Title: Naruto The Surgeon of Death
Rated: M
Genre: Adventure, Crime, Family, Fantasy, and Hurt/Comfort, Friendship and Romance (maybe)
Pairing: NaruHina (Naruto x Hinata)
Disclaimed: Naruto bukan milik saya. Jurus-jurus One Piece juga bukan punya saya.
Summary: Uzumaki Naruto anak kedua atau lebih tepatnya adik kembar Namikaze Menma adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya karena asumsi kedua orang tuanya bahwa Naruto tidak mempunyai peredaran Chakra. Akhirnya Naruto di buang oleh ayahnya pada saat berumur 12 tahun, Lima tahun kemudian setelah Naruto di buang muncul seorang kriminal S-Class dengan julukan Shi no Gekai (Surgeon of Death). Warning: Sadistic, Gore and ETC
Warning: ABAL, SEMI-CROSSOVER, GAJE, MUNGKIN ADA TYPO, OC, OOC, SADISTIC, GORE AND ETC
Fiction ini tidak ada hubungannya dengan alur cerita dari anime Naruto, akan banyak perubahan tentang alur cerita, karakter, dan sebagainya. Dan disini juga mereka bukan shinobi tapi prajurit. Dan juga saya tidak akan berfokus kepada Naruto saja. Agar lebih berbeda dari pada fiction lain.
A/N: Untuk Bijuu disini adalah Makhluk Purba bisa di bilang kekuatannya hanya untuk menambah kapasitas chakra seorang Jinchuriki dan membuat tubuh seorang Jinchuriki sama seperti pengguna Nature User apabila mengaktifkan Bijuu Mode. Bijuu disini hanya ada tiga yaitu (Kyuubi, Hachibi, dan Juubi) Dan untuk Kurama, Gyuuki, dan Shinju akan di jadikan orang dalam cerita ini.
.
.
.
Sesi tanya jawab:
Q: Apa disini Naruto suka dengan Hinata?
A: Bukan suka lagi, mereka sepasang kekasih.
Q: Apa Naruto bakal ketemu Gaara?
A: Tidak untuk waktu dekat. Bisa di bilang mereka tidak saling kenal. Sama dengan Menma juga tidak saling kenal dengan Gaara, karena tidak ada sistem ujian Chuunin bersama.
Q: Apa sesama penjahat tidak saling bunuh?
A: Mereka saling bunuh kok. Hanya saja kalau di dalam Otogakure ada larang tidak boleh saling bunuh.
Q: Apa nanti ada Flashback Naruto kecil?
A: Sedikit demi sedikit nanti ada.
Q: Apa nanti Sekai Seifu akan berkumpul lagi?
A: Ya, soalnya akan banyak perang besar nanti.
Q: Masih lama ya identitas Naruto ketahuan?
A: Ya, masih lama.
Q: Apa anggota Sekai Seifu tahu Naruto adalah anaknya Minato?
A: Ya, mereka tahu siapa sebenarnya Naruto. Mungkin yang tahu sebenarnya Naruto lumayan banyak, Orochimaru dan Kabuto salah satunya.
Q: Apa yang di bohongi cuma Kushina aja?
A: Semua penduduk desa di bohongi oleh Minato termasuk keluarganya sendiri.
Q: Apa ada lemonnya?
A: Seiring berjalannya waktu. Dan tidak hanya NaruHina saja mungkin yang lemon2an.
Segitu dulu tanya jawabnya. Silahkan baca Chapter 3 ini. Terima kasih buat para silent reader, yang review, yang follow, dan yang favorite semua fanfiction saya. Saya ucapkan terima kasih.
.
.
.
Chapter 3: Two Phoenix's and Two Light's
Dua hari kemudian Uzumaki Naruto sang Shi no Gekai sudah berada di Otogakure dan sekarang berada di sebuah toko penukaran mayat 'Kakuzu Black Market' dan menyerah tiga gulungan kepada Kakuzu sang pemilik tempat.
