Kyaaa.. maaf ya baru bisa update sekarang soalnya dari kemarin sibuk mulu, padahal dalam hati niat banget updatenya minggu kemarin, tapi… tapi… tapi… karena faktor MALAS, jangankan diupdate buka laptop aja males-_-v
Oya, maaf-maaf para reviews sekalian, aku belum jelasin ya kalau Sasu itu hanya tertarik aja sama si Saku *untuk sementara ini*. Umm… pokoknya happy ending lah! Oya, di chap ini akan dimulai dramanya, sorry untuk sementara pairnya itu NaruHina, SasuHina, SasuSaku dan GaaSaku juga adegan-adegan untuk di chap ini dan kedepannya sedikit berkurang SasuSaku-nya. Gomen! Tapi aku usahakan akhir cerita ini tetep SasuSaku dan happy ending \(^_^)/.
Daripada banyak bacot, let's cekidot…
Kring…Kring…Kring…
Jam 04.30 a.m
BRAK!
"Berisik!" teriak Sakura, sambil mematikan jam wekernya dengan cara kasar. Ia bangun dari tempat tidurnya dan bersiap-siap untuk kuliah.
.
.
I think I love you
SasuSaku
Rated: T
Summary: Haruno Sakura, seorang wanita single berusia 20 tahun yang mempunyai cita-cita sebagai penulis novel tiba-tiba mendapat wasiat dari kakeknya soal pernikahan. Siapakah lelaki yang dipilih sang kakek untuk Sakura? Apakah Sakura setuju dengan surat wasiat sang kakek yang sudah sakit-sakitan?
Sedikit terinspirasi dari K-Drama Full House, tapi fict ini 100% hasil karya aku XD
Genre: Romance/Drama
Disclaimer: Masashi Kishimoto
WARNING: TYPO(S), OOC, JELEK, EYD KACAU, ABAL-ABAL.
DON'T LIKE DON'T FLAME!
.
.
Chapter 4: Drama part 1
"Ayo cepat masuk!" teriak seseorang, seperti membuat perintah. Sakura dengan kesal memandang orang itu. "Aku tidak mau!" bantah Sakura, lalu meninggalkan orang itu yang membujuknya untuk naik kedalam mobilnya.
"Kenapa kau tidak mau naik mobilku?" tanya orang itu, memandang Sakura jengkel karena sudah rela ia bangun pagi-pagi agar bisa mengantar Sakura ke kampusnya, tapi malah ini yang ia dapatkan, "Mobilku nyaman, kok!" lanjutnya. Sakura membalikan badannya dan menatapnya sinis.
"Sekali tidak mau ya tidak mau! Kenapa kau memaksaku terus, sih, Sa-su-ke?"
Sasuke hanya diam dan masuk kedalam mobilnya. Sakura menjulurkan lidahnya pada Sasuke saat Sasuke masuk dalam mobilnya. Sakura berjalan meninggalkan Sasuke yang masih menyalakan mesin mobilnya itu tanpa memerdulikan Sasuke yang berteriak memanggil namanya berulang kali—ia sudah terbiasa kalau Sasuke orangnya keras kepala, tapi sama juga seperti dirinya bukan?
Sasuke dan Sakura selalu mempertahankan argumen mereka masing-masing alias tidak mau tahu, harus dirinya lah yang menang. Tapi siapa yang akan menang dalam kisah ini? Kedua insan ini selalu adu mulut kalau bertemu, mereka yakin kalau tidak ada cinta diantara mereka berdua, tidak mencintai, tidak menyayangi, hanya tertarik pada diri masing-masing. Hanya tertarik? Yang akan menang pasti hati mereka dan yang kalah pasti ego mereka.
TIN…TIN…TIN…
Sasuke menekan klakson mobil ferarinya itu berulang kali dan menyetir mobilnya perlahan untuk mengikuti Sakura yang berjalan di trotoar jalan tersebut. Ia melihat dari belakang, Sakura tampak kesal karena diikutinya terus menerus. Sasuke mendengus kesal karena ego Sakura yang besar itu yang tidak mau naik mobilnya itu dan ikut dia untuk ke kampus Sakura, "Sudah diberikan yang baik, malah ditolak!" dengus Sasuke, dalam mobilnya masih dalam posisi menyetir.
