Title: Naruto The Surgeon of Death
Rated: M
Genre: Adventure, Crime, Family, Fantasy, Hurt/Comfort, Friendship and Romance (maybe)
Pairing: NaruHina (Naruto x Hinata)
Disclaimed: Naruto bukan milik saya. Jurus-jurus One Piece juga bukan punya saya.
Summary: Uzumaki Naruto anak kedua atau lebih tepatnya adik kembar Namikaze Menma adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya karena asumsi kedua orang tuanya bahwa Naruto tidak mempunyai peredaran Chakra. Akhirnya Naruto di buang oleh ayahnya pada saat berumur 12 tahun, Lima tahun kemudian setelah Naruto di buang muncul seorang kriminal S-Class dengan julukan Shi no Gekai (Surgeon of Death). Warning: Sadistic, Gore and ETC
Warning: ABAL, SEMI-CROSSOVER, GAJE, MUNGKIN ADA TYPO, OC, OOC, SADISTIC, GORE AND ETC
Fiction ini tidak ada hubungannya dengan alur cerita dari anime Naruto, akan banyak perubahan tentang alur cerita, karakter, dan sebagainya. Dan disini juga mereka bukan shinobi tapi prajurit. Dan juga saya tidak akan berfokus kepada Naruto saja. Agar lebih berbeda dari pada fiction lain.
A/N: Untuk Bijuu disini adalah Makhluk Purba bisa di bilang kekuatannya hanya untuk menambah kapasitas chakra seorang Jinchuriki dan membuat tubuh seorang Jinchuriki sama seperti pengguna Nature User apabila mengaktifkan Bijuu Mode. Bijuu disini hanya ada tiga yaitu (Kyuubi, Hachibi, dan Juubi) Dan untuk Kurama, Gyuuki, dan Shinju akan di jadikan orang dalam cerita ini.
.
.
.
Sesi tanya jawab:
Q: Apa Kekkai Genkai juga DF?
A: Tidak Kekkai Genkai masuk kedalam Chakra.
Q: Kapan Naruto menggemparkan dunia dengan kekuatannya?
A: Tunggu tanggal mainnya.
Q: Apa tujuan Sekai Seifu di bubarkan?
A: Karena perbedaan pendapat, dan untuk tujuan Sekai Seifu sendiri adalah bahwa mereka ingin bebas atau lebih tepatnya mereka menginginkan sebuah perdamaian.
Q: Apa tidak berlebihan dada Shisui bolong bisa menutup lagi?
A: Tidak karena itu efek dari regenerasi yang di ciptakan oleh element api yang terdapat dalam burung phoenix.
Q: Di sini Itachi tidak keluar ya? Dan kapan Sekai Seifu gabung lagi.
A: Itachi tidak keluar dari desa, karena tidak ada pembantaiam clan. Sekai Seifu gabung lagi ada di chapter ini.
Q: Apa nanti ada harem?
A: Tidak ada harem.
Q: Siapa yang membayar mayat-mayatnya?
A: Ada sebuah lembaga sendiri yang membayar mayat-mayat itu. nanti akan saya jelaskan di chapter-chapter depan nanti.
Segitu dulu tanya jawabnya. Maaf saya baru update karena gak nyangka data fiction ini ada di Flashdisk. Hahahahaha. Selamat membaca chapter 4 ini.
.
.
.
Chapter 4 : Akatsuki Tribe
Di sebuah lautan yang luas terdapat 9 kapal armada perang milik salah satu SS-Class Criminal yaitu Uchiha Madara dengan harga kepala 2,8 Billion Ryo, memiliki Mystery User berupa Tremor User (Superhuman System) dan juga merupakan salah satu dari Four Criminal Kings.
Four Criminal Kings adalah julukan untuk empat orang SS-Class Criminal yang paling di takuti di Negara Elemental. Empat orang SS-Class Criminal tersebut adalah Uchiha Madara, Orochimaru, Shimura Danzou, dan Hanzou.
