Sesuai dengan yang dikatakan Baekhyun, akhirnya gadis manis itu masuk ke dalam klub renang menjadikan dirinya sebagai umpan sembari menyelidiki hal yang mencurigakan. Luhan tentu saja menerima Baekhyun dalam Klubnya karena hal ini memang sesuai dengan apa yang dinginkannya, yaitu orang mesum yang suka mengambil fotonya segera tertangkap.
"Baekhyun...jangan lupa nanti ada kegiatan klub!" Luhan yang tak sengaja melihat Baekhyun duduk sendirian mencoba untuk mengagetkannya.
"Eh...Luhan" sedikit aneh memang melihat Baekhyun tak bersama dengan sosok mesum Chanyeol, secara mereka berdua selalu terlihat bersama di setiap kesempatan
"Kau sendirian? Dimana kekasihmu?" Baekhyun memebalas dengan senyum kecut ketika mendengar penuturan Luhan
"Chanyeol sedang di suruh Kang songsaenim untuk membantunya mengoreksi hasil ujian" Chanyeol memang murid yang pintar sebenarnya, tapi kelakuan mesumnya yang menutupi hal tersebut jadi jarang yang tahu kalau Chanyeol mendapatkan peringkat 1 dikelasnya "Dan Chanyeol bukan kekasihku, Xi Luhan" kali ini dahi Luhan membentuk sebuah kerutan karena tak percaya dengan ucapan Baekhyun.
"Kau bercanda? Kalian selalu terlihat mesra dan kalian tak pacaran? Astagaaa..." Baekhyun semakin muram karena ucapan Luhan. Memang benar jika dirinya dan Chanyeol hanya seorang sahabat, tapi ia sendiri menyukai seorang Chanyeol yang mesum hingga memperbolehkan namja tinggi itu selalu menikmati tubuhnya.
"Tapi itu kenyataan"
"Maafkan aku...sepertinya aku menyinggung hal yang membuat Mood-mu buruk" Baekhyun menggelngkan kepalanya dengan senyum aneh.
"Kau sendiri sepertinya menyukai Guru mesum itu" kini giliran Luhan yang melebarkan kedua matanya karena di judge tiba-tiba oleh Baekhyun
"Si-siapa yang kau maksud?"
"Tentu saja Kris, memangnya siapa lagi?" entah sejak kapan Bakehyun bisa melakukan Smirk mesum seperti yang biasa dilakukan Chanyeol, mungkin karena terlalu sering berduaan dengan si mesum itu "Sudah mengaku saja! Buktinya kau keenakan kemarin sampai-sampai mencegah kami untuk keluar" karena sudah kepalang basah akhirnya Luhan mengangguk juga, berarti mengiayakan perkataan Baekhyun
"Apa rasanya tidak sakit dimasuki seperti itu oleh penis besar Kris?"
"Jadi...kau belum pernah dimasuki oleh Chanyeol?" ckk...Baekhyun lupa bahwa sekarang ia telah membongkar hal yang hanya menjadi rahasia dirinya dan Chanyeol, karena semua orang pasti berpikir kalau lubang Baekhyun sudah longgar karena dimasuki terus menerus mengingat bahwa Chanyeol selalu berbuat mesum padanya "Atagaa...aku tak menyangka kalau kau masih perawan melihat kelakuan temanmu yang mesum itu" dan Baekhyun hanya mengangguk menyetujui ucapan Luhan
"Kembali ke topik, apa rasanya sakit Lu?"
"Rasanya...Rasanya sangat nikmat Baekhyun-ahh...penis Kris benar-benar membuat lubang-ku melebar. Tapi di saat yang sama ia memberikan kenikmatan tersendiri" dari ekspresi Luhan sekarang bisa dilihat kalau Luhan tengah mengingat-ingat kejadian kemarin.
"Sudahlah Lupakan! Sepertinya kau lebih sibuk mengingat kejadian kemarin"
"Baiklah...baiklaaah...yang penting kau harus ikut kegiatan nanti sore"
...
Kegiatan klub renang sore ini terlihat sedikit berbeda, suasana yang biasanya ramai karena kecipak air kini terasa begitu hening. Hening karena kebanyakan anggota klub renang laki-laki lebih sibuk memandangi dada Baekhyun yang berlebihan besarnya, apalagi Baekhyun sedang berdiri di samping Luhan jadi dua kali lipat pemandangan indah yang bisa mereka santap.
