WARNING: YAOI/Typo(s)/OOC/Don't Like Don't Read
DISCLAIMER: Kyu punya Min, Min punya saya eh punya Kyu maksutnya
Alice in Wonderland milik Lewis Carrol, saya hanya terinspirasi tanpa niat sedikitpun untuk menjiplak.
Sekali lagi saya peringatkan, kalo nggak suka YAOI atau sebangsanya mending out ajalah, saya hanya menerima kritik dan saran yang membangun. Dan lagi saya emang nggak berharap ada yang ngeflame tulisan saya.
Akhir kata buat para KyuMin Shipper dan pecinta YAOI sekalian,,
Chek this out!
.
.
.
oO~Sungmin in Wonderland~Oo
.
.
.
Previous chapter
"A-anyeong" Sungmin mencoba seramah mungkin pada orang yang sudah menolongnya –mungkin-
Sungmin sedikit berdebar, karena jujur saja Sungmin belum sekalipun melihat wajah manusia kuda itu.
Merasa Sungmin tengah berbicara kepadanya, sosok itu menghadap Sungmin dan,,
"Neoo! Kyunnie?" Sungmin membekap mulutnya, mata beningnya melotot tak percaya. .
.
.
oOo
.
.
.
Mendengar teriakan dari orang yang baru saja ditolongnya tadi membuat manusia kuda itu menatap Sungmin dengan bingung.
Mata jernih Sungmin makin membelalak tak percaya saat dengan jelas mendapati wajah Kyuhyun, kekasihnya. Tapi, kenapa badan Kyuhyun berbentuk kuda?
Bagai tersengat listrik, Sungmin berjengit kaget saat tiba-tiba saja sebuah panah dengan api di ujungnya menancap di atas tanah tempatnya berdiri. Untuk saja tidak mengenai kakinya yang telanjang.
"Sial!" sosok tadi segera mengangkat tubuh Sungmin lalu membawanya berlari lagi, kali ini lebih cepat karena ada puluhan panah dengan api yang menghujani mereka. Dengan gesit sosok tadi menghindar dengan tetap berlari.
"Arghh" sosok itu mengerang saat sebuah panah api mengenai lengannya.
"Berpeganglah yang kuat!" kata manusia kuda itu. Sungmin menurut lalu mendekap punggung tegap yang polos itu. Matanya terpejam erat, karena kecepatan mereka yang sungguh luar biasa.
Dengan takut-takut Sungmin menoleh kebelakang, ia sangat penasaran apa sebenarnya yang sedang mengejarnya sekarang. Dan detik itu juga Sungmin menyesal, karena dengan jelas dia melihat seekor ular yang mempunyai tiga buah kepala manusia dengan tampilan yang sangat mengerikan.
Dengan panik Sungmin segera metapap ke depan lagi, dan entah sudah berapa kali matanya terbelalak pagi ini. Hatinya harap-harap cemas saat manusia kuda itu melompat melewati sebuah jurang yang sangat curam.
'Ya Tuhan!' batinya, tangannya reflek memeluk tubuh manusia kuda itu lebih erat dengan mata yang ditutupnya rapat-rapat.
Setelah merasa tidak ada pergerakan lagi, Sungmin membuka matanya. Ternyata sekarang mereka sudah mendarat dengan aman di sisi lain dari jurang yang mereka lewati tadi.
Kaki Sungmin mendadak lemas, wajahnya pucat. Jurang tadi sangat dalam. Bagaimana kalau mereka sampai jatuh ke dalam sana? Bagaimana kalau waktu melompat tadi mereka terpeleset? Dan bagaimana kalau-
Sungmin menggeleng-gelengkan kepala, berusaha mengusir segala pemikiran buruk yang masih bersarang di pikiranya.
Sedangkan Sungmin sendiri masih duduk manis di atas tubuh kuda tadi. Manusia kuda itu mulai berjalan dengan kecepatan normal. Sungmin merasa sedikit canggung, jadi dia memutuskan untuk tidak membuka suara terlebih dahulu.
Kini mereka mendekati sebuah air terjun yang tidak terlalu tinggi, mungkin hanya tiga meter. Perlahan kuda tadi mendekatkan diri, dan ajaibnya air terjun tadi seperti terbelah, seakan memberikan jalan untuk melewatinya tanpa harus basah terlebih dahulu.
Mulut Sungmin sedikit menganga takjub dengan apa yang dilihatnya. Tiba di sebuah pohon besar dengan beberapa rumah kayu yang dibangun di atasnya, Sungmin segera turun dari punggung kuda yang sedari tadi ditungganginya.
Kakinya melangkah mendekati sebuah pohon dengan banyak buah berry yang terlihat sudah masak dan sangat menggiurkan.
Didorong oleh hawa napsu karena dia memang lapar, tangannya terjulur untuk menggapai sebuah apel merah segar di hadapannya.
Setelah dapat Sungmin tampak mengamati apel itu sebentar.
Jika dilihat sedekat ini, apel ini agak aneh. Apel ini mempunyai tonjolan-tonjolan berwarna ungu gelap. Mencurigakan memang, namun perutnya yang merongrong membuat Sungmin malas untuk memikirkan keanehan apel ini.
"YYAAA APA YANG KAU LAKUKAN?" Sungmin kaget saat mendengar suara tersebut, sehingga apel yang baru saja akan dilahapnya menggelinding di tanah dan tiba-tiba berhenti saat seekor serangga menghentikan pergerakan apel tersebut.