Akatsuki Tribe sedang mempersiapkan armadanya untuk menyerang Negi Island tempat dimana Uzumaki Arashi salah satu kapten divisinya akan di eksekusi. Tidak jauh dari tempat armada kapal perang tersebut terlihat kapal perang milik Otogakure yang sedang mendekat ke arah kapal Mangekyou Sharingan milik Uchiha Madara.
Kapal perang mini milik Otogakure pun merapat ke arah kapal Mangekyou Sharingan milik Uchiha Madara. Orochimaru yang merupakan salah satu dari Four Criminal Kings pun naik ke atas kapal milik Uchiha Madara.
"Lama tidak bertemu Madara." kata Orochimaru yang kini sudah di atas kapal milik Uchiha Madara, Orochimaru pun mengedarkan pandangannya dan melihat ada 7 S-Class Criminal yang merupakan kapten kapal dari setiap kapal perang milik Madara, berada tidak jauh dari Madara.
"Ada apa kau kemari Orochimaru?" tanya Madara mengabaikan salam yang di berikan Orochimaru.
"Aku hanya ingin memastikan kabar yang aku dengar, bahwa kau ingin menyerang Negi Island itu benar." kata Orochimaru tenang.
"Ya kabar itu benar, lalu apa urusanmu dengan kabar itu?" tanya Madara sambil meminum sake yang di sediakan oleh salah satu pelayannya.
"Tentu ada, kau akan merusak keseimbangan Negara Elemental ini jika kau menyerang Negi Island." jawab Orochimaru yang sudah menggenggam pedang Kusanagi di pinggang kirinya dan siap di keluarkan dari sarungnya kapan saja.
"Kalau untuk menyelamatkan salah satu kapten ku dapat merusak ke seimbangan Negara Elemental ini, akan aku lakukan Orochimaru." kata Madara yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan menggenggam erat Great Halberd-nya.
"Sepertinya kau tidak bisa di ajak bicara baik-baik ya Madara." kata Orochimaru yang sudah mengeluarkan pedang Kusanagi-nya dari sarungnya lalu menerjang Madara. Madara pun sudah siap dengan serangan yang di lakukan oleh Orochimaru langsung menghadapi terjangan pedang Orochimaru dengan Great Halberd-nya.
TRANK!
Dua buah senjata terkuat saling beradu hingga menumbulkan guncangan yang hebat di tengah lautan. Orochimaru dengan Kusanagi-nya dan Uchiha Madara dengan Great Halberd-nya.
Orochimaru dan Madara saling menekan satu sama lain hingga mereka berdua menarik mundur kebelakang. Orochimaru pun menyarungkan kembali pedangnya dan berkata. "Baiklah aku tidak akan mencegahmu, tapi satu pesanku, jangan mati." kata Orochimaru yang berbalik arah menuju kapal perang mini miliknya.
"Akan aku ingat baik-baik pesanmu sobat." kata Madara yang kembali duduk dan meminum sakenya kembali.
Di Otogakure lebih tepatnya satu bulan setelah pertemuan tiga anggota mantan Sekai Seifu dengan Tsuin Fenikkusu sedang berdiskusi dengan semua mantan anggota Sekai Seifu tentang perang besar yang akan terjadi dalam waktu dekat.
"Jadi kabar itu benar ya, kalau Akatsuki Tribe mengumumkan perang terhadap pemerintahan lima negara besar di Negi Island tempat Uzumaki Arashi di eksekusi nanti?" tanya seorang pemuda berambut pirang panjang di kuncir kuda yang di ketahui bernama Deidara yang memiliki harga kepala 577.000.000 Ryo dengan julukan Akachan no Bakudan (Baby Bomb).
"Ya kabar itu benar Dei." jawab Yahiko, lalu pandangannya beralih ke arah Naruto yang sejak tadi berdiam diri saja. Mereka tahu bahwa Uzumaki Arashi adalah kakak angkat Naruto. Dan kini kakak angkatnya akan di eksekusi di depan orang banyak dan akan di siarkan secara langsung di layar televisi.
Naruto pun bangkit dari duduknya untuk pergi tapi sebelum pergi Naruto di cegah oleh Yahiko.
"Mau kemana kau Naruto?" tanya Yahiko kepada Naruto.
