* HIDDEN STORY ABOUT HE *
Genre : Romance,Mystery
Rate : T+
Leght : chapter
Cast :
Huang Zi Tao as Tao
Wu Yi Fan (Kris Wu) as Kris
Zhang Yixing (Lay) as Suho's Boyfriend
Kim Joonmyeon (Suho) as Lay's Boyfriend
Kim Jong Dae ( Chen) as Tao's Brother
Kim Jong In (Kai) as Tao's Friend
Kim Heechul as Tao's Mother
Tan Hankyung as Huang Hankyung/Tao's Father
Han Ji Hye (OC) as Xi Hye
Others
WARNING : YAOI,BOYS LOVE,BOY X BOY.
IF U HATE YAOI. PLEASE CLICK CLOSE!
Note :
Tulisan ini murni hasil kerja tangan saya. Jika ada kesamaan tokoh,tempat,maupun cerita lain yang mirip dengan cerita ini,itu hanya kebetulan saja. Thanks.
Tulisan bercetak tebal adalah ucapan Tao.
=============== Chapter 3 : Our Short memories ===============
Cinta itu sangat unik,mempertemukan kita dengan cara yang unik
Walau ragaku menginginkan aku kembali,tapi aku tak bisa. Jadi,bersediakah kau membuatku kembali pada ragaku lagi?
=== Happy Reading ===
Pemerintahan Kekaisaran Tang – 554 SM
Beijing-China
Bangsawan muda Jin memasuki sebuah rumah milik seorang Shen Yu (peramal). Ia dapat melihat seorang pemuda cantik yang duduk sambil menatap tajam padanya.
"apa yang membawa seorang Shaoye (tuan muda) datang ketempat sehina ini?"
Pemuda Shen Yu itu berkata sambil menatap sinis kepada bangsawan bermarga Jin.
"ah. Aku Taizi (putra mahkota) sedang mencari pasangan. Dan aku dengar bangsawan Huang dipilih sebagai calon Wangzhi (keluarga raja). Dan satu hal lagi yang aku tahu,bukankah bangsawan Huang berada di pihak Permaisuri Li?"
"kau sudah tau maksud kedatanganku. Dan kau masih menanyakan maksud kedatanganku.."
Shen Yu itu tertawa sinis,"aku hanya seorang Shen Yu yang hina. Pekerjaanku meramal,bukan membunuh.."
"kau hanya perlu membunuhnya dengan ilmumu,bukan dengan tanganmu. Kau harus memilih membunuh atau dibunuh.."
"politik yang mengerikan .. bangsawan Jin."
Trang..
Benda mengkilap tajam itu teracung tepat diantara kedua mata onix sang Shen Yu. Ia tak gentar,malah semakin menantang sang bangsawan muda.
"Huang ZiTao adalah Taizhi Fei (pendamping putra mahkota-bisa disebut 'istri') yang ditakdirkan. Biarpun kau memintaku membunuhnya,ia akan tetap hidup. Dan aku bersumpah dimasa depan pendamping dan putra mahkota akan kembali bersatu. Seperi bulan dan matahari,selalu berdampingan."
"jaga ucapanmu.. Shen Yu Zhang. Aku bisa membunuhmu hanya dengan satu tebasan."
Zhang Yixing –nama Shen Yu itu- tersenyum sinis."kita lihat saja bangsawan Jin. Jika kau membunuhku sekarang,dalam hitungan jam,selir Chang akan membunuhmu hanya dengan satu tusukan. Bangsawan Ji Jun Mian sepertinya tidak mau itu terjadi."
(dalam arti singkat,Yixing sangat dibutuhkan dalam rencana selir Chang. Jadi,jika Jun Mian membunuhnya sekarang,maka pihak selir akan rugi dan murka. Sehingga akan membunuh pengikutnya sendiri yang telah bertindak ceroboh)
Jin Jun Mian menurunkan pedangnya,"sebenarnya apa yang ingin kau katakan?! Beritahu aku sekarang!"