Sementara Sakura yang sudah bosan karena daritadi Sasuke bukannya pulang malah masih mengikutinya, Sakura menepuk jidatnya yang lebar itu karena Sasuke masih mengikutinya dan memaksanya untuk naik dalam mobilnya. Sama seperti Sasuke, Sakura juga mendengus kesal karena ego Sasuke yang sama besarnya juga, masih saja memaksa Sakura ikut dengannya, "Sudah dibilang tidak mau, masih saja memaksa!" dengus Sakura, masih berjalan dan makin menjauhi mobil Sasuke yang terus mengikutinya. Untungnya ini bukan jalan raya, jadi kemungkinan Sakura lari menyebrangi jalan itu mudah, maka Sakura memutuskan untuk memilih menghindari Sasuke dengan menyebrangi jalan raya.
"Cih!" gumam Sasuke kesal, melihat Sakura yang ternyata jenius juga memilih menghindarinya dengan menyebrangi jalan.
Sakura tersenyum senang saat ia berhasil menghindari Sasuke. Sakura tidak menyadari kalau ada mobil yang sedang mengebut. Ia asyik menyebrangi jalan sambil menjulurkan lidahnya kepada Sasuke menandakan bahwa Sasuke itu 'cemen'—itulah bahasa anak sekarang. Ia tertawa sendiri saat meliha Sasuke yang emosi melihat kejeniusan Sakura.
"AWAS!" teriak seseorang yang sedang menyetir mobil dengan mengebut itu pada Sakura. Tapi Sakura yang bingung harus berbuat apa, ia merasa kakinya seolah tidak bisa berjalan. Ya Kami-sama, tolong aku!
Sakura menutup matanya dan hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Sakura tidak bisa berharap banyak pada Sasuke untuk menolongnya. Lihat saja sekarang si Uchiha bungsu itu malah diam di tempat padahal tadi dengan cerewetnya ia memaksa Sakura masuk dalam mobilnya walau usahanya gagal juga! Sasuke hanya ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa Sakura cukup jenius seperti dirinya apa tidak untuk menghindari tabrakan itu?
BRUUK!
"Awww!" ringis Sakura, memegangi kakinya yang terluka. Ia terjatuh ke tanah, tapi hanya kakinya yang lecet. Jadi dia masih hidup? Ya, tentu saja!
"Ka-kau ba-baik saja, nona?" tanya orang yang menabraknya itu, turun menghampiri Sakura yang masih kesakitan dikakinya. Laki-laki berambut duren berwarna blonde itu menyentuh dengkul Sakura yang terluka walau tidak terlalu parah tapi luka ini bisa menyebabkan infeksi juga.
"Baik bagaimana? Pertanyaanmu itu bodoh sama seperti kelakuanmu!" bentak Sakura, "—aku kesakitan tahu!". Sudah melihat Sakura meringis kesakitan masih ditanya apa dirinya baik-baik saja, tentu saja jawabannya tidak. Sasuke yang menyaksikan kejadian tadi hanya menghela nafasnya lega karena tidak terjadi apa-apa terhadap Sakura. Tapi sepertinya Sasuke kenal dengan orang yang menabrak Sakura itu, tapi ia sedikit lupa siapa orang itu.
Tiba-tiba keluar lagi satu orang dari mobil yang menabrak Sakura tadi melihat apa yang terjadi pada Sakura. Kali ini perempuan, berambut panjang berwarna biru dengan mata indigo menatap Sakura penuh kekhawatiran. Sakura merasakan bahwa orang ini baik padanya. "Gomen, kami tidak sengaja menabrakmu!" katanya yang terdengar prihatin. Sakura tersenyum padanya, "aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja!"
