Title: Naruto The Surgeon of Death
Rated: M
Genre: Adventure, Crime, Family, Fantasy, and Hurt/Comfort, Friendship and Romance (maybe)
Pairing: NaruHina (Naruto x Hinata)
Disclaimed: Naruto bukan milik saya. Jurus-jurus One Piece juga bukan punya saya.
Summary: Uzumaki Naruto anak kedua atau lebih tepatnya adik kembar Namikaze Menma adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya karena asumsi kedua orang tuanya bahwa Naruto tidak mempunyai peredaran Chakra. Akhirnya Naruto di buang oleh ayahnya pada saat berumur 12 tahun, Lima tahun kemudian setelah Naruto di buang muncul seorang kriminal S-Class dengan julukan Shi no Gekai (Surgeon of Death). Warning: Sadistic, Gore and ETC
Warning: ABAL, SEMI-CROSSOVER, GAJE, MUNGKIN ADA TYPO, OC, OOC, SADISTIC, GORE AND ETC
Fiction ini tidak ada hubungannya dengan alur cerita dari anime Naruto, akan banyak perubahan tentang alur cerita, karakter, dan sebagainya. Dan disini juga mereka bukan shinobi tapi prajurit. Dan juga saya tidak akan berfokus kepada Naruto saja. Agar lebih berbeda dari pada fiction lain.
.
.
.
Sesi Tanya Jawab :
Q: Apa alasan Minato membuang Naruto?
A: Karena malu akan omongan orang kalau anaknya tidak bisa menggunakan chakra.
Q: Apa Minato berbohong soal Naruto ke Kushina?
A: Ya, Minato berbohong soal meninggalnya Naruto kepada Kushina, yang sebenarnya adalah di buang di tengah pulau yang di kelilingi samudra.
Q: Apa nanti tahu bahwa Shi no Gekai itu Naruto?
A: Ya, mereka akan tahu kalau Shi no Gekai itu Naruto, tapi nanti masih lama.
Q: Masih belum mengerti konsep Mystery User dan Chakra.
A: Simplenya Mystery User itu Devil Fruit di Anime One Piece. Chakra itu gabungan Haki (Armament, Observation, Conquering King) di One Piece dan Justu Ninja Di anime (Sealing, Element, dan Medis)
Q: Apa kekuatan Mystery User Naruto apa?
A: Operation User (Ope Ope no Mi) dan satunya masih rahasia.
Q: Naruto disini Evil apa Netral?
A: Bisa di bilang Naruto hanya mencoba bertahan hidup di dunia yang kacau. hahahaha.
Q: Apakah disini tidak ada yang punya Rinnegan?
A: Ada cuma satu orang yaitu gurunya Naruto dan beliau sudah mati.
Q: Apa identitas Naruto ketahuan di Nami no Kuni?
A: Tidak.
Segini dulu tanya jawabnya. silahkan baca Chapter dua ini
.
.
..
Chapter 2: Black Market Otogakure
Di sebuah desa atau lebih tepatnya Otogakure sebuah tempat yang bisa di sebut juga pasar gelap, tempat dimana semua penjahat berkumpul satu sama lain. Pendiri Otogakure adalah Orochimaru salah satu dari tiga Legend of Mythical Animal User dan juga merupakan seorang kriminal SS-Class dengan harga kepalan 1.7 Billion Ryo. Memiliki Mystery User atau lebih tepatnya Mythical Animal System dengan Model Basilisk.
Orochimaru juga memiliki pasukan khusus yang terdiri dari prajurit-prajurit berbakat. Orochimaru tidak akan memaksa para kriminal yang singgah di desanya atau yang tinggal di desanya untuk bergabung dengan pasukan khusus yang di buat Orochimaru. Hanya saja ada dua peraturan yang harus di patuhi oleh orang yang tinggal atau orang yang singgah di Otogakure.
Peraturan pertama adalah di larang saling membunuh di dalam desa, kalau di luar desa bukan tanggung jawab Otogakure lagi.
Peraturan kedua adalah apabila ada sebuah desa yang menyerang Otogakure para kriminal yang singgah atau yang tinggal harus membantu mempertahankan Otogakure dari serangan desa lain.
