October 27, 2009

"kau siap, kawan?"

Jongin menepuk bahuku sebelum kami memasuki ruang konser.

Aku tersenyum sembari meletakkan tanganku di dadaku, merasakan tiap getaran di dadaku. Walaupun suasananya cukup ramai – orang-orang bercengkrama, bunyi dering ponsel, suara pencetan tombol, suara langkah kaki, tepuk tangan, hembusan nafas; satu-satunya yang bisa kudengar hanyalah suara detak jantungku yang berdentum tak karuan. Aku tak tahu mengapa aku merasa sangat cemas dengan acara ini. Aku bahkan merasakan tubuhku bergetar ketika aku berjalan menuju bangkuku.

Jongin tersenyum padaku, giginya bersilau. Aku mencoba untuk tersenyum balik padanya namun yang kuberikan hanyalah senyuman kosong. Merasakan kekhawatiranku, ia mencoba untuk menyemangatiku.

"tenanglah"

Setidaknya ia telah mencoba.

"aku yakin penampilan hyung akan spektakuler, ia selalu memberikan performa prima" Jongin berkedip dan mendecakkan lidahnya. "jadi, bagaimana kalau kita duduk dan menunggu penampilan mereka?"

Lampu mulai meredup, tanda bahwa konser akan segera dimulai. Duet Baekhyun dan Kyungsoo adalah salah satu acara utama mengingat mereka berdua adalah murid terbaik di kelasnya. Tiga puluh menit telah berlalu dan aku tetap menggeliat-geliat di kursiku, aku merasa tidak tenang detik demi detik.

Aku tak sabar untuk mendengar suaranya.

Aku telah mendengarkan Kyungsoo bernyanyi jutaan kali. Aku sangat mengantisipasi penampilan Baekhyun karena aku belum pernah mendengar suaranya. Tak hanya karena rumor mengatakan bahwa ia memiliki pitch yang bagus dan suara yang seperti malaikat.

Nyala lampu mulai padam, semua orang terkejut akan hal itu. Tak berapa lama kemudian, suara kasak-kusuk seketika hilang ketika dua pasang suara mulai menyanyi dengan indahnya, semua penonton terpesona dibuatnya.

Setelah menyanyikan dua bait, suara itu berhenti bernyanyi.

Sebuah suara mulai terdengar saat verse kedua dimainkan dan aku yakin sekali bahwa suara tersebut adalah suara Kyungsoo. Setelah menyanyikan beberapa bait, ia berhenti. Tak berapa lama kemudian, sebuah suara mulai terdengar lagi yang mana suara itu membuat seluruh badanku merinding dibuatnya.

Kemudian, semuanya tampak berjalan lambat.

Pelan-pelan, sinar lampu mulai menyala satu persatu ketika sosok mungil Baekhyun muncul dalam pandanganku. Setelan hitamnya tampak sangat pas dikenakannya, menonjolkan kulit putih susunya dan bagaimana setelan tersebut melekat di badannya sangatlah indah. aku sampai menelan ludah melihatnya.

Ini adalah sebuah duet. Aku terus saja mengingatkan diriku sendiri. Kyungsoo juga menyanyi, aku tahu itu, tapi telingaku hanya terfokus pada suara Baekhyun. Bagaimana suara malaikatnya seperti membunuh gendang telingaku; hidupku tergantung padanya. Mataku terpaku pada sosok Baekhyun ketika ia bernyanyi, walaupun ia menutup matanya, gairah dan hasrat yang dikeluarkan Baekhyun benar-benar terasa. Suaranya melekat pada kulitku ketika saat itu juga hatiku berdetak hebat di dalam tulang rusukku. Rasanya seperti tulang rusukku dapat hancur kapanpun jika ia bisa karena semua getaran hangat di dalam hati ini.

Lagu telah berakhir.

Baekhyun membuka matanya.

Tatapannya tertuju padaku.

Pikiranku melayang kembali ke beberapa bulan lalu, beberapa hari lalu…

Aku ingat perkataan Kyungsoo ketika aku bertanya padanya mengapa ia menyukai Jongin, mengapa ia begitu jatuh cinta pada Jongin, ia tersenyum dan menjawab, "momen istimewa itu akan datang. Beberapa orang mungkin akan berpikir bahwa itu hanyalah pertemuan pertama biasa namun beberapa orang lainnya akan berpikir dan mengambil satu kesimpulan, ketika orang yang tepat datang, kau akan mengetahuinya. Kau akan tahu bahwa itu cinta"

Saat itu, aku merasa hal itu sungguh bodoh karena bagaimana mungkin kita tahu bahwa itu cinta. Seharusnya ada penjelasan mengenai hal tersebut.

Tapi saat ini, ketika pandangan Baekhyun tepat tertuju kearahku dan bibirnya menyunggingkan senyuman yang sama seperti setahun yang lalu, ketika kami meninggalkan Jongin dan Kyungsoo berdua saja di café itu, saling bergandengan tangan, dan salju mulai turun. Senyuman yang sama.

Tiba-tiba saja, jantungku berhenti berdetak.

Ini tak bisa dijelaskan. Kata-kata Kyungsoo bergema dipikiranku. Ketika orang yang tepat datang, kau akan mengetahuinya. Semuanya masuk akal sekarang.

Aku mencintai Byun Baekhyun.


well. translate untuk chapter two was alr done! thanks so much for your appreciation on this fic. and yeah, akan ada enam chapter untuk fic ini. karena yang kedua sedikit lebih pendek dari chapter chapter lainnya, mungkin karena itu aku mentranslatenya (sedikit) lebih cepat. chapter tiga sendiri ada sekitar 7k words jadi mungkin butuh waktu agak lama menyelesaikannya karena aku sendiri punya banyak kerjaan (secretly mention dosen dosen tega yang ngasih tugas numpuk /sobs) dan ada beberapa fic yang harus aku selesaikan, so it will take longer than the previous one , i demand your patience ^^

thanks again buat theusualfan yang sudah memberi izin saya untuk mentranslate fic ini thank you thank you very much dan thanks you buat readers yang sudah bersedia mau ngasih reviews it made my day. a lot. /showers y'all with love/. dan satu lagi, kalau ada yang mau request translation bisa pm aku aja ya, sebisa mungkin akan ditranslate jika sempat. terima kasih :)