Title : Come Back To Me

Author : Hyun Wi-kun Shipper/Wi-kun Evil'Y/Choi DoHyun

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Se7en a.k.a Choi Dong Wook dll.

OOC : Eonseo, JoongYun, Jaehyo n Dohyun.

Pair : Yunjae slight Yoosu, Se7Min.

Rated : T

Warning : YAOI! Typos, gaje, OC, OOC, lil!AU, abal dll.

Summary : 11 tahun sudah U-Know Yunho, leader dari TVXQ menghilang dari dunia entertaiment. Bahkan sampai detik ini, teman-teman maupun keluarganya tidak mengetahui dimana keberadaannya.

a/n : *innocent face* uhuk maap lamaaaa apdetnya, lagi kena writeblock(?) susah ngobatinnya u.u makasih yang msh mau ripiu~ *hug cemua* maacih ya kaka(?)

0o0o0o0o

Mata hari senja begitu indah di pandang mata, kilauan keemasan mampu membuat hati siapa saja terpukau. Di sebuah Balkon seorang pria duduk dengan menumpu dagunya dengan tangan.

Kim Jaejoong mendesah pelan, mata bulatnya menerawang keatas.

-fb-

"Aku benci kau Jung Yunho! kau membuat ku hancur!"

"J-jae.. m-mianhae.. a-aku—"

"Aku apa!? kau brengsek! Aku akan selalu membencimu Jung! Menjijikkan!"

"Jae—"

"Jangan panggil nama ku! Menjauhlah dari ku! aku sangat membenci mu, kau menjijikkan! Kau membuat ku hancur!"

-fb end-

"Oppa.. kau tidak mendengar ku?" Jaejoong tersadar dari lamunannya, sebelah tangannya yang tadi memegang perutnya beralih mengusap pelan pipi sang istri—yang entah kapan berada di dekatnya.

"Mianhe Eonseo-ah.." bibir cherry itu melengkukkan sebuah senyuman kecil kepada yeoja yang beberapa tahun lalu ia nikahi—perempuan yang ia cintai.

"Gwaenchana, memang sedang memikirkan apa?" mata yeoja itu menatap dalam kemata Jaejoong.

"Hanya sedang memikirkan mu." Wajah cantik Eonseo sedikit tersipu, kemudian ia memeluk erat tubuh Jaejoong.

"Saranghae oppa.."

"Nado Eonseo." Dan keduanya pun lebur dalam ciuman lembut.

.

.

.

"Yunho hyung!" sebisa mungkin kaki jenjang itu berlari cepat mengejar seseorang yang sudah lama ia—dan semua orang cari.

"Minku! Kau mau kemana!?"

pria berkulit coklat didepannya melebarkan mata setajam elang itu. Ia sedikit menoleh kebelakang dan menemukan namja tinggi, namja yang dikenalnya.

Dengan cepat ia memakai topi yang tersimpan di dalam sakunya dan menggendong sang anak supaya bisa berlalu dengan cepat dari namja tinggi itu, Changmin.

'Maafkan aku..'

.

.

.

"Hyung! Yunho hyung! Tunggu aku!" mata Changmin bergerak liar mencari wajah kecil, itu pasti Yunho, Leadernya, Jung Yunho.

Grep

Dengan segera Se7en menangkap tangan Changmin dan menariknya kedalam pelukannya.

"Hyung.. tadi aku melihat Yunho hyung—sungguh, aku tidak berbohong.." Se7en tak menjawab, ia hanya mengeratkan pelukan dan mencium puncak kepala Changmin.

_YunJae_

"Appa waeyo? Kenapa berlari?" mata bulat bening itu menatap sang Appa khawatir.

"Aniya." senyuman—palsu— diberikan oleh Yunho, ia sudah berhenti berlari setelah memastikan Changmin tidak bisa mengejarnya.

"Um, ayo beli susu~" tangan Yunho di tarik oleh JoongYun kearah sebuar mini market.

Hup

"Mianhae, appa sedang tak ada uang, minum susunya di tunda dulu ne?" mengecup pelan pipi JoongYun yang sudah ada di pelukannya. Anak berumur 10 tahun itu mengangguk, setelah turun dari gendongan sang appa, ia memeluk lengan berotot itu.

"Ayo pulang~!"

Bintang-bintang menodai kelamnya langit malam dengan sinar terangnya, sang rembulan tersenyum kalem pada makhluk-makhluk malam yang sudah memulai aktivitas mereka.

"Tuhan.." kedua tangan kecil itu tertangkup, kedua mata bulatnya menutup.

