DIRTY PAIR

By : Bantal Guling

Pairing : Chanbaek

Rate : M (Mesum nggak tanggung-tanggung)

Ini ff sedikit sama dengan beberapa komik mesum yang aku baca, tapi aku mencampur-campur semua adegan di komik mesum tersebut dan trlahirlah ff mesum ini dari otak saya.

Yang mau baca, baca aja kalo komentnya nembus seribu aku bakalan lanjutin sekarang juga (yang ini bercanda doang)

Hebatnya pada malam itu adalah Chanyeol yang tidur bersama Baekhyun tanpa melakukan hal apapun, yang dimaksud dengan hal apapun ialah tanpa memgang dada, tanpa meraba pantat, tanpa menyusu, dan tanpa adegan mesum lainnya, hal yang perlu di beri apresiasi untuk seorang Park Chanyeol. Ia hanya menemani Baekhyun yang rupanya masih sedikit trauma karena kejadian barusan, jadi intinya ia tak mau menambah trauma Baekhyun dengan melakukan hal yang tidak-tidak.

Di lain pihak, Kris, Luhan dan Jongin berada dalam satu mobil untuk menuju rumah Luhan. Kurasa Luhan memang baik, ia bahkan mengajak Jongin pulang ke rumahnya. Di dalam mobil milik Kris, terlihat Kris sedang menyetir sedangkan Luhan dan Jongin duduk di kursi belakang, semenjak meninggalkan tempat penyimpanan peralatan olahraga Jongin terus saja diam dan mengikuti Luhan yang terus menyeretnya, bahkan sekarang Luhan dengan baik hati menarik kepala Jongin untuk bersandar pada dadanya, iya...dadanya...tapi Jongin sepertinya berubah menjadi orang baik karena ia sama sekali tak meremas atau mencari kesempatan lain agar bisa menjamah payudara yang menjadi sandarannya kini.

...

Dipagi hari pada tanggal 24 desember Baekhyun terbangun dari tidurnya yang cukup nyaman karena semalaman ia dipeluk oleh namja yang sangat dicintainya. Perlahan ia bangun dari ranjangnya yang empuk dan melangkahkan kakinya menuju jendela, diluar sana sepertinya sangat dingin karena salju turun entah mulai kapan, tapi Baekhun menyukainya..menyukai sensasi malam natal yang penuh dengan guyuran salju putih.

"Kau sudah bangun?" sebuah lengan melingkar dengan erat di perut Baekhyun, gadis kecil itu hanya tersenyum senang tanpa ada niatan memberontak atau melepaskan pelukan tersebut.

"Hei tampan!" Chanyeol tersenyum senang mendengar penuturan Baekhyun barusan, itu tandanya bahwa Baekhyun kembali pulih menjadi dirinya yang biasa, bukan dirinya yang semalam.

"Aku pulang sebentar untuk berganti pakaian, kau tunggulah di rumah!" Baekhyun hanya mengangguk pelan dan membiarkan Chanyeol mengecupi pipinya sebelum pergi.

Di pagi yang lain Nampak seorang yeoja bertampang frustasi sedang menggedor sebuah pintu, karena seseorang di dalam kamar tak mau kunjung keluar bahkan untuk sarapan.

"Jongin cepat keluar dan makan sarapanmu!" teriak Luhan dari luar kamar, ia cukup bingung menghadapai Jongin yang sejak kemarin berubah menjadi pendiam, padahal ketika Jongin menculiknya sifatnya malah terlihat mesum sekali.

"Kenapa hanya Jongin yang kau tawari sarapan?" Kris datang dan memeluk Luhan dari belakang, darah Luhan seolah berdesir mendapati tangan Kris yang lain sedang menelusuri pahanya yang mulus. Luhan sekarang memang hanya menggunakan sebuah kemeja kebesaran milik Kris yang semenjak semalam di pakainya ketika keluar dari gudang penyimpanan, melihat Luhan yang mati-matian mencoba membujuk Jongin ia jadi tak tahan sendiri melihat pantat Luhan bergoyang ketika mengedor pintu.

"Yaak..bocah bodoh! Keluarlah dan mari nikmati sarapan yang di hidangkan oleh Luhan" setelah itu Kris menarik untuk duduk di pangkuannya dengan posisi Luhan yang membelakanginya, kris sendiri sudah duduk di atas kursi tepat di meja makan "Apa kau tak mau menikmati roti dengan selai cairan putih milik Luhan?" karena tak merasa di hiraukan Kris berinisiatif untuk memakan Luhan sendirian.

Di mulai dari jemarinya yang menelusup masuk dari kerah bagian atas, dilanjutkan dengan mengecupi seluruh permukaan leher putih dan jenjang tersebut. Lama-kelamaan ia tak tahan dan mulai membuka kancing Luhan hingga urutan ketiga, mengeluarkan benda bulat montok yang akan selalu manis jika dihisapnya. Kris menarik puting Luhan keluar dari balik bajunya membuat Luhan mengerang sambil menjambak rambut Kris dari arah depan. Dengan satu tangannya Kris membawa payudara Luhan hingga melewati pundaknya sendiri agar puting merah itu bisa masuk ke dalam mulutnya, sarapan susu di pagi hari memang bagus untuk kesehatan.

BRAAAAK

Kris terkejut tapi tak sampai melepaskan puting Luhan dari mulutnya.

"Aku mau selai putih-ku" dan Jongin sudah berjongkok sambil membuka kaki Luhan lebar-lebar memperlihatkan vagina merah yang berkedut. Tanpa basa-basi Jongin melesakkan kepalanya di antara selangkangan Luhan. Luhan terlihat sangat menggoda dalam posisi seperti ini, di setubuhi oleh dua namja di pagi hari.