"Kau sudah tahukan jawabannya Yahiko-nii." jawab Naruto yang masih menundukan kepalanya.
"Tentu aku tahu Naruto, maka dari itu aku mengumpulkan kalian disini untuk membentuk kembali Sekai Seifu dan kita akan ikut berperang bersama dengan Akatsuki Tribe." kata Yahiko yang kini tersenyum ke arah Naruto yang masih menunduk.
Naruto yang mendengar perkataan Yahiko mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Yahiko. Sementara Hinata pun tersenyum melihat kekasihnya tersenyum.
"Benarkan itu Yahiko?" tanya pemuda berambut merah yang di ketahui bernama Sasori yang memiliki harga kepala 537.000.000 Ryo dengan julukan Akachan Seishinbyo (Baby Psychotic).
"Ya, apa kalian keberatan?" kata Yahiko yang mengedarikan pandangannya ke semua mantan anggota Sekai Seifu.
"Tentu tidak Leader-sama, sudah lama aku menunggu kesempatan kita beraksi lagi. Lagi pula Jashin-sama butuh korban lebih banyak." kata Hidan tersenyum iblis sekaligus malaikat pencabut nyawa.
"Seni ku akan meledak kembali di Negi Island." kata Deidara semangat.
"Hahaha. Tsuin Girochin (Twin Guillotine) akan bersemi kembali." kata Kisame tersenyum iblis begitu pula dengan Zabuza yang tersenyum bak malaikat pencabut nyawa.
Hoshigaki Kisame adalah S-Class Criminal memiliki harga kepala 635.000.000 Ryo dengan julukan Akuma no Girochin (Devil of Guillotine) sedangkan Momochi Zabuza adalah S-Class Criminal yang memiliki harga kepala 522.000.000 Ryo dengan julukan Tenshi no Girochin (Angel of Guillotine).
"Tentu saja, aku akan membantu Zabuza-sama dan Kisame-sama untuk beraksi kembali." kata sosok wanita berumur 17 tahun yang di ketahui bernama Yuki Haku yang merupakan S-Class Criminal dengan harga kepala 412.000.000 Ryo yang memiliki julukan Kouri no Oujo (Princess of Ice).
"Hehehe. Berarti banyak mayat para A-Class atau S-Class Soldier yang bisa aku jual." kata sosok yang akan gila dengan uang, siapa lagi kalau bukan Kakuzu.
"Tapi bagaimana kita akan ke Negi Island, bukan kah tempatnya terletak di tengah lautan?" tanya Hinata mengintrupsi kebahagiaan para anggota Sekai Seifu.
"Ah Hinata, kau mengganggu kebahagianku saja. Padahal aku sudah membayangkan bagaimana seniku meledak di Negi Island." kata Deidara yang tadi bersemangat malah kembali down.
"Yang di katakan Hinata-chan itu benar Deidara. Bagaimana caranya kita kesana." kata Naruto yang baru sadar akan ucapan kekasihnya.
"Kalian tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya." kata Yahiko mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam tas penyimpanannya.
"Apa itu Leader-sama?" tanya Hidan heran melihat Yahiko mengeluarkan sebuah gulungan.
"Ini adalah gulungan yang menyimpan kapal perang Sekai Seifu yang sudah aku persiapkan sejak Sekai Seifu terbentuk. Tadinya aku ingin mengajak kalian berpetualang di lautan tapi tampaknya baru sekarang mimpiku tercapai, mengajak kalian berpetualang sekaligus bertempur di Negi Island nanti." kata Yahiko menjelaskan gulungan yang di keluarkannya.
Semua anggota Sekai Seifu tersenyum dan mereka semua bersumpah tidak akan meninggalkan Sekai Seifu lagi atau membubarkan Sekai Seifu lagi. Walaupun nanti berpisah kembali mereka tetap anggota Sekai Seifu, Grup yang akan mengguncangkan di seluruh Negara Elemental.
'Tunggu aku Arashi-nii, aku akan datang menyelamatkan mu.' batin Naruto kemudian mengingat kembali kenangan bersama Arashi.
