* HIDDEN STORY ABOUT HE *

Genre : Romance,Mystery

Rate : T+

Leght : chapter

Cast :

Huang Zi Tao as Tao

Wu Yi Fan (Kris Wu) as Kris

Zhang Yixing (Lay) as Suho's Boyfriend

Kim Joonmyeon (Suho) as Lay's Boyfriend

Kim Jong Dae ( Chen) as Tao's Brother

Kim Jong In (Kai) as Tao's Friend

Kim Heechul as Tao's Mother

Tan Hankyung as Huang Hankyung/Tao's Father

Others

WARNING : YAOI,BOYS LOVE,BOY X BOY.

IF U HATE YAOI. PLEASE CLICK CLOSE!

Note :

Cerita ini berdasarkan sebuah pengalaman pribadi seorang gadis asal India. Author hanya menccari dan menggunakan pokok kejadian tersebut sebagai cerita ini. Tulisan ini murni hasil kerja tangan saya. Jika ada kesamaan tokoh,tempat,maupun cerita lain yang mirip dengan cerita ini,itu hanya kebetulan saja. Thanks.

NB : semua tulisan bercetak tebal adalah perkataan TAO.

Cinta itu sangat unik,mempertemukan kita dengan cara yang unik

Walau ragaku menginginkan aku kembali,tapi aku tak bisa. Jadi,bersediakah kau membuatku kembali pada ragaku lagi?

*chapter 2 : begin*

======= Happy Reading ======

Kris mengetuk pelan pintu salah satu ruang rawat yang ada di depannya. Menunggu agak lama,ia bisa melihat pintu geser berwarna biru dan bening blur itu mulai bergeser menampakan seorang pemuda tinggi berambut hitam. Matanya yang tajam seolah mengintimidasi Kris. Kris tak bergeming. Wajahnya tak kalah dingin dengan pria di hadapannya sekarang,ia sama sekali tak tersenyum bahkan matanya balas menatap tajam pemuda di hadapannya.

'dia temanku,Wu Fan. Namanya Kai'

Suara dari Tao membuat Kris sedikit tersentak kaget. Diedarkannya pandangannya di koridor itu. nihil. Tao tak ada di sana.

"siapa kau?"

Suara dingin dari pria yang Kris ketahui sebagai Kai membuatnya menatap pemuda itu. mata tajam pemuda itu seolah menggambarkan betapa bencinya ia pada sosok tinggi berambut pirang itu.

"Apa benar ini ruangan Huang ZiTao?"

"apa kau tak bisa membaca?. Bukankah tertulis jelas di pintu ini?"

Perkataan Kai membuatnya benar-benar ingin menghajar pemuda yang tengah meliriknya sinis itu.

"apa aku boleh masuk?"

"ada perlu apa kau?"

"hmm.. i-itu.."

Argh.. Kris bodoh! Seharusnya kau tanyakan dulu pada Tao apa alasan yang tepat agar ia bisa masuk kedalam.

'katakan kau seniorku saat di high school.'

Lagi. Suara Tao kembali membuatnya tersentak kaget. Ck.. hantu yang merepotkan. Ups,tapi Tao bukan hantu Wu Fan.

"aku seniornya saat di high school dulu."

"benark-"

"Kai. Siapa yang datang?"

Teriakan seseorang membuat ucapan Kai terpotong. Kris menghembuskan nafas lega,setidaknya ia tidak mendapat cercaan menyebalkan dari Kai.

"Chen hyung?"

Seorang pemuda berambut dark choco menghampiri mereka. Mata lembut pemuda itu memandang lekat Kris. Sedetik kemudian seulas senyum mengembang di bibir pemuda itu.

"Kau Kris Wu?"

Pemuda itu tersenyum lebih cerah mengabaikan tatapan bingung dari Kai dan tatapan Kaget dari Kris. Bagaimana bisa dia tahu namanya?

"hmm.. Wu Yi Fan. Kau bisa memanggilku Kris."

Kris menyambut uluran tangan Chen sambil sedikit tersenyum kaku. Ia melirik Kai yang masih memasang wajah bingungnya.

Chen menuntun Kris untuk masuk kedalam ruang rawat diikuti Kai yang mengekor di belakan mereka. Kris tersenyum miris saat melihat kondisi raga Tao yang tampak begitu kasihan. Wajah cantiknya nampak sangat pucat dan jauh lebih tirus dari sosok roh yang Kris lihat. Tubuhnya juga jauh lebih kurus dari sosok roh nya. Peralatan medis menancap di sana-sini,menghiasi kulit putih mulusnya.

