sebelumnya Mikan mau berterimakasih pada yang sudah memberikan review QwQ
kalian semua benar benar membuat Mikan bahagia! X3
disclaimer: Vocaloid bukan milik Mikan
Berbeda dengan kerajaan lain yang diperintah oleh seorang raja, Lucifenia justru diperintah oleh seorang ratu hingga akhirnya diambil alih oleh suami dari sang ratu. Hal inilah yang membuat Rin yang berada dipuncak kekuasaan. Sedangkan Len, dia bisa menjadi penasihat Raja. Tapi di luar dugaan, Len justru memilih menjadi pelayan Rin. Dan diusia yang ke 14 ini, Rin sudah dilatih untuk menjadi Ratu masa depan.
Len POV
"Len!"
aku menoleh saat Rin memanggilku dan memelukku dengan tangannya yang kecil, tapi menyimpan kekuatan yang besar itu. Aku tersenyum saat melihatnya tersenyum, meskipun nafasku tercekat karena di memeluk leherku dengan erat, untungnya dia segera melepaskannya.
"Hei, hei, Len! Lihat! Aku mendapat mahkotaku!" serunya riang sambil menunjukkan pita putihnya yang biasa dikenakannya diatas kepalanya. Aku sweatdrop.
"Bukannya ini pita putihmu?" Rin mendecak
"Pita ini sudah ini sudah diberkati Rinto otousama, dan ini menjadi simbol kekuasaanku!" ujar Rin.
aku terperangah mendengar penjelasannya. Jelas jelas Rinto otousama tidak mau mengeluarkan uang barang sepeserpun untuk membuat mahkota baru untuk Rin. Dasar pelit. Dain Rin menerimanya begitu saja?
Aku mendesah dan memperhatikan Rin yang berputar putar didepanku dengan riang. Dia terlihat sangat mungil dan rapuh -sampingkan kenyataan tinggiku tidak jauh berbeda dengannya-, membuatku tidak tega meninggalkan dia sendirian di dunia yang kejam ini. Aku juga telah bersumpah pada diriku sendiri aku akan melayaninya dengan sepenuh hati sebagaimana setianya servant terhadap tuannya. Aku rela menjadi jahat hanya untuk kebaikannya.
"KYAAA! Laba laba! Tolong aku Len!"
"Tunggu Rin! Dimana pedangku!"
Rinto melihat halaman istana melalui jendela, berusaha menenangkan pikirannya dari tugas kerajaan. Tapi pemandangan didepannya justru memberi dampak sebaliknya. Disana, Len menganiaya laba laba kecil sementara Rin bersembunyi dibelakangnya, menangis.