"Apa kau bilang? Tadi kau bilang padaku kalau kau kesakitan. Sekarang kau bilang padanya, kalau kau baik-baik saja!" seru laki-laki itu pada Sakura, seperti membentak padanya. Sakura memandangnya sinis. Oh ayolah, ia sudah bertemu dua lelaki yang sama menyebalkannya hari ini.
"Entah mengapa kalau kau yang bertanya seperti itu, kaki ku malah tambah sakit!" ejek Sakura.
Sementara didalam mobil Sasuke, terlihat Sasuke yang sedang kesal karena Sakura itu juga sama bodohnya dengan yang menabraknya tadi. Bukannya lari sebelum mobil itu menabraknya malah diam di tempat, tapi dia tidak tahu saja kalau Sakura sudah mencoba berlari namun kakinya menjadi sulit digerakan apa karena saking paniknya Sakura.
"Hn, merepotkan!" gumam Sasuke. Dan ia memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan melihat keadaan Sakura yang mengenaskan.
"Sakura," panggil Sasuke saat keluar dari mobilnya. Sakura yang merasa namanya dipanggil membalikan badannya dan melihat kalau sekarang Sasuke sudah turun dari mobilnya. Sakura bertambah kesal lagi melihat Sasuke baru turun dari mobil. Sakura memang tidak berharap tidak ditolong Sasuke, tapi yang benar saja apa segitu egoisnya kah Uchiha sampai tidak mau menolongnya yang sulit bergerak saat ingin menjauh dari mobil yang hampir menabraknya?
"Teme!" teriak laki-laki berambut duren tadi. Sakura menatap kedua lelak itu, sepertinya mereka sudah mengenal satu sama lain.
"Sa-sasuke-kun…" gumam gadis disamping Sakura tersebut. Nah, Sakura berpendapat kalau mereka bertiga sudah saling mengenal satu sama lain.
"Hn," jawab Sasuke, acuh tak acuh. "Apa kabar kalian berdua?"lanjutnya.
"Kami tentu saja baik!" balas mereka berdua, senang kalau Sasuke tidak lupa pada mereka berdua.
"Oya, Sakura, kenalkan mereka berdua temanku saat SMA dulu!" kata Sasuke, menghampiri mereka semua, "—Dobe dan Hinata nama mereka berdua!"
"Dobe?" tanya Sakura, bingung, "Nama yang aneh!"
"Hehehe… Namaku Naruto, kok, Sakura-chan!" timpal laki-laki yang bernama Naruto itu, "ehm… lebih baik kita ke café saja daripada disini, mengganggu jalan orang saja!"
"Eh, sepertinya tidak usah bersamaku! Aku mau ke kampus karena hari ini ada kuliah. Kalian bertiga saja sekalian untuk kalian bernostalgia bukan?" jawab Sakura, karena ia tidak mau mengganggu acara mereka bertiga itu.
"Dasar bodoh! Kau mau ke kampus saat kakimu seperti ini?" tanya Sasuke sembari menghina Sakura juga yang menurutnya bodoh itu. "Lebih baik kau ikut kami saja sekalian kakimu yang luka ini biar diobati dulu!"
"Ehm… Sasuke-kun benar, Sakura-chan. Lebih baik, kau ikut kami saja!" timpal Hinata juga. Sakura akhirnya memutuskan untuk ikut, Sasuke menggendong Sakura dengan ala bridal style-nya menuju mobilnya itu. Ia mengambil kotak P3K di mobilnya itu. Ia mengambil kapas dan obat luka juga mengambil air untuk menghilangkan darah yang keluar dari kaki putih Sakura itu.
Sakura melihat Sasuke yang amat serius menolong luka Sakura yang cukup besar walau tidak parah amat. Sasuke ternyata peduli juga terhadap dirinya. Sakura mengambil sebuah buku dalam tasnya dan mencoret kalimat dalam suatu daftar di buku yang terlihat seperti diary nya.