"Cpaaak...Cpaak..." bunyi decakan dari arah selangkangan Luhan terdengar semakin kecang, Jongin dengan begitu lihai memainkan lidahnya untuk menjilati dan mengecup bibir vagina Luhan, dan ia semakin senang ketika Luhan mendorong kepalanya untuk semakin dalam melesak membelai kewanitaanya. Kris sendiri tak peduli dengan Jongin yang tengah menhabisi bagian bawah Luhan, ia lebih sibuk mengenyot payudara Luhan secara bergantian, menarik puting yang jelas-jelas sudah memerah, menekan-nekan hingga puting yang sekeras krikil itu tenggelam diantara payudaranya sendiri.

"Akhhh...Krishhhh...Jonghhhhhinsssshh...akhh...akhhh"

Jongin mengambil sesuatu diatas meja menggunakan tangan kirinya ketika merasa Luhan akan mencapai orgasemnya yang pertama. Ternyata Kim Jongin mengambil selembar roti dan menutup vagina Luhan menggunakan benda tersebut, menggesek-gesekkanya secara pelan sampai Cairan putih nan lezat milik ketua klub renang tersebut menyembur membasahi roti yang sudah disiapkan Jongin. Jongin masih menggesek-gesekkan roti tersebut cukup lama kemudian menariknya menjauhi selangkangan Luhan, terlihatlah disana roti dengan selai cairan cinta milik Luhan. Luhan hanya melirik pasrah pada Jongin yang sedang menikamti rotinya.

"Haaah...akhhh...akhhh..." desah Luhan hingga akhir.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Chanyeol bergegas kembali ke rumah Baekhyun untuk menikmati sarapan bersama. Tanpa permisi Chanyeol langsung masuk ke dalam rumah, begitu mendengar suara gumaman sebuah lagu dari arah dapur si jangkung tersebut langsung membelokkan kakinya menuju dapur. Ia tersenyum melihat Bakehyun yang tengah asyik mengoleskan selai strawberry pada rotinya hingga tak menyadari bahwa Chanyeol tengah menatapnya dengan mesum...yah...siapa yang tak akan berpikiran mesum jika melihat Baekhyun sekarang? Sweater cream besar berbahan wol yang sangat transparan tengah menjadi pentup indah tubuhnya, walau tak benar-benar menutupi karena Chanyeol masih bisa melihat celana dalam Baekhyun yang berwarna hitam. Baekhyun yang memang hanya memakai sweater tanpa bawahan dan setelah pandangannya naik ke atas Chanyeol tahu bahwa Baekhyun sedang tak memakai bra.

"Eh...sejak kapan kau datang?" Chanyeol tak menjawab hanya tersenyum pada kekasihnya. Baekhyun melewati Chanyeol yang Nampak aneh karena dari tadi hanya tersenyum, ia melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di depan televisi, mengabaikan Chanyeol yang sedang menatapnya memakan roti.

"Sarapan untukku mana?" Tanya Chanyeol sambil mendudukkan dirinya tepat di samping Baekhyun.

"Buat saja sendiri!" Chanyeol lagi-lagi tersenyum meskipun Bakehyun menggunakan nada yang cukup jutek padanya.

"Kalau aku minta sarapanku pagi ini adalah susu apa boleh?"

"Ya sudah...buat saja sendiri!"

"Selamat minum susu!" dan Chanyeol menundukkan kepalanya menuju payudara Baekhyun, tangannya digunakan untuk meraba permukaan sweater setelah menemukan benda kecil yang akan membawa kenikmatan baginya, Chanyeol menarik rankaian sweter wol tersebut hingga sedikit berlubang dan mengeluarkan hanya putting Baekhyun dari sana.

"A-apa yang kau lakukan?" tak menghiraukan ucapan Baekhyun, Chanyeol malah asyik menjilati benda kecil mungil dan keras yang sudah keluar dari lubang yang dibuat Chanyeol di sweaternya. Baekhyun sampai menjatuhkan rotinya karena merasa lemas dengan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba.

Lubang di sweater Baekhyun sedikit di perlebar hingga Chanyeol bisa menggunkan mulutnya untuk menghisap benda bernama Puting tersebut. Dan rasanya sungguh nikmat, mencumbui Baekhyun tanpa harus melepaskan bajunya, terasa seperti pencabulan. Satu tangan Chanyeol masuk lewat bagian bawah sweater dan meraih gundukan yang tak sedang di habisi oleh bibir Chanyeol. Dari dalam sweater Baekhyun, Chanyeol juga melubangi benda tersebut hingga puting satunya terlihat mencuat diantara sweater. Si mesum itu mengeluarkan tangannya dari dalam sweater Baekhyun, tapi kemudian tangan jahilnya merambat ke atas untuk menarik puting Bakehyun ke luar.

"Chan...akhhh...akhhh..." senang dengan reaksi kekasihnya, Chanyeol semakin bersemangat untuk memilin benda kecil tersebut, di pilin menggunakan tulunjuk dan jempolnya.

"Suhhsummmmuh...enhaaak...sayngmmmmm (susumu enak sayang)" ucap Chanyeol di tengah hisapannya

"Hishapphh..akhhh...tariiiikhhh" dan Chanyeol menarik Puting Baekhyun dengan giginya, tertarik hingga benar-benar mengacung, setelahnya Chanyeol mengunyah benda kecil tersebut dengan semangat, kunyah...kunyah...kunyah...bagaikan permen karet.

...

Semua orang jelas saja menunggu saat-saat dimana malam natal akan segera datang, tak terkecuali Baekhyun dan Chanyeol yang sedang duduk berdua di atas sofa sambil menunggu pergantian tanggal 24 menjadi tanggal 25. Kurang lima menit lagi malam natal akan tiba, jadi Chanyeol buru-buru memberikan sebuah kado untuk kekasihnya.