Yixing mengambil cangkir arak didepannya,meminum isinya sekali teguk."meminta seorang Shen Yu mengirimkan mantra kematian ke rumah calon Wangzhi agar tidak mengotori tangannya sendiri,benar-benar lebih rendah dari pada binatang."
Cengkraman Jun Mian pada pedangnya mengerat,"jaga ucapanmu. Kau mengatakan Selir sebagai binatang adalah sebuah kejahatan. Kau bisa di pancung di depan seluruh rakyat. Lalu kepalamu di gantung di Shi Zhongxin (pusat kota)"
Yixing mengibaskan tangannya,"sebelum aku di pancung,bukankah aku yang harusnya membunuh selir terlebih dahulu.."
"apa maksudmu?!"
"kuberikan pilihan! Pergi sekarang atau aku benar-benar aka- AKHK.."
Pedang milik Jun Mian menggores lengan kanan pemuda cantik itu. dalam sekali. Darah mengalir deras. Pandangannya memburam dan berakhir pada kegelapan. Jun Mian menyeriangi."Bawa dia ke Istana.."
Dan tanpa Jun Mian sadari,seorang gadis remaja berumur tujuh belas tahun melihatnya membawa Yixing secara diam-diam,"Shen Yu Zhang…"
.
Saat Yixing tersadar,Ia dapat merasakan sakit mendera tubuhnya. Kaku dan kram. Ia menoleh kesekitar. Tubuhnya menengang seketika. Tangisan berdengung di telinganya,teriakan dan rasa dan pedang. Yixing terbelalak. Apa mungkin?
"Shen Yu Zhang.."
Yixing menoleh,"Xi Hye.."
Gadis bernama Xi Hye itu mendekati Yixing."Shen Yu Zhang.. maafkan aku..hiks "
"apa yang terjadi?"
"Taizhi Fei telah wafat dini hari tadi. Bangsawan Jin sendiri yang membunuhnya.."
Yixing terbelalak,"Yang Mulia Huang Taizhi(putera mahkota),Apa yang dilakukannya sekarang?"
Xi Hye menggeleng,"sabotase. Anggota kerajaan mengatakan bahwa Taizhi Fei bunuh diri karena menolak pernikahan. Dan itu dianggap sebagai pemberontakkan. Bahkan seluruh keluarga bangsawan Huang akan dieksekusi hari ini. Dan Huang Taizhi,terpukul atas kejadian ini. Ia terlihat kacau."
Yixing meraih tangan Xi Hye,"aku juga pasti mati. Kau harus selamat Xi Hye,apapun yang terjadi. Kaulah satu-satunya saksi hidup yang tersisa. Berjuanglah Xi Hye."
Yixing menghapus airmata gadis itu. "aku berjanji Xi Hye. Setelah seratus kali reinkarnasi,kita akan bertemu lagi. Kita akan perbaiki kesalahan kita disana. Kau mengerti?!"
Xi Hye mengangguk.
"kau tahu?! Bahkan aku bisa membunuhnya dengan sekali goresan pedangku."
Suara Jun Mian menggema di ruangan itu. bukan! Bukan ruangan. Jeruji besi lebih tepatnya. Yixing dan Xi Hye menoleh. Medapati Jun Mian telah tiba disana.
"ohh.. kita mendapatkan satu lagi lintah kecil .."
"kami menemukannya mengendap kemari dini hari tadi Tuan." Sahut seirang pengawal stia Jun Mian
"kau membunuhnya?! Apa yang kau lakukan?! Kau membunuh Taizhi Fei?!"
Yixing histeris. Keluarga Huang adalah keluarga yang baik. Ia pernah diselamatkan oleh keluarga mulia itu. dan sejak saat itu,ia berjanji dengan seluruh jiwa raganya akan melindungi keluarga itu. sampai ia mati.
Setetes air mata mengalir dipipinya."kau penjahat busuk! Selir Chang,Kau! Bangsawan Jin Jun Mian dan semua anjing pengikut lainnya adalah penjahat busuk."
