melepaskan jemarinya di daguku.
Harry mengambil nafas panjang, -000001 "Draco—, kau hanya melihat apa yang ada di atas kepala seseorang, Draco. Not here." Harry menyentuh dadaku, agak terkejut juga dengan statement-nya yang menyatakan hal seperti itu.
Harry menunduk lesu, melepaskan tangannya dari dadaku, -000001 "Seperti saat pertama kali kau berteriak kepadaku...itu hanya karena aku mempunyai angka yang...langka." Harry menarik nafas dalam-dalam, -000001 "Karena—angkamu sangat cantik!" Harry menatapku intens, kilau hijaunya meredup, -000001 "Itu karena kau hanya tertarik dengan angka yang aku punya...?! apa yang kau suka bukan benar-benar...aku, Draco!" Harry menundukkan kepalanya, -000001 "Hanya karena angka cantik yang aku punya—dan tidak ada hubungannya denganku sama sekali...!" tanpa menunggu lagi aku segera memeluknya, erat.
Aku mengusap kepalanya, "Sori...mungkin aku tidak pernah memberitahumu sebelumnya. Pada awalnya apa yang kau katakan benar." Harry menegang, dan aku masih mengusap kepalanya. "Tapi sekarang...aku menyukai semua tentangmu, Harry... termasuk kecanggungan dan kebohonganmu itu," aku menarik nafas dalam-dalam, "Aku hanya berusaha untuk melindungimu, Harry..." aku mengeratkan pelukanku, "Sungguh! Aku tidak ingin ada seorang pun yang menyakitimu, Harry!" bisikku pelan.
Harry berdeham, -000001 "Jadi kau menyukaiku, Draco?"
Aku mengangguk mantap, "Yeah!"
-000001 "Dan bukan hanya 'angkaku'?"
Kembali aku mengangguk, "Yeah!"
Harry melepaskan pelukannya menatapku dengan matanya yang memicing tajam, -000001 "Dan...kalau kau tidak memberitahuku tentang perasaanmu, aku tidak bakalan tahu sama sekali, dasar bodoh!" gubrak!
Aku memutar bola mataku, "ah..." -_-"
Binar Harry kembali cerah, -000001 "Kau mungkin tahu bagaimana perasaanku terhadapmu, tapi jika kau tidak memberi tahuku bagaimana perasaanmu, aku tidak bakalan tahu!" Harry menoyor kepalaku, -000001 "Itulah kenapa...aku sama sekali tidak tahu bagaimana menjawabmu, Draco..." aku tersenyum sekaligus menyeringai dan menarik tengkuk Harry mendekat ke wajahku.
Nafas Harry memburu dan menggelitik bibirku, "Maksudmu ketika kau secara mendadak mengatakan, "aku tidak mau", saat itu?" tanyaku sambil tetap menatap emerald Harry yang semakin hari semakin bersinar, terlebih sekarang dengan pipinya yang memerah. How a cute!
Harry menundukkan kepalanya, -000001 "Uhmmm—hhh...i-iya..." aku kembali menyeringai saat menyadari warna pipinya semakin memerah.
Aku mengangkat dagu Harry dengan jemmpolku dan sedikit menekannya agar bibirnya sedikit terbuka, "Jadi—mulai sekarang, bahkan saat kamu mengerti, kamu akan benar-benar mendapatkannya." Harry mengernyitkan dahinya, aku semakin mempersempit jarak wajahku dengan wajah Harry, "Is it...okay to...do it?" seketika itu juga mata Harry membelalak dan nafasnya makin memburu dan menggelitik di bibirku.
Harry meneguk ludahnya dan bibirnya bergetar di atas jempolku yang masih menekan dagunya, -000001 "A-aku tidak tahu bagaimana menjawabnya, Draco...karena bagaimana pun juga, kau bakalan benar-benar melakukannya, kan?" bisik Harry dan sedetik kemudian aku langsung mencaplok bibirnya.
-000001 "Nhn—"
Bahkan jika Harry tidak menginginkannya sekarang, aku tidak mempunyai semacam kekuatan yang bisa membantuku untuk mengendalikan diriku lagi terhadap Harry.
Aku mencubit nipple Harry sedangkan yang satunya aku mainkan dengan lidahku. "Harry...nipple-mu tegang, you know?" aku kembali memainkan lidahku di nipple-nya yang memerah sekaligus menegang di saat yang sama, "Do you like it...? here?" Harry langsung menggelinjang dengan desahannya yang membuat otak mesumku semakin berkobar-kobar.
Aku menatap ekspressi Harry bergantian dengan lidahku yang memainkan nipple-nya, "Aku ingin tahu...tempat apa saja...yang kau suka, Harry?" tanyaku.
Harry membuka bibir di sela desahannya, -000001 "Aku suka—"
~Kring-Kring
Aku mengemut nipple memerah itu, ~Kring-Kring~ , setengah berharap handphone Harry segera mati. Siapa sih yang menelpon?
Harry mendorongku, -000001 "Handphone-ku, Draco..." bisik Harry membuatku semakin mempermainkan lidahku yang kini berpindah tempat ke lehernya yang jenjang.
-000001 "Aku harus—" Harry mendorongku hingga membuatku telungkup di atas kasur, untungnya kasur. "—menjawabnya!" hell yeah! Persetan dengan penelpon sialan itu!
-000001 "Halo, Cedric?"
Eh?
"Harry, apakah kau sudah berada ditengah-tengah permainan sex-mu?"
-000001 "Belum, kena—"
Aku langsung bangun sambil mengepalkan tinju, "CEDRIC! YOU BASTARD! DASAR SINTING LU!"
~To Be Continued~
Aku mengerjakannya di sela-sela jadwal belajarku, karena aku masih UAS.
Ngomong-ngomong aku mengeditnya cuma satu kali, jadi maklum jika ada typo yang aku yakin bertebaran dimana-mana.
Nah, untuk Chapter ke-dua ini, bagaimana?
Well—Hermione dan Ron belum dapat peran, huh?
Eh—sekali lagi aku nerima kritik loh, apalagi yang membangun dibandingkan dengan pujian yang itu-itu terus *ngotot*, Tapi masih mending pujian sih daripada yang enggak review sama sekali *kabur naik sapu terbang*
*balik lagi*
Well? lanjut atau?
Well—? Would you leave me some review my awesome readers? *cium satu-satu*
_BerRy_