"Bukalah!" Baekhyun menurut dan membuka kado kecil yang sudah berada di tangannya, ia sungguh senang saat mengetahui benda yang tersembunyi dalam kotak tersebut adalah sebuah cincin.

"Ini indah sekali" gumam Baekhyun setelah berhasil memasukkannya ke dalam jari manisnya, matanya bahkan berbinar terang dan tak ia tak mau mengalihkan tatapannya pada Chanyeol yang hanya diam tersenyum "Terimakasih sayang!" Baekhyun berakhir dengan memeluk kekasihnya erat karena hadiah yang begitu menakjubkan dimalam natal ini "Aku punya kejutan untukmu sayang! Tunggu disini!" dan si kecil itu melesat begitu saja menuju kamar, meninggalkan Chanyeol yang sibuk menebak kira-kira kado apa yang akan diberikan oleh Baekhyun untuknya.

Tak lama kemudian bunyi lonceng terdengar dari kamar Baekhyun, Chanyeol otomatis mnoleh dan sekrang ia ingin sekali menjatuhkan rahangnya karena tak percaya dengan apa yang ia lihat. Baekhyun dengan sebuah bikini warna merah menyala keluar dari dalam kamar, jangan lupakan topi santa Claus-nya dan juga kalung dengan hiasan lonceng yang akan berbunyi jika dirinya berjalan. Baekhyun bahkan menggunakan stelitto merah yang membuat kakinya terlihat jenjang dan tentu saja seksi.

Mata Chanyeol bahkan tak berkedip ketika melihat Baekhyun berjalan dengan payudara yang bergoyang dengan indah, apalagi payudaranya benar-benar tak seluruhnya tertutupi, hanya bagian puting saja yang bisa ditutupi oleh bikini tersebut. Payudara Baekhyun terasa amat indah, ditambah kalung lonceng yang membuat dirinya semakin seksi.

"Tuan...apa yang kau minta dari santa girl malam ini?" Chanyeol menelan ludahnya sebelum menjawab pertanyaan Bakehyun dengan susah payah, apalagi Baekhyun tengah menunduk di hadapaannya dengan siku yang menumpu di meja membuat payudara Baekhyun seperti sebuah hidangan makan malam.

"A-aku inging kau memuaskanku malam ini" Jawab Chanyeol pada akhirnya

"Baik tuan. Tapi bagaimana caranya?" Tanya Baekhyun dengan menjilati ujung telunjuknya sendiri "Apa aku harus menari?"

"Boleh juga" dan gadis kecil yang hampir tak berbusana itu menarik Chanyeol agar berdiri dari sofa dan mengikutinya. Chanyeol benar-benar tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari pantat Baekhyun yang terlihat seluruhnya, karena bagian bawah bikininya hanya beruba kain dengan bahan sangat sedikit yang hanya bisa menutupi vaginanya, itupun tidak banyak. Sedangkan bagian belakangnya berupa tali yang masuk di antara celah kedua pantat Bakehyun.

Chanyeol mengikuti Baekhyun dari belakang dan dengan berani ia meremas pantat Baekhyun yang ternyata putih dan mulus serta montok. Entah sejak kapan kamar Baekhyun yang rapi berhiaskan boneka disana sini kini berganti dengan suasana erotis seperti diskotik, lampu warna-warna berkelap-kelip memenuhi ruangan, music yang mengalun pelan dari sebuah tape, dan jangan lupakan tiang yang tiba-tiba berada di tengah kamar padahal tadi pagi sebelum Chanyeol pulang untuk berganti baju benda ini belum ada.

Baekhyun mulai mengeraskan lagu yang mengalun dari tape besarnya tak lupa berpose menunggung hingga memperlihatkan pantatnya yang montok pada Chanyeol, perlahan Baekhyun berjalan dan mendudukkan Chanyeol di sebuah kursi tepat di hadapan tiang, dengan gaya erotis Baekhuyn mulai membelai wajah Chanyeol, mengecup dahi pemuda jangkung tersebut sambil menyentuhkan payudaranya hingga menempel pada salah satu pipi Chanyeol.

"Ughhhh" tak mau melepaskan kesempatan baik ini, Chanyeol juga mengusak hidungnya di antara permukaan payudara Baekhyun, tapi sedetik kemudian Baekhyun mundur menjauh dari jangkauan si pemuda tampan tersebut.

Gadis berpakaian minim tersebut berjalan mendekati tiang dan sedetik kemudian mulai menggesek-gesekkan payudaranya pada tiang, membuat tiag tersebut tenggelam diantara belahan payudaranya yang indah. Chanyeol jadi membayangkan jika yang dihimpit oleh payudara Baekhyun adalah penisnya, masti sangat nikmat rasanya. Sekarang Baekhyun menyandarkan punggungnya pada tiang dan mengangkat tanganya ke atas menari pegangan, kemudian badannya dicondongkan ke depan dan hal tersebut berhasil membuat Chanyeol menegang karena payudara Baekhyun yang menggantung dengan bebas. Gerakan-gerakan kecil yang dibuat Baekhyun selalu membuat payudaranya bergoyang membuat nafsu Chanyeol tak bisa di tahan, apalagi celananya sudah sesak semenjak Baekhyun keluar menggunakan bikini.

Belum puas menggoda kekasihnya, Baekhyun menunggung dan berpegangan pada tiang, menungging tepat dihadapan Chanyeol sambil melebarkan kakinya, pemuda tampan tersebut bisa melihat lubang belakang Baekhyun karena kegiatannya kali ini.

Dengan tak sabaran, Chanyeol menarik pantat Baekhyun hingga gadisnya sudah terduduk manis di atas pangkuannya, mempertemukan belahan pantat dan benda yang menonjol di balik celana Chanyeol.