Jun Mian tertawa sinis,"apapun yang kau katakan tak berguna! Karena kaulah penjahat sebenarnya. Meramalkan bahwa Selir akan jatuh seepatnya karena Huang ZiTao. Kaulah pembunuh yang sebenarnya!. Dan kau anjing kecil,kau juga akan mati bersama Shen Yu malang ini"
"a-apa maksudmu?" Yixing memutar otaknya. Ia ingat,ia pernah meramalkan kejatuhan selir Chang.
"Bawa mereka ke alun-alun. Aku ingin melihat,apakah mulut besarnya masih bisa berteriak ketika kepalanya menggelinding ke tanah!"
Jun Mian pergi setelah memberikan perintah kepada beberapa pengawal di belakangnya sambil tersenyum puas. Yixing terpaku. Ia tak menyangka. Ialah penyebab kematian sang penerus. Ialah tersangka utamanya. Xi Hye mengeratkan genggaman tangannya,"bukan salahmu. Ini salah kita semua.."
.
Yixig menatap lurus kedepan. Kearah kursi Raja,Permaisuri,Putra Mahkota yang terlihat kacau dan Selir Chang. Yixing tak gentar,ia tak takut. Dalam hati ia terus meminta maaf kepada mendiang calon penerus,Huang ZiTao.
Pedang diangkat oleh dua orang algojo. Yixing menutup matanya,ia siap menghadapi kematian. Jika memang ia harus mati,tak apa. Ia merasa bahwa ini kesalahannya.
"maafkan aku Shaoye (tuan muda) aku tak bisa melidungimu sampai akhir. Tapi,jika suatu saat ini terulang lagi. Aku berjanji akan mengorbankan segalanya untukmu."
Kepala itu menggelinding ketanah. Xi Hye mengucapkan doa dalam hatinya. Ia kini menutup kedua matanya,menunggu kematiannya.
"Shaoye,dui bu qi. Seratus kali reinkarnasi lagi,dan kita akan bertemu. Aku berharap dibalik kisah tersembunyi ini,kebahagiaan akan menantimu."
.
*88 Days*
.
.
Suho terbangun lagi,tengah malam ini. Diliriknya nakas di sebelah tempat tidurnya. Sebuah buku kuno bertengger disana. Suho menghela nafas. Ingatan demi ingatan dimasa lalu yang didapatnya setelah menemukan buku itu terus mendatanginya. Rasa bersalah dimasa lalu menghantuinya kini.
Menghela nafas lagi. Lalu pemuda bersurai coklat lembut itu menyambar buku itu. memangkunya lalu kembali membolak balik halaman demi halaman buku kuno bertuliskan huruf dan kode kuno yang sebagian orang tak mengerti artinya.
Suho mengusap pelan halaman terakhir. Tulisannya tidak jelas,namun ia bisa membacanya dengan jelas.
Seratus reinkarnasi telah berlalu.
Kejadian lama terulang dengan cara berbeda.
Goresan pedang yang dulu kau gores,tergantikan dengan asap mengepul.
Salju yang dulu turun,tergantikan dengan air hujan.
Sumpah adalah sumpah.
Janji adalah hutang.
Takdir mereka adalah keabadian.
Dua pilihan.
Ada ditanganmu.
"dua pilihan?"
.
Sisa waktu : 82 hari
.
Tao tersenyum melihat keluarganya berkumpul diruang rawatnya. Senyum tak pudar,walau masih tampak jelas goresan kesedihan disana.
Chen memandang sup rumput lautnya sendu,"dulu,aku dan Tao selalu berebut untuk menghabiskan ini.."
Heechul –ibu Tao dan Chen- mengusap pelan kepala putra sulungnya itu. matanya berkaca-kaca."kenapa kau bersedih terus heum..? Tao juga akan sedih kalau dia melihatmu seperti ini."
Chen berbisik,"ini salahku.."
"Jong Dae-ah.." Hankyung,sang ayah menepuk pelan bahunya.
"ini bukan salahmu. Kalau kami tak bercerai dan membuat kalian harus menghabiskan liburan hanya berdua ini tak akan terjadi.."