Payudara Baekhyun benar-benar terlihat menonjol dan hendak keluar dari bagian atasnya karena terlalu besar, sedangkan baju renangnya terlalu sempit. Tapi para namja bersyurkur atas itu semua, mereka jadi bisa melihat hal yang indah.
"YAAAAK...cepat pergi berenang!" para namja yang sedari tadi bengong menatap Baekhyun tiba-tiba langsung berlari sambil menceburkan diri ke dalam kolam pura-pura berenang setelah di bentak barusan oleh Park Chanyeol. Hah? Park Chaneyol? Apa yang dilakukan orang itu disini? Baekhyun saja hampir terpeleset saat mendengar teriakan barusan.
Lihat gaya Chanyeol sekarang! Sok beriskap sebagai pelatih renang dengan celana renang ketatnya yang sangat sempit karena Junior Chanyeol menegang ketika melihat Baekhyun memakai pakaian renang. Kenapa Chanyeol masih juga tegang melihat Baekhyun memakai baju renang? Padahal ia sudah terbiasa melihat bagian atas yeoja tersebut.
"Apa yang kau lakukan disini? Bodoh!" teriak Baekhyun dari sisi kolam renang yang lain
"Sekarang aku adalah pelatih renang disini bersama Kris Saem" sekarang tak hanya Bakehyun yang kaget, tetapi juga Luhan yang menatap bingung wajah Chanyeol dan Kris yang baru keluar dari ruangannya. Sebenarnya Chanyeol mengancam akan menyebarkan foto kegiatan Kris dan Luhan kemarin jika Chanyeol tak di ijinkan untuk menjadi pelatih di klub renang, terlebih Chanyeol meminta menjadi pelatih para Yeoja, ckkk...selalu mengambil kesempatan. Walau kenyataanya Chanyeol sama sekali tak memiliki foto Kris dan Luhan saat bercinta kemarin karena ia lebih sibuk mengrepe-grepe Bakehyun di dalam lemari.
"Dasar mesum!" gerutu Baekhyun diam-diam
Selama kegiatan Klub berlangsung, Baekhyun dan Chanyeol tak jarang mengawasi keadaan sekitar, siapa tahu anak klub renang sendiri yang mengambil gambar Luhan. Chanyeol juga Nampak berkali-kali mengambil kesempatan untuk memegang payudara Baekhyun yang sangat montok itu ketika ia mengajarinya berenang. Dasar...sekali mesum tetap mesum
"Luhan! Ikut aku sebentar!" begitu dipanggil oleh Kris, Luhan bergegas keluar dari dalam kolam renang dengan tubuh dan rambut yang masih basah. Ia berjalan mengikuti Kris ke dalam ruangannya, membuat Baekhyun dan Chanyeol menatap mereka curiga, mungkin saja kan kalau Kris akan berbuat mesum lagi pada Luhan.
Karena semenjak memanggil Luhan ke dalam ruangannya, kedua orang tersebut tak kembali akhirnya malah Baekhyun dan Chanyeol yang sibuk menjadi pelatih mereka, berarti benar bahwa Kris tengah melakukan hal yang tidak-tidak hingga Luhan tak bisa keluar dalam waktu sebentar.
Kalian ingin tahu apa yang dilakukan Kris dan Luhan di ruangan gantinya? Kris tengah asyik mengikat kedua tangan Luhan ke atas, mengikatnya dengan tali pada gantungan pakaian yang ada di ruangan kris. Kris masih sibuk memandangi tubuh Luhan yang begitu menggoda dengan pose seperti ini.
"Kris Saem...lepaskan! bagaimana kalau anak-anak lain curiga?" Kris tak menjawab, hanya diam memandangi Luhan dari kursinya yang sudah di tarik hingga sangat dekat dengan tubuh Luhan.
"Tak akan ada yang curiga!" jawabnya enteng setelah sekian lama diam. Perlahan Kris mulai mendekatkan wajahnya pada perut Luhan yang datar tanpa lemak, mengusap-usapkan wajahnya disana sambil diselingi sebuah kecupan.
"Akhh..." Luhan bahkan sudah mendesah padahal Kris baru mengecupi perutnya, belum yang lain. Bosan dengan perut Luhan yang rata, Kris mulai menaikkan hidungnya untuk mengendus payudara Luhan yang sintal dan montok. Aksinya dimulai dari sekarang, ketika bibir yang selalu mengeluarkan kalimat mesum itu mengecup puting Luhan dari balik baju renangnya, menghisap dengan rakut sambil tangan satunya meremas-remas satu lagi payudara Luhan yang menganggur.