Delapan bulan yang lalu Aliansi Takigakure dan Kusagakure yang terdiri dari 10.000 pasukan prajurit menyerang Otogakure. Tapi tidak berhasil, hampir 9.000 lebih pasukan Aliansi Takigakure dan Kusagakure gugur di medan perang sedangkan Otogakure hanya sekitar 300 orang dari berbagai kriminal yang gugur.
Di dalam Otogakure lebih tepatnya di salah satu toko yang cukup terkenal sebut saja nama toko tersebut 'Kakuzu Black Market' terlihat seorang gadis dengan rambut indigo bermata lavender sedang melakukan transaksi kepada sang pemilik toko.
"Wah, wah aku kira kau tidak akan kemari lagi Hinata-san." kata Kakuzu mengambil gulungan yang di berikan gadis tersebut. Kakuzu pun memasukan gulungan tersebut kedalam tempat untuk di identifikasi terlebih dahulu.
"Memang mau kemana lagi aku akan membawa semua buruanku Kakuzu-san." kata gadis tersebut atau lebih tepatnya Hinata sedikit sarkastis.
Kakuzu hanya tersenyum mendengar ucapan Hinata, kemudian matanya beralih ke tempat penyimpanan gulungan yang sudah mengidentifikasi siapa yang berada di gulungan tersebut, kemudian Kakuzu menaikan sebelah alisnya, "Tidak biasanya kau membunuh C-Class Soldier Hinata-san." kata Kakuzu melihat data yang keluar dari tempat penyimpanan gulungan.
"Aku sedang tidak mood untuk membunuh yang lebih tinggi dari itu." kata Hinata tersenyum iblis kepada Kakuzu. "Sudah kau kirim saja uangnya ke rekeningku." katanya kemudian.
"Beres, seperti biasa ya. Di potong 10 persen dari harga orang yang kau bunuh tersebut." kata Kakuzu kepada Hinata.
"Ya, ya aku tahu itu rentenir laknat." kata Hinata kepada Kakuzu, "Ya, sudah aku mau ke penginapan dulu." kata Hinata beranjak dari tempat tersebut.
"Baiklah, hati-hati di jalan. Ah ia, dua minggu yang lalu Naruto mencarimu." kata Kakuzu kepada Hinata yang sudah sedikit jauh dari stand tokonya.
"Aku tidak perduli dengan si kuning itu!" kata Hinata sedikit berteriak.
Kakuzu yang mendengar ucapan Hinata hanya terkekeh.
Hinata dan Kakuzu merupakan mantan anggota Sekai Seifu (World Government) yang resmi bubar setelah perang Otogakure melawan Aliansi Kusagakure dan Takigakure delapan bulan yang lalu. Anggota Sekai Seifu terdiri dari S-Class Criminal para anggotanya adalah, Nagato, Yahiko, Konan, Kakuzu, Hidan, Deidara, Sasori, Kisame, Zabuza, Haku, Hinata, dan Naruto.
Hinata POV
Perkenalkan namaku Hyuuga Hinata dan umurku 17 tahun, aku adalah anak dari Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hikari. Ibuku Hyuuga Hikari di buang oleh ayahku saat ibu mengandungku, karena ayah menikahi ibuku hanya untuk membuat Hyuuga Megumi cemburu, setelah Hyuuga Megumi cemburu dan kembali lagi pada ayahku, saat itulah ibuku di buang dari keluarga Hyuuga sekaligus dari Konohagakure tempat asal ibuku.
Awalnya aku tidak tahu bahwa ibuku di buang, tapi setelah ibuku meninggal saat umurku 10 tahun, aku tahu bahwa ibuku di buang karena aku membaca buku harian milik ibuku. Saat itu juga aku membenci ayahku dan akan membunuhnya dengan tanganku sendiri karena telah membuang ibuku.
Selama 2 tahun sejak meninggalnya ibuku aku berlatih keras untuk bisa menjadi kuat agar bisa membunuh ayahku suatu hari nanti. Memiliki sebuah kekuatan Mystery User atau lebih tepatnya Flower User (Superhuman System) yang bisa membuat salah satu bagian tubuhku menjadi banyak serta dengan Byakugan terkutuk yang di turunkan ayahku dan juga Chakra of Armaments aku terus berlatih.