Chen tersenyum,setitik air mata jatuh. "aku mengerti. Kita semua salah…"
Tao tersenyum lagi melihat keluarganya. Mungkin Tuhan memberikan hikmah untuk keluarganya. Dengan kecelakaan yang menimpa Tao,mereka jadi lebih sering berkumpul. Mengingat bahwa kedua orang tua Tao telah bercerai lima tahun yang lalu. Tao mengikuti ayahnya,sedangkan Chen mengiikuti ibunya. Itulah mengapa marga Chen,Kim bukan Huang.
Puk..
Sebuah tangan mendarat di bahu kanan Tao. Tao menoleh.
'Ji Hye…'
"mau ikut aku?"
Tao mengerutkan keningnya.
'eoddie?'
Ji Hye tersenyum,"ikut saja.."
.
.
Kris mengetuk pelan pintu ruang rawat Tao. Terdengar sahutan dari dalam diikuti bunyi gesekan antara pintu geser dengan lantai. Kris menundukan kepalanya saat melihat Chen yang membukakan pintu untuknya.
"masuklah,Kris-ssi.."
Kris mengangguk lalu mengikuti Chen masuk. Ia mengedarkan pandangannya. Ia sedikit menunduk hormat saat melihat dua orang pria dewasa duduk di sofa dekat jendela. Kris yakin itu orang tua Tao.
"eomma,appa,ini Kris. Sunbaenya Tao saat di China."
Chen menepuk pundak Kris yang jauh lebih tinggi darinya itu.
"Ni Hao. Wo shi Kris Wu." Kris menunduk lagi saat memperkenalkan dirinya dihadapan kedua orang tua Tao.
"Kris? Aku rasa Tao tak punya teman atau pun sunbae dengan marga Wu." Pria yang Kris yakini sebagai sang ayah menatapnya dengan pandangan menyelidik.
"hmm… mungkin karena kami tak terlalu dekat,ia tak pernah menceritakannya pada anda."
"benarkah?"
Takk…
Kris menghela nafas lega saat melihat pria manis yang duduk di sebelah ayah Tao memukul kepala sang ayah dengan cukup keras.
"ah.. aku yakin Tao dan kau cukup dekat. Buktinya kau repot-repot datang kemari. Ah.. ya,aku Kim Heechul,ibunya Tao. Sedangkan dia (menunjuk ayah Tao) adalah Huang Hankyung,ayah Tao."
Heechul menjelaskan panjang lebar kepada Kris sambil mengulas senyum manis. Kris sedikit mengerti sekarang,'pantas saja Tao manis,ternyata pewarisan ibunya.' Batin Kris.
Kris tersadar dari lamunannya saat Chen kembali menyentuh pundaknya,mengisyaratkannya untuk duduk. Kris tersenyum kecil,lalu duduk di sebelah kiri Hankyung.
"aku tak tau Tao punya kenalan tampan sepertimu Kris-ssi." Heechul tertawa kecil saat mengucapkannya.
"ahh.. terima kasih ajumna."
"oh ya,Kris-ssi,sejak kapan kau mengenal Tao? Dan kenapa kau bisa tahu kalau Tao dirawat disini?"
'DAMN'
Kris mengumpat dalam hati mendengar pertanyaan Hankyung. Kenapa namja semanis Tao memiliki ayah segarang –menurut Kris- Hankyung?. Pasti ada kesalahan genetik.
Kris memutar otak mencari jawaban yang tepat."Kami masuk di high school yang sama selama setahun,karena saat Tao baru masuk kesana aku sudah tingkat ketiga. Seorang temanku,memberi tahu bahwa Tao kecelakaan dan memberi tahuku bahwa ia dirawat disini."
"appa ingat Lay kan? Dia yang memberi tahu Kris kalau Tao dirawat disini." Chen menambahkan penjelasan Kris sambil meraih dua gelas jus jeruk. Diberikan satu gelas kepada Kris dan satu lagi untuk dirinya sendiri.