"Putingmu sangat menyenangkan untuk dihisap" ucap Kris mesum ditengah-tengah aksinya menarik-narik puting Luhan. Tangan Kris yang sedari tadi meremas payudara Luhan, kini digunakan untuk menurunkan satu sisi lengan baju renang yeoja tersebut, tapi karena kesusahan Kris akhirnya menggunting lengan baju renang tersebut hingga payudara Luhan keluar satu dari tempatnya, membuat Kris yang sudah menegang semakin menegang.
"Lihat! Kau seperti korban pemerkosaan" Kris mengucapkannya dengan nada sangat senang, berbanding terbalik dengan Luhan yang hanya bisa memjamkan mata menunggu Kris melakukan hal selanjutnya. Dan benar Kris mengambil ponselnya dan memotret Luhan dalam keadaan yang sangat menggoda, tangan di ikat ke atas, payudara yang sudah keluar dari tempatnya dan mata Luhan yang sibuk terpejam tapi mulutnya terbuka lebar. "Foto yang bagus"
Sekarang Kris mengarahkan guntingnya menuju bagian bawah Luhan, dan KREEEK... guru mesum itu menggunting baju renang Luhan yang tadinya menutupi vagina, tapi sekarang sudah tidak lagi. Ia mengangkat satu kaki Luhan menuju pundaknya dan kembali mengarahkan ponselnya menuju tepat di depan vagina Luhan. Tak lupa sebelum ia memencet tombol untuk memotret, ia mengarahkan lidahnya menuju vagina Luhan yang tengah berkedut-kedut.
"Vagina yang indah" dan Kris kembali mengecup vagina Luhan yang sudah memerah
"Krishhh..." merasa namanya di panggil Kris mendongakkan kepalanya dan menjauhi daerah privat Luhan.
"Aku akan meneruskannya kapan-kapan lagi, sekarang kau kembali lah ke ruang ganti. Kegiatan klub sepertinya sudah selesai" Luhan sedikit lega karena tangannya dibebaskan oleh ikatan yang sejak tadi mengganggu-nya, tapi ia juga merasa sedikit kecewa karena Kris tak sampai memasukinya seperti kemarin, padahal bagian bawah Luhan sudah basah.
Di sisi lain, Chanyeol dan Bakehyun terlihat berduaan di kolam renang karena kegiatan klub sudah selesa semenjak 30 menit yang lalu, mereka hanya berenang-renang tak jelas sambil menunggu Luhan yang masih berada di dalam ruangan Kris.
"Yeoll!" panggil Baekhyun tiba-tiba, Chanyeol berenang mendekati Bakehyun yang berada di tepi kolam dan langsung memeluknya dari belakang.
"Ada apa heummm...? seharian ini kau kelihatan tak baik" ternyata Chanyeol sadar juga jika Baekhyun murung sejak tadi pagi, ada suatu hal yang mengganjal dihatinya.
"Kenapa selama ini kau tak pernah mencoba memasukiku?" Chanyeol tersenyum, ia sudah memikirkan jawaban jika suatu saat Baekhyun menanyakan hal ini padanya, dan suatu saat itu adalah sekarang.
"Memangnya kau ingin kumasuki sekarang juga?" Baekhyun terdiam, ia sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Chanyeol kali ini "Lihat! Kau saja masih ragu. Aku akan benar-benar memasukimu jika kau sudah siap dan kau sudah mencintaiku apa adanya" Baekhyun membalikkan badannya dan sedetik kemudian ia mengalungkan lengannya pada leher Chanyeol.
"Chan...Hahahaha...hiks..." ya...Baekhyun tertawa sambil terisak diakhir, ia tak menyangka alasan Chanyeol tak mau memasukinya selama ini karena ia tak mau melakukannya tanpa rasa cinta, ia sungguh terharu "Aku...mencintaimu...hiks...hikss" Baekhyun terlalu terlarut hingga tak sadar sudah mengalungkan kakinya di pinggang Chanyeol, Chanyeol hanya bisa tersenyum dan membawa Baekhyun ke dalam pelukannya. Mereka berpelukan dengan badan yang masih berada di dalam kolam.