Selama ini aku hidup dengan cara membunuh orang dan karena itu juga aku menjadi S-Class Criminal dengan harga kepalaku 430.000.000 Ryo, dan julukanku sekarang adalah Akuma no Ko (Devil Child), karena aku mulai membunuh saat aku berusia 12 tahun.
Aku mendengar kabar bahwa ayahku memiliki dua anak dari Hyuuga Megumi, keduanya adalah perempuan. Yang pertama bernama Hyuuga Shion berumur 16 tahun, dan yang kedua adalah Hyuuga Hanabi yang berumur 12 tahun. Kalau aku bertemu mereka nanti akan ku pastikan mereka akan mati di tanganku ini.
Hinata POV End
- Naruto The Surgeon of Death -
Team Kakashi terus menjaga Tazuna dan kawan-kawannya untuk membuat jembatan yang akan menghubungkan Nami no Kuni dengan Hi no Kuni, hampir 3 hari Team Kakashi mendapat gangguan oleh Gatou yang selalu mengirim orang-orangnya untuk mencelakakan para pekerja pembuat jembatan.
Seperti kali ini, Team Kakashi berhadapan dengan 20 orang suruhan Gatou.
Sasuke menyerang beberapa orang dengan Fire Chakra of Element yang di aliri ke mulutnya.
"Fire Element: Big Ball Flame!"
Serangan bola api cukup besar yang di tembakan oleh Sasuke lewat mulutnya mengenai 5 orang suruhan Gatou, kemudian 5 orang tersebut terbakar abis dengan jurus Sasuke hingga tubuh mereka berlima gosong dan tidak bernyawa lagi.
Sementara Sakura menggunakan Chakra of Armaments untuk membuat kedua tangannya keras seperti baja dan berubah warna menjadi hitam pekat tanda bahwa Chakra of Armaments telah aktif.
Sakura pun melesat menghantam orang yang berada di depannya. Orang itu pun terpental jauh hingga menabrak 3 orang temannya, tidak sampai di situ Sakura melesat kembali dan berada di atas orang yang tadi menabrak 3 orang temannya dan menghantam mereka bersama-sama.
"Shannaro!"
4 orang tersebut pun menghantamkan tubuhnya ke tanah hingga menimbulkan sebuah kawah yang cukup lebar. Ke empat orang tersebut pun merenggang nyawa dengan darah keluar dari mulut dan seluruh tubuh mereka remuk akibat serangan dari Sakura.
Sementara Menma menggunakan Wind Chakra of Element ke dalam pedang samurai dan kedua kakinya lalu menyerang 7 orang yang berada di depannya.
"Wind Step!"
Menma melesat dengan cepat karena kakinya di aliri Wind Chakra of Element. Orang pertama, kedua, dan ketiga di tebas bagian kepalanya, orang keempat, kelima, keenam, dan ketujuh di tebas bagian perutnya. Hingga 7 orang tersebut mati seketika seperti korban mutilasi.
Sementara sisanya ingin kabur buru-buru Kakashi menebas mereka semua dengan Lightning Chakra of Element yang di aliri di pedang samurainya. Hampir semua orang yang ingin lari bolong di bagian jantung akibat serangan dari Kakashi.
Suara teriakan yang di hasilkan orang yang mati akibat serangan dari Team Kakashi sudah sering terdengar oleh Team Kakashi di setiap misi mereka.
"Fuih, ternyata mereka semua lemah." kata Menma dengan nada meremehkan. Tiba-tiba kepalanya di pukul oleh Sakura yang berada di sebelahnya.
Bletak!
"Jangan sombong bodoh! Kalau kau terluka aku tidak akan menyembuhkanmu lagi." kata Sakura yang kini melipat kedua tangannya di dada.
"Adaw! Sakit Sakura-chan." kata Menma memegang kepalanya yang sakit akibat pukulan Sakura.
"Dasar dobe." kata Sasuke dengan wajah datar.
"Apa kau bilang teme!" kata Menma sedikit berteriak ke arah Sasuke. Dan di balas dengan dua huruf andalan Sasuke.
"Hn."