Flashback ON
Terlihat bocah berumur delapan tahun sedang berada di dalam sebuah rumah di Konohagakure. Bocah tersebut adalah Uzumaki Naruto yang sedang mengunjungi tempat kakak angkatnya yang bernama Uzumaki Arashi, anak dari Uzumaki Koshiro dan Senju Nanami. Kedua orang Arashi sudah meninggal saat Arashi berumur delapan tahun.
"Arashi-nii mau kemana?" tanya Naruto yang melihat kakak angkatnya sudah berpakaian lengkap.
"Aku akan pergi meninggalkan desa Naruto." jawab pemuda berambut putih panjang berusia 14 tahun atau lebih tepatnya Uzumaki Arashi.
"Kalau Arashi-nii meninggalkan desa, siapa yang akan Naru ajak bermain sedangkan para penduduk desa dan keluarga Naru membenci Naru." kata Naruto yang sudah mulai menitikan air matanya karena satu-satunya yang mau menerima Naruto adalah Arashi.
"Jangan menangis jagoan." kata Arashi menghapus air mata Naruto yang keluar dengan deras. "Kita pasti bertemu lagi, ketika kita bertemu kembali kau harus sudah menjadi prajurit yang hebat. Janji?" kata Arashi tersenyum kepada Naruto.
"Ya, Naru berjanji kalau Naru akan menjadi prajurit yang hebat agar Naru bisa bertemu Arashi-nii lagi." kata Naruto yang mengelap air matanya yang turun dengan deras.
"Kalau begitu kita bertukar cawan, dan mengangkat saudara satu sama lain." kata Arashi yang kini mengambil sake dan dua buah cawan untuk di minum bersama adik angkatnya. Naruto pun hanya mengangguk tidak mengerti akan ucapan kakak angkatnya.
Akhirnya Naruto pun meminum sake dan berkata, "Uwek, rasanya tidak enak." kata Naruto polos merasakan minuman yang menurutnya tidak enak.
Arashi hanya tersenyum menanggapi ucapan Naruto dan menepuk kepala Naruto dengan lembut lalu berkata, "Jaga diri baik-baik. Aku pergi dulu." kata Arashi yang kini melangkahkan kakinya keluar dari kediamannya.
"Ya, Arashi-nii juga jaga diri baik-baik. Naru akan jadi prajurit yang hebat agar nanti bisa bertemu Arashi-nii lagi." kata Naruto kepada Arashi yang sudah berlari dengan cepat untuk meninggalkan desa tercintanya.
Saat itulah Arashi meninggalkan adik angkatnya sendirian di Konohagakure, walaupun berat tapi Arashi tetap harus pergi karena sudah tidak tahan dengan sistem Konohagakure dan perlakuannya terhadap adik angkatnya. Dan dalam diri Arashi berjanji akan membentuk sebuah kelompok untuk menghancurkan Konohagakure dan menyelamatkan Naruto dari penderitaan.
Flashback OFF
- Naruto The Surgeon of Death -
Kini di sebuah penjara di Negi Island terlihat pemuda berambut panjang di ikat bagian belakangnya dan juga di borgol kedua tanganya dengan borgol khusus yang bisa menekan kekuatan Chakra dan Mystery User.
Di depan penjara tersebut terlihat pria setengah baya yang mirip dengan dirinya sedang duduk di depan penjara tersebut. Sebut saja namanya Senju Jiraiya yang sedang menatap cucunya yang bernama Uzumaki Arashi.
"Aku kecewa padamu Arashi, kenapa kau jadi seorang kriminal?" tanya Jiraiya yang kecewa kenapa cucunya menjadi seorang kriminal yang lebih parahnya lagi adalah S-Class Criminal.
"Kau kecewa padaku kakek? Jangan bercanda, aku yang harusnya kecewa padamu." kata Arashi yang kini telah menatap Jiraiya dengan tatapan tajam.
"Apa maksudmu Arashi?" tanya Jiraiya bingung akan maksud dari cucunya.
"Jangan pura-pura bodoh kakek." kata Arashi yang tidak suka kalau kakeknya berpura-pura bodoh, "Aku hanya akan bertanya satu hal, dan aku ingin kakek menjawabnya dengan jujur."