Chen menghela nafas lalu menepuk pundak Kris yang jauh lebih tinggi darinya,mengisyaratkan agar pemuda tinggi itu duduk di sofa.

"Semalam Lay-ssi dan Suho-ssi datang dan mengatakan bahwa senior Tao saat ia masih di china akan datang hari ini…"

Chen memulai pembicaraan mereka. Membuat kedua pemuda disana menatap wajah Chen langsung.

"Lay-ssi juga mengatakan siapa namamu,jadi jangan kaget kalau aku sudah tahu namamu lebih dulu. Kurasa hanya itu yang bisa kujelaskan untuk menjawab wajah penuh tanda tanyamu,Kris-ssi."

"hmm.. boleh ku tahu,apa yang terjadi pada Tao hingga ia tak sadarkan diri lagi sekian lama? Bukankah menurut medis Tao sudah pulih?"

Chen mengangguk pelan,"entahlah. Menurut dokter Tao sudah pulih sepenuhnya. Namun,dokter mengatakan bahwa Tao sendiri yang menolak untuk sadar kembali. Aku tak tahu kenapa.."

Kris menghela nafas pelan lalu menepuk pelan pundak Chen. Ia tersenyum kecil pada pemuda yang kini tampak sedih itu. awalnya,ia memang berniat untuk berpamitan dan pergi menemui Lay dan Suho. Namun,matanya menangkap roh Tao sedang menatap raganya dengan wajah sendu,jadi ia mengurungkan niatnya untuk pergi. Ia memilih menunggui roh Tao disana. Sesekali mengobrol dengan Kai,yang masih memasang wajah tidak sukanya.

.

Malam menjelang. Kris dan Roh Tao tengah berada di rumah milik Suho yang juga ditempati oleh Lay. Kini,mereka duduk berhadapan. Sepertinya akan ada pembicaraan serius.

"aku tahu tujuanmu datang kerumah kami,Kris Wu. Kau ingin bertanya hubunganmu dan Tao kan?"

Lay menatap Kris dengan senyum yang tak terlepas dari wajahnya. Kris mengangguk membenarkan.

"kau dan Tao tidak ada hubungan apapun. Tapi,hanya kau yang bisa melakukan ini."

"Melakukan apa?"

"misi penyelamatan" Suho menyahuti pertanyaan Kris.

"benar Kris. Roh Tao hanya akan kembali pada raganya jika kau berhasil menyelesaikan misi ini."

"Misi apa? Apa yang terjadi padaku?" kini Tao angkat bicara. Ia tak mengerti arah pembicaraan Lay. Ia bukanlah tipe anak indigo seperti Lay dan Suho. Dan sekarang ia harus terseret kedalam hal berbau indigo seperti ini. Menakutkan.

"kau tahu? Hanya ada dua kemungkinan jika roh tidak kembali pada tubuhnya. Yang pertama ia mati dan kedua roh dan raganya tidak menyatu…"

Lay mulai menjelaskan sambil mengeluarkan sebuah buku kuno.

"kau ingat tulisan yang kau temukan,Kris? Aku menulisnya sesuai dengan yang tertera dibuku ini. Di sini dijelaskan,roh yang mengembara memiliki waktu 2563 hari untuk kembali pada tubuhnya sebelum akhirnya musnah. Namun,Tao berbeda. Ia hanya memiliki 500 hari untuk kembali pada raganya sebelum ia musnah."

'maksudmu-ge aku akan mati?!'

Lay mengangguk pelan mendengar pertanyaan Tao. Kris menoleh mendapati sosok itu yang tengah bersedih mendengar penjelasan singkat Lay.

"apa ada cara agar Tao bisa kembali ke raganya lagi?"

Lay dan Suho mengangguk. Suho mengambil buku kuno yang sedari tadi berada di hadapan Lay. Lembar demi lembar di buka olehnya,memperlihatkan beberapa gambar dan tulisan kuno yang tak terbaca oleh orang biasa. Itu adalah kode rahasia.

Gerakan Suho berhenti pada halaman yang berisi coretan demi coretan tak berbentuk. "aku tak mengerti arti halaman ini,jujur saja. Jika Tao hanya memiliki 500 hari untuk bertahan,berarti sisa waktu Tao hanya 88 hari dari sekarang. Dan sampai sekarang,aku masih belum mengerti isi dari halaman ini."

"hmm.. Suho-ssi,aku tak mengerti penjelasanmu.."

"begini Kris,maksud Suho adalah jika kita ingin Tao kembali,kita harus mengetahui cara agar Tao dapat kembali. Selama ini kami selalu mengikuti petunjuk buku ini. Sejauh ini,kami hanya mengetahui bahwa roh Tao sendiri yang menolaknya. Jadi,berikan kami waktu untuk memecahkan kode rahasia dan coretan-coretan ini."