"Sudahlah lebih baik kita pergi dari sini dan kembali menjaga Tazuna-san dan kawan-kawannya." kata Kakashi mengintrupsi sebelum terjadi perkelahian adu mulut antara Sasuke dan Menma.
"Baik sensei!" kata mereka bertiga kemudian mereka bertiga dan Kakashi meninggalkan dua puluh orang yang mati mengenaskan akibat serangan dari Team Kakashi.
Tidak jauh dari Team Kakashi, Naruto yang melihat mereka menghabisi dua puluh orang hanya menatap bosan, karena Naruto pikir mereka lebih hebat atau bisa lebih cepat saat membunuh orang.
"Hah, membosankan. Mereka terlalu berisik saat membunuh dan terlalu lama." kata Naruto yang berada di atas pohon tidak jauh dari kejadian tersebut.
Team Kakashi sudah menjauh dari tempat kejadian kemudian Naruto turun dari pohon dan mendekati dua puluh orang yang mati mengenaskan oleh Team Kakashi.
Baru saja tiba di tempat 20 orang tersebut ternyata ada 40 orang yang mendekati Naruto dan salah satu dari mereka berkata pada Naruto.
"Siapa kamu? Kamu yang membunuh orang-orang kami?" tanya salah satu orang tersebut.
Naruto menatap mereka dengan datar, jelas saja mereka tidak tahu siapa Naruto karena kali ini Naruto tidak memakai topeng rubahnya, bila Naruto memakai topeng rubahnya di jamin 40 orang tersebut akan lari terbirit-birit ketika tahu dengan siapa mereka berhadapan.
Naruto menatap mereka dengan datar kemudian mengangkat tangan kirinya dan terciptalah cincin berwarna biru di bawah telapak tangan Naruto, kemudian berkata. "Aku adalah malaikat pencabut nyawa kalian." kata Naruto datar kemudian menggumamkan sesuatu.
"Room!"
Cincin berwarna biru di bawah telapak tangan kiri Naruto membesar dan berubah menjadi sebuah kubah menutup Naruto dan 40 orang tersebut, Naruto pun mengambil Goth Knife nya dari paha kanannya dan bersiap untuk menebas mereka. Melihat itu 40 orang tersebut langsung mengambil senjata mereka masing-masing dari tempat mereka menyimpan senjata dan berteriak dengan lantang.
"Serang!"
Baru akan maju menyerang Naruto, Naruto sudah menggumamkan sesuatu.
"Scalpel!"
Naruto menebas pisaunya di udara secara horizontal. Detik berikutnya 40 orang tersebut berteriak kesakitan karena pinggang mereka masing-masing terasa di tebas pisau udara sehingga mereka terpotong menjadi dua, bagian atas dan bagian bawah.
"Arghhh!"
Teriakan mereka semua menggema, dan detik berikutnya mereka semua mati seketika mengeluarkan darah segar di bagian yang terbelah, dan semua bagian dalam tubuh mereka seperti usus, lambung, dan masih banyak lagi berceceran di bawah dan jatuh menempel pada tanah.
Naruto pun menghilangkan kubah tersebut dan memasukan kembali Goth Knife nya ke tempatnya kemudian berkata. "Begini harusnya kalau membunuh, cepat dan efisien." kata Naruto entah pada siapa, kemudian Naruto pergi dari tempat tersebut.
- Naruto The Surgeon of Death -
Di Otogakure setelah Hinata pergi tampaknya ada 4 orang yang mendengar Hinata menyebut Kakuzu dengan sebutan 'Rentenir Laknat' tidak jadi ketempat Kakuzu dan berkata dengan lantang hingga Kakuzu mendengar suara mereka.
"Kita cari tempat lain saja untuk menukar hasil buruan kita, wanita tadi bilang toko itu pemiliknya adalah seorang rentenir laknat." kata salah satu dari mereka.
"Ya, kita cari tempat lain saja. Habis itu kita berburu lagi." kata seorang lagi.
