Tittle : Blue eyes, Pink Hair-Boy / III
Cast :
Xi Luhan
Oh Sehun
Genre : supranatural, fantasy
Author : E
~ this is YAOI, and as a human, saya tidak luput dari kesalahan
,
.
Preview chapt…
Ingin rasanya Sehun tak mempercayai apa yang di alami dan di lihatnya barusan. Demi apapun, ini di luar akal sehat. Tidak ada mahkluk seperti itu di dunia nyata. Kecuali… kecuali dirinya saat ini berada di dunia lain. dunia lain…
DEG….
'begini Sehun-ah, konon katanya gedung itu ada penghuninya. Maksudku bukan peghuni dalam istilah normal, penghuni…. Iblis atau semacam lucifer mungkin. Aku juga tidak begitu jelas, tapi menurut siswa yang ada di sini seperti itu. sebenarnya aku tidak percaya, tapi aku juga tidak mau ambil resiko dengan masuk ke halaman pembatas itu.'
Tiba-tiba Sehun teringat dengan apa yang pernah di katakan oleh Kyungsoo. Mungkinkah ? mungkinkah ia berada dalam gedung asrama tua itu ? mungkinkah ? lalu… kenapa ia bisa berada di dalam situ ?
"dia sangat sempurna"
Lagi, Sehun teringat ucapan Kyungsoo. Tapi kali ini, bayangan Luhan menyertainya
'matanya sangat indah'
Otaknya memutar semua memori yang telah ia alami. Dan Sehun menyadari semua itu berawal saat ia bertemu Luhan. berbagai kejadian aneh mulai di alaminya. Luhan… Luhan…. Luhan… nama itu selalu terngiang di kepalanya
"jangan sesekali kau melirik atau menginjakkan kaki di pembatas pagar gedung asrama itu"
DEGH…
Mungkinkah ?
#######
.
Ingatannya berputar pada pertemuan pertamanya dengan Luhan di sekitar gedung asrama tua. Luhan selalu menghilang secara tiba-tiba saat orang lain menemuinya. Luhan sempurna di mata Sehun dan Sehun yakin teman-temannya akan berfikiran sama
Luhan tidak pernah mengganti pakaiannya, ia selalu memakai seragam sekolah. Guru tidak memarahinya ? itu mustahil, bagaimanapun memikatnya pesona Luhan. tidak mungkin ia di beri toleransi demikian. Pasti akan banyak yang protes. namun itu tidak terjadi. Luhan selalu terlihat di sekitar gedung tua, mengingat ucapan teman-temannya tidak mungkin tak ada seorangpun yang memperingati Luhan untuk tidak memasuki halaman gedung asrama tua. Dan menyadari Luhan selalu menghilang saat ada orang lain, itu cukup aneh. Mungkinkah Luhan adalah pria yang di ceritakan teman-temannya ?
Bruggghhh…. Brughhhh….
Sehun mendengar sesuatu di luar sana dengan sangat jelas. Suara raungan hilang dan berganti suara aneh entah apa itu. was-was Sehun menatap pintu berharap tak akan terbuka karna Sehun merasakan sesuatu yang buruk akan hal ini
'jangan pernah keluar dari sini'
'kau… kau bisa mati'
Tiba-tiba ia teringat kata-kata Luhan sebelumnya
Sekarang ia percaya, apa yang ia alami bukanlah sebuah imajinasi atau fiction belaka. Ini nyata, mahkluk-mahkluk menyeramkan itu benar-benar ada di luar sana. Luhan mengetahui apa yang akan terjadi dan coba melarang Sehun, memberi tau yang akan terjadi jika Sehun keluar.
