Hell-o! Balik lagi! Ga lama kan? Cuman sebulan lebih ini! Belom 5 bulan! Ya kan! *Smile brightly*
Well... segudang alesan kenpa baru update sekarang di antaranya... USB gw ilang! Fic gw di situ semua lagi! Ga di ijinin make internet pas liburan! Ga ada mood buat negrjain! Tingkat kemalasan yang tinggi pas liburan! Ga mau liat komputer setelah 3 jam les komputer tiap hari! [biasa ortu ga seneng ngeliat gw ngengur di rumah jadi liburan di suruh ngeles yang aneh – aneh!] , dll!
Disclaimer: bukan punya gw!
Warning: OOC parah banget! Gw ga tanggung kalo charanya kelewat OOC! YAOI!
BUAK!
Sebuah lemari yang berisi berbagai macam bentuk guci – guci kuno yang bentuknya tidak karuan menimpa sebuah sosok gelap yang sedang melindungi sesuatu di bawahnya.
'Kok ga sakit ya...' perlahan – lahan sepasang mata beriris biru langit pun terbuka dan langsung berpapasan dengan mata beriris merah darah milik sosok yang menyelamatkanya. Matanya yang tadi hanya setengah terbuka langsung membulat sempurna. Dengan mengumpulkan beberapa keberanian untuk berbicara, sang bocah pun membuka matanya. "Kau Siapa?" Mendengar kata – kata tersebut pandangan sosok itu pun berubah menjadi kecewa. Mata merahnya menunjukan sekali kalau sang sosok sedang kecewa. 'Aduh, gimana nih? Aku salah ngomong ya?' wajah sang bocah langsung gelisah dan mencoba memperbaiki suasana. Otaknya yang jarangdi pakai berpikir keras pun mulai berputar mencari solusi.
Belum selesai si pirang mendapatkan solusi yang ia cari, si sosok langsung menyingkirkan lemari kayu yang berada di atasnya. Sebuah cairan merah pun mengalir dari lengan si penolong misterius tersebut. Dengan sirgap Naruto yang tadi sedang perpikir keras langsung terlonjak kaget. "Kau terluka! Kau baik – baik saja?" tanpa menjawab pertanyaan Naruto, sosok itu tiba – tiba langsung menghilang.
"Hoi! Naruto!" panggil seseorang memanggil namanya dengan keras membuat ia sendiri menoleh ke arah suara itu berasal dan menemukan sahabat karibnya sedang menghampirinya dangan mimik wajah yang khwatir.
"Kau baik – baik saja, dope" tanya sang sahabat dangan nada cemas.
"Sepertinya..." jawabnya singkat. Ia pun langsung berdiri dengan sendirinya dan menuju keluar ruangan berantakan tersebut. Tak dia sadari kalau kakinya sudang melangkah lebih dari lantai kayu yang dari tadi ia injak dan mengakibatkan si pirang terjatuh dengan posisi yang tidak menyenangkan.
"Bwuahahahahhaahhaahahaha!" terdengar suara tawa yang nyaring bunyinya. Naruto yang kesal langsung memancarkan aura hitam pekat ke sekelilingnya. Tapi sayangnya aura – aura tersebut tidak dapat menghentikan tawa si pantat ayam yang sedang tertawa lepas di depannya itu. "Hahahaha! Dope, Dope! Kau ini! Makanya jalan tuh lihat – lihat! Hahahahahaaaa!" ucahpnya kencang – kencang.
"Huh! Bukanya bantuin malah ngetawain!" ucap Naruto kesal. Ia pun memalingkan wajahnya ke kiri sambil mengembungkan kedua pipinya.
'Kalau begini dia imut juga' pikir si uchiha sambil terkekeh kecil. Ia mengulurkan tangannya ke arah Naruto sambil memasang senyum menyebalkan dan berkata, "Mauku bantu, tuan putri?" Kaliman tersebut sukses membuat wajah Naruto menjadi semerah tomat.
"Aku bukan cewe, Teme!" omelnya sambil menerima tangan bantuan dari sahabatnya.
"Itu kah namanya trima kasih, Dope?"
"Iya, iya, makasih ya, teme!" ucap Naruto sambil memamerkan cengiran khasnya.
Mereka berdua pun melanjutkan acara projek mereka dan sukses membawa balik catatan sebanyak 10 lembar HVS penuh bolak – balik. Semuanya itu hasil jernih payah si jenius kita, Sasuke. Untuk Naruto, ia hanya mendapat kerja untuk mengetik laporan tersebut.
