Sebagai kembar,Rin dan Len tidak terpisahkan. Mereka pergi kemanapun bersama, makan bersama, mandi bersama, bahkan tidur pun satu ranjang. Hal ini membuat raja dan ratu khawatir dengan masa depan anak anak mereka jika salah satu di antaranya tidak ada. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk memisahkan kembar itu.
"Tidak!" teriakan seorang putri berumur 5 tahun bernama Rin Rilliane Kagamine ini menggelegar disetiap sisi lorong istana. Tak jauh darinya, saudara kembarnya Len Allen Kagamine menangis sesenggukan. Tangan mereka saling terulur, mencoba menggapai satu sama jarak diantara keduanya menyulitkan mereka. Ditambah lagi 2 orang pengawal dan kedua orang tua mereka, raja dan ratu saling menahan keduanya agar tidak menyatu.
Rin meronta ronta, mutiara bening yang keluar dari pelupuk matanya telah berubah menjadi banjir yang membasahi pipi. Tenaganya yang melebihi kekuatan anak seusianya sedikit merepotkan pengawal muda dan Raja yang menahannya.
Di sisi lain, Len juga meronta ronta dengan segala yang dia mampu, tapi setiap kali terlepas, tubuhnya kembali tertahan dan ditarik lagi oleh pengawal dan ibunya, meskipun begitu dia tetap tidak menyerah.
"Ayolah kalian..." kata raja dengan nafas berat.
"Ini tidak akan sulit..." Ratu melanjutkan.
"Tidak! Tidak mau!" jerit Rin sembari menarik lengan baju Len yang berhasi dicengkeramnya, tapi sejenak kemudian genggamanya terlepas lagi.
"Rin... aku tidak tahan lagi..." ucap Len dengan nada pasrah. Rin menggeleng.
"Tenang Len. Sebentar lagi kita akan kesana." Jawab Rin sambil berusah lepas dari pelukan pengawal dengan sekuat tenaga. Ratu memijit keningnya.
"Sudahlah Rin. Biarkan Len masuk ke toiletnya sendiri! Dia sudah cukup besar untuk masuk ke toilet wanita!" ujar ratu dengan nada kesal.
disclaimer: Mikan tidak akan pernah memiliki vocaloid.