Para kriminal lainnya menatap mereka dengan tatapan horor, mungkin mereka adalah para kriminal baru jadi tidak tahu tabiat Kakuzu yang tidak suka ada orang lain yang menyebutnya rentenir laknat atau apalah kecuali para mantan anggota Sekai Seifu. Orochimaru saja berpikir dua kali untuk menyebut Kakuzu dengan sebutan rentenir laknat, bukan karena takut, hanya enggan berurusan dengan 12 orang S-Class Criminal yang menamakan dirinya Sekai Seifu yang meluluh lantahkan setengah dari pasukan aliansi Takigakure dan Kusagakure.
Kakuzu berjalan ke arah belakang dan mengambil dua buah pedang samurai kebanggaannya yaitu Shodai Kitetsu dan Nidai Kitetsu lalu berkata pada pegawainya, "Suien jaga toko." kata Kakuzu datar kemudian keluar untuk menunggu ke empat orang tadi di depan gerbang Otogakure.
"Bersenang-senanglah Kakuzu-sama." kata Suien yang tahu tabiat bossnya.
Kini Kakuzu sudah berada tidak jauh dari gerbang Otogakure, dua buah pedang samurai bertengger dengan indah di pinggang kirinya.
Akhirnya empat orang yang di tunggu Kakuzu lewat juga. Empat orang tersebut kaget karena orang yang tadi di sebut dengan sebutan 'Rentenir Laknat' berdiri di hadapan mereka.
"Hoi rentenir laknat minggir dari jalan kami." kata salah satu dari mereka.
Kakuzu tidak menghiraukan ucapan orang tersebut dan langsung mencabut kedua pedang samurainya. Shodai Kitetsu di tangan kanannya dan Nidai Kitetsu di tangan kirinya.
Ke empat orang tersebut yang melihat Kakuzu mencabut dua buah pedang samurainya langsung mencabut senjata mereka masing-masing dari tempatnya.
Kakuzu pun mengaliri Lightning Chakra of Element di Shodai Kitetsu dan Wind Chakra of Element di Nidai Kitetsu kemudian bergumam sesuatu.
"Two Sword Style : Death Demon!"
Kejadiannya begitu cepat sehingga ke empat orang tersebut tidak sempat mengedipkan mata sama sekali. Teriakan demi teriakan terdengar dari empat orang tersebut. Hingga teriakan tersebut berhenti. Dan terlihatlah empat tubuh yang tidak bernyawa sudah tidak berbentuk lagi akibat serangan dari Kakuzu, bisa di bilang tubuh mereka terpotong kecil-kecil dan darah menggenangi di bawah kaki Kakuzu berpijak.
"Jalan kalian sudah terbuka lebar, sayangnya bukan jalan menuju kehidupan tapi jalan menuju neraka sana." kata Kakuzu datar entah pada siapa lalu berjalan menuju gerbang Otogakure.
Penjaga gerbang Otogakure hanya menggelengkan kepalanya karena sudah lama tidak melihat Kakuzu beraksi. Kakuzu adalah S-Class Criminal dengan harga kepala 623.000.000 Ryo dengan julukan Sairento Akuma (Silent Demon), kemudian menyuruh team pembersih mayat untuk membersihkan sisa-sisa pembantaian yang di lakukan Kakuzu.
Sementara di sebuah kuil yang berada di Otogakure terlihat seorang pria berambut klimis sebut saja namanya Hidan. Hidan seperti biasa sedang berdoa kepada dewa kepercayaannya, siapa lagi kalau bukan Jashin-sama.
"Oh Jashin-sama, maafkan hambamu ini selama delapan bulan terakhir tidak memberikan persembahan padamu." kata Hidan sambil berdoa kepada Jashin-sama.
Sementara para kriminal lain yang melihat Hidan hanya geleng-geleng kepala karena ulah salah satu S-Class Criminal dengan harga kepala 544.000.000 Ryo dengan julukan Akuma no Ikenie (The Sacrifice Demon). Kemudian Hidan berdiri dan berbalik ke arah orang yang sempat berhenti lalu berkata.
"Sembahlah Jashin-sama, kalian akan selamat di dunia ini dan di alam neraka sana." kata Hidan kepada para kriminal lainnya. Para kriminal lainnya pun berjalan kembali dan mengacuhkan Hidan yang sudah biasa berkutbah tentang Jashin-sama.