4. -coret-TIDAK PEDULI TERHADAP DIRIKU-coret-
Ia menutup buku diary berwarna merah muda itu dalam tasnya. "Arigato, Sasuke!" gumamnya yang lumayang terdengar samar-samar oleh Sasuke yang sibuk menutup luka Sakura itu. Ia tersenyum tipis hanya pada gadis merah jambu itu. "Hn,"
.
.
"Naruto-kun, aku mau berjalan bersama Sasuke-kun dulu ya! Kau bersama Sakura-chan dulu saja!" bisik Hinata pada Naruto. Awalnya Naruto enggan melepaskan gadis yang ia cintai itu sejak SMP, tapi demi gadis itu ia rela melakukannya. Sakura yang kaget saat Hinata menarik tangan Sasuke untuk berjalan bersama dirinya itu. Sakura tahu sepertinya Hinata itu menyukai bahkan mencintai Sasuke, namun Sakura harus berbagi karena Hinata adalah teman lama Sasuke, jadi ia tidak boleh egois pada Hinata, lagian Sasuke bukan siapa-siapanya untuk sekarang ini.
Sasuke diam seribu bahasa. Ia memandang Sakura dengan sedih, ia juga sudah tahu kalau Hinata menyukainya lebih dari seorang teman, tapi Sasuke benar-benar tidak menyukainya lebih dari seorang teman. Jujur yang selalu ada untuk Hinata itu hanyalah Naruto seorang, tapi Hinata bersikeras untuk berusaha merebut perhatian Sasuke tapi tidak dengan cara yang genit. Sudah berada di sisi Sasuke sudah cukup.
Lama-kelamaaan bayangan Sasuke dan Hinata menghilang. Sehabis dari café di sebuah mall, mereka berdua menghilang untuk berkencan bersama. Rasa sesak melimpah di dada Sakura, ia merasa kehilangan seseorang yang sudah membuatnya nyaman selama ini, apa aku cemburu? Sakura menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia yakin ia tidak cemburu pada Sasuke dan Hinata itu.
Naruto memandang Sakura bingung, "Kau kenapa Sakura-chan?"
Sakura menggelengkan kepalanya, "Aku tidak apa-apa, kok!"
"Benarkah?" tanya Naruto, "Hmm… Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar sambil menunggu si Teme dan Hinata kembali?" usulnya. Sakura menganggukan kepalanya, setidaknya itu cukup untuk menghiburnya.
.
.
"Jadi benarkah kalau kau itu mencintai Hinata?" tanya Sakura pada Naruto. Naruto menganggukan kepalanya cepat. Mereka sudah berada di lantai 3 di Konoha's Mall. "Hmm… sepertinya akan terjadi cinta segitiga!" canda Sakura.
"Ya aku mencintai Hinata. Sayangnya, Hinata itu mencintai Sasuke, tapi Sasuke tidak pernah membalas cinta Hinata. Aku ingat aku pernah berkelahi pada Sasuke karena Sasuke selalu mengacuhkan Hinata sampai Hinata sakit hati. Tapi aku tidak akan menyerah untuk merebut hati Hinata!" seru Naruto, membuat Sakura tersenyum bangga pada Naruto.
"Semangat ya!" seru Sakura, "Semangat!"
"Eh?" tanya Naruto, bingung menatap Sakura yang berseru tadi.
"Kau harus semangat untuk mendapatkan jantung hatimu itu! Aku yakin Hinata pasti membalas cintamu suatu saat nanti!" jawab Sakura.
"Oya, Sakura-chan, sebenarnya ini bukanlah cinta segitiga namanya!" bisik Naruto pada Sakura. Sakura bingung dan menatap Naruto heran dengan tatapan maksudmu?, "Ini cinta segiempat namanya. Aku mencintai Hinata, Hinata mencintai Sasuke, Sasuke mencintaimu dan kau mencintai Sasuke. Benarkan?" lanjut Naruto.
Sakura membelalakan matanya. Sasuke dan dirinya saling mencintai. Itu tidak mungkin. Akhirnya ia tertawa, "hahaha… tentu saja tidak mungkin, Naruto!"