Namun, Sehun tak percaya dan berpikir senormal mungkin bahwa Luhan hanya tidak ingin di tinggalkannya. Sehun benar-benar menyesal tidak mendengar Luhan. lebih jauhnya ia menyesal tak mendengar ucapan teman-temannya untuk menjauhi gedung asrama tua. Ia yakin, Luhan mendatanginya karna kertas esay itu. hanya karna sebuah kertas dan dia akan berakhir seperti ini ? menyedihkan
DWAGHH…. DWAGHH…
Suara itu terdengar lagi disertai sedikit goncangan dari tanah. Membuat Sehun berdiri dan lari ke pojok ruangan. Pintu terlihat mulai terbuka. Jantung Sehun berpacu lebih cepat. Ia sangat cemas, takut, panik semua bercampur. Sehun terus menatap pintu dan memeluk kedua lututnya. Ia terus berdoa agar pintunya tak terbuka. Sayangnya Tuhan tak mendengar doa Sehun
BRAAAKK… BRUUUGGGHHH…..
Sehun membulatkan matanya. Pintu itu terlempar jauh ke ujung ruangan. serpihan kayu dari pintu dan barang-barang yang di pakai Sehun menghalangi pintu sedikit mengenainya. Nmun bukan itu yang membuatnya membulatkan mata hingga terlihat ingin keluar
Malainkan mahkluk apa yang ada di sana. Mahkluk raksasa yang membara. Sehun berpikiran kalau itu adalah bara api berjalan. mahkluk itu memasuki ruangan dengan merusak dinding di sekitarnya. Sehun tak berkutikk sama sekali, menganga dengan mata melebar sempurna. sehun tak bisa menelan liurnya. Mahkluk itu mulai melihat sekelilingnya dan menemukan Sehun dengan ketercengangannya
Sehun gemetar saat mahkluk itu mendekat kearahnya. Ia tidak berpikir akan mendapati ajal saat itu juga. Sehun merasakan sekelilingnya mulai panas efek adanya bara api berjalan itu. sebuah raungan menggema saat mahkluk itu berada di depan Sehun. Bara itu mengarahkan tangannya pada Sehun. pemuda tampan itu penutup matanya siap menerima sentuhan panas dari bara api namun bukan itu yang di rasakannya
Melainkan sesuatu yang tajam mengenai lehernya. Seorang wanita menggenggam sebuah kapak berada di depan tubuh Sehun dengan tawa mengerikan. Sehun tak memiliki kepala lagi saat kapak wanita itu mengenai leher Sehun. darah segar bercucuran layaknya mata air dari leher Sehun, memberi sentuhan warna baru di lantai sekitar Sehun
Bara api yang melihat itu meraung sekuat-kuatnya. Si bara api memukul wanita berkapak hingga terlempar jauh dan tawanya berhenti. bara api tak puas, ia menghampiri si wanita yang masih hendak berdiri. Namun, belum sempat ia berdiri sudah di injak si bara api hingga remuk terbakar menjadi debu. Teriakan histeris dari wanita itu menggema sebelum ia lenyap. Bara api kembali meraung dan merusakkan dinding sebelum pergi meninggalkan Sehun yang tak bernyawa dengan badan dan kepala terpisah
Sesaat kemudian, tempat itu menjadi hening. Hanya ada hembusan angin yang tidak begitu terasa di sekitar
Tap…. Tap…. Tap…..
Terdengar Suara langkah kaki yang perlahan mendekati tempat Sehun. mendekati Sehun yang tak bernyawa. Langkah kaki milik Luhan. ia mendekati kepala Sehun yang terpisah dari tubuhnya
"aku sudah mengatakannya. Tapi kau tak mau dengar.."