"Jangan menangis Ne!" Chanyeol menarik wajah Baekhyun dari lehernya dan sekarang ia tengah mengusap wajah cantik yang penuh dengan air mata itu, ia tak tega melihat Baekhyun menangis seperti ini, jadi Chanyeol berinisiatif untuk melakukan suatu hal.
Cup...
Chanyeol mencium Baekhyun, ciuman pertama yang mereka lakukan. Meskipun selalu berbuat mesum, Chanyeol tak pernah sekalipun mengecup bahkan melumat bibir Baekhyun, bibir seorang gadis adalah hal yang cukup keramat baginya. Baekhyun tersenyum senang dan kembali mendekatkan wajahnya hingga bibirnya kembali bertemu dengan bibir Chanyeol.
Tiba-tiba Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun hingga Baekhyun sudah teruduuduk di tepi kolam, sedangkan Chanyeol masih berada di dalam air. Ia membuka lebar kedua kaki Baekhyun, menyingkap bagian bawah baju renang yang Baekhyun kenakan sampai vagina mrah itu terlihat jelas di mata Chanyeol. Dengan sigap pemdua itu melesakkan kepalanya diantara selangkangan Baekhyun.
"Ini adalah hal yang berharga, jadi jangan berikan lubangmu pada laki-laki lain?" sekali lagi Chaneyol memberi jilatan pada vagina Baekhyun, tapi tak lama kemudian ia menjauhkan wajahnya "Cepatlah berganti pakaian! Kita harus segera pulang" sebenarnya Bakehyun kecewa karena Chanyeol berubah tak mesum lagi dari biasanya, padahal kali ini ia psrah saja jika Chanyeol memasukinya sekarang.
...
Baekhyun dan Luhan terlihat bercakap-cakap di ruang ganti perempuan yang sudah sangat sepi, saling meledek kegiatan yang mereka lakukan dengan pasangan masing-masing. Luhan terlihat masih telanjang bulat karena ia belum mengenakan seragam sekolahnya saat ini, sedangkan Baekhyun sudah memakai bawahan celana dalam dan rok tapi ia belum menggunakan atasan apapun, sampai sebuah suara pintu terbuka. Awalnya mereka diam saja karena menyangka itu Kris atau tidak Chanyeol, tapi setelah beberapa detik taka da suara apapun...Baekhyun menjadi sedikit curiga.
Dengan berani ia mulai melangkah menuju pintu, tapi taka da siapa-siapa disana...ia kembali ke depan lokernya dan disana ia malah mendapati Luhan yang tengah pingsan dalam keadaan telanjang. Begitu Baekhyun berjongkok seseorang tengah membekapnya dengan sebuh sapu tangan yang berbau aneh..membuat kepalanya sedikit pusing dan lama-kelamaan membuat matanya terpejam.
Di sebuah ruangan yang Nampak suram, terlihat dua orang gadis dengan tangan terikat sedang tertidur di atas matras. Nampak seorang laki- laki mendekat sambil membawa beberapa alat, mendekati yeoja yang tengah tertidur dengan badan telanjang...gadis itu Luhan. Laki-laki tersebut menekuk kaki Luhan dan mengikatnya hingga Luhan tak bisa menutup kakinya yang menampakkan vaginya yang memerah.
"Vagina-mu memang yang terbaik" ucap seseorang yang telah menculik Luhan dan Baekhyun. Tak lama kemudian ia merabakan jemarinya pada bibir vagina Luhan, mengucek-ngucek benda tersebut hinnga tak sadar membuat Luhan yang pingsan mendesah pelan. Senang dengan reaksi Luhan, namja tersebut memasukkan satu jarinya dan mengocok lubang surga milik ketua klub reang tersebut. Namja penculik itu sampai memejamkan matanya ketika jari-jarinya menyodok semakin dalam, puas dengan apa yang ia lakukan ia mengambil sebuah benda dan melesakkannya ke dalam vagina Luhan. Benda tersebut tiba-tiba bergetar, dari getaran kecil yang lama-kelamaan menjadi lebih cepat, benda tersebut ternyata vibrator. Luhan Nampak tak tenang dalam pingsannya, tapi si penculik mana mau peduli, yang ia tahu vagina Luhan yang sudah mengeluarkan cairan lebih nikmat rasanya.