"begitu rupanya." Hankyung mengangguk penuh wibawa. Kris menghembuskan nafas lega saat Hankyung berhenti bertanya.
"Kris-ssi?" kali ini sang ibu,Heecul yang memanggilnya.
"ye?"
"kau menyukai Tao ya?"
"eh?"
-uhuk-
Chen yang mendengar pertanyaan ibunya langsung tersedak jus jeruk yang tengah diminumnya. Kris melotot mendengarnya. Sedangkan sang ayah hanya memandang Heechul datar.
"eomma!?"
Heechul tertawa ringan,"aku hanya bercanda.."
Chen mengangguk diikuti sang ayah. Sedangkan Kris? Ia masih terpaku. 'aku menyukai Tao?. Apa aku menyukai Tao?'
.
.
Kris mengernyit saat melihat botol air melayang dihadapannya. Mengucek matanya,lalu mengedip beberapa kali,Kris terbelalak saat masih mendapati botol air itu melayang mendekat. Sontak,pemuda China-Kanada itu memundurkan kepalanya,ia sedikit takut rupanya. Tunggu! Cool guy seperti Kris Wu takut?! Pada hantu?! Tolong ingatkan aku untuk mencatatnya di buku kejadian langkaku.
Pluk
'hahaha..'
Botol itu jatuh. Tepat satu senti sebelum berhasil menyentuh hidung mancung milik Kris. Tak lupa disertai tawa manis yang sedikit asing,namun ia kenal. Matanya melebar,saat sesosok makhluk manis menampakkan wujudnya. Makhluk bermata kelam dan berambut hitam arang,tertawa lepas dihadapannya. Mempesona. Kris Wu tak berkedip melihat sosok itu. rasa takut itu lenyap. Sosok mempesona itu mengalihkan perhatiannya.
"manis.."
'eh?'
Sosok mempesona yang adalah Tao itu menghentikan tawanya saat mendengar gumaman atau lebih tepatnya seruan yang keluar dari mulut seorang Kris Wu. Wajahnya sedikit menampilkan pias merah muda samar.
Sedangkan Kris? Pemuda itu sedang merutuki mulutnya yang seenaknya lepas kontrol saat melihat sosok itu.
Suasana mendadak canggung. Oh ayolah Kris Wu,kenapa kau bodoh sekali?! Ck..
Kris berdehem pelan. Membuat Tao yang tadi menunduk menatapnya.
"ehmm.. Tao. Ngg.. tadi itu kau?"
Kembali Kris merutuki mulutnya. Kenapa dia bisa gugup seperti ini?
Tao mengangguk semangat.'ya. kau tahu Ji Hye mengajariku..'
Kris menautkan alisnya."Ji Hye?"
'ne. hantu yang kuceritakan waktu itu. dia mengajariku untuk menyentuh benda-benda. Kau tahu itu sangat menyenangkan? Ah ya. Dan lihat sekarang! Aku bisa menyentuh berbagai benda. Aku hebatkan?'
Kris kembali terpaku. Bukan! Bukan karena cerita Tao. Tapi karena mimik wajah dan nada riang dari Tao. Kris bahkan tak yakin kalau Tao itu roh. Mana ada roh semanis ini?
'Kris. Kris-ge?'
'Kris-ge!'
'Kris Wu!'
"ah iya,ada apa?"
Tao merenggut saat mendapati wajah sok polos –menurut Tao- Kris.
'kenapa menatapku seperti itu?'
Kris gelagapan. Menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal,lalu mengibaskan tangannya. "h tidak. Aku hanya heran saja.."
Tao memiringkan kepalanya kekanan,'heran?'
Kris tersenyum kecil,"lupakan. Ayo kita kerumah Suho. Ia menghubungiku siang tadi."
Tao mengangguk kecil,'baik. Tapi,kau heran kenapa Kris ge?'
Kris menggelengkan kepalanya. Mengulurkan tangan kanannya menyentuh rambut hitam kelam milik Tao. "Tidak lupakan saja. Aku bersiap dulu.."