Luhan menatap kepala Sehun dengan tatapan sendu. detik kemudian ia tersenyum sangat manis dan berjongkok di hadapan kepala Sehun lalu meraih kepala itu. ia memandangi wajah Sehun dengan senyum merekah. lalu mengecup singkat bibir Sehun dan mata Sehun yang tertutup. Luhan tidak perduli dengan darah yang bercucuran dari leher Sehun terus menegnai seragam biasa ia gunakan
Luhan bangkit dan mendekati tubuh Sehun. Ia memeluk kepala Sehun dengan tangan kirinya dan mengenggam jemari Sehun dengan tangan kanannya. detik kemudian hanya ada hembusan angin tanpa Luhan dan Sehun di ruangan itu
#####
"Luhan… benar-benar sebuah kehormatan, Pangeran merah jambu mengunjungi tempat nistaku ini." Seru seorang pria berambut blonde, berparas tampan dan alis angrybird—Kris. Ia menatap Luhan di hadapannya, berdecak kagum, bertepuk tangan dan tertawa. Luhan hanya menatap datar Kris, namun terkesan polos, hal itu membuat Kris berhenti tertawa dan berubah mimik wajah serius
"jadi…?" kris berseru
" Aku terima tawaranmu." Kris tersenyum puas atas perkataan Luhan
"Tapi.." seruan Luhan membuat Kris kembali serius "dengan syarat" kris mengerti apa yang di maksud oleh Luhan. ia kembali tersenyum. senyum kemenangan
###
Sehun terbaring di atas sebuah batu yang pas dengan panjang dan lebar tubuhnya. Kepalanya berada di atas leher, tapi masih terpisah dengan tubuhnya. Tak ada siapapun di tempat itu. sehun sendirian, di selingi kegelapan. tak ada apapun yang bisa di lihat
Beberapa saat kemudian, kepala Sehun bergerak dengan sendirinya. Menempel di leher Sehun yang terus mengeluarkan darah. sedikit demi sedikit kepala dan leher itu saling mengaitkan urat, daging dan kulit. Membentuk kepala dan leher itu seperti semula. Terus seperti itu hingga leher dan kepala itu menyatu sepenuhnya. Seolah tak pernah terpisah dan berdarah
Tubuh Sehun terlihat sedikit melakukan pergerakan seperti… bernafas. dadanya naik turun dengan teratur. Perlahan, kelopak mata Sehun terbuka hingga terbuka sepenuhnya. Sehun mengerjap beberapa kali dan bangkit dari pembaringannya
Ia melihat kelilingnya sedikit menggerakkan lehernya. Lalu ia turun dari pembaringan dan berjalan entah kemana tak terlihat di telan gelap
.
.
Di sebuah tempat, Luhan tengah duduk manis di atas ranjangnya. Ia terus memperhatikan pintu kamarnya. Kepalanya terus miring ke arah kiri dan kanan secara bergantian. Matanya yang indah terus menatap lekat pintu kamar dan sedikit mengerjap dengan imutnya
Cklek…
Detik kemudian pintu terbuka. Luhan menegakkan tubuhnya dan senyum lebar terpatri di wajahnya melihat apa yang tersaji di ambang pintu. Seorang pria berparas tampan dengan kulit white milknya
"Sehun…"
END
####-Epilog….
Kai berjalan beriringan denga Kyungsoo menuju gedung admunistrasi sekolah. Mereka lewat jalan pintas yang lebih cepat di belakang asrama. Melewati gedung asrama tua
Bukhhh… ….Tap …..
"aishh…" tiba-tiba Kai tersandung namun tidak sampai jatuh
"keu kenapa ?" tanya Kyungsoo yang melihat Kai. bukan menjawab, kai hanya melihat kebawah lalu menatap Kyungsoo
"kau duluan saja, hyung. Aku akan menyusul setelah mengikat tali sepatu." Kai berucap sambil menunjuk sepatunya yang talinya lepas. Kyungsoo melihat arah telunjuk kai dan mengangguk
"baiklah, cepat yah" ujar Kyungsoo seraya meninggalkan Kai yang sudah berjonkok mengikat tali sepatunya yang lepas. Selesai mengikat tali sepatu Kai berdiri
"ahh… sudahkan" seru Kai tersenyum melihat sepatunya sendiri. Kaipun mengangkat wajahnya guna melihat sekitarnya. Ia sedikit tersentak menyadari keberadaanya saat ini. ia tepat berada di sekitar gedung asrama tua. Tepatnya di depan pagar pembatas. Kai bergidik ngeri hendak berlari meninggalkan tempat itu
Namun, itu hanya niatnya sebelum matanya menangkap sesuatu yang janggal di dalam pagar pembatas. Kai mengurungkan niatnya dan melihat apa yang ada di dalam sana. Kai sedikit memicingkan mata agar penglihatanya sedikit lebih jelas. Seketika matanya membulat sadar apa yang di lihatnya
"SEHUN….. SEHUN-AH…..SEHUN-AH…." Teriak Kai mendekati pagar pembatas. Sehun yang merasa terpanggil mengalihkan pandangannya pada sumber suara. Ia melihat Kai di sana dan tersenyum pada Kai. kai yang melihat itu sedikit heran
"Sehun-ah. Dari mana saja kau selama ini ?. Cepat keluar dari situ. Kenapa kau bisa masuk ke situ ?, kau bisa dalam bahaya, Sehun-ah…. Oii, cepat keluar dari situ." Kai terus berujar panik sambil melihat sekitar mereka
"tidak apa Kai. aku bersama Lulu di sini." Ucap Sehun dari kejauhan
"Sehun-ah, apa yang kau katakan ?. cepat kemari. Cepat Sehun-ah… aku sudah merinding.."