"Wah, tidak ku sangka baru tiga minggu keluar langsung 3 gulungan mayat." kata Kakuzu mengambil gulungan mayat dari Naruto, dan memasukannya ke tempat penyimpanan gulungan untuk di identifikasi.
"Ya begitulah, tadinya cuma mau membunuh Gatou, tapi malah ketemu Demon Brother. Jadi ku pikir sekalian saja." kata Naruto yang duduk di depan tempat pelayanan toko milik Kakuzu.
"Jadi tiga gulungan itu Gatou, Meizu, dan Gozu?" tanya Kakuzu memastikan sebelum data keluar dari tempat penyimpanan gulungan. "Berarti kau menyelamatkan Nami no Kuni?" tanyanya lagi pasalnya Nami no Kuni merupakan aset terbesar Gatou untuk meraup uang dari desa miskin itu. Karena bisnis transportasinya.
"Maunya sih begitu, tapi desa itu meminta bantuan Konohagakure." kata Naruto menjawab pertanyaan Kakuzu.
"Konoha heh? Siapa yang kau temui? Tsuin Fenikkusu?" tanya Kakuzu sambil menunggu data yang keluar dari tempat penyimpanan gulungan.
"Lebih buruk." jawab Naruto singkat karena harus bertemu dengan kakaknya yang selalu di banggakan oleh mantan ayahnya.
Kakuzu menaikan alisnya, pasalnya Konohagakure memang punya banyak prajurit tangguh, hanya saja yang cukup terkenal adalah Konoha no Tsuin Fenikkusu (Konoha's Twin Phoenix), "Adakah yang lebih buruk dari Tsuin Fenikkusu?" tanya Kakuzu penasaran.
"Ada, Namikaze muda." jawab Naruto dengan wajah datarnya, tidak seperti biasanya bila bertemu anggota Sekai Seifu, Naruto memasang wajah datar.
Kakuzu terdiam tidak berani bertanya lagi, pasalnya semua anggota Sekai Seifu tahu siapa sebenarnya Naruto, bisa di bilang itu cukup sulit karena yang terjadi bukan kontak fisik, pasti kontak batin yang di rasa Naruto. Bisa di bayangkan 12 tahun tanpa kasih sayang dari pihak keluarga dan pihak desa, kemudian di buang oleh ayahnya, lalu tiba-tiba bertemu dengan kakaknya, jelas itu sulit. Biarpun ingin membunuhnya tapi itu pilihan yang sulit. Buru-buru Kakuzu mengganti topik pembicaraan.
"Hei, beberapa hari yang lalu Hinata-san kemari." kata Kakuzu yang mengalihkan topik pembicaraannya.
Wajah datar Naruto di gantikan senyuman karena mendengar nama kekasihnya di sebut. "Benarkah?" tanya Naruto memastikan.
"Ya, tapi dia kesal padamu. Kau meninggalkannya dua bulan yang lalu." jawab Kakuzu terkekeh melihat Naruto yang tadi berwajah datar di gantikan senyuman.
"Sial, aku lupa waktu pergi tidak memberikan kabar apa-apa padanya. Pasti dia marah besar." kata Naruto membayangkan Hinata yang akan marah padanya. "Kalau begitu aku pergi dulu untuk menemuinya. Kau kirim saja uangnya langsung ke rekeningku." kata Naruto beranjak pergi dari Black Market Kakuzu.
"Beres, ah Hinata-san berada di tempat latihan!" kata Kakuzu sedikit berteriak karena Naruto sudah sedikit jauh dari tokonya.
Di tempat latihan biasa anggota Sekai Seifu, ya walaupun sekarang sudah mantan anggota Sekai Seifu karena bubar delapan bulan yang lalu. Tetap saja mereka sering berlatih dan bertemu satu sama lain. Seakan-akan bubarnya Sekai Seifu tidak harus memutuskan hubungan pertemanan mereka.
Terlihat gadis berambut Indigo bermata lavender, mengenakan jaket putih berlengah pendek dengan tanktop berwarna hitam untuk bagian dalamnya dan mengenakan celana berwarna hitam 3/4 dengan sepatu standar prajutit berwarna biru sedang berlatih menggunakan Chakra of Armaments-nya di kedua tangannya yang di aliri ke jari telunjuknya untuk menghantamkan ke boneka latihan yang terbuat dari bahan yang cukup cocok untuk latihan para anggota Sekai Seifu.
