Selalu saja aku menemukannya sedang menatap langit biru.

Apa arti keberadaanku?

Story by IloveYou, Kakashi.

Dis Masashi Kishimoto.

Sakura & Kakashi.

Sakura POV

Saat ini aku sedang melaksanakan misi ranking S berdua dengan guruku, Kakashi. Aku awalnya bingung mengapa aku yang harus dipilih untuk melaksanakan misi ini karena aku cukup menyadari bahwa kemampuanku dalam bertarung masih sangat terbatas daripada Naruto maupun Sasuke. Yah, meskipun sekarang ini aku mewarisi kemampuan Gondaime-san, guru pengajar ilmu medic sekaligus menjabat hokage ke lima yang merupakan salah satu dari 3 legenda sannin yang terkenal. Namun akhirnya aku menyadari tugasku yang sebenarnya bahwa saat ini aku di butuhkan dalam misi ini untuk mengobati luka-luka yang dialami oleh Kakashi, lebih tepatnya akan dialami meskipun aku tahu Kakashi pasti akan sangat meminimalkan luka yang akan dibuatnya saat menjalankan misi ini bahkan kupikir tidak akan ada goresan luka di tubuhnya sama sekali. Itu hanya pendapatku saja, sih.

Tapi aku juga mengerti makssud Tsunade-sama mengirimku bersama Kakashi. Aku tahu. Bahkan Tsunade-sama pun tahu mengapa harus aku yang menemani Kakashi. Tapi terkadang rasa takut hadir di hatiku dalam setiap apa yang akan dilakukan oleh Kakashi. Sebuah resiko yang sangat berbahaya yang mungkin saja bisa menyebabkan kematian dan aku tak mau jika Kakashi mengalami hal itu meskipun hal itu baginya adalah sebuah hal yang biasa yang sayang untuk dilewatkan.

Semenjak perang dunia ke- 4 berakhir, kulihat perubahan yang terjadi pada Kakashi. Semua orang juga tahu kalau Kakashi berubah. Tapi mereka tidak tahu, sekalipun mereka mengetahuinya mereka tidak mengetahuinya. Mungkin aku juga sama seperi orang-orang itu. Tapi aku tahu bahwa Kakashi adalah Kakashi. Mungkin perasaan kecewa mendapati orang yang merubah Kakashi –yang tentunya baru aku ketahui setelah selesai perang dunia shinobi ke-4 dari ayah Naruto yang merupakan guru pembimbing dari gurku- adalah orang yang menyebabkan kehancuran pada Konoha. Aku tahu perasaan sakit seperti itu karena dulupun melihat Sasuke mengkhianati desa demi keinginannya balas dendam membuatku merasakan rasa sedih yang amat tak terkira. Tapi itu dulu, disaat aku menyadari bahwa sikapku pada Sasuke hanya kebohongan belaka pada akhirnya.

Seandainya saja dengan kehadiranku, aku ingin membuat Kakashi mengerti bahwa apapun yang terjadi selama ini bukan salahnya, bukan salah siapapun. Makanya aku akan terus berada di dekatnya. Menopang dirinya yang tak penah ingin ditopang oleh siapapun. Entahlah aku tak mengerti mengapa Kakashi lebih memilih menyendiri daripada bersama dengan orang lain. Dan aku juga tak mengerti mengapa Kakashi selalu saja menyendiri meskipun ia terlihat bersama dengan orang lain.

'hei, Kakashi-sensei. Bisa tidak aku melihat hatimu yang penuh kesepian itu?'

END POV

"Kakashi-sensei!" teriak Sakura terpekik melihat luka di sekujur tubuh gurunya.

"mengapa Kakashi-sensei seceroboh ini!" tanyanya tak habis pikir bahwa ternyata perkiraannya meleset jauh.

Kakashi hanya tersenyum santai. "memangnya kenapa, Sakura?" ucap santai Kakashi.

Sakura hanya mendesah, antara sedih dan sebal. "mengapa Kakashi-sensei selalu saja santai dengan luka seperti ini?" tanyanya sembari mulai mengobati luka gurunya itu.

"hah" Kakashi hanya mendesah mendengar perkataan muridnya. "Sakura, lukaku ini tak akan membuatku segera mati" ucap Kakashi sekenanya yang didapati balasan melotot dari Sakura.

"enak saja kalau bicara, Kakashi-sensei! huh, asal Kakashi-sensei tahu kalu luka terus menerus mengeluarkan darah lama kelamaan akan menimbulkan pendarahan yang bisa mengakibatkan kematian jika tak segera ditangani dengan segera!" ucap Sakura sambil cemberut. Kakashi hanya tersenyum samar.

'itulah yang kuinginkan, Sakura' pekik Kakashi dalam hati.

"sekarang kau lebih hebat dari Tsunade-sama rupanya" ucap Kakashi memuji yang bagi Sakura rasanya seperti menyindir.

"hu'uh" sebal Sakura sambil terus mengobati luka Kakashi.

"apa Kakashi-sensei tak membutuhkan aku, heh?" ucap Sakura.

Kakashi terdiam, cukup lama untuk mencerna kata-kata Sakura. Ia hanya bingung dengan maksud Sakura.

"a.., aku hanya bercanda, Sakura" ucap Kakashi.

"bukan itu ucapan yang kuinginkan. Aku ingin Kakashi-sensei bicara sejujurnya padaku. Bukankah aku sudah jujur pada Kakashi-sensei?, jadi sekarang giliran Kakashi-sensei yang jujur" ucap Sakura sambil memandangi wajah Kakashi dengan serius. Kakashi pun juga sama, memandangi wajah Sakura.

"Sakura, apa kau ingin menggodaku?" tanya Kakashi sambil menatap wajah Sakura dengan serius. Itu semua dikarenakan baik Sakura dan Kakashi sedang dalam kondisi tatap menatap dengan sangat serius dan sedikit hening, jadinya Kakashi merasa seperti pihak yang sedang digoda.

Sakura membulatkan matanya, wajahnya langsung blushing.

"KAKASHI-SENSEI!" teriak Sakura sekeras-kerasnya sambil tanpa kesengajaan menampar wajah Kakashi dengan sangat keras.

~~OO~~

.

.

.

TBC, ya.

Aku gak punya ide apalagi. Akh, sebenarnya ada sih hanya saja kusiapkan untuk chap selanjutnya.

Maaf ya ending di chap 2 ini cuma sampai segini doang.

Tunggu chap selanjutnya, ya.

Dan jangan lupa reviwsnya.