Naruto hanya tersenyum. Naruto yakin, dengan sendirinya mereka berempat akan sadar siapa orang yang mereka cintai dan siapa yang mencintai diri mereka. Belum saatnya saja tapi waktu terus berputar seiring dengan cinta yang akan terungkap nantinya.
"Sakura-chan, lihat! Itu mereka berdua!" seru Naruto pada Sakura, melihat Sasuke dan Hinata sedang… berpelukan? Apa pelukan dan terlihat sedikit seperti sedang ciuman? Walaupun terlihat samar-samar, namun memang terlihat seperti itu adanya. Sakura memandang adegan mereka berdua dengan amat sangat pilu. Ia tidak dapat menahan air matanya itu. Ia tidak mau melihat adegan tersebut. Ia bingung mengapa Naruto biasa-biasa saja melihat adegan yang menyakitkan tersebut. Sakura lari menjauhi Naruto. Ia lari walau kakinya masih sakit. Ia tidak peduli, sesakit-sakitnya kakinya tapi entah sendirinya hatinya lebih sakit daripada kakinya ini.
FLASHBACK ON
"Hinata, kita sudah satu jam berjalan-jalan, sepertinya kita harus kembali. Sakura dan si dobe pasti sudah menunggu kita disana!" ucap Sasuke. Hinata sedih, baru satu jam ia bersama Sasuke tapi Sasuke sudah mengajaknya kembali, Sasuke sangat dingin padanya. Ia tahu Sasuke tidak mencintainya, tapi ia ingin Sasuke memandangnya sebagai orang yang penting juga di hati Sasuke. Sasuke hanya mencintai seseorang walau itu bukan dirinya dan gadis itu juga yakin kalau wanita itu adalah—
—Haruno Sakura.
Hinata merasa sesak dihatinya entah mengapa. Ia menahan air matanya. Ia tahu Sasuke mencintai Sakura dari cara Sasuke berbicara yang selalu membangga-banggakan Sakura, dari cara Sasuke memandang Sakura terlihat seperti Sakura itu seolah-olah orang paling berharga juga di hati Sasuke selain keluarganya, dari Sasuke merawat Sakura seolah-olah Sakura adalah orang yang harus ia jaga dan ia rawat dan itu semua tanpa diminta oleh Sakura.
"Hinata, kau kenapa?" tanya Sasuke, heran melihat Hinata tertunduk lemah. Mata Hinata terpejam mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres padanya.
"Aku tidak apa-apa, Sasuke-kun. Hanya saja mataku kelilipan debu sepertinya!" lirih Hinata berbohong pada Sasuke. Sasuke terus memandangnya. "Sini biar kulihat!" ucap Sasuke. Hinata mendongakan kepalanya. Sasuke meniupkan nafasnya yang keluar dari mulutnya ke mata Hinata yang sedang kelilipan debu. Hinata tidak bisa menahan air matanya. Ia memeluk Sasuke dan itu cukup membuat Sasuke tersontak kaget.
Sasuke menatap lurus kedepannya dan terlihat Sakura juga Naruto ada disana. Ia melihat Sakura berlari menjauhi mereka. Sasuke ingin sekali mengejar Sakura tapi disana Naruto sudah menatapnya dengan tatapan sebal sekaligus benci dan Hinata tetap memeluknya erat. Sungguh Sasuke tidak tahu harus berbuat apa.
FLASHBACK OFF
SAKURA'S POV
Kenapa ini harus terjadi padaku? Di saat aku mulai percaya kalau aku bisa membuka hatiku untuk lelaki. Kenapa cinta sungguh rumit ku pahami? Aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain tapi hatiku sangat pilu dan rasa ini seolah aku cemburu pada mereka.