"Sehun…" terdengar seorang memanggil Sehun dari dalam gedung. tiba-tiba pintu gedung terbuka menampakkan seorang pria berparas cantik, rambut pink dan mata biru bak kristal diamon itu terlihat jelas dari tempat Kai
kai sempat terpesona dengan pria itu. namun tak berlangsung lama saat suara Sehun menyadarkannya
"aku akan mengunjungimu. Tunggulah." Ucap Sehun pada Kai dan menghampiri Luhan yang berdiri di ambang pintu lalu meraih tangan Luhan dan mereka masuk ke dalam gedung bersama
Kai semakin tercengang melihat kejadian barusan. Ia segera menjauhkan diri dari pagar pembatas saat pintu gedung tertutup seiring kepergian Luhan dan Sehun. Kai menggelengkan kepalanya makin merinding. Cepat ia berlari meninggalkan tempat itu
"KYUNGSOO HYUNG…. KYUNGSOO HYUNG….. BAEKYEOL HYUNG….. KALIAN HARUS MENDENGAR CERITAKU….." teriak Kai sambil berlari memasuki halaman sekolah
.
# –LUHAN-side
"pangeran merah jambu, kau sedang apa ?" Luhan tersentak mendengar seruan dari belakang yang tiba-tiba. Luhan memutar tubuhnya dan mengelus dada sambil mengerucutkan bibirnya lucu, tanda ia kesal dengan orang yang membuatnya terkejut
"ehehe… kau terkejut, ya ? mianhae~" ucap orang itu mengelus rambut pink Luhan. Orang itu melihat apa yang sedang di lihat Luhan sebelumnya. ia mengerutkan keningnya karna Luhan mengamati kegiatan anak-anak sekolah di lapangan
"kenapa pangeran suka sekali mengamati mereka ?." tanya orang itu. luhan mengatapnya dan mengerjap lucu. detik kemudian mimik wajahnya cemberut
"Lay, jangan bilang eomma merah jambu ne~" bujuk Luhan dengan wajah memelas
"tidak akan. Asal pangeran mau ikut bersamaku." Bujuk Lay. Luhan tersenyum cerah dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Lay tersenyum mengacak rambut pink Luhan dan merangkul bahu pemuda bersurai pink itu. detik kemudian mereka tak terlihat lagi di tempat itu
.
.
"eomma~"
"ne chagi ?"
"bisakah Luhan bersekolah ?"
Eomma manatap Luhan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu, chagi ?" Luhan mengerucutkan bibirnya. Ia yakin, eomma pasti tidak akan mengizinkannya. Eomma yang melihat anaknya cemberut mengelus lembut surai pink Luhan dan tersenyum.
"wae ?. apa kau kesepian di sini ?. bukankah ada Lay yang selalu bermain denganmu ?" Luhan tidak menjawab. Ia menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kiri dan kanan, bibirnya masih mengerucut dan tangannya memilin ujung bajunya. Persis seperti anak kecil
Eomma mengehela nafas. Eomma memang tidak bisa menolak keinginan pangeran semata wayangnya itu. lalu, bagaimana dengan keinginan Luhan yang ini ? tentu saja eomma tidak bisa menolaknya
"tapi, chagiya…. Bagaimana jika manusia- manusia itu tau kau seorang pangeran istana merah jambu ?. bagaimana nasib istana kelak jika kau pergi ?. bagaimana jika raja iblis mendatangi istana merah jambu ?. eomma dan appa pastilah tak mampu melawannya"
"hehe~ tenanglah eomma. Aku selalu mengawasi istana dari atas sana."