"Ya, kakek akan menjawabnya dengan jujur." kata Jiraiya yang kini menatap cucunya dengan tatapan sendu.
"Apa pantas Naruto di perlakukan seperti itu oleh kedua orang tuanya dan penduduk desa sebelum Naruto di nyatakan meninggal?" tanya Arashi kepada kakeknya dan berharap sang kakek dapat menjawab pertanyaan dari dirinya.
Jiraiya terdiam sesaat karena tidak menyangka Arashi akan bertanya seperti itu kemudian menjawab pertanyaan Arashi dengan nada yang sedikit sendu mengingat dirinya tidak bisa melakukan apa-apa untuk Naruto, "Tidak, Naruto tidak pantas di perlakukan seperti itu."
"Lalu dimana kakek dan nenek saat Naruto membutuhkan sebuah kehangatan keluarga? Saat berkunjung ke Konohagakure pun kakek dan nenek tidak pernah melihat Naruto, yang kakek lihat hanya aku dan Menma saja. Dan sekarang kakek bilang Naruto tidak pantas di perlakukan seperti itu. Jangan bercanda dengan omonganmu kakek." kata Arashi sedikit berteriak kepada sang kakek, melepas semua emosi yang tertahan selama ini. "Andai aku tepat waktu mengumpulkan kelompol untuk menghancurkan Konohagakure, terutama si 'Bajingan' Namikaze Minato itu, Naruto tidak akan mati dengan tragis." kata Arashi yang menyesal karena dirinya tidak tepat waktu untuk menyelamatkan Naruto.
Jiraiya tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena yang di ucapkan Arashi benar apa adanya. Padahal dirinya dan Tsunade pernah berkata bahwa Naruto akan mereka anggap cucunya sendiri dan akan memperlakukannya layaknya seorang kakek dan nenek menyayangi cucunya sendiri. Sungguh dirinya dan Tsunade sangat menyesal karena sudah mengingkari ucapannya sendiri.
"Aku bahagia bila harus mati seminggu lagi, karena aku akan bertemu lagi dengan Naruto di alam sana nanti, walaupun aku berada di dalam neraka nanti, aku akan mengalahkan semuanya dan menuju surga tempat Naruto berada." kata Arashi yang kini menatap langit penjara kemudian berkata kembali. "Tunggu aku di sana Otouto, Aniki akan datang kesana, jadi bersiaplah menyambut kedatangan Aniki nanti." Setelah mengucapkan itu, Arashi pun menitikan air mata kerinduan yang sangat mendalam akan adik angkatnya.
Jiraiya hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi, andai waktu bisa berputar mundur, Jiraiya pasti akan mengubah semuanya dari awal. Akhirnya Jiraiya tahu betapa sayangnya Arashi kepada Naruto, sampai harus rela menjadi seorang penjahat untuk menghancurkan Konohagakure yang sudah memperlakukan Naruto dengan tidak pantas, terutama Namikaze Minato yang telah terhasut omongan dua orang bau tanah dari Konohagakure yang mengatakan bahwa Naruto adalah sebuah aib bagi penduduk Konohagakure terutama bagi seorang pemimpin desa. 'Sensei apa yang harus aku lakukan sekarang, andai kau masih hidup, mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi.' batin Jiraiya teringat akan gurunya yang bernama Sarutobi Hiruzen yang merupakan mantan pemimpin desa Konohagakure yang terkenal akan kebijaksanaannya.
"Arashi, kakek benar-benar menyesal atas apa yang terjadi terhadap Naruto. Tsunade, Kushina, dan juga Menma pun menyesal karena telah memperlakukan Naruto seperti itu. Jadi kakek mohon, maafkan kakekmu ini Arashi." kata Jiraiya yang sudah menyadari kesalahannya dan menyesal atas apa yang terjadi pada Naruto.
"Aku sudah memaafkan kalian semua, hanya saja aku tidak tahu, apa Naruto memaafkan kalian di dalam surga sana." kata Arashi yang masih menatap langit penjara bawah tanah di Negi Island. "Sebelum aku mati nanti aku ingin bilang padamu kakek, bahwa dunia kriminal masih disebut bermoral daripada penguasa desa yang menutupi segala kesalahannya, setidaknya kami para kriminal tidak menutup-nutupi sebuah kesalahan itu."