"Jangan menggodaku terus! Cepat puaskan aku!" tangan Chanyeol yang nakal tak dibiarkan menganggur begitu saja, ia sedang memprgunakannya untuk meremas payudara Baekhyun dan menyelipan jari-jarinya agar bisa menyentuh puting yang hanya tertutupi sedikit kain bernama bikini. Chanyeol sebenarnya tak mempermasalahkan tentang bikini yang sia-sia menutupi tubuh kekasihnya, ia justru senang karena Baekhyun terlihat sama saja dengan tak memakai baju atau apapun di tubuhnya.

"Enak tuan?" Tanya Baekhyun nakal sambil menggoyangkan pantatnya, tak lupa ia memegang tangan Chanyeol agar semakin cepat memuaskan putingnya. Hidung Chanyeol yang mancung sedang asyik digesekkan pada pundak putih milik Baekhyun, sedangkan bibirnya digunakan untuk menyesap beberapa bagian di balik telinga kekasihnya.

"Apa kau bisa memuaskan adikku yang tersiksa di bawah sana?" Baekhyun membalik tubuhnya dan mulai berdiri dari pangkuan Chanyeol.

"Tentu saja bisa tuan" jawabnya setelah memberikan sebuah kecupan singkat dibibir merah kekasihnya.

"Cepat puaskan aku!" Baekhyun mulai berjongkok dan mendekatkan wajahnya pada junior Chanyeol. Hidungnya yang lancip sedang menghirup bau wangi dari benda yang sangat menonjol di balik celana Chanyeol.

"Terimakasih karena akhirnya aku bisa memuaskan adik kecilmu" perlahan gadis bermarga Byun itu membuka zipper celana Chanyeol, lalu menurunkan resleting dengan bibirnya. Terasa begitu nikmat ketika bibir Baekhyun bersentuhan pada junior Chanyeol meskipun masih terhalang celana.

Baekhyun menarik celana Chanyeol hingga kelututnya, kemudian ia kembali mengarahkan bibirnya pada junior yang masih di tutupi celana dalam. Dengan penuh nafsu Baekhyun menggigit benda keras tersebut, membuat Chanyeol keenakan karena baru kali ini juniornya di servis oleh Baekhyun. Belum puas mengerjai kekasihnya, Baekhyun mulai menjilat-jilati penis yang sudah sangat mengacung dan hampir menerobos keluar dari celana dalamnya, air liurnya mulai bercampur dengan cum Chanyeol yang keluar sedikit demi sedikit dari ujung juniornya.

"Akhh...lepashhh celanku sayang!" Baekhyun tak benar-benar melepas celana Chanyeol, ia hanya membuka bagian samping celana dalam tersebut dan dengan seketika junior Chanyeol menampar keras permukaan pipi Baekhyun yang lembut. Gadis nakal itu mengecup ujung junior Chanyeol dengan bibirnya yang mengerucut kemudian dengan perlahan dan mata yang takjub ia membawa junior Chanyeol berada dalam genggamannya.

"It's so big...ughh..." Baekhyun bahkan menggunakan kedua tangannya untuk bisa memgang junior Chanyeol, kalau satu tangan saja jelas tak akan muat. Dengan pasti Baekhyun menaikkan sedikit tubuhnya dan membawa junior besar tersebut untuk masuk lewat bagian bawah bikinya...taraaa...sekarang Junior Chanyeol terhimpit di tengah payudara Baekhyun yang montok.

"Ini akhaaan sangthhh nikmaathhh" desah Chanyeol ketika Baekhyun mulai meremas dadanya sehingga membuat junior Chanyeol ikut bergerak. Dari gerakan pelan ia menekan junior kekasihnya hingga ujung junior besar tersebut timbul dan tenggelam di belahan dadanya "Rasanya seperti memasuki lubanghh muhhh..nikmathh dan rapathhhhhh" senang dengan pujian yang diberikan kekasihnya, Baekhyun mengeluarkan kedua putingnya hingga kedua benda kecil tapi keras itu menggesek batang junior Chanyeol yang berurat. Baekhyun memang sengaja menggesekkan putingnya untuk menjepit junior Chanyeol meskipun ini baru yang pertama tapi ia juga sangat menikmatinya, di tambah intensitas mengocok payudaranya yang semakin keras agar junior Chanyeol merasa terpuaskan"Janghhan membuathhkuh Cum duluhhhh" gadis kecil itu menuruti kemauan kekasihnya, walau ia belum memuaskan Chanyeol dengan bibir kecilnya lagipula ia juga masih sedikit takut melakukan hal tersebut, bagaimana kalau Baekhyun kena penyakit mulut?.

Baekhyun berdiri tapi sebelumnya ia sudah melepaskan junior Chanyeol dari jepitan payudaranya. Ia berjalan menuju kasur, mengangkat kedua kakinya yang masih menggunakan stelitto dan melebarkan pahanya agar selangkangannya terlihat dengan jelas di mata Chanyeol.

"Tolong ambilkan kaca kecil itu!" Chanyeol mengambil sebuah kaca yang ukurannya sedang dan membawanya mendekat menuju Baekhyun "Bisakah kau duduk dibelakangku?" lagi-lagi Chanyeol menurut dan duduk mengangkaangi tubuh Baekhyun setelah ia menyerahkan kaca pada kekasihnya. Chanyeol masih tak mengerti apa yang akan di lakukan Baekhyun dengan kaca tersebut.