"Gentle Finger Art: Sixty-Four Finger Guns!"
Gadis berambut lavender itu atau lebih tepatnya Hyuuga Hinata, menghantamkan serangannya ke boneka latihan, di mulai dari dua serangan, di lanjutkan dengan empat serangan, delapan serangan, enam belas serangan, tiga puluh dua serangan, hingga serangan terakhir enam puluh empat serangan mengenai boneka latihan tersebut.
Terlihat boneka latihan tersebut terdapat enam puluh empat totokan yang menembus boneka latihan tersebut. Jurus dari clan Hyuuga yang di modifikasi oleh Hinata sendiri setelah anggota Sekai Seifu bentrok dengan Tokubetsuna Seifu (Special Government) yang merupakan special soldier milik kelima Daimyo (Konohagakure, Sunagakure, Iwagakure, Kumogakure, dan Kirigakure) yang menggunakan Finger Gun.
Baru saja Hinata ingin menurunkan kuda-kudanya, tiba-tiba dua buah tangan melingkar di perutnya seraya memeluk tubuh Hinata dengan hangat dari belakang. Aroma wangi citrus dan jeruk tercium di indra penciuman Hinata. Hinata tahu siapa yang memeluknya, yang memeluknya adalah Uzumaki Naruto sang kekasih.
"Bagaimana kabarmu Hime?" tanya Naruto masih memeluk sang kekasih.
Hinata senang yang memeluknya adalah sang kekasih, tapi itu tidak bertahan lama karena Hinata menjawab dengan nada datar karena masih kesal dengan sang kekasih yang meninggalkan dirinya dua bulan lebih. "Baik." kata Hinata datar.
Naruto tahu Hinata masih kesal pada dirinya dan buru-buru untuk meminta maaf, "Maafkan aku ya Hime, aku tidak bermaksud pergi tanpa kabar." kata Naruto berusaha mendapatkan maaf dari Hinata, walaupun dirinya tahu Hinata pasti akan memaafkannya.
Tidak ada respon dari Hinata, Naruto melepas pelukannya dan membalikan tubuh Hinata, lalu mencium bibir ranum Hinata dengan lembut sebagai tanda bahwa dirinya benar-benar menyesal. Naruto pun melepas ciuman lembutnya dan menatap wajah Hinata yang merona akibat ciuman tersebut.
Lewat ciuman tadi Hinata tahu bahwa Naruto benar-benar menyesal karena pergi tanpa kabar dan berkata. "Aku merindukanmu Naruto-kun." kata Hinata dengan wajah yang merona.
"Aku juga merindukamu Hinata-chan." kata Naruto, "Ku kira kamu marah padaku, karena tiga minggu yang lalu kamu tidak ada di Otogakure." katanya kemudian.
"Aku mencarimu Naruto-kun, ku pikir aku bisa menemukanmu di luar sana, tapi hasilnya nihil, aku tidak bisa menemukanmu jadi aku kembali ke Otogakure berharap kamu ada Otogakure. Tapi kamu tidak ada Otogakure dan aku sedikit kecewa, hingga Kakuzu-san bilang kamu mencariku, aku senang mendengarnya juga sekaligus kesal." kata Hinata memasang wajah cemberutnya dengan bersemu merah.
Naruto tersenyum mendengar ucapan sang kekasih, tidak di sangka sang kekasih mencarinya. "Jadi? Maukah kamu memaafkanku Hime?" tanya Naruto memastikan bahwa dirinya mendapat maaf dari sang kekasih.
"Ya, aku memaafkanmu Naruto-kun." kata Hinata tersenyum lembut kepada sang kekasih, bukan senyum iblis yang biasa dia tunjukan kepada mangsanya.