.
.
"hari ini kita kedatangan murid baru. Nah silahkan perkenalkan dirimu." Luhan menatp gurunya tidak mengerti. Ia hanya mengerjapkan mata dengan tampang polos. Sementara murid-murid di kelas itu terkagum-kagum melihat Luhan. mereka tak berkedip, mulut menganga bahkan ada yang tanpa sadar mengeluarkan air liurnya
Sang guru yang sedari tadi menanti Luhan bicara akhirnya menatap Luhan karna muridnya itu tak kunjung bicara. Ekspresinya sama seperti murid-murid di kelas itu. namun, si guru langsung tersadar dan menggelengkan kepala
"baiklah, Luhan-sii. Silahkan duduk di sana." Seongsanim menunjuk kursi kososng yang ada di tengah kelas. Luhan tersenyum dan entah kenapa hal itu membuat murid-murid kelas meleguh. Luhan berjalan ke bangkunya yang diikuti tatapan mata para siswa
Bahkan rasanya seongsanim tak ingin melanjutkan pelajaran selain menatap Luhan. namun, sekali lagi seongsanim tersadar dan segera menggeleng. Ia terus menjelaskan meski murid-muridnya tak memperhatikan
.
.
"Luhan. eumm.. ma-maukah kau jadi namjachiguku ?" Luhan menatap bunga pemberian seorang siswa yang baru saja mengutarakan keinginannya. Orang-orang di sekitar melihat kejadian itu tak pernah lepas dari sosok Luhan
Luhan menatap pemuda itu dan berkedip beberapa kali. Si pemuda menggigit bibir bawahnya cemas. Luhan tidak tau apa yang di katakan pemuda itu. ia tak mengerti apa itu namjachigu. Diapun mengangguk-anggukan kepalanya sambil menerima bunga yang di berikan si pemuda untuknya. Si pemuda tidak percaya, begitupun orang-orang yang menyaksikan kejadian itu. sampai tiba-tiba si pemuda pingsan dengan hidung mengeluarkan darah saking tak percayanya.
Luhan menatap si pemuda yang terkapar di lantai dengan wajah bingung. Luhan tak melakukan apapun, lalu… kenapa dengan pemuda itu ?, kenapa dia pingsan ?. orang-orang yang melihat itu langsung menghampiri si pemuda dan mengangkatnya ke ruang kesehatan
.
"Luhan…, aku punya coklat untukmu. Maukah kau jadi namjachiguku ?." Luhan mengangguk menerima coklat pemberian pemuda 1
.
"sejak awal aku melihatmu. Aku sudah terjerat pesonamu. kau begitu indah, dan wajahmu bagai canduku. Kau adalah nafasku, maukah kau menjadi namjachiguku ?" pemuda yang berlutut itu mengulurkan tangannya. Luhan mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan si pemuda.
.
"..Luhan. aku tidak perlu pernyataan. Sekarang kau adalah namjachiguku." Ucap seorang pemuda merangkul bahu Luhan
Dan begitulah setiap hari. Luhan selalu menerima hadiah, pernyataan dan decak kagum dari siapapun yang melihatnya. luhan menerima semua orang yang ingin menjadi namjachigunya. Ia tak mengerti dengan arti namjachigu. Ia hanya menyukai mereka-yang sebagai namjachigunya- memperlakukannya. Orang-orang yang menjadi namjachigunyapun terima dengan Luhan yang menerima semua pernyataan suka/cinta setiap orang padanya. Mereka tak bisa protes pada Luhan. mereka tak pernah bisa melakukannya. Jadi, mereka hanya bersaing siapa yang benar-benar akan memiliki Luhan dengan cara mereka sendiri. luhan begitu polos, dan semua orang tau itu
Luhan telah menarik perhatian banyak orang. Ia selalu membuat sensasi tanpa melakukan apapun. Hanya bergerak seperti biasanya dan orang akan terkagum-kagum.