Seperti melupakan sesuatu, namja tersebut mengambil benda lain dan mengaturnya sedemikian rupa hingga Baekhyun dan Luhan terlihat dalam sebuah handycam, semakin lama namja itu mendekat sambil membawa handycamnya menuju selangkangan Luhan yang terbuka lebar, dengan jarak yang tak terlalu dekat, benda tersebut menyorot tepat pada vagina yang bergetar karena vibroator. Nampak belum puas namja penculik tersebut membaa kari telunjuk dan jempolnya untuk mengusap klitors Luhan, hah...pemandangan yang indah dari balik kamera.
Suara langkah kaki mulai mendekati tubuh Baekhyun yang bagian atasnya tak tertutupi baju, kamera yang sedari tadi masih menyorot Luhan kini dialihkan pada payudara Baekhyun yang terpampang secara jelas.
"Akhirnya aku bisa melihat benda yang menakujubkan ini" ucapnya penuh semangat sambil mengarahkan tangannya menuju salah satu payudara Baekhyun, kemudian meremasnya dengan brutal "Kau sendiri yang datang padaku seperti kemarin, jadi jangan salahkan aku kalau setelah ini aku bisa menikmatimu sepuasnya.
"lihat puting ini! Begitu merah dan tegang" sekarang Puting Baekhyun di pilin-pilin dengan pelan sembari tangan satunya digunakan untuk memegang handycam yang diarahkan pada puting yang dipilinnya "Ini akan jadi rekaman yang menakjubkan" ucapnya tak lama setelah itu ia memajukan bibirnya hingga puting Baekhyun sudah masuk sepenuhnya pada bibir yang sedari tadi berkata mesum, dihisapnya bergantian hingga air liurnya membasahi puting indah itu.
"Sungguh nikmat menyusu pada gadis berdada besar sepertimu...cpaaak...cpaaak" dari dalam kamera, terlihat si pria mesum sedang melahap sebagian payudara Baekhyun yang nyata-nyata tak muat di mulutnya tapi di paksa masuk sambil terus di sedot.
Merasa ada yang bergetar dibawah tubuhnya, Luhan secara perlahan terbangun dan membuka matanya namun mata rusanya seakan ingin keluar begitu bangun langsung disuguhi pemandangan yang mengagetkan, ia tak sadar telah menggumamkan nama Baekhyun di tengah keterkejutannya.
"Baek-Baekhyun..." mendengar sebuah rintihan pelan, namja yang penculik mereka akhirnya menghentikan kegiatan menghentikan kegiatannya menyusu di dada Baekhyun dan mengalihkan pandanganya pada Luhan yang sudah membuka mata. Kau melakukan hal yang salah rupanya Xi Luhan.
"Kau sudah bangun rupanya?"
"J-Jongin...Kim Jongin? Jadi selama ini..." begitu wajah si penculiknya terasa familiar, Luhan langsung saja menebak bahwa teman sekelasnya yang selalu sendiri di pojok ruangan yang telah mengambil foto serta menculiknya.
"Kau lambat sekali sayang" namja bernama Kim Jongin tersebut berjalan mendekati Luhan yang masih memandangnya takut dengan tubuh yang telanjang serta benda yang masih bergetar di bawah sana "Apa rasanya menyenangkan bercinta dengan guru mesum itu?" Jongin menunduk sambil tangannya tak lupa meremas payudara Luhan yang Nampak bersih di matanya.
"Akhhh..." smirk menakutkan muncul begitu Luhan mendesah akibat remasan yang di lakukan Kim Jongin.
"Tubuhmu sangat menarik, payudaramu besar, vaginamu bersih dank au juga sangat cantik...tak salah aku menjadikanmu target" Jongin mengangkat salah satu payudara Luhan dan membawanya menuju mulut untuk dihisap. Luhan merintih setiap kali putingnya dihisapa oleh siapapun, apalagi Kim Jongin terlihat mengunyahnya, membuat Luhan semakin terangsang "Tunggu disini!" meski Jongin tak menyuruh Luhan untuk menunggu-pun gadis itu tetap tak bisa kemana-mana mengingat tangan dan kakinya sedang di ikat.
Jongin terlihat meletakkan handycam-nya pada sebuah meja, mencari-cari angel yang bagus agar Luhan dan Baekhyun terlihat dari sana, jadi ia tak perlu repot-repot menjamah mereka sambil memegang Kamera. Setelah beberapa saat sibuk dengan kameranya ia akhirnya kembali mendekati Luhan yang terus saja menatapnya, campuran antara takut dan bingung.