Kris berlalu. Meninggalkan sang pemuda panda yang masih menatap kosong sambil mengedipkan matanya beberapa kali.
'Kris-ge tadi menyentuhku. Tunggu.. Kris-ge menyentuhku?!"
.
.
"indah bukan?. Aku memetiknya sendiri siang tadi di kebun belakang."
Mereka yang ada diruangan tersebut hanya tersenyum memandang pemuda manis dengan single dimplenya tengah memamerkan bunga-bunga indah berwarna putih. Bunga-bunga itu diikat menjadi satu dengan daun yang disimpul seperti pita.
Seorang pemuda manis lainnya mengangguk semangat. Mata gelapnya menatap tertarik pada rangkaian bunga tersebut. Tertarik eoh?
'Lay-ge,berikan padaku ne?'
Lay dan Suho mengernyit bingung. "tapi Tao,kau kan tidak bisa menyentuh benda. Ku kan han- ehm roh maksudku.." Lay berujar lembut. Ia tau Tao sangat sensitif terhadap apapun. Walaupun Tao saat ini adalah roh,bukan berarti ia tak punya perasaankan?
"dia sudah bisa. Bahkan sudah menakutiku tadi siang." Kris menyahut dengan nada datar sambil melirik Tao yang hanya mengangguk semangat. 'how cute..' pikir Kris.
"APA?!"
Kris dan Tao berjenggit kaget. Suara teriakan Suho dan Lay menggelegar di seluruh ruangan itu.
"kalian mengagetkan kami.." masih dengan wajah dan nada datar,Kris berucap sambil meraihcangkir coffee di hadapannya.
"kau yakin Tao?. Bagaimana bisa?" Suho mengernyit heran sambil mulai meraih buku kunonya. Lay terdiam sambil memejamkn matanya. Kilasan memori melintas di kepalanya. Kabur,ia tak bisa melihat dengan jelas. Tapi,ia yakin itu Tao dan seorang…..gadis?
"Tao-ie,siapa gadis yang bersamamu?" Lay bertanya serius. Suasana tegang seketika. Kris mulai merasakan bahwa pembicaraan mereka akan segera memasuki tahap serius yang tidak masuk diakal juga.
'bagaimana Lay-ge tau?'
"siapa di Tao?" Lay kembali mengulang pertanyaannya.
'Han Ji Hye. Temanku..'
"sudah kuduga.." Lay menyandarkan punggungnya di sofa sambil memijit keningnya pelan. Pusing.
"Lay,apa dia.." Suho menganggantungkan kalimatnya,ia tidak yakin.
"reinkarnasi Xi Hye. Ia sepertinya telah bereinkarnasi sebanyak seratus kali. Seperti kita."
Kris memandang mereka semua bingung."sebenarnya ada apa? Siapa Xi Hye? Seratus kali reinkarnasi? Apa maksudnya?"
'Suho-ge,Lay-ge kalian menyembunyikan sesuatu?'
Hening
Hening
"baiklah sepertinya ini saat yang tepat. Kalian harus tau…" Suho menghela nafas berat. Meletakan buku tua itu di hadapan mereka. Lay kembali memejamkan matanya,ia merasa sangat pusing.
"jangan kaget saat sesuatu terjadi pada kalian. Jangan kaget dengan apa yang kalian lihat.."
Kris dan Tao mengangguk mengerti mendengar ucapan Suho.
.
Sedangkan dirumah sakit Ji Hye tersenyum menatap tubuh Tao yang tengah terbaring di ranjang. "inilah saatnya.."
.
.
=To Be Countinue=
Author balik. Mianhae updatenya lama banget. Chapter depan pasti diusahakan lebih cepet. Sebenarnya awalnya males lanjutin,karena insiden ff yang satu lagi (hasil karya temen author) dibilang plagiat. Tapi,setelah liat review kalian,author jadi semangat lagi ^^.
Dan kalo dipikir-pikir kenapa makin gaje ya? #digetok
Maaf author tidak bisa balas review #dirajamreaders
Last,Mind to Review?
December,19th 2013
XOXO_adel