Detik itu juga Naruto langsung mencium bibir ranum Hinata dengan lembut, tidak seperti tadi kini Hinata membalas ciuman Naruto dengan tidak kalah lembut. Naruto meminta akses untuk memasuki rongga mulut Hinata, Hinata pun membuka sedikit mulutnya untuk di jelajah oleh Naruto. Naruto pun menyapu bersih rongga mulut Hinata dengan lidahnya. Ciuman pun berakhir ketika mereka berdua butuh pasokan udara.
Naruto menatap lembut wajah Hinata yang merona dan mencium kening Hinata lalu membawanya dalam pelukan hangat yang diberikan Naruto.
- Naruto The Surgeon of Death -
Amagakure sebuah desa yang hampir sama dengan Otogakure, hanya saja bisa di bilang Amegakure adalah Surga sekaligus Neraka nya pada kriminal. Desa yang di dirikan oleh dua SS-Class Criminal, Shimura Danzou dengan harga kepala 1,5 Billion Ryo memiliki Nature System lebih tepatnya Earth Nature User dan Hanzou yang memiliki harga kepala 2.3 Billion Ryo memiliki Mythical Animal System dengan Model: Salamander (Fire Dragon).
Kenapa bisa di bilang Surga dan Nerakanya para kriminal. Karena hanya ada satu peraturan. Apabila ada musuh yang menyerang desa tersebut para kriminal harus siap membantu. Selebihnya silahkan lihat sendiri, ada saja setiap hari perang antar grup kriminal yang sering terjadi di sebuah tempat yang di buat khusus oleh pihak Amegakure. Sebuah tempat di namakan 'Death or Alive Area', di tempat tersebut para kriminal mengadu nasib dengan mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan uang hasil kepala kriminal yang di bunuh, dengan satu peraturan Hidup atau Mati.
Amegakure di bagi menjadi tiga tempat. Tempat pertama Black Market Shop adalah tempat dimana para kriminal bisa menukar hadiah uang buruannya di market tersebut, yang kedua Training Area adalah tempat para kriminal bebas berlatih sesuka hati, dan yang ketiga adalah Death or Alive Area.
Amegakure juga memiliki hampir 1.000 pasukan yang berisi A-Class Criminal dan S-Class Criminal yang di tugaskan untuk membunuh para B-Class Soldier sampai S-Class Soldier dari berbagai Desa.
Tidak jauh sekitar 10 Km dari tempat yang dinamakan Surga dan Nerakanya para kriminal terjadi pertemuan tidak terduga yang bisa menyebabkan pertarungan sengit. Antara 6 orang Anbu dari konoha yang di pimpin oleh Uchiha Itachi dan wakil ketuanya Uchiha Shisui serta 4 orang Anbu lainnya sedang berhadapan dengan tiga mantan anggota Sekai Seifu yaitu Yahiko, Nagato, dan Konan.
"Wah, wah tidak ku sangka kita bisa bertemu dengan Tsuin Fenikkusu yang terkenal itu." kata Yahiko melihat Itachi dan Shisui serta 4 orang Anbu lainnya.
"Harusnya kami yang bilang begitu, tidak ku sangka bertemu tiga S-Class Criminal sekaligus." kata Itachi mengingat bahwa yang di temuinya adalah tiga S-Class Criminal dengan harga kepala untuk Yahiko 712.000.000 Ryo, Nagato 677.000.000 Ryo, dan Konan 453.000.000 Ryo.
"Hoho, aku cukup tersanjung mendengar bahwa Kuroi Fenikkusu mengenal kami." kata Yahiko kepada Itachi dan sedikit meremehkan Itachi, Shisui dan Empat orang Anbu lainnya. "Tapi bisakah kalian memberikan jalan lewat untuk kami, kami akan segera ke Otogakure." kata Yahiko kemudian.
"Ya, tentu saja kami akan berikan jalan, tapi jalan menuju jeruji besi kami." kata Shisui kepada tiga orang S-Class Criminal tersebut.
"Wah, wah omonganmu tajam juga Aoi Fenikkusu." kata Yahiko menatap tajam Shisui kemudian tanpa basa basi lagi Yahiko melompat di udara setinggi 20 meter kemudian merentangkan kedua tangannya kedepan dan bergumam.