Hidan yang melihat itu kemudian berkata kembali. "Maafkanlah mereka Jashin-sama, mereka belum mengenalmu lebih jauh." kata Hidan kemudian keluar dari kuil untuk pergi ke suatu tempat.
Sudah seminggu berlalu tampaknya pembangunan jembatan sudah selesai, kini Team Kakashi beserta Tazuna berada di gerbang desa terpencil tersebut. Tapi tampaknya Team Kakashi akan mengalami kesulitan pasalnya sekarang di depan mereka Gatou dan sekitar 1.000 anak buahnya menghadang Team Kakashi.
"Kalian orang-orang Konoha harus mati karena telah berani menghancurkan bisnisku." kata Gatou yang tidak terima bisnis transportasinya tidak berjalan lagi dengan lancar akibat adanya jembatan yang menghubungkan Nami no Kuni dan Hi no Kuni.
"Bagaimana sensei, lawan kita sekarang banyak." kata Sakura sedikit takut karena melihat jumlah pasukan yang di bawa Gatou.
"Tenangkan dirimu Sakura, kita pasti bisa mengatasinya." kata Kakashi mencoba untuk tenang.
Tapi sesaat kemudian muncul kubah berwarna biru berada di depan Team Kakashi dan Tazuna kira-kira berjarak 10 meter. Kubah tersebut hilang lalu memperlihatkan sosok seminggu yang lalu berada di depan mereka. Siapa lagi kalau bukan Naruto yang kini mengenakan topeng rubahnya. Naruto sempat men-'Scan' gerbang desa terpencil itu.
Team Kakashi dan Tazuna membeku seketika kemudian normal kembali. Kemudian Kakashi melihat wajah ketiga muridnya yang sudah pucat pasi melihat Shi no Gekai tidak jauh dari mereka.
"Apa yang kau inginkan Shi no Gekai?" tanya Kakashi mencoba tenang.
Naruto yang merasa di panggil menoleh ke arah Team Kakashi dan berkata. "Untuk saat ini tidak ada, atau lebih tepatnya aku tidak berminat dengan kalian untuk saat ini." kata Naruto dengan nada datar.
"Lalu apa yang kau lakukan disini Shi no Gekai?" tanya Kakashi kemudian mencari tahu apa yang di inginkan Shi no Gekai yang kini ada di hadapannya.
"Kau tidak perlu tahu Kakashi no Raikiri." kata Naruto menekankan kata-kata terakhirnya.
Kakashi yang mendengar Shi no Gekai menyebutkan nama julukannya kaget bukan main karena dirinya sampai dikenal oleh Shi no Gekai.
Pandangan Naruto kini beralih ke arah Gatou dan anak buahnya.
"Siapa kau bocah bertopeng?' tanya Gatou kepada Naruto.
"Aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawamu Gatou." kata Naruto datar kemudian mengangkat tangan kirinya ke depan dan terbentuk sebuah cincin berwarna biru lalu mengambil Goth Knife dari paha kanannya. Kedua tangan Naruto di rentangkan ke depan, cincin berwarna biru itu pun masuk kedalam Goth Knife milik Naruto dan warnanya berubah menjadi biru.
Mendengar ucapan Naruto yang mengenakan topeng Gatou segera berlari untuk berlindung di belakang 1.000 pasukannya. Gatau pun langsung memberi perintah pada mereka.
"Habisi pemuda bertopeng itu!" perintah Gatou kepada 1.000 pasukannya. Pasukan Gatou pun mencabut senjata mereka masing-masing dari tempatnya lalu berteriak lantang.
"Serang!"
1.000 pasukan Gatou pun menyerang Naruto. Tapi Naruto tidak bergeming dari tempat, berbeda dengan Team Kakashi yang sudah bersiap-siap menghadapi 1.000 pasukan tersebut. Tapi jarak 5 meter dari Naruto, Naruto pun menggumamkan sesuatu.
"Scalpel!"