"Aku sudah kembali" Jongin berkata dengan mesum sambil menyerukkan wajahnya pada lher Luhan yang indah, sesekali ia mengecup leher tersebut dengan penuh nafsu hingga meninggalkan bercak kemerahan "Jangan khawatir dengan Baekhyun...! aku akan menyelsaikan urusanku denganmu dulu, baru ku urus dia setelahnya" meskipun tak senang diperlakukan dengan cara begini, nyatanya Luhan tetap memejamkan mata ketika Jongin menenggelamkan wajahnya diantara payudaranya yang montok. Berkali-kali semua sisi yang ada di payudaranya di hisap dan dijilat-jilat hingga memerah. Putting Luhan dinikmati setelah ini, setelah ia puas menghabisi payudara Luhan seluruhnya. Dengan cekatan ia menggigit puting Luhan menggunakan giginya dan ditarik hingga Luhan mengaduh kesakitan, lagi-lagi tarikan demi tarikan dilakukan Jongin pada puting Luhan yang sudah memerah dan menegang, tak membiarakan kenikmatan itu hilang barang sedetik saja.
Suara lenguhan Luhan mau tak mau membuat Baekhyun tersadar, ia sedikit pusing karena dibius barusan jadi ia hanya mengerjap-ngerjapkan matanya melihat keadaan sekeliling. Suara-aneh yang akhirnya menarik perhatian Baekhyun hingga ia menoleh kesamping dan mendapati Luhan tengah di jamah oleh seorang laki-laki yang tak diketahui siapa orangnya.
"Apa yang kau lakukan pada Luhan?" Tanya Baekhyun tanpa rasa takut. Jongin segera meninggalkan payudara Luhan hanya untuk memperlihatkan wajahnya pada Baekhyun. Baekhyun yang merasa tak mengenali Jongin akhirnya hanya memandang dengan tatapan bingung dan marah "Sebenarnya apa yang kau lakukan pada kami?"
"Jadi kau lupa?" mudah sekali mengalihkan perhatian Kim Jongin, jadi ia tak lagi mengerjai tubuh Luhan tapi berbalik mendekat pada Baekhyun "Waktu itu kita hampir melakukannya kalau saja kekasihmu yang bodoh itu tak datang" Baekhyun mulai meresapi apa yang dikatakan Jongin barusan, menyatukan ingatan-ingatannya dan berakhirlah dengan kesimpulan bahwa yang hampir memperkosanya saat itu adalah namja ini bukan Kris Saem "Apa sudah ingat?" dan dengan santainya ia mengecup kedua puting Baekhyun bergantian.
"Lepashhh...!" tak mau mendengarkan ucapan Baekhyun akhirnya Jongin menurunkan tangannya untuk mencubit klitor gadis montok tersebut dari luar celana dalamnya "CHANYEOOOOOOOOL"
...
Merasa ada yang aneh karena Baekhyun tak segera menemuinya untuk pulang, ia memutuskan untuk mencari ke ruang ganti perempuan, tapi disana ia tak menemukan apapun kecuali dua loker dalam keadaan terbuka. Perasaanya berubah menjadi tak enak jadi ia kembali keluar dari ruang ganti dan tak sengaja berpapasan dengan Kris Saem..ckkk Chanyeol jadi malas memanggil Kris dengan sebutan Saem mengingat kelakuannya pada Luhan sudah melewati batas.
"Apa kau melihat Baekhyun? Atau Luhan mungkin?" Kris menggelengkan kepalanya dan merasa ikut panik melihat eksprsi Chanyeol.
"Memangnya apa yang terjadi?" Chanyeol menghela nafas sebelum menceritakan semuanya pada Kris sambil terus mencari dimana keberadaan Baekhyun.
"Jadi...ada kemungkinan mereka sedang tidak baik-baik saja?" Chanyeol mengangguk, tapi langkahnya berhenti seketika begitu telinganya mendengar seseorang tengah memanggilnya dari kejauhan. Seperti suara Baekhyun...batinnnya. ia bergegas mencari sumber suara barusan, ia tak yakin sebenarnya dimana sumber suara itu berasal mengingat sekolah ini sangat luas tapi beruntung sudah sepi. Otaknya yang jenius tapi jarang digunakan itu akhirnya dipaksa untuk mengingat-ingat dan menebak dimana tempat yang cocok jika digunakan untuk menculik seseorang dalam lingkungan sekolah.