"Yasakani no Magatama!"
Delapan tembakan bola cahaya berwarna kuning berkumpul menjadi satu sehingga membentuk bola raksasa dengan ukuran besar berada di atas enam orang Anbu tersebut. Nagato dan Konan yang mengetahui itu mencoba menghindar kebelakang dengan jarak 10 meter lebih. Sementara 6 orang Anbu itu masih diam di tempat, kemudian Yahiko menembakan bola raksasa itu. Jarak makin dekat terdengar suara kepakan burung menabrakan diri ke bola cahaya kuning tersebut sehingga menimbulkan suara ledakan.
BLARRR!
Cahaya berwarna kuning sudah hilang dan kini terlihat, Itachi dengan kedua tangannya yang sudah berubah menjadi sayap burung berwarna hitam yang sedikit compang camping akibat serangan Yahiko kini kembali seperti semula, dengan menampilkan sayap burung berwarna hitam yang indah dengan jilatan api berwarna hitam.
Itachi menyeringai dengan puas ke arah Yahiko, tidak sampai di situ ternyata, sebuah kecepatan yang lumayan cepat mendekati Itachi, melihat ada hal bahaya mendekati sahabatnya Shisui pun tidak mau kalah kini dirinya telah berubah sempurna menjadi seekor burung phoenix berwarna biru kuning dengan jilatan api biru terbang melesat menghadang sesuatu yang mendekat Itachi.
Keduanya bertabrakan, di lihat dua buah kaki cakar milik Shisui menahan sesuatu yaitu dua buah cakar naga berwarna orange. Cakar naga itu milik Nagato yang sudah bertranformasi menjadi seekor naga mitologi. Melihat serangannya di hadang, Nagato membuka mulutnya dan terlihat sebuah bola berpendar kuning berkumpul di mulut Nagato. Lalu menembakannya bola laser tersebut ke arah dada burung phoenix dengan jilatan api biru tersebut. Serangan laser cahaya berwarna kuning tepat mengenai dada Shisui dan menimbulkan lubang yang cukup besar, tapi sayang lubang itu tertutup kembali seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Tapi kini giliran Shisui yang membuka paruh burungnya dan menyemburkan api berwarna biru ke arah naga berwarna orange yang masih mencengkram kedua cakarnya. Serangan Shisui mengenai bagian tubuh atas naga berwarna orange tersebut dan menimbulkan luka bakar, tapi sayang cahaya-cahaya kecil berwarna kuning berkumpul di naga orange tersebut dan menyembuhkan luka bakar tersebut.
Sementara 4 orang Anbu yang menyaksikan pertarungan tersebut berdegak kagum, kemudian pandangannya beralih ke arah Konan yang masih setia berdiri di hadapan mereka dengan jarak 15 meter.
Kemudian 4 orang Anbu tersebut mengeluarkan senjata masing-masing dan mengaliri senjata mereka dengan Chakra of Element mereka masing-masing. Lalu mereka menyerang Konan.
Yang tadinya Konan diam saja, kini tubuhnya mengeluarkan lembaran-lembaran kertas kemudian berubah menjadi 16 shuriken lalu menggumamkan sesuatu.
"Paper Shuriken!"
16 Shuriken melesat ke arah 4 orang yang berlari menyerangnya. 4 orang tersebut meremehkan shuriken-shuriken kertas tersebut dan menebas shuriken-shuriken tersebut. Dan hal yang tidak terduga terjadi, shuriken-shuriken kertas tadi meledak.
DUARRR! BLAARR!
4 orang tersebut hancur berkeping-keping terkena shuriken-shuriken Konan yang telah di aliri Explosion Chakra of Element tanpa meninggalkan bekas tubuh sama sekali, seakan-akan 4 orang Anbu tadi adalah debu yang berterbangan.
"Dasar bodoh, kalian masih amatir." kata Konan datar kepada empat orang Anbu tadi yang sudah menjadi abu.