"JoongYun yakin Tuhan mendengarkan JoongYun.. JoongYun mohon jangan buat appa sedih, JoongYun tidak mau appa sedih, Appa sudah banyak berkorban demi JoongYun, makanan, susu dan uang sekolah JoongYun appa yang menanggung—"

"—JoongYun tau appa selalu menangis setiap malam memikirkan eomma, JoongYun tidak peduli dimana eomma, tapi JoongYun mohon, buat appa bahagia, jangan biarkan appa sedih dan menangis lagi, Tuhan akan kabulkan do'a JoongYun ne? gomawo.."

Cairan bening meluncur di balik mata Jung Yunho, ia menutup sepelan mungkin pintu kamar anak satu-satunya. Kedua tangannya beralih mengusap wajahnya.

"Mianhae JoongYun.." gumamnya pelan. Kemudian pria bermaarga Jung itu masuk kedalam kamarnya, menututup matanya setelah merebahkan diri di kasur tipis itu.

Semoga kenyataan seindah mimpi yang menjemput keluarga ini.

.

.

.

Pagi telah datang, namun sang mentari tak jua terlihat, ia sekarang bersembunyi dibalik hawan hitam yang akan siap menumpahkan bebannya.

Shim ah maaf, Choi Changmin menatap lurus keluar jendela rumah mertuanya, matanya menatap sedih pada hamparan awan diluar sana. Pikirannya masih melayang pada kejadian kemaren, yang kemaren itu jelas Yunho hyung, leadernya, seseorang yang sudah ia anggap sebagai hyung, seseorang yang pergi seenaknya dan meninggalkan semuanya—keluarga, sahabat, fans dan orang yang ia cintai, Jaejoong.

"Minku.." lengan itu menyelingkupi badan Changmin.

"Hubungi Junsu dan Yoochun, suruh mereka kesini dan kita cari Yunho." kedua Changmin yang sedetik lalu tertutup kini kembali terbuka.

"H-hyung? Kau percaya?" keduanya saling menatap.

"Aku selalu percaya kepadamu Minku." Senyuman sang soloist yang sekarang merangkap menjadi boss dari pemilik beberapa restoran itu mengusap pelan rambut 'istri'nya.

"Saranghae Shichi."

Chup

Setelah mengecup pelan bibir sexy Se7en, ia segera mengambil ponsel dan menghubungai kedua hyungnya.

Kedua mata doe milik Kim Jaejoong terbuka dan mengerjap pelan, ia melirik kearah samping, tidak ada Eonseo, berarti yeoja itu sudah bangun.

Mendudukkan dirinya dan merenggangkan otot sang pria cantik itu menghela nafas, kejadian dimasalalu kini membayang-bayang di kepalanya.

"Shit." Bibir cherry itu mengumpat pelan, ia berdiri dan bergegas untuk mandi lalu bekerja untuk memenuhi hidup keluarganya.

"Jaehyo pulang kapan?" setelah mengecup bibir istrinya, Jaejoong duduk dan menatap sang istri yang sedang menata makanan diatas meja.

"Entahlah, kurasa lusa, ayo makan yeobo~" senyuman termanis diberikan oleh Eonseo kepada suaminya.

Percakapan kecilpun terjadi diantar suami istri itu, percakapan yang tak boleh didengar oleh anak kecil.

.

.

.

Wajah tegas itu kini memancarkan kekhawatiran yang sangat besar, dengan lembut iya menggendong JoongYun yang tengah menggigil, wajah anaknya itu dibasahi peluh dan sangat panas. Dengan tergesa ia keluar dari rumah kecilnya dan bergegas untuk pergi kerumah sakit, tapi—

Langkah kaki Yunho terhenti, ia tidak punya uang, sepersenpun tidak ada di kantongnya sekarang ini, hatinya menyergit sakit dan berjalan kembali ke rumahnya.

Matanya menatap sedih sang anak, kompresan seadanya kini terletak didahi Jung JoongYun.

"Mianhae Joongie, appa tidak bisa membawa mu kerumah sakit.. mianhae.." kini air matanya kembali meleleh seiring dengan tubuh mungil sang anak yang semakin memanas.

Mata setajam musang itu bergerak liar di sekitar rumahnya, ia berharap menemukan uang yang setidaknya membelikan obat untuk putranya yang sedang sakit.

Nihil, tak satupun ia temukan.

Yunho terduduk dilantai, ia bukan orang yang lemah, tapi ini menyangkut JoongYun bagaimana kalau demam sang anak tidak turun? Kedua tangannya mengepal dan kedua matanya menutup, mengharapkan kisah hidup bahagia yang digarisi oleh takdir sang Kuasa.

.

.

.

TBC ._.

Pendek? Emang huahhahahaha maap lama ._.v

Msh mau d lanjut atau ngak? Nyehehehe. ini lanjutan buat yang minta XDD

Ripiu ne~~?

Sign

Hyun :3