'Tunggu dulu,,,, seekor serangga mampu menghentikan apel? Wow' itulah yang dipikirkan oleh Sungmin.
Kini serangga tersebut terlihat terbang mendekatinya dan terbang persis di depan wajahnya.
'Serigala berbentuk gadis? Apa-apaan ini' Sungmin kembali membatin.
"APA KAU MAU MATI HAHHH?" Sungmin terlonjak kaget oleh suara yang sama untuk kedua kalinya.
'J-jadi ini yang meneriakiku tadi?' mata Sungmin membulat horror.
"Apa selain gila kau juga tuli?" kali ini memang bukan teriakan, namun kadar kesinisan gadis serangga ini tidak berkurang sedikitpun.
Lama tak mendapat jawaban dari lawan bicaranya gadis serangga tadi mendengus kesal.
"Apa yang terjadi noona?" sebuah suara asing kembali Sungmin dengar kali ini.
Mata rubahnya menangkap seorang namja berambut pirang terang melangkah menuju ke arahnya.
'Oh akhirnya aku menemukan manusia normal' senyum konyol yang menggemaskan terukir di wajah Sungmin.
Namja tadi mendekat kea rah Sungmin.
"Oh, jadi ini wajah keturunan terakhir Cureta"diperhatikannya wajah manis Sungmin lekat-lekat.
"APAA? J-jadi dia keturunan cureta?" gadis serangga tadi membulatkan mata. Lengkingan suaranya berhasil menyentakkan Sungmin dari pikirannya yang entah melayang kemana.
"Sulit dipercaya, tak kusangka keturunan terakhir cureta yang selamat akan sebodoh ini" lanjut gadis serangga tadi.
Dahi Sungmin mengerut tidak terima dengan perkataan gadis serangga tadi yang seenaknya menyebutnya bodoh. Yang benar saja, ia bahkan menjadi sarjana dengan cum loud.
"Yya apa maksudmu de-" kata-kata Sungmi terputus saat seorang namja kecil berlari menghampiri mereka dengan tegopoh-gopoh.
"Yya Hyorin noona kemana saja kau? Kyuhyun hyung terkena panah api deliciosa" namja kecil tadi berbicara dengan nafas yang terputus-putus setelah berlari.
"Apa? Di mana Kyuhyun oppa sekarang?" gadis serangga bernama Hyorin tadi bertanya dengan panik.
"Ada di puncak tertinggi"
Setelah berkata seperti itu, Hyorin segera terbang menuju tempat Kyuhyun berada.
"Maaf untuk ketidak sopanan ku hyung"
Setelah berkata seperti itu, namja berambut pirang tadi menggendong Sungmin lalu membawanya meloncati dahan satu persatu untuk meuju 'puncak teratas'.
Sementara wajah Sungmin sudah pucat pasi.
oO~Sungmin in Wonderland~Oo
Hyorin terlihat sibuk merawat luka di lengan kanan Kyuhyun.
'Dia benar-benar Kyuhyun' Sungmin menatap wajah itu dengan cermat. Merasa diperhatikan, Kyuhyun dan Hyorin -yang entah bagaimana caranya bentuk tubuhnya normal- balas memandang Sungmin. Seketika Sungmin memalingkan wajahnya yang entah kenapa memerah seperti itu.
"Hah, untung Bora dan Soyu sudah membuat penawar racunnya. Jika belum, mati saja kau" Hyorin berujar kesal sambil melilitkan perban di lengan Kyuhyun.
"Dan kau," Hyorin mendelik tajam kea rah Sungmin, "Berterima kasihlah pada oppa ku yang telah menyelamatkanmu dari Deliciosa gila itu"
Sungmin tergagap mendapati sikap Hyorin yang seperti itu. Sekelebat dia mendapati sinar kesedihan di mata gadis itu sebelum dia berubah menjadi 'serangga' dan terbang entah kemana.
"Hyung, tetaplah di sini, Kyuhyun hyung sangat memerlukan bantuanmu kali ini" Sungmin masih mencerna perkataan namja tadi sehingga tak sadar jika kini hanya mereka berdua di ruangan ini.
'gluk' Sungmin menelan ludah gugup. Tiba-tiba saja suasana canggung melingkupi mereka.
Kyuhyun yang masih berbaring di atas kasurnya terlihat membuang pandangannya keluar.
"Ehm,, j-jadi apa yang bias kubantu, Kyuhyun-ssi" Sungmin berujar meski takut sebenarnya. Bukannya namja tadi bilang Kyuhyun memerlukan bantuannya. Dan kalau dipikirkan lagi, kata-kata Hyorin tadi ada benarnya juga. Kyuhyun terluka seperti ini pun karena menolongnya tadi kan. Jadi tidak ada salahnya juga menolong Kyuhyun. Terlebih lagi dia adalah seorang dokter.
"Cium aku" kata Kyuhyun sambil memandang lekat tepat ke arah mata Sungmin.
"Y-yeee?" takut telinganya salah, Sungmin meminta Kyuhyun untuk mengulangi kata-katanya.
"Kau bilang ingin membantuku kan? Jadi cium aku"
.
.
.
TBC
Sungmin in Wonderland chap 2 sudah update teman-teman :'D
Mian kalo ada banyak typo ya :D
Semoga kalian suka,,
Dan semoga kalian juga mau mereview tulisan saya yang ngga ada bagus-bagusnya ini Y.Y
Intinya Saranghae readerdeul :'D
Kalo ngga ada kalian, ngga bakal ada ff ini :'D
Akhir kata RnR pleaseeeee
Joyers