Saat memutuskan Luhan di tempatkan asrama yang mana. Luhan ingin memilih sendiri. guru dan kepala asrama tentu saja tak bisa menolak. Luhanpun memilih asrama D. dan untuk roomate. Ia tak memilikinya karna semua orang berebut ingin jadi roomatenya. Jadi, kepala asrama memutuskan Luhan tidur sendiri
Kenapa dia memilih asrama D ?. asrama itu berada tepat di atas istana merah jambu. Luhan tau jalan ke sana. Dia hanya perlu menuruni tangga dan masuk tempat penyimpanan. Di balik dinding hanya perlu menyentuhnya dan jalan akan terbuka dengan sendirinya. Tapi, ia jarang menggunakan cara serepot itu. ia lebih memilih menjentikan jari dan ia akan berada di dalam istana merah jambu
.
.
Luhan tak tau bagaimana bisa di dalam asrama ada mahkluk dari neraka. Ia yakin, mahkluk-mahkluk itu tak tau jalan menuju dunia atas. Dan Luhan yakin, istana merah jambu baik-baik saja. orang-orang berlarian keluar asrama saat melihat mahkluk itu. tapi tidak dengan Luhan, ia berdiam diri dan menatap mahkluk itu polos. Beberapa orang berusaha mengajaknya pergi. Namun, ia hanya tersenyum membuat orang-orang itu lupa akan tujuan mereka melarikan diri. Alhasil, mereka menjadi korban si mahkluk
Luhan menghampiri si mahkluk lalu memukulnya sekali dan mahkluk itu lenyap. Semua yang masih berada di sana menyaksikan itu tercengang. Luhan menatap mereka dan tersenyum
"sudah lenyap." Ucapnya masih tersenyum. Orang-orang itu tak berkedip.
Malam itu. di luar asrama Luhan menghapiri orang-orang yang masih tercengang. Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti oleh seorang yang berteriak
"..BERHENTI.." ucap orang itu. ia maju ke dapan . ia tak menatap Luhan melainkan langit yang gelap
"jangan mendekat ke arah kami.." semua orang menatapnya. Begitupun Luhan yang memiringkan kepalanya tak mengerti
"katakan. Siapa kau sebenarnya ?. bagaimana bisa kau mengalahkan mahkluk itu ?. dan Kalian, tak sadarkah wajah Luhan tadi tampak mengerikan saat melawan mahkluk itu ?. sekarangpun, begitu… perhatikanlah.." semua orang melihat Luhan. dan entah mengapa kecantikan Luhan terlihat mengerikan saat ini. mereka mundur tak berani mendekat
"kenapa ?. Luhan kenapa ?." tanya Luhan mendekat ke arah mereka. Namun, orang-orang itu berusaha menjauh dan berkata agar Luhan pergi. Luhanpun pergi memasuki Luhan orang-orang itu mungkin ingin cepat tidur karena ini sudah malam. Karna biasanya, orang-orang itu akan menyuruhnya pergi tidur saat sudah gelap
.
.
Luhan tidak tau kenapa ia di kunci dalam kamarnya. Ia dapat mendengar suara di balik pintu. Semua orang berlalu lalang membicarakan dirinya. Kadang Luhan juga mendengar teriakan dan amukan dari para siswa di depan pintu. Mereka berkata ingin mengusirnya. Namun, kepala sekolah tak berani melakukannya. Bahkan, semua orang tak berani menatapnya. Luhan tak tau mengapa
tanpa sepengetahuan Luhan. pemuda yang menyuruhnya tidak mendekat malam itu telah menyebarkan berita bahwa Luhan adalah jelmaan iblis. Ia membuat lenyap mahkluk yang entah apa dan wajahnya terlalu indah. Tidak ada manusia seindah Luhan yang mampu menghipnotis semua mata memandangnya. Luhan terlalu polos. Tidak ada orang sepolos itu. luhan di kunci tanpa di beri makan. Tapi, dia tak merasa lapar sedikitpun. Dan baru di sadari mereka Luhan tak pernah makan saat jam istirahat selama ini. luhan benar-benar aneh
.