Di tebasnya Goth Knife yang kini berwarna biru di udara dengan bentuk horizontal. Sebuah tebasan tidak kasat mata dengan panjang horizontal 30 meter mengenai semua pasukan milik Gatou. 1.000 pasukan Gatou pun terbelah di bagian pinggang mereka masing-masing dan berteriak kesakitan karena ada sebuah pedang yang tidak kasat mata memotong pinggang mereka masing-masing. 1.000 pasukan Gatou pun mati seketika karena tebasan milik Naruto. Tubuh bagian atas mereka terpisah dari tubuh bagian bawah mereka. Darah berserakan dimana-mana, organ dalam manusia berceceran di mana-mana. Hingga membuat 1.000 pasukan tersebut seperti lautan darah karena mati seketika.
Team Kakashi, Tazuna, dan Gatou terbelak tidak percaya apa yang di lihat. Menma, Sasuke, dan Sakura pun tertunduk lemas di tanah karena baru kali ini melihat pembunuhan dengan begitu cepat. Sementara Kakashi yang minggu lalu berkata bahwa akan menang tipis dengan melawan Shi no Gekai sekarang di buang jauh-jauh, bisa di bilang tidak ada harapan untuk menang melawan Shi no Gekai. Kakashi sadar bahwa dirinya memang menganggap S-Class Criminal itu hampir sama dengan A-Class Criminal di tepisnya jauh-jauh karena S-Class Criminal memang lebih berbahaya dari A-Class Criminal. Dirinya ingat bahwa Uchiha Itachi yang ketua Anbu harus pulang dengan penuh luka akibat misi S-Class. Berarti orang yang di lawan Itachi adalah orang macam Shi no Gekai yang kekuatannya jauh di atas Kakashi.
Sementara Naruto membuat cincin berwarna biru lagi di telapak tangan kirinya dan berjalan dengan santai kearah Gatou.
Gatou yang ketakutan setengah mati buru-buru berkata, "Jangan bunuh aku, aku akan berikan uang berapapun yang kau mau." kata Gatou ketakutan.
Tapi tampaknya Naruto tidak menanggapi ucapan Gatou dan berjalan terus hingga akhirnya berdiri tepat di depan Gatou dan menggumamkan sesuatu.
"Mes!"
Tangan kiri Naruto dengan cincin berwarna biru menghantamkannya ke dada kiri Gatou dan mengambil jatung milik Gatou dan mengeluarkannya. Kini di tangan kiri Naruto ada jantung Gatou yang di bungkus dengan kubus berwarna biru. Gatou pun membelakan matanya tidak percaya bahwa kini jantungnya berada di tangan Naruto.
"Ini yang aku inginkan darimu." kata Naruto dengan wajah datar dan menusukan jantung Gatou di tangan kirinya dengan Goth Knife yang berada di tangan kanannya.
"Jangan!" teriak Gatou kepada Naruto agar jangan menusukan sebuah pisau di jantungnya. Tapi sayang sudah terlambat Naruto sudah menusukan jantung Gatou dengan Goth Knife nya. Kini teriakan memohon di ganti teriakan menuju alam neraka sana.
"Arghhhhh!"
Gatou pun mati seketika dan ambruk di tanah. Naruto pun membuang jatung Gatou ke sembarang tempat dan membuka gulungan penyimpan mayat untuk memasukan mayat Gatou ke dalam gulungan.
Setelah selesai memasukan mayat Gatou kini Naruto memandang prajurit-prajurit Konohagakure dengan datar di balik topengnya dan berkata. "Terima kasih sudah membawa Gatou keluar dari kandangnya. Kali ini ku biarkan kalian selamat. Tapi jika kita bertemu lagi jangan berharap kalian bisa selamat." kata Naruto datar dan menghilang seketika dari hadapan Team Kakashi dan Tazuna.
Team Kakashi pun terbelak akibat ucapan dari Shi no Gekai dan berharap mereka bisa segara pulang ke Konohagakure untuk menenangkan pikirannya dan mulai kembali berlatih untuk memperkuat diri apabila bertemu lawan yang sejenis dengan Shi no Gekai.
.
.
.
To Be Continued
.
.
Terima kasih sudah membaca fiction saya. besok akan update The God of Shinobi kalau sempat. Terima kasih untuk para reader, reviewer, follower, dan yang sudah favorite fiction saya.
Keterangan :
Naruto : Operation User (Ope Ope no Mi)
Hinata : Flower User (Hana Hana no Mi)