Chanyeol ingat...ia yakin saaangat yakin jika Baekhyun dan Luhan sedang berada di tempat penyimpanan barang-barang olahraga, dimana Baekhyun kemarin hampir saja diperkosa disana. Ia bergegas berlari tanpa memperdulikan Kris yang ternyata mengikutinya dari belakang.
"Baekhyuuun..." samar-samar Baekhyun mendengar Chanyeol berteriak, ia ingin sekali menjawab tapi Jongin sudah memplester mulutnya dengan lakaban dan namja mesum itu terlihat sedang memainkan payudara Baekhyun dengan seenaknya.
BRAAAAAK...
Baekhyun hampir saja menangis karena senang melihat namja yang dicintainya kini sudah datang.
BUAAGHH...
Dengan kekuatan penuh Chanyeol meninju Jongin yang sedari tadi masih memainkan payudara Baekhyun hingga sudut bibir pemuda itu berdarah dan tubuhnya tersungkur di lantai.
"Baekie-ah...Baekie" Chanyeol langsung menghampiri Baekhyun dan melepaskan kedua ikatan yang dari awal menyakiti lengan gadis cantik tersebut. Baekhyun menangis dengan kencang sambil menaruh kepalanya pada dada bidang Chanyeol "Kau sudah baik-baik saja" Chanyeol melepaskan kemeja sekolahnya untuk dipakaikan pada yeoja yang sedang menangis dihadapannya ini "Ayo kita pulang!" Baekhyun mengangguk dan membiarkan Chanyeol menggendongnya keluar dari gudang penyimpanan peralatan olahraga.
"Kuserahakan sisanya padamu!" perkataan Chanyeol ditujukan pada Kris yang tengah melepaskan simpul ikatan Luhan.
Begitu ikatannya terlepas Luhan langsung duduk tak lupa sebelumnya ia mencabut vibrator yang menancap di vaginanya. Ia mencegah Kris yang akan membantunya berdiri, Luhan lebih sibuk mengamati seseorang yang masih bersandar di tembok dengan kepala tertunduk, perlahan tapi pasti ia mendekati Jongin tak menghiraukan Kris yang mencegahnya.
"Kau kenapa?" Jongin mengangkat kepalanya, tak percaya jika Luhan sedang berada di depannya dengan tubuh polos "Apa kau menyesal melakukan semua ini?" Jongin hanya diam tak menjawab semua pertanyaan Luhan, ia lebih sibuk menatap mata Luhan yang bening dan indah "Aku memaafkanmu" dengan begitu Luhan menarik Kepala Jongin hingga berada tepat di belahan payudaranya, membiarkan Jongin bersandar disana. Ia tahu Jongin kesepian, ia tahu bahwa Jongin butuh di perhatikan, jadi ia membiarkan Jongin tenggelam dalam kediamannya.
...
Baekhyun terus saja berdiam diri di dalam kamarnya, membiarkan Chanyeol mengambilkan baju setelah gadis kecil itu mandi dan membersihkan diri. Chanyeol sedikit tak tega melihat kediaman baekhyun yang tidak biasa
"Jangan di ingat-ingat lagi!" Chanyeol trlihat berjongkok di hadapan Baekhyun yang hanya menggunakan handuk mandi, ia menggenggam erat jemari-jemari mungil itu sambil mengecupnya berkali-kali
"Tapi aku takut...aku takut Yeoll...selama kita menjalankan misi sebenarnya aku sangat takut, takut jika orang lain yang merebut keperawananku bukan kau" Chanyeol tersenyum mendengar penuturan Baekhyun barusan
"Tenang saja! Setelah ini tak akan ada misi selanjutnya...yang ada hanya kita ?"
Ini TBC
GUA STRESSSSS GEGARA FF INI KE HAPUS DAN AKUN-KU KE LOCK jd nggak bisa upload selama 2 ...maaaf buat yang ini
Mungkin di chap depan udah tamat...dan ada bonus buat yang review. Hehehe...bonus cerita maksudnya.
Oh iya...soal nama-nama yang nggak kesebut kemaren, sebenarnya itu udah aku tulis, tapi pas di post di FFN pada ilang, mana banyak kalimat-kalimat yang keputus juga. MAAF YAH SOAL ITU
Yang uda nebak bahwa orang mesum yang suka motion Luhan adalah Jongin, selamat kalian mendapatkan ucapan terimakasih dari