Semua yang menjadi pertanyaan Chanyeol akhirnya terjawab ketika Baekhyun dengan sangat sengaja membuka bagian bawah bikininya, hanya menyingkapnya saja sebenarnya tapi dengan begitu vaginanya sudah terekspose. Kaca yang sesari tadi di pegang dengan tangan kirinya ternyata sudah memantulkan bayangan vagina Baekhyun yang basah dan memerah. Jadi Chanyeol tak perlu bersusah payah menunduk untuk melihat vagina Baekhyun yang nyata-nyata sudah terlihat dari kaca.

"Pantas saja kau menyukai vaginaku, ternyata benda ini memang indah" terlihat sekali bahwa Baekhyun sengaja menggoda kekasihnya yang tengah susah payah menelan ludahnya sendiri, ditambah Baekhyun terus saja meraba vagina tersebut dan mecubit-cubiti klitorsnya sendiri. Setiap kali Baekhyun menyingkap vaginanya hingga cairan bening terlihat keluar diantara benda tersebut, Chanyeol selalu menahan napasnya menunggu Baekhyun menyuruh untuk menyentuhnya "Lubang ini...yah...dia yang akan memanjakan juniormu" dan Baekhyun memasukkan satu jarinya ke dalam lubangnya sendiri "Owhhhh" desahnya nikmat

Dibawah sana, junior Chanyeol semakin menegang dan menyentuh punggung Baekhyun yang mulus "Owhhh...akhhh..." Baekhyun mencoba mengeluar masukkan jarinya, mencari kenikmatan sendiri tanpa bantuan Chanyeol. Baekhyun jelas-jelas melakukan onani di depan kekasihnya tanpa di perintah siapapun, ia hanya menuruti keinginannya sendiri, dan ternyata onani itu membuat dirinya merasakan nikmat yang luar biasa ketika dibarengi dengan bayangan-bayangan junior Chanyeol yang nanti akan menusuki lubangnya, apalagi ia bisa melihat jemarinya yang keluar masuk melalui kaca yang sedari tadi di pegangnya. Baekhyun terus saja menusuk-nusuk lubangnya dengan jari sekitar 3 menit dan pada akhirnya ia tak kuasa menahan hasrat yang ingin segera keluar.

"Akhhhh..."teriak gadis mungil itu pada akhirnya, ia sudah melalui orgasme pertamanya karena perbuatannya sendiri tanpa Chanyeol membantunya. Si jangkung tersebut semakin geram ketika melihat vagina Baekhyun berkedut ditambah jari-jari yang basah karena mani-nya, hingga menetes – netes keluar.

"Kau sudah puas bermain sendirian?" Baekhyun hanya mampu terengah-engah sambil menyandarkan punggungnya di dada bidang Chanyeol tanpa menjawab pertanyaan tersebut "Sekarang menungginglah! Kini giliranmu memuaskan juniroku yang sudah keluar uratnya" memangnya apalagi yang bisa dilakukan Baekhyun selain menurut. Jadi ia menungging di atas kasur tanpa melepaskan stlitto merahnya, membuat Baekhyun semakin seksi. Wajahnya kini bahkan sudah terlihat sangat bergairah, terlihat dari kaca besar dihadapnnya yang memang biasa ia gunakan untuk melihat dandanannya. Payudaranya menggantung dengan indah ketika menungging seperti ini, apalagi payudaranya memang seperti tak tertutup apapun, bikini yang tak berguna sama sekali kcuali untuk menutupi puting merahnya yang sudah menegang.

"Sepertinya kau sudah sangat siap? Jadi aku tak perlu berlama-lama melakukan pemanasan" meskipun berkata demikian ia tak mau membuat Baekhyun kesakitan, ini yang pertama bagi kekasihnya jadi ia ingin melakukan hal yang terbaik. Chanyeol menenggelamkan wajahnya di belahan pantat Baekhyun, mengusak-ngusak hidungnya di antara bibir vagina yang belepotan oleh cairan mani. Vagina Baekhyun selalu harum baginya, mungkin Bakehyun selalu membersihkannya dengan baik.

Lidah panjang itu sedang terulur untuk membersihkan sisa cairan Baekhyun yang tertinggal. Awalnya memang hanya jilatan-jilatan kecil tapi kemudian lidah Chanyeol mulai mengobok-obok sampai di lubang Baekhyun, ia berniat sekali membersihkan mani kekasihnya hingga ke cela-cela terdalam. Setelah cukup puas mengerjai vagina Baekhyun, Chanyeol beinisiatif mengocok juniornya agar lebih menegang dan sesegera mungkin ia bisa memasuki lubang surga milik kekasihnya.

"Kau siap sayang?"

"Nehhh..." Baekhyun hanya bisa mendesah padahal Chanyeol belum memasukkan juniornya, baru menggesek-gesek dengan perlahan.

JLEEEB

"Aghhhhhh" Baekhyun meremas seprai yang sudah sangat kusut sebagai pelampiasan rasa sakitnya, matanya terpejam saat merasakan benda Chanyeol menerobos dengan perlahan dan terus masuk leih dalam "Bergerakhhhhlahhh!" Chanyeol tersenyum dan bergerak dengan pelan, menikmati setiap jepitan dari vagina Baekhyun yang berkedut, belum lagi kedua tangannya yang asyik meremas pantat Baekhyun yang mulus.

"Haaahhhh...ini Nikmathhh Baekhhh. Gerakkan tubuhmu!" Baekhyun menurut dan mulai menggerakkan tubuhnya, jika Chanyeol menarik juniornya ke belakang maka Baekhyun menggerakkan tubuhnya ke depan, dan ketika Chanyeol memasukkan lagi juniornya yang hampir terlepas maka Baekhyun memundurkan tubuhnya agar junior besar tersebut masuk lebih dalam.

