Disclaimer: Masashi Kishimoto
Genre: Romance/Comedy
Rating: T
Pairing: SasuSaku, SasuNaru (hanya sebagai hiburan.), NaruHina
Warning: AU, Non Uchiha Massacre, OOC tingkat tinggi, Comedy garing, sedikit adegan Shonen Ai SasuNaru, jalan cerita yang tidak jelas, kesialan bertubi-tubi yang menimpa Sasuke
Wonderful Life
Story by: Akina Takahashi
Chapter 3: Help Me!
Konoha Daigaku, 11.00 am
"Sasukeeeeee!" Naruto berteriak dengan semangat, nyaris membuat sang Uchiha kehilangan kemampuan pendengarannya.
"Berisik." Sasuke menutup telinganya dengan kedua tangannya. Berusaha menghalangi gelombang suara Naruto agar tidak memecahkan gendang telinganya. Entahlah, bahkan dirinya sendiri pun bingung kenapa ia masih saja berteman dengan orang yang bisa membuatnya gila ini. Tentu saja kejadian kemarin benar-benar membuatnya kesal, namun entah kenapa ia sudah hampir melupakan kekesalannya itu. Hampir saja melupakan tekadnya untuk balas dendam pada Naruto.
"Buku kedokteranmu yang kemarin kupinjam, rusak terkena air liur Akamaru." Naruto bicara dengan entengnya. "Ahahahaha" Ia tertawa garing ketika melihat sahabatnya itu sudah menyerangnya dengan death glare. "Gomen, gomen."
"Cih." Sasuke mendengus kesal. Buku kedokteran yang sudah dijaganya dengan susah payah harus rusak terkena liur anjing?
Tidak.
Tidak.
Ini namanya pelecehan hak asasi Uchiha.
Gawat, dendam yang hampir saja dilupakannya kembali muncul.
Naruto, hati-hatilah. Uchiha Sasuke sedang memikirkan cara balas dendam yang bagus untukmu.
"Sasuke! Ayo temani aku ke perpustakaan." Naruto sama sekali tidak menyadari evil smirk yang terpampang di bibir tipis nan sexy milik sahabatnya, Uchiha Sasuke.
...
...
...
Sasuke mengambil beberapa buku yang ada di rak bagian atas. Matanya mengawasi seorang gadis berambut indigo yang sejak tadi diam-diam memandangi sahabat karibnya, Naruto. Gadis itu sesekali sibuk membolak-balik halaman buku yang dibacanya, berusaha agar tidak terlihat mencurigakan. Ia duduk di kursi yang jaraknya kira-kira 5 meter dari rak buku yang ada di hadapan mereka.
Senyum tipis terukir di wajah Sasuke.
Lihat saja nanti, Naruto...
Akan kubalas kau.
"Ne, ne Sasuke." Naruto menarik Sasuke kearahnya kemudian berbisik di telinganya. "Hinata-chan benar-benar manis ya." Naruto menatap gadis berambut indigo yang memperhatikannya tadi. Sementara sang gadis segera mengalihkan pandangannya, berpura-pura sibuk dengan buku-buku yang ada di hadapannya.
"Hn..." Sasuke berbalik menarik pinggang Naruto. "Tapi aku lebih suka kau." Suara sexynya terngiang di telinga Naruto.
BRUKK
Buku yang dipegang Hinata jatuh ke meja. Mata lavendernya membulat menyaksikan adegan yaoi yang ada di hadapannya saat ini.
"Sa... Sasuke." Naruto pucat pasi. Suaranya gemetar. Ia berusaha menyingkirkan tangan Sasuke tapi ditepis dengan sempurna oleh pemuda berambut raven itu. "Kau kenapa?" mata cerulean Naruto terlihat panik, sesekali ia melihat ke arah Hinata. Sementara Hinata hanya membatu. Mulutnya sedikit terbuka, ia masih tidak percaya pada apa yang dilihatnya.
"Hn... aku tidak apa-apa." Kali ini senyum licik kembali terpampang di bibir merah Sasuke ketika mata onyxnya melihat Hinata yang masih shock.
Rasakan kau dobe!