"Oi! Teme! Kau itu bikin catatan buanyak amat! Gimana ngetiknya nih!" komentar si calon pengetik laporan.
"Ketik saja repot! Sudah bagus di kasih catatan! Dari pada kau yang ngerjain sendiri?" balas Sasuke dengan tenangnya.
"Tapi tugasnya kan buat besok Teme! Kau mau membuatku tidak tidur malam ini?" seru Naruto membayangkan kerjaanya saat di rumah.
"Sapa suruh kau ngetiknya lama!" ejek Sasuke.
"Uda tau aku ngetiknya lama! Kenapa aku yang dapet bagian ngetik?" tanya Naruto sewot.
"Ya... dari pada kau yang bikin catatanya?" balans Sasuke lagi.
"Cih! Ya uda, aku usahain! Tapi... traktir aku Ramen, ya!" seru si pirang semangat.
"Eh? Baru juga 2 hari yang lalu di traktir! Duitku bisa abis tau!" teriak Sasuke kesal.
"Ya... kan itu 2 hari yang lalu... kau kan sudah dapat upah lagi, Teme!" ucap Naruto dengan wajah memelas yang merupakan kelemahan dari sang pantat ayam jenius tersebut.
"Ugh! Baiklah! Tidak lebih dari 2 mangkok ya," jawab Sasuke menyerah.
"Yay! Gitu dong, Teme! Sasuke baiiiiiiiiik deh!" seru Naruto dengan girangnya. Sasuke hanya bisa meratapi dompetnya yang akan kosong malam itu.
Setelah puas memhabiskan uang yang berada di dompet Sasuke, sang pelaku langsung keluar dari kedai ramen favoritnya dengan cengiran lebar di wajahnya.
"Woi! Dope! Kalo makan liat – liat harga donk! Duitku abis tau!" teriak Sasuke saat ia baru saja keluar dari kerdai ramen ter sebut.
"Ya... kan aku makan ga pernah liat harga Teme... tapi makasih tratiranya! Jaa!" ucap Naruto sambil berlari pulang.
"OI! Jangan kabur napa!" teriak si pantat ayam kesal. Tapi belum juga kata – katanya sampai di telinga sahabatnya, si pirang sudah menghilang entah kemana. "Cih! Dope!" ucap Sasuke kesal sambil ia melangkahkan kakinya menuju apartemenya sendiri yang tak jauh dari kedai ramen dimana uangnya di peres habis – habisan oleh sahabatnya.
Bocah remaja berambut pirang tersebut baru saja membuka matanya yang berwarna bagaikan langit cerah di balik kaca jendela. Dengan imutnya ia menarik otot – otoknya yang masih tertidur. Sangking imutnya, mungkin kalau ada laki – laki di dekatnya yang masih normal atau pun rada – rada, mungkin ia sudah di ranjang saat itu juga.
Seperti pagi biasanya, ia bangun dari tempat tidurnya dan langsung menyeret tubuhnya ke dalam kamar mandi untuk bertemu air dingin yang akan membangunkannya sepenuhnya. Tak lupa juga ia menarik bebas sehelai seragam sekolah, kaus orange, celana biru tua, celana dalam, handuk orange dan memulai aktivitas bersih – bersihnya.
Sesudah memnyegarkan diri, si pemuda dengan riangnya memasak air panas untuk sarapanya. Kenapa air panas? Karena ia akan membutuhkannya untuk menyedu ramen instan favoritnya. Dengan lahap ia menghabiskan semangkuk ramen hangat dalam waktu kurang dari 1 menit [gw pernah nyoba kok! Makan kurang dari semenit! *Bangga*] dengan kecepatan kilat, si remaja itu mengambil tasnya dan sepatu yang dari tadi malam bertengger manis di rak sepatu dan melesat keluara dari apartemen busuknya itu.
Dengan bersiul riang si pirang berjalan menusuri jalan – jalan dengan tenangnya. Tak memakan waktu lama, ia pun tiba di sebuah gedung sekolah dan berjalan masuk. Ia menaiki tangga dengan saitai nanpa memperdulikan siswa – siswi yang sedang buru – buru menuju kelas mereka masing – masing.
Akhirnya sampailah si pirang di depan pintu ruang kelasnya... Ixc... Ia geser pintu kining pucat di hadapanya yang menunjukan sosok seorang pemuda berjambut silver bermasker serta dua murid tak dikenal sedang berada di depan kelas.