Tao dan Kris menggangguk mengerti mendengar penjelasan Suho dan Lay. 'jadi,aku harus menunggu kalian untuk memecahkan isi halaman itu? lalu aku harus bagaimana?'

Lay tersenyum lembut,"jangan panik dan tetap percaya kau bisa sadar kembali. Kau juga harus selalu ada disisi Kris. Setidaknya hanya Kris yang bisa melihatmu selain kami berdua."

'aku mengerti ge-'

"lalu aku harus bagaimana?" kali ini Kris bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.

"jagalah roh Tao. Setidaknya kau juga harus menjenguk Tao,kuatkan Chen agar ia tak menyerah untuk membantu Tao hidup."

"jadi,Kris. Kupercayakaan Tao padamu. Ini rahasia kita. Kau mengeri Kris?"

Kris mengangguk malas mendengar ucapan Suho. Ia akui ia tak bisa berbuat apapun untuk Tao selain meyakinkan Chen bahwa Tao akan sadar kembali.

"dan Tao.."

'ya?'

"jangan jauh-jauh dari ragamu. Itu akan membuatmu lemah"

'aku mengerti Suho-ge..'

Dan diam-diam Suho meminta maaf pada Tao dan Kris dalam hati.

.

Tao menelusuri koridor rumah sakit. Sesekali ia melongok ke kamar rawat dan tersenyum jika ia melihat pasien rawat yang tengah bersama keluarga ataupun sahabatnya. Rasanya ia ingin kembali seperti dulu lagi.

"Hai gege …"

Tao mengerutkan alisnya. Diedarkannya pandangannya pada seluruh sisi koridor,tak ada siapapun disana.

"gege.."

Sret..

Sebuah tangan menyentuh tangannya. Mau tak mau membuatnya berbalik. Cukup kaget saat ia menemukan seorang gadis manis berumur sekitar lima belas tahun yang tengah memeluk boneka panda menatapnya dengan mata berbinar.

'kau bicara padaku gadis manis?'

Gadis itu mengangguk sambil merenggut kesal,"memangnya ada orang lain disini?"

'tapi bagaimana bisa?'

Gadis manis itu tertawa kecil,"kenalkan aku Song Ji Hye. Aku adalah hantu rumah sakit ini. Aku meninggal tiga tahun yang lalu disini. Senang bertemu denganmu Tao gege .."

'apa?! Kau hantu?!' suara Tao terdengar bergetar. Well,Tao itu penakut.

"kau takut? Bukankah kita tidak beda jauh?"

'tapi,bagaimana bisa? K-kau me-menapak hantu-ssi'

"Ji Hye,namaku Ji Hye bukan hantu." Ji Hye merenggut lagi,membuat pipi tembamnya terlihat menggemaskan.

'haha.. baiklah Ji Hye aku minta maaf. Tapi kenapa kau menapak Ji Hye-ah?'

"itu rahasia.."

Kini giliran Tao yang merenggut kesal sambil mengerucutkan bibir kucingnya.

"gege masih sama seperti dulu .."

Tao mengalihkan pandangannya pada Ji Hye,'seperti dulu?'

"ya,masih sama seperti yang dulu. Tampan dan polos.."

'apa kita pernah bertemu sebelumnya?'

Ji Hye menggangguk,"dikehidupan dahulu mungkin .."

'apa maksudmu Ji Hye-ah?"

"gege akan tahu nanti.."

Ji Hye tersenyum manis. Sedetik kemudian menarik –menyeret- tangan Tao mengajaknya untuk mengelilingi rumah sakit lagi.

-maafkan aku gege. Dia pasti belum memberitahumu. Setidaknya itu lebih baik.-

Ji Hye bergumam dalam pikirannya. Seulas senyum miris diulasnya sambil menatap wajah Tao yang nampak berseri,"aku akan menjagamu.." bisiknya dalam hati.

.

.

'Wu Fan..'

"…"

'Wu Fan-ssi..'

"…"

'Kris Wu!'

"…"

'hei jawab aku!'

"kau bicara padaku,Tao-ssi?"

'eh?'

Tao memiringkan kepalanya bingung.

"kau tak pernah diajarkan tata cara bersopan santun oleh orang tua dan kakakmu? Aku lebih tua darimu,panggil Hyung atau Gege."

Kris menutup buku tebal yang tadi dia baca. Ia dapat melihat Tao memutar bola matanya malas. Masih sama. Bola mata indah itu,terlihat lebih bercahaya sekarang,walau kesakitan masih terpancar jelas disana. Wajah cantik namun penuh ketegasan itu terlihat jauh lebih cantik saat ia sedikit mengulas senyumnya di bibir kucing marunnya itu. sosok yang sempurna.