Kali ini tangannya bergerak keatas. Perlahan memainkan rambut blonde Naruto dengan jarinya."Aku hanya berpikir..." tangan kanannya turun membelai pipi kiri Naruto. "Ternyata kalau dilihat-lihat kau ini manis juga." Naruto hanya bisa melongo diperlakukan seperti itu.
"Aku jadi ingin menciummu." Kata-kata itu sukses keluar dari mulut sang Uchiha.
Dan efeknya...
Luar biasa.
Naruto hampir pingsan. Sementara Hinata... pingsan beneran.
BRUAAAKKK
Hinata benar-benar kehilangan kesadaran. Ia terjatuh dari kursinya.
"HINATA-CHAN!"
Misi berhasil.
Kali ini Uchiha Sasuke berhasil membalaskan dendamnya.
Huahahahahaha. (sound effect: tawa dramatis ala penjahat )
.
.
Wonderful Life
.
.
Mata cerulean Naruto sesekali mengamati Sasuke yang ada di sebelahnya. "Saat ini Sasuke pasti merasa puas karena berhasil membalaskan dendamnya dengan sukses." Pikirnya.
Awas kau Sasuke!
Akan kubalas kau nanti!
Lihat saja.
"Hei teme! Kenapa kau terlihat tidak bersemangat?" Naruto menepuk bahu Sasuke yang sedang membenamkan wajahnya di buku Campbell yang tebalnya menyerupai batako. "Kau pasti ingin jadi maid lagi ya? Hihihihi" cengiran jahil Naruto mengembang, senyum sinis kali ini berganti mengembang di bibir Naruto. Suaranya yang cukup besar membuat mahasiswa lain yang berada di sekitar mereka dapat mendengarnya.
Oh astaga, sejak kapan fic ini menjadi ajang balas dendam mereka? Sebenarnya bagaimana sih jalan pikiran author fic ini?
"Kau dengar tidak?"
"Tadi katanya, Si Uchiha itu jadi maid."
"Hah? Yang benar?"
"Kyaa! Aku mau lihat dia mengenakan baju maid!"
"Bukan, bukan. Dia itu lebih bagus kalau mengenakan baju bunny girl!"
"Kyaaa! Sasuke-sama pasti cantik!"
Telinga Sasuke panas mendengar bisik-bisik tidak mengenakkan itu. Ia menatap Naruto marah. "Ups" Naruto menutup mulutnya dengan menggunakan tangan ketika mendapatkan death glare dari Sasuke. Sasuke bangkit dari duduknya kemudian berkata "Kalian salah dengar. Aku bilang aku ingin seorang maid untuk membantuku membereskan rumah." Ia berusaha mengarang alasan.
"Oh…" Seisi kelas kompak ber'oh' ria.
"Kalau begitu aku saja yang jadi maid!" salah seorang fans Sasuke menawarkan diri.
"Aku!" yang lain pun tak mau kalah.
"Aku!"
"Saya!"
"Gue!"
"Aing!"
Sebelum suasana menjadi tak terkendali, Sasuke mendeath glare gadis-gadis gila itu. Mengakibatkan mereka membatu sesaat. "Tidak perlu." Ujarnya dingin.
"Hn…" Sasuke melangkah melewati mereka, ia berjalan keluar ruangan meninggalkan fangirlsnya dalam keadaan bingung. Sementara Naruto mengikutinya di belakang. Si blonde itu sedang merencanakan sesuatu untuk membalas perbuatan Sasuke di perpustakaan kemarin. Perbuatan yang menyebabkan Hinata-chan tersayangnya pingsan secara mengenaskan.
"Hahaha tidak kusangka kau pintar menghindar." Naruto menepuk punggung Sasuke dengan keras mengakibatkan si prodigy Uchiha itu hampir jatuh tersungkur. Benar-benar sial nasib Uchiha yang satu ini. Ia tidak tahu Naruto sedang memikirkan hal yang buruk baginya.
"Brengsek!" umpat Sasuke sembari mendeath glare Naruto. Namun, hal itu sama sekali tidak berefek pada Naruto. Yah wajar saja, Naruto sudah terbiasa dideath glare oleh Sasuke. Ia kan hampir setiap hari menerima hadiah tanda kasih sayang berupa death glare dari Sasuke.
"Ahahahaha tidak usah memujiku seperti itu Sasuke…" Naruto berkata malu-malu.