"Kau telat, Naruto..." ucap si guru berambut silver itu santai. Cukup lama otak Naruto yang lemot itu untuk mencerna semua pemandangan di depannya tersebut.
"HEEEEEEEEE? Kakashi-sensei tidak telat? Hari ini pasti hujan petir!" teriaknya dengan nada lantang yang membuat seluruh kelas tertawa geli.
"Kelucon yang bagus Naruto!" celetuk seorang anak laki – laki berciri – ciri rambut coklat pendek dengan 2 segituga terbalik berwarna ungu di setiap pipinya. Celetukan itu hanya membuat suasana kelas semakin ramai hingga sebuah bunyi keras menghentikan tawa mereka semua. Dengan horornya mereka mengalihkan pandangan mereka ke sebuah meja kayu yang sudah terbelah dua di depan. Kasihan sekali mejanya sepertinya mejanya memang sering gonta – ganti terus, deh. Setelah seluruh kelas menjadi tenang, Hatake Kakashi, wali kelas tersebut langsung memerintahkan untuk si pirang yang dari tadi berada di depan pintu untuk duduk di bangkunya.
"Baiklah... seperti yang saya sampaikan tadi, kita kedatangan 2 murid baru di kelas ini. Silakan kalian memperkenalkan diri kalian masing – masing" ucapnya sambil tersenyum kearah 2 orang asing di depan kelas.
"Perkenalkan namaku Sakura! Salam kenal semua!" ucap seorang gadis berambut pink cerah dengan senyum yang sama cerahnya dengan rambutnya.
"Gaara" singkat, padat dan jelas. Itulah kata – kata yang keluar dari seporang pemuda berambut merah marun tersebut.
"Kami saudara kembar yang tidak mirip secara fisik maupun mental. Kami harap kami bisa berbaur dengan kalian semua!" sambung Sakura dengan wajah ceria yang tak kunjung memudar.
"Baiklah... kalian boleh duduk di kursi yang kosong. Nah kita mulai pelajaran kita hari ini!" sang guru pun langsung membuka buku tebalnya yang isinnya buku orange kecil berisi sesuatu yang sangat tidak di perbolehkan untuk di baca anak di bawah umur.
Bel sekolah pun berbunyi. Seluruh penghuni kelas langsung serentak memberes – bereskan banyak mereka masing – masing dan bersiap – siap keluar dari tempat siksaan mereka yang sudah mereka hadapi sejak 7 jam yang lalu.
Si pemuda pirang pencinta ramen tersebut pun langsung berlari keluar dari ruang kelas tersebutdengan kecepatan penuh. 'Sial! Aku lupa kalu hari ini aku kerja!' kutuknya dalam hati. Tak hentinya kaki pendeknya berlari menusuri jalan – jalan ber aspal. Sampai ia sampai di sebuah penyebrangan jalan. Lampu lalu linas di sana pun akan segerah berganti warna dari hijau menjadi merah. Saat ia bereda di tengah – tengah jalan, tubuhnya mendadak menjadi kaku tak mau bergerak. 'Aduh! Kok ga mau gerak sih!' suara kencang pun terdengar di telinganya. Saat ia menoleh, dilihatnya sebuah truk sedang melaju kearahnya. Ia pun menutup matanya pasrah menerima takdirnya.
Entah kenapa anehnya, ia tidak merasakan rasa sakit melainkan merasakan tubuhnya sedang di gendong oleh seseorang. Ia buka perlahan – lahan mata birunya dan bertemu langsung dengan iris merah darah di depannya. Seorang pemuda asing sedang menggendong tubuhnya dan menyelamatkannya dari maut untuk kedua kalinya.
"Kau..."
Yay! Cliffhanger lagi! Kejam kan gw! Emang! Baru tau ya!
Itachi: OI! Gw kok masih lom muncul juga! Bosen tau duduk di balik tirai mulu! *ngambek*
Ya sabar aja! Critanya masih panjang! Oke?
Itachi: gw mw ngejamah kitsune gw, author bego! *pikiran mesum*
Oi! Ini ratenya T tw!
Itachi: ya ganti aja jd M! *enteng*
Ogah! Lw aja sendiri!
Itachi: *smrik* bener ya! Gw ganti sekarang!
Eh! Jangan nyentuh laptop gw! *lari mau nyelamatin laptop*
Jangan lupa review ya! *puppy face*
Oi! Musang jelek! Pergi lw jauh – jauh ke laut! Ralat! Ke samudra sana! *ngerebut laptop*