Balik lagi ketempat Yahiko, Nagato, Itachi, dan Shisui masih berlangsung pertarungan sengit. Dua burung phoenix melawan naga cahaya dan manusia cahaya.
Ledakan demi ledakan terjadi di udara tapi anehnya dari semua serangan mereka tidak ada satu pun yang terluka. Jangan di tanya kenapa tidak ada yang terluka karena sistem regenerasi element dalam tubuh merekalah yang membuat tubuh mereka kembali seperti semula.
Kini Itachi dan Shisui yang melihat 4 rekannya tewas pergi dari tempat pertarungan dengan kecepatan yang lumayan cepat. Melihat Itachi dan Shisui pergi Nagato dan Yahiko turun ke bawah lalu menghampiri Konan.
"Cih mereka kabur. Dasar pengecut." kata Yahiko melihat Itachi dan Shisui kabur meninggalkan pertarungan.
"Mereka bukan pengecut, mereka hanya pintar Yahiko, tiga lawan dua, itu tidak menguntungkan bagi mereka. Apalagi kita semua pengguna Mystery User." kata Nagato menjelaskan asumsinya kenapa Itachi dan Shisui pergi meninggalkan pertarungan.
"Itu sama saja Nagato, itu artinya mereka pengecut." kata Yahiko tidak mau kalah oleh Nagato.
"Sudah-sudah lebih baik kita pergi ke Otogakure." kata Konan melerai mereka.
Akhirnya Yahiko, Nagato, dan Konan melanjutkan perjalanan mereka menuju Otogakure.
Sementara itu Itachi dan Shisui yang sudah mendarat di tanah sedikit berdebat kenapa mereka harus pergi.
"Kenapa tachi, kau takut dengan mereka sehingga mengajakku pergi dari pertarungan." kata Shisui kepada Itachi karena tidak biasanya Itachi pergi dari pertarungan.
"Aku tidak takut dengan mereka, hanya saja kita kalah jumlah, kau lihat sendiri Anbu berlevel B-Class Soldier mati begitu saja tanpa ada perlawanan." kata Itachi menjelaskan maksudnya.
"Lalu apa hubungannya dengan pertarungan kita tadi." kata Shisui masih belum mengerti juga.
"Aduh, kau itu pintar apa bodoh sih Shui, coba kamu bayangkan bila kita meneruskan pertarungan tadi, tidak menutup kemungkinan salah satu di antara kita ada yang mati karena kalah jumlah dengan mereka." kata Itachi menjelaskan panjang lebar kepada Shisui.
Akhirnya Shisui mengerti alasannya, bisa jadi salah satu darinya akan mati, atau lebih buruknya mereka berdua yang akan mati. Dan salah satu dari tiga orang tadi juga pasti akan mati, atau lebih buruknya mereka sama-sama mati. Dan untungnya Itachi yang jenius mencegah itu terjadi.
- Naruto The Surgeon of Death -
Di sebuah apartemen di Otogakure, lebih tepatnya apartemen milik Naruto. Terlihat seorang gadis berambut indigo panjang memakai apron berwarna biru laut sedang memasak makan malam.
Sedangkan sang pemuda berambut kuning jabrik dengan poni menutupi mata kanannya memeluk sang gadis dari belakang dan berkata, "Masak apa Hinata-chan?" tanya sang pemuda berambut kuning jabrik.
"Masak Ramen kesukaanmu Naruto-kun." kata Hinata nama sang gadis sedang memotong sayuran dan memasukannya kedalam panci.
"Pasti akan terasa lezat." kata Naruto membayangkan Ramen buatan kekasihnya dan masih setia memeluk sang kekasih dari belakang.
"Sudah sana duduk di meja makan, ini sudah hampir masak." kata Hinata menyuruh sang kekasih menunggui ramennya di meja.
"Baik Nyonya Uzumaki." kata Naruto lalu mencium pipi kanan sang kekasih kemudian berjalan ke arah meja makan.
Ciuman dan perkataan Naruto sukses membuat pipi Hinata mengeluarkan semburat merah, pasalnya sang kekasih sering kali menggodanya di saat-saat tertentu.