.
Luhan tak tau bagaimana bisa pangera kegelapan berada di hadapannya. Di depan pintu kamar asrama dengan seringaian merekah. Dan Luhan tak mendengar ada kehidupan di dalam asramanya. Begitupun di luar asrama. Luhan tak melihat lagi para pelajar berjalan melewati gedung asrama. Dan itu sejak saat ini, saat kunjungan pangeran kegelapan
Jika pangeran kegelapan berada di sini. Berarti istana merah jambu tidak dalam keadaan baik-baik saja
"aku memberimu penawaran.." seru pangeran kegelapan—Kris
Luhan terlambat. Ia terlalu menikmati keadaannya hingga lupa dengan kehidupan di bawah gedung asrama. Luhan tak menepati janjinya pada eomma. Luhan membiarkan istana merah jambu dan kehidupannya di kuasai Kris. luhan terlambat. Saat ini pasti eommanya dan Lay telah lenyap di kegelapan. Dan Luhan tau. Kris telah melakukan sesuatu di sekolah ini
"..jaminannya ?."
"..apapun yang kau mau.."
"..Luhan tidak punya.."
"aku akan menunggu sampai kau sendiri mendatangiku." Kris berucap melangkah pergi
Luhan tau. istana merah jambu masih di sinari cahaya yang sangat terang. Meskipun kris telah menguasainya. Hanya sebagian yang berdekatan dengan ruang penyimpanan asrama yang tak di sinari. Dan cahaya istana merah jambu mengganggu Kris. belum lagi, hanya Luhan yang dapat melenyapkan cahaya itu karna dialah yang membuatnya. Kris ingin istana merah jambu jadi istana kegelapan. Ia sudah lama menginginkannya. Namun, cahaya di istana sangat mengganggu. Luhan sendiri, ia tak akan pernah membiarkan Kris menaungi istana merah jambu dengan kegelapan
Yang membuat istana merah jambu bersinar adalah kristal biru yang berada di jantung Luhan. kristal itulah juga yang membuat Luhan berbeda dari semua penghuni istana merah jambu. Kristal yang di wasiatkan oleh seorang malaikat dan iblis yang saling jatuh cinta ketika Luhan masih dalam kandungan. jika kristal biru berada di jantung. Maka istana akan di sinari cahaya, kebahagiaan layaknya surga tempat si malaikat. Tapi, jika kristal berpindah ke hati. Maka istana akan di kuasai kegelapan, kesuraman layaknya neraka tempat si iblis
"eomma… mianhae." Lirih Luhan. ia bersedih namun tak menangis. Ia tak bisa menangis, ia tak bisa meluapkan kesedihannya dalam bentuk air mata. ia akan tetap melindungi istana merah jambu seperti janjinya pada eomma. Ia tak akan membiarkan kegelapan menguasai istana merah jambu. Hanya dengan cara itu ia menepati janjinya pada eomma
.
.
Setelah ratusan tahun Luhan berdiam dalam kamar merah jambunya. Ia melihat lagi kehidupan di luar sana. Sekolah yang sempat di tutup itu kembali di huni banyak pelajar. Yah… sekolah itu sempat di tutup karna kematian masal yang entah apa penyebabnya tidak di ketahui. Banyak yang menyuarakan protes akan hal itu. namun, mereka tak bisa berbuat apapun. Hanya bisa meraung, menangis, berteriak melihat anak, saudara mereka. Kris memang kejam. Ia pantas menduduki tahta di neraka. Tapi, kenapa ia lebih menginginkan istana merah jambu ?. namun, sepertinya Kris tidak menginginkan sepenuhnya. Tapi, seorang yang menginginkan istana itu. seorang yang Luhan tau sudah bersama Kris sejak lama. Seorang yang di juluki panda
Bangunan sekolah di bentuk kembali. Dan gedung asrama Luhan di kelilingi besi. Mereka juga membuat tanda larangan untuk memasuki wilayah itu. luhan tak menyukai tanda larangannya. Ia mencopot dan membuangnya.