Seharusnya ini tidak terjadi padaku dan seharusnya Sasuke tidak pernah ada dalam kehidupanku sekarang ini. Aku yakin aku tidak akan menemukan orang yang baik untukku. Harusnya, aku tidak pernah lahir saja daripada harus disakiti! Kaa-san, Tou-san, Kakek maafkan aku, aku tidak bisa memenuhi permintaan kalian bertiga. Aku tahu kalian pasti kecewa karena aku adalah anak yang tidak berbakti. Tapi aku tidak mau masuk dalam sangkar cinta yang rumit. Karena aku sudah pernah merasakannya satu kali dan kami-sama tolonglah aku jangan sampai hal ini terjadi lagi…
END OF SAKURA'S POV
NORMAL POV
DRRT…DRRT…DRRT…
Sakura mengambil ponsel dalam tasnya itu. Ada sebuah panggilan dari nomor yang tidak ia kenal. Awalnya ia enggan mengangkat panggilan itu, ia takut kalau itu dari Sasuke tapi nomor itu sudah 5 kali memanggilnya. Ia mengangkat panggilan itu dan menjawab dengan ragu-ragu.
"Moshi-moshi, apa ini Haruno Sakura?" tanya orang yang meneleponnya itu. Sakura seperti kenal dengan suaranya ini, "Ya, benar ini aku, Sakura. Ini siapa ya?"
"Kau lupa padaku? Hn, aku Gaara. Sabaku No Gaara." Jawab orang itu. Gaara? Sakura tersenyum senang. Gaara adalah sahabatnya di Suna. Sakura pernah dua tahun sekolah di Suna. Ia memiliki banyak sahabat salah satunya Gaara itu. Setidaknya Sakura tahu kalau ada seseorang yang akan menopangnya dari belakang walau tidak untuk selamanya.
TBC
Oh tidak, chapter ini kacau banget! Aku bener-bener ga tahu harus bilang apa tapi bener deh, aku ga nyangka kalo jadi gini ceritanya. Ya udahlah, maaf ya kalau jadi jelek gini soalnya aku sibuk melulu. Hahaha =D #plak
Hmm… Sekarang aku balas review-review dari para review sekalian yak…
Yulianti: Hahaha…. Aku juga heran entah kenapa aku buat si Sasu itu OOC banget ya! Oke makasih udh review. Ini udah aku lanjutin. Hope U Like it! XD RnR lagi ya!
Miyank: Hahaha…. Makasih udh nyempetin review di fic ini dan udah suka sama fic ini juga. Hmm… ini udah lanjut kok XD. Hope you like it! XD RnR lagi ya!
cherry kuchiki: Hahaha… Sasu bener-bener OOC di situ. Aku juga ngebayangin kalau dia beneran blushing apalagi dihadapan Saku secara langsung. Oke ini aku udah lanjut, makasih udah review XD RnR lagi ya!
lucifionne: Hmm… kalau sementara sih enaknya mereka menyembunyikan perasaan mereka masing-masing dulu. Tapi yang jelas bakalan SasuSaku sih, senpai. Oya, horee senpai, ITNW udah dilanjutin! \(^_^)/ #hohoho #yeah Lanjut lagi ya… RnR lagi ya!
Sindi 'Kucing Pink: Kamu ga jutek kok, buktinya kamu udah mau review. Hahaha… Makasih udah suka. XD Ini aku udah lanjut ya… Hope u like it! RnR lagi ya!
Sung Rae Ki: Wah, kamu mesem-mesem ya bacanya? Hahaha… Aku udah lanjut kok, RnR lagi ya!
Kim SasuSaku: Haha… udah lanjut kok. Oya, aku udah buat ada rasa jealous di hati Saku. Untuk Sasu, di chap yang akan datang ya! Ternyata kita sehati ya #toss ! RnR lagi ya!
Jung Min Ri: Oke oke oke makasih udah review. Ini udah update.. RnR lagi ya!
Hana Mizuriki/a-chaaan: Wah, kayaknya kamu salah ngasih nama ya! Gapapa udah review 3 kali. Aku seneng kok.. Ini udah lanjut. RnR lagi ya!
Akhir kata R E V I E W please, guys! XD
Gomen kalo jelek :D