Naruto dan Hinata memang tinggal bersama, Hinata sudah cek out dari tempat penginapannya tadi sore dan kembali lagi ke apartemen milik kekasihnya.
Ramen pun tersedia di meja makan Naruto dan Hinata pun makan bersama, mereka berdua seperti sepasang suami istri tapi nyatanya mereka berdua belum memikirkan ke jenjang yang lebih serius, masih menikmati indahnya masa pacaran.
Sementara di Konohagakure, di kediaman Namikaze tepatnya di kamar Namikaze Menma, Menma sedang menatap foto adiknya yang sedang tersenyum di sebuah bingkai foto. Menma merasa bersalah pada dirinya sendiri karena tidak bisa memahami adik kembarnya yang di abaikan oleh kedua orang tuanya. Awalnya Menma merasa bahwa kedua orang tuanya sayang padanya karena ada Kyuubi dalam tubuhnya, seiring berjalannya waktu Menma sadar kedua orang tuanya terlalu menyayanginya dan mengabaikan adiknya.
"Andai kau masih hidup Otouto, aku ingin kau tahu betapa menyesalnya aku karena tidak memahami mu." kata Menma kepada foto adiknya tersebut, berharap sang adik mendengar ucapannya dari surga.
Tidak berapa lama butiran air mata turun dari matanya jatuh di pipi Menma, Menma menangis dalam diam dan berkata, "Kau tahu Otouto, saat menjalankan misi aku bertemu S-Class Criminal yang hebat, aku sempat berharap bahwa dia akan membunuhku agar aku bisa menemanimu di alam surga sana dan meminta maaf langsung. Tapi tampaknya Kami-sama belum mau aku meninggalkan dunia ini. Padahal aku sangat merindukanmu Otouto." kata Menma lirih sambil mengelus bingkai foto adiknya. "Tunggu aku di sana Otouto, ketika aku menyusulmu nanti bersiaplah aku akan memelukmu dengan erat." katanya kemudian.
Malam terus berlanjut, menampilkan dua kakak beradik yang berada di dalam situasi yang berbeda, sang kakak sedang bersedih dan berharap segara menemui adiknya di alam surga sana, sedangkan sang adik yang tidak mengetahui bahwa dirinya di nyatakan meninggal oleh pihak Konohagakure sedang berbahagia dengan sang kekasih. Takdir apa yang akan mereka lalui? Akankan mereka bertemu kembali, jika iya? Apa yang akan di lakukan sang adik, akankah sang adik membunuh sang kakak, atau sang kakak akan memeluk sang adik dengan kasih sayang dan segala kerinduannya mengetahui sang adik masih hidup.
.
.
.
To Be Continued
Keterangan :
- Nagato : S-Class Criminal dengan harga kepala 677.000.000 Ryo dengan julukan Nagato no Orenjiryuu (Nagato The Orange Dragon) mempunyai Mythical Animal System dengan Model: Fafnir (Light Dragon).
- Yahiko : S-Class Criminal dengan harga kepala 712.000.000 Ryo dengan julukan Yami no Hikari (Light of Darkness) mempunyai Nature System dengan type Light Nature User.
- Konan : S-Class Criminal dengan harga kepala 453.000.000 Ryo dengan julukan Tenshi (Angel) mempunyai Nature System dengan type Paper Nature User.
- Uchiha Itachi : S-Class Soldier dan juga merupakan ketua Anbu dari Konohagakure dengan julukan Kuroi Fenikkusu (Black Phoenix) mempunyai Mythical Animal System dengan Model: Cinder Bird (Black Phoenix)
- Uchiha Shisui : S-Class Soldier dan juga merupakan wakil ketua Anbu dari Konohagakure dengan julukan Aoi Fenikkusu (Blue Phoenix) mempunyai Mythical Animal System dengan Model: Phoenix.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca Fiction saya, next update adalah The God of Shinobi dan di lanjutkan dengan Salamander no Naruto. Terima kasih kepada semuanya yang sudah mendukung Fanfiction saya.