"Lebih Cepathh...Baekhhh" Baekhyun semakin menikmati junior Chanyeol yang memenuhi vaginanya, rasanya sungguh berbeda jika jari Chanyeol yang masuk, ini jauh lebih nikmat. Di tambah Baekhyun yang bisa melihat pantulan dirinya di cermin. Wajahnya sangat terangsang dengan bibir yang terbuka lebar karena terus mendesah keenakan, dadanya menggantung dan bergoyang tak tentu arah akibat genjotan Chanyeol yang dahsayat, dan yang lebih penting, Baekhyun bisa melihat wajah puas Chanyeol yang sedang menyutubuhinya.

"Senang dengan yang Kau lihathhh" dari cermin Baekhyun melihat mata Chanyeol yang sudah tebuka dan balas menatapnya, Chanyeol membungkuk dan menempelkan dadanya dengan dada Baekhyun, tangannya menggerayang ke depan dan menangkup kedua payudara Baekhyun yang sejak tadi bergoyang sendiri.

"Lebih kencanghhh yeolll..akhhh...akhhh...oh yes...ah..no...ahhh" Baekhyun mendesa lebih keras karena putingnya di tarik-tarik ke depan dan di kocok hingga terasa sakit "Aku mauhhh keluarhhhh"

"Tunggu akuuhh...akhh..yes...akhhh" Chanyeol bergerak seperti kuda liar, ia semakin bersemangat menggenjot vagina Baekhyun ketika mengetahui kekasihnya sudah ingin keluar

"ARGHHHH" teriak keduanya begitu mencapai puncak kenikmatan. Baekhyun ambruk ke atas kasur dengan Chanyeol yang masih menungganginya. Nafas mereka bersahutan karena membutuhkan oksigen lebih banyak lagi.

"Sekarang kita harus berpindah tempat" Chanyeol menarik tubuh Baekhyun yang sedang tengkurap tanpa melepaskan juniornya yang masih ada di dalam lubang Baekhyun. Yeoja manis itu menurut dan ikut berdiri membelakangi Chanyeol karena posisinya sekarang. Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang, lebih tepatnya meremas kedua payudara Bakehyun sambil menyuruh kekasihnya itu berjalan.

"Akhhh...akhhh" Bakehyun kembali mendesah begitu ia berjalan, saat tubuhnya di gerakkan Junior Chanyeol juga ikut bergerak dan itu membawa kenikmatan tersendiri. Bakehyun terus berjalan sambil memejamkan mata, membiarkan Chanyeol menggiringnya dengan posisi yang sungguh tidak biasa ini, berjalan sambil bersetubuh.

Ternyata Chanyeol membawa Bakehyun ke ruang tengah dimana sebuah tread mil berada di ruang tersebut, benda yang selalu digunakan Baekhyun untuk berolahraga. Chanyeol menggiring kekeasihnya agar menaiki Tread mil yang belum menyala, setelah keduanya berada di atas benda tersebut Chanyeol mulai menyalakannya dan memulai dengan kecepatan yang sangat pelan.

"Owhhh...Ah...yes...yeollh..." Baekhyun mendesah karena dirinya juga harus ikut bergerak agar tak terjatuh. Merasa harus menambah kecepatan akhirnya Chanyeol benar-benar menambah kecepatan benda tersebut hingga dirinya dan Baekhyun harus ikut berlari lebih cepat.

"Akhhh...akhhh..." junior Chanyeol benar-benar menusuk-nusuk lubangnya hingga bagian terdalam karena kegiatan mereka di atas tread mil "Yeollhh...akuh lelahhhhh" tapi Chanyeol tak mau berhenti sampai disini, ia mematikan benda tersebut hingga membuat Baekhyun sedikit lega. Tapi ternyata Chanyeol memposisikan kedua kaki Baekhyun di bagian samping tread mil yang tak akan ikut bergerak jika di nyalakan, intinya hanya Chanyeol saja yang bergerak karena mengikuti arus tread mil, dan Baekhyun hanya butuh mengangkang dan mendesah lebih kuat.

Kembali Chanyeol menyalakan benda tersebut dan ia mulai berlari sedikit cepat, bagian depan tubuh Bakehyun disandarkan di atas tombol-tombol bagian depan tread mil, ia sudah tak sanggup mengimbangi kegiatan Chanyeol yang masih bersemangat berlari sambil menusuk vaginanya.

Junior Chanyeol akan tertarik hingga hampir keluar dari vagina Baekhyun jika ia memlankan cara berlarinya, tapi sesaat kemudian ia akan berlari lebih kencang dari arus tread mil dan menusuk lubang Bakehyun hingga bagian dalam.

"Baekhhh...akhhh...akhhh" Chanyeol mendesah sendiri karena merasakan kenikmatan yang tiada tara, Bakehyun juga mendesah tapi sedikit pelan karena ia cukup lelah "Akuuh...keluarhhh"

CROT CROT CROT

Chanyeol memejamkan matanya dan menekan satu tombol untuk mematikan benda bernama tread mil ini. Ia segera memeluk Baekhyun yang hampir pingsan karena kelelahan dan mengangkat kekasihnya itu menuju sofa ruang TV, membiarkan cairan sperma miliknya bercecer di paha Baekhyun serta lantai.

"Kita mulai lagi dari awal" rasanya Bakehyun akan benar-benar pingsan menghadapai nafsu Chanyeol yang begitu besar.

...

Di hari yang sama tapi di tempat berbeda, dua orang namja tampan sedang duduk di depan meja makan, menunggu sesuatu untuk dihidangkan. Mereka berdua terlihat cemas karena yeoja bernama Luhan yang berjanji akan segra menghidangkan makan malam tak kunjung keluar dari kamarnya. Salah satu dari mereka yang bernama Kris sangat tak sabar hingga ia mulai beranjak dari posisinya sekarang.