"Ha?" Sasuke tidak habis pikir bagaimana umpatannya itu bisa terdengar sebagai pujian di telinga Naruto. Ia mengernyitkan dahinya agak khawatir juga, jangan-jangan Naruto jadi gila karena tendangannya saat mereka berada di apartemen Sakura. Ia mempercepat jalannya menyusuri koridor kampus.
"Sasuke tunggu aku!" Naruto berusaha mengejar Sasuke.
BRUKKK
Naruto menabrak Sasuke yang berhenti tiba-tiba. "Ite… Sasuke! Aku memang bilang tunggu. Tapi kau kan tidak perlu berhenti tiba-tiba." Protes Naruto. Ia memegangi kepalanya yang sakit karena menabrak punggung Sasuke yang sedikit lebih tinggi darinya tadi.
Sasuke tidak menjawab. Ia hanya berbalik, memutar arah jalannya kemudian berjalan tergesa-gesa melewati Naruto. Wajahnya pucat pasi.
"Minggir dobe."
"Kau kenapa?" Naruto sedikit heran. Ia menatap Sasuke heran lalu berbalik mengarahkan pandangannya pada sesuatu yang dilihat Sasuke tadi. Matanya menangkap sesosok wanita berambut merah berjalan menyusuri koridor. Di belakangnya terlihat fangirls Sasuke sedang berjajar rapi mata mereka terlihat berkilat-kilat. Nampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu yang buruk bagi Sasuke.
Akhirnya Naruto tahu kenapa Sasuke begitu terburu-buru tadi. Ternyata hari ini adalah hari jadi ke 3 Sasuke's Fansclub. Pantas saja tadi Karin tampak sibuk mengatur barisan fangirls Sasuke yang banyaknya bukan main. Biasanya pada hari spesial seperti ini fangirls Sasuke akan melakukan "ritual" yaitu mengajak Sasuke atau lebih tepatnya menyeret Sasuke untuk ikut berkaraoke dengan mereka, yang pada akhirnya selalu saja berakhir mengenaskan.
Terakhir kali mereka berhasil menyeret Sasuke adalah tahun lalu. Saat itu tidak terjadi hal yang serius pada Sasuke. Yah hanya patah tulang rusuk, tulang leher, pendarahan organ dalam, stroke, serangan jantung, kanker lever, dan koma selama dua bulan.
Aku tidak separah itu! Narasi macam apa itu? Itu terlalu berlebihan!
Oke. Oke.
Tadi itu hanya bercanda. Sebenarnya saat itu Sasuke hanya kehilangan semua kancing kemeja yang dikenakannya. Para fangirlnya yang gila itu berusaha mengambil kancing kemeja Sasuke dan menjadikannya sebagai souvenir.
Biasa saja kan?
Oi saat itu aku hampir kehilangan kesucianku! Apanya yang biasa?
Eh? Bukankah di chapter pertama disebutkan bahwa Sasuke tidak pernah disentuh oleh wanita kecuali ibunya sendiri?
Kalau dia hampir kehilangan kesuciannya berarti dia sudah digrepe-grepe sama fangirls gilanya dong?
Oh benar juga.
Mungkin maksud kata 'sentuh' pada kalimat tadi adalah sentuhan yang dapat membuat sang Uchiha itu merasa nyaman. Kalau sentuhan dari para fangirlsnya sih jauh dari kata nyaman, bisa bertahan hidup-hidup saja sudah hebat.
Jadi kesimpulannya adalah… Uchiha Sasuke mungkin saja akan kehilangan keperawanannya,- ups. Maksudku keperjakaannya hari ini.
Ya, hari ini adalah hari yang sangat buruk bagi si jenius Uchiha Sasuke.
"Naruto, kau bantu aku alihkan perhatian mereka." Sasuke berbisik pada Naruto yang telah berhasil mengimbangi langkahnya tadi. Berharap para fangirlsnya tak mendengar.
"Ha'i!" Naruto mengacungkan jempolnya pada Sasuke cengiran menghiasi wajahnya. Ia segera berlari kearah pimpinan Sasuke's fanclub alias Karin. Sementara Sasuke terus berlari kearah lain, berusaha mencari tempat untuk menyelamatkan diri.
Cengiran lebar terpampang jelas di wajah si blonde hiperaktif itu. "Skak mat." ucapnya pelan.