"Baik, kakek akan selalu mengingat perkataanmu itu Arashi, kakek pergi dulu, besok kakek akan berkunjung kembali." kata Jiraiya yang kini sudah beranjak dari duduknya lalu meninggalkan Arashi sendirian di dalam penjara bawah tanah.
Arashi pun masih menatap langit penjara dan menanti ajalnya untuk bertemu Naruto di alam sana nanti.
Di Konohagakure, tepatnya pintu gerbang Konohagakure terlihat sang Hokage, Namikaze Minato sedang bersiap-siap menuju Negi Island karena menerima panggilan dari ketua yang menaungi lima negara besar, di dampingi beberapa orang termasuk anaknya sendiri Namikaze Menma. Bisa di bilang semua pemimpin desa di panggil dan membawa pasukannya untuk perang nanti menghadapi Akatsuki Tribe yang akan mencoba menyelamatkan salah satu kapten divisinya yang bernama Uzumaki Arashi.
"Itachi, apa pasukan di pelabuhan telah siap?" tanya sang Hokage kepada Itachi sang kepala Anbu.
"500 pasukan kita sudah siap di pelabuhan Hokage-sama, tinggal menunggu anda." jawab Itachi yang kini sudah berpakaian lengkap Anbu-nya.
"Tou-san, jadi benar kita akan berperang melawan Akatsuki Tribe?" tanya Menma sang anak, karena dirinya akan terjun ke medan perang. Hatinya benar-benar bingung, di satu sisi dia tidak ingin melihat secara langsung Arashi yang sudah di anggap kakaknya sendiri mati di depan matanya. Karena dirinya sudah cukup kehilangan Naruto dan tidak mau kehilangan Arashi. Tapi apa daya dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ya, sepertinya kita akan berperang melawan Akatsuki Tribe, jadi persiapkan diri kalian baik-baik." jawab Minato dengan nada yang cukup berkharisma.
Team Kakashi masih ingat pertemuannya dengan Shi no Gekai, dan kini mereka harus merasakan hal yang sama ketika bertemu Shi no Gekai, perasaan takut akan kematian, karena mereka akan menjadi bagian dari perperang besar yang akan terjadi seminggu lagi.
'Oh Kami-sama, lindungi aku, aku tidak mau mati muda.' batin Sasuke ketakutan karena harus berperang melawan Akatsuki Tribe nanti.
'Kami-sama lindungi aku, aku sudah berbakti kepada ayah dan ibu, tolong jangan buat aku terbunuh saat perang nanti.' batin Sakura yang sudah melaksanakan janjinya yang akan berbakti kepada kedua orang tuanya.
'Semoga aku selamat nanti.' batin Kakashi yang sedikit ketakutan akan kematian.
"Ayo kita berangkat!" kata sang Hokage berjalan menuju pelabuhan dan akan menaiki kapal perang milik Konohagakure untuk menuju Negi Island. Sang Hokage atau lebih tepatnya Namikaze Minato adalah seorang pengguna Mystery User atau lebih tepatnya Teleport User (Superhuman System).
Team Kakashi dan Tsuin Fenikkusu pun mengikuti langkah sang Hokage. Dalam hati mereka, ini adalah benar-benar perang yang sesungguhnya, bukan perang melawan individual tapi benar-benar perang melawan sebuah kelompok besar yang menamakan dirinya Akatsuki Tribe dengan jumlah pasukan yang di perkirakan 3500 dari berbagai criminal.
Tampaknya semua desa yang tergabung dalam lima negara besar pun sudah berangkat dengan armada mereka masing-masing.
Sunagakure yang di pimpin seorang Kazekage muda yang memiliki Mystery User atau lebih tepatnya Sand Nature yang bernama Sabaku Gaara membawa pasukannya yang berjumlah 500 prajurit tangguh dari B-Class hingga S-Class Soldier.