CEKLEK

Keduanya menoleh pada pintu yang terbuka lebar, Kris bahkan kembali menjatuhkan dirinya di atas kursi dengan tampang tercengang. Kalau pemuda satunya yang bernama Jongin? Ia sedang berusaha menelan ludahnya karena tak sanggup melihat pemandangan yang disuguhkan oleh Luhan.

Luhan yeoja manis dan seksi itu tengah berpenampilan seperti santa clause, tak jauh berbeda dengan Baekhyun. Tapi Kostum yang di kenakannya bukan bikini melainkan atasan seperti kemben berwarna merah yang dihiasi bulu-bulu putih, kemben tersebut hanya menutupi payudaranya saja, bahkan payudaranya pun sudah hampir keluar dari bagian bawah. Lalu Luhan juga menggunakan sebuah rok yang saaangat pendek yang hanya bisa menutupi separuh pantatnya saja.

Ia mendekati Kris dan Jongin yang sudah duduk tenang di depan meja, dengan gerakan seksi Luhan menaiki meja, dan saat itu Jongin bersumpah bisa melihat vagina Luhan yang tak tertutupi celana dalam. Entah sejak kapan sudah ada lagu slow yang mengiringi gerakan seksinya, Luhan berjalan dengan gaya sangat seksi kemudian ia berjongkok tepat di depan Kris dan membuka kedua kakinya lebar-lebar. Belum sepmat Kris mengagumi apa yang dilihatnya, Luhan sudah menarik kepala Saemnya hingga menyentuh vaginanya sendiri. Wajah Kris bergesekan dengan benda kenyal dan merah milik Luhan, ia mengambil kesempatan untuk mencumi benda tersebut, tapi tak beberpa lama ketika Kris trlihat ketagiahan ia menarik kepala Kris dan menjauhkan dengan vaginanya.

Luhan kembali berjalan mendekati kursi lain dimana Jongin sedang merasa was-was akan diperlakukan seperti apa oleh Luhan. Tak jauh berbeda, Luhan juga berjongkok di depan Jongin tapi ia tak membuka kakinya, melainkan mendekatkan kepalanya dengan kepala Jongin. Ia menarik baju bagian atasnya hingga tersingkap ke atas dan memperlihatkan payudaranya yang menggantung, lalu dengan grakan cepat ia menarik kepala Jongin agar tenggelam di kedua belahan dadanya. Luhan meremas-remas dadanya hingga wajah Jongin benar-benar terhimpit, sesekali pemuda tersebut menjilati puting Luhan jika benda tersebut berada di dekat mulutnya. Tak perlu waktu yang lama pula, Luhan segera menjauhkan kepala Jongin dan membenarkan letak pakaiannya.

"Apa kalian tak ingin memakan hidangan yang sudah kusiapkan?" Kris dan Jongin saling berpandangan begitu melihat Luhan yang tengah berbaring di atas meja dengan pose yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang Kris dan Jongin menaiki meja dan menyingkap kemben Luhan hingga payudaranya yang besar mencuat keluar.

Seperti bayi kehausan, keduanya menghisap payudara Luhan tanpa ampun, mengenyot sambil menarik-narik benda tersebut hingga melar kemana-mana. Dengan sayang Luhan mengelus kedua kepala Jongin dan Kris yang trlihat sedang menunduk karena terus saja menghisap dadanya. Keduanya seakan memiliki telepati, mereka akhirnya melepaskan hisapannya dari puting Luhan dengan tarikan kuat hingga terdengar suara decitan. Lagi-lagi kedua pemuda tersebut saling menatap dan mencari sebuah posisi. Kris turun dari atas meja, dan dengan cepat ia membuka resletingnya kemudian mengeluarkan junior besarnya hingga terlihat jelas di mata Luhan.

Jongin menarik tubuh Luhan hingga yeoja tersebut terangkat dan Jongin memposisikan tubuh Luhan agar menungging. Ia menggiring Luhan agar mendekati Kris yang berada di tepian meja, sedangkan dirinya sendiri asyik meremasi pantat Luhan yang jelas-jelas terlihat mulus.

"Hisap milikku sayang!" Kris menarik kepala Luhan hingga junior besar Kris sudah masuk sebagian di mulut basah milik Luhan "Owhh..muluthmuhhh hangat" Kris trus mendorong kepala Luhan agar mulutnya semakin dalam menghisap juniornya yang besar dan menegang. Lidah Luhan juga menusuj-nusuk ujung lubang kencing milik Kris dan berputar-putas untuk mengoda namja di depannya, tak jarang Luhan juga mengocok twinsbal Kris yang tak kalah besar dari juniornya, membuat Kris Saem begitu terlena sampai memejamkan mata.

Di lain pihak, Jongin menyusuri lubang vagina Luhan dengan lidahnya, menusuk-nusuk benda tersebut dengan lidah yang basah. Luhan ingin mendesah karena merasakan kenikmatan yang sangat, tapi rasanya begitu susah sebab bibirnya tersumpal junior Kris

"Ugh..ughh" racau Luhan karena keenakan vaginanya di tusuk-tusuk dengan lidah.

"Akhh..cepathhh Luhhh" Kris menggrakkan pinggulnya ke depan dan kebelakanga mencari kenikamtan sendiri di tengah penderitaan Luhan yang sedang menahan diri untuk mengambil oksigen.

Jongin sendiri sudah tak sabar melihat Kris mendapat kenkimatan sendiri, sedangkan juniornya belum dimanjakan oleh Luhan. Jadi ia berinisiatif untuk membuka resletingnya dan perlahan memasukkan juniornya ke dalam lubang Luhan.

"Arghughhh" racau Luhan tak jelas karena vaginanya di bobol oleh junior Jongin yang ternyata tak kalah besar dari milik Kris

"Luhh...oh...yes...akhhh...akhhh" Jongin begitu bersemangat menggenjo santa Lu yang begitu seksi mala mini, bukankah tugas seorang santa adalah mengabulkan permintaan manusia ketika natal tiba? Dan Jongin ingin menagih hal itu sekarang.