"hei TaoZi. Kau masih bisa mendengarkanku kan?"

'tentu saja,Kris Ge'

Kris terkekeh."sepertinya kau sangat tidak rela mengucapkannya.."

Tao mem-pout bibir kucingnya mendengar kekehan Kris.

'aku melihat hantu tadi siang dirumah sakit..'

"aku juga melihatnya. Hanya saja ia ada didepanku sekarang.."

Tao mendelik,'aku serius'

"Tao,hantu itu tidak ada. Itu hanya ilusinasi saja.."

'apa roh juga bisa berhanusilasi?'

Kris mengedikkan bahunya,"mana ku tahu.."

Tao mengacak rambut hitam legamnya kasar,'bunuh aku Kris-ge..'

"kau ini. Kau sedang berjuang untuk hidup. Tapi,sekarang kau ingin mati. Kalau begitu,kenapa masih ingin menjalani 88 hari saran dua bocah indigo itu.."

Wajah Tao berubah suram,membuat Kris merasa bersalah.

"maaf. Aku hanya bercanda. Sungguh."

'aku bahkan lebih ingin mati saja. Aku tak sanggup melihat eomma menangis terus.'

.

.

.

"Hei Tao gege.."

Suara cempreng Ji Hye mengagetkan Tao yang tengah berjalan bedampingan bersama Kris di koridor rumah sakit.

'hai Ji Hye..'

Tao melambaikan tangannya pada sosok gadis imut yang kini berdiri diujung koridor sambil memeluk boneka panda kesayangannya. Kris yang melihat Tao berbicara sendiri sambil melambai-lambaikan tangannya hanya bisa kebingungan.

"kau bicara pada siapa TaoZi?"

'pada Ji Hye.'

Kris menautkan alis tebalnya,"Ji Hye? Nugu?"

'Hantu yang kukatakan kemarin,ge."

"Han-hantu?"

Tao mengangguk semangat. Lalu menuju ujung koridor bertemu dengan Ji Hye yang notabenenya tak bisa dilihat oleh Kris."apa tadi dia bilang hantu?"

'hei! Apa anak muda itu gila?'

'dia bicara sendiri?'

'ya ampun. Sayang sekali. Tampan tapi gila.'

Kris meringis mendengar gumaman orang-orang yang mengatainya gila. Oh tidak! Ia lupa ia berbicara pada roh Tao didepan umum. Ia rasa ia memang sudah gila.

.

.

.

.

"jadi,Suho hyung. Kau berbohong padaku?!"

Suara Lay melengking tinggi,wajahnya memerah menahan amarah,nafasnya juga tersengal. Suho semakin tertunduk mendengar bentakan dari kekasihnya itu,jika sudah seperti ini akan sangat sulit menenangkannya.

"aku tak bermaksud Lay .. aku hanya-"

"hanya apa?! Membohongiku dan Tao?! Kau senang melihatnya menderita?! Kau tahu bahkan aku pun tak sanggup melihat wajah sedih keluarganya! Dan kau hanya mengatakan tak bermaksud?!"

"Lay,dengarkan aku dulu.."

Suho mencengkram kedua pundak Lay cukup keras. Menatap langsung onix milik Lay dengan tajam.

"dengarkan aku! Apapun yang terjadi nanti,itu adalah takdir. Kris adalah orang yang akan mengubah takdir itu. entah baik atau tidak. Tapi,kita sebagai perantara hanya bisa menuntun mereka. Menjaga mereka agar tetap bersama. Biarkan ruang dan waktu yang menentukannya."

"tapi,hyung. Mereka hanya akan mengulang tragedi dimasa lalu. Lalu,resiko yang akan terjadi bila mereka gagal juga sangat besar. Tao dan Kris mereka akan kembali mengulang takdir lama. Kenapa takdir begitu kejam pada mereka…"

"dimasa lalu mungkin kita adalah tokoh antagonisnya. Dan aku berharap dikehidupan ini aku bisa memperbaiki kesalahanku dimasa lalu.."

Suho memeluk Lay yang tengah terisak dengan erat. Membiarkan pemuda manis itu terisak dipelukannya. "aku janji akan memperbaiki kesalahanku,Tao.."

==== To Be Countinue ====

I'm Back .. kenapa makin gaje ya? Nah,di chap depan baru deh dijelasin misteri yang sebenarnya.

Terima kasih untuk review yang diberikan kepada saya. Satu review dari kalian sangat berharga.

Kamsahamnida #bow

Last,mind to review?