Aku harus pergi dari sini sekarang juga!
Yah, dan dimulailah perjuangan Sasuke untuk pulang dengan selamat tanpa ditemukan oleh fangirlsnya.
"Sasuke-samaaaa!" teriakan fangirlsnya menggema di seluruh penjuru kampus.
"Oh tidak!" Sasuke bersembunyi di balik pohon. Mata onyxnya memperhatikan gadis-gadis gila yang sedang mencari dirinya.
"Grrr! Apa yang dilakukan si bodoh itu! Bukankah seharusnya dia mengalihkan perhatian mereka." Geramnya kesal. Sasuke mengepalkan tangannya.
"Sasuke ganteng! Yoohooo!" suara yang paling tidak ingin didengar Sasuke terdengar.
Danger!
Sirine di dalam inner Sasuke berbunyi hebat. Radarnya mendetect keberadaan musuh yang sangat tak diinginkannya. Oh! Astaga! Karin mendekat ke tempat Sasuke bersembunyi dengan kecepatan cahaya, 3 x 108 m/s.
Tentu saja tidak, manusia tidak bisa bergerak menyamai kecepatan cahaya tanpa menggunakan alat apapun. Kalau itu terjadi mungkin saja tubuhnya akan hancur menjadi partikel-partikel kuantum.
Hoi! Aku tahu kalau inner-ku memang berlebihan tapi kau tidak usah sampai seperti itu! Memangnya siapa yang mau mendengar kata partikel kuantum?
Oke. Sasuke aku mengerti. Aku tidak akan melanjutkannya lagi.
Bagus! Sekarang kembali ke cerita tentang diriku.
Lebih tepatnya cerita tentang kesialan bertubi-tubi yang selalu menimpa dirimu. Hahaha.
Ahem.
Author sangat yakin kalau Sasuke benar-benar ingin membunuh author saat ini juga karena telah berani membuat fic yang isinya hanya kesialan Sasuke dari awal sampai akhir. Oh, jangan sampai Masashi Kishimoto membaca fic ini. Author tidak tahu apa reaksi yang akan terjadi. (Mana mungkin dia baca?)
Gomen… akan kulanjutkan ceritanya.
"Mati. Mati. Aku bisa mati." Gumam inner Sasuke panik. Outernya masih berusaha menghilangkan aura keberadaannya berharap agar Karin tak menemukannya. Sasuke segera membenamkan tubuhnya di dalam semak-semak.
KRASAK
"Bunyi apa itu?" suatu hal yang sangat buruk bagi Sasuke, Karin malah semakin mendekat ke arahnya karena mendengar bunyi semak-semak yang baru saja dijadikan tempat persembunyian oleh Sasuke.
Sasuke hanya menahan napas, menutup hidung dan mulutnya berdoa semoga Karin tidak menemukannya disini.
Tunggu...
Kenapa Karin bisa berada disini?
Bukankah tadi Naruto sudah kusuruh untuk mengalihkan perhatian mereka?
Jangan-jangan si dobe itu... Haaa! Bodoh, bodoh sekali kau Sasuke. Naruto pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk padaku karena kejadian kemarin. Cih. Kenapa aku bisa lupa?
Malang sekali nasibmu Sasuke. Kau menyerahkan hidupmu pada si bodoh Naruto yang ingin balas dendam padamu.
-TSUZUKU-
Aree? Mana SasuSakunya? Kenapa malah SasuNaru yang muncul? Gyaa! Oh tenang saja, chapter selanjutnya bakal full SASUSAKU!
Saya tegasin, dalam fic ini Sasuke BUKAN homo! adegan2 shounen ai yang muncul cuma sebagai "bumbu" saja.
Bagaimana kelanjutan nasib Sasuke? Oke! Mari kita lanjutkan di chapter-chapter selanjutnya!
Hehehe akhirnya author bisa juga mengupdate fic comedy yang sangat geje ini. Makasih banyak buat semua yang udah baca fic ini, apalagi mereviewnya. Saran dan kritik kalian sangat membantu author untuk memperbaiki kesalahan2 yang ada pada fic ini maupun fic yang lain.
Yosh!
Jumlah review berbanding lurus dengan kecepatan saya mengupdate!
Terima kasih sudah membaca Wonderful Life hingga sampai di chapter 3 ini.