Bertahun-tahun Luhan mengamati para pelajar yang berlalu lalang di depan asramanya. Mereka tak berani melirik, menatap, apa lagi memasuki asrama itu. Luhan tak tau kenapa. Luhan mengeluarkan tanda larangan itu karna ia ingin seorang teman di dalam asramanya. Tapi, kenapa tak seorangpun yang tidur di sana ?. apa karna mahkluk-mahkluk peliharaan Kris makannya mereka tak mau tidur di sana ?. bukankah Luhan akan melindungi mereka ?. kenapa harus mempermasalahkan mahkluk-mahkluk itu ?. atau karna Luhan aneh seperti yang di katakan pemuda ratusan tahun yang lalu sehingga semua orang mengucilkannya ?. luhan tak mau di bilang aneh. Ia tak mau di kucili. Ia akan menunggu seorang teman mendatangi asramanya.
Tahun tahun terus berlalu. Luhan mulai bosan hanya mengamati. Akhirnya ia memutuskan untuk menampakkan dirinya pada beberapa orang yang melewati asrama. Namun, tak seorangpun ingin melihat ke dalam halaman asrama. Luhan butuh seorang teman. Ia tak ingin sendiri. ia tak ingin berteman dengan mahkluk peliharaan Kris karna mereka membuatnya kehilangan teman-temannya dulu. Hingga suatu ketika Luhan melihat seorang pemuda melihat ke dalam gedung asrama. Ia adalah pemuda pertama yang mau melihat gedung asrama Luhan setelah sekian lama. Namun, itu tak berlangsung lama saat pemuda lainnya yang terlihat mungil menarik pemuda itu pergi
Kedua kali. Luhan melihat pemuda itu menabrakkan diri ke pagar pembatas asramanya. Lalu memasukan tangannya ke dalam halaman gedung asrama. Luhan yakin, dialah orang yang akan menjadi teman Luhan. dan pemuda itu adalah—Sehun
END
A/N : ahhh… selesai juga…. Gimana ? geje yah ? wkk… maklumilah author amatir kok. Sekali lagi maaf atas typo yang berlebihan. Dan prolog Luhannya. Author gak punya minat buat ngejelasin asal usul Luhan, jadi maaf jika mengecewakan. yang pasti dia abadi karna Kristal biru itu. author juga lagi mikir ujian masuk universutas jadi gak terlalu fokus ke cerita. maaf
Awalnya Ell pengen bikin Luhannya itu boneka hidup yang di pajang di museum. Cuma… Ell takut kalau ngingat boneka. Bukan itu, Cuma ngebayangin aja. Boneka keramat milik Ell tiba-tiba hidup…. Ahh…. Udah gak usah bicarain itu. boneka Ell benar-benar seram loh.. mirip chuky, tapi… gak tau kenapa Ell gak bisa tidur kalau gak ada dia. Eh..? udahlah, jadi curhatkan ?
Mian.. Ell tau banyak yang salah dari segi yang banyak. Sekali lagi…. Di maklumi Readers.. Ell bikin ini sampe cari boneka terseram dan keramat di google . karna awalnya bukan cerita tentang sekolah melainkan museum dengan boneka hidup—Luhan. ell nyarinya yang gak ada gambar, tapi semuanya punya gambar jadi gak berani liatnya. Jadinya Ell ganti deh jalan ceritanya. Abis… Ell gak tau nama boneka apa aja. Kan gak mungkin boneka chuky secantik Luhan hyung !
Sebenarnya bisa aja Ell ganti pake nama boneka karangan. Tapi… kan… udahlah, udah jadi kayak gini juga kkk~ . Maaf jika mengecewakan, Ell lagi banyak pikiran. Dan Ell selalu ngefresh otak dengan bikin FF. jadi, pikiran-pikiran yang ganggu nyangkutnya ke FF
Ell mau ngucapin terima kasih buat readers yang udah bersedia mampir, apa lagi baca FF geje ini kkk~ dan beribu-ribu terima kasih yang udah ngasih kritik dan sarannya. Readers memang top the best kkk~.
Ell pamit…