"OWHHHHH" teriak Kris karena mendapati orgasmenya yang pertama karena juniornya di manjakan oleh Luhan. Cairannya keluar begitu banya hingga mulut Luhan penuh dengan cairan putih tersebut, terlihat seksi memang apalagi sperma Kris mulai menetes-netes dari sudut bibir Luhan. Tak tahan melihat adegan ini, Kris segera melumat bibir Luhan dan membagi cairan miliknya.

"Akhh..akhh..." teriakan Jongin tak ayal menarik perhatian Kris, jadi ia melepaskan ciumannya dengan Luhan dan berdiri sambil berfikir.

"Jongin...kita pindah ke kamar" sedikit kesal karena kegiatannya di interupsi, tapi pada akhirnya Jongin menurut dan membawa Luhan ke kamar tanpa melepaskan juniornya. Luhan mengangkang lebar di gendongan Jongin karena Jongin menusuknya dari belakang dan ia akan mendesah kencang ketika junior Jongin keluar masuk ketika berjalan.

Jongin menurunkan kaki Luhan ketika sudah sampai di kamar, ia tak mengerti apa yang akan di lakukan oleh Kris jadi ia hanya bisa menunggu. Pada akhirnya Kris mendekati Luhan dan Jongin, membuka lebar kaki Luhan dan memperlihatkan junior Jongin yang masih terus menusuk lubang Luhan.

"Aku ikut bergabung" dan Kris memasukkan juniornya ke dalam lubang Luhan, ia cukup bersusah payah karena sudah ada lubang Jongin yang mengisi sebelumnya.

"ARGHHH..." triak Luhan kencang karena Kris berhasil memasukkan setengah dari juniornya

"Rilekshhh Baby" Kris sedikit mengangkat tubuh Luhan agar memprmudah juniornya untuk masuk dan

JLEB

"OWHHHH" bersamaan dengan masuknya seluruh junior Kris, Luhan berteriak dengan kencang karena vaginanya benar-benar terasa di belah. Dimasuki oleh dua junior super besar siapa yang tak akan merasakan sakit yang luar biasa? Luhan hanya mampu menutup mata dan membiarkan Kris ataupun Jongin yang mnyelsaikan semua ini.

"Kita mulai sekarang" seperti membri kode pada Jongin, akhirnya kedua namja tersebut mulai bergerak dengan pelan.

"AKHHHHHH...NOOO...nooooo..akhhhh" Luhan menjerit dan mendesah, junior Kris dan Jongin memenuhi lubangnya hingga ia terasa amat sangat penuh. Luhan benar-benar menitikkan air matanya karena rasa sakit yang luar biasa, tapi ia tetap diam dan membiarkan Kris serta Jongin bergerak mencari kenikmatan.

"Hahhh Luuhhh" Jongin mendesah kencang ketika juniornya bergesekan dengan junior Kris, rasanya lubang Luhan semakin sempit ketika dimasuki secara bersamaan seperti ini "Bergerakhh lebih cepathh Krisss" dan Kris menuruti keinginann Jongin untuk bergerak lebih cepat. Mereka bertiga bersetubuh dalam posisi berdiri, entah apa yang mereka pikirkan.

"Akhhh...luh...luhhh...nyemm...cpaak..cpaaak" Kris menggenjot vagina Luhan ambil mulai menghisap paudara yang sedari tadi menggodanya karena bergoyang kesana kemari tanpa henti, merasa kasihan dengan benda yang terabaikan tersebut akhirnya Kris menarik salah satu payudara Luhan dan memasukkan ke dalam mulutnya.

"Akuuuh lelahhhhh" jerit Luhan, kasihan dengan keadaan Luhan, akhirnya Kris dan Jongin brinisiatif membawa Luhan ke atas tempat tidur. Mereka beriga merebahkan diri secara bersamaan dan tak lama kemudian kedua namja tampan tersebut kembali bergerak dan mengoyak lubang Luhan yang sepertinya akan melebar karena dimasuki dua junior sekaligus.

"Akhhr...akhhh" desahan demi desahan bercampur menjadi satu, entah desahan milik siapa yang terpenting ketiganya mendapatkan kenikmatan tersendiri.

"Akuuhhh keluarrhhhhh"

CRRROT...CROOOT...CROOOT...CROOOT...CROOOT...CROOOT

Ketiganya orgaseme secara bersamaan hingga sperma mereka keluar dari lubang Luhan yang begitu penuh, rasanya Luhan ingin pingsang karena vaginanya tak mendapat cela sedikitpun.

"Beristirahatlah Lu!" 5 menit kemudian Luhan tertidur karena lelah dan pusing di saat yang bersamaan. Kris dan Jongin sedikit mendesah kecewa karena Luhan tertidur begitu cepat, padahal mereka masih ingin bermain hingga beberapa ronde lagi, tapi nyatanya mereka tak bisa. Keduanya memilih untuk tidur tanpa mengeluarkan masing-masing junior dari lubang Luhan, mereka ingin menghangatkan benda tersebut di tengah cuaca dingin malam natal.

THE END

Semoga nggak ada yang marah sama aku...pliiis.

Semoga part ini nggak ngecewain

Semoga nggak ada yang protes karena aku updatenya telat (aku nggak bisa nyentih laptop beberapa hari ini karena kerjaan numpuk) pilis maaf

Semoga kalian puas dengan NC-annya yang nggak hot sama sekali

Dan semoga kalian akan tetap terus membaca FF-ku dan mereview-nya

Terimakasih karena masih mau mereview ulang FF ini.