Di tengah lautan berdiri dua buah kapal dengan lambang desa Iwagakure sedang menuju Negi Island, Iwagakure di pimpin oleh Tsuchikage yang bernama Kitsuchi yang memiliki Mystery User atau lebih tepatnya Ice Nature.
Sementara di sebuah pelabuhan terlihat satu kapal armada perang dengan bendera Kirigakure, Kirigakure di pimpin oleh Mizukage muda yang bernama Yagura dengan Mystery User miliknya yang bisa menciptakan air, yaitu Water Nature.
Sementara dua buah kapal perang dengan lambang Kumogakure baru saja berangkat dari pelabuhan. Kumogakure di pimpin oleh seorang Raikage yang cukup tangguh, tidak ada yang tahu siapa nama dari Raikage tersebut kecuali Raikage sendiri, Raikage memiliki sebuah Mystery User yang bisa menciptakan petir atau lebih tepatnya Lightning Nature.
Bisa di pastikan ini akan menjadi perang yang cukup besar, Konohagakure membawa 500 pasukan, Sunagakure membawa 500 pasukan, Kumogakure membawa 750 pasukan, Kirigakure membawa 500 pasukan dan Iwagakure membawa 750 pasukan. Di tambah pasukan yang berada di Negi Island berjumlah 5000 pasukan. Jadi bisa di pastikan ini akan menjadi perang yang sangat besar. Dari pihak Akatsuki Tribe membawa 3500 pasukan dari berbagai kriminal melawan 8000 pasukan gabungan dari lima negara besar yang berada di Negi Island nanti.
Sementara itu Sekai Seifu baru saja berangkat untuk menuju pelabuhan, jarak dari Otogakure ke pelabuhan memakan waktu 6-7 hari, jadi tanpa membuang waktu mereka berangkat dengan memangkas waktu dan harus sampai di pelabuhan kira-kira 3-4 hari, agar tepat waktu nanti ketika sampai di Negi Island.
- Naruto The Surgeon of Death -
Di sebuah goa yang tidak jauh dari dari perbatasan Iwagakure terlihat 7 anggota yang menamakan dirinya Kurokumo (Black Cloud), mereka adalah 7 orang S-Class Criminal yang memiliki harga kepala yang cukup fantastis.
"Tobi-sama, tampaknya perang tidak akan bisa di hindari lagi." kata sosok dengan bentuk yang aneh, atau lebih tepatnya manusia setengah hitam dan setangah putih.
"Itu bagus Zetsu, dengan begini aku bisa mengambil Tremor User dari Uchiha Madara dengan Darkness Nature ku ketika Madara mati nanti di medan perang." kata sosok yang di panggil Tobi.
"Jadi kapan kita berangkat menuju Negi Island?" tanya sosok dengan banyak perban di tubuhnya yang bernama Hiruko.
"Santai saja Hiruko, aku yakin perang akan berlangsung lama, jadi besok kita akan berangkat menuju Negi Island." kata Tobi di balik topeng orangenya.
"Hahaha. Aku tidak sabar menghabisi para prajurit dan para kriminal nanti di Negi Island." kata sosok itu dengan seringai iblisnya.
"Kau benar Mukade, aku juga sudah tidak sabar membunuh mereka semua." kata sosok yang biasa di panggil Yomi.
"Sabarlah sebentar lagi Mukade-san, Yomi-san. Kita akan berpesta di perang besar nanti." kata sosok yang di panggil Kagura.
"Seperti kau tidak senang saja Yagura-chan." kata sosok yang bernama Hakui.
"Tentu aku senang Hakui-kun, karena akan banyak mangsa yang akan mati di tanganku." kata Kagura dengan senyuman iblisnya.
"Sudahlah kita semua akan berpesta nanti di perang yang akan terjadi di Negi Island." kata Tobi dengan seringai iblisnya di balik topeng berwarna orange.
7 orang tersebut pun mengeluarkan seringai iblis mereka masing-masing karena mereka sudah tidak sabar menunggu perang besar terjadi.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Terima Kasih sudah membaca Fiction karangan saya, saya harap anda sekalian suka dengan fiction saya. Terima kasih yang sudah review, follow, favorite dan juga para silent reader.
